HATE TO HEART U

Author : rainy hearT

Cast :

- Cho Kyuhyun

- Lee Sungmin

- Henry Lau

- Other SUJU member

Pairing : ||KYUMIN || slight HenMin || Other Pairs

Genre : Romance, Drama, Sad

Rating : M

Length : Series

Disclaimer : All cast punya diri mereka sendiri dan Tuhan. #Sungmin akan selalu dan selalu punya saya#plakkk#

Warning : Please be patient|| BL/Boys Love/YAOI || EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia || typos || GS for Umma ||

Sumarry : || I am sorry but i have been waiting for this moment, I have been waiting forever. That your long-time love would end. Forget about him and wash him off from your mind. He's not meant to be with you. So baby won't you come to me...||

. ..

JEONGMAL MIANHAEYO

Karena kesalahan author dalam berbicara sehingga menimbulkan banyak masalah, terlebih karena author menyadari bahwa perkataan author telah menyakiti banyak pihak.

Hanya mencurahkan isi hati dan pikiran author, dan mungkin itu semua adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya.

Dengan ini daya meminta maaf untuk semua yang tersinggung dengan pernyataan saya.

.

Sekali lagi, saya juga manusia biasa.

SO PLEASE, BE PATIENT WITH ME

.

Sejujurnya, saya merindukan reviewan yang damai dari readerdeul sekalian. Dan jika hanya ingin mengajak berdebat,

PLEASE DON'T EVEN DARE TO CLICK IKON REVIEW.

GAMSAHAE.

.

NO COPAS ! NO BASH ! NO FLAME !

DON'T LIKE JUST DON'T READ

.

.

HAPPY READING

.

ooOoo HATE TO HEART U ooOoo

.

Chapter 8

.

.

At Sibum House

.

.

"Aku tahu apa yang kau lakukan." Wajah itu menatap datar pada yeoja yang baru saja pulang. Kibum, dia berhenti dan meletakkan dengan baik semua map yang hampir menjadi milik Kyuhyun. Map yang hampir saja menjadi boomerang baginya. Ia menatap sinis pada namja yang kini tengah menahan kemarahannya.

"Kelihatannya kau cukup kesulitan menahan amarahmu Choi Siwon. Jika kau ingin marah, lampiaskan saja. Bukankah itu mudah ? Seperti yang biasa kau lakukan."

Kibum berjalan kembali dan mengacuhkan tatapan sinis seorang Choi Siwon. Sesungguhnya, ia begitu takut saat mengucapkan semua perkataan yang sangat menusuk bagi suaminya itu. Tapi, inilah satu-satunya cara untuk mendapatkan hak sebagai seorang istri. Setidaknya, itulah yang disarankan oleh Cho Heechul.

Kibum menutup pintu kamarnya dan menangis pelan, mencoba menguatkan dirinya. Entah apa yang akan terjadi nanti, ia sudah pasrah. Dan seakan ketakutannya menjadi kenyataan, ia sedikit merinding mendengar langkah kaki, bunyi sepatu yang ia hapal betul siapa itu.

.

Tok... Tok... tokk...

.

"Biarkan aku masuk." Siwon berusaha masuk ke kamar mereka. Menarik pelan handle pintu dan mencoba membukanya. Pintu yang memang terasa berat saat ia mendorongnya, membuat Siwon menghela nafasnya pelan. Ia tahu benar kebiasaan Kibum. "Choi Kibum berhenti menutup dirimu dan jangan menghalangi pintu. Biarkan aku masuk."

Segera Kibum menghapus air matanya, memastikan tak ada sedikitpun jejak air mata di wajahnya. Perlahan ia memutar tubuhnya dan membuka pintu kamar mereka. Berjalan mundur membiarkan Siwon masuk. Dan semakin berjalan mundur menjauhi Siwon yang kini terlihat sangat menakutkan dimatanya.

"Untuk apa kau melakukan ini Bummie ?"

"Bukan urusanmu."

Siwon tersenyum aneh dan duduk di kursi santai yang ada di kamar mereka. Sesungguhnya, Kibum benar-benar takut sekarang. Ini pertama kali baginya bersikap ketus dan acuh pada Siwon. Sudah cukup ia mengalah dan sabar selama ini. Setidaknya, begitulah menurut seorang Cho Heechul. Lagi.

Kibum memaksakan mata cantiknya untuk menatap sinis pada Siwon. Hingga akhirnya Siwon melepaskan tawa dengan nada mengejeknya yang sungguh membuat Kibum merasa bahwa Siwon memang selalu menang atas segalanya.

"Hehehehehe, kau pikir kau bisa apa ? Choi Kibum ?" Siwon menghentikan perkataannya dan beranjak dari duduknya mendekati Kibum yang kini duduk diatas kasur mereka. Ia berlutut didepan Kibum dan mengusap pipi pucat yang masih basah itu.

"Kau pikir aku tak melihatnya ? Kau menangis Choi Kibum." Siwon kembali menyeringai, "Atau kau sudah bosan dengan nama itu dan ingin kembali menjadi Kim Kibum ?"

Kibum menatap tak percaya pada Siwon. Kibum mengangkat wajahnya dan menatap dalam pada mata Siwon. Mencoba mencari kesungguhan dalam perkataan suaminya itu. "Katakan saja kalau kau masih terobsesi dengan Heenim eonni. Bukankah itu lebih mudah ?"

"Sejak kapan kau dekat dengannya ? Untuk apa kau melakukan semua ini Choi Kibum?"

Kibum tersenyum aneh dan memalingkan wajahnya dari pandangan Siwon. Sesungguhnya, ia sedang berusaha keras menahan tangisnya. Sungguh menyakitkan jika harus menerima kenyataan jika suaminya sendiri masih sangat terobsesi dengan wanita lain.

"Aku hanya tak ingin kau menurunkan sifatmu pada Henry."

"Memang apa yang buruk ? Semua sifatku baik, dan aku juga sukses dalam bisnis. Bukankah aku satu yang terbaik untuk Henry." Siwon duduk disisi Kibum, saling berhadapan hingga ia dapat melihat dengan jelas betapa kuatnya seorang Choi Kibum yang biasanya lemah dan pasrah dihadapannya.

"Jadi kau pikir semua keegoisanmu cukup baik untuk dicontoh Henry ?"

Siwon diam sejenak, menahan kembali amarahnya yang terasa memuncak. Ia sungguh tak menyukai jika dilecehkan harga dirinya, terlebih oleh istrinya sendiri.

"Aku senang kau memanjakan dan menyayanginya selayaknya anakmu, meski dia lahir dari rahimku. Tapi aku sungguh tak bisa melihat Henry yang terus memaksakan kehendaknya pada orang lain, dan kurasa kau tahu benar siapa yang mengajarinya. Tuan yang terhormat."

Kibum hendak beranjak meninggalkan Siwon, namun dengan cepat Siwon menarik tubuh mungil Kibum hingga ia jatuh di pangkuan Siwon. "Siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu padaku ? Apa Eonni barumu itu ? Atau kau memang sudah menerima keputusanku untuk menikahinya hingga kau menjadi dekat dengannya ?" Siwon berbisik lirih ditelinga Kibum dan mengunci tubuhnya dalam pelukannya.

Kibum berusaha melepaskan pelukan Siwon, tubuhnya berulang kali menggeliat kuat tapi seakan tak ada artinya dibanding kuatnya lengan Siwon yang semakin kencang melilit pinggangnya. Sedikit merinding saat merasakan nafas hangat Siwon berhembus di leher Kibum.

"Aku tahu, kau bisa menerima pernikahan kami nanti Bummie."

"In your dream." Kibum menghentikan kegiatan menggeliatnya dan mencoba menguatkan hatinya. Ia harus benar-benar siap menerima konsekuensi dari semua perkataannya.

Siwon kini benar-benar marah, dengan kasar ia memutar tubuh kibum dan mencengkeram lengannya kuat. "Kau ... apa kau sengaja memancing amarahku hah ?" Siwon geram dan menatap tajam pada Kibum. Namun yeoja ini, juga tak kalah tegar sekarang, ia balik menatap Siwon dengan tatapan meremehkannya. "Menurutmu, memang apa yang aku lakukan ?"

Siwon mengendurkan cengkramannya dan dengan mudah Kibum melepaskan diri. Dia berjalan mendekati foto pernikahan mereka yang terpampang jelas dengan ukuran yang memang bisa dibilang sangat besar menempel dinding di atas perapian.

" Lihatlah foto ini." Kibum menoleh pada Siwon. "Bahkan, saat menikah denganku saja kau tak terlihat bahagia. Bukankah menyedihkan ? Padahal, saat itu aku sangat berharap kalau kau akan tersenyum untuk sekedar memperbaiki foto pernikahan yang sama sekali tak berguna ini. Merusak tatanan kamar."

"Heh," Siwon mendengus kesal. "Kalau begitu turunkan saja."

"I'll do it."

"Kau yakin ?"

"Teramat yakin, dan bukankah kau memang mau menceraikan aku ? Bukankah kau memang mau mengembalikan margaku ?"

Siwon berjalan mendekati Kibum, menatap dengan tatapan meremahkannya dan berjalan memutari Kibum. "Kau pikir, kau cukup hebat untuk sendiri ?"

"Bukan urusanmu."

"Baiklah, aku akan menceraikanmu."

Kibum tersenyum sinis pada Siwon, "Jeongmal gamsahamnida tuan yang terhormat. Tapi aku minta satu syarat."

"Mwo ?"

"Henry akan bersamaku." Kibum berjalan hendak keluar dari kamar mereka namun langkahnya terhenti saat mendengar Siwon berkata dengan angkuhnya, " Henry anakku, dan akan selamanya menjadi milikku."

Kibum membalikkan tubuhnya dan melipat kedua lengannya didepan dadanya. "Kau tak pernah merasakan sakit yang aku rasakan Tuan Choi, dan aku rasa Henry akan lebih baik bersamaku."

Siwon berjalan mendekati Kibum dan menatap tajam padanya, wajahnya sudah sangat merah menahan sejuta amarah yang seakan siap meledak keluar dari kepalanya. "Baiklah, mungkin memang kau merasakan semuanya. Tapi kau harus ingat, bahwa dia memang anakku. Yang artinya dia itu milikku."

"Mudah sekali kau mengatakannya Tuan. Apa kau lupa, kau sempat meragukannya ? Apa kau lupa, kau menuduhku hamil dengan orang lain ? Apa kau lupa kau menuduhku menjebakmu ? Apa kau lupa saat kau..."

.

"Awwwhhhh..."

.

"Berhenti berbicara atau aku akan menyiksamu."

"Apa kau tersinggung ? Jika memang iya, secara tak langsung kau sudah mengakuinya. Kau... awhhh... lepaskan aku."

Tangan Siwon masih mencengkeram erat pergelangan tangan Kibum. "Sesungguhnya aku sangat ingin menamparmu, tapi akan berbahaya jika Henry melihatnya. Bukankah lebih baik begini ? Apa kau tersiksa ? Apa kau bisa diam ?"

Siwon semakin mengeratkan cengkramannya. "Siksa aku sesukamu, dan kau akan merasakan sejauh mana keegoisanmu Tuan yang terhormat."

"Berhenti !"

"Wae ?" Kibum berkata lirih disela ringisannya menahan sakit dipergelangan tangannya.

.

Drrttt... drttt... drttt...

.

Ponsel Kibum bergetar kuat di sakunya. Ia berusaha kuat meraihnya dan menjawab panggilannya. "Nde baby, wae ?"

'Umma, aku akan menginap dirumah seonsaeng.'

"Nde, hati-hati. Eumm... kau sudah makan ?"

'Nde Umma.'

"Ya sudah, jangan tidur terlalu malam."

'Eum... pay-pay.'

.

Plip

.

Panggilan itu berakhir dan cengkraman Siwon pun melemah. Kibum melepaskan tangannya dan mengusap pergelangan tangannya yang memerah. "Kau tak hanya egois tapi juga gila."

"Terserah kau saja !"

.

Blam !

.

Siwon meninggalkan kamar mereka. Menyisakan Kibum yang kini jatuh terduduk dan terisak lirih. "Mianhe baby..."

.

.

Zhoumi x Henry Side

.

.

'Nde baby, wae ?'

"Umma, aku akan menginap dirumah seonsaeng."

'Nde, hati-hati. Eumm... kau sudah makan ?'

"Nde Umma."

'Ya sudah, jangan tidur terlalu malam.'

"Eum... pay-pay."

.

Plip

.

Henry meletakkan ponselnya dan kembali menatap pada Zhoumi yang kini sedang memeriksa hasil pekerjaannya. "Cukup memuaskan." Zhoumi memberikan kertas ujiannya pada Henry.

Henry menatap bangga. " B ?"

Zhoumi mengangguk. "Tidak sia-sia bukan ? Bahkan dalam tiga hari saja kau bisa dapat B. Kurasa, meski nilaimu tak akan sempurna tapi untuk mencapai tingkat memuaskan sudah dengan mudah kau dapatkan. Bukankah tidak buruk ?"

Henry mengangguk lemah. Sesekali ia tersenyum menatap hasil kerja kerasnya. "Kau guru yang baik, Gege."

"Tentu saja."

Henry tersenyum pada Zhoumi. Hingga pipi chubby-nya semakin terlihat chubby dan matanya semakin menyipit. "Xie – xie." Zhoumi mengangguk dan mengacak pelan rambut Henry. "Apa kau lapar ? Kurasa kau butuh makan. Tak baik membohongi Ummamu dengan mengatakan kau sudah makan, padahal dalam kenyataannya kau hanya makan biskuit saja."

"Sebenarnya aku lapar, dan bosan." Henry menghela nafasnya berat. " Bisakah kita keluar, aku bosan ?"

"Tentu."

.

.

"Bagaimana ? Kau suka ?"

Namja itu hanya mengangguk mulutnya sudah penuh dengan Tteokbokki. "Kau lucu sekali. Pipimu seperti Mochi ? Hehehe... dasar mochi."

Henry mengerucutkan bibirnya menandakan ia kesal dan tak suka mendengar perkataan Zhoumi. Tapi tetap saja Zhoumi terus meledeknya. "Kau bulat seperti Mochi. Apa kau sadar, kau itu sangat menggemaskan."

"Hei, jangan katakan kau menyukaiku ?"

"Mwo ?" Zhoumi melotot tak percaya. "Ish, jangan menatapku seperti itu. Kau mengerikan, koala merah."

"Siapa koala merah ? Enak saja, aku ini namja paling tampan dan pintar."

"Iya memang, tapi tetap saja kau koala merah. Rambutmu itu jelek."

Zhoumi tertawa kesal. Sejujurnya, ia tak suka ada orang yang mengomentari penampilannya. Tapi sepertinya untuk namja yang satu ini, itu sebuah pengecualian. "Arra, besok aku mengubah warna rambutku."

Henry mengangguk tanpa menatap Zhoumi. Ia masih sibuk dengan makanannya. "Baguslah."

Zhoumi hanya bisa mendesah tak percaya. 'Ada apa denganku ?'

.

.

"Ini, pakailah."

Zhoumi menyerahkan piyamanya dan menyuruh Henry berganti baju. Dengan langkah pelan karena sudah mengantuk, Henry masuk ke dalam kamar mandi kecil disudut ruangan dan kembali dengan langkah malasnya. Sesungguhnya ia tak merasa nyaman sedikitpun memakai piyama yang menurutnya... "Ini sangat amat besar Gege."

Namun melihat Henry, Zhoumi bukannya menyahuti keluhan Henry tapi malah sibuk menatap pada namja yang terlihat sangat menggemaskan itu. Piyama biru Zhoumi memang kebesaran, hingga Henry semakin terlihat seperti anak kecil sekarang.

"Wae ? Kenapa melihatku seperti itu ?"

Zhoumi menggeleng cepat dan kembali berkonsentrasi pada tugasnya tadi. Membereskan meja belajar mereka. Melihat Henry yang Sudah mengantuk, Zhoumi menyudahi kegiatannya dan menatap lembut pada Henry. 'So cute.' Ia hanya membatin melihat Henry yang sudah mengantuk, duduk memejamkan matanya dan sesekali menguap.

"Kau bisa tidur di kamarku dan aku akan tidur disini saja. Itu kamarku." Zhoumi menunjuk pada pintu coklat yang sedikit terbuka. Henry mengangguk dan berjalan ke kamar Zhoumi. Kesan pertama saat ia memasuki kamar Zhoumi adalah... "Awesome !"

Dan Zhoumi bisa mendengarnya. Ia segera melangkah mendekati Henry dan masuk ke kamarnya. "Kajja, masuklah. Ini selimutmu." Zhoumi memberikan selimut lain pada Henry dan menggotong selimutnya dan juga bantalnya sendiri.

"Gege, kamarmu ini..."

"Kenapa ? Aneh ?"

Henry menggeleng cepat. Ia melangkah mendekati home teater dan banyak benda portable lain yang ada disana. "Kau bahkan punya kamera ini ? Bukankah, ini kamera untuk film ? Akh, bahkan aku tak tahu namanya."

Zhoumi mendekati Henry dan menariknya untuk duduk di kasurnya. "Aku membuat film dokumentasi dan juga kegilaanku pada game tak bisa berhenti hingga sekarang. Kuharap, kau tak menyentuh apapun disini. Arraseo ?"

Henry mengangguk imut. "Arra Gege. Tapi aku tidak tanggung jawab jika nanti aku menyentuhnya tanpa bisa aku kendalikan."

"Apa maksudmu ?"

"Aku berjalan dalam tidurku."

.

.

Akhirnya, Zhoumi memutuskan untuk tidur dikamarnya. Bersama dengan Henry tentunya, dan jangan tanyakan dimana dia tidur sekarang. "Ck, seperti yeoja saja. Kenapa tidur satu kasur denganku saja tidak mau ? Dasar anak kecil."

Zhoumi mengangkat tubuhnya dan mendongak sedikit menatap pada namja yang sudah tertidur pulas diatas kasurnya. Perlahan Zhoumi naik keksaur itu dan berbaring disana. "Akh, my lovely bed."

.

Pluk

.

"Ahhh."

Sebuah kaki sukses mendarat dan tanpa sengaja lutut dari kaki tu tepat memukul pada sesuatu disana. Zhoumi melenguh pelan, perlahan ia menurunkan kaki Henry, menjauhkan lutut kecil itu dari tempat tersensitif ditubuhnya.

"Dasar bocah kecil mesum !" Zhoumi menyentil pelan dahi Henry, namun bukannya diam kini Henry menjatuhkan tangannya ke dada Zhoumi dan menggerakkannya pelan. "Umma." Gumaman lirih Henry membuat Zhoumi menyadari satu kenyataan. "Dasar manja."

Zhoumi mencoba menyingkirkan lengan Henry, tapi kini bukan Hanya lengannya saja tapi malah seluruh tubuh Henry jatuh padanya.

.

Greeppp...

.

"Kya !"

Zhoumi menatap kesal pada wajah yang kini berada sangat dekat dengannya. Wajah innocent Henry memang sangat menggemaskan dan membuat Zhoumi tak bisa lagi untuk menahan diri sekarang. Perlahan ia mengusap dahi Henry. "Anak bodoh."

Dan Henry kini malah mengusap-usapkan kepalanya pada dada Zhoumi, "Hmmm... hangat."

.

Degh... deghh... degh...

.

Zhoumi bisa merasakannya. Betapa jantungnya bekerja begitu cepat sekarang, dan ia harus mengakuinya. Betapa ia gila sekarang. Menahan desahannya saat entah sengaja atau tidak, lutut Henry kembali menggesek privat-nya.

"Ahhhh, henti... ahhh..."

Are you horny ? Tentu saja ya. Zhoumi sudah sangat Horny sekarang. Ia semakin menatap dalam pada wajah Henry. Sekesal apapun Zhoumi padanya, masih dalam lagi rasa yang seakan meledak dalam tubuhnya. Ia sungguh ingin menyingkirkan tubuh itu. Namun sayang, sepertinya akan sangat sulit, mengingat kini lengan Henry sudah melingkar kuat mengikat lehernya.

Zhoumi bisa merasakan deru nafas hangat Henry yang terus saja menggelitik leher dan telinganya. 'Kalau begini, aku harus bagaimana ? Ish, panas.' Zhoumi membatin, menatap bibir merah Henry yang sedikit terbuka seakan mengundangnya untuk segera menuntaskan apa yang sangat ingin ia lakukan.

.

.

At Sungmin House

.

.

"Sedang apa kau ?" Seorang namja menatap kasar yeoja yang dengan santainya lalu lalang didepannya. Yeoja itu sengaja meliburkan semua pelayannya, karena ingin sesuatu yang lebih privat diantara mereka. "Kemana semua pelayan dan supir ?" Namja itu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. "Kenapa kau yang memasak ?"

Namja itu, Kangin. Ia duduk di kursi meja makan, menunggu makan malam yang memang telat untuk mereka. Sedangkan Teukki, ia sibuk mondar-mandir untuk menghangatkan makanan. Biasanya satu atau dua pelayan pasti masih bangun untuk membantu Teukki. Namun, hal itu tidak terjadi pada hari ini. Selesai dengan makanannya, Teukki duduk dihadapan Kangin. "Makanlah, aku tahu kau lapar."

Dengan segera Kangin memakannya. Memang, Kangin lebih senang masakan Teukki. Hingga jika memang tak ada kepentingan bisnis, ia lebih suka makan di rumah.

.

.

Kangin kembali menatap lekat pada Teukki. Kini mereka sudah dikamarnya. "Bagaiamana keadaan Sungmin ?"

"Dia tidak apa-apa. Wae ?"

Kangin menggeleng dan merebahkan tubuhnya disisi Teukki. "Apa kau masih marah padaku ?"

"Menurutmu ?"

"Mungkin iya."

Teukki tersenyum tipis, "Aku hanya berharap suamiku mau berubah. Aku hanya merindukan Sungmin yang dulu." Teukki menoleh pada Kangin dan mengusap dadanya. Memainkan jemari lentiknya yang seakan mengisyaratkan ia sedang menggoda namja itu. "Bukankah sudah cukup buktinya ? Meski kau secara tak langsung mencuci otak Sungmin, tetap saja dia mengingat Kyuhyun."

Teukki menghentikan kegiatannya dan kembali berbaring seperti semula. Merasa kehilangan, Kangin kini menyangga tubuhnya dengan sikunya dan menatap pada Teukki. Teukki menatap wajah Kangin yang kini begitu dekat dengannya, menatap betapa tampannya wajah itu dulu. "Sekarang kau menakutkan, yeobo." Teukki mengusap pipi Kangin sekilas dan menariknya dalam ciuman ringan mereka.

Tangan Teukki kini bermain di leher Kangin. Jemarinya menggelitik dan mengusap lembut tengkuk Kangin. "Jika dulu, aku mendukungmu karena berharap Sungmin lebih bahagia nanti. Tapi, karena pada kenyataannya tak seperti itu jadi aku..."

"Emmmhhh..."

Ciuman Kangin yang mendadak, sukses menghentikan semua perkataan Teukki, dan dimulailah malam panjang yang penuh dengan desahan di kamar itu.

"Sarangahe Teukki-ah..."

"Nad... ooohhhh... lebih dalam yeobo... ahhhh..."

.

.

KYUMIN SIDE

.

.

"Kau ingat tempat ini ?"

Sungmin mengangguk pelan. "Ini adalah motel dimana kau mengurungku semalaman dan menghajarku berkali-kali."

"Kuharap kau menyukai suasananya."

Sungmin kembali mengangguk. "Meski takut memikirkan apa yang akan terjadi pada Umma, tapi aku sangat menginginkan waktu seperti ini. Dimana hanya ada kau dan aku tanpa aku harus pusing memikirkan kemarahan Umma dan Appa. Aku selalu ingin bersamamu Kyu..."

Kyuhyun tersenyum evil dan memeluk Sungmin dari belakang. Sengaja, ia menghembuskan nafasnya menerpa tengkuk Sungmin. "Tenanglah, dan nikmati saja. Lihatah langit itu, sangat indah bukan ?" Sungmin mengangguk. Mereka kini diam dan menatap betapa indahnya sunset yang sedang memanjakan mata mereka.

"Terlalu indah untuk dilewatkan. Sepertimu Minimi." Dan Kyuhyun tak tahan sekarang. Belum juga Sunset itu selesai dan terbenam, tangan Kyuhyun sudah menjelajah pinggang Sungmin dan mengusap pelan dada Sungmin.

"Hentikan Kyuhhh, sunsetnya belum selesai."

"Biarkan saja."

Perlahan Kyuhyun kembali mengukir jejak cintanya di leher Sungmin. "Euunnnghhh..." Sungmin melenguh pelan dan mencengkeram kuat tangan Kyuhyun yang lain. Ia sudah tak menatap Sunset lagi. Matanya sudah terpejam menikmati setiap perlakuan Kyuhyun.

"Minimi, aku tak tahan lagi."

Dengan segera Kyuhyun menggotong tubuh Sungmin dan menjatuhkannya di kasur mereka. Mengunci pintu dan segera menindih Sungmin. Sungmin berusaha menutupi rasa malunya. Ia tahu benar apa yang akan Kyuhyun lakukan sekarang. Tapi seakan ingin bermain dulu, ia selalu menghindari ciuman Kyuhyun.

"Hhhh, kenapa mengelak terus ? Kau tahu ? Aku sudah merindukan bibirmu itu."

"Hmmm, mandilah dulu." Lengan Sungmin melingkar cantik di leher Kyuhyun. "Aku juga ingin mandi, tapi aku ingin menikmati sunset dulu. Jadi, kau mandilah dulu dan setelah itu kita baru bermain. Otte ?"

Meski kesal, tapi akhirnya Kyuhyun mengangguk dan beranjak dari tubuh Sungmin. "Awas saja kalau kau menghindar lagi bunny Minimin." Kyuhyun mengambil handuknya dan berjalan malas ke kamar mandi. Sedangkan Sungmin, tersenyum aneh dan kemudian keluar lagi dan kembali menatap langit sore yang sangat indah itu.

Dan tak lama kemudian, akhirnya gelap. Sungmin masuk kembali kedalam kamar mereka. Namun sama sekali tak menemukan Kyuhyun. Ia berjalan ke arah kamar mandi, dan pintunya sudah terbuka. Menandakan sudah tak ada makhluk lain disana.

"Kyunie, oddiega ?"

Sungmin berteriak pelan dan terus mencari Kyuhyun di ruangan itu. Namun sama sekali tak menemukannya. "Kemana dia ?" Sungmin meraih handuknya dan pergi mandi. Dan Kosong. Ia mengecek seluruh sisi kamar mandi tapi tak menemukan Kyuhyun. Akhirnya, Sungmin memutuskan untuk mandi dan menunggu Kyuhyun. "Mungkin saja dia keluar dan aku tak mengetahuinya."

.

.

"Aku kira kau kemana." Sungmin menatap lega pada namja yang baru saja masuk ke kamar mereka. "Aku tahu, kau pasti akan lapar. Mengingat kita hanya makan roti di kantin tadi siang." Kyuhyun meletakkan nampan berisi dua porsi makan malam dengan menu nasi campur. "Hhhh, aku pesan ini karena aku lapar dan akan membutuhkan tenaga ekstra. Kajja, makan."

Sungmin hanya menggeleng pelan dan kemudian meraih makanannya. Sesekali mereka saling tersenyum dan mencuri pandang. "Aku tahu, aku tampan. Tapi tak usah sampai seperti itu kau menatapku Min."

"Ish, narsismu tak hilang rupanya."

.

.

"Min, ayolah..."

"Aku kekenyangan Kyu, nanti dulu."

"Tapi Minimi..."

"Nanti Kyuhyunie."

Sungmin menggeliat melepaskan pelukan Kyuhyun dan duduk disofa nyaman di kamar itu. Meraih remote TV dan malah menonton acara drama kesukaannya. "Setelah ini selesai dan kita akan bermain." Kyuhyun mengangguk pasrah, "Arratta," dan duduk disisi Sungmin.

Tapi, evil kita yang sudah tak bisa menahan dirinya terus saja mengerjai Sungmin. Lengannya sudah melingkar di pinggang Sungmin. "Kyuhh, aku sedang menonton dramaku. Tunggulah sebentar..."

Tapi Kyuhyun sepertinya sudah tuli untuk mendengarkan penolakan Sungmin. Ia meniup pelan telinga Sungmin dan menjilatnya perlahan. Memainkan lidahnya, memanja dan merangsang titik sensitive Sungmin itu. "Ouh Kyuhhh, please... ahhh..."

"Aku tahu kau menyukainya, Min..."

"Ahhh, dramaku Kyuhhh ahhh... ssshhhh... ahhhh..."

Sungmin menggeliat pelan dalam rengkuhan Kyuhyun. Tanpa ia sadari, ia mendongakkan kepalanya seakan memberi akses bagi Kyuhyun untuk memanja leher putihnya. Jemarinya meremas gemas rambut coklat Kyuhyun dan menekannya sedikit seakan meminta Kyuhyun menghisap lebih dalam dan lebih dalam lagi.

Kyuhyun tertawa dalam hati, ia tahu benar jika Sungmin tak akan sanggup menolak dirinya. Jemari Kyuhyun perlahan menyusup kebawah bokong Sungmin dan meremasnya kuat. Sedikit mendorong Sungmin hingga ia sekarang terbaring di sofa yang cukup luas itu dan dengan senang hati Kyuhyun memulai penjelajahannya.

"Nnnnghhhh Kyuhhh... ahhh nikmat sekalihhh ahhhh..."

Sungmin mendesah pelan merasakan lidah pintar Kyuhyun yang perlahan terus memanja nippleya. Entah kapan piyama Sungmin lepas hingga menunjukkan tubuhnya yang hanya dibalut oleh underwear saja, yang membuat Sungmin semakin terlihat seksi dimata Kyuhyun. Jemari Kyuhyun sudah memelintir dan sesekali meremas gemas dada Sungmin yang sedikit berisi itu.

"Shhh... ahhhh... Kyuhhh..."

Sungmin mendesah nikmat saat Kyuhyun menggesekkan lututnya pada junior Sungmin. Tubuh Sungmin menggeliat pelan dan terus bergerak.

Lidah Kyuhyun sudah beralih dari nipple Sungmin dan kini ia menjilat pelan perut Sungmin. Menghentikan gesekan lututnya dan mulai menurunkan underwear Sungmin. Betapa pasrahnya Sungmin sekarang, melihat Kyuhyun yang masih berpakaian lengkap sedangkan dirinya sendiri sudah telanjang bulat.

"Sexy..."

Kyuhyun tersenyum nakal dan mulai menjilat ujung junior Sungmin. membersihkan precum yang sedah keluar sedikit demi sedikit dan meremas pelan twinsballnya.

"Ouhhh Kyuhhh, nikmat ahhh..."

Kyuhyun terus menjilat junior Sungmin. Menyusuri urat batang junior Sungmin dan menghisap lembut daging yang sudah sangat keras itu.

"Kyu... masukkan saja Kyuh..."

Dengan segera Kyuhyun meraup semua junior Sungmin, "Ahhhh... terus Kyuhh, nikmathhh ahhh ..." Dan Sungmin hanya bisa terus mendesah. Jemari Kyuhyun tengah berusaha melepas semua kancing piayamanya dan memelorotkan celananya.

"Kenapa pelan sekali Kyuh... cepat ahhh..."

Sungmin sempat protes karena Kyuhyun yang mengulum pelan Juniornya. Meski masih terasa hangat tapi tetap saja tidak terasa nikmat seperti biasanya.

Kyuhyun mengocok pelan juniornya sendiri dan dengan sekali hentak memasukkan kasar juniornya pada hole Sungmin.

"Appo ! Kya ! Sakit ahhhhh appp... oooouuhhh..."

Meski sakit tetap saja Sungmin melenguh merasakan junior Kyuhyun yang terasa penuh diholenya sedang menggenjot dan terus menusuk masuk kedalam.

"Ahhhh, lebih dalam Kyuhh... ouh.. ini nikmat... ahhh Kyuh... "

Jemari Kyuhyun tang tinggal diam. Sudah mengocok junior Sungmin seirama dengan genjotannya.

"Ouhh there... ahh disana lagih.. akhh Kyuhhh nde ... ahhh lagi akkkkhhhh..."

Sungmin melenguh dan berteriak hebat. Dan yang ia bisa lakukan, hanya meremas gemas sofa yang menjadi ajang tempat percintaan mereka.

"Ouhhh Ming kau sangat nikmath dan sempith ahhh..."

"Ahhhh Kyuhhh terus Kyuhh... lebih cepat... akhhh..."

"Hhhhh... ahhhh ... ahhh... Ming assshhh..."

"Kyuhhhh ahhhh Kyuhh... hyunie ahhhh..."

Sungmin menggelinjang hebat merasakan sesuatu yang seakan sudah memberontak ingin keluar dari dalam tubuhnya. Dan Kyuhyun dapat merasakan itu.

"Hampir sampai Kyuhhh ahhh lebih cepat ahhh... lebih dalam..."

Kyuhyun mengangkat kedua kaki Sungmin ke bahunya dan kembali menggenjot kuat hole Sungmin. Menusuk berulang kali sweet spot Sungmin hingga akhirnya...

"Aku ... Kyuhhh !"

Sungmin keluar terlebih dahulu dan Kyuhyun masih meneruskan genjotannya. "Ahhh kau kuat sekalihhh Kyuhh... hhahhh... hhhahahh..." Sungmin masih mengatur nafasnya.

"Karena itu aku jadi seme muhhh.. aouhhh Kau nikmat Min... ahhhh... "

Kyuhyun meraup bibir Sungmin dan menghisapnya kuat. ia meremas gemas dada Sungmin untuk menyalurkan segala hasratnya hingga akhirnya ia menembakkan cairannya ke dalam hole Sungmin berulang-ulang.

Rasa hangat merasuk kedalam tubuh Sungmin, dan seketika Kyuhyun menghentika ciumannya dan menatap wajah sayu Sungmin yang kelelahan. "Kau terlalu menggoda meski untuk dilewatkan barang sedetik saja Minimi.."

"Ouhhh Kyuhh... hentikan ahhhh..."

Kyuhyun kembali menggenjot juniornya di dalam Hhole Sungmin dengan cepat.

"Ahhhh kau masih sempit Ming ahhh..."

.

Cepak... cepok... cepak...

.

Suara gesekan paha Kyuhyun dan bokong Sungmin semakin menambah suasana panas di kamar itu.

"Ahhhh terus Kyuhhh... auhhh terus lebih dalam... akhhh..."

"Ouh Min... kau nikmathh akhhh... ahhhh...".

.

.

.

TBC...

.

.

Mianhe jika NC-nya jelek atau malah sama sekali gag berasa. Author bisa maklum karena tuh NC emang baru dikit doang. Chap besok dilanjutin lagi. Mianhe, jika ada yang kecewa dengan chap ini.

.

Jeongmal Gomawo buat yang udah ngereview:

Cho Hyun Jin, Yolyol, Lee HyoJoon, MegaKyu, dita0307sunggie, Rosa Damascena, Kyumin Forever, KyuMin aegyanya KyunnieAppaSamaMinnieUmma. Cherry, Kyukyuminnie, dhian kyuhae elf, Auliayyg, Kim Nuri Shfly, Lil-larry, AngelFishy, I'M MISS SIMPLE, Lady Canoopus, ShiNe9519, qminhee, EmyKMS, Cho MiNa, Jung In Ra, Cho KyuMin, Yuni, rasmachubby, FLAKYUMIN, Kim Min Lee, Aya-Chan, Iruma-chan, ZhuKYULee, NaeBabyKyu, 2093, Kyukyu, Dina LuvKyumin, ar13n, Yuukime isme, Saeko Hichoru, ELFJiEyounG2112, ELF Sparkyu N Genstars 4ever, kyumin forever, melani kyuminElf, Shin EunSub, widiwMin, ChoLee KyuMin, Riliyana Mecca, Park Sohee, Prince Kyu, Aida Sungjin, Princess Kyumin, daraemondut, Lee Minra, melocechoole, KyunieMin, Winter Boy, Labu Manis, Kim Munhee, Mimiyeon, kyuminlinz92, 960120, NaKYUKYumin, Meong, The-Shiirayukii, Evil Bungsu KyuMinBaby 137, Akira Kou, Kim Min Hyun, Prince Kyu, Zahra, ikkimassu, BarbeKyu , Chikyumin, honey26, SJ Little Fish, vitaminielf, Evilkyu Vee, YukiLOVESUNGMIN, tjkyuri, karin, Lianzzz, nam seul mi, KyuMinLa, jotha aurigth, Dark 038, Rima Kyumin Elf, E.L.F, kyokyorae, Bunny Ming, Park KyuMin, Galtrisia, Lee Tae Ri, astaat, KarooMinnie, Sparkyuminnie,Kim Heenim, Enno Kim Lee, Blacksmille4ever, ShiNe9519, Lady Canopus, Yukii,

and temen yang lain juga yang udah ngeadd me jadi fav author and fav story.

Add My new FB account

Name " Rainy Saranghaesungminyoungsaeng Heart"

And Enjoy My other Fic

"SECRET HEART"

.

Gomawo ^_^