Not a Good Reincarnation
Warning : Miss Typo(s), little OOC
Rate : T
Pair : GaaNaru, SasuNaru
" Gaius… Jangan pergi…" Kata seorang gadis bersurai pirang panjang, dengan manik sapphire, menggenggam lengan seorang pria bersurai merah maroon yang menatapnya datar namun penuh akan rasa sedih.
" Maafkan aku, Narcissa… Aku harus pergi, aku sudah tak bisa berada disini…" Balas seorang pria bersurai merah maroon, yang menatap gadis berambut pirang itu dengan sedih dan tak rela, walaupun wajahnya tetap datar.
" Baiklah… Aku akan melepaskanmu… Tapi, berjanjilah padaku… Kau akan selalu mengingatku, dan datang kembali padaku…" Balas gadis pirang itu, menyentuh sisi wajah pria bersurai merah itu.
" Aku… Berjanji…" Balas pria itu, menyentuh telapak tangan sang gadis yang masih berada di pipinya. Pria itu kemudian menatap pria berambut hitam yang berada disamping gadis berambut pirang itu.
" Zaid… Aku titip Narcissa padamu…" Kata pria bersurai merah, menatap pria bersurai hitam yang ada dihadapannya.
" Kau bisa percayakan itu padaku…" Balas pria bersurai hitam itu. Ahkirnya, pria bersurai merah itu menutuppi rambut merah maroonnya dengan tudung dari jubah yang ia kenakan, kemudian meninggalkan gadis bersurai pirang yang menangis dalam pelukan pria bersurai hitam itu.
" Aku akan kembali padamu… Aku janji…"
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
SREEKK…
Pria bersurai merah terbangun seketika itu juga dengan wajah penuh peluh dan poni yang menutupi sebagian wajahnya. Pria itu meletakan telapak tangannya untuk menutupi sebagaian wajahnya.
" Apa yang aku mimpikan barusan?" Gumam sosok itu yang ternyata bernama Gaara, Sabaku Gaara yang merupakan murid kelas satu di Konoha Senior High School yang baru saja kemarin masuk. Gaara menggeleng perlahan kemudian duduk dipinggiran kasurnya dengan wajah menunduk.
" Siapa itu, Narcissa dan Zaid? Kenapa mereka memanggilku Gaius?" Gumam Gaara lagi, bingung terhadap mimpi yang barusan menemani tidurnya. Ia menoleh kea rah jam weker berwarna merah dimeja malamnya.
03.00 am
" Masih pagi sekali? Tidur lagi atau bangun? Tidur sajalah…" Gumam Gaara agak sedikit ngelindur. Iapun bergegas naik kekasurnya lagi dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut putihnya kembali.
=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=
06.30 am, at KSHS.
Gaara berjalan dengan antengnya menuju kelasnya, kelas X – 1. Disaat ia membuka pintu gesernya, ia sudah melihat hampir setengah teman kelasnya sudah datang dan melakukan aktivitas mereka sendiri-sendiri. Begitu ia sampai ditempat duduknya, dua orang siswa berambut pirang dan putih masuk. Ketika Gaara menatap mereka, bayangan akan mimpinya kembali terulang bagaikan video.
" Hey kalian!" Panggil pria berambut merah, Gaius. Pemuda berambut biru donker yang sedang berjalan bersama gadis pirangpun menoleh dan tersenyum (hanya yang wanita) pada Gaius.
" Ada apa, Gaius?" Tanya sang wanita, Narcissa. Sedangkan pria berambut biru donker yang bernama Zaid hanya terdiam dan memandang Gaius.
" Tidak ada… Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Gaius.
" Hanya masalah pesta besok… Ikut bergabung dengan kami?" Jawab Narcissa tersenyum.
" Tentu…" Balas Gaius.
Teng… Teng… Teng
Bunyi bel tanda masuk sekolah membuyarkan lamunan Gaara dan otomatis menghentikan putaran memori masa lalunya. Gaara menggelengkan kepalanya perlahan kemudian kembali memfokuskan pandangannya kedepan kelas.
SREK
Pintu geser yang merupakan pembatas antara ruang kelas dengan koridor terbuka dan menampilkan pria bermasker dengan rambut pirang, Kakashi Hatake, wali kelas mereka.
" Ohayou minna-san… Sekarang, saatnya kita untuk membagi tempat duduk." Kata Kakashi, menaruh kotak besar yang dibawanya tadi. Satu persatu murid berbaris untuk mendapatkan giliran mengambil kertas undian yang merupakan nomor tempat mereka duduk nantinya. Naruto selesai mengambil undian dan menghampiri Sasuke yang sudah mengambil tas dan juga mejanya.
" Kau nomor berapa, Teme?" Tanya Naruto, turut mengambil tas dan mejanya.
" Nomor 25… Kau?" Jawab Sasuke berbalik Tanya.
" Nomor 23… Ahh… Kita tidak duduk berdekatan lagi. Teme…" Balas Naruto, menghela nafas kecewa.
" Hanya berjarak satu bangku saja kok…" Balas Sasuke, berjalan menuju bangkunya yang sekarang berada ditengah. Naruto mengambil kursi yang berada di depan samping Sasuke.
" Sudah kubilangkan, dobe?" Tambah Sasuke.
" Cih, berhenti memanggilku Dobe, teme…" Balas Naruto, mendudukkan dirinya dibangku barunya. Disaat ia akan mendudukkan dirinya, tiba-tiba seorang siswa mendatanginya.
" Ada apa, ya?" Tanya Naruto, mendongakkan wajahnya dan bertatapan dengan Gaara, siswa yang menghampirinya.
" Uh… Maaf, tidak ada…" Gumam Gaara, menggelengkan kepalanya dan mengambil bangku dibelakang Naruto. Naruto yang sepertinya masih kebingungan membalikkan badannya dan lagi, berhadapan dengan Gaara yang masih memegang dahinya.
" Kau yakin tidak apa-apa, Sabaku-san?" Tanya Naruto.
" Tidak apa… Aku baik-baik saja…" Balas Gaara, melirik Naruto.
" Ya sudahlah…" Balas Naruto, mengedikkan bahunya kemudian berbalik arah dan sekarang perhatiannya tertuju pada sang guru, Kakashi.
" Anak-anak… Sekarang saya akan memberikan kalian tugas kelompok. Anggotanya maksimal 4 orang. Buka buku paket dan kerjakan semua tugas ahkir bab. Dikumpulkan minggu depan, okay? Nah… Silahkan pilih anggota kalian, saya permisi dulu." Jelas Kakashi, kemudian berjalan sambil membaca buku favoritnya menuju pintu.
Sepeninggal guru yang memiliki motto hidup 'Aku tersesat dijalan yang bernama kehidupan' itu menghilang, seluruh murid mulai bubar mencari kelompoknya masing-masing, termasuk Naruto.
" Nee, teme… Siapa saja anggota kita?" Tanya Naruto, berdiri didekat meja Sasuke.
" Hn…" Gumam Sasuke, memperhatikan buku paket.
" Cih… Membosankan…" Balas Naruto, kembali duduk dibangkunya. Kemudian tiba-tiba lampu hadir didekat kepala pirangnya, ia langsung berbalik dan berhadapan dengan Gaara yang sepertinya tadi memandanginya.
" Kau sudah ada kelompok, Sabaku-san?" Tanya Naruto, dengan senyum manisnya. Tiba-tiba wajah Gaara yang semulanya biasa saja kedatangan semu merah dipipinya.
" Belum." Jawab Gaara, bersikap sewajar mungkin.
" Nah… TEME! Kita sudah beranggotakan 3 orang, tinggal seorang lagi…" Panggil Naruto pada Sasuke yang bangkunya bersebelahan dengan Gaara.
" Hn… Aku sudah menemukan yang lainnya." Balas Sasuke sembari menunjuk gadis bersurai indigo panjang.
" E-eto… Watashi wa, Hyuuga Hinata. Yoroshiku." Kata gadis itu.
" Naruto Uzumaki. Senang berkenalan denganmu, Hinata-chan." Balas Naruto, langsung memanggil dengan nama kecilnya, dan membuat Hinata blushing berat.
" Jadi, dobe… Dimana kita kerjakan tugas ini?" Tanya Sasuke.
" Dirumahku saja… Bagaimana kalau hari ini? Kita kerjakan lebih awal." Jawab Naruto.
" Hn…" Balas Sasuke, mengangguk.
" Kalian bisa kan, Hinata? Gaara?" Tanya Naruto.
" Bisa…" Balas mereka berdua, pelan.
" OK! Sudah diputuskan, sepulang sekolah kita langsung kerumahku." Balas Naruto.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ SKIP TIME ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
" Kaa-san… Aku pulang!" Teriak Naruto, begitu sampai dirumahnya.
" Selamat datang… Eh, kau bawa teman Naruto?" Balas wanita cantik bersurai merah panjang.
" Iya… Selain Sasuke, mereka teman baruku. Yang wanita namanya Hyuuga Hinata, dan yang pria bernama Sabaku Gaara." Balas Naruto memperkenalkan diri.
" Oh… Silahkan masuk, maaf rumahnya agak sedikit berantakan." Balas Kushina, ibu Naruto.
" Kaa-san… Ino-chan dan Dei-nii kemana?" Tanya Naruto, celingak-celinguk diruang tengah.
" Mereka dikamar. Kenapa? Perlu ibu panggilkan untuk kau kenalkan pada teman barumu?" Jawab Kushina dari arah dapur.
" Tidak… Aku kekamar dulu, ayo…" Balas Naruto, kemudian ia, Sasuke, Gaara, dan Hinata berjalan menaikki tangga menuju kamar Naruto.
TO BE CONTINUE
Gomen ne… Aku harus memotong dibagian ini. Aku barusan dimarahi… .
Jongmal mianhe… Reader-san… Btw… Buat para review'er… Arigatou nee…
Senangnya sudah ada yang review. Aku bakal update lagi, janjiku langsung 2 chapter…
Review please? Hehehehehe….
