Summary : Dimulailah hari mereka menjadi preman, bagaimana cara mereka bekerja?

Rated : kayaknya T deh…

Pairing : sedikit USUK
Warning : OOC, OC, abal, gaje, garing sangat, gombal, aneh dan mengandung kadar YAOI atau boyxboy -PLAK-

Desclaimer: Hetalia punya Hidekaz Himaruya-sensei tapi England dan Japan punya kami! –dibantai- Naruto (untuk next chap) punya Masashi Kishimoto-sensei.

.

.

.

Keesokan harinya mereka pun berkumpul di dekat pasar dan memulai pekerjaan baru mereka menjadi preman. Tapi sebelum berangkat mereka berganti pakaian dulu. Alfred mengenakan baju lengan pendek berwarna merah dengan celana jeans selutut, untuk memberi kesan preman Alfred memakai ikat kepala yang berupa slayer hitam dan sepatu. Neth memakai baju lengan panjang berwarna biru dengan tulisan 'MONSTER' di dada bajunya, memakai celana panjang yang agak sedikit berumbai-rumbai dan gelang metal. Gilbert mengenakan baju putih polos lengan pendek dengan celana panjang hitam yang ia robek-robek untuk memberi kesan sangar, Gilbert juga memakai kalung metal dan kacamata di kepalanya. Will mengenakan baju lengan pendek berwarna hijau dan celana jeans panjang yang dari modelnya sudah robek-robek tanpa aksesoris tambahan. Dan Scott, dia yang paling sangar, dengan baju hitam lengan pendek, jaket jeans dan celana jeans panjang yang robek di bagian lutut, juga kalung metal ditambah tas pinggang untuk menyimpan senjata tajam tapi yang di simpan di sana adalah daftar belanjaannya Irish dan pisau dapur Irish yang sudah tumpul.

Mereka pun berangkat ke pasar, diiringi lagu yang biasa di pakai di darma-drama Korea maupun Indonesia. Weis canggih bener nih preman. Sesampainya di pasar Scott membagi tugas, Alfred dan Gilbert di tugaskan di bagian utara pasar, Neth di bagian selatan, sementara Will dan Scott akan pergi ke arah barat. Mungkin para reader bertanya kenapa tidak ada arah timur, bukannya tidak ada tapi tidak akan ada yang berani mangkal di sana karena biasanya ada Irish dan Mbah Ivan beserta adiknya Natalia yang belanja di bagian timur juga petugas satpam preman keliling rawan di sana. "Kalian harus kembali ke sini pukul 6 sore!" seru Scott sambil membuat tabel di sebuah kertas. "Dan jika ada bahaya, beritahu yang lainnya." lanjutnya. "YOSH!" seru Gilbert, Alfred, Will, dan Neth dan mereka pun berpencar mencari mangsa.

Pertama kita lihat kerjaan duo makhluk aneh tapi nyata Alfred dan Gilbert, ternyata bukannya malakin orang mereka malah asik jajan di pasar sambil bernyanyi lagu India dan joget-joget. Jelas saja mereka jadi bahan tertawaan dan perhatian di pasar, tapi mereka terlihat cuek bebek saja. Tak lama dari tempat mereka berdiri Alfred melihat sosok Arthur di kejauhan, tanpa memedulikan Gilbert, Alfred cabut ke tempat Arthur. Gilbert tidak menyadari kepergian Alfred karena dia sibuk mencari mangsa untuk dipalak, tak lama ia melihat Vash bersama adiknya Lily. Dengan sigap Gilbert menghampiri mereka, "Tumben ke pasar. Biasanya ke supermarket." sindir Gilbert yang sudah di samping Vash. "Terserah gue dong mau kemana! Bukan urusan lu! Mau ngapain lu ke sini! Kalo godain adek gue, gue DOR lu!" seru Vash sambil menodongkan senjatanya tepat di kepala Gilbert. "Ampun bang! Ane Cuma mau minta duit! Dikit aja bang." teriak Gilbert memohon ampun dengan penekanan pada kata 'dikit'. "Jadi lu berani malak gue, HAH!" Vash siap-siap menarik pelatuknya. "Kakak jangan kasar dong kita kasih aja sedikit uang kita." kata Lily menghentikan Vash. Wajah Gilbert berubah menjadi ceria mendengar perkataan Lily, Gilbert serasa melayang 'akhirnya ada yang mau ngasih gue uang' kata Gilbert dalam hati. Lily mengeluarkan dompetnya dan merogoh dompetnya untuk mengambil isinya, semakin dalam Lily merogoh dompetnya, semakin lebar pula senyuman Gilbert. Lily pun mengeluarkan bebebrapa lembar kertas membuat Gilbert serasa melayang. "Ini." Kata Lily memberikan selembar uang untuk Gilbert dengan senyum penuh ikhlas. Gilbert pun menerimanya dengan senang hati sampai-sampai memejamkan matanya dan ketika Gilbert membuka matanya seketika senyumnya luntur. Betapa terkejutnya Gilbert, ternyata Lily hanya memberikan seribu perak kepadanya "BAH! Apa-apaan nih! Masak Cuma seribu! Gak AWESOME banget sih! Beli permen aja cuma dapet 6!" protes Gilbert. "Masih untung adek gue kasih lu! Mau minta lebih! Jawabannya gak ada!" teriak Vash sambil menembaki Gilbert dan sukses membuatnya lari terbirit-birit menjauh dari Vash.

Oke kita lewati saja tragedy Gilbert, berikutnya kita lihat Neth. Neth sedang asik berjalan mengelilingi pasar "Gak ada mangsa empuk nih." Neth bicara sendiri sambil melihat sekeliling. Tiba-tiba saja Neth menabrak seseorang "WOY! Jalan liat-liat dong!" marah Neth, tak disangka yang menabraknya adalah Mail pemuda asal Malaysia. Neth pun menaikan satu alisnya dan memutar otak jahatnya. "Lu tuh yang jalan liat-liat! Matanya di dengkul apa!" teriak Malaysia tidak mau kalah. "Iya deh maaf. Ngomong-ngomong lu punya duit gak?" dengan cepat Neth merampas dompet Mail yang ada di saku celananya. "Wah duit lu banyak ya, boleh dong minta?" Kata Neth seraya mengeluarkan ,lembaran-lembaran uang dan menghitungnya. "Enak aja! Itu uang untuk ngencanin kak Nesia tau!" Mail pun mengambil dompetnya kembali. "HEH! Sekarang tuh giliran gue tau!" seru Neth mengambil kembali dompet Mail, terjadilah perang berebut dompet sampai…"Neth kamu lagi ngapain di sini?" tanya sebuah suara, secepat kilat Neth merapihkan bajunya dan menyisir rambutnya dengan jemarinya "Hai Nesia-chan…" sapa Neth dengan suara 'agak' genit. Malaysia berusaha mengadu tapi tubuhnya di jepit ke tembok dan dengan tidak sengaja Neth menginjak kakinya. "Oh ya malam ini ada acara gak?" Tanya Neth sambil merangkul kekasihnya itu. "Enggak. Emang kenapa?" Tanya Fitri perempuan asal Indonesia sambil melepaskan rangkulan Neth. Dengan sigap Neth mengambil dompet dari tangan Mail "Kita dinner yuk." Ajak Neth. "Hm…Boleh deh! Di restoran mana nih?" Tanya Fitri agak curiga, maklum waktu itu Neth pernah mengajaknya dinner ngakunya sih ke restoran tapi malah berakhir dinner di pinggir jalan sambil makan gorengan. "Kamu yang pilih deh, aku yang traktir." kata Neth mencolek dagu Fitri dan menunjukkan dompet hasil rampasannya. "Baiklah, jam 7 ya!" seru Fitri senang. "Heh Malon bawa tuh belanjaan! Gue mau jalan-jalan bareng Neth!" kata Fitri dan langsung menarik Neth pergi. Neth menjulurkan lidahnya mengejek Malaysia yang ditinggal sendiri seperti anak ilang di pasar.

Kita lanjut ke duo Kirkland, Scott dan Will. Di tempat mereka tidak ada mangsa yang berarti, mereka tidak mungkin memalak Berwald yang berada tak jauh dari mereka kalau tidak mau SIM mereka tidak di perpanjang oleh Berwald. Jadi mereka mencari amannya saja. Di tempat lain mereka melihat Wang Yao yang sedang jualan bakpao tapi tiba-tiba saja Kiku dan Heracles datang, pupuslah rencana mereka memalaknya. Tak lama, datang Feliciano membawa belanjaan berisi pasta sambil bernyanyi riang gembira dan dia SENDIRI. Senyum jahat pun mengembang sempurna di wajah mereka, tanpa diskusi lagi mereka menghampiri Feliciano. Feliciano yang menyadari kedatangan Scott dan Will langsung merinding disko "Serahin uang lu!" seru Scott sambil mencengkram kemeja Feliciano. "E-enggak a-ada… v-vee~" kata Feliciano tergagap saking takutnya. "Udah serahin aja goceng!" teriak Will. Scott menatap aneh pada Will "Kenapa?" Tanya Will tidak nyaman di perhatikan seperti itu. "Lu tuh bego, tolol, atau autis sih? Masa malak cuma goceng!" kata Scott. "Emang utang gue segitu ke Irish!" seru Will. "Jadi goceng aja lu gak bisa bayar!" kejut Scott lalu melepas cengkraman pada Feliciano. "Lupakan kata-katanya! Gue butuh 1 juta!" seru Scott pada Feliciano. Will pun memukul kepala Scott agak keras "Gak ada orang ke pasar bawa uang 1 juta bego!" teriak Will. "20 ribu!" lanjut Will sambil mencengkram baju Feliciano. "Gak 500 ribu!" Scott pun melepaskan cengkaraman Will dari Feliciano. Terjadilah peperangan yang melibatkan hewan kebung binatang LAGI juga perang menuju kesepakatan (?). Feliciano mengambil kesempatan ini, ia pun mengambil ancang-ancang daan "DDOOOOIIIIITTTTSSSSUUUU~~!" teriak Feliciano sambil berlari sekencang-kencangnya. "HEY YOU COME BACK HERE!" teriak Scott dan Will. Tapi gerakan mereka tertahan karena ada seseorang yang menahan mereka "Scotie~." panggil sebuah suara sambil menjewer kuping Scott. "Wily~." Will pun tak beda jauh dengan Scott. "Kalian malak orang lagi ya~?" aura gelap dan pembunuh pun semakin kuat di sekeliling mereka. Dengan perlahan Scott dan Will menengok ke sumber suara itu walau pun mereka tahu siapa pemilik suara itu "GYAAAAA!" teriak mereka berdua kompak dan setelah itu terdengar beberapa suara seperti PLAK, DUAK, BUAK, DHUAR (?).

"Ide siapa ini!" marah Irish setelah selesai menghajar Scott dan Will. Will menunjuk Scott sebagai pelaku, tidak terima Scott pun memukul kepala Will. Terjadi perang kembali sampai Irish harus memisahkan mereka "Kalian ini sudah bangkotan tetap saja tidak berubah!" seru Irish sambil menjewer kadua kuping saudaranya itu dengan panas. "Kenapa kau tahu kalau kami ada di sini?" Tanya Scott curiga. Tumben sekali adiknya yang super yandere ini belanja sampai ke bagian barat pasar. "Tadi aku ketemu Alfred dan dia menjelaskan semuanya, ternyata kalian ini tidak berubah." kata Irish sambil geleng-geleng kepala. Will merasa ada sesuatu yang hilang dari Irish, tak lama "Ngomong-ngomong bukannya kau ke pasar bersama Arthur tadi pagi?" tanya Will. "Di ada di-." Irish baru menyadari kalau dari tadi ia berjalan sendiri. Senyum yandere dan mata pembunuh mereka bertiga pun keluar dengan kompak dan yang ada di pikiran mereka adalah 'ALFRED'.

Kita kembali ke Alfred. Ternyata ia sedang sibuk pacaran di belakang pasar bersama Arthur, walau mereka sedang diem-dieman tapi berdua saja dengan Alfred membuat wajah Arthur merona merah. "Iggy kenapa sih diem aja daritadi?" Alfred pun angkat bicara. "Kenapa? Masalah?" tanya Arthur jutek "Um…Ya beda aja… Biasanya kan Iggy paling males kalo aku ajak pergi." jawab Alfred gugup. "Oh." Balas Arthur singkat. Hening pun menyelimuti mereka, sampai… "Iggy! Scott itu tukang pasang lampu ya?" Tanya Alfred. "Kok tahu? Tapi dia mantan tukang pasang lampu soalnya setiap dia mau pasang lampu pasti lampunya meledak duluan karena takut melihat wajah Scott." jelas Arthur, Alfred hanya bisa cengo mendengar cerita dari Arthur. "Emang kenpa?" Tanya Arthur beberapa menit kemudian "Ah, soalnya kamu telah menerangi hatiku yang gelap ini" gombal Alfred, seketika muka Arthur memerah mendengar gombalan dari Alfred. "Baka! Gak usah ngegombal deh, git!" seru Arthur padahal di dalam hatinya ia senang dan semangat 45. "Iggy gitu deh. Oh ya Irish itu polwan ya?" Tanya Alfred lagi. "Daripada jadi polwan dia lebih cocok jadi debt collector!" seru Arthur dengan muka memerah. "Masa? Tapi kamu kok memborgol hatiku sih?" gombal Alfred lagi dan sukses membuat wajah Arthur merah padam. "A-apa-apaan itu!" kesal Arthur. Alfred hanya tertawa kecil sambil merangkul uke-nya itu "Oh ya iggy, Will itu suka jualan tali ya?" Tanya Alfred untuk ke tiga kalinya. "Enggak tuh!" Arthur memalingkan wajahnya yang sudah merah padam. "Hm. Tapi kenapa kamu mengikat hatiku?" gombal Alfred LAGI. Arthur merasakan mukanya memanas seperti kompor, dengan cepat Alfred mencium pipi uke-nya itu dan memeluknya erat. "Satu lagi nih. Peter suka nyuri ya?" Tanya Alfred, waduh selamat Alfred kau mendapat piring cantik untuk makan berdua dengan Arthur -PLAK-. "K-kok tau dia suka nyuri ikan di pasar buat di jadiin piaraan?" kata Arthur. "Tahu dong, kan kamu baru saja mencuri hatiku" gombal Alfred, Arthur merasakan wajahnya semakin memerah dan memanas bahkan mengelahkan tomat Antonio dan Cabai dari Indonesia.

Dari belakang pagar Scott, Will, dan Irish sudah berasap-asap melihat Arthur berada sedekat itu dengan Alfred maklum saja, toh cinta mereka cinta terlarang –lagu the virgin yang cinta terlarang disetel oleh author-. Alfred dan Arthur pun bertatapan, 'Manisnyaaa~' pikir Alfred dalam hati melihat wajah Arthur yang merah padam. Dengan perlahan mereka memajukan wajah mereka, dan melayangkan pikiran dalam sebuah ciuman hangat. Tapi itu hanya ada dalam benak mereka, saat wajah mereka sudah sangaaaaat dekat "Emh. Alfred hentikan!" bisik Arthur di telinga Alfred. "Emang kenapa sih Iggy honey?" Tanya Alfred terganggu. Arthur menunjuk di belakang Alfred, Alfred kebingungan. "Apaan?" Tanya Alfred. Arthur melotot pada Alfred dan menyuruhnya membalikkan badan, Alfred pun membalikkan badan lalu… "ALFREEEEEEEEED!" teriak Scott sambil menodongkan senapan, Will sambil memegang tali, dan Irish menodongkan pisau bersamaan. "GYAAAAAAAAAAAAA!" teriak Alfred histeris dan langsung ambil langkah seribu, Scott, Will, dan Irish mengejarnya sementara Arthur masih berada dalam dunia mimpi.

~skipskipskip~

Pukul 6 sore mereka kembali berkumpul di dekat pasar. Gilbert dengan muka lusuh dan kucelnya plus baju yang rombeng tapi ia berhasil mendapat uang sebesar tiga puluh ribu hasil memohon pada Antonio. Neth berjalan dengan senyum penuh bahagia karena ia paling beruntung dapet uang lima ratus ribu hasil malak sama Malaysia. Scott dapat seratus ribu hasil malak Francis atau lebih tepatnya nego, Francis kasih seratus ribu dan dia boleh mendekati Arthur seharian penuh. Will hanya dapat sepuluh ribu hasil ngambil uang jatoh di bawah pohon mangga yang penuh ulat bulu, makanya sekarang ia terkena gatal-gatal. Sementara Alfred tidak mendapatkan uang, tapi ia mendapat siksaan dari ya kalian tahulah siapa. Mereka pun menyerah kan tiga puluh persen dari hasil kerja mereka pada Scott. "Gimana kerjanya tadi?" Tanya Scott dengan logat guru TK. "Oh aseek sekale!" seru Neth senyum-senyum sendiri. "Butuh perjuangan EXTRA! Dan sangat gak AWESOME!" teriak Gilbert. "Gue gak mau lagi deh" kata Will sementara Alfred tidak berkomentar karena terlalu takut kena damprat Scott lagi.

"Kalau begitu ini untuk hari pertama saja, selebihnya tidak perlu stor lagi. Bagaimana?" Tanya Scott. "SETUJU!" teriak yang lain minus Alfred kompak. "Tapi Scott jangan beraninya nego dong! Ups keceplosan aku!" kata Will dengan logat Pak RT disalah satu acara stasiun tv. "Merakbal ente! Ente juga ngambil di bawah pohon! Apa itu yang namanya malak?" geram Scott persis bos si pak RT di acara tv itu. "Heh Alfred! Berani ngedeketin lagi gue bunuh lu!" seru Scott menatap tajam pada Alfred. "I-iya…" jawab Alfred merinding disko mungkin ini hari sial bagi Alfred, malangnya nasibmu nak nak. Setelah mereka saling curhat-curhatan sampai bercucuran air mata akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing dan berencana menjalani profesi mereka besok pagi lagi.

~To be continue~

.

.

.

Aduh masih garing ya? *pundung

Kami kehabisan ide sehingga hasilnya begini deh! Walau sering membaca banyak pairing USUK tapi tetap saja saya a.k.a Usagi tidak bisa membuat sesuatu yang romantis *lari sambil menangis

Ah ya, kalau nama human namenya salah maafkan kami, kami tidak tahu nama-nama human namenya! Jika ada kesamaan nama mohon di maafkan…

Oke sudahi acara tangis menangis, di chap berikutnya akan muncul naruto lagi, putar otak lagi deh kami…

Mohon kesediaan para reader untuk me-Review *sembah sujud