.
Warning
SLASH/BL, Typo, OOC, AU
.
Rate
T
.
Disclaimer
God, themself
.
.
=YUNJAE FANFICTION=
.
.
Love In the Ice
-Z-
.
Last chapter :
"What's your name?" Mungkin dengan bahasa internasional pria dihadapannya dapat mengerti apa yang dia katakan.
"Oh.."pada akhirnya pria itu membuka suara walaupun masih sangat serak. Sudah puluhan tahun dia tidak menggunakan suaranya, jadi rasanya wajar saja, "My name..."
Yunho sendiri mengira bahwa pria di hadapannya tidak akan mengerti bahasa Inggris juga. Yunho rasa pria itu berasal dari jutaan tahun yang lalu. Dan berbagai macam pikiran tingkat tinggi yang mulai tidak masuk akal melanda otak Yunho yang mulai error. Tetapi saat pria di hadapannya menganggukan wajahnya seakan mengerti, itu seakan-akan seperti angin segar yang menerpa Yunho.
"My name is Kim Jaejoong."
.
.
Chapter 2
"Jealousy"
.
"Hyung, aku baru meninggalkanmu 3 hari dan tiba-tiba kau membawa pria aneh ke rumah?"
"Ya, Junsu-ie..." Yunho hanya memutarkan bola matanya bosan sambil mengelus-elus kepala 'mantan' ice man-nya.
Junsu berdecak pelan lalu berjalan ke kamarnya sambil menghentak-hentakkan kakinya. Dengan tidak berkepri-pintuan, dia membuka pintu kamarnya dan...
"HYUUUNG! KAU APAKAN KAMARKU?" lengkingan maha dasyat dilontarkan oleh Jung Junsu, membuat Yunho terpaksa harus menutup telinganya. Sedangkan Jaejoong yang tadinya tertidur langsung terlonjak kaget dan menatap Yunho dengan wajah syok.
"What's happen?" gumamnya pelan, dan hanya di balas gelengan oleh Yunho.
Yunho menepuk kepala Jaejoong lalu berjalan cepat ke arah Junsu yang masih berdiri syok di depan kamarnya.
"Ke-kenapa wallpaper-nya menjadi gambar bebek? Kau mengejekku?" Junsu mendorong pundak Yunho kesal.
"Aku tidak mengejekmu—walaupun pantatmu seperti bebek—hanya saja itu sekarang kamar Jaejoo—"
"KAU LEBIH MEMILIH PRIA ANEH ITU DARI PADA DONGSAENGMU SENDIRI?" Junsu mengepalkan tangan kirinya. Dengan semangat dia memukul perut Yunho. Yunho yang tidak siap pun terjengkang jatuh. Junsu pun mengambil tas di sampingnya, lalu mengeretnya memasuki kamarnya—yang menurut Yunho kamar Jaejoong sekarang—dan dengan keras membanting pintunya.
'BRAK'
"Are you okay, Yun? What's wrong with your brother?"
"Nothing, Jae." Dengan malas Yunho pun bangkit lalu menepuk-nepuk pantatnya, "Dia hanya sedikit broter complex. Mungkin, hahaha." Setelah itu Yunho hanya tertawa datar dan menghampiri Jaejoong.
Jaejoong hanya menatap Yunho bingung karena dia tidak mengerti dengan apa yang Yunho katakan pada kalimat terakhirnya, kecuali kata 'brother complex'.
"AKU TIDAK BROTHER COMPLEX!"
.
.
'BRAK'
'Tap. Tap. Tap. Tap.'
'BRUK'
Yunho yang awalnya tertidur nyenyak di kasur empuk kamarnya perlahan menolehkan ke belakang memandang orang yang masuk ke kamarnya dan tidur di sampingnya. Yunho hanya tertawa dalam hati melihat Junsu—dongsaeng-nya—sedang memeluk boneka beruang besar sambil mengecurutkan bibirnya.
"Apa liat-liat? Pria aneh itu tidur di kamarku, tahu!" Junsu yang merasa Yunho melihatnya segera membalikan badannya memunggungi Yunho sambil memeluk erat boneka beruangnya. Bibirnya masih mengerucut menandakan dia masih sebal terhadap kakak angkatnya.
Ya, Yunho adalah kakak angkatnya. Dua tahun yang lalu Yunho memunggutnya dari panti asuhan. Kenapa? Tentu saja karena Junsu sangat cerdas. Bukankah orang-orang seperti itu sayang jika harus terus menerus tinggal di panti asuhan dan kecerdasannya tidak diasah? Yunho membiayai Junsu untuk kuliah. Dan tiga hari kemarin Junsu terpaksa tidak pulang ke rumah karena sibuk membuat mobil dengan bahan bakar karbon dioksida. Tidak masuk akal? Memang. Tapi itu adalah percobaan Junsu. Dan tentu saja gagal. Tiga hari Junsu begadang di tempatnya bekerja dan baru pulang tadi siang. Junsu terkejut karena tiba-tiba melihat kakaknya sedang mengelus-elus rambut laki-laki aneh yang tertidur dengan paha Yunho sebagai bantalannya.
Junsu yang kesal karena percobaanya gagal, lalu sampai rumah dia awalnya berharap hyung-nya akan menghiburnya. Tetapi yang dia lihat adalah kakaknya bermesra-mesraan dengan pria aneh yang terasa tidak asing di pandangannya. Jujur saja dia merasa sedikiiit cemburu—hanya sedikit loh, ya—karena biasanya dialah yang berada di posisi itu, tetapi sekarang pria aneh itu menempati posisinya. SEBAL? Pasti. Dan ditambah kamarnya di penuhi dengan gambar BEBEK! Binatang yang diam-diam menjadi favorit-nya karena hyung-nya sering mengejeknya pantat bebek.
Diam sepuluh menit. Junsu mulai bergerak-gerak bosan karena sekarang masih jam sembilan malam. Sedangkan Yunho sudah hampir menyentuh dunia mimpinya jika Junsu tidak tiba-tiba melemparkan boneka yang dia peluk ke kepala Yunho. Dengan malas Yunho meraih boneka yang mengenai kepalanya, berbalik memeluk boneka itu lalu mencari posisi enak untuk tidur lagi.
"YA! Jangan tidur, hyung!"
Yunho memutar bola matanya bosan. "Arraseo... Arraseo..." Yunho perlahan berputar dari posisinya dan menatap Junsu yang sudah duduk di sampingnya sambil melipat kedua kakinya, dan menompang dagunya dengan tangannya yang menumpu ke paha kirinya. Dia tampak lucu dengan piyama biru dengan gambar awan dan bebek-bebek kuning kecil yang menjadi pola. Tidak lupa dengan bibirnya yang mengerucut dan rambutnya berantakan. Tapi entah kenapa Yunho hanya menatapnya datar.
"Ada apa dongsaeng-ku yang paling manja dan lucu ini, hah?" Yunho menjulurkan tangannya lalu menarik pipi Junsu, membuat Junsu mengaduh kesakitan, lalu menghentakkan tangan Yunho.
"Hyuuung!"mulai Junsu menggunakan nada merajuk sambil mengecurutkan bibirnya.
"Apa dongsaeng?" balas Yunho datar.
"Siapa pria gaje itu? Dia tidak mengerti bahasa Korea ya?" ucap Junsu kasar.
Yunho menghela nafasnya, "Percaya atau tidak, dia ice man-sshi." Yunho tidak sapar mendengar penuturan Junsu yang menyatakan bahwa dia tidak percaya. Pasti jadi ribut.
Benar saja. Junsu membulatkan matanya terkejut, "Jangan bercanda, bodoh!" Junsu kembali kesal lalu memukul lengan Yunho dengan kepalan tangannya.
Yunho memutarkan bola matanya, "Kau masih ingat wajah ice man-sshi, kan? Bukankah sangat mirip dengan dia?"
Junsu terdiam sejenak dan mencerna perkataan Yunho. Dan pada akhirnya dia menganggukan kepalanya setuju.
Diam beberapa lama. Yunho sibuk berfikir bagai mana caranya untuk menyampaikan yang dia sampaikan kepala Junsu. Sedangkan Junsu sibuk bergumul dengan pikirannya. Dia memikirkan berbagai kemungkinan dan segala sesuatu yang menyebabkan pria aneh itu bisa hidup. Dari yang tidak wajar sampai ke yang paling super tidak wajar. Seperti Yunho menghidupkan ice man-sshi dengan sihir-sihir dan segala hal yang berbau mistis. Hal ini membuat Junsu bergidik.
"Oke, hyung. Jelaskan kenapa dia disini."
Yunho diam sejenak. Perlahan dia memulai memikirkan kata-kata seperti apa yang harus dia gunakan. Yunho menjelaskan semua kejadian dua hari yang lalu dimana suhu ruangan yang menyimpan ice man-nya mendadak naik. Lalu ice man-nya ang mendadak hidup. Ice man-nya yang hanya bisa berbicara dengan bahasa Internasional lalu kebingungannya kenapa nama asli ice man-nya berasal dari Korea.
"Susah dijelaskan kenapa. Tapi dia ice man-sshi. Percaya padaku. Dan namanya ternyata Kim Jaejoong."
Junsu menautkan alisnya. Namanya saja Kim Jaejoong. Tapi kenapa tidak bisa bahasa Korea?
"Dia tidak bisa Korea?"
"Tidak."
Junsu mengecurutkan bibirnya, "Terserah kaulah, hyung. Tapi aku ingin kamarku lusa kembali. TITIK! Besok pagi aku ada urusan." Junsu meraih selimut yang digunakan Yunho. Melilit tubuhnya dengan selimut itu, dan menuai protes dari Yunho.
"YAH!"
.
.
Junsu melipat tangannya di depan dada. Entah kenapa pemandangan pagi ini membuat dia iritasi. Jaejoong a.k.a ice man-sshi dengan mudah memotong dan merebus sayuran. Dan Yunho disampingnya terlihat sedang membantu Jaejoong. MEREKA TERLIHAT MESRA. Sesekali Jaejoong tertawa kecil saat Yunho mengatakan sesuatu.
Masalahnya Junsu tidak mengerti apa yang mereka katakan. Sepertinya dia akan segera membuat alat dimana dapat membantu Junsu mengerti bahasa Inggris. Alat seperti mikrochip yang ditanam di bagian tubuhnya dan mengirimkan data-data yang berisikan arti dari bahasa yang dikatakan oleh Jaejoong dan Yunho sekarang. Ugh... ingin rasanya.
Junsu menatap roti gandum yang berada di meja makan. Sebentar lagi jam depalan dan dia ada janji dengan rekan kerjanya. Acara memasak Jaejoong dan Yunho lama sekali...
"Aku berangkat. Kalian lama!" Junsu mengambil roti dan meraih tas ranselnya yang terlihat sangat penuh! Menyunyah rotinya kasar dan-
'BRAK!'
"Ck... dia benar-benar brother complex."
"What are you talking 'bout?"
"Nothing."
.
.
Junsu menendang batu kerikil di hadapannya dengan keras. Cuaca hari ini panas sekali! Dan mobilnya mogok. Damn. Junsu memilih meninggalkan mobilnya dan berjalan ke arah kantor yang hanya berjarak 500 meter dari tempatnya berdiri sekarang. Grrr... kenapa bumi semakin panas?
Junsu mendengus pelan, "Kim Jaejoong ya? Mulai sekarang kita berperang!"
TBC
*cough*
Ide blank. Pusing fic lain. Dan sebagainya. Mana ini singkat lagi.
Lama update lagi.
Payah gw =A="
..
Sebenernya alasan kenapa Jaejoong nggak langsung dilelehkan udah gw jelasin. Daging dari suhu dingin, dan dipindah ke suhu hangat, akan lebih mudah membusuk. Kan mereka nggak tau kalau JJ masih hidup.
.
Pertanyaan akan terjawab seiring berjalannya cerita.
