Hate To Heart U
Author : rainy hearT
Cast :
- Cho Kyuhyun
- Lee Sungmin
- Henry Lau
- Other SUJU member
Pairing : ||KYUMIN || slight HenMin || Other Pairs
Genre : Romance, Drama, Sad
Rating : M
Length : Series
Disclaimer : All cast punya diri mereka sendiri dan Tuhan. #Sungmin akan selalu dan selalu punya saya#plakkk#
Warning : Please be patient|| BL/Boys Love/YAOI || EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia || typos || GS for Umma ||
Sumarry : || I am sorry but i have been waiting for this moment, I have been waiting forever. That your long-time love would end. Forget about him and wash him off from your mind. He's not meant to be with you. So baby won't you come to me...||
.
Be Patient With Me
.
NO COPAS ! NO BASH ! NO FLAME !
Don't Like, please Just Don't READ
.
.
HAPPY READING
.
HATE TO HEART U
.
Chapter 10
.
.
ZHOURY SIDE
.
.
Zhoumi langsung membuka matanya. Ia menatap horor pada wajah innocent yang terkejut menatapnya. Jarak wajah mereka tak lebih dari sepuluh centi dan Zhoumi bisa merasakan nafas hangat Henry yang berhembus menerpa wajahnya.
"Apa yang kau... ahhhh Hen...ry ahhhh..."
Zhoumi memejamkan matanya dan menggigit bibirnya berusaha menahan sesuatu yang hampir meledak didalam tubuhnya. "Gege, kau kenapa ?" Henry bertanya dengan sejuta kepolosannya. Dan tanpa ia sadari, ia terus menekan privat Zhoumi.
"Akhhhh... Hen... ahhh... kau..."
Henry yang panik, semakin menempelkan tubuhnya dan menindih Zhoumi. "Gege, gwenchana ?"
"Ahni, aku sangat buruk." Suara berat Zhoumi membuat Henry bertambah khawatir padanya. "Adakah yang sakit gege ? Wajahmu benar-benar merah."
Dan untuk kali ini, salahkanlah betapa polosnya Innocent Prince kita yang satu ini. Mata yang memancarkan perasaan khawatir, serta jemarinya yang mengusap keringat di dahi dan pelipis Zhoumi. Siapapun tak akan bisa menahannya.
Secepat kilat, tanpa memikirkan apapun lagi, Zhoumi menekan tengkuk Henry dan menguncinya. Menatap mata yang membulat dan terkejut itu dengan pandangan evilnya. "Kau mau tahu, aku kenapa ?" Henry hanya mengangguk dalam ketakutannya. "Beb-benarkah ka-kau sakk-" Dan Zhoumi tak membiarkan bibir merah itu terus berbicara lagi.
Zhoumi langsung melumat bibir Henry, memejamkan matanya dan meresapi betapa nikmatnya morning kiss itu. Meski sangat susah, akhirnya Zhoumi berhasil memasukkan lidahnya kedalam mulut Henry. "Emmmhhhh... Emmmmhhhh..." Zhoumi melenguh pelan diantara aktifitasnya. Juniornya yang terus tertekan oleh lutut Henry, kini semakin menegang karena Henry terus menggeseknya naik dan turun.
Henry terus menggerakkan seluruh tubuhnya. Seakan memaksa Zhoumi untuk menghentikan aksinya. Namun, Zhoumi yang sudah sangat horny sepertinya tak bisa lag menghentikan semuanya.
"Emmmmmhhhh... emmhhhh ... ahhhh..."
Henry melenguh saat tangan nakal Zhoumi yang lain sudah menyusup kedalam baju piyamanya dan mengusap lembut punggungnya. Henry masih berusaha melepaskan dirinya, ia mencoba menjauhkan tubuhnya dari Zhoumi. Dan hal ini membuat Zhoumi segera berbalik dan mengganti posisinya. Ia mengunci Henry dengan kedua tangannya yang memegang pergelangan tangan Henry. "Apa maksudmu, Gege ? Kenapa kau..."
Zhoumi hanya tersenyum aneh. Ia menaikkan lututnya hingga berada tepat di atas junior Henry yang masih terbalut piyama dan underwearnya. "Ini adalah hukumanmu. Kau mengganggu tidurku, anak bodoh." Dan Zhoumi langsung menggesek dan sedikit menekan bagian privat itu.
Henry menggigit kuat bibirnya. Memejamkan kedua matanya rapat-rapat. Ia sungguh tak tahu rasanya akan senikmat ini. Melihat itu, Zhoumi semakin bersemangat menggodanya. Ia menurunkan tubuhnya dan menjilat pelan lubang telinga Henry.
"Ahhhhh...! Gege..." Tubuh Henry menggelinjang hebat. Ia berusaha melepaskan cengkraman jari Zhoumi pada pergelangan tangannya. Tapi rasanya semua itu sia-sia saja. "Kita baru memulainya Henry."
Tanpa ampun. Zhoumi kemudian mencium ganas bibir Henry. Kedua tangannya sudah tak mencengkeram pergelangan tangan Henry, tapi hal itu sama sekali tak membuat Henry memberikan perlawanan atas apa yang di lakukan Zhoumi.
"Emmmhhh... Lepashhhh...Gehhhh..."
Henry terus mencoba mendorong dada Zhoumi, menggelengkan kepalanya mencoba menghindar dari ciuman ganas Zhoumi. Zhoumi tak kehabisan akal, dengan tangannya yang bebas, ia memijat pelan junior Henry.
"Ouhhhh... Geehhh..."
Henry mendorong kuat dada Zhoumi hingga ciumannya terlepas. Kaki Henry yang terkunci kuat oleh kaki Zhoumi sama sekali tak bisa digerakkan. Zhoumi terus memijat pelan dan kembali menggoda leher Henry. "Mendesahlah untukku... Baby..."
Henry merinding tak karuan mendengarnya. Ia masih mencoba menyingkirkan tangan Zhoumi dari juniornya. Tapi sungguh, ia sudah tak berdaya. Tenaganya seakan habis saat ia cum pertama kalinya. Cum di dalam piyama dan underwearnya. Zhoumi tersenyum aneh dan menjilat bibir merah Henry. "I know, you like it..."
"Ahhh... Ahh... Apa inihh..." Nafas Henry terasa berat. Entah apa yang terjadi pada tubuhnya. Rasanya ia sangat lemas. "Apa yang akan kau lakukan, Gege?" Henry menatap Zhoumi penuh tanya. Zhoumi hanya diam dan meneruskan pekerjaannya. Melucuti pakaian Henry. "Gege, hentikan..." Henry mencoba menghalangi tangan Zhoumi.
Tapi hal itu sama sekali tak berguna. Meski Zhoumi tak berhasil membuka baju piyama Henry, tapi dengan mudah ia melepaskan celana dan underwear.
Kaki Henry sudah lemas dan sama sekali tak bisa melawan semua perlakuan Zhoumi. Itu adalah cum pertama di sepanjang hidupnya. Ia mulai menggigit bibirnya kembali, menahan desahannya. "Gehhhh... Ouhhhh..." Akhirnya, ia tak kuat lagi dan mendesah pelan.
Merasakan tubuhnya seakan disengat listrik ribuan volt saat lidah Zhoumi menusuk dan menjilat kepala juniornya.
"Hentikan... Ahh... Aku akn menendangmuhhh... Please..."
Zhoumi menghentikan jilatannya. Ia mengangkat wajahnya dan sedikit memelorotkan celananya. Membebaskan juniornya yang sudah sesak. Zhoumi mencium bibir Henry sekilas, hanya menempelkannya saja. "Mianhe..."
"Eunnghhhh..." Henry menutup rapat kedua matanya, saat jemari Zhoumi mengolesi single holenya dengan spermanya sendiri. Zhoumi juga melumuri juniornya dengan sperma Henry dan mengocoknya sendiri hingga juniornya benar-benar tegang.
"Persiapkan dirimu..."
Henry membuka matanya perlahan. Menatap penuh tanya pada Zhoumi yang terus menyeringai. "Apa mak... Ahhhh...! Ge...! Hahh...ha... Appo...!"
Henry menangis pelan, mencengkeram kuat bantalnya. "Berhentihhh... Ouhhh... Hh...hhhh..." Nafas Henry terus berderu cepat dan sesak. Jantungnya berdebar kencang merasakan sesuatu yang keras dan tumpul memaksa masuk kedalam holenya. "Haahhhh...hahahhh... Kumohon Ge... Sak... Ahhh...!"
Henry kembali menjerit keras. Punggungnya melengkung dan tubuhnya terus menggelinjang hebat. Zhoumi sudah tuli untuk mendengarkan teriakan kesakitan Henry. Ia semakin tersenyum nakal dan menggigit pelan telinga Henry. "Tenanglah... Sebentar lagi, kau akan menyukainya."
Zhoumi terus berusaha memasukkan juniornya. Perlahan mendorong dan menggerakkannya maju mundur sedikit demi sedikit dan pelan. "Ouhhh... Ouhhh... Gee...hhhh..."
Dada Henry naik turun merasakan sensasi yang baru yang terus melanda tubuhnya. Tangan Zhoumi mengocok pelan junior Henry, senada dengan genjotannya yang pelan dan hati-hati.
"Kau suka?" Zhoumi berbisik lirih ditelinga Henry, dan dengan terpaksa meski pada kenyataannya ia sangat menikmatinya, Henry mengangguk pelan.
"Bagus, bersiaplah."
"Ahhh...! Kau gila...ahhh...!" Henry menjerit keras saat keseluruhan junior Zhoumi dengan ukuran dan panjang yang tidak main-main itu menerobos masuk ke dalam holenya.
Tapi Zhoumi sama sekali tak mempedulikan apapun lagi. Ia terus menggenjot cepat dan dalam, mencoba mencari sweet spot Henry. "Ahhhh... Nikmat Henry... Kau sangat nikmat... Ouhhh..."
Henry hanya diam, menggigit keras bibirnya. Membuat Zhoumi kembali berbisik di telinga Henry. "Ayo, mendesahlah baby..."
Tapi Henry tetap diam dan terus menahan desahannya. Dan hal itu membuat Zhoumi semakin gemas. Ia menarik hampir seluruh batang juniornya dan menghentakkannya keras.
"Ahhh...! Geehhhhh...!" Henry langsung menjerit keras dan terus menggerakkan bagian bawahnya. Tapi, bukannya membuat Zhoumi berhenti, gerakan Henry malah terasa seakan mendorong dan mendukung gerakan Zhoumi. "Ouhhhh... Terus bergeraklah Henry... Ahhh..."
"Ahhh... There... Ouhhh... Lagi disanah... Aahhhh..."
"Kau mau?"
Henry hanya mengangguk. Tapi Zhoumi malah menghentikan genjotannya. "Waehh...ahh..." Henry melenguh merasakan kocokan pelan Zhoumi di juniornya. "Memintalah padaku baby..."
"Mwo.. Haruskah...ahh..."
"Kalau kau tak meminta, kita berhenti saja." Zhoumi menarik sedikit demi sedikit juniornya. Henry diam dan terus berfikir. Sesungguhnya ia tak menginginkan ini, tapi tubuhnya...
Zhoumi terus menarik pelan hingga tersisa ujung kepalanya saja. Henry sudah semakin merasa kehilangan sekarang. Kocokan tangan Zhoumi pada juniornya juga semakin lambat. "Sepertinya kau mau kita ber..."
"Ahni." Henry terdiam sendiri. Ia masih berfikir lagi mengapa ia mengatakan tidak. "Kenapa tidak memohon? Kenapa hanya diam?" Henry masih diam. "Arra, kita berhenti..."
"Ahni, please Gege... Lanjutkan lagi, please..." Henry mengucapkannya pelan dan menutup matanya rapat-rapat.
Zhoumi menyeringai evil dan...
.
Jlebb...
.
"Ahhhh...! Gegehhh... Ahhh... Ahhh..." Tubuh Henry menggelinjang hebat. Zhoumi terus menyodok kuat hole Henry. "Ahhh... Sempit... Ini nikmathhh ahhh...ahhh..."
"There... Ouhh disana ...lagi... Ppalliwa...!"
Zhoumi terus menghentak kuat dan menusuk sweet spot Henry. Tangannya mengocok cepat dan menutup lubang cum di kepala junior Henry.
"Geeehhh... Ahhhh... Cepat... Ouhhhh... Uhhhh..."
"Sangat sempit ahhh... Hen... Ahhhh... Ahhh..."
Junior Zhoumi berkedut dan begitu juga dengan junior Henry. Zhoumi melepaskan jempolnya dari kepala junior Henry. Menusuk dalam dan mengocok cepat junior Henry. "Akhhhh... Hampir sampai... Ouuhhhh... Hhhh...hhh..."
"Nde... Aku juga... Akhhh..."
"Gegehhhh ahhhh !"
"Henry... Ahhhh... Ahhh...ahhh..." Zhoumi menembakkan spermanya didalam hole Henry. Ia menjatuhkan tubuhnya yang penuh keringat dan sperma Henry di atas tubuh mungil Henry. Melesakkan kepalanya, mencium leher Henry dan menjilatnya perlahan.
Henry sendiri, sibuk mengatur nafasnya. Menutup matanya rapat-rapat. Menahan geli yang tersisa di juniornya dan rasa merinding karena terpaan nafas hangat Zhoumi.
"Morning Sex... Feel's so damn good..." Zhoumi menghadapkan wajahnya pada leher Henry. Menjilat kecil dan mengigit kulitnya. "You love it, don't you?"
Henry hanya diam. Bukan ia tak mengerti dengan pertanyaan Zhoumi. Tapi ia sendiri juga bingung dengan perasaannya sekarang.
.
.
Other Side
.
.
"Aku kembalikan semuanya. Dan ini pembayaran untuk rumah kami."
Namja tampan itu hanya melirik sekilas pada tumpukan map dan juga amplop kecil yang mungkin saja berisi cek senilai jutaan won. Ia bangkit dari duduknya, berjalan pelan dan berhenti dibelakang namja yang baru saja menyerah itu. Menepuk pelan bahunya dan sedikit menunduk. "Apa maksudmu?" Namja itu berbisik pelan dan kembali berdiri, berjalan menjauhi namja yang masih duduk diam disana.
Kangin dan Siwon. Kini Kangin tengah berada di kantor Siwon, menyerahkan semua berkas pengalihan dua perusahaan Siwon dan juga berkas pengalihan perusahaannya sendiri beserta cek untuk melunasi hutang dan rumahnya. Kangin sudah berjanji pada Teukki, dia akan menghentikannya. Dan semua resiko, akan mereka tanggung bersama.
"Apa kau sudah siap jatuh miskin?"
"Siap ataupun tidak, kurasa itu bukan kewenanganmu untuk mengetahuinya."
"Bagaimana dengan Henry dan Sungmin?" Siwon bertanya tanpa melihat wajah Kangin. Tatapannya tetap datar menatap pemandangan di luar melalui jendelanya. Menatap susasana ramai dan juga kesibukan di jalanan kota Seoul.
"Aku tak bisa membiarkan Sungmin terus mengalah karena keegoisanku. Meski nantinya Sungmin tetap menyetujui untuk menikah dengan Henry, bagiku tak jadi masalah." Kangin terdiam sejenak. Ia ikut berdiri, "Tapi, jika Sungmin lebih memilih Kyuhyun, maka aku..."
"Ternyata sangat mudah ya?" Siwon menatap tajam pada Kangin. "Semua bantuanku dan juga kerja kerasku selama ini hanya kau hargai dengan cek dan pengembalian perusahaan?" Siwon tersenyum sinis dan berjalan mendekati meja di depan Kangin. Ia mengambil ceknya dan merobeknya. "Tak semudah itu."
Sedetik kemudian Siwon pergi meninggalkan Kangin yang masih berdiri tegak di tempatnya. Ia mengambil ponselnya. "Yeobo, aku sudah berusaha. Tapi sepertinya Siwon tak mau melepaskan Sungmin."
"..."
"Nde, mianhe. Arra, aku akan segera pulang."
.
Pliip...
.
"Hhhh... Kangin menghela nafasnya dan beranjak dari kantor itu. Pulang kerumah dan mempersiapkan semuanya.
.
SiBum Side
.
"Tumben, masih sore kau sudah pulang?" Kibum keluar dari dapur, membawa segelas teh hangat dan kembali berjalan keluar dari ruang tamu itu dan masuk ke dalam kamarnya. Setelah beberapa saat, ia kembali dan membawa satu amplop besar berwarna coklat. Meletakkannya pelan didepan Siwon.
"Apa ini?" Siwon mengambil amplop itu. Perlahan membuka ikatannya. "Buka, baca dan tanda tangani. Sangat mudah." Kibum berkata dengan wajah datarnya dan sedikit menyunggingkan senyuman khasnya.
Sejenak Siwon terhenti dan menatap tak percaya pada yeoja yang terlihat begitu angkuh sekarang. "Apa maksudmu? Sebegitu kuatnya 'kah Chullie mempengaruhimu?" Siwon melempar amplop itu dan beranjak dari kursinya. Meninggalkan Kibum yang kini sibuk mengatur nafas dan juga air matanya.
"Mianhe yeobo."
Kibum segera melangkah menuju kamarnya. Seperti biasa, bersembunyi dan menangis sepuasnya. "Ya Tuhan. Semoga apa yang aku lakukan tidak menjadi boomerang bagiku."
.
.
Siwon, menatap dingin pada foto keluarganya yang terpampang jelas diruang kerjanya. Foto bahagianya bersama Kibum dan juga Henry saat pertama Henry memenangkan lomba biola dan foto terakhir sebelum Henry akhirnya harus pergi ke Kanada untuk sekolah musik disana.
Berulang kali Siwon menghela nafasnya, berulang kali juga ia menatap foto bahagianya yang ia genggam. Foto dengan bingkai kayu kuno, foto bahagianya saat mencium pipi seorang yeoja cantik.
Yeoja yang selalu membayangi dan menguasai hatinya hingga sekarang. Ia menatap lekat wajah yang tersenyum pada kamera saat mengambil gambar itu. Telunjuk Siwon terulur untuk mengusap pipinya.
"Apa aku salah?"
Satu pertanyaan itu yang keluar dari mulut Siwon. Pikirannya terasa berat, dan semua hal yang ia lakukan selama ini kembali berputar di otaknya. Segera saja ia mengambil ponselnya.
'Kya! Untuk apa menelfonku?' Terdengar nada marah dari seberang. Siwon tahu benar, jika orang yang ditelfonnya kini pasti akan marah seperti ini.
"Mianhe, tapi dengarkanlah aku dulu."
'Ya sudah, bicaralah.'
"Ahni, temui aku saja."
'Andwe, aku tak akan menemuimu!'
"Please Chullie, aku pastikan apa yang kita bicarakan nanti akan membuatmu senang."
'Haish... Arraseo.'
Tut... tut...tut...
.
.
KyuMin X ZhouRy Side
.
.
"Kau yakin, akan ikut untuk menemui Henry?"
Sungmin bertanya berulang kali, mencoba meyakinkan Kyuhyun. Sekarang mereka berada di dalam mobil, menuju ke rumah Zhoumi. Bertemu dengan Henry dan membicarakan semuanya.
Kyuhyun mengangguk penuh keyakinan, "Gwenchana. Aku hanya ingin mengetahui, apa yang akan ia bicarakan denganmu. Bukankah aku ini namjachingumu dan aku berhak mengetahui semuanya?"
"Nde, arraseo."
.
Sedangkan di rumah Zhoumi, keadaan begitu canggung dan sangat sepi. Seharusnya kedua namja ini ramai meributkan satu soal yang mungkin saja sangat sulit dimengerti oleh Henry, tapi pada kenyataannya hanya ada diam dan canggung.
Zhoumi beranjak dari duduknya dan mengambil beberapa plester di kotak obat. Ia kembali duduk disisi Henry dan menyodorkan plester itu.
"Mianhe, tapi bekasnya terlihat." Zhoumi sendiri, sudah menutupi lehernya dengan baju lengan panjang yang berleher tinggi. Sama sekali tak terlihat.
"Ahni, biarkan saja terlihat."
Zhoumi menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Henry. Dan mengapa juga Henry hanya meminta sembarang pakaian untuk di bawa butlernya ke rumah Zhoumi tadi pagi. Dan hasilnya, kaos V neck yang sangat amat rendah hingga seperti memperlihatkan hasil karya Zhoumi pagi tadi.
Wajah Zhoumi memerah dan akhirnya ia mengalah. "Arra, terserah kau saja."
"Annyeonghaesseoyo!"
"Ah itu, mereka datang."
Henry berlari penuh semangat ke arah pintu utama. Seakan tak terbebani dan tak memikirkan bagaimana perasaan Zhoumi. Dan pada kenyataannya, Zhoumi sungguh gelisah.
"Masuklah. Ini Zhoumi gege. Dia guru privatku."
Kyuhyun dan Sungmin hanya mengangguk dan tersenyum pada Zhoumi. Kemudian mereka duduk di kasur lantai yang sama, mengelilingi meja belajar Henry.
Sedikit mengejutkan bagi Sungmin dan Kyuhyun, saat melihat beberapa kissmark yang terlihat jelas di leher dan bahu Henry. "Gomawo sudah mau menemuiku."
"Ah, nde." Sungmin tersenyum dan mengangguk pelan.
"Mimi Ge, ini Sungmin hyung." Henry memperkenalkan Sungmin pada Zhoumi. Dan dengan polosnya, ia duduk disisi Sungmin. Seakan memberikan tontonan gratis untuk kedua namja itu.
Henry mendekat dan meraih jemari Sungmin. Mencium punggung tangannya dan kemudian menatap Sungmin dengan wajah polosnya. "Bolehkah aku meminta satu hal hari ini?"
"Mwo?"
"Biarkan aku merasakan, bagaimana rasanya mencium bibirmu hyung?"
"Mwo?"
Sontak kedua namja lainnya termasuk Sungmin berteriak keras dan menatap tak percaya pada wajah innocent Henry yang masih menatap Sungmin penuh harap. "Otte?"
Meski ragu akhirnya Sungmin mengangguk pelan. Dan hal itu membuat Kyuhyun langsung memegang bahu Sungmin. Sungmin menoleh dan menatap Kyuhyun.
"Hajiman, Sungmin aku..."
"Gwenchana Kyuhyunie, tenanglah." Sungmin tersenyum manis, sangat manis. Dan bagaimana pun seorang Cho Kyuhun tak akan bisa melawan senyuman itu. Kyuhyun melepaskan bahu Sungmin dan memilih menatap kearah lain.
Ia kesal, dan Sungmin tahu benar jika Kyuhyun mungkin akan memarahinya habis-habisan setelah ini. Tapi, Sungmin mencoba menepis semuanya dan kembali menatap Henry.
Henry tersenyum dan mulai menutup matanya. Semakin mendekatkan wajahnya pada Sungmin, menghapus jarak antara mereka berdua.
.
Chu~
.
Bibir Henry menempel sempurna pada bibir Sungmin. Jemarinya terulur untuk menekan tengkuk Sungmin dan melumat bibir itu. Sedikit menggigit mencoba menyusupkan lidahnya kedalam mulut Sungmin.
Menyusuri ruang hangat itu, menikmati setiap sudut dan perasaan hangat di hatinya. Ciuman yang cukup lama, hingga akhirnya Henry menyudahinya. "Gomawo Hyung."
Henry menjauh dari Sungmin. Menatap wajah kesal Kyuhyun dan wajah datar Zhoumi. Disinilah, Henry dan Sungmin berdiri. Dan disini juga Henry akan menentukan semuanya.
Sungmin memeluk pinggang Kyuhyun dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Kyuhyun. "Lihat aku Tuan Cho, jangan mendiamkan aku seperti ini."
"Aish..."
Akhirnya, dengan kekesalan yang menumpuk di hatinya, Kyuhyun memutar tubuhnya. Menatap wajah berseri Sungmin yang terlihat begitu senang sekarang. "Sepertinya kau sangat bahagia?"
"Tentu saja."
"MWO?"
Kyuhyun berteriak keras, tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari Sungmin. Ia sungguh kesal sekarang. Tapi kembali, ia luluh hanya dengan sedikit saja sentuhan Sungmin. Jemari Sungmin bermain di bibir tebal Kyuhyun, dan menciumnya sekilas.
Kyuhyun hanya bisa diam mematung, menatap tak percaya pada apa yang lagi-lagi dilakukan Sungmin. Di hadapannya, Henry hanya tersenyum melihat tingkah kenkanakkan Kyuhyun.
"Tenanglah Kyu." Henry tersenyum polos pada Kyuhyun, mencoba meyakinkannya.
"Apa maksudmu? Menyuruhku tenang setelah kau menciumnya?" Kyuhyun menatap tajam pada Henry seakan siap memakannya.
"Aku hanya ingin membuktikan satu hal saja, jadi jangan sampai seperti itu kau menanggapi semuanya."
"Apa maksudmu?"
Tapi, bukannya menjawab pertanyaan Kyuhyun, Henry malah langsung menyerang Zhoumi. Tangannya melingkar dileher Zhoumi dan dengan cepat ia melumat bibir Zhoumi.
"Emhhh... henti... emmmmmhhh..."
Zhoumi berusaha berontak namun agaknya kali ini, tenaga Henry lebih kuat. Henry terus melumat, menghisap dan menggigit. Sangat bertenaga hingga akhirnya lidahnya masuk ke dalam gua hangat Zhoumi.
"Emhhhh... Geh..."
.
Bruk...
.
Pertahanan tubuh Zhoumi goyah dan dengan indah, kini ia terbaring diatas kasur lantai itu dengan tubuh Henry yang menindihnya, dan lagi-lagi...
"Ouhhh Hen... ehhhmmmm..."
Ia melenguh pelan saat dengan sengaja Henry menekan privat Zhoumi dengan lututnya. Kedua namja disana hanya menatap tak percaya. Tapi kemudian, satu senyuman terukir diwajah Sungmin.
Sungmin meraih tangan Kyuhyun, menggenggamnya dan berdiri dari duduknya. Kyuhyun ikut berdiri dan berjalan di belakang Sungmin. Berjalan keluar dari rumah itu. Menutup pintunya dan kembali ke mobil Kyuhyun.
"Sudah mengerti sekarang?"
Sungmin menatap Kyuhyun yang masih duduk diam di posisinya. "Aku rasa Henry sudah menemukannya."
Kyuhyun menoleh pada Sungmin, mendekatkan tubuhnya dan mengunci wajah Sungmin. Menangkup pipi chubby Sungmin dengan kedua telapak tangannya. "Akhirnya..."
Kyuhyun tersenyum dan mencium bibir Sungmin. Melumatnya dan menghisapnya kuat. Menggigit bibir bawahnya, menyusupkan lidahnya kedalam mulut Sungmin. Sungmin hanya meremas baju seragam Kyuhyun dan membiarkan Kyuhyun mengeksplorasi penuh bibir merahnya.
Tangan Kyuhyun tak kalah jahil, kini sudah meremas dada Sungmin yang masih tersembunyi di balik seragamnya. "Ahhhhh... ehmmmmmmm..."
Sungmin melenguh pelan dan menekan tengkuk Kyuhyun untuk semakin memperdalam ciumannya. Tapi Kyuhyun malah mengangkat wajahnya dan menyudahi semuanya. Ia menyeringai pada Sungmin.
"Ah, sudah dulu ya Minimi. Kita harus kembali belajar. Karena setelah ini, kau akan ikut denganku ke rumah. Dan kuharap kau tidak akan mengacuhkan penjelasanku lagi kali ini."
"Tapi Kyu, masa kita..."
"Aku tak mau jika nantinya kau tak lulus. Aku tak mau kau mempermalukan aku."
.
Pletak...
.
Sebuah jitakan kembali Kyuhyun dapatkan sore itu. Kyuhyun mengusap pelan kepalanya yang terasa sedikit sakit karena jitakan mesra dari Sungmin. "Kenapa memukulku?"
"Kau ini, bilang saja kalau kau malu mempunyai kekasih yang bodoh sepertiku?" Sungmin kesal, melipat kedua lengannya di dadanya. Mempoutkan bibirnya dan juga menggembungkan pipinya.
Sungguh, Kyuhyun tak tahan melihatnya. Akhirnya ia mendekat pada Sungmin dan hanya mencium pipinya. Kyuhyun kembali menjauhkan tubuhnya dan mulai menjalankan mobilnya.
"Ini untuk kebaikanmu, dan ingat aku tak pernah mengatakan kau itu bodoh. Hanya saja kau belum pintar Minimi, dan aku ingin kita masuk universitas yang sama. Bersekolah dan bekerja bersama, pasti sangat menyenangkan."
Kyuhyun terus menyetir dan menatap ke depan,mencoba mengalihkan perhatiannya dari wajah menggemaskan Sungmin.
"Sejak kapan kau berpikiran dewasa begini? Apa di otakmu ada yang salah?" Sungmin memiringkan kepalanya dan menatap pada Kyuhyun.
Kyuhyun menggeleng pelan. "Ahni, hanya saja aku ingin melakukan apa yang menjadi syarat persetujuan Appa dan Umma atas hubungan kita."
"Memangnya apa?"
"Mereka ingin, kau lulus dengan nilai yang baik. Meski tak sempurna, tapi mereka ingin melihat kita masuk ke Universitas yang sama dan kuliah bersama. Dan asal kau tahu, aku ingin masuk Universitas Seoul."
"Mwo?" Sungmin terlonjak kaget, menatap tak percaya pada Kyuhyun. "Tapi Kyu, aku kan tidak pintar jadi bagaimana jika aku tidak diterima disana?"
"Makanya, sekarang kita ke rumah dulu. Makan dan kemudian belajar, tenang saja aku akan mengajarimu."
Kembali Sungmin memasang wajah kesalnya. Sungguh ia tak bisa konsentrasi belajar jika Kyuhyun yang menjadi gurunya.
"Dan kau harus berkonsentrasi penuh. Arraseo ?"
"Ish... arraseo."
Sepanjang perjalanan, Sungmin terus saja memsang wajah kesalnya didepan Kyuhyun. Ia sangat membenci hal yang berhubungan dengan belajar, apalagi jika itu sains. "Ah, menyebalkan. Kenapa sains itu harus ada dalam mata pelajaranku.?"
.
.
Dan diruangan ini, masih tertinggal sedikit kecanggungan diantara dua namja yang masih terbaring di kasur lantai itu. Henry, bukannya beranjak dari tubuh Zhoumi malah semakin menyamankan posisinya dan memainkan telunjuknya menyusuri wajah Zhoumi.
"Untung saja Appamu tidak ada di rumah. Untung saja dia pergi seminar di Jeju. Ah, Gege kau tahu bagaimana leganya perasaanku sekarang?"
"Apa maksudmu?" Zhoumi mencoba mengangkat tubuh Henry dari tubuhnya. "Ahni gege, biarkan seperti ini dulu."
"Seperti ini apa? Bagaimana? Apa kau sengaja meletakkan dan menggesekkan lututmu itu terus menerus. Kau membuatku gila anak bodoh."
Tapi Henry malah mengalihkan jemarinya dari bibir Zhoumi dan kemudian meremas pelan junior Zhoumi yang masih tersembunyi di balik celana panjangnya.
"Engggghhh... Henry... hent...ahhhh..."
"Saranghae gege."
"Mwo?"
Henry hanya mengangguk kemudian mendekati telinga Zhoumi dan memainkan lidahnya disana.
"Henry, henti... ahhhhh...emmhhhh... ahhhh..."
"Aku tak akan berhenti gege." Henry berbisik sekilas pada telinga Zhoumi dan kembali menjilatnya. Semakin kuat meremas junior Zhoumi. "I'll raped you." Henry berbisik nakal disela jilatannya.
"Emmmmhhhh... ahhhhh... ssshhhh... ahhh..."
.
.
Kyuhyun House
.
Kyuhyun dan Sungmin sampai dirumah Kyu. Mereka langsung masuk dan naik ke kamar Kyuhyun. Seorang pelayan masuk dan membawakan dua gelas air minum serta sebotol jus dingin dan satu box kue kering.
"Umma, odiega?"
"Molla, dia hanya mengatakan akan bertemu dengan klien. Dan jika Tuan Muda akan makan malam, Tuan Muda silahkan makan malam terlebih dulu."
"Ehm, bawa keatas saja jam tujuh nanti. Dua porsi, dan ingat jangan ganggu kami. Tinggalkan saja makanannya didepan pintu."
"Baiklah Tuan Muda."
Segera saja pelayan itu pergi dan meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun di kamar. Kyuhyun segera beranjak dari duduknya dan mengambil beberapa buku tebal. Membukanya satu-per satu.
"Nah, kita akan segera mulai."
"Tapi Kyu, aku..."
"Minimi, please."
"Aish, arraseo."
Dengan malas, Sungmin mulai memperhatikan penjelasan Kyuhyun. Tapi tetap saja, sesekali memperhatikan wajah Kyuhyun.
.
Lee Sungmin POV
.
Semakin tampan. Dia sangat tampan jika dalam keadaan seperti ini, dan tentu saja saat dimana ia terlihat sangat tampan adalah saat ia naked tanpa sedikitpun benang yang menempel ditubuhnya.
Aku menggeleng cepat, mencoba menghilangkan pikiran kotorku. Ahni Sungmin, kau harus serius belajar.
"Jadi, rumus percepatannya adalah..."
Akh, aku sungguh tak bisa mendengarkan apa-apa lagi selain detak jantungku sendiri. Betapa dalam aku mencintaimu Cho Kyuhyun. Hingga meski semua kenangan ini terukir dengan wajah Henry, tetap saja aku merasa begitu dekat denganmu.
Akh, lihatlah wajah tampanmu. Eih... kenapa kau semakin dekat denganku, apa yang akan kau lakukan?
"Kya! Cho Sungmin, bisakah kau mendengarkan penjelasanku?"
Dia membentakku? Akh, biarkan saja. "Cho Sungmin!"
"Aish, arrasseo Kyuhyunie."
"Bibirmu mengatakan arrasseo tapi matamu dan telinga nakalmu ini sama sekali tak mendengarkan aku."
"Aish..."
Dia menjewer kecil telingaku. Awas saja, jika bukan karena aku sedikit lebih tidak pintar darinya pasti aku sudah membantingnya dengan taekwondo-ku.
"Tak perlu menjewerku Cho Kyuhyun." Aku mengusap pelan telingaku yang terasa panas dan sudah pasti memerah sekarang.
"Mianhe, itu gerakan reflek karena aku kesal, kau tak mendengarkan aku."
"Yang begini kau bilang reflek? Lihatlah, telingaku sampai merah. Kau tega sekali padaku."
Aku memasang wajah sedihku dan berpura-pura sedikit menangis. Dan lihatlah wajah bodohnya itu. Hehehehe... dia sangat menyayangiku.
Tangannya terulur, mengusap lembut rambutku dan menciumnya. "Mianhe Minimi, aku tak bermaksud begitu."
"Huh!"
Aku memalingkan wajahku dari wajahnya yang menatapku. Oh Tuhan, mengapa kekasihku semakin hari semakin tampan. Ommona Kyuhyunie, aku tak akan sanggup jika kau berada sedekat ini denganku.
Dia memutar wajahku dan menangkup kedua pipiku dengan kedua telapak tangan besarnya. Mencium pipi kananku sekilas dan kembali tersenyum.
"Mianhe, jangan seperti ini."
"Shireo. Aku marah Kyuhyunie. Kau sangat menyebalkan."
Aku tetap saja memasang wajah cemberutku. Mempoutkan bibirku dan menggembungkan pipiku. Bisa kupastikan, Kyuhyun tak akan sanggup menahan dirinya lagi.
Ayolah, cium aku. Aku rindu saat kau menciumku, aku benci Kyuhyun yang terlalu serius dan terlalu mementingkan belajarnya.
Pervert?
Biarkan saja, aku sedang pervert sekarang. Bagaimana tidak? Melihat kekasihmu yang memang sangat tampan dan semakin menggoda dengan dua kancing kemeja seragamnya yang terbuka dan jangan lupakan, cuaca panas hari ini sedikit membuatnya berkeringat karena aku memang tak menginginkan dia menghidupkan AC dikamarnya dan itu membuat dada itu... leher itu... dan juga bibirnya yang semakin merah setelah meminum jus dingin tadi...
"Minimin, mianhe..."
Ah, aku tak akan memaafkannya. Biar saja dia terus merasa bersalah. Aku menundukkan kepalaku dan menyembunyikan wajahku. Jujur, bukan tanpa tujuan aku melakukannya.
Melihat sesuatu yang menggembung diantara lipatan celana yang berada di selangkangannya dan melihat perutnya yang sedikit tersingkap karena dua kancing terbawah dari kemejanya terlepas. Perutnya yang berkeringat dan junior itu...
"Minimi, kau sakit? Wajahmu memerah?"
Bagaimana bisa, panas-panas begini aku menjadi sangat pervert? Ayolah Kyuhyunie cium aku...
"Ahni, aku tidak sakit."
"Lalu kenapa wajahmu memerah?"
Kyunnie mengangkat wajahku dengan jemarinya di daguku. Tersenyum dan menatapku dalam. Ommo, mata itu. Aku tak sanggup lagi menahannya. Dan apa yang ia lakukan?
Dia malah berdiri dan meninggalkan aku, berjalan menuju pintu. Dan kembali berbalik membawa satu nampan besar berisi makan malam kami.
"Ayo makan."
Aku hanya bisa terdiam. Sangat menyebalkan, kukira dia akan menciumku tadi ternyata...
Akh, bagaimana dengan Henry dan guru privatnya ya? Pasti sangat menyenangkan.
"Chagi, ayo makan. Jangan melamunkan hal yang tidak-tidak terus dari tadi. Kau pikir aku tidak tahu?"
"Mwo?"
Aish, menyebalkan!
.
.
.
TBC...
.
.
Bagaimana NC-nya...?
Hot kah? Hot dong pastinya. Aish... aku aja ampe deg-degan bikinnya.
Nde, ni story hampir end, mungkin satu atau dua chap lagi. Takut kepanjangan and pada bosen.
.
.
Jeongmal Gomawo buat yang udah ngereview:
Kim Ri Jaejong, Kim Young Min, Otaku 1514, Ritsuka, Hwan Mi Sun, Miyu 1905, dian-k29, Cho Hyun Jin, Yolyol, Lee HyoJoon, MegaKyu,min-min ELF, Park Hyun Ra, dita0307sunggie, Rosa Damascena, Kyumin Forever, KyuMin aegyanya KyunnieAppaSamaMinnieUmma. Cherry, Kyukyuminnie, iruma-chan, dhian kyuhae elf, Auliayyg, Kim Nuri Shfly, Lil-larry, AngelFishy, I'M MISS SIMPLE, Lady Canoopus, ShiNe9519, qminhee, EmyKMS, Cho MiNa, Jung In Ra, Cho KyuMin, Yuni, rasmachubby, FLAKYUMIN, Kim Min Lee, Aya-Chan, Iruma-chan, ZhuKYULee, NaeBabyKyu, 2093, Kyukyu, Dina LuvKyumin, ar13n, Yuukime isme, Saeko Hichoru, ELFJiEyounG2112, ELF Sparkyu N Genstars 4ever, kyumin forever, melani kyuminElf, Shin EunSub, widiwMin, ChoLee KyuMin, Riliyana Mecca, Park Sohee, Prince Kyu, Aida Sungjin, Princess Kyumin, daraemondut, Lee Minra, melocechoole, KyunieMin, Winter Boy, Labu Manis, Kim Munhee, Mimiyeon, kyuminlinz92, 960120, NaKYUKYumin, Meong, The-Shiirayukii, Evil Bungsu KyuMinBaby 137, Akira Kou, Kim Min Hyun, Prince Kyu, Zahra, ikkimassu, BarbeKyu , Chikyumin, honey26, SJ Little Fish, vitaminielf, Evilkyu Vee, YukiLOVESUNGMIN, tjkyuri, karin, Lianzzz, nam seul mi, KyuMinLa, jotha aurigth, Dark 038, Rima Kyumin Elf, E.L.F, kyokyorae, Bunny Ming, Park KyuMin, Galtrisia, Myeolchi's Wife, astaat, KarooMinnie, Sparkyuminnie,Kim Heenim, Enno Kim Lee, Blacksmille4ever, Lady Canopus, Yukii,
and temen yang lain juga yang udah ngeadd me jadi fav author and fav story.
And yang udah ngereview di FB dan Grup juga, gamsahae.
And silent reader yang udah ngaku, gamsahae juga.#ketawasetan#
Add My new FB account
Name :
" Rainy Saranghaesungminyoungsaeng Heart"
Follow Me On Twitter
Rainy_Heart88
.
And Enjoy My other Fic, My very first GS KYUMIN
"I Will Always Love You"
.
Gomawo ^_^
