Detective Conan By Aoyama Gosho-Sensei

A New Love By ArdhyaMouri

Mau balas komentar dulu ah !

Enji86 : haha, maklum. Namanya juga pola berpikirnya anak kecil. Kalo tentang Ai yang menganggap kalau Conan juga menyukainya itu, alasannya ada di chapter ini, :D

Septi : semoga aja..^^

Nachie-chan : gak bakal tahu kok, asal kamu bisa jaga rahasia (?) #Plaakk !

Misyel : oh, maaf kalau menurut kamu Ai nya OOC. Tapi ya mau gimana lagi, itu sudah jadi imajinasi penulis. Dan tenang aja bakal ada flash backnya kok ^^

Anymous : iya, aku juga nggak nyangka XD

Radhier zion'4869 : ini udah aku terusin, maaf lama XD

Rokuna Aldebaran : iya, aku udah tahu kalo kamu Kimchi, udah kelihatan dari cara ngomongnya khas kamu banget. O iyah, kenapa ganti nama ? nama yang lama juga bagus kok ?... ^^

Okay, Happy Reading Minna-san

.::A New Love::.

Conan berjalan dengan gontai sambil memikirkan kejadian yang dialaminya hari ini. Dari mana Ran mengetahui identitasnya? Dan bagaimana dia bisa mengetahuinya? Pertanyaan itulah yang terus berkecamuk di kepala Conan. Dia memutuskan untuk menanyakannya besok, karena tadi dia lupa menanyakannya karena dia betul-betul kagek dengan perbuatan Ran. Conan berhenti didepan rumah Profesor Agasa, dan langsung membuka pintu dan segera masuk ke dalam.

Conan membuka sepatunya kemudian menaruhnya di lemari kecil di dekat pintu, namun tiba-tiba matanya menangkap sebuah kotak kecil berwarna merah mencurigakan di dalam kotak sampah. Conan memungut benda itu dan betapa terkejutnya dia setelah melihat tulisan yang tertera di kotak kecil itu "Conan Edogawa". Kotak itu di tujukan padanya, tapi kenapa benda itu berada di kotak sampah ?. conan membuka kotak itu dan menemukan sebuah Novel.

"Misteri Pembunuhan Berantai Di Pulau Sado" gumam Conan
Kemudian Conan menemukan secarik kertas kecil terselip di tengah-tengah halaman Novel itu.

Untuk Kudo-kun
Aku ucap Selamat ulang tahun yang ke 27. oh, tapi sekarang kau terjebak dalam tubuh anak kecil, dan seharusnya aku mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 17. benar kan? aku harap kau suka hadiah ini karena stahuku tidak ada hal lain yang membuatmu senang kecuali menganalis mayat dan membaca Novel mistei. Jadi dari pada ku berikan mayat, lebih baik kunberikan kau novel.
Ai Haibara

"Haibara? Kenapa dia membuang hadiah ini ke kotak sampah dan bukannya memberikannya padaku?" Tanya Conan
Lalu dia berjalan menuju ruang TV, karena biasa Ai akan menonton TV atau sekedar membaca majalah disana. Tapi hasilnya nihil. Lalu Conan berjalan menuju dapur, biasanya Ai akan membuat teh. Tapi hasilnya juga nihil. Kemudian Conan berjalan ke menuju ruang bawah tanah, mungkin Ai sedang mengerjakan sesuatu disana. Tapi ketika Conan sampai disana, dia hanya menemukan Propesor Agasa yang sedang membuat penemuan terbarunya.

"Propesor, apa kau melihat Haibara?" Tanya Conan menghampiri Propesor Agasa

"Oh, Ai-kun kalau tidak salah dari pulang sekolah tadi dia langsung masuk kedalam kamarnya dan belum keluar-keluar sampai sekarang, kupikir dia mungkin ketiduran dikamarnya" jawab Propesor

"Oh" sahut Conan

"Shinichi, bagaimana menurutmu tentang penemuan baruku ini? Ini adalah roket yang di bentuk dalam bentuk tas, dan ketika kau menekan tombol hijau, roketnya akan menyala dan kau bisa terbang kemanapun kau mau" jelas Propesor sambil menunjukan penemuan 'Aneh' nya dengan bangga

"akan kutunjukan padamu" ucap Propesor Agasa hendak menyalakan Roketnya

"Err, aku baru ingat kalau aku memasak air panas untuk mandi. Aku pergi dulu" ucap Conan lalu langsung berlari keluar ruang bawah tanah. Baru beberapa langkah Conan keluar dari sana terdengar,

JDUARR !

Conan bernapas legah lalu berkata,

"Fyuuh ! nyaris saja" lalu Conan berjalan menuju kamar Ai

"Oi ! Haibara ! ini sudah malam, apa kau tidak makan?" Tanya Conan sambil mengetuk pintu kamar Ai.

"…"

namun tidak ada jawaban. Conan mengetuk sekali lagi dan berkata,

"Ya sudah kalau kau ingin langsung tidur saja, tapi jika kau lapar kau harus turun kebawah dan makan" ucap Conan (perhatian banget) sekali lagi dan langsung pergi ke kamarnya sambil bergumam "Mungkin dia sedang kelelahan"

.::A New Love::.

Ai POV

Tap…Tap…Tap…

Bisa kudengar langkah kakinya yang semakin menjauh dari kamarku. Entah kenapa mulutku tidak mau menyahut panggilannya tadi. Aku beranjak menuju jendela lalu membuka tirainya dan berdiri aku tersenyum melihat pemandangan didepanku, sebuah bulan purnama yang terang dan dikelilingi oleh banyak bintang. Namun lama-kelamaan bintang-bintang itu lenyap ditutupi oleh awan dan hanya menyisakan satu bintang yang berada disamping bulan. Aku tersenyum pahit melihat itu. Lalu lama-kelamaan awan itu mengambil satu-satunya bintang yang berada disisi bulan. Kini hanya tinggal bulan yang bersinar sendirian tanpa ada yang menemaninya disana. Beberapa awan kecil yang berwarna hitam berdatangan menutupi sinar bulan, dan kini bulan itu menjadi redup dan hampir tertutupi oleh awan.

Aku merasa bulan itu sama denganku. Kami sama-sama merasa sendirian. Tak terasa air mata mulai berjatuhan dipipiku.

"Kakak…apa aku salah kalau mencintainya? Apakah salah kalau aku banyak berharap dari laki-laki yang selama ini selalu melindungiku? Kenapa selalu rasa sakit yang kudapatkan?" gumamku

"Kalau akan sesakit ini, lebih baik aku tidak usah bertemu dengannya…tapi aku lah yang membuat diriku bertemu dengannya…semuanya adalah salahku…"

"Kenapa semua orang yang aku sayangi pergi meninggalkanku? Kenapa kakak juga meninggalkanku? Kakak, aku merindukanmu…aku merasa sendirian disini…"

aku sudah tidak bisa menahan air mataku, kubiarkan mereka keluar dengan sendirinya karena sekarang aku memang perlu menangis. Tapi tiba-tiba aku merasa ada yang berbisik ditelingaku.

"Kau tidak sendirian, Shiho. Ada banyak orang yang menyayangimu" bisik suara itu. Aku segera menoleh, tapi tidak ada siapa-siapa. Aku tersenyum kemudian menghapus air mataku dan berkata,

"Kakak benar. Aku tidak sendiri, mungkin aku terlalu berlebihan" gumamku
End Ai POV

.::A New Love::.

Braakk !
Lagi-lagi terlambat (kebiasaan) Conan segera berlari kekamar mandi. Beberapa menit kemudian dia keluar sambil bergegas kekamarnya. Di tengah perjalanan menuju kamarnya, Conan berpapasan dengan Propesor Agasa,

"Oh, Shinichi. Kau bangun kesiangan lagi?" Tanya Propesor

"Iya, ngomong-ngomong Haibara mana? Tadi aku tidak melihatnya di dapur? Biasanya dia selalu duduk di meja makan sambil meminum teh atau kopi?" Tanya Conan

"Oh, Ai-kun tadi berangkat pagi-pagi. Dia bilang ada urusan" jawab Propesor

"Oh, ya sudah aku kekamarku dulu" ujar Conan lalu setengah berlari menuju kamarnya. Setelah selesai memakai seragam, Conan langsung berlari menuju meja makan. Tapi disana tidak ada satu makanan atau roti disana. Biasanya Ai selalu menyiapkan sarapan untuknya kalau dia pergi sekolah duluan. Lalu Conan membuka kulkas dan mengambil beberapa lembar roti dan mengoleskannya dengan selai Strawberry kemudian dimasukannya kedalam mulutnya dan bergegas ke pintu keluar sambil membawa tas-nya. Conan memakai sepatunya dan pergi dengan tergesa-gesa.

.::A New Love::.

Teng! Teng! Teng!

"Hah…selamat"ucap Conan legah karena sampai tepat waktu. Lalu matanya mencari sosok Ai ke sekeliling sudut kelas. Tapi matanya tiba-tiba berhenti karena mendapati Ai sedang bersama Hideyuki Amato, si ketua kelas yang menurut Conan suka tebar pesona didepan Ai. Dan yang membuat Conan tambah panas adalah melihat kedekatan mereka. Conan hendak menghampiri mereka namun terhenti karena mendengar suara gaduh dikelasnya yang meneriakan kalau guru baru pengganti Fujisawa-sensei sudah datang, murid-murid segera duduk manis dibangkunya seraya menunggu guru itu menampakkan dirinya.
Tap…Tap…Tap…

Conan bisa mendengar suara langkah kaki guru baru itu karena kelas sekarang menjadi sunyi. Dan akhirnya guru itu membuka pintu kelas dan tampaklah wajah cantiknya dan rambutnya yang
panjang sebahu beserta tubuhnya yang bagus, dan kakinya yang panjang berjalan kedalam kelas. Mata Conan membulat melihat guru baru itu, begitupun dengan Ai.

"Ohayo Gosaemasu Minna-san" sapa Guru itu

"Ohayo mo, Sensei" jawab seisi kelas

"Kalian pasti sudah tahu apa tujuanku datang kekelas kalian, kan?" Tanya guru itu lagi

"Anda adalah guru baru pengganti Fujisawa-sensei yang pensiun untuk mengajar pelajaran music, kan?" Tanya salah satu murid sambil mengangkat tangannya

"Benar. Dan adakah dikelas ini yang mengenaliku?" tanyanya dengan ramah

"Aku tahu! Sensei adalah seorang Atlet karate internasional yang pernah bersekolah dan sekaligus menjadi kapten karate di SMA ini nama sensei adalah 'Ran Araide'" jawab seorang siswi itu dengan semangat

"Benar. Namaku Ran Araide. Dulu aku berprofesi sebagai atlet karate sampai umurku 23 tahun karena aku akan menikah" jawab Ran

"Sensei, sensei adalah mantan atlet karate, kenapa sensei tidak menjadi guru olahraga saja? Bukankah itu sesuai dengan kemampuan sensei?" Tanya Ayumi sambil mengangkat tangannya

"ya, itu pernah terlintas dalam pikiranku. Tapi aku memilih menjadi guru music tentu ada alasannya, dan juga aku sudah kuliah diluar negri untuk bisa belajar music" jawab Ran
"Sensei, boleh kami tahu alasannya?" Tanya Mitsuhiko. Ran tersenyum dan menjawab,
"aku ingin membantu murid-murid yang masih belum pandai bermusik, terutama untuk seseorang yang tidak pandai menyanyi" jawab Ran sambil melirik kearah Conan. Sedangkan Conan hanya tertawa hambar.

"Lalu sensei, kenapa sensei menikah dengan seorang Dokter yang merupakan seorang guru di SMA teitan ini? Bukankah sebelum itu sensei dikabarkan sangat dekat dengan bahkan dikabarkan pacaran dengan seorang Detektif terkenal Shinichi Kudo?" Tanya Mitsuhiko layaknya seorang wartawan

"Haha, berita itu tidak benar. Kalau kami benar-benar pacaran dia tidak mungkin membiarkanku menikah dengan orang lain…aku dulu memang dekat dengannya, tapi hanya sebatas teman masa kecil" jawab Ran

"Apakah sensei mencintainya?" Tanya seorang siswi yang merupakan anggota karate jaman sekarang dan sekaligus Fans Ran

"Ya, aku mencintainya. Bahkan sangat mencintainya, tapi dia telah menghancurkan hatiku dan membohongiku tentang kebenaran yang sangat berkaitan dengan hidup dan nasibku" jawab Ran lirih

"Memangnya apa yang terjadi antara kalian berdua?" Tanya seisi kelas kecuali Conan yang terdunduk dan Ai yang memasang wajah datar seperti biasa

"Dia pergi meninggalkanku tanpa sebuah kepastian apakah dia akan kembali atau tidak…tapi aku begitu mencintainya, jadi aku terus menunggunya sampai pada saat ibuku menyuruhku untuk menikah, dan kalau aku mau, ibuku akan melakukan sesuatu yang begitu aku nanti seumur hidupku"

"…" murid-murid hanya diam mendengarkan dengan seksama cerita guru baru mereka

"Bahkan saat dia kembali pun aku tidak mengerti kebenaran apa yang selama ini membuatnya menjadi seperti itu" ucap Ran

"Sensei, mungkin orang yang sensei ceritakan itu merasa belum saatnya sensei mengetahuinya" ucap Conan yang angkat bicara

"Aku pikir bukan aku yang belum siap, melainkan dia sendirilah yang masih belum siap untuk memberitahukan padaku kebenaran itu" ujar Ran sambil menatap Conan

Conan hanya terdiam mendengarnya,

"Ah, kenapa aku makah bercerita begini. Baiklah kita mulai pelajaran kita, sampai dimana pelajaran kalian bersama Fujisawa-sensei?" Tanya Ran memulai pelajaran.

.::A New Love::.

-Saat Istirahat-

Conan memasukan buku-buku pelajaran musiknya kedalam tas, tapi terhenti karena suara Ran memanggilnya, "Conan-kun, bisa ikut aku sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Ran lalu berjalan pergi sedangkan Conan mengikut dibelakangnya,

.

.

.

Dan sampailah mereka di atas atap sekolah. Angin sepoi-sepoi menyapu kulit dan rambut merka. Ran masih membelakangi Conan.

"Ran, apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Conan memulai pembicaraan

"Jelaskan padaku" jawab Ran masih membelakangi Conan

"Eh?"

"Jelaskan padaku tentang kebenarannya…apa yang telah terjadi sebenarnya?" ucap Ran sambil berbalik menatap Conan sendu

.::A New Love::.

Ai POV

Dia pergi bersama wanita itu…naif sekali dia, padahal waktu itu dia sendiri meminta bantuanku untuk membantunya melupakan wanita itu, dan sekarang apa buktinya? Aku memang tahu kau tak akan bisa melupakannya dan seharusnya aku sudah tahu itu…tapi entah kenapa di bianglala waktu itu sorot matamu begitu berkata sebaliknya, seolah benar-benar tulus dan ingin melupakan cinta pertamamu. Aku mmang bodoh karena bias tersihir dengan hal itu. Seharusnya aku tidak usah berharap banyak darinya…

End Ai POV

.::A New Love::.

"Jadi begitu, orang-orang berbaju hitam yang waktu itulah membuatmu terjebak dalam tubuh Conan seperti ini. Dan yang membuat obat itu adalah Ai-chan sendiri…"ucap Ran setelah Conan selesai menceritakan kejadian yang sebenarnya.

"Benar" jawab Conan

"Lalu kenapa kau tidak mengizinkan Ai-chan tetap melakukan penelitian untuk membuat penawar obat itu?"

"Karena kupikir penawar itu sudah tidak diperlukan lagi, sebab satu-satunya yang membuatku ingin kembali menjadi Shinichi lagi sudah hilang"

"…" Ran hanya diam karena dia tahu apa yang dimaksud Conan

"Ran, aku ingin Tanya sesuatu padamu" ucap Conan

"Apa?" jawab Ran

"Dari mana kau tahu identitasku?" Tanya Conan

"…Itu karena…"

-Flashback-

Setelah Ran selesai mengucapkan janji suci, Conan segera menarik Ai keluar dari tempat pelaminan menuju seduah taman dibelakang lokasi pelaminan. Hal itu sempat dilihat Ran.

"Ada apa denganmu?"

Tanya Ai ketika mereka sampai di taman Conan tidak menjawabnya dan malah memeluk Ai, hal itu sontak membuat Ai kaget…

"…Kudo-kun?" gumam Ai

"Kumohon sebentar saja seperti ini…" jawab Conan Beberapa menit berlalu, akhirnya Conan melepas pelukannya pada Ai.

"Kenapa kau membiarkannya menikah dengan Dokter itu?" Tanya Ai "Bukankah sudah kubilang, aku tidak ingin membuatnya menunggu lagi, aku tidak ingin menyakiti hatinya lagi" jawab Conan

"Tapi kau lihat akibatnya, kau sendirilah yang tersakiti" ucap Ai datar

"Itu tidak masalah bagiku, yang penting Ran bisa bahagia" jawabnya "Bodoh, justru tindakanmu ini akan mmbuatnya semakin tersiksa"

"Aku tidak tahu lagi apa yang harus ku perbuat, aku tidak mungkin mengaku kalau aku adalh Shinichi Kudo, itu akan membuatnya semakin ingin terus menungguku. Aku tidak tahu apakah aku bisa kembali atau tidak?"

"Aku akan membuat penawarnya" ucapa Ai

"tidak perlu. Mungkin inilah yang terbaik baginya" ujar Conan

"Kudo-kun…" Ai merasa sangat kasihan pada Conan.

-End Flashback-

"J-jadi kau mendengarnya?" Tanya Conan terkejut

"Ya, selama ini aku hanya berpura-pura tidak tahu saja, Karena aku masih bekum percaya dengan apa yang kudengar itu…karena itulah aku mengumpulkan keberanianku untuk menanyakan langsung kepadamu kemarin" jawab Ran

"…."

"Tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terlambat. Aku sudah mempunyai anak dan suami yang sangat aku cintai, aku tidak ingin meninggalkan mereka hanya untuk mencintaimu kembali. lagi pula sekarang kulihat kau sudah menemukan seseorang yang sangat kau cintai" ucap Ran sambil mencoba tersenyum

"…maafkan aku Ran. Karena kau harus mengetahuinya dengan cara seperti itu" ucap Conan

"Eh? Kenapa minta maaf lagi? Bukankah kemarin kau sudah minta maaf? Aku sudah memaafkanmu kok. Mulai sekarang kita akan memulai kehidupan baru, dan ingat kau sekrang adalah muridku. Jadi kau harus mempersiapkan diri, karena aku akan melatih suaramu yang jelek itu agar bias bernyanyi" ucap Ran

"Baiklah…" jawab Conan sambil tersenyum sombong ala Shinichi Kudo

Bersambung~

Wah, chapter yang satu ini ancur banget ya T.T maaf kalau ceritanya tidak bagus. Insyaallah di chapter depan aku akan memasukan moment Conan dan Ai dan juga penyelesaian masalah Conan dan Ai..

Jadi tolong di Review ya~