Not a Good Reincarnation
Warning : Miss Typo(s), little OOC
Rate : T
Pair : GaaNaru, SasuNaru
" Nah… Ahkirnya selesai juga…" Kata Naruto, meregangkan tubuhnya dikasur. Meninggalkan Sasuke, Gaara, dan Hinata yang masih duduk dilantai yang penuh dengan kertas.
" Aku mau turun dulu…" Kata Sasuke, berdiri dan berjalan menuju pintu.
" Eto… Naruto-kun, dimana toiletnya?" Tanya Hinata, dengan semburat merah dipipinya.
" Oh… Toiletnya dekat tangga." Jawab Naruto. Setelah mengucapkann terimah kasih, Hinata berdiri dan keluar, meninggalkan Naruto dan Gaara sendiri di kamar.
Naruto yang masih berbaring dikasur merasa sedikit gelisah, kenapa? Karena tidak ada salah satu diantara mereka yang membuka pembicaraan, Gaara yang masih duduk anteng terlihat sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, sedangkan Naruto merasa tak enak untuk membuka pembicaraan dengannya.
Setelah beberapa menit lamanya, ahkirnya Gaara membuka suaranya. Mau tak mau Naruto senang, ahkirnya kamarnya tidak sunyi seperti dikuburan. Tapi, perkataan Gaara meembuatnya bingung.
" Naruto… Kau percaya dengan namanya reinkarnasi?" Tanya Gaara, memandang lurus pada Naruto yang sudah duduk dikasurnya.
" Hmm… Percaya… Memangnya kenapa, Gaara?" Jawab Naruto, bertanya balik.
" Tidak… Aku hanya merasa pernah bertemu denganmu… Lama sekali…" Balas Gaara. Disaat Naruto ingin membalasnya, pintu kamarnya terbuka dan menampilkan Sasuke.
" Dobe, ibumu memanggilmu…" Kata Sasuke.
" Dimana, Hinata-chan?" Tanya Naruto, bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju pintu.
" Membantu ibumu…" Jawab Sasuke singkat, dan sekarang ia duduk dilantai, berhadapan dengan Gaara.
" Oh… Ya sudah… Aku kebawah dulu ya, Gaara…" Balas Naruto kemudian menutup pintu dan hanya meninggalkan Sasuke dengan Gaara yang saling pandang.
" Heh… Ternyata… Kau masih ingat, nee… Gaius?" Tanya Sasuke sinis. Gaara mau tak mau terkejut, kenapa Sasuke bisa tahu dengan nama yang selalu hadir dimimpinya?
" Apa maksudmu Sasuke?" Tanya Gaara, agak bingung namun tertutupi dengan tampang stoicnya.
" Jangan berbohong padaku, Gaius. Aku tahu kau ingat tentang Zaid dan Narcissa… Atau… Harus kuralat menjadi tentangku dan Naruto?" Balas Sasuke, masih memandang Gaara sinis.
" Bisakah kau jelaskan semuanya padaku? Aku masih tak mengerti…" Balas Gaara.
" Cih… Kenapa kau menanyakan masalah reinkarnasi pada Naruto?" Tanya Sasuke.
" Aku hanya bertanya, memangnya ada yang salah?" Jawab Gaara berbalik Tanya. Ia sangat kebingungan dengan sikap Sasuke yang langsung mempertanyakan masalah mimpinya, atau mungkin masa lalunya yang sama sekali tak diingatnya.
" Tidak ada yang salah… Mulai sekarang, jangan pernah dekatti Naruto. Karena kau telah menyakittinya dulu…" Balas Sasuke agak bergumam pada ahkirnya. Kemudian ia berdiri dan meninggalkan Gaara sendiri dikamar Naruto.
~ Flashback ~
" Siapa gadis pirang itu?" Tanya seorang pria berambut merah yang berdiri didekat tebing, sembari menunjuk seorang gadis pirang yang sedang membantu seorang ibu memasak.
" Oh… Dia Narcissa… Kenapa? Kau tertarik padanya, Gaius?" Tanya seorang pria berambut pirang disebelahnya.
" Narcissa? Kau mengenalnya Micha?" Tanya Gaius, menoleh pada pemuda pirang disampingnya.
" Ya… Dia adikku, adik sepupuku…" Jawab Micha.
" Dan… Siapa pemuda disampingnya itu?" Tanya Gaius lagi.
" Dia? Dia itu sahabatnya, Zaid." Jawab Micha lagi.
~ End Flashback ~
" Gaara-kun… Kushina-san menyuruhku memanggilmu karena makanan sudah siap…" Panggil Hinata dengan wajah agak memerah diambang pintu, menyadarkan Gaara dari lamunannya.
'Siapa lagi itu Rusk? Kenapa potongan-potongan memory terus menghampiriku?' Tanya Gaara dalam hatinya sembari memegang dahinya.
" Kau sakit, Gaara-kun?" Tanya Hinata, memandang Gaara khawatir.
" Tidak… Aku tak apa…" Jawab Gaara, menggeleng.
Ahkirnya mereka sampai didapur, dan seakan déjà vu pandangan didepannya seakan-akan merefleksikan apa yang diingatnya tadi. Naruto membantu ibunya memasak dan sedangkan Sasuke berdiri disamping Naruto, membantunya juga.
" Hei… Kau kenapa, nak?" Tanya seorang pria berambut pirang disampingnya. Mau tak mau Gaara menoleh dan lagi-lagi seperti déjà vu.
" Tou-san sudah pulang?" Panggil Naruto, membuat Gaara menoleh lagi pada Naruto dengan tatapan blank.
" Aku pulang…" Balas pemuda disamping Gaara tadi yang sekarang berjalan menghampiri Kushina.
" Selamat datang…" Balas Kushina, mengambil jas dan tas kantor pemuda itu.
" Nee… Hinata-chan, Gaara. Kenalkan, dia adalah ayahku, Namikaze Minato." Kata Naruto, memperkenalkan pemuda yang dipanggilnya ayah pada teman-temannya.
'Bukannya dia… Micha?' Tanya Gaara dalam hati, sekarang ia agak bingung. Kenapa mimpinya tentang masa lalu selalu terjadi lagi?.
Sasuke menatap Gaara yang terus memegang dahinya dan ia tersenyum sinis kemudian menghampirinya.
" Kau tak apa, Gaius?" Tanya Sasuke, setelah menarik Gaara menuju teras belakang.
" Aku… Tak apa…" Gumam Gaara.
" Aku yakin kau mengenal Minato-san…" Balas Sasuke lagi.
" Ya… Aku seperti mengenalnya…" Balas Gaara lagi.
" Heeii… Teme, kenapa kau menarik Gaara menuju teras belakang? Makanannya sudah siap…" Panggil Naruto.
" Sebentar, Dobe… Aku ada sedikit urusan dengannya…" Balas Sasuke.
" Yang cepat ya… Nanti keburu dingin…" Balas Naruto.
" Semoga saja kau cepat mengerti ya… Keburu Narcissa kurebut nantinya…" Kata Sasuke kemudian masuk dan meninggalka Gaara sendiri dibelakang.
*SKIP TIME*
Gaara meletakkan tas selempangannya di sofa apartemennya. Ia mendudukkan dirinya disofa dan memejamkan matanya, menyembunyikan manik turquoisenya sembari menghela nafas. Kejadian hari ini begitu sangat membingungkannya, mulai dari Sasuke yang mengatakan dia Zaid dan Naruto adalah Narcissa, kemudian Minato yang seperti Rusk, juga déjà vu yang baru saja terjadi dirumah Naruto.
Yang benar saja, walaupun Gaara telah memimpikkan kejadian itu dan mereka, tapi ia sama sekali tidak menyangka jika ada yang mengetahui… Atau mungkin mengingat masa lalu mereka. Gaara bangkit dari sofa kemudian melepas kemeja sekolahnya sembari berjalan menuju kamar mandi, mungkin shower bisa membantu menghilangkan sedikit penat yang menghinggapinya.
Hhaaaahhh… Ahkirnya… Aku sudah update… hehehehe… Chapter ini Sasuke sudah menyatakan perang dengan Gaara (?). Gomen ne… Gaara disini agak OOC ya? Soalnya aku sambil lihat berita sih… (?)
Nee… Please, RnR?
Balasan Review :
S. Oyabun :Arigatou udah review… Hehehehe… Juga, Arigatou karna dikau sudah menanti ffku… Hehehehe… OMG! Aku baru nyadar kalau ternyata aku salah nulis warna rambut Kakashi… Gomen ne… .… Dimarahi my mom… Soalnya kelamaan make laptop… Anyway… Aku udah update chapter baru lhoo…. Hehehehe… :D
Shia Naru : pairingnya udah kutulis… hehehe… Iya, ini ter-inspirasi dari NG Life… Begitu lihat anime Kuroko No Basuke, entah kenapa aku langsung ingat ma komik itu… (Apa hubungannya juga) Arigatou for review and read… :D
Wonder Blue : Yang rival… Hmm… Kayaknya bakal ada rival lain deh selain Sasuke ma Naruto… Tapi masih rahasia… Arigatou udh read n review… :D
Haruka Hayasibara : Hmm… Saat ini Naruto masih jomblo kok… Sasuke juga gitu… SEMUANYA masih JOMBLO kok… Pacarannya… Tunggu chapter selanjutnya… hehehehehe… Arigatou dan read n review… :D
NamikazeNoah : Nee… Arigatou for read n review… Gomen ne… . Aku salah nulis… Huhuhuhu… makasih udah di ingatkan… :D
Ecca Augest : Belum ada… Tapi bentar lagi pasti ada… Tenang aja… Anyway, arigatou for read n review… :D
Nee… Minna-san… Arigatou buat yang sudah review… Seneng banget… Yang reviewnya baru dibalas sekarang, soalnya aku agak bingung mau balasnya gimana… N kuputuskan untuk balas di ahkir cerita (?) Anyway… Buat silent reader makasih udah dibaca ya… Hehehehehe… Ahkir kata… Arigatou! Muuuaaaccchhh…. :D
