Hallo, Saya balik lagi buat nyambungin fic ini…dan Saya harap kalau ada kesalahan/ceritanya jelek harap dimaklumi…saya kan Cuma pemula…

.

.

Airin Aizawa : Ah iya, aku juga lupa bilang kalo cerita ini terinspirasi dari DC OVA 9. sebenernya aku udah lama ngerencanain buat fic ini, Cuma sekarang baru kesampeyan. Kalo soal alur sih, aku belum bias memastikan lambat/cepet. Tapi menurutku bakal lambat deh. Karena kita harus nunggu Conan menyadari perasaannya pada Ai.

Misyel : Aku belum bisa memastikan kalau di Chapter ini bakal bagus. Soalnya Chapter ini masih menceritakan tentang Ran yang akan menikah dengan dll. Jadi moment Ai dan Conan masih belum kelihatan dan sedikit.

Enji86 : Iya, Ran kan emang dari dulu sayang banget ma Ortu-nya, apalagi sama Ibunya. Kalau soal organisasi sama kenapa Ai nggak bisa membuat penawarnya ada di Chapter ini. Menurutku usia 21 sudah cukup untuk menikah dan lagi pula biasanya kalau org jepang lulus SMU usianya 18 thn, jadi Ran bisa kuliah selama ¾ thn.

Moist fla : agak kecepetanya? Maaf, soalnya waktu ngetik aku lagi terburu-buru banget jadi alurnya jadi ikut terburu-buru deh. Yah kalau mau update biasanya di waktu luang/hari libur. Aku kan sekolahnya siang. Oh, panggil aja aku Dhya/Dhya-Chan juga boleh, hihihi…

Oke, kita mulai ceritanya…Action~

Disclaimer By Aoyama Gosho

Story By ArdhyaMouri

Notes : Disini moment Ai dan Conan masih belum kelihatan karena masalah Conan untuk merelakan Ran dan masalah pernikahan Ram dan . dan disini akan menjelaskan kenapa Conan tidak bisa menjadi shinichi kembali dan Organisasi juga sudah runtuh. Dan mungkin moment Ai dan Conan bakal kelihatan di Chapter depan. Namanya juga cerita, semuanya perlu di urutkan dan butuh proses.

~XXXX~

Pagi yang cerah di kantor Detective Kogoro, seorang anak laki-laki berkaca mata sedang berdiri di depan pintu. Sesekali dia mengangkat tangannya untuk meraih kenop pintu tapi selalu tidak jadi.

"Kalau aku masuk pasti setelah itu Ran akan segera mengahampiriku dan menanyai kenapa aku tidak pulang semalam, Sial seharusnya aku tidak usah langsung pergi meninggalkannya seperti itu. Bagaiman ini? Aku harus seperti apa di depannya nanti? Dia pasti berfikir kalau aku marah padanya" Pikir Conan

Lalu setelah menimbang-nimbang Conan akhirnya memutuskan untuk masuk dan jika Ran menanyakan seperti apa yang dia perkirakan, maka Conan akan menjawab sesuai Apa yang bisa dia jawab.

"Tadaema…" ucap Conan agak pelan agar tidak di denagr oleh Ran. Tapi dugaannya salah ketika dia membuka pintu Ran sudah berdiri di depannya. Dan mulai menanyakan hal-hal yang sudah di perkirakan oleh Conan.

"Conan! Kau kemana saja semalam? Kenapa tidak pulang? Kalau mau menginap di rumah Profesor Agasa seharusnya kau memberitahuku dulu, jangan langsung nyelonong aja kayak gitu!. Huh untung saja hari ini hari minggu jadi kau tidak perlu terlambat kesekolah!. Kau tahu tidak semalam aku sangat mencemaskanmu, aku pikir kau marah padaku!" ucap Ran bertubi-tubi

"Ma-maafkan aku kak-Ran. Semalam aku keasyikan bermain Game terbaru buatan professor Agasa jadi tidak ingat waktu" jelas Conan

"Apa benar? Kau tidak marah padaku kan gara-gara aku akan menikah dengan kan?" Tanya Ran

"Tentu saja tidak…lagi pula Kak Ran menikah dengan agar ayah dan ibu Kakak bisa akur kembali" jawab Conan

"Benar, melihat Ayah dan Ibuku akur kembali adalah salah satu impian terbesarku"

"Yasudah kalu begitu, aku mau mandi dulu"

~XXXX~

Sesampai dikamar mandi Conan langsung terduduk lemas sambil menyandarkan tubuhnya dipintu kamar mandi lalu memegangi dadanya. Sakit, itulah yang dirasakan Conan sekarang ini. Sakit karan tidak bisa memiliki orang yang sangat dicintainya selama ini. Lalu dia mengingat kejadian 3 tahun lalu ketika dia, Ai, Agen FBI dan CIA menggrebek maskar organisasi hitam. Mereka berhasil mengamankan semua anggota organisasi, termasuk Gin. Gin berhasil dikalahkan karena kerja sama Conan dan Shuichi yang memiliki dendam yang besar pada Gin. Dan Vermouth berhasil dikalahkan berkat kerja sama Jodie dan Ai. Tapi vermouth tidak mati dia hanya di penjara. Yah, kita semua tahu kan kalau Ai memiliki sifat pemaaf walaupun dia tidak pernah menunjukkannya (Benar kan?). setelah itu mereka segera menuju ruang penyimpanan data untuk mengambil data APTX4869. tapi ketika mereka baru setengah jalan, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari ruang penyimpanan data. Dan setelah dipastikan ternyata Big Boss telah meledakan ruang penyimpanan data dan tidak hanya ruang penyimpanan data saja yang dia ledakan tapi semua ruangan sudah diledakkannya. Dan akhirnya organisasi itu menjadi runtuh dan searang sudah menjadi Legenda saja. Dan akibat ledakan itu data APTX tidak berhasil didapatkan dan lenyap bersamaan dengan organisasi terkutuk itu. Semenjak hari itu Ai berusaha mencari dan meneliti penawar APTX sesuai ingatannya sampai hari ini.

Conan tersenyum pahit mengingat kejadian itu. Lalu Conan berdiri dan melaksanakan acara mandinya

~XXXX~

2 minggu setelah itu Ran dan melaksanakan pernikahan mereka. Dan kini mereka sedang mengucapkan janji suci sehidup dan semati. Conan, Ai, Profesor Agasa, beserta Grup Detective Cilik duduk dibarisan paling depan dibagian kiri. Sedangkan Kogoro dan Eri beserta keluarga Araide duduk dibarisan paling depan dibagian kanan. Acara pernikahan mereka sangat ramai, banyak klien-klien yang pernah ditangani kasusnya oleh kogoro, Sonoko dan Makoto, Heiji dan Kazuha, bahkan orang tua Shinichipun juga dating dan masih banyak lagi.

"Tomoaki Araide, apakah kau bersedia menjadikan Ran Mouri sebagai pendamping hidupmu baik disaat Suka maupun Duka?"

"Ya saya bersedia"

"Ran Mouri, apakah kau bersedia menjadikan Tomoaki Araide sebagai pendamping hidupmu baik Suka maupun duka?"

Tangan Conan menjadi gemetar, dia sangat tidak ingin mendengar jawaban Dari Ran. Lalu dia mengepalkan tangan kanannya agar tidak gemetaran lagi tapi tetap saja tidak bisa. Ai yang melihatnya pun langsung menggenggam tangan Conan dengan lembut berusaha menenangkan kegelisahan hati Conan. Conan sedikit terkejut tapi kemudian tangannya berubah menjadi agak tenang.

Ran menghela napas kemudian berkata…

"Ya, saya bersedia" ucap Ran mantap, dan setelah itu hilanglah salah satu harapan Conan yang paling besar.

"Dan saya menyatakan kalau kalian berdua sekarang resmi menjadi Suami Istri. Dan dipersilahkan untuk berciuman"

Dan setelah itupun Ran dan Araide saling mendekatakan wajah mereka masing-masing. Conan menggenggam tangan ai erat dengan tangannya yang satu lagi. Ai agak sedikit terkejut namun kemudian dia hanya diam saja. Kemudian Ran dan berciuman….

.

.

.

~Bersambung~

Untuk sementara segini dulu ya ceritanya…para pembaca yang membaca fic ini harap mengreview agar Chapter depan akan lebih menarik dan akan ada moment Conan dan Ai nya ya~….