HATE TO HEART U

Author : rainy hearT

Cast :

- Cho Kyuhyun

- Lee Sungmin

- Henry Lau

- Other SUJU member

Pairing : ||KYUMIN || slight HenMin || Other Pairs

Genre : Romance, Drama, Sad

Rating : T

Length : Series

Disclaimer : All cast punya diri mereka sendiri dan Tuhan. #Sungmin akan selalu dan selalu punya saya#plakkk#

Warning : NC-21 Please be patient|| BL/Boys Love/YAOI || EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia || typos || GS for Umma ||

Sumarry : || I am sorry but i have been waiting for this moment, I have been waiting forever. That your long-time love would end. Forget about him and wash him off from your mind. He's not meant to be with you. So baby won't you come to me...||

Mianhe jika Updatenya lama bener. Nih author lagi sibuk banget.

GAMSAHAE masih setia menanti kelanjutan story ini.

Sekali lagi, ni suma STORY. Jangan benci Choi Siwon hanya karena membaca FF ini.

Karakter Siwon bukan jahat, hanya saja dia terlalu mencintai seorang Heechul sampai semua cara akan dia lakukan.

Gamsahae#Bowke readerdeul#

Be Patient With Me Please

.

.

HAPPY READING

ooOoo HATE TO HEART U ooOoo

.

.

Chapter 4

.

.

"Kau sudah pulang." Seorang yeoja duduk diantara remangnya lampu yang bersinar di sudut sebua ruang tamu. Ia membuka suaranya setelah seseorang yang ditunggunya datang.

Namja yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu hanya menatap heran dan datar pada yeoja itu. Ia mengendurkan ikatan dasinya dan duduk disisi yeoja itu. "Kenapa masih menungguku ?"

"Bukankah aku selalu menunggumu." Satu jawaban singkat langsung membuat sang namja mengerti tentang maksud Kibum. Yeoja yang kini tengah bersusah payah menahan air matanya hanya bisa terisak lirih dalam diamnya.

"Kau bisa menghentikan ini semua. Tak perlu lagi memikirkan penyakit Henry karena dia sudah sembuh. Aku tahu kau masih mencintainya." Yeoja itu, Kibum. Berusaha untuk mengakhiri semuanya. Ia sangat lelah dan ingin menyerah.

"Aku lelah. Pekerjaanku sangat banyak dan menyita semua waktu istirahatku. Tak ada waktu, meski hanya untuk memikirkan itu." Siwon menghela nafasnya dan berdiri berjalan menjauhi Kibum. Namja itu berhenti sejenak didepan pintu kamarnya. "Jangan berfikiran bodoh Kibum. Aku tak setega itu meninggalkan Henry, karena dia juga darahku."

Siwon menghilang dibalik pintu kamarnya dan meninggalkan Kibum yang menangis terisak. Pertengkaran hebat baru dimulai.

.

.

Flashback On

.

.

"Tapi Umma, dia tidak mencintaiku."

"Tapi kau mencintainya chagi."

Yeoja cantik dengan rambut pendeknya menghela nafasnya melihat putrinya satu-satunya. "Appamu akan sangat bangga mempunyai menantu seperti Siwon. Makanya, Umma meneruskan perjodohan ini meski Appamu sudah tidak ada."

Yeoja tua itu menggenggam tangan putrinya. "Bummie, Umma sudah terlalu tua untuk mengurusi semua bisnis Appamu. Dan kau juga belum sanggup mengurus itu semua. Siwon akan membantumu, percayalah pada Umma."

"Tapi Umma, Siwon oppa sudah mempunyai kekasih. Aku tak mungkin mendapatkan perhatiannya Umma. Apalagi, kekasihnya sangatlah cantik."

Yeoja itu mengusap lembut pipi chubby Kibum. "Kau juga cantik Bummie."

"Dan penyakitan Umma."

"Sssshhh... jangan berbicara seperti itu. Kau sudah sembuh Bummie. Leukimiamu sudah sembuh. Kau tidak penyakitan lagi." Yeoja itu mendekat dan memeluk Kibum. Mengusap pucuk kepalanya dan menciuminya berkali-kali.

"Kaulah satu-satunya harta Umma. Jangan pernah berputus asa, Umma akan selalu membantumu."

.

.

"Selamat datang Nyonya Kim, Bummie. Ayo masuk, kami sudah menunggu kalian." Teriak seorang yeoja saat melihat tamu yang sudah ia tunggu sedari tadi datang. Ia langsung mempersilahkan Kibum dan Nyonya Kim untuk duduk pada dua kursi di ruang makan mewah lengkap dengan hidangan istimewanya.

Makan malam antar keluarga. Makan malam ini penting, bagi ketiga orang tua yang ada disana. Mereka sibuk terus berbicara dan menyusun rencana untuk pernikahan Kibum dan Siwon. Siwon sendiri, sekarang tengah menatap tajam pada Kibum. Ia benar-benar tak menyukai pertemuan keluarga ini.

Setelah acara makan selesai, Kibum menyusul Siwon yang sudah terlebih dahulu pergi ke taman belakang rumahnya. "Kenapa mengikutiku sampai kemari ?"

"Ahni, aku hanya..." Kibum terdiam saat menyadari tatapan mata yang dingin dari Siwon. Ia sungguh-sungguh tak pernak mengharapkan hal seperti ini terjadi. 'Umma, aku tak sanggup jika seperti ini.' Kibum terdiam mematung sibuk dengan pikirannya sendiri. Sedangkan Siwon, kembali sibuk menatap ponselnya. Menatap lembut pada foto seorang yeoja dengan rambut curly hitamnya yang sangat cantik.

"Akh, kalian ada disini." Nyonya Choi datang mendekat dan duduk didepan kedua makhluk yang terlihat sangat canggung ini. "Siwonie, kita akan ke apartemenmu. Kibum harus tahu dimana kau tinggal selama berkuliah."

Siwon mengangguk. "Arra Umma." Siwon yang benar-benar sudah kesal dengan adanya pertemuan itu langsung masuk ke dalam rumah dan bersiap.

.

.

"Tada !" Nyonya Choi membuka pintu apartemen Siwon. Dibelakangnya, Siwon dan Tuan Choi juga Kibum dan Ummanya, berjalan masuk ke dalam apartemen luas dan mewah itu.

"Cukup untuk kalian berdua bukan ?" Nyonya Choi melirik dan tersenyum menatap Kibum dan Siwon. "Tentu Umma, ini lebih dari cukup. Ini sangat luas.

Seketika ketiga orang itu tersenyum aneh dan saling menangguk. "Nah, Siwon. Appa dan Umma, juga Nyonya Kim akan meninggalkan kalian. Ajak Kibum untuk membantumu membereskan apartemenmu. Beritahu dia semua kebiasaanmu." Appa Siwon menepuk bahu putranya lalu segera berjalan keluar apartemen itu. "Kajja, kita tinggalkan saja mereka."

Suara Appa Siwon yang perlahan sudah menghilang memulai keheningan dalam diri Siwon dan Kibum, Seiring dengan keluarnya dua yeoja cantik mengikuti namja tampan itu.

Siwon menatap tajam pada Kibum. "Kenapa kau mau menerima perjodohan ini ?"

"Aku ... aku itu karena..." Kibum tak tahu harus menjawab apa. Dia sudah takut duluan melihat tatapan menakutkan dari Siwon.

"Huhh... sudahlah. Aku akan pergi dulu. Kalau kau lapar atau haus, di kulkasku banyak makanan dan minuman."

Siwon meraih kunci mobilnya dan pergi keluar dari apartemennya. Menyisakan Kibum yang terisak sendiri di belakang pintu setelah menyaksikan Siwon yang pergi begitu saja tanpa mempedulikan perasaannya.

.

.

Ceklek...

Pintu apartemen Siwon terbuka dan masuklah seorang namja dengan kemejanya yang acak-acakan dan bau alkohol yang menyengat.

"Ukhhh... Chuulliee... hehehehe... aku tak akan menikah dengannya Chullie..." Ia masih mengigau diantara dunia sadar dan tak sadarnya.

Siwon masuk ke dalam kamarnya. Kibum yang sudah tertidur langsung bangun dan membantu Siwon untuk berjalan. "Kau mabuk Siwon."

"Ukh... Chullie, kau cantik dengan gaun hitam itu." Siwon langsung mendekap tubuh Kibum dan memenjaranya dengan kedua lengannya. "Hei.. kenapa rambutmu jadi lurus begini ?" Siwon mengusap helai demi helai rambut Kibum.

"Aku Kibum, bukan Chullie." Kibum sudah berusaha dengan susah payah melepaskan lengan Siwon yang memenjara tubuhnya namun sepertinya semuanya sia-sia. Bukannya lepas, malah Siwon semakin mengeratkan pelukannya.

"Hei.. kau juga lebih kecil Chullie. Tapi tetap saja, kau sangat seksi." Siwon menjilat bibirnya, dan semakin mengeratkan pelukannya pada Kibum.

"Ukh... sesak Wonnie..." Kibum sudah sangat sesak dan sedikit merasakan sakit pada tubuh dan hatinya. "Hentikan..."

Siwon sepertinya sudah tak bisa mendengar apa-apa lagi. Ia sudah terlalu sibuk dengan apa yang ia lakukan. "Hmmm... kau sangat harum Chullie..." Siwon menyesap leher Kibum. Kibum hanya bisa mendesah menikmati perlakuan Siwon. Meski jujur, rasa didalam hatinya seakan memberontak, menolak semua perlakuan itu.

Siwon menghisap kuat leher Kibum, meninggalkan berkas merah keunguan yang akan sangat lama hilang dari kulit putihnya. "Akhh... Woonie, jebal... akh.. hentikhannn..."

Kibum masih berusaha untuk menghentikan Siwon. Namun lidah nakal namja itu sudah menyusup ke belahan dada Kibum yang terlihat jelas karena begitu rendahnya leher gaun malam yang Kibum pakai itu.

"Ouhhhh... jeballl... akhhh..." Kibum melenguh, saat Siwon sedikit menurunkan kain yang memang sudah rendah itu dan menghisap kecil kulit payudara Kibum. Tangan Siwon sudah bergerak aktif meremas bokong Kibum dengan kuat. Sedikit menekan kearahnya agar tubuh mereka saling bergesekan.

"Ouhh... Chullie... kau sangat nikmathh..."

"Aku Kibum. Wonnie, jebal ... Hentikan... akhhh..." Siwon meremas kuat bokong Kibum dan menatap sayu pada Kibum.

"Chullie, jangan sebut nama itu... Aku tak akan menikah dengan Kibum. Aku akan menikah dengamu, Chullie. Chullie-ah, saranghae..." Siwon langsung mencium kasar bibir Kibum.

Kibum terus menggelengkan kepalanya mencoba menghindari ciuman Siwon. "Akh... hentikan Siwonie... akhhh..." Siwon yang sudah tak sabar langsung kalap. Siwon mendorong kasar tubuh mungil Kibum ke atas kasurnya dan segera menindihnya.

"Akh, Siwon hentikan. Aku Kibum, bukan Chullie. Dan kau mabuk, sadarlah."

Siwon sudah tak peduli lagi, ia langsung menyambar bibir Kibum lagi dan melumatnya dengan ganas. "Emmppphhhh... Ahhhsss..." Kibum melenguh kecil saat merasakan lidah Siwon menjilati bagian luar bibirnya. Siwon menghisap kuat bibir bawah Kibum dan sesekali menggigitnya. Saat dirasa, ia sudah sesak dan kehabisan nafas, Siwon melepaskan tautan bibirnya dan tersenyum menatap Kibum "Awhh... rasamu lebih manis Chullie, akhh... aku panas sekali." Siwon kembali tersenyum dan menyeringai menatap wajah Kibum yang sudah sangat sayu.

Ia kembali mencium dengan kasar bibir merah Kibum. Melumatnya dan menggigitnya kecil. Menelusupkan dengan pintar lidahnya dan merasakan setiap inchi mulut hangat Kibum.

"Emmmhhh... ahhhh... "

Bunyi kecipak khas french kiss terdengar menambah panasnya suasana didalam kamar itu. Siwon menyudahi ciumannya dan menatap penuh nafsu pada Kibum. Ia mengangkat tubuhnya dan membuka satu per satu kancing kemejanya dengan gaya seseduktif mungkin. Keringat sudah membasahi tubuhnya, membuatnya semakin terlihat seksi.

Tapi, Kibum malah menutupi bagian dadanya yang sudah penuh dengan bercak merah. Ia menyilangkan kedua tangannya dan sekuat mungkin menahan air mata yang seakan memberontak untuk keluar. Ia benar-benar tak menikmati meski sedikit, semua perlakuan dari Siwon.

Siwon melepaskan kemejanya dengan sekali tarik. Melepaskan ikat pinggangnya dan kembali mencoba menjelajahi tubuh mungil Kibum. Kibum mencoba menghalangi tubuh berkeringat Siwon dengan kedua tangan kecilnya.

Namun, bagai diperkosa saja, Kibum tak bisa berbuat apa-apa lagi saat kedua tangannya terpenjara, terhimpit oleh jemari Siwon yang menahannya. "Siwon hentikan. Aku bukan Chullie. Aku Kibum. Aku... eunghhh ... emphhh..."

Kibum sudah tak bisa meneruskan kata-katanya lagi, saat bibirnya kembali di klaim oleh Siwon. Tubuh mungilnya diterpa angin dingin AC saat Siwon dengan gesitnya merobek dress Kibum dan langsung meremas sesuatu yang menurutnya sangat menantang dan menggodanya itu. "Aaahhhss... Eunghhh..." Kibum hanya bisa melenguh saat Siwon meremas pelan payudara Kibum yang masih terlindung oleh bra hitamnya. Namun Siwon berhenti dari kegiatannya sejenak. Siwon mengangkat tubuhnya sedikit dan menatap ke arah payudara Kibum. Melihat ada kesempatan, Kibum langsung menutupi bagian dadanya dengan menyilangkan kedua lengannya. "Kumohon, berhenti." Tapi, seakan belum ingin menyerah, dengan pelan disingkirkannya lengan Kibum yang menutup payudaranya. Perlahan, Siwon membuka kancing pengikat bra Kibum yang terdapat didepannya.

Kedua daging kenyal dan tegang yang seakan menantang Siwon untuk merasakannya semakin menambah hasrat Siwon untuk segera menghisapnya.

"Eunghhh... Aaaakkkkhhh..."

Kibum hanya bisa menangis diantara lenguhannya. Ia sungguh tak mengerti, mengapa Siwon memperlakukannya seperti ini. "Ahhhnnn... eunghhh... ouhhh..."

Kibum hanya bisa melenguh saat merasakan lidah basah dan hangat Siwon memainkan nipplenya yang sudah menegang. Jari tangan Siwon tengah meremas kuat payudaranya yang lain. Sesekali menjepit dan memelintir nipplenya.

"Ouhhh...Wonnie... Akhhh...ssshhhh... Hen...tikhannn...akkhhh..."

Kibum meremas kuat rambut Siwon dan berusaha mendorongnya menjauh dari tubuhnya. Namun sayang, usahanya sia-sia. Siwon malah semakin gencar menyerang dan menikmati tubuhnya.

Siwon terus saja sibuk menikmati tubuh Kibum. Lidahnya sudah menjilati dan sesekali menekan nipple Kibum. Sesekali menggigitnya dan menghisap kuat. "Pel..lanhhh... Akhh...jeball... Aaakhhh..." Seperti baby yang kelaparan, Siwon terus melakukannya juga pada nipple Kibum yang satunya.

Tangan pintar Siwon sudah meraba pelan, merambati paha Kibum. Sedikit demi sedikit menaikkan bagian bawah rok Kibum yang memang sedikit longgar. Jarinya berhenti sebentar pada selangkangan Kibum, mengusap daerah sekitar Miss. V Kibum.

"Hikss... Please... Hentikan... Aaahhsss..."

Kibum melenguh saat merasakan tekanan pada klitorisnya. Siwon sedang menggoda Kibum.

Dengan tak sabar, Siwon menarik dress Kibum yang sudah tak berbentuk lagi hingga terlepas dari tubuhnya. Kini tubuh Kibum hanya terbalut bra hitam yang sudah terbuka dan juga CD hitam berenda yang menurut Siwon sangat menarik. "You are so damn hot baby..."

"Please... Jebal Siwonie... Hentikan." Kibum berusaha merapatkan pahanya menutupi daerah vitalnya. Sedangkan kedua tangannya sudah sibuk menutupi dadanya yang terekspose bebas karena bra yang ia pakai memang sudah tak menutupi payudaranya lagi.

"Hei, Chullie. Kenapa menutupi tubuhmu ? Kau sangat seksi." Siwon langsung melepaskan semua kain yang menempel ditubuhnya. Memamerkan junior besar yang siap untuk memberi satu kenikmatan pada satu titik di dalam tubuh Kibum.

Siwon tersenyum seduktif dan langsung menindih tubuh Kibum perlahan. Digesek-gesekkannya junior tegang dan besar miliknya hingga menggelitik vagina Kibum yang masih terlindung CD. "Ahss... Akkkhhhh..." Siwon terus melenguh merasakan kenikmatan dari aktivitas singkatnya itu.

"Akhhh... Wonnhie... Akh..." Kibum hanya bisa melenguh pelan, jemarinya meremas kuat sprei Siwon, tenaganya seakan sudah habis untuk terus berteriak mencoba menghentikan Siwon.

Bibir Siwon tak tinggal diam. Bibir itu sudah memainkan dan menghisap telinga Kibum. Sesekali menjilati liangnya, memberikan sengatan kenikmatan pada tubuh Kibum.

"Akhhh... Won... Akhhh... !" Kibum melenguh keras saat merasakan sesuatu keluar dari dalam Miss Vnya yang sedari tadi terus bergesekan dengan junior Siwon.

Merasakan sesuatu yang basah pada bagian bawahnya, Siwon tersenyum seduktif. Ia duduk bertumpu pada kedua lututnya dan melebarkan paha Kibum. Ia menatap seduktif pada vagina Kibum yang masih tersembunyi di balik CD hitamnya.

Siwon menaikkan kaki Kibum dan dengan sekali tarik lepaslah sudah CD hitam Kibum. "Let me try you..."

Kibum hanya diam. Dia sudah terlalu pasrah. Ia menggigit kuat bibirnya mencoba menahan desahan yang akan keluar dari bibir seksinya. Ia meremas kuat bantalnya saat merasakan lidah Siwon menggelitik vaginanya, terutama klitorisnya. "Eeemmmmhhhh... Aaaahhhh... Aahhh..."

Satu jari Siwon sudah menari indah mempermainkan liang vagina Kibum.

"Akhhh... Ashhhss... Appo... Akhhh..." Kibum tak bisa menahan lenguhannya saat merasakan tiga jari panjang Siwon yang langsung masuk kedalam liang vaginanya. Jari itu mengoyak vagina Kibum. Siwon menggerakknanya maju dan mundur dengan cepat dan kembali, cairan menyembur dari vagina Kibum. Siwon yang memang masih menjilati klitoris Kibum, langsung menghisap kuat dan membersihkan semua cairan Kibum yang memuncrat, membasahi daerah sekitar paha dan selangkangannya.

"Now, it's the time for the real show." Siwon menyeringai sambil terus mengocok liang kibum dengan ketiga jarinya. Kibum hanya bisa menggeleng lemah sekarang. "Jebal... Stop it... Akhhh..." Ia menangis lirih namun tak terlihat oleh Siwon.

Siwon mengocok juniornya sendiri dan mengarahkannya dengan pelan pada vagina Kibum. Siwon melingkarkan kaki Kibum pada pinggangnya. Ia menggosok-gosokkan kepala juniornya pada klitoris Kibum. "Uhhh... Nikmat akhhh..."

Kibum tak bisa menahan lenguhannya saat sesuatu yang besar menerobos memaksa masuk kedalam tubuhnya.

"Akhhh... Wonnie... ! Appo !"

"Ahss... Akh... Semp...pithhh akhhh..." Kibum meringis kesakitan. Siwon yang seakan ikut merasakan rasa sakit Kibum, ia langsung mengklaim bibir Kibum. Mencium dan melumatnya pelan. Mencoba sedikit membantu Kibum menghilangkan rasa sakitnya.

Junior Siwon yang baru masuk ujungnya saja, terus mencoba menerobos masuk dan Siwon mendorongnya pelan. Siwon mendorong juniornya dengan susah payah. Hingga akhirnya...

.

Jleebbb...

.

"Akhhh...! Appoyo... Hiks... Jeongmall appoyoo.." Kibum berteriak saat merasakan liangnya yang nyeri setelah dipaksa untuk menerima junior besar Siwon.

"Akhhh... Ini sangat nikmathh Chullie..."

Junior Siwon tertanam sempurna di dalam liang vagina Kibum. Siwon membiarkannya sejenak hingga akhirnya ia menggerakkan dengan pelan juniornya. Siwon semakin lama semakin memperdalam tusukan (?) juniornya, hingga ia merasakan bahwa juniornya yang makin tertanam dalam itu menembus sesuatu. Siwon dapat melihat, juniornya yang keluar masuk liang Kibum kini sudah berwarna merah. Darah.

Darah keperawanan Kibum.

Namun seakan tak peduli pada apa yang terjadi pada Kibum, Siwon semakin mempercepat genjotannya. Ia memaju mundurkan juniornya di liang Kibum. "Emmhhh...aaahhhsss..." Kibum melenguh tertahan. Bibir Siwon masih mencium ganas bibirnya dan melumatnya.

"Ahhkkkkhhh... Sempithhh akhhh..." Siwon melenguh dalam ciumannya. Agaknya ia belum rela belepaskan tautan bibir mereka.

"Akhhh... App...ppoo... ouhhhh..." Kibum melenguh di sela ciumannya dengan Siwon. Ia benar-benar kesakitan. Di hati dan juga fisiknya. Seluruh tubuhnya bergetar dan berpusat pada satu titik di tubuh bagian bawahnya.

Siwon terus menggenjot juniornya dengan cepat. Ia menarik juniornya hingga tersisa sedikit dan langsung mendorongnya kuat.

"Akhhh... Appoyo ! Aaahhh...ssshhhh...ahhh..." Kibum terus melenguh tak sadar, menikmati perlakuan Siwon padanya.

"Ahhhsssss... mmmhhh... Akhhh... Ini nikmath..."

"Uh... Faster oppa... Akhh..." Kibum yang mulai merasa nikmat yang teramat yang kini melanda tubuhnya mulai bisa mengikuti permainan mereka berdua.

Siwon terus menggenjot juniornya cepat maju dan mundur. Kibum mengimbangi dengan menggerakkan pinggulnya ke arah berlawanan, membuat genjotan Siwon semakin terasa menusuk dalam pada liangnya. "Akhhh... Ini nikmatthhh Woonie..."

Mereka terus menerus melakukannya berulang-ulang. Hingga akhirnya Siwon merasakan bahwa sebentar lagi ia akan cum. Juniornya sudah semakin menegang dan berkedut hebat. "Akhhh... Aku keluar... Akhh..." Siwon menembakkan spermanya di rahim Kibum.

Kibum menggigit kuat bibirnya saat menyadari percintaan mereka ini akan segera berakhir dengan kemalangan untuknya.

Darah segar mengalir dari liang Kibum saat Siwon dengan perlahan menarik juniornya dan merebahkan tubuh lelahnya disisi Kibum. Sperma bercampur darah itu membasahi sepreinya bersamaan dengan cairan kental yang ikut menetes menandakan sesuatu telah mencapai puncaknya.

Namun Siwon belum berhenti sampai disitu. Siwon kembali menindih tubuh Kibum saat dirasa tenaganya sudah kembali. Kibum sendiri, hanya bisa menatap tak percaya pada Siwon. Siwon terus melakukannya berulang-ulang. Menghajar liang vagina Kibum terus-terusan.

"Bummie... akhh... kau nikmat sekali... auhhh..."

Satu kebahagiaan terbesit dalam pikiran Kibum. Meski disela rasa sakit yang melanda bagian bawahnya, setidaknya Siwon tahu ini dirinya.

"Akkhhh, kau sempit Bummie... sangat nikmat... akkhhh..."

"Oppa... akhhh... ppalli oppa... akhhh..."

Siwon kembali mempercepat genjotannya dan terus meremas kedua payudara Kibum yang terus-terusan bergerak menggoda Siwon.

"Akhhh, akuhhh..."

.

CROOOOTTT !

.

Siwon kembali menembakkan spermanya dalam rahim Kibum. Entah ini sudah keberapa kalinya mereka berdua melakukan itu.

.

.

"Kau menjebakku !"

"Ahni, kau sendiri yang memperkosa aku. Apa kau tidak ingat ? Kau mabuk dan terus – terusan melakukannya padaku."

"Ahni, kau yang menjebakku."

"Hikss... oppa... kau jahat sekali..."

Kibum berlari dengan susah payah menahan rasa sakit di hati dan ditubuhnya. Setelah kejadian itu, Siwon yang sangat marah langsung saja menyalahkan Kibum saat Heechul menemukannya bersama Kibum.

Kibum yang memang tak tahu apa-apa, sangat sakit hati. Ia berniat pergi menuju apartemennya sendiri setelah memakai satu kaos besar dan boxer Siwon. Berlari membawa mobil Siwon dan menangis sepuasnya di sepanjang jalan menuju apartemennya.

"Shitt.. ! Siwon hanya bisa mengumpat kesal. Semakin kesal lagi saat melihat bercak kemerahan di kasurnya. Siwon hendak membereskan bajunya, betapa terkejutnya saat melihat dress Kibum yang sobek.

"Tak mungkin, aku tak mencintainya." Siwon jatuh terduduk dan sedikit terisak. "Kibum-ah, mianhe. Chullie... kumohon percayalah padaku."

.

.

Flashback Off

.

.

"Eungh..."

Seorang namja melenguh tersadar dari mimpinya.

Gelap.

Satu kata itulah yang ia ucapkan saat membuka matanya. Ia tak bisa melihat apapun. "Hmm... Apa aku masih di ruang dance ?" Ia menggumam kecil. Ia merogoh saku kemeja seragamnya. Mencoba mendapatkan secercah cahaya dari poselnya. Namun nihil. Ponsel itu telah mati.

Hangat.

Satu kata itu, cukup untuk mendeskripsikan apa yang ia rasakan saat ia menyadari sebuah lengan melingkar indah di pinggangnya. Pelan dan lembut, ia mencoba meraba tubuh yang ada disisinya. "Kyunie, ieronna..." Namja cantik itu, Sungmin. Ia mengusap pelan bahu Kyuhyun, berharap namja itu akan terbangun dari tidurnya. Namun nihil.

Sungmin kembali teringat kejadian sore tadi. Jarinya kemudian meraba naik, dari bahu Kyuhyun hingga menemukan apa yang ia cari.

Sedikit mengangkat tubuhnya, Sungmin mencium telinga Kyu dan kembali menciumnya. Namun hasilnya tetap nihil. Kyu belum juga bangun.

Entah mendapat bisikan dari mana, Sungmin mulai mengeluarkan lidahnya dan menjilat liang telinga Kyu. Seperti terbawa suasana, Sungmim terus melakukan kegiatannya. Sesekali ia menggigit kecil telinga Kyuhyun. Perlahan, Sungmin kembali memejamkan matanya menikmati apa yang ia lakukan.

Kyu yang mendapat rangsangan seperti serangan listrik yang merambat di tubuhnya, langsung mengeratkan pelukannya pada Sungmin. Wajah Kyu yang berhadapan langsung dengan dada Sungmin langsung bisa mencium wangi khas namja cantiknya ini.

Kyu tersenyum dalam hati. 'Kau membangunkanku Minimi...'

Kyu menggigit kecil dada Sungmin yang terbilang montok itu. Tangan nakal Kyuhyun pun telah meremas kuat bokong Sungmin yang besar nan kenyal itu.

"Akkhhh...Kyuhh..."

Sungmin melenguh dan menghentikan aktivitasnya. Meski pikirannya seakan menolak ini semua, namun hatinya benar-benar menginginkan Kyuhyun sekarang.

Kyu menghentikan aksinya tiba-tiba. Perlahan melepaskan pelukannya pada Sungmin. Sejujurnya, Sungmin cukup kecewa dengan berhentinya permainan Kyuhyun itu.

"Kita akan melanjutkannya Minimi."

Kyuhyun berdiri meninggalkan Sungmin yang masih berbaring di lantai kayu. Kyu meraba dindingnya dan...

Cetak...

.

Seketika ruangan itu terang dengan cahaya lampu yang bersinar. Terlihatlah dengan jelas wajah merona Sungmin.

Kyuhyun tersenyum kecil dan mengacak rambut Sungmin. Ia kemudian berjalan kembali pada satu lemari kecil disudut ruangan.

"Hei... Bukankah lemari itu tempat kasur lipatku dan juga bantal kesayanganku dulu ?"

Kyuhyun mengangguk dan tersenyum pada Sungmin. Ia berjalan mendekati Sungmin, lalu membuka kasur lipatnya. Kyuhyun mencolek kecil hidung mungil Sungmin. "Perlahan Minimi, kita akan perlahan, dan bisa ku pastikan kau akan mengingat semuanya."

"Ehmm..." Sungmin mengangguk mengerti. "Jam berapa ini Kyunie ? Aku belum memberi tahu Umma dan Appaku."

"Kau bisa menelfon mereka dengan ponselku." Kyuhyun merogoh saku celananya. "Ini." Kyu menyodorkan ponselnya.

Namun, bukan langsung menelfon, tapi Sungmin malah diam menatap wallpaper pada ponsel itu.

"Apakah ini aku, Kyunie ?" Sungmin bertanya seraya menyodorkan ponsel itu pada Kyuhyun.

"Menurutmu ?" Kyuhyun tang sudah berbaring, hanya bertanya balik dan tersenyum lembut pada Sungmin.

Sungmin masih diam. Ia terus menyangkali bahwa wallpaper itu memang pict-nya dengan Kyuhyun. Namun semakin dilihat, pict itu semakin mirip dengannya. "Hei, menelfonlah. Katakan saja, kau ada acara mendadak di sekolah dan menginap di rumah temanmu." Sungmin hanya mengangguk mendengar saran Kyuhyun.

Sungmin mendial nomor rumahnya. Ini baru pukul delapan malam. Pasti kedua orang tuanya masih bangun.

"Yeobosseoyo Umma."

"..."

"Ahni, hanya menginap di rumah teman, Umma. Ponselku mati."

"..."

"Nde Umma, aku akan berhati-hati."

"..."

"Nde, nado saranghae Umma."

.

Pliip...

.

Sungman mengakhiri panggilannyadan menyodorkan kembali ponsel itu kepada Kyuhyun. Kyu menerimanya.

Seakan memberi isyarat pada Sungmin yang masih duduk, Kyu menepuk ruang kosong disisinya. Meminta Sungmin untuk tidur, berbagi kasur, bantal dan selimut dengan Kyuhyun.

Akhirnya Sungmin ikut berbaring disisi Kyuhyun dengan posisi miring, menatap pada Kyuhyun. "Waeyo Minimi ?" Kyuhyun bertanya pada Sungmin.

Mata mereka saling bertemu saat Kyuhyun ikut memiringkan tubuhnya. "Ahni." Sungmin menjawab lirih. "Hanya saja, jantungku berdetak cepat saat ini."

Kyuhyun mengeluarkan seringaian khasnya. "Perlu jawaban dariku tidak ?"

"Ehmm..." Sungmin mengangguk. Kyu meraih tangan Sungmin dan mengarahkannya tepat pada jantungnya. "Kau merasakannya ?"

"Nde, jantungmu juga berdetak cepat. Sama sepertiku."

"Selalu seperti ini Minimi. Setiap bersamamu aku selalu seperti ini." Kyu mengarahkan tangan Sungmin pada pinggangnya untuk memeluknya. Kyu semakin merapatkan tubuhnya pada Sungmin.

"Kau tahu Minimi, sesuatu telah terjadi dan selalu membekas dalam hatiku ?"

Sungmin menggeleng imut. Kyu mengusap pipi chubby Sungmin dan menempelkan dahi mereka. "Kaulah yang menyebabkannya. Cintamu membekas di hatiku dan akan selalu hidup Minimi. Saranghae."

Kyuhyun semakin mendekatkan wajah mereka, mengeliminasi jarak antara mereka.

Sedangkan Sungmin, menutup matanya, saat melihat Kyu yang tengah menutup mata dan semakin mendekatkan wajahnya. Nafas Kyu berhembus hangat di pipi Sungmin.

.

Chuuu...

.

Ciuman lembut mendarat dibibir Sungmin. Ciuman yang penuh dengan cinta. Ciuman tulus tanpa paksaan.

Kyu melumat pelan bibir Sungmin. Kedua lengannya tengah memeluk tubuh Sungmin dengan erat. Kakinya juga tengah melilit kaki Sungmin. Seluruh tubuh keduanya menegang saat junior mereka yang belum bangun sempurna (?) saling bergesekan.

Kyu semakin memperdalam ciumannya. Menghisap dan menyusupkan lidahnya kedalam mulut Sungmin.

Satu pertanyaan terbesit di benak Sungmin, 'Mengapa aku tak bisa menolak perlakuannya padaku ?'

"Mmmmhhh..." Bunyi lenguhan dan kecipak khas saliva yang bertambrakan menambah ramainya tempat itu. "Mmmhhhhh.. Akhh..."

.

.

TBC...

.

.

.

Mianhe jika NC KyuMin-nya aku cut. Ditabung buat besok ajah yah. Mianhe juga jika alurnya teramat lambat. Mianhe juga Updatenya luama buanget. Hhhh... Semoga tidak ada yang kecewa dengan chap ini. I already do all my best to make the ML scene. But, since that scene was Boy X Girl... It's really hard to make it good. Akhhh, i love YAOI much more.#sokinggrisdeh#

Jawaban review (beberapa ajah deh)

YukiLOVESUNGMIN: alurnya emang rada aneh sih, maju mundur gitu. Trus menurutku yang paling caper deelel itu ya si Kyuppa, abisnya dia kan evil. Udah mengklaim kalau bunnyMing itu miliknya. Dari semua vid and piku yang aku punya, Kyu lebih sering nunjukkin betapa dia care and jealous ma Mingppa. Aigo... Nggemesin deh mereka berdua..

Nae BabyKyu and yg lain yg nanyain KyuMin moment: KyuMin momentnya entah kenapa lum bisa banyak2, tapi janji deh, aku bakal buat yang manis banget.

Lee HyoJoon and yang lain yang pada ill feel ma Henry and Siwon:Please, jangan benci Siwon and Henry karena FF ini. Aslinya larakter mereka di FF ini baik kok, cuma mereka suka memaksakan kehendak ajah#senyuminnocentbarengHenry#

.

Jeongmal Gomawo buat yang udah ngereview: ZhuKYULee, NaeBabyKyu, ELFJiEyounG2112, ELF Sparkyu N Genstars 4ever, kyumin forever, melani kyuminElf, Shin EunSub, widiwMin, ChoLee KyuMin, Riliyana Mecca, Park Sohee, Prince Kyu, Aida Sungjin, Princess Kyumin, daraemondut, Lee Minra, melocechoole, KyunieMin, Winter Boy, Labu Manis, Mimiyeon, kyuminlinz92, 960120, NaKYUKYumin, Meong, Evil Bungsu KyuMinBaby 137, Akira Kou, Kim Min Hyun, Prince Kyu, Zahra, ikimasu, Chikyumin, honey26, SJ Little Fish, vitaminielf, Evilkyu Vee, YukiLOVESUNGMIN, karin, Lianzzz, nam seul mi, KyuMinLa, jotha aurigth, Dark 038, Rima Kyumin Elf, Enno Kim Lee, Lee HyoJoon, MegaKyu, Yolyol, and temen yang lain juga yang udah ngeadd me jadi fav author and fav story.

.

.

Still need your review...

Please...

Gomawo ^_^.