Hate To Heart U
Author : rainy hearT
Cast :
- Cho Kyuhyun
- Lee Sungmin
- Henry Lau
- Other SUJU member
Pairing : ||KYUMIN || slight HenMin || Other Pairs
Genre : Romance, Drama, Sad
Rating : M
Length : Series
Disclaimer : All cast punya diri mereka sendiri dan Tuhan. #Sungmin akan selalu dan selalu punya saya#plakkk#
Warning : Please be patient|| BL/Boys Love/YAOI || EYD tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia || typos || GS for Umma ||
Sumarry : || I am sorry but i have been waiting for this moment, I have been waiting forever. That your long-time love would end. Forget about him and wash him off from your mind. He's not meant to be with you. So baby won't you come to me...||
.
Be Patient With Me
.
NO COPAS ! NO BASH ! NO FLAME !
Don't Like, please Just Don't READ
.
.
HAPPY READING
.
ooOoo HATE TO HEART U ooOoo
.
Chapter 13/end
.
.
Skip Time
Two Years Later
.
.
"Bummie, bisakah kau tak hanya memperhatikannya? Aku ini suamimu?"
Namja tampan itu melangkah lemas memeluk istrinya dari belakang. Melesakkan kepalanya di ceruk leher Kibum dan mengusap pelan payudara Kibum yang semakin besar saja. "Aku ingin ini, tapi keluar airnya. Dulu kupikir rasanya pasti enak, tapi ternyata..."
Kibum yang sedari tadi mengusap baby kecil di baby box-nya akhirnya terpaksa memutar tubuhnya dan menatap lembut pada namja yang entah bagaimana bisa semakin manja padanya sekarang ini.
"Wonie, bisakah kau tak protes padaku? Bukankah dulu kau juga acuh? Saat Henry masih baby kau tak secerewet ini?"
"Ish... jangan bandingkan aku dengan yang dulu Bummie. Bukankah aku sudah banyak berubah?" Siwon mencium sekilas bibir Kibum. "Dan aku mencintaimu sekarang."
Siwon seperti terlahir kembali, saat terindah dalam hidupnya, adalah dimana ia mencoba mencintai Kibum dan keluarganya. Mencoba lebih bisa mengatur Henry dan juga emosinya. Mencoba menjaga dan menyayangi baby kecil yang kini meramaikan rumah mereka. Baby yang lahir dengan cinta, bukan paksaan atau sekedar pelampiasan.
.
.
"Sibum!"
Namja mungil itu berteriak keras sembari masuk ke dalam rumah megahnya. Berlari menaiki satu per satu anak tangga tanpa mempedulikan namja yang mengurut keningnya melihat tingkahnya yang semakin mirip seperti anak kecil. Namja jangkung itu membalas senyuman dari setiap pelayan di ruangan itu hingga ia melangkah naik ke lantai dua menyusul namja yang mungkin saja sudah sampai duluan didalam kamar yang ia tuju.
Kamar dengan corak biru muda yang begitu ramai dengan wallpaper dan mainan anak-anak. "Sssssttt... Jangan berisik. Dia baru saja tidur."
"Hajiman Umma, aku..."
Dan namja itu tak bisa berkata apa-apa lagi ketika seseorang menarik kerah lehernya seperti anak kucing. "Ish... Mimi ge, aku hanya mau menemui dongsaengku saja. Kenapa menyeretku begitu? Kau pikir aku ini kucing apa?"
Suara namja mungil yang memang sedikit cempreng dan keras itu berhasil mendapatkan deathglare mematikan dari Siwon. "Henry, Sibum itu baru tidur. Bisakah kau tak mengganggunya? Sebaiknya kau belajar untuk ujian semester. Bawa dia Zhoumi, dan ingat kau harus benar-benar bisa mengaturnya atau kalau tidak, tak akan ada pernikahan untuk kalian."
"Hajiman appa, kau tidak bisa..."
"Henry..."
"Oke." Henry mempoutkan bibirnya dan melangkah kesal menuju ruang belajarnya, membuka pintunya dengan kasar dan duduk dengan kesal. Sungguh, ia tak terbiasa dengan ketegasan Siwon.
.
.
KyuMin Side
.
Suasana di ruangan serba putih ini begitu ramai. Ruangan yang sudah penuh dengan tamu undangan yang berpakaian rapi, dan juga begitu banyak rangkaian bunga putih di setiap sudutnya menandakan akan diadakannya satu acara khusus diruangan ini. Sebuah ruangan di satu gereja kecil di sudut kota Seoul. Gereja yang akan menjadi saksi dari pernikahan suci seorang Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin.
"Kemana dia, Kyu?"
"Molla Umma."
Namja tampan dengan tuxedo putihnya itu terus saja gelisah. Sebentar lagi upacara pemberkatan pernikahan akan dimulai dan belum ada sedikitpun tanda-tanda kehadiran Sungmin disana.
"Mianhe Kyu, umma rasa Sungmin tersesat."
Kyuhyun hanya tersenyum miris dan berusaha menyembunyikan kekesalannya di depan Teukkie dan Kangin. Berulang kali ia melihat ke arah pintu masuk utama gereja dan berharap ada bayangan Sungmin yang datang.
"Ish... Minimi keras kepala. Kenapa juga dia harus mengendarai mobilnya sendiri? Kenapa tak mau berangkat bersama saja? Dasar!"
Kyuhyun terus mengumpat Sungmin. Meski pelan, tapi tetap saja terdengar dan wajah masamnya itu benar-benar membuat gemas sang Umma.
"Kyuhyunie, sabarlah. Menunggu beberapa menit lagi juga tidak apa-apa."
Kyuhyun melirik pada sang Umma yang terkikik pelan melihat raut wajah Kyuhyun. Dan ia semakin bertambah kesal sekarang. Untunglah tempat mereka berdiri itu di sudut ruangan, hingga tak banyak orang yang memperhatikan Ibu dan anak ini. Kyuhyun memutar tubuhnya dan menatap tajam pada Heechul.
"Ini semua gara-gara Umma dan Appa. Kalau Umma tak mengijinkannya bekerja di kantor appa dan mengurus satu perusahaan appa, mungkin saja dia tak akan memiliki mobil sport sialan itu. Menyebalkan!"
"Hei kenapa jadi Umma yang disalahkan?"
.
.
Flashback On
.
"Kyu..."
Terdengar suara lirih dari Sungmin. Kyuhyun yang duduk disisi Sungmin, menoleh padanya dan mengusap bahunya. Berusaha untuk menenangkan Sungmin. Sungmin sendiri masih terlalu shock karena bahagia atau sedih. Entahlah, yang pasti dia baru saja menerima telfon dari pihak Universitas Seoul.
"Bagaimana jika aku tidak bisa Kyu, maka akan sangat lama untukku mempelajari semua mata kuliah itu?"
Kegelisahan Sungmin memang sangat beralasan, lulus ujian masuk dengan nilai yang benar-benar pas, sedikit membuatnya khawatir. Dan ini didengar oleh Hankyung dan Heechul yang baru saja pulang dari Jepang.
"Lulus?" Heechul bertanya sambil melangkah dan duduk disisi Sungmin. Sungmin mengangguk pelan. "Lalu kenapa kau seperti tak senang? Chukkae chagi." Heechul hendak memeluk Sungmin, tapi possesive Kyuhyun langsung menarik tubuh Sungmin agar menjauh.
"Ish, pelit sekali." Heechul mencibir lirih pada Kyuhyun. Kemudian Hankyung ikut dalam pembicaraan mereka. "Jadi bagaimana sekarang? Apa kau sudah memberitahu Kangin dan Teukkie?"
"Sudah Appa. Dan mereka juga mendukung semua keputusanku. Mau masuk fakultas apa, mau menjadi apa, semua terserah padaku."
"Lalu masalahnya apa?"
"Han Appa, aku ini tak pintar seperti Kyuhyunie, bagaimana jika aku akan kuliah begitu lama dan tidak lulus-lulus. Akan sangat memalukan Appa."
"Kalau begitu, bagaimana jika diwaktu luang kuliahmu kau membantu appa mengurus salah satu perusahaan appa. Mungkin saja bisa menambah pemahamanmu pada teorinya dan kau bisa langsung mempraktekkannya."
.
.
Dan selama dua tahun itu, Sungmin belajar sambil bekerja. Tentu saja Kyuhyun juga membantunya. Tapi berbeda, karena Sungmin rajin dan juga sangat bersemangat, ia selalu menyimpan semua uang gajinya pada Hankyung. Berharap ia dapat segera membeli mobil sport mewah berharga puluhan juta won itu.
Dan hari itu pun tiba. Karena Sungmin hanya akan menyetujui pernikahannya dengan Kyuhyun jika ia sudah bisa membeli mobil sport itu, akhirnya Kyuhyun harus bersabar. Dan ketika mobil berwarna merah mengkilat dengan logo khas Ferrari itu datang ke rumah keluarga Cho, Kyuhyun langsung mempersiapkan semua pernikahannya.
Bukan hal mudah bagi Sungmin untuk mengendarai mobil itu. Bukan pada masalah ia tak tahu bagaimana mengemudikannya. Tapi masalahnya adalah ia terbiasa dengan supir. Dan dia sama sekali tak bisa mengingat jalanan di kota Seoul dengan baik.
Perlu waktu begitu lama bagi Sungmin untuk menghafal jalan ke kantornya sendiri. Hingga terkadang, dia meminta Kyuhyun untuk ikut bersamanya. Kyuhyun hanya bisa menggeleng heran. Sungmin yang kekanakkan dan keras kepala. Dangerous Lee Sungmin.
.
.
Flashback Off
.
.
Kyuhyun masih menatap kosong pada pintu utama gereja itu. Hingga akhirnya suara deruman mesin mobil yang ia kenal benar, berhenti didepan gereja dan namja manis dengan tuxedo putihnya keluar dari dalam mobil itu. Berlari cepat turun dari mobil dan segera menuju ke depan altar.
"Hosh...hosh... Mianhe Kyuhyunie, aku tersesat."
"Sudah kuduga."
Kyuhyun hanya menanggapinya dengan senyuman mirisnya dan juga lirikan mata mematikan yang menandakan ia benar-benar kesal.
"Baiklah, bisa kita mulai."
Seluruh keluarga termasuk dua namja itu mengangguk. Pendeta mulai membacakan runtutan dari peneguhan pernikahan itu tapi...
"Bisakah langsung ke intinya saja."
Pendeta itu mengernyit herap pada Sungmin tapi akhirnya ia mengangguk dan langsung menuju ke pertanyaan peneguhannya.
"Saudara Cho Kyuhyun, bersediakah anda me..."
"Mianhe pendeta, langsung ke paling inti sekali. Sungguh ini harus cepat."
Wajah gugup Sungmin mengundang banyak pertanyaan di benak Kyuhyun dan juga semua tamu dan keluarganya yang ada disana. "Wae Minimi, kau..."
"Jebal pendeta..."
Sungmin menatap pendeta dengan puppy eyes yang mematikan, hingga pendeta itu akhirnya hanya mengangguk dan menghela nafasnya, menurut saja pada Sungmin. "Baiklah, masukkan cincinnya lalu cium saja. Kalian sudah sah."
"Yeay...!"
Dengan segera Sungmin meraih tangan Kyuhyun dan mengambil cincin yang disodorkan oleh seorang anak kecil disisi Sungmin. Begitu juga dengan Kyuhyun . Meski banyak pertanyaan yang berputar di otaknya, ia tetap memasukkan cincin itu di jari Sungmin.
Dan dengan gugup Sungmin mencium bibir Kyuhyun. Riuh tepuk tangan dan juga tamu undangan yang berdiri, seakan menutupi pandangan Sungmin dari pintu masuk. Hingga akhirnya, telinga Sungmin mendengar suara yang ia khawatirkan sedari tadi...
"Polisi! Semuanya diam!"
Segerombolan namja berpakaian polisi itu berjalan tegap seakan membelah semua tamu undangan menjadi dua. "Baiklah, siapa yang mengendarai Ferrari merah yang ada di depan gereja?"
Tubuh Sungmin seketika dingin. Ia begitu takut melihat semua polisi yang berdiri tegap dihadapannya. Dan Kyuhyun menyadari itu. Ia membalas genggaman tangan Sungmin dan menatap pada polisi itu. "Orangnya sudah pergi entah kemana. Dia supir kami."
"Jeongmallo?"
Kyuhyun mengangguk yakin. "Kau tak percaya padaku, pak polisi?"
"Ah, tentu saja percaya. Baiklah, mianhe telah menganggu acara kalian."
Sungmin menghela nafas leganya, melihat semua polisi itu pergi dari gereja. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke telinga Sungmin, "Minimi, kau berhutang penjelasan pada kami semua setelah ini."
.
.
"Mwo?"
"Ahahahahahaha... Huahahahhaa...!"
Seluruh orang disana berteriak dan tertawa keras. Tapi tidak dengan Sungmin. Namja itu melipat wajahnya dan menunduk dalam. Rasa kesal, marah dan juga malu seakan menimbunnya dalam-dalam. Ia sungguh malu sekarang. Dan saat melihat wajah Kyuhyun yang menunduk berusaha untuk menatapnya, Sungmin malah menutup matanya. "Sudah puas tertawa?"
Kyuhyun tersenyum kecil dan mengacak rambut Sungmin. "Mianhe, hanya saja kau konyol sekali."
"Ya! Mana tahu aku jika itu jalan searah, lagi pula jalan itu juga lebar, kenapa polisi itu terus mengejarku?"
"Karena itu jalan satu arah chagi, kau tak bisa menerobosnya begitu saja."
"Ish! Terserah!"
Sungmin menghentakkan kakinya kesal dan melangkah cepat meninggalkan semua orang yang ada di ruang keluarga itu. "Aish... Ternyata dia masih seperti anak-anak."
"Nde yeobo." Kangin mengusap bahu Teukki dan menatap pada Kyuhyun. "Sudah susul saja sana. Sebelum dia mengunci pintunya dan tak mau menemuimu."
Dan secepat kilat Kyuhyun berlari menaiki tiap anak tangga menuju kamar mereka. Ia memutar pelan kenopnya dan melihat namja cantik yang masih lengkap dengan tuxedonya itu duduk menyendiri di sudut ruangan. "Chagi..."
Kyuhyun masuk dan mengunci pintunya. Mengendurkan ikatan dasinya dan membuang tuxedo dan rompinya, menyisakan kemeja putih yang perlahan ia gulung lengannya. Mendekat pada Sungmin dan berjongkok di hadapannya. "Wae Minimi?"
"Keterlaluan."
Sungmin mendecit lirih. Dan Kyuhyun masih bisa mendengarnya dengan baik. Ia ikut duduk di lantai, berhadapan dengan Sungmin. Ia mengangkat dagu Sungmin, menatapnya lembut seakan memaksa Sungmin untuk membalas tatapannya. "Lihat padaku Minimi."
Sungmin membuka perlahan kedua matanya. Bola mata yang berwarna merah, dan pipi yang masih melukiskan garis basah dipipinya. Kyuhyun mencium pelan bibir Sungmin.
Ciuman singkat tapi sangat lembut dan mampu menenangkan Sungmin. "Aku tahu, kau sudah berusaha. Gwenchana baby..."
Kyuhyun menarik tubuh Sungmin ke dalam pelukannya, mengusap lembut punggungnya dan berulang kali menciumi pucuk kepalanya. Helaian rambut halus dengan wangi vanilla yang sangat ia sukai dari Sungmin. "Gomawo, sudah berusaha hari ini. Kau tetap yang terbaik Minimi."
"Tapi aku konyol Kyu. Kau sendiri yang bilang, kau jahat."
"Ssssttt... Mianhe, arra. Lupakan masalah yang tadi. Lihatlah tanganmu." Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mengangkat tangan kiri Sungmin. Menunjukkan kilauan cincin berlian yang melingkar indah di jarinya.
"Hiks... Kyunie, harusnya pernikahan kita lebih romantis. Tapi... Hiksss...hikss..."
Sungmin semakin terisak. Air matanya tak mau berhenti, ia sungguh malu sekaligus kesal. Kyuhyun mengerti benar, jika Sungmin memang sedang sensitif akhir-akhir ini. Ia lebih manja dan tak bisa diatur. Seperti kembali menjadi anak kecil, terlebih karena Ferrari merah itu.
Dan Kyuhyun hanya bisa menenangkannya. Memeluknya erat dan membawanya untuk berbaring di kasur mereka. Kyuhyun berbaring disisi Sungmin. Membelai lembut pipinya, menghapus jejak air matanya. "Chagi, berhenti menyalahkan dirimu. Aku tahu kau sudah berusaha. Malam ini, jangan berikan aku air mata lagi. Dan kurasa kau sudah cukup banyak menangis, jadi berhenti. Arra?"
Sungmin menghentikan isakannya. Mengangguk pelan dan menatap dalam pada mata Kyuhyun. "Mianhe Kyuhyunie."
Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Berbisik lirih di telinganya. "Gwenchana baby Ming." Deru nafasnya seakan menggelitik telinga Sungmin. "Saranghae Minimi..."
Jantung Sungmin berderu cepat. Bukankah mereka sudah biasa melakukannya? Tapi kali ini, semuanya terasa asing. Perasaannya dan debaran jantungnya, aliran darahnya, semuanya mengalir dan berderu lebih cepat.
Saat nafas Kyuhyun menyapu wajahnya, dan lidah nakal Kyuhyun mulai memanja telinga dan pipinya, hingga menemukan bibir kenyal Sungmin.
Menyesap manisnya, menggelitik lidah Sungmin untuk ikut bermain bersamanya. Tangan Kyuhyun perlahan sudah menyusuri kaitan kancing baju Sungmin. Melepaskannya satu persatu perlahan hingga akhirnya telapak tangan lembutnya menemukan permukaan kulit halus Sungmin. Mengusapnya pelan, dan memainkan jari pintarnya saat menemukan tonjolan kecil yang ia cari. Menjepitnya, dan menekannya. Sementara bibir Kyuhyun masih setia memanja bibir Sungmin. Saliva saling bercampur dan mengalir pelan di pipi Sungmin. Lenguhan pelan Sungmin dan deru nafas cepatnya menandakan betapa ia menikmati semua sentuhan lembut dari Kyuhyun.
Kyuhyun menghisap kuat lidah Sungmin, dan sesekali menyesapi seluruh sudut di mulut hangat Sungmin. Jemari Kyuhyun otomatis meremas kuat dada Sungmin saat ia mendapat rangsangan dan gelitikan berlebih dari ciuman mereka. Darahnya pun seakan mendidih, saat tangan Sungmin melingkar indah di lehernya. Entah kapan Sungmin melepaskan kaitan kemeja Kyuhyun, yang jelas sekarang Sungmin sedang berusaha melepas kemeja Kyuhyun.
Dan setelah kemeja itu sedikit turun dari bahu Kyuhyun, Sungmin yang sudah semakin dikuasai nafsu menarik kuat kedua pipi Kyuhyun dan memperdalam ciuman mereka. Ciuman yang begitu hangat dan terus menggelitik tubuh Kyuhyun.
"Eunghhh ... Eummmhhh...hhhhh..."
Desahan Sungmin terdengar pelan malam itu. Dan Kyuhyun yang sudah sangat sesak dengan ciuman panjang Sungmin, akhirnya bisa melepaskan tautan bibir mereka. Jejak saliva antara mereka tercipta. Dan Kyuhyun tanpa rasa jijik, menjilat garis saliva di pipi Sungmin. Untuk kemudian mengangkat wajahnya dan menatap lekat wajah Sungmin yang sudah memerah.
"Horny? Atau kau memang sudah tak bisa menahannya lagi? Kenapa begitu bernafsu?"
Sungmin memalingkan wajahnya dari tatapan Kyuhyun. Dengan cepat menutup matanya. Ia sungguh malu jika saat seperti ini, Kyuhyun malah menghentikan kegiatan mereka dan sibuk mencium kecil pipi dan hidungnya seperti sekarang ini.
"Katakan, apa kau sangat mencintaiku? Ayo, katakan Cho Sungmin. Jangan memalingkan wajahmu, atau jika kau tetap melakukannya, maka kita akan berhenti sekarang juga."
"Andwee. Nde..." Sungmin mengeratkan lengannya di leher Kyuhyun. Kemudian mendorong wajah Kyuhyun untuk semakin dekat dengannya. Memaksa bibir Kyuhyun untuk mencium pipi chubbynya. Kemudian berbisik lirih. "Jeongmall saranghamnida Tuan Muda Cho Kyuhyun. Nega neomu joaheyo neomu saranghaeyo..."
Dan Sungmin dengan cepat, melepaskan kemeja Kyuhyun. Mengusap pelan dada Kyuhyun dan menciumi lembut lehernya. Kyuhyun hanya memejamkan matanya, menikmati semua perlakuan Sungmin. Kedua tangan dan lututnya masih menumpu berat badannya. Dan dengan jahil, Sungmin menggesek junior Kyuhyun yang masih tersembunyi dibalik celana panjangnya. Tersenyum seduktif dan menggigit bibir bawahnya, begitu menggoda dan nakal.
"Ayo Kyunie... Mana lenguhanmu?"
Kyuhyun memang berusaha keras menahan teriakan yang seakan siap meledak di kepalanya. Sungguh, ini begitu nikmat untuk terus ditahan. Tapi Kyuhyun tak bisa, dia terlalu malu untuk mengakui jika Sungmin sudah benar-benar membuatnya gila kali ini.
Dan Kyuhyun masih mencoba bertahan. Meski kedua lutut dan tangannya sudah bergetar tak karuan sekarang. Ia tetap berusaha menahan lenguhannya, saat lidah nakal Sungmin menjilat pelan nipplenya, dan tubuh Sungmin yang sedikit turun ke bawah, memudahkannya untuk meremas pelan junior Kyuhyun.
"Ouh...uhhhh...Minghhhh... Aaahhhh... Sshhhh...aaahhh."
Dan kedua tangan Sungmin masih sibuk bekerja. Membuka kaitan ikat pinggang Kyuhyun dan membuka kaitan kancing celananya. Menurunkan zippernya perlahan, dan melepaskannya. Membebaskan junior Kyuhyun yang sudah sangat tegang. Dan tubuh Kyuhyun merinding seketika, saat tangan lembut Sungmin mulai mengocok juniornya. Sungmin kembali menarik tubuhnya keatas dan menggigit pelan adam apple Kyuhyun. Menghisap kulit lehernya, meninggalkan jejak keunguan di setiap inchi kulit leher Kyuhyun.
Dan Sungmin, di puncak nafsunya, mendorong tubuh Kyuhyun dan langsung melepas celana panjang Kyuhyun. Mengusap pelan kedua paha Kyuhyun, menyapu semua kulit putih itu dengan lidahnya, hingga akhirnya ia menemukan junior Kyuhyun yang masih sangat tegang. Dan lidah Sungmin kembali bermain disana. Menjilati garis ototnya dan sesekali menusuk nakal lubang di kepala junior Kyuhyun.
"Jebal Minghhh... Ouhhhh, masukkan..."
Dan Sungmin segera memasukkannya. Mengulum junior besar Kyuhyun dengan mulut kecilnya, dan tangannya meremas nakal twinsball Kyuhyun.
"Yeahhh... Ahhhh nikmat sekalihhh... Ouhhh..."
Kyuhyun sibuk meracau tak jelas, sementara Sungmin semakin mempercepat tempo kulumannya. Menghisap kuat kepala junior Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun semakin menggelinjang nikmat. Semua darahnya seperti berkumpul di satu titik yang membuat tubuhnya bergetar dan juniornya berkedut kencang.
"More Minghhhhh ...ouhhh... Lebih cepat Minghhhh..."
Kyuhyun terus mencengkeram kuat seprei kasur mereka, dan terus meracau dan memerintah Sungmin utuk melakukannya lebih cepat lagi dan lagi.
"Yeah... Ming... Akuhhh ouuuuhhhh...Ming...!"
Dan berjuta sperma itu menembak dan masuk ke dalam mulut Sungmin. Cairan yang terasa begitu nikmat dan manis.
Sungmin langsung mencium Kyuhyun. Berbagi cairan itu. Menciumnya dengan ganas dan meremas gemas rambut Kyuhyun.
Kyuhyun melepaskan semua pakaian Sungmin dan langsung meraih nipple Sungmin. Mencubitnya gemas dan menyedotnya kuat. Sungmin terus mengerang menahan nikmat. Kedua tangannya tak sanggup menahan beban tubuhnya. Hingga ia terjatuh dan sedikit menindih tubuh Kyuhyun. Tapi posisi Sungmin malah sangat pas untuk Kyuhyun. Sungmin yang masih berusaha menopang tubuhnya dengan sikunya, seakan menyodorkan nipplenya ke mulut Kyuhyun. Dan Kyuhyun, dengan sangat bersemangat terus memainkan nipple Sungmin. Dan kedua tangannya mencoba membuka kaitan ikat pinggang Sungmin.
.
.
"Ouuuhhhh... Kyuhhhh...sshhhh...ahhh..."
Sungmin terus meracau nikmat saat Kyuhyun mulai memanjakan juniornya. Menusuk pelan lubang di kepala juniornya yang terus saja mengeluarkan precum. Tangan Kyuhyun pun masih setia memainkan nipple Sungmin. Menjepitnya dan memelintirnya. Terkadang meremas gemas dada Sungmin yang terbilang berisi itu.
"Ahhhhh Kyuhhh...!"
Sungmin berteriak keras, melampiaskan kenikmatan yang melanda tubuhnya. Berjuta sperma ditelan Kyuhyun. Menyisakan sedikit saja untuk melumuri jarinya.
"Siap untuk selanjutnya Ming?"
"Eummhhh..."
Dengan nafas yang masih terengah-engah, Sungmin mengangguk pelan. Dan perlahan Kyuhyun menusuk single hole Sungmin. Mengoyak lubang sempit itu dengan jari panjangnya. Meskipun ini entah sudah yang keberapa kalinya tapi tetap saja...
"Eunggghhhh... Sangat sempit Ming..."
Satu jari...
.
Dua jari...
Hingga akhirnya tiga jari Kyuhyun mengoyak single hole Sungmin.
"Ouh... Kyuhhh... Moree... Faster... More...aaahhh..."
"Baiklah chagi kau yang memintanya."
Kyuhyun mengocok pelan juniornya sendiri dan perlahan menggesek single hole Sungmin.
"Kyuhhh... Cepatlahhh... Ouhhhh jangan permainkhan... Ouuhhhh...!"
Sungmin menjerit keras saat Kyuhyun langsung menyodok keras masuk ke dalam holenya. Sakit yang luar biasa karena Kyuhyun langsung menghentak kasar juniornya dan mulai menggerakkannya dengan cepat. Tangan Kyuhyun menahan kedua kaki Sungmin di bahunya. Dan Kyuhyun hanya sibuk menatap wajah Sungmin yang masih memejamkan matanya.
Bibir plump pink yang sedikit terbuka, seakan menggoda Kyuhyun. Tapi Kyuhyun berusaha keras tak menciumnya, ia ingin melihat Sungmin yang terus menggeliat karena tusukan di hole-nya.
"Ouhhh there Kyuhh...! Oh goshhhhh... Ouhhhh more Kyuhhh... More...!"
"Lagihhh...? Kau menikmatinya Ming? Ouhhhh..."
Sungmin hanya mengangguk. Dan Kyuhyun mulai memainkan nipple Sungmin. Menjepitnya dan memelintirnya.
"Ouhhhh Kyuhhh... Akuhhh ...sssshhhh...ahhhh..."
"Nde Ming... Bersama... Ahhh...ahhhh..."
Kyuhyun terus menggenjot hole Sungmin dengan kasar dan cepat. Seperti yang diinginkan Sungmin. Tubuh keduanya sudah penuh keringat, dan juga nafas yang terus berpacu cepat.
"Ouuuuhhhh Kyuhhhh...!"
"Ming...ahhhh...ahhh...ah..."
Nafas Kyuhyun berderu cepat. Ia menahan tubuhnya dengan kedua tangannya. Menatap wajah Sungmin yang menurutnya semakin seksi. Keringat mengalir dari seluruh pori di wajahnya. Bibir yang terbuka, membantunya untuk bernafas. Dada yang naik turun, menandakan betapa sesaknya ia sekarang setelah menembakkan jutaan sperma ke perut Kyuhyun.
"Lagi baby..."
Sungmin membuka matanya dan menatap pada Kyuhyun. Dan Kyuhyun tersenyum dan mulai mencium kecil telinganya. Menggelitiknya, memainkan lidahnya di liang telinga Sungmin.
"Nghhhh... Kyuhhh..."
Sungmin tersenyum dalam lenguhannya. Kyuhyun memutar tubuh Sungmin hingga ia kini menghadap pada punggung Sungmin. Ia mengusap pelan punggung Sungmin dan menciumi punggung halus itu.
"Sexy back."
"Yes... My sexy back. Just for you."
Kyuhyun sedikit mengangkat tubuhnya dan bertumbu pada lututnya. "Bersiaplah Ming, menjeritlah untukku. Karena ini akan sangat nikmat."
"Nde, baby Kyuniehhh..."
Dan Kyuhyun kembali mengocok pelan juniornya hingga kembali tegang. Kemudian menaikkan satu kaki Sungmin ke bahunya dan memasukkan kasar juniornya ke hole Sungmin.
"Aaaakkkhhhhh...!"
Sungmin menjerit keras, tapi ciuman Kyuhyun di sekujur kakinya seakan menggelitik rasa nikmatnya.
"Nikmatilah Ming, berteriaklah."
"Aaawwwwhhhhh... Kyuhhh... Ouhhh... Nikmathhh ahhhh... More... more..."
Kyuhyun terus menyodok sweet spot di dalam hole Sungmin. Tangannya sudah meremas bokong kenyal Sungmin. Dan satu tangannya yang lain, mengocok cepat junior Sungmin seiring dengan tempo sodokan Kyuhyun.
"Enngghhh... Enggghhh... Ahhhh...sss...shhh..."
"Sangat nikmat Ming... Ouhhh..."
Kyuhyun terus menyodok cepat dan lebih cepat. Hingga akhirnya setelah hampir 20 menit ia merasakan juniornya mulai berkedut dan terasa sangat tegang. Otot hole Sungmin terus memijat junior Khyuhyun dan untuk keberapa kalinya, Kyuhyun kembali menembakkan spermanya.
"Mingghhhh...!"
"Ahhhh... Kyuhhh... Ahhhh..."
Sungmin sungguh kelelahan. Ia sudah cum beberapa kali dalam satu ronde itu. "Kyuhhh... Kau keterlaluan. Kenapa lama sekalihh... Hahhh...hahhh..."
"Tapi kau menyukainya kan...enggghhhh... Enghhh..."
Kyuhyun menyodok sebentar hole Sungmin. Membuat namja itu kembali blingsatan menahan geli di tubuhnya. "Baiklah, kita istirahat dulu. Baru tengah malam. Dan kurasa kita masih punya waktu sampai nanti pagi."
Dan Kyuhyun membaringkan tubuhnya disisi Sungmin. Melepas juniornya yang sudah lemas dan membantu Sungmin memutar tubuhnya. Menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua.
"Apakah masih sakit Ming?"
"Ahni. Hanya sedikit sakit. Gwenchana."
Kyuhyun tersenyum dan memeluk tubuh Sungmin. Membawanya kedalam rengkuhan kedua lengannya. "Kita tidur dulu. Lanjutkan besok pagi. Aku tak mau kau kesakitan."
"Eum..."
Sungmin mengangguk imut dan menenggelamkan wajahnya di dada Kyuhyun. Menghirup wangi maskulin Kyuhyun yang tak pernah hilang meski mereka berdua sudah begitu basah oleh keringat.
.
.
Other Side
.
"Yeobo, aku benar-benar gerah. Ayolah."
"Ish, aku sedang tak ingin melakukannya."
"Tapi bagaimana dengan little Hannie. Ayolah..."
"Selesaikan saja sendiri."
"Hei, apa kau tak mau melahirkan Kyuhyun kecil? Seperti Siwon dan Kibum. Bahkan putra mereka itu sangat menggemaskan. Ayolah, kau pasti menginginkan putra seperti Sibum. Ayolah Heenim."
Yeoja cantik itu beranjak dari kasurnya. Menatap tajam pada namja tampan yang sudah sangat horny.
"Aku tidak peduli. Aku tak ingin hamil dan menjadi gemuk. Hannie, please..."
"Kalau begitu ya tidak usah hamil. Bermain saja denganku, ayolah..."
"Ishhh... Aku sedang tak ingin bercinta Hannie. Kau merusak moodku."
"Hanya karena aku melarangmu ke Daegu dan membantu Teukkie disana?"
Heechul mengangguk cepat. "Arrasseo. Kau boleh kesana pada hari kerjaku dan akhir pekan kau harus selalu bersamaku. Aku tak mau menjadi duda yang masih beristri."
"Gomawo Hannie."
"Jadi, mana hadiahku?"
Dan Heechul, melangkah pelan mendekati kasur mereka. Melangkah seduktif, membuka kaitan piyama kimononya dan terlihatlah, tubuh seksi yang masih sanggup membuat seorang Cho Hankyung membelalakkan kedua matanya.
"Sexy... Am I...?"
.
.
"Ahhhh deeppeeerrrr... Ouhhhh haniiehhhh... Ahhh..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END
.
.
.
Akhirnya ENd juga. Terima kasih untuk semua reviwer and reader setia yang selalu bersama FICT ini. Mianhe jika End-nya garing dan kurang HOT. Gomawo ! ^.^
.
.
Jawaban rebiew : 1) tentang Hyunsaeng Couple... Mereka memang istimewa. Karena HJL memang sedikit canggung dengan HYS. The Akward couple. And masalah real atw ga, aku juga ga begitu yakin. Tapi perlakuan HJL memang berbeda dan terlihat jelas di beberapa Vid. 2) in U-Kiss. I love KeMaru. Mereka Real. Kedekatan Kevin dan Kibum memang bener2 real. Mereka couple yang sangat manis dan saling melengkapi. Why I say they are real? Itu karena satu alasan. Lihatlah perubahan Kevin setelah Kibum keluar dari U-Kiss. Dan kau akan tahu. And 2Shin. Leader x Magnae couple... They just too cute...
.
Jeongmal Gomawo buat yang udah ngereview:
Cho Kyutamin1322, evilkyukyu, Rizka Iwanda, Kim Ri Jaejong, Park Minrin, Daehyun, Reihan Youngshimi, winter boy, melani kyuminElfsha, andah anfrindah, MINeral-C.07, Parkyoonha Evil Princess, myevilsmile, CloudsomniaElf, kyuminjoy, dhian kyuhae elf, MBC, Clouds54, Fujimoto Yumi,Kyuminnie aegyo, Yeppen Yeoja Ery, cilvyana137, Kim Young Min, Otaku 1514, Ritsuka, Hwan Mi Sun, Miyu 1905, dian-k29, Cho Hyun Jin, Yolyol, Lee HyoJoon, MegaKyu,min-min ELF, queen, winda 1004, min190196, park kyumin, dian minimin30, cholee kyumin, Park Hyun Ra, dita0307sunggie, Rosa Damascena, Kyumin Forever, KyuMin aegyanya KyunnieAppaSamaMinnieUmma. Cherry, Kyukyuminnie, iruma-chan, dhian kyuhae elf, Auliayyg, Kim Nuri Shfly, Lil-larry, AngelFishy, kang ji ae, wonnie bummie, anggik, choi kyumin, I'M MISS SIMPLE, Lady Canoopus, ShiNe9519, qminhee, EmyKMS, Cho MiNa, Jung In Ra, Cho KyuMin, Yuni, rasmachubby, FLAKYUMIN, Kim Min Lee, Aya-Chan, Iruma-chan, ZhuKYULee, NaeBabyKyu, 2093, Kyukyu, Dina LuvKyumin, ar13n, Yuukime isme, Saeko Hichoru, ELFJiEyounG2112, ELF Sparkyu N Genstars 4ever, kyumin forever, melani kyuminElf, Shin EunSub, widiwMin, ChoLee KyuMin, Riliyana Mecca, Park Sohee, Prince Kyu, Aida Sungjin, Princess Kyumin, daraemondut, Lee Minra, melocechoole, KyunieMin, Winter Boy, Labu Manis, Kim Munhee, Mimiyeon, kyuminlinz92, 960120, NaKYUKYumin, Meong, The-Shiirayukii, Evil Bungsu KyuMinBaby 137, Akira Kou, Prince Kyu, Zahra, ikkimassu, BarbeKyu , Chikyumin, honey26, SJ Little Fish, vitaminielf, Evilkyu Vee, YukiLOVESUNGMIN, tjkyuri, karin, Lianzzz, nam seul mi, KyuMinLa, jotha aurigth, Dark 038, Rima Kyumin Elf, E.L.F, kyokyorae, Bunny Ming, Park KyuMin, Galtrisia, Myeolchi's Wife, astaat, KarooMinnie, Sparkyuminnie,Kim Heenim, Enno Kim Lee, Blacksmille4ever, Lady Canopus, Yukii, dincubie, min190196, Auliya, winda 1004, dinlovekyuminsj, Cho Ummu Archuleta, ranie nanda Elf, Mikazuki Hye Ah, minnieyaevil9tha,
and temen yang lain juga yang udah ngeadd me jadi fav author and fav story.
And yang udah ngereview di FB dan Grup juga, gamsahae.
Enjoy My very firsT Collaboration FF with Miyu1905 and Lee Hyeri
Pen Name : KyuMin hearT137
"MY LOVER'S SKILL"
Rated M
Add My new FB account
Name :
Rainy Saranghaesungminyoungsaeng Heart
Follow Me On Twitter
Rainy_Heart88
.
.
Gomawo ^_^
