Hate To Heart U

Author : rainy hearT

Cast :

- Cho Kyuhyun

- Lee Sungmin

- Henry Lau

- Other SUJU member

Pairing : ||KYUMIN || slight HenMin || Other Pairs

Genre : Romance, Drama, Sad

Rating : M

Length : Series

Disclaimer : All cast punya diri mereka sendiri dan Tuhan. #Sungmin akan selalu dan selalu punya saya#plakkk#

Warning : Please be patient|| BL/Boys Love/YAOI || EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia || typos || GS for Umma ||

Sumarry : || I am sorry but i have been waiting for this moment, I have been waiting forever. That your long-time love would end. Forget about him and wash him off from your mind. He's not meant to be with you. So baby won't you come to me...||

.

Be Patient With Me

.

NO COPAS ! NO BASH ! NO FLAME !

Don't Like, please Just Don't READ

.

.

HAPPY READING

.

ooOoo HATE TO HEART U ooOoo

.

Chapter 12

.

.

Still Sibum Side

.

Mata cantiknya mengerjap pelan. Tubuhnya terasa sakit dimana-mana. Ia mencoba menggeliat, tapi sayang lengan kekar itu terlalu kuat melingkar di pinggangnya.

Kibum menepuk pelan pipi namja yang masih tertidur pulas disisinya. Sungguh, seluruh tubuhnya terasa sangat lengket dan membuatnya tak nyaman. Terdengar ketukan pintu dari luar.

"Nuguya?"

"Ini aku Umma. Aku berangkat dulu, saranghae Umma."

"Nde Henry! Hwaiting!"

Kibum berteriak dari dalam ruangan dan sukses membangunkan namja yang tertidur disisinya. Tapi bukannya segera bangun, namja itu malah semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Kibum dan menciumi pipinya.

Kibum, merasa tak nyaman dan aneh dengan perlakuan suaminya itu. Karena memang tak biasanya mereka sedekat ini, terlebih Siwon seperti begitu menyayanginya. Kibum hanya diam dan menatap langit-langit kamar. Tak sekalipun berniat menatap balik mata Siwon yang terus menatapnya.

Siwon mengusap-usapkan wajahnya pada ceruk leher Kibum. Membuat Kibum harus berusaha mati-matian untuk menahan lenguhannya karena rangsangan dan geli yang terus saja diberikan Siwon. Siwon mencium kecil lehernya dan sesekali menggigit dan menjilat kulit putihnya.

Kibum menyadari satu hal yang mungkin akan terlihat bodoh jika ia menanyakannya. Tapi sungguh, kali ini ia tak mau salah mengerti dan bertambah sakit pada akhirnya. Kibum sedikit menjauhkan lehernya dan menatap wajah Siwon. Namja itu hanya tersenyum pada Kibum dan mengusap pelan pipi Kibum. Saat Siwon hendak menciumnya, jari telunjuk Kibum sukses menghentikan niat Siwon, hingga akhirnya namja itu kembali merasakan keanehan pada Kibum.

"Wae? Tak bolehkah aku mencium istriku sendiri?"

Kibum tersenyum sinis dan menatap tajam pada Siwon. "Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau melakukan semua ini? Apa kau mabuk? Atau ada yang salah denganmu? Atau kau sedang mempermainkan aku lagi?"

Siwon tersenyum kecil dan memainkan punggung jarinya, mengusap pipi Kibum. "Bukankah ini yang kau inginkan? Aku bercinta denganmu dan membahagiakanmu."

"Tapi kau tidak mencintaiku." Kibum menarik tubuhnya berserta selimutnya. Menutupi tubuh telanjangnya yang membuat mata seorang Choi Siwon semakin lapar di pagi itu.

"Jangan menatapku seperti itu. Kau pikir aku suka caramu bercinta denganku? Kau pikir aku akan menyukainya jika kau mabuk dulu, baru menciumku? Lagipula bukankah kita akan bercerai?"

Siwon ikut duduk di sisi Kibum, membiarkan absnya terlihat sempurna. Ia mengalungkan lengannya di leher Kibum. Sedikit menarik tubuh mungil itu dan mencium pucuk kepalanya. "Kenapa kau terlalu banyak meniru Eonni barumu itu? Aku tak suka kau terlalu sinis dan terus berfikiran buruk tentangku."

Kibum sedikit memajukan tubuhnya, melepaskan lengan Siwon. Kemudian memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah Siwon. Melilitkan selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya dan tersenyum sinis.

"Wae? Kau melakukan ini karena mengasihaniku? Atau kau belum puas menyakitiku? " Kibum tersenyum sinis pada Siwon. "Aku tak akan tertipu oleh wajah memelasmu tuan Choi. Aku akan membuat surat cerai baru dan kau harus segera menandatanganinya."

Kibum berdiri, membawa selimut bersamanya. Hendak berjalan menuju ke kamar mandi, dan menyisakan tubuh naked Siwon dengan junior yang sedikit menegang di pagi itu. Masalah biasa bagi namja di pagi hari. Jika di hari- hari sebelumnya ia selalu menuntaskannya sendiri, tapi tidak kali ini. Siwon segera berjalan tegas dan menghadang jalan Kibum. Meraih pinggangnya dan menguncinya dengan kedua lengannya.

"Lepaskan aku Tuan Choi. Ini sudah siang dan aku harus mengurus perceraian kita." Kibum terus meronta, berusaha melepaskan lengan Siwon dari pinggangnya. Tapi Siwon tak akan semudah itu melepaskan mangsanya.

"Sekali ini saja, cobalah untuk mendengarkan aku dan percaya padaku Bummie. Jebal..."

"Huh... " Kibum mengangkat wajahnya dan menatap tajam pada Siwon. Tertawa mengejek, yang sungguh baru kali ini ia melakukannya seumur hidupnya. "Mwo ? Percaya pada namja yang tak punya hati sepertimu? Yang seenaknya bercinta dengan mantan istrinya? Mianhe Tuan Choi, kesadaranmu sudah terlambat."

Siwon menatap tajam pada Kibum, ada sedikit kemarahan yang langsung memenuhi pikirannya. Nyali Kibum sedikit surut saat ia menyadari hal itu. Dan entah bagaimana, tapi sisi lemah Kibum seakan kembali hadir saat Siwon mulai menunjukkan kemarahannya.

Siwon mencengkeram kuat lengannya hingga tangan kibum yang sedari tadi memegang selimutnya terlepas dan menampakkan payudara yang masih kencang itu pada sepasang mata lapar Siwon yang kini diliputi nafsu.

"Kau masih istriku Bummie, dan akan selalu jadi istriku. Bantulah aku mencintaimu, jangan seperti ini."

Siwon berbisik lirih dan jemarinya meremas pelan payudara Kibum. Satu tangannya yang lain meremas pantat Kibum dan mendorongnya untuk semakin dekat dengan tubuh hornynya. Selimut diantara tubuh mereka seakan tak menjadi penghalang untuk Siwon merasakan kehangatan yang lebih di pagi itu.

"Akuhhh... Kauhhh penipuhhh...shhh...ahhh... Hentikha...ahhhnn..."

Kibum melenguh pelan saat Siwon meremas kuat payudaranya dan menggesek-gesekkan juniornya. Tapi nampaknya harga dirinya masih terlalu tinggi di depan suaminya, ia mencoba melepaskan lilitan lengan Siwon di pinggangnya. Tapi Siwon malah sengaja memundurkan sedikit tubuhnya hingga akhirnya selimut penghalang diantara mereka jatuh dan kemudian dengan sengaja menggesekkan juniornya yang semakin menegang menggoda vagina Kibum.

"Ouuuhhh...ahhh..."

Kibum menjenjangkan lehernya, menengadahkan kepalanya. Seakan terlihat sangat menikmati sentuhan Siwon pada tubuhnya. Siwon semakin bersemangat meremas kuat payudara Kibum dan menggerak-gerakkan pinggulnya serta pantat Kibum. Menggesekkan privat mereka, mencari kenikmatan.

Bibir dan lidah Siwon, memanja telinga Kibum. Menggigit dan memainkan lidahnya di liang telinga Kibum. Tubuh Kibum seakan disengat listrik saat lidah basah itu terus menggoda telinganya. Tangan kibum mencengkeram kuat lengan Siwon, melampiaskan kenikmatan yang melanda tubuhnya

"Saranghae Bummie. Ahhh... Mulailah denganku dari awal...ahhhh."

"Ahhh... hentikhan... "Ahhhhh...! Woniehhhh... ouhhhh..!"

Kibum berteriak keras saat Siwon langsung memasukkan juniornya ke dalam liang vagina Kibum. Kedua tangan Siwon memegang kuat pinggang Kibum dan Siwon mulai menodok liang vagina Kibum.

"Aawwwh... berhentihhhh...ahhh...!"

"Tidak akan baby... Ouhhhh... Kau terlalu sempit... Ahhh... Ahhh..."

Siwon terus memaju mundurkan juniornya. Sementara kedua tangannya menggerakkan pinggul Kibum berlawanan arah dengan gerakannya. Jujur, Kibum mulai terbawa permainan Siwon. Cukup lama mereka melakukan posisi ini, hingga akhirnya Siwon merasa tak nyaman dengan posisi mereka.

Kemudian ia mengangkat tubuh Kibum, membuat juniornya terlepas dari liang vagina Kibum. Kibum sedikit bisa bernafas lega. Dadanya naik turun saat ia berusaha menenangkan detak jantungnya yang terus berderu begitu cepat. Seluruh tubuhnya mulai memanas sekarang. Ia menatap tajam wajah tanpa dosa seorang Choi Siwon.

"Apa yang kau lakukan hah... Kau seperti memperkosakuh?"

"Aku memang akan memperkosamu Bummie." Siwon melempar kasar tubuh Kibum keatas kasur mereka dan langsung menindihnya. Siwon berusaha untuk memasukkan juniornya ke dalam liang vagina Kibum.

"Uhhhh... diamlah Bummie...jangan melawanku."

"Menyingkir. Aku tak mau bercinta denganmu. Pergi... lepaskan aku..."

Kibum sudah berusaha menolak Siwon, tapi tampaknya penolakannya sama sekali tak berarti oleh tubuh Siwon. Siwon melebarkan kedua kaki Kibum dengan kedua kakinya sendiri. tangan Siwon sibum menahan tangan Kibum yang terus saja bergerak hendak melawan Siwon. Sungguh, kali ini pemandangan terlihat seperti Kibum hendak di perkosa oleh suaminya sendiri.

Siwon sengaja menggesekkan juniornya ke klitoris Kibum. Seakan menggoda Kibum agar hasrat Kibum langsung naik. Tubuh Kibum menggelinjang pelan dan mulai melemas.

"Ouh... jangan menggodakuh..."

Siwon menyeringai dalam hatinya. Ia membungkukkan tubuhnya dan mulai menjilat pelan nipple Kibum, dan terus membuat Kibum terbuai dengan perlakuannya hingga akhirnya dengan sedikit susah payah, Siwon berhasil memasukkan juniornya ke liang Vagina Kibum. Kemudian Siwon menaikkan kedua kaki Kibum ke bahunya dan mulai menggenjot pelan vagina Kibum. Siwon bermain sangat lembut dan pelan pada Kibum. Percintaan yang diselingi dengan kecupan ringan di leher dan bahu Kibum yang semakin memabukkan Kibum.

Kedua tangan Siwon sudah meremas kuat dua payudara Kibum dan Siwon terus bergerak menggenjot juniornya di liang Kibum. Siwon terus bermain pelan tapi menusuk kuat sweet spot Kibum terus.

Siwon tersenyum menatap Kibum yang menutup rapat kedua matanya, seakan sedang menahan dirinya sendiri untuk melenguh. Siwon menghisap kuat telinga Kibum dan memainkan lidahnya di liang telinga Kibum. "Mendesahlah untukku Bummie."

Semua perlakuan lembut dan pelan Siwon semakin menarik hasrat Kibum untuk terus menggelinjang nikmat di bawah tubuh Siwon.

"Ouhhhhh Wonnieh... Ssshhh...uhhhh..."

Tubuh keduanya penuh keringat dan juga terasa terbakar. Bibir Siwon memanja leher Kibum dan menghisapnya kuat melampiaskan kenikmatan yang melanda tubuhnya. Kenikmatan yang baru kali ini benar-benar ia nikmati.

Siwon terus menusuk dalam dan berulang kali menyentuh sweet spot Kibum. Menghisap kuat nipple Kibum. Sesekali menggigitnya seperti bayi yang lapar. Kibum telah orgasme berkali-kali.

Hingga terdengar suara becek di antara bagian privat mereka. Tubuh Kibum menggelinjang kuat dan ia hanya bisa meremas kuat rambut Siwon. Menekan kepala Siwon untuk semakin tenggelam dipayudaranya.

Gerakan pelan dan dalam yang Siwon lakukan, sangat memanjakan tubuh Kibum. Kibum terus mengerang frustasi karena sampai begitu lama, Siwon belum juga cum. Sedangkan ia sendiri berulang kali cum dan terus mengeluarkan cairannya hingga semakin membasahi liangnya. Seakan memudahkan Siwon untuk terus bergerak bebas menyerang setiap inchi tubuh Kibum.

"Ouhhh Wonniehhh... ouuuuhhhh..."

Kibum melenguh pelan saat lidah Siwon menggelitik nipplenya. Jari Siwon sudah turun ke vagina Kibum dan menggoda klitorisnya. Seperti bayi yang lapar, Siwon menghisap kuat nipple Kibum seakan membei sengatan pada tubuh mungkil istrinya itu.

"Ouhhhh ... Wonniehhh please... aku... ouhhhh...sssshhhh ahhhh..."

Nafas Kibum sudah sesak dan pendek. Keringat membasahi seluruh tubuhnya dan Siwon seakan tak lelah terus memanja tubuhnya.

"Woniehhh gelih... ouhhh..."

Kibum menggelinjang nikmat saat lidah Siwon memainkan nipplenya. Menggigit dan menekan pelan nipple Kibum. Sedangkan vagina Kibum masih terus mendapat servis Siwon.

"Woniehhh... "

Siwon hanya tersenyum dalam hati dan perlahan mulai mempercepat genjotannya. Lidahnya menjilat dan menekan nipple Kibum. Satu tangannya yang lain meremas kuat payudara Kibum, menjadikannya pegangan saat Siwon mulai bergerak liar dan semakin cepat.

"Ahhhh...!"

Kibum menjerit keras saat Siwon dengan gemas memelintir nipplenya. Siwon menurunkan kaki Kibum dari bahunya dan melingkarkannya di pinggangnya. Kemudian memeluk tubuh Kibum dengan posisi dada mereka saling menekan dada mereka dan terus menggenjot juniornya di liang Kibum

Nafas Siwon sudah berat dan sesak. Keringat terus bercucuran dari tubuh panas mereka. Payudara Kibum menggesek dada Siwon, menambah kenikmatan mereka. Kibum hanya bisa memeluk lemah tubuh Siwon yang penuh peluh.

Ia sudah lemas karena permainan Siwon yang berlangsung begitu lama, sudah menghisap semua tenaganya. Siwon terus menggenjot juniornya di liang Kibum.

'"Ouhhh Wonnieh... aaahhhhhss..."

"Nikmat Bummie... ouhhhh..."

Nafas terus menderu dantara mereka, dan Kibum seakan meleleh dan ikut terbawa suasana percintaan panas mereka.

"Ahsss... Wooniehhh... more... ouhhh..."

"Nde Bummie... akuhhh ..."

Junior Siwon semakin menegang dan berkedut. Ia kembali membaringkan Kibum. Memegang kedua pinggulnya lalu menyodok dalam dan kasar liang Kibum. Kibum hanya bisa menggelinjang nikmat dan mengerang keras.

"Ouhhhh... Woniehhh... ouhhhh... Woniehhhhh... ahhhhh..."

"Bumie ahhhh...!"

Siwon, cum pertama di pagi itu. Menembakkan berjuta spermanya kedalam rahim Kibum. Tubuh penuh peluhnya langsung ambruk diatas tubuh Kibum. Nafasnya menerpa telinga dan leher Kibum seakan menggelitik nafsu Kibum.

"Kau sangat nikmat Bummie... Ahh..."

Siwon mengangkat tubuhnya dan menatap wajah Kibum yang sudah sangat merah. Jantung keduanya berdetak cepat, bahkan terlalu cepat sekarang. Siwon mencium pelan bibir Kibum dan tersenyum.

"Saranghae Choi Kibum."

Dan Kibum hanya diam tak menjawab Siwon. Ia terlalu terkejut untuk menerima semuanya. "Bummie, one more round..."

"Mwo?"

Siwon mulai menggerakkan juniornya yang masih bersarang di liang hangat Kibum. "Ouhhh Wonniehhh..."

"Saranghae Bummie... oohhhhh... sarang...ahhhhhh..."

"Nadohhhh... ouhhh... faster Wonnie... faster..."

.

.

Kibum dan Siwon, sedang duduk berhadapan di meja makan mereka. Menikmati sarapan sekaligus makan siang yang benar-benar terlambat di hari yang panas itu.

Siwon menatap tajam pada salah satu pelayan yang menahan senyumannya. Ia merasa sangat terganggu dengan wajah aneh pelayannya.

"Menyingkir dari hadapanku, atau aku akan memecatmu."

Sesegera mungkin, pelayan itu pergi meninggalkan Siwon yang terus menatap garang padanya. Kibum hanya tersenyum kecil menanggapi Siwon.

Tangan Siwon terulur untuk mengusap tangan Kibum yang masih menggenggam sendoknya. "Hari ini indah, dan mungkin besok akan lebih indah." Kibum mengangguk pelan dan membiarkan Siwon mencium punggung tanganya.

.

.

KyuMin Side

.

.

"Kyu, bagaimana ini? Pihak Universitas Seoul sama sekali belum menelfonku. Apa aku gagal dalam ujian masuknya?"

Sungmin duduk gelisah disisi Kyuhyun. Sejak satu jam yang lalu Sungmin terus saja seperti itu, dari satu jam yang lalu saat Kyuhyun menerima konfirmasi dari Universitas Seoul jika ia diterima untuk berkuliah disana nantinya.

Kyuhyun mengusap pelan rambut Sungmin dan menciumnya. "Tenanglah. Nanti juga mereka akan menelfonmu. Bagaimana kalau sekarang kita jalan-jalan. Mungkin saja kau ingin sesuatu?"

Sungmin menggeleng pelan. Dibenaknya sudah dipenuhi beribu kekhawatiran dan semuanya sukses mematikan niatnya untuk sekedar pergi menyegarkan pikirannya. Tapi Kyuhyun tak pernah menerima penolakan. Ia menyeret Sungmin kedalam mobilnya dan membawa Sungmin menuju satu cafe kecil di sekitar taman.

Memesan satu gelas besar ice cream coklat strawberry kesukaan Sungmin dan juga satu slice pumpkin tart.

"Aku sedang tak ingin makan ini Kyunie. Aku pusing."

Sungmin mendorong semua pesanan Kyuhyun dan meletakkan kepalanya di atas meja. "Bagaimana jika aku tidak lulus ujian masuk? Nanti Heenim Umma dan Han appa akan menolaku." Sungmin menatap penuh harap pada Kyuhyun. "Bagaiamana nanti dengan kita Kyunie?"

Tanpa mempedulikan pandangan aneh dari pengunjung lain, Kyuhyun yang duduk si sisi Sungmin mengangkat wajah Sungmin dan mencium keningnya. " Jangan pikirkan itu. Bukankah kita akan berjuang bersama?"

Sungmin mengangguk pelan, dan mendapat satu ciuman di pipinya. "Jadi bersemangatlah, dan jangan berfikir kau akan gagal. Aku akan selalu bersamamu."

Sungmin mulai sedikit bersemangat dan memakan semua pesanan Kyuhyun. Meski rasanya sedikit hambar karena perasaannya yang acak-acakan, tapi sikap Kyuhyun yang terlalu dewasa belakangan ini semakin membuatnya nyaman.

Meski hanya dengan satu usapan di bahunya, sudah cukup bagi Sungmin untuk meyakini jika Kyuhyun terlalu menyayanginya hingga tak akan meninggalkannya hanya karena kegagalannya di ujian masuk universitas.

"Kau suka ice creamnya?"

Sungmin hanya mengangguk dan terus memakan ice ceramnya. Seperti biasa, Sungmin tak pernah bisa makan tanoa belepotan ataupun noda di bibir tipisnya. Kyuhyun tersenyum kecil dan menjilat sedikit sisa ice cream diujung bibir Sungmin. Membuat Sungmin terus merona merah dan sekelebat ingatan kembali berputar diotaknya.

"Hei, sepertinya kau sering melakukannya padaku?"

"Tentu saja."

"Kau tahu ini tempat umum? Dan aku malu."

"Biar saja, aku tak peduli."

Dan Kyuhyun malah merengkuh pinggang Sungmin dan menariknya untuk semakin duduk mendekat padanya di sofa itu. Tak lagi dipikirkan oleh Kyuhyun, semua tatapan aneh padanya. Di otak jeniusnya hanya ada kebahagiaan dan cinta untuk Sungmin. Dan dia tidak perlu hal lain lagi.
.

.

Kyuhyun dan Sungmin kembali ke rumah, dan entah ada angin apa di sore hari itu Hankyung sudah pulang. Ia dan Heechul seakan menunggu anak dan calon menantunya di ruang tamu. Hankyung tersenyum kecil dan menyuruh kedua namja itu untuk duduk bersama mereka.

"Jadi bagaimana? Kau lulus Sungmin?"

Seperti diingatkan tentang semua kebodohannya, Sungmin bukannya menjawab. Tapi ia menyembunyikan wajahnya, berusaha menyimpan ketakutan dan kekhawatirannya dari calon appa mertuanya.

Kyuhyun mengerti itu. Ia menarik sungmin dalam pelukannya dan menyandarkan kepala Sungmin di dadanya. "Appa, jangan ingatkan Minimi. Aku tak ingin dia tertekan appa."

"Appa hanya bertanya."

"Sudahlah yeobo." Heechul mengusap bahu Hankyung. "Kyu, sudah ada konfirmasi lulus untukmu bukan."

"Nde Umma. Dan aku lulus ujianya."

Heechul mengangguk. "Baguslah, kau harus memilih jurusan yang tepat. Bagaimana kalau manajemen bisnis atau ekonomi. Kau akan meneruskan perusahaan appa."

Dan sore hingga malam itu hanya dipenuhi dengan berbagai tekanan bagi Sungmin. Ia sungguh tak nyaman dengan topik pembicaraan kedua makhluk paruh baya yang seakan terus saja memaksanya untuk mempekerjakan otaknya lebih keras dari biasanya.

Sungmin berjalan lemas menuju kamarnya. Dan Kyuhyun selalu setia mengikutinya. Ia sungguh tak tega melihat keadaan Sungmin, yang memang terlihat jelas jika namja itu benar-benar tertekan sekarang.

Kyuhyun menutup pintu kamar Sungmin, menghampiri namja itu dan duduk disisinya. Mengusap pelan pucuk kepala Sungmin dan menariknya ke dalam pelukannya. Sungmin mulai terisak pelan. Lengannya memeluk erat pinggang Kyuhyun dan ia melesakkan wajahanya pada ceruk leher Kyuhyun. Berusaha menunjukkan kemanjaannya pada namja yang sangat dicintainya ini.

"Kyunie hiks..."

Dan Kyuhyun, melepaskan pelukan Sungmin. Mengusap air mata Sungmin dengan kedua ibu jarinya. Mengecup bibir Sungmin yang basah karena air matanya.

"Jangan dipikirkan lagi. Aku akan berusaha, dan kau bisa mengikuti ujian yang lain setelah ini. Aku akan membantumu Minimi."

"Kyunie, aku bodoh. Masa ujian masuk ke universitas saja aku tidak lulus."

"Ssssttt..." Kyuhyun meletakkan telunjuknya di bibir Sungmin. Ia mengecup lembut kening Sungmin. Sungguh, menunjukkan sisi kedewasaannya. "Kita akan berjuang bersama bukan? Jadi percayalah padaku."

.

.

Dan Sungmin, mengikuti ujian masuk untuk kedua kalinya setelah ujian kelulusan sekolah mereka selelsai. Kyuhyun selalu membantunya belajar, memperhatikannya dan mendukungnya. Menjadi penopang saat Sungmin merasa putus asa.

"Kapan pengumumannya Kyu?"

Heechul bertanya pada Kyuhyun di sore hari itu. Saat Kyuhyun dan Sungmin baru saja pulang dari sekolah mereka untuk mengambil berkasnya. "Minggu depan Umma."

"Sungmin, kemarilah."

Dengan takut, Sungmin mendekat pada yeoja cantik dengan rambut curly panjangnya yang sangat ia kagumi dan juga ia takuti. Duduk disisi Heechul dengan perasaan was-was. Tapi pada kenyataannya, ketakutan Sungmin sungguh tak seharusnya. Saat yeoja itu malah mengusap pelan bahu Sungmin dan mencium pipinya.

"Umma, kau tak boleh menciumnya."

"Hei, kenapa? Cemburu?"

"Umma, dia ini milikku. Ish, Umma jangan coba merebutnya." Kyuhyun menatap Sungmin. "Dan kau chagi, kenapa kau hanya diam saja?"

"Aigo...! Kau ini keterlaluan sekali. Hanya cium pipinya saja tidak boleh. Sungmin saja diam, tidak marah-marah sepertimu."

Dan Sungmin kembali hanya bisa mendelik heran melihat pertengkaran aneh kedua makhluk yang ada didepannya. "Sudahlah Kyunie, itu hanya ungkapan kalau Heenim umma menyayangiku."

"Nah, Sungmin saja mengerti. Kau jangan cemburuan begitu Kyunie."

"Tapi Umma, kau tak bisa seenaknya mencium Minimi. Dia itu calon istriku Umma. Dan kurasa Umma juga belum lupa." Kyuhyun meraih tangan Sungmin dan menyeretnya kembali duduk disisinya. "Ingat Umma, dia ini calon istriku dan hanya aku yang boleh menciumnya. Tidak Umma apalagi appa."

Heechul hanya menggeleng heran dan tersenyum pada sikap Kyuhyun. "Lihat Sungmin, Kyuhyun sangat mencintaimu. Dan kurasa aku tak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang."

Sungmin hanya bisa diam dan mengangguk. Semuanya terlalu lucu dan aneh baginya. Kyunhyun memang selalu seperti itu, ia rela bertengkar dengan Heechul hanya karena sentuhan kecil Heechul pada Sungmin.

"Baiklah, Umma akan merestui kalian apapun hasil ujiannya."

"Mwo?"

" Jinjja?"

Heechul mengangguk dan tersenyum. Ia kemudian berdiri sebentar dan duduk disisi Sungmin hingga Kyuhyun kembali menatap horor pada Heechul. "Kyunie, Umma hanya ingin menunjukkan jika Umma menyayangi Sungmin. Jangan menatap Umma seperti itu."

"Ish..."

"Nde Kyunie, kulihat belakangan ini kau sudah tambah dewasa dan selalu menenangkan aku. Jadi jangan seperti ini lagi? Kenapa? Kau seperti anak kecil."

"Aish... Kalian berdua sama saja." Kyuhyun lalu berdiri, hendak meninggalkan Sungmin. "Kyu, mau kemana?" Suara menggoda dari Heechul menghentikan langkahnya.

"Aku akan ke kamar saja, Umma menyebalkan. Selama ini juga mengacuhkan Minimi, kenapa sekarang jadi perhatian begitu. Umma keterlaluan." Kyuhyun berbalik dan menatap kesal pada Heechul. "Umma sudah punya appa, Umma. Minimi itu milikku, kenapa Umma dekat-dekat?"

"Yakin? Kau akan meninggalkan Sungmin bersama Umma?"

Terdengar nada menggoda di perkataan Heechul. Dan memang, yeoja cantik ini suka sekali menggoda Kyuhyun. "Arra. Sana pergi saja, mengganggu kesenangan Umma dengan Sungmin saja." Heechul memutar tubuhnya dan kembali melihat ke arah Sungmin. Jadi Minimi, Umma akan..."

Kyuhyun memutar tubuhnya, ia tak mendengar semua apa yang di bicarakan Heechul pada Sungmin. Yang menjadi pusat perhatiannya adalah tangan Heechul pada bahu Sungmin dan juga jari Heechul yang menggenggam tangan Sungmin.

Sebenarnya tujuannya hanya untuk menenangkan Sungmin. Dan menunjukkan betapa ia juga menyayangi calon menantunya itu. Karena selama ini Sungmin terlalu takut pada Heechul dan Heechul menyadarinya.

Tapi sepertinya Kyuhyun sangat kesal dengan perbuatan jahil Heechul. Ia menarik paksa tangan Sungmin. "Umma, dia inni calon istriku Umma. Jangan menyentuhnya, ish... umma menyebalkan sekali."

"Mwo...?" Heechul tersentak kaget dengan perbuatan Kyuhyun. Tak pernah Kyuhyun seperti ini pada Heechul. Tapi memang, semua hal yang bersangkutan dengan Sungmin akan selalu memancing kemarahan seorang Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menyeret Sungmin pergi dari ruang tamu itu. Semua pelayan hanya menahan senyumannya dan mengangguk pelan pada Sungmin saat Kyuhyun dan Sungmin melewati mereka. Hal itu disadari Kyuhyun. Ia menatap tajam pelayan itu dan berkata, "Kau sudah bosan bekerja disini, atau sudah bosan hidup? Sekali lagi kau menatap Minimi seperti itu, bisa kupastikan namamu akan hilang dari data kependudukan."

"Kyu..."

Dan Sungmin hanya menggeleng heran. Sebelumnya, Kyuhyun tidak seperti ini. Mungkin saja saat perhatiannya sudah tak menuju pada satu titik, yaitu ujian mereka semua sifat kekanakan dan kepervertan Kyuhyun kembali lagi.

Kyuhyun melempar kasar tubuh Sungmin keatas king size bed Sungmin. "Kau akan membayar mahal untuk kecemburuanku Minimi." Kyuhyun mengunci pintu kamarnya. Dan secara erotis membuka tiap helai pakaiannya.

"Apa yang akan kau laukan? Ini masih sore Kyu."

Sungmin berjalan turun dari kasur menuju ke sudut ruangan, tapi Kyuhyun sudah tak bisa berhenti sekarang. Ia langsung mendekat kearah Sungmin dan mengunci tubuh mungil itu. "Minimi, kau harus membayar semua les privatmu padaku. Dan juga kekesalanku karena kau hanya diam saat di cium umma. Kau tahu? Aku tak menyukainya."

Dan kyuhyun mulai mencium ganas bibir Sungmin. Membuka kasar semua kancing kemeja Sungmin dan terus memepet tubuh Sungmin, mendorongnya ke dinding kamar itu.

"Eummhhhh...ahhhh..."

"Ouhhhhh..."

Sungmin melenguh pelan saat junior Kyuhyun yang sudah tegang menggesek pelan juniornya yang masih rapi terbungkus celana panjangnya.

"Minnhhh... ouhhhh..."

"Kyuhhh... awhhhhh! Kyuhhhh...!"

.

.

TBC...

.

.

Bagaimana NC-nya...?

Hot kah? Hot dong pastinya. Aish... aku aja ampe deg-degan bikinnya.

Nde, ni story hampir end, mungkin satu atau dua chap lagi. Takut kepanjangan and pada bosen.

.

.

Jeongmal Gomawo buat yang udah ngereview:

Daehyun, MINeral-C.07, Parkyoonha Evil Princess, myevilsmile, CloudsomniaElf, kyuminjoy, dhian kyuhae elf, MBC, cilvyana137, Kim Ri Jaejong, Kim Young Min, Otaku 1514, Ritsuka, Hwan Mi Sun, Miyu 1905, dian-k29, Cho Hyun Jin, Yolyol, Lee HyoJoon, MegaKyu,min-min ELF, Park Hyun Ra, dita0307sunggie, Rosa Damascena, Kyumin Forever, KyuMin aegyanya KyunnieAppaSamaMinnieUmma. Cherry, Kyukyuminnie, iruma-chan, dhian kyuhae elf, Auliayyg, Kim Nuri Shfly, Lil-larry, AngelFishy, I'M MISS SIMPLE, Lady Canoopus, ShiNe9519, qminhee, EmyKMS, Cho MiNa, Jung In Ra, Cho KyuMin, Yuni, rasmachubby, FLAKYUMIN, Kim Min Lee, Aya-Chan, Iruma-chan, ZhuKYULee, NaeBabyKyu, 2093, Kyukyu, Dina LuvKyumin, ar13n, Yuukime isme, Saeko Hichoru, ELFJiEyounG2112, ELF Sparkyu N Genstars 4ever, kyumin forever, melani kyuminElf, Shin EunSub, widiwMin, ChoLee KyuMin, Riliyana Mecca, Park Sohee, Prince Kyu, Aida Sungjin, Princess Kyumin, daraemondut, Lee Minra, melocechoole, KyunieMin, Winter Boy, Labu Manis, Kim Munhee, Mimiyeon, kyuminlinz92, 960120, NaKYUKYumin, Meong, The-Shiirayukii, Evil Bungsu KyuMinBaby 137, Akira Kou, Kim Min Hyun, Prince Kyu, Zahra, ikkimassu, BarbeKyu , Chikyumin, honey26, SJ Little Fish, vitaminielf, Evilkyu Vee, YukiLOVESUNGMIN, tjkyuri, karin, Lianzzz, nam seul mi, KyuMinLa, jotha aurigth, Dark 038, Rima Kyumin Elf, E.L.F, kyokyorae, Bunny Ming, Park KyuMin, Galtrisia, Myeolchi's Wife, astaat, KarooMinnie, Sparkyuminnie,Kim Heenim, Enno Kim Lee, Blacksmille4ever, Lady Canopus, Yukii, dincubie, min190196, Auliya, winda 1004, dinlovekyuminsj, Cho Ummu Archuleta, ranie nanda Elf, Mikazuki Hye Ah, minnieyaevil9tha, wonnie bummie,

and temen yang lain juga yang udah ngeadd me jadi fav author and fav story.

And yang udah ngereview di FB dan Grup juga, gamsahae.

Enjoy My very firsT Collaboration FF with Miyu1905 and Lee Hyeri

Pen Name : KyuMin hearT137

"MY LOVER'S SKILL"

Rated M

Add My new FB account

Name :

Rainy Saranghaesungminyoungsaeng Heart

Follow Me On Twitter

Rainy_Heart88

.

.

Gomawo ^_^