Disclaimer : Masashi Kishimoto yang punya Naruto,dan yang lainnya.

Summary : Gerbang telah terbuka,Segel telah -orang terpilih dari dunia yang berbeda akan menghadapi musuh yang belum pernah mereka hadapi serta menyelamatkan orang-orang yang mereka sayangi karena mereka akan dijadikan Korban.

A/N : Peran OC yang dibutuhkan 11 sebenernya tapi yang ada Cuma 9 jadi 2 nama lagi saia buat sendiri. ~_~'a

Peran OC mungkin namanya ga akan muncul di chap. 2 ini mungkin di chap. 3… Mohon maaf karena ga di munculin di chapter ini. O.o

The Destroyer all Worlds

_______________________________________________________________

Chapter 2 : Di Dunia Shinobi…Pergantian

Di pagi yang cerah hari Kamis. Koyuki memutuskan untuk lari pagi selama 2 jam sebelum masuk jam setengah 9 pagi. Di asrama Shoujo sendiri paling hanya beberapa orang yang bangun dari alam mimpinya, ga seperti asrama Shounen yang khusus buat cowok. Paling hanya 1 atau 2 orang yang sudah bangun jam setengah 7 pagi. Termasuk Sasuke yang sedari tadi merhatiin Koyuki dari jendela kamarnya yang menghadap ke halaman bebas.

"Rajin juga dia. Pagi-pagi udah lari pagi… Hm…" Sasuke berpikir sejenak.

"Baiklah. Gw akan ngikutin dia…" Gumam Sasuke.


"Hm? Sasuke? Mau lari pagi juga?" Tanya cewek berambut hijau tua panjang itu.

"Hn. Iya." Jawab Sasuke.

"Bareng aja!" Kata Koyuki.

"Hn."

Koyuki Cuma bisa sweatdropp denger jawaban Sasuke yang itu terus.


Jam pelajaran pertama, Fisika.

"Semua anak di mohon berpasangan untuk kegiatan hari ini di Lab. Fisika. 10 manit lagi Sensei tunggu di sana."

Kata Kurenai selaku Guru pelajaran Fisika.

"Iya…" Jawab anak-anak kelas 9 D kompak.

"Na… Naruto-kun, sama siapa?" Tanya Hinata blushing.

"Hm… Ya udah! Ayo, Hinata!" Naruto narik tangan Hinata yang ngebuat dia lebih blushing lagi.

"Sai-kun! Ayo!" Ino narik tangannya Sai yang dibalas dengan senyum palsunya.

"Sasuke-kun… Mau sama siapa?" Tanya Sakura udah pake Puppy eyes no Jutsu.

Tapi sepertinya Sasuke sama sekali ga tertarik. Dia malah ngajak Koyuki.

'Lebih baik dia, daripada Sakura.' Pikir Sasuke sambil pergi ke bangku Koyuki.

"Koyuki, ayo!" Sasuke ngajak sambil narik tangan Koyuki dengan halus tentunya.

"Eh? Hm? Iya." Jawab Koyuki.

Mereka berdua meninggalkan Sakura yang telah membeku jadi es karena hatinya retak seretak-retaknya hati.


Kelas Suna…

"Ohayo, anak- anak…" sapa seseorang berambut coklat panjang dan terlihat tua serta berwibawa.

"Ohayo Gozaimasu, HaRa-sama!" jawab anak- anak kelas Suna kompak.

"Hari ini wali kelas kalian sebelumnya, yaitu Sabaku no Baki akan digantikan oleh wali kelas kalian yang baru… Masuk!" Panggil HaRa.

Lalu, seorang wanita tinggi, langsing berambut coklat sebahu di gerai serta bermata hitam.

Sekilas tak ada yang berbeda dengan wanita ini. Tapi hanya sekilas. Jika diperhatikan baik-baik, di tengan bola matanya berwarna merah darah.

"Ohayo…" sapanya ramah pada anak kelas Suna.

Anak- anak kelas Suna juga membalasnya, hampir semuanya kecuali Gaara.

Daritadi dia hanya membaca buku sejarahnya –pelajaran favorit saia… ^^-.

Ia mendongak untuk melihat siapa yang ada di depan. Seketika dia terkejut melihat siapa dia.

"Saya Kosutoki Yui. Saya sebagai pengganti guru Ekonomi kelas 9 kalian serta pengganti wali kelas kalian yang lama." Jelas guru baru itu.


Istirahat ke- 1…

Yui masih ngeberesin bukunya yang ada di meja guru. Dalam beberapa detik, semua telah tersusun rapi di tangannya. Karena saking sibuknya megangin buku- buku yang ada di tangannya, sampai- sampai saat di depan pintu dia menabrak seseorang yang sama- sama memakai baju Jounin.

"Ah, maaf maaf! Tadi aku tidak melihat…" katanya sambil membereskan buku-bukunya yang berserakan di lantai.

"Oh, no problem! Let me help U." Kata lelaki itu. Tentu saja sambil membantu Yui yang kayaknya kerepotan sama buku- bukunya.

"Guru baru ya?" Tanya lelaki yang tadi si tabrak oleh Yui.

"Iya! Kau juga guru ya? Salam kenal, Kosutoki Yui." Yui menjabat tangan lelaki itu.

"Hatake Kakashi. Mau ke ruang guru? Bareng aja, yuk." Ajak Kakashi.

"Hm." Jawaban Yui yang dianggap Kakashi 'iya'.


Di istirahat ke 2…

Terlihat seorang wanita yang memakai baju Jounin menandakan dia seorang guru di ShinobiGakuen di koridor lantai bawah sekolah super elit itu. Dia berdiri di pojok koridor yang membuatnya samar- samar. Lalu, dia masuk ke dalam tembok itu dengan membuka pintu yang senada warnanya dengan tembok.

Tanpa ia ketahui 4 makhluk yang sejenis dengannya a.k.a manusia memperhatikannya dengan seksama lalu berdi berhadapan.

"Mau diikutin?" Tanya seorang bermbut kuning kayak duren mateng itu. -huek... saia muntah karena benci duren-

"Kalian bener- bener mau ngikutin Yui- sensei?" Tanya seorang cewek berambut hijau tua digerai itu.

Tapi sebelum ada yang ngejawab pertanyaan itu, Naruto udah sampe di depan tempat Yui tadi masuk.

"Woy!! AYO!! TUNGGU APA LAGI?!!" Teriaknya yang sukses ngebuat jandela kaca yang ada di lantai itu pecah sepecah pecahnya kaca (?).

"Hm." Tau kan siapa yang biasa jawab gini.

"Iya, tunggu Naruto- kun." Kata Hinata sambil menghampiri Naruto.

Koyuki cuma bisa sweatdropp ngeliat 2 orang itu. Mau ga mau Sasuke sama Koyuki ngikutin 2 orang lainnya dengan santai. Sedangkan Naruto marah- marah sendiri ke 2 orang santai itu kenapa lambat banget. Sedangkan Hinata sendiri cuma bisa nenangin Naruto.

Beberapa menit kemudian mereka sampai di satu ruangan yang penuh pintu. Mereka ber-4 bingung mau milih yang mana. Saat seperti inilah mata Hinata dibutuhkan.

"GILA!! Banyak banget pintunya!" seru wong deso… err… ralat. Seru Naruto.

"Hinata, tolong ya…" kata Koyuki.

"Baik! BYAKUGAN!!!" kata Hinata mencari sosok wali kelas Suna itu dengan matanya.

Sampai akhirnya dia menemukan satu jalan. Satu jalan yang pasti dilewati Yui.

"Dimana?" Tanya Sasuke.

"Itu… Antara pintu kelima dan keenam. Disana ada pintu tapi harus di buka dengan segel." Jelas Hinata.

"Segelnya kayak gimana?" Tanya Koyuki.

"Entahlah." Jawab Hinata sambil angkat bahu, masa' angkat beban.

"YOSH!! Pake Rasengan aja!" Naruto udah siap bikin Kagebunshin.

"Eee… Tunggu! Biar gw aja yang ngurus hal ini." Kata Koyuki lalu ngeluari kunai berbentuk aneh.

Semuanya Cuma bisa H2C (harap harap cemas) ngeliat tingkah Koyuki. Takut kalau tiba- tiba sifat Iblisnya muncul. Kalau muncul ga ada yang bisa ngatasin, tapi kalau beruntung dirinya sendiri bisa ngatasin sifatnya itu.

"Kenapa?" Tanya Koyuki heran melihat ketiga temannya memperhatikannya dengan takut.

"Apa yang kau maksud 'kenapa?" Tanya Sasuke.

"Aku tanya. Kenapa?" Tanya balik Koyuki.

"Seharusnya gw yang nanya kenapa?" Sasuke bicara.

"Justru gw yang nanya kenapa?" Koyuki juga bicara.

"Kenapa apanya?" Sasuke bicara lagi.

"Iya kenapa?" Koyuki mulai ga mau kalah.

"Apanya sih yang kenapa?" Sasuke juga mulai ga mau kalah.

"Apanya yang kenapa? " Koyuki bener- bener mulai ga mau kalah.

"Kenapa apanya yang kenapa?" sasuke juga beneran ga mau kalah.

"Iya, gw nanya kenapa?" Koyuki sekarang udah make urat keselnya.

"Kenapa apanya yang kenapa maksud lw?" Sasuke juga.

"UDAHLAH STOP!!!" Teriak Naruto ngelerai mereka berdua.

"Lagian juga buat berantem di saat kayak gini?" Hinata mulai ngomong.

"Iya! Udah! Sekarang buka aja pintunya!" Naruto juga ngomong.

"Iya iya!" Kata Koyuki udah mulai reda. Reda marahnya maksudnya.

Begitu juga Sasuke. Yang akhirnya ga marah lagi ralat kesel bukan marah.

Naruto sama Hinata Cuma bisa mikir gini,

'Dua orang ini baru gw liat berantem karena alasan yang aneh! Ckckck.'

Kembali ke Koyuki yang mendatangi tempat kata Hinata tadi. Dia mulai ngebeset tembok tadi dengan kunai berbentuk aneh yang tadi dia keluarin dengan cakra berwarna ungu (?).

Sesaat setelah dia mulai ngebeset tembok yang tak bersalah itu dari keramik ke atas sampai 15 cm dari atas kepalanya ke kanan sepanjang 0,5 meter lalu kebawah menuju kaki kanannya. Lalu tembok itu pun sirna begitu saja.

"Ayo, masuk!" ajak Koyuki.

Sedangkan 3 makhluk lainnya tercengang melihat apa yang tadi mereka liat di depan mata sendiri.

"Ayo masuk! Dibilangin mau masuk ga sih?" Tanya Koyuki.

Sasuke yang pertama sadar langsung berdehem. Lalu Naruto yang ngebangunin Hinata dari lamunannya dengan berteriak.

"AYO MASUK!!!"

Beberapa menit berlalu sampai mereka tiba di satu rungan yang lebih besar dari ruangan di Harry Potter II: The Chamber of secret saat Harry melawan Voldemort yang memakai wujud Tom Marvollo Riddle. –Apa lagi hubungannya?? o.O-

Dagu mereka jatuh ke lantai saat melihat ruangan semegah itu dan tempat itu kosong sekosong kosongnya kosong.

Tapi mereka segera bangun ke dunia nyata dan langsung memasang dagu mereka kembali –emangnya bisa ya? Yang bisa kan Kakuzu. *Dilempar jantung Kakuzu*

"Kalian berempat kenapa bisa kesini?" Tanya seorang wanita yang tadi diikuti oleh mereka.

"Ah, emm… ahm…itu…" Sasuke coba nyari alasan yang bisa dipercaya.

Tapi ga keburu karena Naruto udah duluan nyerocos.

"Kami mengikuti Sensei yang gerak geriknya aneh!"

Koyuki langsung ngejitak Naruto ditambah Sasuke ngebekem Naruto.

"Dasar Bodoh!!" Kata Sasuke.

"Oh begitu ya~" Yui menggumam pelan.

"Baiklah! Akan kuberi tahu ceritanya tapi nanti jika jam pulang sekolah datang. Dan Koyuki. Nanti ke ruanganku istirahat ke- 3." Kata Yui.

"Yah~" Gumam ke 4 murid itu… emm… bukan! Tapi hanya Naruto.

Karena suaranya itu saat bergumam sama dengan suara 4 orang.

"Baik." Jawab Koyuki.

Sasuke memandangnya. Hinata juga. Kecuali Naruto yang marah- marah sendiri.

"Kenapa?" Tanya Koyuki.

"Tidak apa- apa. Hm? Kenapa?" Sasuke nanya balik.

'Serasa De javu deh…' Pikir Hinata sweatdropp.

"Justru aku yang nanya kenapa, kenapa jadi kamu yang nanya kenapa?" Tanya Koyuki.

"Aku kan tadi udah ngejawab kenapa. Kenapa jadi kamu yang nanya kenapa lagi?" Sasuke mulai ga mau kalah.

"Tapi jawaban kamu itu ga ngejawab pertanyaanku yang kenapa?" Koyuki juga mulai ga mau kalah.

"Bukannya itu jawaban yang sederhana tapi pasti? Justru gw yang harusnya kenapa lw mulai nanya kenapa?" Sasuke mulai kesel dengan temennya yang satu ini.

"Heh? Bukannya gw yang nanya kenapa? Sekarang kenapa jadi lw yang kenapa?" Koyuki juga mulai kesel.

"Emang awalnya iya. Tapi bukannya gw udah jawab pertanyaan lw yang kenapa? Tapi kenapa sekarang lw mulai nanya kenapa?" Sasuke udah mulai kesel.

"Justru karena itu kenapa? Kenapa jadi lw yang nanya kenapa ke gw? Seharusnya gw yang nanya kenapa? Dari awal kan gw udah nanya kenapa? Jadi kenapa sekarang lw ga jawab pertanyaan gw yang kenapa?" Koyuki juga udah mulai kesel sama temennya yang cakep ini.

"Kenapa sekarang jadi lw yang kesel? Gw kan udah jawab pertanyaan lw yang kenapa? Seharusnya tanya kenapa daritadi kita nanya kenapa mulu!" Sasuke bener- bener kesel.

"Gw ga kesel! Tapi kenapa jadi lw yang kesel? Harusnya lw yang jawab karena gw nanya! Terus kenapa lw belum jawab pertanyaan gw yang kenapa dari awal?" Koyuki juga udah bener- bener kesel.

Hinata ga bisa apa- apa, takut kena kunai yang ada di tangan temennya yang lain –terkecuali Naruto-. Jadi dia milih untuk nenangin Naruto. Sedangkan Yui nyoba nyari waktu yang tepat untuk ngelerai mereka berdu a.k.a Sasuke- Koyuki. Sampai akhirnya dia ngomong.

"Udah udah! Semuanya masuk kelas! Habis ini pelajarnnya Orochimaru-san kan?" Tanya Yui. Pertanyaan Yui itu cukup narik perhatian mereka berempat. Semuanya yang ada disana –terkecuali Yui- langsung nanya pake TOA NO JUTSU.

"PINTU KELUARNYA DIMANA???!!!!"

"Itu pintu yang berwarna hitam." Yui nunju ke belakangnya.

"Tapi pintu itu beratnya…" Yui ga sempert nerusin kata- katanya karena 4 anak itu udah keburu pergi mengambil langkah seribu.

"10 kwintal…" Yui akhirnya cuma bisa sweadropp liat anak didiknya kayak gitu.

Akhirnya mereka berempat mendobrak pintu yang katanya beratnya 10 kwintal, baru katanya lho.

Istirahat ke 3… Di kelas Konoha…

"Koyuki! Mau ke ruangan Yui-sensei ya?" tanya Sasuke.

"Hm! Mau bareng ke kantor?" tanya Koyuki balik.

"Iya boleh juga. Sambil bawa kertas- kertas ulangan tadi Matematika. Lagian kenapa si Neji yang Ketua kelas ga mau ngasihin kertas ulangan anak- anak sih!" Sasuke menggerutu.

Koyuki hanya bisa tersenyum karena ga tau apa yang harus dia katakan saat seperti tiu. Akhirnya dia mangulurkan tangannya.

"Sini. Mau kubantu?" Koyuki menawari Sasuke bantuannya.

"Ga usah. Aku juga bisa sendiri." Sasuke nolak masak-masak.

Di ruangan Yui…

Tok tok tok

Suara pintu di ketuk –yaiyalah! Masa' di gergaji?-.

"Masuk!" Yui mempersilahkan orang yang tadi mengetuk pintu untuk masuk.

"Yui-sensei? Ada apa tadi memanggilku?"

"Oh, Koyuki. Ayo masuk. Duduk saja." Kata Yui.

"Iya. Baik sensei." Kata Koyuki.

Setelah mereka berdua duduk berhadapan di sofa yang ada di ruangan itu, mereka mulai untuk berdiskusi… ehm… berbicara.

"Kau siapa?" Yui langsung bertanya tanpa Koyuki minta –emangnya request?-

"Aku… Fujikaze Koyuki, sensei! Kenapa tiba- tiba bertanya begitu?" Tanya Koyuki.

"Aku tau kau ini utusan Fugaku-san dan Minato-san… Iya kan?"

"Hmm… Memang begitu… Bagaimana kau tau Namikaze Yumi?" Koyuki memasang senyumnya yang termanis.

"Hoh… Jadi kau tau juga ya?" Yui juga memasang wajah tersenyumnya.

Koyuki hanya mengangguk. Mereka berdua diam sampai Yui memecah kesunyian itu.

"Oh iya… Ngomong- ngomong sepertinya anak Uchiha yang sekelas denganmu itu menyukaimu… Sasuke ya namanya." Yui berkata lagi.

"Hah heh hoh? Apa? Itu tidak mungkin kan… Lagian aku hanya sebagai pelindung mereka berdua." Koyuki jawab sambil nyengir.

"Oh ya? Tapi apa bisa kamu ngejelasin waktu kamu sama Sasuke adu mulut tadi di ruangan itu?" Koyuki juga masih senyum.

"Hm? Emangnya kenapa? Itu kan cuma adu mulut biasa…" Koyuki ngambil permen karet dari kantongnya.

Dia udah lupa sama sopan santun ke orang yang lebih tua. –di lempar permen karet 2 kilo– *betapa lengketnya*

"Kamu lupa ya? Seorang Uchiha itu kan kalem orangnya…" Koyuki juga ngambil coklat dari kantongnya, bener- bener udah lupa sama sopan santun yang seharusnya di ajarin ke orang yang lebih muda. –di lempas lemari es jumbo–

"Bener juga ya… Tapi ah, paling itu cuma kebetulan…" Koyuki makan permen karet ke-5 nya.

Waktu dia niup permen karet yang jumlahnya udah tujuh di mulutnya makin besar, terus besar, terus, terus sampai dia melayang di udara.

Yui ga tau hal itu karena nyari serpihan coklatnya di kolong sofa. Sofa itu akhirnya dia lempar ke luar jendela yang alhasil kena orang yang lagi nyapu… Sementara Koyuki tetep ngelayang- layang di udara sampe langit- langit ruangan itu. Yang akhirnya dia jatuh ke meja yang tadinya ada di tengah- tengah 2 sofa. Yang alhasil, meja itu ancur seancur- ancurnya ancur.

Hari Minggu di asrama Shoujo no. 9…

"Mau lari pagi lagi?" Tanya seseorang yang masih setengah tertidur ke orang yang berambut hijau tua.

"Yup! Mendingan kamu tidur lagi aja… Mimpi jalan sama Neji ya." Kata Koyuki yang tentu saja ke Tenten.

Siapa lagi yang bakal saia pairing sama Neji selain Tenten.

"Iya bener juga. Gud lak ya…" Tenten kembali tidur dalam sekejap seperti Shikamaru (?).

'Apa maksudnya Gud lak itu? Ah, mungkin moga- moga aja ga dapet celaka…' pikir Koyuki.

Koyuki segera lari ke lapangan yang tentu aja lewat tangga dia turun ke lantai bawah. Secara dia di lantai empat. Saat dia turun di tangga menuju ke lantai 2, dia nabrak seseorang. Seorang cowok pastinya yang dengan sigap menangkap tubuh Koyuki yang mau jatuh ke tangga dan hampir menggelinding (?). Karena Koyuki juga ga punya pegangan jadi baju si cowok yang ia tabrak atau sebaliknya,jadi pegangannya. Dengan kata lain mereka berdua berpelukan di tengah tangga. Untung aja baju si cowok itu ga robek karena Koyuki.

"Ma… maaf!! Gw ga sengaja!" Koyuki masih nutup matanya karena takut jatuh.

"Hm, iya. Ga apa- apa. Harusnya gw yang minta maaf." Si cowok itu memaafkan atau minta maaf.

Koyuki yang sadar itu suara punya siapa langsung ngebuka matanya, yaiyalah masa' bajunya. Cowok itu yang ada malah pingsan (?).

"Sa… Sasuke!" Koyuki menggumamkan nama cowok itu sambil memperlihatkan matanya yang indah itu pada si cowok a.k.a Sasuke.

Koyuki yang nyadar pertama kali kalau mereka dalam posisi berpelukan langsung ngelepasin pelukannya Sasuke. And yang pasti blushing di wajahnya itu ga bisa di sembunyiin jadi dia nutupinnya pake handuk kecil yang ada di lehernya.

"Mau lari pagi juga?" Sasuke nanya, yaiyalah masa' jawab!

"I… iya." Koyuki pasti jawab.

"Ayo! Bareng aja." Ajak Sasuke.

Koyuki Cuma menggumam lalu mengikuti Sasuke ke lapangan bebas.

Tanpa mereka tau, saat mereka melakukan adegan yang tidak sengaja tadi, ada yang memotret mereka. Entah siapa dia tapi yang pasti dia manusia dari planet Bumi dan galaksi Bima Sakti.

Kembali ke Sasuke und Koyuki yang lagi jalan- jalan (karena mereka ga lari- larian). Mereka mulai memasuki daerah terlarang dekat hutan yang gelap, sunyi, senyap de el el.. Saat hampir memasuki hutan…

"Hey, Sasuke! Jangan masuk kesana!" Seru Koyuki nahan lengan baju Sasuke.

"Kenapa? Gw Cuma mau liat- liat." Jawab Sasuke simple.

"Ya… ehm… Jangan masuk kesana… Kan syerem… Hiey…" Koyuki pake wajah horror.

"I… iya! Kita ba… balik aja ke asrama." Sasuke merinding liat wajah Koyuki yang gitu.

"OK! Kita balik!" Koyuki mulai pake wajahnya yang termanis (emangnya gula?).

Sasuke liat ke salah satu pohon, seperti ada sesuatu yang menarik perhatiannya.

'Itu apa ya?' Pikir Sasuke.

Lalu mendatangi pohon itu, dan mengambil sesuatu yang seperti berlian tapi tajam. Panjangnya hanya sekitar 3 cm. Koyuki yang ga nyadar apa yang di lakukan Sasuke hanya terus berjalan, berjalan dan berjalan menuju asrama.

Besoknya, hari Senin.

Seperti biasa, di lakukan upacara yang anak- anak ShinobiGakuen pikir : ga penting, ga butuh dan ga niat buat tau.

"Maka dari itu kita harus bla bla bla membangun bla bla bla sekolah kita…" HaRa ceramah, bukan tapi pidato panjang lebar dikali tinggi.

Tapi sayangnya, anak- anak barisan tengah sampai belakang hanya mengobrol dengan temannya. Kecuali Koyuki. Dia daritadi mencari- cari Yui yang ga hadir di barisan guru.

'Yumi- senpai kemana? Nanti lebih baik kucari ke ruangannya.' Pikirnya.

Selesai Upacara…

Anak- anak ShinobiGakuen kembali ke kelasnya masing- masing setelah berjam- jam di jemur di bawah terik Matahari yang menyengat. Salahkan kepala sekolah mereka yang banyak ceramah ampe berbusa dan akhirnya masuk rumah sakit. Mereka lebih suka di kelasnya masing- masing yang pake AC yang nyaman nan aman tentram, damai dan berisik.

"Pelajaran pertama pelajaran siapa?" Naruto nanya ke Kiba.

"Pelajaran Sejarah sama Yugao- sensei." Kiba jawab pertanyaan Naruto sambil makan- makanan anjing. -dilempar Akamaru versi Shippuuden- -Plus di kejar mau dibantai FG Kiba-

"Owh ya udah." Naruto nanggepin jawaban Kiba..

'Pelajaran Sejarah… Yugao- sensei kan pergi ke Kaze no kuni… Jadi pelajaran pertama kosong akan gw manfaatin nyari Yumi- senpai!' Koyuki mikir.

Sasuke yang dari tadi ngebaca buku Sejarahnya berpaling dari bukunya karena liat gerak- gerik Koyuki yang menganehkan.

"Apa yang mau kau lakukan Koyuki?" Sasuke nanya.

"Eh? Oh iya! Sas… mau Bantu gw ga?" Koyuki nanya balik.

"Apa?"

"Gw mau ke ruangan Yumi- senpai! Mau bantuin buat pergi kesana ga?"

"Boleh aja. Asal ada upahnya." Sasuke kembali baca bukunya.

"Yah~ Sas… Masa' sama fren sendiri ada upahnya?"

"Ada. Beliin novel terbaru tentang sejarah." Sasuke ngasih tau upah yang harus di bayar.

"Ugh… Ok…" Koyuki pesrah ngejawab.

Mereka berdua pun pergi ke ruangan Yui. Mereka harus melewati rintangan yang di buat Deidara de ka ka. Dan selamat sampai tujuan dengan selamat sentosa.

Di ruangan Yui, mereka berdua Cuma bisa diam mematung melihat keadaan ruangan salah satu Sensei mereka yang berantakan, ancur seancur ancurnya ancur.

"Yu… Yumi- senpai kemana?" Koyuki tergagap nanya ke Sasuke.

Hening

Hening

Sunyi

Senyap

Masih hening

Tetap hening

Masih tetap hening -di kejar Orochimaru mau dibantai- *kelamaan dudul!*

"Ayo! Lebih baik kita lapor HaRa- sama!" Sasuke narik lengan Koyuki.

Sebelum dia ketarik sama Sasuke, Koyuki ngeliat banyak kunai yang tertancap dimana- mana plus shuriken. Yang membuatnya tertarik adalah salah satu kunai yang ada suratnya. Tanpa basa basi lagi dia ngambil kunai itu tanpa sepengetahuan Sasuke.

'Apa jangan- jangan mereka kembali untuk kedua kalinya?' Koyuki masih sempet mikir waktu lengannya ditarik Sasuke.

Di kantor Kepala Sekolah…

"HaRa-sama! Yumi- senpai di…" Koyuki ngebuka pintu ruangan Kepala Sekolah yang tanpa dia tau ada seseorang di belakang pintu itu. Alahasil, sewaktu Koyuki ngebuka pintu dengan sadisnya, orang itu terpental dan nabrak rak buku yang di buat dari kayu jati. Ditambah ada sekitar 5 orang duduk di hadapan HaRa-sama. Mereka berlima sepertinya murid ShinobiGakuen juga karena memakai seragam yang sama dengan Koyuki dan Sasuke. Hanya saja mereka berlima memakai jaket kelas, yaitu jaket kelas Akatsuki. Menandakan mereka siswa dari kelas Akatsuki.

"Koyuki-san?" Panggil salah satu dari mereka.

TBC............................................................................................................. To Be Confuse

Maaf jika apdetnya lama plus ceritanya yang gaje…

Saia sedang sibuk dengan pelajaran karena bentar lagi mau ujian… T_T

Kok saia jadi curhat ya?! –dilempar gajah-

Baiklah! Ini dia orang- orang yang mendapat peran OC! ^_*

-Panda

-Mizuiro Cho

-Akasuna Yuu

-Kawaii Haruna

-Murasaki Anima

-Shinaniku Rin

-Hiragaishi Chika

-Kosuke Maeda

-Kakkoii Luvshika

Karena Cuma ada 9 orang dari 11 orang yang dibutuhkan maka dari itu saia buat 2 orang lagi :

-Asatsuke Umisa

-Kosutoki Yui/Namikaze Yumi = Guru wali kelas Suna

Sekali lagi maaf kalo nama- namanya saia ubah dikit. Maafkan saia yang masih baru ini…

Chapter selanjutnya : The History of The Thing.

Sekali lagi Gomen! -_-"