Not a Good Reincarnation

Warning : Miss Typo(s), little OOC, Shounen-Ai.

Rate : T

Summary : Bagaimana jadinya kalau kau kembali dilahirkan kembali kedunia ini, dank au mengingat masa lalumu secara detail mengenai hidupmu sebelum ini? Ditambah lagi, belahan jiwamu sama sekali tak mengingatnya dan malah… Berganti gender? New Author, please RnR

=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Piip… Piip… Piip…

Seorang pria bersurai merah yang masih berada di alam tidurnya merasa terusik dan mulai menggapai jam weker yang berada di meja kecil samping tempat tidurnya. Ahkirnya ia berhasil menggapai jam wekernya dan bangkit dari posisi tidurnya kemudian melihat jam.

05.30 am

Masih terlalu pagi, tapi ia memutuskan untuk bangun dan bersiap-siap untuk hari pertamanya menjadi murid SMA. Ia berjalan kekamar mandi dan mulai melakukan rutinitasnya dipagi hari, mandi dan mengenakan seragam SMAnya. Ia menatap cermin yang berukuran setengah dari badannya dan mulai merapikan seragam barunya, kemeja putih dengan lambang sekolah yang terjahit rapi di bagian kantong kemejanya yang berwarna putih, kerah baju yang berwarna merah dan hitam kotak-kotak, dilengkapi dasi pannjang yang juga berwarna merah hitam dengan motif kotak kotak yang sama dengan celana panjangnya. Ia merapikan rambutnya sedikit, kemudian menggunakan jas merah dan menyemprotkan parfume.

Ia keluar dari kamar apartemen miliknya dan berjalan menuju pintu untuk menggunakan sepatu hitamnya. Nah… Sudah siap, saatnya ia bergegas menuju sekolah barunya.

=Red-Haired POV=

Sekarang aku sedang dalam perjalananku menuju sekolah baruku yang bernama Konoha Senior High School. Ahh… Aku lupa untuk memperkenalkan diriku, namaku Sabaku Gaara. Aku turun dari bis yang menjadi kendaraan yang mengantarku dari rumah-sekolah-rumah dan mendapatkan teriakkan dari gadis yang berada didepan sekolah baruku, yang benar saja… Aku sudah terbiasa dengan ini dari aku masih duduk di bangku SMP, tapi lama-lama juga bosan'kan? Aku tak menghiraukan teriakkan para gadis yang kurang kerjaan itu dan langsung menuju ke gedung utama KSHS untuk melihat papan pengumumaan, melihat dimana kelas yang akan aku singgahi untuk tahun pertamaku ini.

20. Sabaku Gaara ( X – 1)

21. Uchiha Sasuke ( X – 1)

22. Uzumaki Naruto ( X – 1)

Aku masuk kedalam kelas X-1, yang notabenenya penuh dengan anak berbakat dan pintar. Tak ada rasa senang yang menghinggapi diriku, secara dari dulu aku selalu masuk kedalam kelas anak berbakat. Aku meninggalkan papan pengumuman yang bisa dibilang penuh –ralat- SANGAT penuh dengan siswa-siswa baru.

" Teme… Aku masuk kelas yang sama denganmu!" Kata seorang pria berambut pirang pada pria berambut hitam disampingnya. Mereka berdiri tidak jauh dariku, yang pasti mereka sudah melihat papan pengumuman itu dan akan segera masuk ke kelas mereka.

" Baguslah, Dobe… Jadi tidak sia – sia aku mengajarimu…" Balas pria berambut hitam itu, mengusap pelan pria berambut pirang yang langsung menggembungkan pipinya. Entahlah… Aku merasa ada kejanggalan dengan hubungan mereka berdua, bukan karena hubungan mereka yang bisa menimbulkan banyak tanda Tanya karena kemesraan mereka, tapi… Sepertinya aku sudah mengenal mereka begitu lama, apalagi pria berambut pirang itu.

" Awas kau, Teme… Aku tak akan mau meminta bantuanmu lagi…" Balas pria berambut pirang, masih menggembungkan pipinya sedangkan pria berambut hitam itu hanya tersenyum geli, sangat tipis.

" Terserah padamu… Ayo masuk, sebentar lagi bel." Ajak pria berambut hitam itu kemudian menarik lengan pemuda berambut pirang dan mereka mempercepat jalan mereka menuju… Kelas X – 1. Kelas yang sama denganku, aku berjalan dengan santai dan setelah aku membuka pintu geser yang memisahkan antara koridor dan ruang kelas X – 1, ternyata seluruh siswa sudah duduk di bangkunya bersama teman mereka yang kupikir satu sekolah. Aku mengambil bangku paling pojok dan memperhatikan seluruh siswa yang ada di kelas baruku ini.

Ada yang tertidur pulas, ada yang sibuk mengamati semut didinding, ada juga yang membawa anjing peliharaannya yang super besar, juga ada yang bergosip dan juga ada yang terdiam dan menunduk. Pandanganku pun tertuju pada kedua pemuda yang duduk di pojok ruangan, berlawanan denganku dan duduk didekat jendela. Pria berambut pirang dan pria berambut hitam itu sedang berbincang-bincang, walaupun yang terlihat mendominasi adalah si pirang. Si pirang yang duduk dimeja terlihat penuh semangat menceritakan sesuatu, sedangkan si rambut gelap duduk di kursi dan terlihat mendengarkan apa yang diceritakan si pirang dan kadang juga memberi tanggapan.

Hah~… Aku terus duduk hingga ahkirnya, seseorang berambut pirang dengan masker hitam menutupi hidungnya masuk, dan sepertinya… Ini sudah melewatti bel tanda masuk.

=End POV=

" Ohayou gozaimass, minna-san… Saya adalah guru kalian yang akan membimbing kalian dalam 1 tahun ini, mohon bantuannya…" Kata pria berambut silver itu, memperkenalkan dirinya.

" Sensei kenapa telat?" Tanya seorang pemuda, berambut coklat acak – acakkan dan dengan tattoo segitiga merah terbalik dikedua pipinya.

" Gomen… Aku tadi tersesat di jalan yang namanya kehidupan…" Jawab guru itu, tersenyum. Walaupun tak terlihat dibalik masker hitamnya.

" Hah? Memang ada ya, nama jalan Kehidupan?" Tanya pria itu lagi, menggaruk kepala bagian belakangnya.

" Cih… Mendokusai…" Gumam pria berambut nanas yang tadi tertidur jadi terbangun.

" Tenang… Sekarang, sesi perkenalan… Dimulai dari… Kamu!" Kata Kakashi, menunjuk pria berambut hitam dengan model gaya spike. Dengan sedikit enggan, pria itu berdiri dan berjalan menuju depan kelas dengan wajah stoicnya.

" Uchiha Sasuke, mohon bantuannya." Kata pria berambut hitam itu, Sasuke, sembari membungkuk.

" Sekarang… Tunjuk teman barumu…" Balas Kakashi, duduk dan mulai membuka buku kecil yang berjudul " Icha Icha Paradise". Sasuke memandang sekeliling, tapi kemudian tatapan berhenti pada pria berambut merah yang duduk dipojokkan dan nampaknya tidakk terlalu tertarik dengan sesi perkenalan ini.

" Kau… Yang berambut merah." Tunjuk Sasuke. Pria berambut merah yang disebut mendongakkan kepalanya kemudian berjalan, berdiri didepan kelas menggantikkan Sasuke yang sudah kembali duduk dibangkunya.

" Sabaku Gaara, yoroshiku…" Kata pria berambut merah yang bernama Gaara itu, kemudian ia bertatapan dengan pemuda berambut pirang cukup lama dan ahkirnya menunjuk pemuda itu.

" Uzumaki Naruto, yoroshiku…" Kata pria berambut pirang, memperkenalkan dirinya dan menunjukkan senyum manisnya. Membuat hampir seluruh kelas, termasuk Kakashi menganga. Bagaimana tidak? Begitu ia tersenyum, seakan-akan ia memilikki sayap dan rambutnya seakan-akan memanjang dan kulit tannya berubah menjadi putih bersih bagaikan susu.

Setelah Naruto, pemuda pirang itu memperkenalkan dirinya dan menunjuk teman barunya. Ahkirnya sesi perkenalan selesai dan mereka masuk kedalam sesi pelajaran, dimana Kakashi ternyata guru fisika, baru masuk sekolah sudah langsung disuguhi pelajaran yang menguras otak.

~(=.=~) (~=.=)~

Teng… Teng… Teng…

Bel istirahat berbunyi, menandakan berahkirnya jam pelajaran Kakashi yang begitu menguras tenaga dan otak. Seluruh siswa langsung berhamburan keluar kelas dan tidak lain tujuan mereka adalah menuju kantin. Ada juga yang masih dikelas hanya untuk sekedar menyiapkan untuk pelajaran selanjutnya, atau bahkan memakan bento mereka dikelas.

" Nee… Teme… Ayo ke kantin…" Ajak Naruto, pada Sasuke sahabatnya yang duduk dibelakangnya.

" Hn? Aku membawa bekal…" Balas Sasuke, menunjuk kota bento miliknya yang berwarna biru donker dengan gambar kipas jepang berwarna merah dan putih.

" Ya sudah… Aku mau ke kantin dulu…" Balas Naruto, ia akan beranjak meninggalkan bangkunya namun terhenti ketika seseorang menggenggam tangannya.

" Aku sudah membuatkan bekal untukmu…" Kata Sasuke, menunjuk kotak bento lain berwarna oranye dengan gambar Kyuubi ditengahnya. Seketika itu juga wajah Naruto menjadi berbinar-binar dengan senyum lebarnya.

" Ohh… Kau memang malaikat penolongku, teme…" Balas Nnaruto, duduk dibangkunya kembali yang sudah ia putar 180 derajat agar ia bisa face to face dengan Sasuke.

" Kau memang dobe…" Gumam Sasuke. Twicth… Persimpangan langsung berada didahi Naruto, senyum lebar dan mata berbinarnya langsung berubah, ia menatap Sasuke dengan kesal.

" Jangan panggil aku dobe…" Balas Naruto.

" Terserah… Cepat dimakan…" Balas Sasuke, memakan bentonya.

=Gaara POV=

Aku memandang seisi kelas, semua murid sudah keluar dari kelas dan hanya tersisa aku, juga tiga murid yang lain. Yang satunya masih tertidur, kalau tidak salah namanya Nara Shikamaru dan dua yang lain adalah Uchiha Sasuke dan Uzumaki Naruto.

Disaat aku hendak membuka bungkus roti isiku, tak sengaja tatapanku melihat Uzumaki itu sedang berdebat dengan Uchiha, walaupun aku masih sangat baru mengenalnya, entah mengapa… Aku merasa sudah mengenalnya dengan baik. Dan, ketika Uzumaki itu bercanda dengan Uchiha, aku juga merasa cemburu… Apalagi saat Uzumaki itu memperkenalkan namanya dengan senyum manisnya itu. Aku seakan tidak rela jika senyuman itu dilihat orang lain selain diriku.

Sebenarnya… Apa yang terjadi padaku?

=End POV=

=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Minna-san… Mohon reviewnya ya? Saya masih baru disini, mungkin kalian pernah membaca manga yang isinya tidak jauh beda dengan fanfic ini, tapi… Saya tidak ambil ide dari manga itu, malahan saya dapet ide ini setelah main game… Jika yang review lumayan, saya menjadi PD untuk melanjutkan ff ini… Arigatou…

Ashley