Gomen minna-san, saya baru update…habis saya belakangan ini males banget buat ngetik padahal cerita kelanjutannya udah selesai saya buat,,,hehe(udah kelihatan kalau authornya pemales)

Aku mau ngucapin terima kasih sama Enji86, Dijah-hime,Nachie-chan, dan Kimchi Fedeoya…karna udah mau ngereview fic gak jelas gini…nanti review lagi yaa~

Detective Conan By Aoyama Gosho

Story By ArdhyaMouri

.

.

.

"Kudo-kun?" Tanya Ran bingung dengan perkataan Ai

"Eh? Apa aku bilang begitu?" ucap Ai

"Gawat, kenapa aku bisa keceplosan begini?" rutuk Ai dalam hati

"Kau memang bilang begitu" jawab Ran

"ano, tadi sebenarnya aku.."ucap Ai mencari alasan

"ne, apa Conan-kun adalah…"ucapan Ran terpotong oleh Ai

"T-tadi aku bilang Conan-kun! Iyakan Conan-kun !" ucap Ai dengan menyamakan penyebutan kata Kudo-kun dengan Conan-kun. Lalu Ai menyikut Conan agar tersadar dari lamunannya

"Eh! I-iya ngomong-ngomong, Kak Ran ada perlu apa datang kesini?" Tanya Conan yang baru sadar dari lamunannya

"Lho? Kok kau Tanya begitu? Apa aku tidak boleh datang kejepang untuk berkunjung?" Tanya Ran

"B-bukan begitu, hanya saja ini sangat mengejutkanku" jawab Conan

"Haha, o iya selain aku, ada satu orang lagi yang sangat merindukannmu" ucap Ran

"Benarkah? Siapa?" Tanya Conan berusaha bersikap sewajarnya di depan Ran karena dia masih belum pulih dari keterkejutannya tadi

"ITU AKU!" teriak seorang anak kecil yang tiba tiba muncul dari belakang Ran

"Hikari-chan!" ucap Conan. Anak yang di panggil hikari itu pun berlari menghampiri Conan

"Kak Conan, aku rindu sekali sama kakak" ucap Hikari

"benarkah?" Tanya Conan

"Iya, aku kesepian karena disana tidak ada yang menemaniku bermain game" jawab Hikari

"O yah? Bukankah disana kau bisa mengajak Papa atau Mama mu bermain bersama" Tanya Conan lagi

"Yaaaahhh ! kalau bermain dengan Papa tidak seru dan kalau bermain dengan mama, malah semakin parah" jawab hikari

"Lho? Kenapa bisa semakin parah?" Tanya Conan

"Habis mama payah sekali main game nya, dan malah banyak nggak tahu nya. Dan kalau main sama Mama ujung-ujungnya mama pasti kalah dan tidak mau bermain lagi. Dan akhirnya menyuruhku bermain boneka saja di kamar" jelas Hikari dengan wajah cemberut khas anak kecil

Sedangkan Ran hanya Sweatdrop mendengar ucapan gadis kecilnya itu.

"Wah, wah. Kalian berdua lebih terlihat seperti Ayah dan anak saja" ucap Ai

"Diam kau!" seru Conan kesal

"Benarkah? Wah, dari dulu aku memang ingin kalau kak Conan menjadi Ayahku" ucap Hikari dengan mata yang berbinar-binar

"Eh?" Conan dan Ran terkejut bersamaan

"Dari pada berdiri disitu terus, lebih baik Ran-san dan Hikari-chan masuk dulu. Ku akan membuatkan minuman" ucap Ai kemuadin berlalu masuk kedapur untuk membuat minuman

"Umm ! ayo kak Conan, kita main semua game buatan Profesor Agasa ! ayo !" ajak Hikari sambil menarik tangan Conan

XXX~

Di Dapur…

Ai sedang membuat minuman untuk Ran dan Hikari.

"Kenapa Gadis itu harus datang lagi disaat Kudo-kun hampir melupakannya" batin Ai marah. Dia sangat tidak suka kalau Ran datang dalam kehidupan Conan menyakiti hati Conan seperti 7 tahun yang lalu. Ketika Ran menikah dengan Dr. Araide, Conan begitu terpukul , dan hobinya hanya diam dan melamun. Bahkan pada suatu hari, ketika Conan , Ai dan Detectif Cilik menemui kasus, Conan hanya membiarkan kasus itu. Ai bisa melihat kalau mata Conan sudah tidak lagi memancarkan kesombongan dan kepercayaan diri lagi, tapi melainkan malah memancarkan ke hampaan dan kesedihan yang sangat mendalam. Ketika Ai melihat semua itu, dia bertekat untuk membuat Conan melupakan Ran dan menyadarkan Conan untuk memulai hidup baru dan kisah Cinta yang baru. Dan disaat usahanya hampir berhasil, malah datang seorang pengganggu yang bisa Ai duga akan menghancurkan kerja kerasnya selama ini.

"Tidak akan kubiarkan !" gumam Ai

"Tidak akan kubiarkan kau menyakiti hati Kudo-kun lagi !" batin Ai geram. Sampai sampai sendok yang dia pegang menjadi bengkok

~XXX~

"Yayyy ! aku menang !" teriak Hikari. Dia baru saja mengalahkan Conan dalam permainnan game balap

"Kau hebat Hkari-chan, tapi selanjutnya aku tidk akan kalah" ucap Conan dengan nada sombong

"Aku juga tidak akan kalah" balas Hikari

Sedangkan Ran hanya memperhatikan kedua orang itu sambil duduk di sofa

"Conan benar-benar mirip Shinichi" Gumam Ran

"Kau mengatakan sesuatu Ran-san?" Tanya Ai yang baru muncul dari Dapur

"Ah, tidak. Aku Cuma lega kalau Hikari-chan senang bermain di Jepang, sebab aku khawatir kalau dia bersekolah di Jepang, dia akan merasa kesepian" jelas Ran

"Eh? Hikari-chan akan bersekolah di Jepang?" Tanya Ai

"Iya. Dia sendiri yang memintanya, dia bilang Jepang lebih menyenangkan di banding Amerika. Dan menurutku Hikari-chan tidak betah tinggal di Amerika" jelas Ran

"Lalu bagaiman dengan Dr. Araide?

"Dia bilang akan menyusul tiga hari lagi. Katanya ada dua orang pasien yang harus di Operasi, jadi dia tidak bias ikut hari ini"

~XXX~

"Jadi Ran akan menyekolahkan Hikari-chan di Jepang? Itu berarti selama 6 tahun ini dia akan tinggal di Jepang?" Tanya Conan ketika Ran dan Hikari sudah pulang

"Benar" jawab Ai

"Lalu bagaimana dengan Dokter itu?" tanya Conan

"Dia bilang Dr. Araide akan menyusul tiga hari lagi karena ada pasien yang harus dia Operasi"

"Begitu" gumam Conan. Ai hanya diam menatap layar Laptopnya

"Umm…Haibara,kan besok hari Minggu, kau mau tidak pergi ke Tropical Land besok denganku?" Tanya Conan ragu-ragu

"Eh" kini Ai menatap Conan terkejut

"Oh, ayolah ! jangan menatapku begitu ! kau tinggal jawab ya atau tidak !" Seru Conan blushing karena Ai menatapnya begitu

"Ah, maaf. Aku hanya terkejut saja kalau Conan Edogawa Alias Shinichi Kudo mau megajak wanita lain selain Ran-san untuk berkencan"

"Oi ! Oi ! sebenarnya aku menemukan tiket masuk Tropical Land waktu pulang sekolah kemarin. Jadi dari pada di sia-siakan, lebih baik kugunakan untuk bermain di Tropical Land. Lagi pula harga Tiket masuk Tropical Land sekarang 3 kali lipat dar yang dulu" jelas Conan (Berbohog) padahal jelas-jelas dia sengaja membeli tiket itu untuk mengajak Ai jalan-jalan. Bahkan rela mengantri selamam 2 jam, karena waktu itu banyak yang mengantri untuk membeli tiket Tropical Land. Mereka semua ingin menyaksikan pertunjukan musik yang diadakan di Tropical Land untuk merayakan tahun baru 2012 walaupun sudah lewat beberapa hari.

"Heee, benarkah?" Tanya Ai

"Tentu saja benar ! jadi bagaimana ? kau mau tidak !" Tanya Conan lagi dengan wajah yang semakin memerah

"Hmm, bagaimana ya…" gumam Ai pura-pura berpikir

Sedangkan Conan memandangnya dengan harap-harap cemas beserta keringat dingin, berharap Ai mengatakan 'Iya'

"…Baiklah. Aku akan ikut"

"Benarkah ? terima kasih Haibara ! kalau begitu besok pagi kita berangkat " ucap Conan riang. Kemudian beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarnya.

Sementara Ai menatap kepergian Conan dengan sebuah senyum puas terukir diwajahnya

"Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa melihat senyum tulusmu lagi, Kudo-kun" gumam Ai

~XXX~

Keesokan harinya, Conan dan Ai sudah siap pergi ke Tropical Land. Mereka hanya tinggal menunggu taxi yang sudah mereka pesan untuk mengantar mereka ke Tropical Land. Dan setelah taxi itu datang mereka segera menaikinya. Setelah sampai ditempat tujuan mereka segera turun dari taxi dan langsung bersenang-senang dengan beberapa wahana yang ada di Tropical Land. Sebenarnya mereka berniat untuk menonton pertunjukan musik yang diadakan pukul 7 malam nanti, tapi mengingat sekarang baru pukul 10 pagijadi mereka harus menunggu sambil bermain di Tropical Land. Dan ketika pertunujukan hampir dimulai, mereka berdua segera mengambil tempat yang strategis agar bisa menonton pertunjukan dengan jelas. Alunan musik yang begitu bersemangat membahana di sekitar Tropical Land. Dan suara para penyanyi yang begitu riang dan bersemangat seperti memberi semangat pada para penonton untuk menyambut datangnya tahun baru ini. Semua orang sangat menikmati musik itu, kecuali Conan. Yah, Conan memang tidak begitu tertarik dengan musik. jadi karena tidak tahan berdiri disana lama-lama disana, Conan menarik tangan Ai dan mengajaknya menaiki Kincir Angin Tropical Land. Awalnya Ai agak bingung kenapa Conan membawanya kesana. Tapi ketika melihat pemandangan menakjubkan yang terlihat di kaca jendela gerbong kincir angina, Ai sudah tidak bias berkata apa-apa lagi. Dia benar-benar kagum sekaligus terpesona melihat pemandangan indah dari atas Tropical Land. Lampu-lampu yang berkelap-kelip yang dipasang disepanjang jalan Tropical Land, hiasan-hiasan tahun baru, serta pertunjukan musik dan lain-lain bias ia lihat dari atas sana.

"Indah bukan?" Tanya Conan

"Sangat indah" jawab Ai takjub

"Hey, Haibara. Kau tahu tidak, kenapa aku mengajakmu jalan-jalan seperti ini?" Tanya Conan

"Tahu. Kau ingin aku menemanimu bernostalgia kan?" jawab Ai

"Oi ! Oi! Siapa yang ingin bernostalgia !" ujar Conan kesal

"Lalu?" Tanya Ai dengan wajah tanpa dosa

"Huh ! kau tahu kan kalau Ran akan menyekolahkan anaknya disini. Itu berarti dia akan tinggal menetap disini selama 6 tahun" jawab Conan

"Jadi?" Tanya Ai tidak mengerti

"Tentu saja semua itu akan mempersulitku untuk melupakannya. Apalagi kemarin saat aku bertemu lagi dengannya, aku merasa kalau perasaan yang sudah lama kuhilangkan tiba-tiba dating kembali" ujar Conan

"…" Ai hanya diam mendengarkan

"Aku tidak ingin itu terjadi Haibara. Aku tidak ingin perasaan itu dating lagi. Mencintai Ran hanya akan menambah sakit yang mendalam pada diriku. Apalagi saat melihat Ran, , dan Hikari-chan berkumpul bersama layaknya sebuah keluarga yang bahagia, itu sangat menyakitkan bagiku" jelas Conan

"Kudo-kun…" gumam Ai

"Maka dari itu Haibara. Kumohon bantulah aku untuk menghilangkan perasaan ini. Kumohon, hanya kaulah yang bias membantuku" pinta Conan

"Ke-kenapa harus aku? Lagipula apa yang bias kulakukan untuk membantumu?" Tanya Ai

"Tentu saja harus kau. Kau ingat ketika Ran menikah dengan Dokter itu, aku begitu terpukul. Aku merasa sudah tidak mempunyai semnagat hidup lagi karena aku pikir satu-satunya hal yang membuatku bertahan hidup disunia ini dan satu-satunya hal yang paling penting bagi hidupku sudah hilang. Pergi menjauh dan tidak bias aku gapai lagi. Tapi tiba-tiba aku merasa ada sebuah dorongan yang menyemangatiku dan memaksaku keluar dari situasi menyedihkan itu," Conan diam sejenak lalu melanjutkan kata-katanya

"Lalu menuntunku keluar dari lubang keputusasaan. Dorongan itu selalu berada disampingku saat aku membutuhkan, dan terus menyemangatiku, seolah-olah berkata 'Lupakanlah Cinta lamamu, Dan mulailah Kisah Cinta Baru'. Dan itu sukses membuatku tersadar dan berharap kembali" jelas Conan dengan mata yang berbinar-binar

"Memangnya apa yang kau Harapkan" Tanya Ai

"Hidup untuk Berharap. Itulah prinsipku. Setiap manusia pasti memiliki sebuah Harapan untuk terus bertahan hidup agar bisa mewujudkannya. Dan ketika harapan itu hilang, mereka pasti akan kehilangan semangat hidup dan ingin segera mengakhiri hidup mereka. Itulah yang terjadi padaku dorongan itu datang dan menyelamatkanku dan memberiku harapan baru,"

"Siapa Dorongan yang kau maksud?" kini Ai benar-benar penasaran tentang dorongan yang dibicarakan Conan ini

"Dorongan itu adalah kau, Ai Haibara. Memulai kisah Cinta yang baru bersamamu, iru adalah harapanku. Harapan yang membuatku bertahan hidup tanpa Ran disampingku" jawab Conan menatap mata Ai dalam-dalam

"Kudo-kun…" ucap Ai terpanah mendengar kata-kata Conan. Apakah Conan menyukainya juga? Itulah yang dipikirkan Ai

Lalu Conan mendekap Ai dan mendekatkan wajahnya kewajah Ai. Beberapa centi lagi Conan hampir mencium Ai, namun dihentikan oleh sebuah suara,

"Hei, kalian ! berani-beraninya kalian bermesra-mesraan disini hingga tidak menyadari kalau kincir angin ini sudah lama berhenti ! kami sudah lama berdiri menunggu kalian turun dari gerbong ini !" seru seorang laki-laki yang kira berusia 20 tahun keatas sambil menggandeng seorang wanita disebelahnya, mungkin istrinya

"Huh ! siapa yang bermesra-mesraan" gerutu Conan sambil keluar dari gerbong kincir angin. Sementara Ai hanya tertawa kecil kemudian meminta maaf pada laki-laki tadi kemudian menyusul Conan

~XXX~

Keesokan harinya, di SMU TeiTan saat istirahat…

Drrrrtt… Drrrrtt… Drrrrtt…

Getar Hp Conan membuat sang pemilik terkejut dan langsung mengambil Hp nya dari saku celananya. Dilihatnya ada pesan masuk dan pengirimnya adalah Ran. Conan segera membuka pesan itu, dan disana tertulis 'Conan-kun, kalau sudah pulang sekolah, mampirlah dulu ke Taman Kota Beika. Ada sesuatu yang ingin aku berikan sekaligus bicarakan padamu. Jangan lupa ya'

Conan menaikan alisnya, 'untuk apa Ran mengajaknya ke Taman Beika? Kalau ingin membicarakan sesuatu, kenapa tidak langsung dating ke rumah Profesor saja?' itulah yang dipikirkan Conan. Kemudian dia membalas dari Ran dan mengatakan 'Baiklah'.

~XXX~

Teng… Teng… Teng…

Saat pulang sekolah Conan segera membereskan buku-buku dan alat-alat tulisnya kemudian berjalan pergi menuju Taman Beika. Dia sempat berpapasan dengan Ayumi.

"Ah, Conan-kun ! pulang bareng Yuk !" ajak Ayumi

"Maaf Ayumi-chan. Aku tidak bisa pulang bareng denganmu. Aku harus ke taman beika dulu, ada urusan penting" tolak Conan

"Oh, yasudah. Hati-hati ya" jawab ayumi meskipun ada sedikit nada kecewa dari suaranya. Conan hnya mengangguk kemudian melanjutkan perjalanannya.

~XXX~

'Itu dia' gumam Conan ketika menemukan Ran sedang duduk disalahsatu bangku Taman. Conan segera menghampirinya

"Ran-neechan !" panggil Conan sehingga membuat Ran terkejut kemudian menoleh kearah Conan. Bisa dilihat Conan bahwa ada sedikit genangan air dimata Ran

"Ran-neechan…menangis?" Tanya Conan

"Ah, tidak. Tadi ada debu yang masuk kemataku" jawab Ran sambil menghapus air matanya

"Oh,,,ano..sebenarnya apa yang ingin dibicarakan Ran-neechan kepadaku?" Tanya Conan

"Duduklah dulu" jawab Ran menyuruh Conan duduk disebelahnya

Conan hanya menurut dan duduk disebelah Ran

~XXX~

"Ne, Ayumi-chan…kau lihat Edogawa-kun tidak?" Tanya Ai ketika dia dan Ayumi berjalan pulang sekolah

"Oh, Conan-kun. Tadi dia bilang mau ke Taman Beika, dia bilang ada urusan penting" jawab Ayumi

"Urusan penting? Urusan apa?" Tanya Ai

Ayumi hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu

"Ah, paling hanya urusan kasus. Aku akan kesana membantunya" ucap Ai

"Maaf Ai-chan aku tidak bisa ikut. Aku ada janji dengan teman-temanku" ucap Ayumi

"Tidak apa-apa, yasudah aku pergi dulu ya" ucap Ai kemudian dia berbelok menujuh ketaman beika sambil senyum-senyum sendiri. Kemudian dia mengeluarkan sebuah kotak kecil yang dibungkus kertas yang berwarnah merah "Ketika sampai disana nanti akan kuberikan Kado ini sebagai hadiah ulang tahunmu" ucap Ai dalam hati

~XXX~

"Sudah lama ya, kita tidak bicara sedekat ini" ucap Ran memulai pembicaraan

"Ya, memang sudah lama sekali. Kira-kira sekitar 6 tahun yang lalu sejak pembicaraan terakhir kita saat Ran-neechan menikah dengan Dr. Araide" jawab Conan

"Huh, 6 tahun katamu? Aku piker sudah hampir 10 tahun kita tidak berbicara sedekat ini dengan wujud aslimu" ucap Ran dengan senyum pahit

"Eh?"

"Bahkan pembicaraan terakhir kita yang menyatakan kalau aku harus berhenti menunggumu saja kau katakan lewat telephone" tambah Ran

"Apa?" Conan benar-benar tidak mengerti apa maksud perkataan Ran

"Tidak bisakah kau merasakan betapa hancurnya hatiku ketika kau menyuruhku untuk melupakanmu? Kenapa kau tega sekali padaku? Kenapa kau meninggalkanku begitu saja? Jelaskan padaku ! kumohon, 'Shinichi'"

Deg !

Jantung Conan hampir copot ketika Ran memanggilnya Shinichi

"A-apa maksud perkataan Ran-neechan?" Tanya Conan gugup

"Maksud? Kau bertanya padaku apa maksudku? Seharusnya kau yang bertanya pada dirimu sendiri ! kenapa kau berbuat setega itu padaku! Apa sebenarnya maksudmu? Menyuruhku untuk menunggumu lalu kemudian kau menyuruhku untuk berhenti menunggu dan melupakanmu ! apa kau berniat mempermainkan aku Shinichi!"

Conan benar-benar terkejut dengan semua perkataan Ran. Dari mana Ran tahu identitasnya

"Aku begitu sabar menunggu kedatanganmu yang tidak pasti itu. Banyak orang yang menyuruhku untuk melupakanmu dan bilang kau tidak akan kembali lagi ! tapi aku tidak menghiraukan omongan mereka ! kau tahu kenapa? Karena aku percaya kepadamu ! aku percaya kalau kau akan kembali ! tapi nyatanya semua kepercayaan dan penantianku ini hanya sia-sia…kau malah menyuruhku malupakanmu…kau benar-benar jahat !" kini Ran menatap mata Conan dengan genangan air mata yang sudah membanjiri pipinya

"Maaf Ran. Ini semua memang salahku. Aku ingin kau bahagia bersama orang lain tanpa mengharapkan kedatanganku yang tidak pasti akan kembali. Aku tidak bisa melihatmu bersedih dan kebingungan untuk memilih jalan masa depanmu. Jadi lebih baik kau melupakanku. Dan anggap aku ini tidak pernah muncul dalam kehidupanmu selamanya" jelas Conan lalu beranjak dari duduknya untuk pergi dari situ agar tidak menambah kesedihan Ran. Namun tiba-tiba Ran memeluknya dari belakang

"Hiks ! S-shinichi ! kumohon jangan tinggalkan aku lagi ! kumohon !..." isak Ran sambil mengeratkan pelukannya

"Ran…" gumam Conan. Kemudian dia berbalik dan membalas pelukan Raan untuk menenangkannya

~XXX~

"Dimana dia?" gumam Ai ketika sampai ditaman Beika. Ai mengedarkan pandangannya kesekeliling taman untuk menemukan Conan. Namun hasilnya 'Nihil'. Akhirnya Ai memutuskan untuk menyusuri kesekeliling Taman dengan sebuah senyum terpampang diwajahnya. Dia benar-benar tidak sabar melihat reaksi Conan ketika menerima hadiah darinya. Namun senyum itu segera hilang ketika melihat Ran dan Conan berpelukan. Dengan cepat Ai segera bersembunyi dibalik pohon yang berada dekat dengannya. Kemudian mengintip apa yang sedang Ran dan Conan lakukan.

"Apa yang telah terjadi sebenarnya? kenapa mereka bisaberpelukan seperti itu? Apakah Kudo-kun telah memberitahu identitasnya kepada Ran-san? Tapi kenapa?" pikir Ai. Ada sedikit rasa tidak rela melihat Conan berpelukan dengan wanita lain

"Shinichi, berjanjilah kalau kau tidak akan meninggalkan aku lagi?" pinta Ran dengan mata yang berkaca-kaca

"Ya, aku berjanji Ran" jawab Conan untuk menenangkan Ran

Ran tersenyum bahagia kemudian melepaskan Kaca Mata Conan lalu menempelkan bibirnya ke Bibir Conan.

Tentu saja perbuatan Ran itu membuat Conan dan Ai terkejut. Conan hanya diam mematung, tidak membalas ciuman Ran. Begitu juga dengan Ai, dia hanya berdiri mematung disana. Kakinya terasa tidak mau beranjak dari situ

Tidak lama kemudian Ran melepaskan ciumannya itu lalu memandang Conan dan berkata,

"Shinichi, apa kau masih mencintaiku?" Tanya Ran

"Aku…" ucap Conan ragu-ragu tidak tahu harus menjawab apa. Sementara Ai menajamkan pendengarannya

"…Aku memang mencintaimu Ran" jawab Conan

Deg !

Rasanya ada sesuatu yang sangat tajam menusuk hati Ai. Benar-benar tajam hingga Ai merasakan sakit yang luar biasa, padahal semenjak kejadian di kincir angin itu dia berpikir kalu Conan mencintainya tapi kenyataannya…

Ai benar-benar tidak habis pikir, ternyata Conan masih Mencintai Ran setelah apa yang sudah dilakukannya selama ini? Benar-benar tidak bisa dipercaya. Ai merasa muak dengan semua ini, jadi dia melangkahkan kakinya yang tidak mau beranjak tadi dengan paksa kemudian pergi menjauh mungkin tanpa diketahui oleh Ran dan Cona

"Kalau begitu kita bisa hidup bersama-sama lagi seperti dulu" ucap Ran gembira

"Maaf Ran. Aku memang mencintaimu, tapi itu dulu, saat aku masih menjadi Shinichi Kudo dan sebelum kau menikah dengan Dokter itu. Maafkan aku Ran, tapi mulai sekarang lupakanlah Shinichi Kudo. Dan anggap aku ini Conan. Conan Edogawa, anak yang paling dekat denganmu, anak yang selalu berada disampingmu saat kau sedang bersedih, dan anak yang sudah kau anggap sebagai adikmu sendiri. Jangan menganggapku sebagai Shinichi lagi. Shinichi Kudo sudah lam mati, dan sekarang hanya ada Conan Edogawa" jelas Conan

"Shinichi…" ucap Ran syok dengan perkataan Conan

"Kumohon, Ran. Lupakanlah aku. Jangan mengharapkanku lagi. Kau sekarang sudah menikah dan sudah mempunyai seorang ank. Tidak seharusnya kau mencintai laki-laki lain sementara kau sudah punya suami. Aku…aku juga ingin memulai kehidupan baru beserta Cinta yang baru. Kau pun juga harus begitu" jelas Conan menatap mata Ran lekat-lekat

"…Benar juga. Aku memang bodoh karena masih mengharapkan laki-laki sepertimu, padahal aku sudah mempunyai suami dan anak yang sangat menyayangiku. Aku memang bodoh karena telah mengharapkan sesuatu yang mustahil terjadi…maafkan aku ya, aku benar-benar merasa bersalah" ucap Ran disertai senyum hangatnya yang dulu sudah lama hilang

"Sudahlah, aku yang seharusnya minta maaf karena telah menyakiti dan membohongimu" ucap Conan sambil menghapus air mata Ran

"…ini. Selamat Ulang Tahun Shinichi" ucap Ran sambil menyodorkan sebuah Kado kepada Conan

"Eh ! hari ini adalah hari ulang tahunku ya?"

"Aku sudah menduga kalau kau pasti tidak mengingat hari ulang tahunmu sendiri. Kau memang selalu begitu" jawab Ran sedangkan Conan hanya nyengir kemudian membuka hadiah dari Ran

"Novel Sherlock Holmes edisi terbaru ! wah, aku sudah ingin membaca edisi terbaru ini!" seru Conan kegirangan

"Syulurlah kau menyukainya. Baiklah sepertinya ini sudah hampir malam. Aku pulang dulu ya" ucap Ran sambil mengembalikan kaca mata Conan, kemudian berdiri dari duduk nya dan berjalan pergi. Tapi tiba-tiba dia berbalik dan berkata,

"Terima Kasih atas segalanya, Conan-kun"

Conan hanya menjawab nya dengan anggukan dan senyum tulus dan percaya diri

~XXX~

Tap… Tap… Tap…

Ai berjalan menyusuri jalanan dengan perasaan yang kacau, dan ketika dia sampai di depan pintu rumah Propesor Agasa, dia langsung membukanya dan segera masuk kedalam. Tapi setelah dia menutup kembali pintunya, Ai tidak langsung pergi kekamarnya melainkan hanya bersandar di dinding pintu sambil menatap kado yang akan diberikannya tadi kepada Conan

"Aku memang bodoh karena telah menyukai laki-laki brengsek seperti dirimu" gumam Ai sambil tersenyum pahit, kamudian membuang kado itu ke kotak sampah

~Bersambung~

Fyuuuhhh…akhirnya selesai juga ni chapter…Gomen kalo masih ada kesalahan di beberapa kalimatnya…kalo soal Ran yang tiba-tiba tahu identitas Conan, bakal ada di chapter selanjutnya…jadi silahkan tunggu chapter selanjutnya dan berikan saya Review yaaaa~