Author : Choi MinYeon
Genre : Family, Brothership, romance
Disclaimer : Semua Member Super Junior bukan milik saya. Tapi milik diri mereka sendiri! Sedangkan para OC dan jalan cerita FF ini milik author ^^ jangan mencoba plagiat.
Cast :
Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun
Lee Yoora (OC)
Lee Donghae as Choi Donghae
Other cast :
Choi Siwon as Kyuhyun and Hae appa
Choi MinYeon as Kyuhyun and Hae umma
Shim Changmin as Kyuhyun's friend
Aku duduk terdiam. Aku menangis. Air mata ini mengalir begitu saja, tanpa bisa kuhentikan. Aku mengambil handphoneku. Aku mencari di kontak, nama 'Yoora'. Aku membutuhkannya saat ini. Tapi aku baru ingat, ia bukan lagi milikku. Tapi.. untuk kali ini saja. Aku benar- benar membutuhkannya..
"Yoboseyo ? Kyuhyun-ah, kau menelponku ?"Ujarnya. Nadanya terdengar gembira.
"Yoora-ya.."ucapku lirih. aku senang akhirnya aku bisa mendengar suaranya.
"Kyuhyun- ah ? ada apa ? kau menangis ?"tanyanya panic.
"Yoora-ya.."Aku memanggilnya lagi dengan suara serak Karena menangis. Aku tak tahu harus bicara apa. Hanya dengan mendengar suaranya hatiku sudah lebih tenang.
"Kyuhyun-ah.. ada apa ? apa ada yang bisa kulakukan untukmu ?"tanyanya halus.
Aku mengangguk. Aku tahu ia tak akan melihatnya. "Ne.."jawabku.
"Tak apa kalau kau tak mau berbicara padaku. aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu.."ujarnya. aku diam dan memejamkan mataku. Mendengar alunan lembut suaranya. Aku tersenyum. Haruskah aku merelakannya untuk Donghae hyung ? ia terlalu berharga untukku.
"terima kasih Yoora-ya.. suaramu sangat indah.."pujiku.
"kau ini. Membuatku malu. Suaramu jauh lebih bagus daripadaku. Ah ya Kyuhyun-ah, kalau kau membutuhkanku, hubungilah aku. Walaupun kita bukan sepasang kekasih, setidaknya kita masih bisa… bersahabat. Aku bersedia menyanyikan lagu untukmu saat kau butuh.."ucapnya. nadanya bergetar. Aku tahu ia masih belum bisa melepasku. Begitu juga aku.
"Ne.. gomawo Yoora-ya.. ah iya, Donghae hyung masuk rumah sakit, aku ingin kau datang kesini, besok pagi. bisakah ?"Pintaku. ia terdiam sejenak. Lalu ia menjawab, "ne. baiklah. Kerumah sakit mana ?"Tanyanya.
"Datanglah ke Rumah Sakit Seoul. Kamar VVIP nomor 309."jawabku.
"Baiklah, selamat malam Kyu-ya.. sa-saranghae.."ucapnya. aku ingin sekali mengucapkan 'nado saranghae Yoora-ya.' Tapi aku tak bisa.
"selamat malam Yoora- ya. Gomawo sudah menemaniku."Ucapku, lalu memutus sambungan.
Kyuhyun POV end
.
Yoora POV
"Baiklah, selamat malam Kyu-ya.. sa-saranghae.."ucapku gugup. Aku benar- benar masih mencintainya. Sangat mencintainya. Ia terdiam sejenak.
"selamat malam Yoora- ya. Gomawo sudah menemaniku."Ucapnya, lalu memutus sambungan.
Aku menghela napas. Ia benar- benar menginginkanku untuk melupakannya ? Kau sangat jahat Kyu. Itu sangat sulit. Aku menggelengkan kepalaku. Sudahlah Yooraa, jangan pikirkan Kyuhyun lagi. Pergilah tidur. Kau harus kerumah sakit besok pagi. Ucapku pada diri sendiri.
.
.
.
Skip time
.
.
.
Aku telah sampai di depan kamar Donghae oppa. Aku sangat gugup untuk bertemu Kyuhyun setelah kejadian kemarin. Aku mengetuk pintu. Dan yang membukakan adalah Kyuhyun. Ia terkejut. Ia menggaruk tengkuknya.
"ah, kau datang Yoora. Kajja, Hae hyung ada didalam."ucapnya lalu mempersilahkanku masuk.
Aku melihat Donghae oppa yang terbaring di ranjang rumah sakit. Di tangan kirinya terpasang infus. Dan wajahnya sungguh pucat. Ia menoleh padaku lalu tersenyum senang. Kyuhyun menyenggol lenganku, bermaksud menyuruhku mendekatinya.
Aku duduk di kursi yang terletak di pinggir tempat tidurnya. "Yoora-ya.. kau menjengukku ?"Tanyanya dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Kuakui dia memang tampan, walaupun dengan wajah pucatnya. Tapi bagaimanapun aku lebih menyukai wajah Kyuhyunku. Kyuhyunku ? Yooraa, Kyuhyun bukan milikmu lagii. Ucapku. Aku tanpa sadar memukul kepalaku sendiri.
"Yoora-ya ? kenapa kau memukul kepalamu ?"Tanya Donghae oppa. "hah ?"Tanyaku bingung. Aku terlihat seperti orang bodoh, memukul kepalamu sendiri. Kyuhyun-ah.. kau membuatku jadi gila seperti ini.
"aku akan meninggalkan kalian berdua disini. Yoora-ya, jaga hyungku, arasseo ?"Ucap Kyuhyun. Sepeninggal Kyuhyun. Aku dan Donghae oppa hanya saling diam. Ahh… aku tidak suka suasana canggung seperti ini. Andai ada Kyuhyun.. AHH ! jangan memikirkannya saat ini. Saat ini kau sedang bersama Donghae oppa Yooraaa.
Tiba- tiba Donghae oppa memegang tanganku. Aku menoleh. "Donghae oppa ?"tanyaku gugup. "Panggil aku Hae saja."katanya.
"Yoora-ya.. aku tahu ini terlalu cepat. Tapi aku mau bilang.. kalau.. aku.. aku.. aku menyukaimu sejak pertama bertemu. Ah, ini terlihat bodoh.. tapi aku benar- benar menyukaimu.. ani.. aku mencintaimu. Aku selalu memperhatikan gerak- gerikmu disekolah. aku.. ah sudahlah, bagaimana?"ucapnya gugup.
Aku terdiam. Aku harus bagaimana? haruskah aku menerimanya? aku sudah berjanji pada Kyuhyun.. tapi… ya.. baiklah, aku akan mencobanya.. aku mengangguk.
"aku akan mencobanya Hae.."ucapku sambil tersenyum. Ia tersenyum. Ia bangun dari tempat tidurnya dan memelukku. Aku hanya diam.
"ups, maaf. Sepertinya.. aku mengganggu kalian."tiba- tiba suara seseorang terdengar. Kyu-Kyuhyun? bagaimana ini.. wajahnya terlihat sedih. Tapi ia berusaha tersenyum.
"a-ani Kyu. Kyu! Yoora tadi bilang kalau ia mau mencoba menjadi kekasihku ! gomawo Kyu, kau memang dongsaeng kesayanganku !"Ucap Hae. Oh tidak.. aku pasti menyakiti Kyu sekarang. Kyu tampak kaget.
"ah.. baguslah. Chukkae Yoora-ya, Hae hyung. Aku mau keluar dulu."ucap Kyu sambil tersenyum, ia langsung meraih gagang pintu dan pergi keluar.
Yoora POV end
.
.
.
2 tahun kemudian…
.
.
.
Yoora POV
Aku sedang berada didapur sekarang. Aku sedang membuat spageti untuk Hae dan jjangmyeon untuk Kyuhyun. Ya… sampai saat ini aku masih mencintai Kyuhyun. Tapi aku masih terus berusaha untuk mencintai Hae. Tapi apa hasilnya? Aku malah menyayangi Hae seperti oppaku sendiri. Baiklah, sudah selesai! aku harus segera kerumah Choi bersaudara itu dan memberikan makanan ini sebelum dingin.
.
Yoora POV end
.
Donghae POV
Hari ini, Yoora, kekasihku akan datang kesini. Waaa, aku sangat senang. Sudah seminggu aku tidak bertemu dengannya karena dia sibuk dengan urusan kampusnya. Aku sangat mencintainya, ia selalu merawatku kalau aku kambuh. Ia menerimaku apa adanya.
"Hae! Yoora sudah datang! panggilkan Kyu juga ya!"panggil umma dari bawah. Aku langsung meloncat dari tempat tidurku dan pergi kekamar Kyu.
"Kyu !"Aku meloncar ke tempat tidur dongsaeng kesayanganku. Dasar tukang tidur. Sudah jam segini belum bangun juga. Ia sedikit bergerak. Ya, dasar dongsaeng pemalas. "cepatlah Kyu, Yoora sudah dibawah."kataku. matanya terbuka. "hyung turun duluan saja, aku mau rapi- rapi penampilan sebentar."Kata Kyu. Aku mengangguk dan turun kebawah.
Donghae POV end
.
Kyuhyun POV
Yoora datang ? aku segera membuka mataku saat Hae hyung bilang Yoora datang. Tapi aku tak mau terlihat terkejut. Jadi aku membuka mataku perlahan. "hyung turun duluan saja, aku mau rapi- rapi penampilan sebentar."Kataku. Hae hyung mengangguk dan turun kebawah. Ia benar- benar mencintai Yoora. Aku menyisir rambutku lalu aku turun kebawah.
.
.
.
Aku menuruni tangga, aku melihat Yoora, Hae hyung, dan umma sedang mengobrol bersama. Yoona menoleh kearahku. Aku gugup dan menggaruk tengkukku yang tidak gatal. Entah kenapa walau sudah sering bertemu aku masih sering gugup. Sepertinya dia tenang- tenang saja. Mungkin dia sudah bahagia dengan hae hyung. Seharusnya aku senang..
"Ya ! Choi Kyuhyun ! cepat turun sini ! Yoora membawakan jjangmyeon untukmu !"Seru Donghae hyung. Aku segera duduk di sebelah umma. "ini jjangmyeon kesukaanmu Kyu. Makanlah, aku sudah susah payah membuatnya."Kata Yoora seraya tersenyum. Aku tersenyum padanya. Aku mengambil sumpit dan menyantap jjangmyeon buatan Yoora.
"ah, umma, aku mau mengatakan sesuatu."kata Donghae hyung. "ada apa Hae ?"Tanya umma penasaran. Donghae hyung memegang tangan Yoora. "aku ingin menikah dengan Yoora."Ucap Donghae hyung. Aku tertegun. Aku melirik kearah Yoora. Ia sama terkejutnya denganku.
"Hae.. kita kan masih kuliah. Jangan membicarakan hal seperti itu dulu !"Seru Yoora. Donghae hyung tersenyum. "Tentu saja tidak sekarang Yoora-ya.. maksudku nanti. Mungkin setahun setelah kita lulus."ucap Donghae hyung. "kenapa bilangnya sekarang ? kau mengejutkanku Hae."Kata Yoora sambil memegang dadanya. Sepertinya ia sangat terkejut tadi. Hae hyung hanya nyengir- nyengir.
"umma sih setuju- setuju saja. Terserah kalian saja. Tapi selesaikan kuliah kalian dulu ! kau ini Hae, buru- buru sekali."Ucap umma sembari tertawa.
.
.
.
Skip time
.
.
.
Sebentar lagi Hae hyung ulang tahun. Aku mau memberikan kejutan untuk hyung kesayanganku. Aku berbaring diatas kasurku. Melihat ke langit- langit kamarku. Apa ya hadiah yang cocok untuk ulang tahun Hae hyung ? pikirku. Tiba- tiba muncul sebuah ide. Aku mengambil telponku dan menelpon Yoora.
"Yoboseyo Yoora-ya ?" Ujarku. Aku tahu kalau hanya Yoora yang bisa membuat Hae hyung senang.
"Ne, ada apa Kyu ?"Tanyanya.
"Kan sebentar lagi Hae hyung ulang tahun, gimana kalau kita kasih kejutan ?"Tanyaku. masih sedikit gugup. Aku harus membiasakan diri dengan statusnya sebagai 'pacar hyungku' dan 'sahabatku'.
"Ya Tuhan! aku lupa! 15 Oktober kan ya? yaampun, itu 2 minggu lagi. Aku belum menyiapkan apapun !"ujarnya panic. Aku tersenyum kecil. Ia benar- benar sudah mencintai hyungku. Haha.. kau harus bahagia Choi Kyuhyun.
"hmm.. besok kita bertemu di taman kota. Ok ? kita akan membicarakannya disana."usulku.
"hm.. besok ? baiklah, kutunggu kau jam 4 di taman kota ! jangan terlambat lagi !"ujarnya. aku terkekeh. Eh.. tunggu? lagi? memangnya aku pernah terlambat ya ? pikirku. Ah iya aku ingat, 2 tahun lalu aku terlambat saat kencan pertama dan terakhirku dengannya. Aku jadi sedih lagi.
"Kyu ? bagaimana ?" Tanyanya di seberang.
"Ah, mian. Baiklah. Tenang saja aku tidak akan terlambat."
Kyuhyun POV end
.
Yoora POV
"hm.. besok? baiklah, kutunggu kau jam 4 di taman kota! jangan terlambat lagi!" Ujarku. Ups ! aku keceplosan mengatakan kata 'lagi'! astaga.. dia pasti mengingatnya. Oh tidak oh tidak.. Kyuhyun tidak menjawab telponku.
"Kyu? Bagaimana?" Tanyaku.
"ah, mian. Baiklah. Tenang saja aku tidak akan terlambat."Katanya diseberang. Lalu aku menutup telponnya.
Ya Tuhan, bisa bisanya aku melupakan ulang tahun kekasihku sendiri? untung Kyuhyun mengingatkanku. Sudahlah, sekarang waktunya tidur. Sudah larut malam. Besok aku harus ke kampus. Hah.. malas sekali.
.
.
.
Seperti biasa, Hae menjemputku dengan mobilnya. Ia melambaikan tangannya kearahku. Aku membalasnya. Setelah pamit dengan ummaku, aku menaiki mobil Hae.
"Pagi Yoora-ya."ujarnya dengan senyum mengembang. "wajahmu bahagia sekali, Hae. Ada apa ?"Tanyaku penasaran. "ah, tidak. Aku hanya senang. Sebentar lagi aku ulang tahun yang ke 19 tahun. Dan aku merayakannya denganmu lagi. Hehehe."ucapnya sambil nyengir lebar.
"Yoora-ya, kau membuat sesuatu untukku tidak ?"Tanyanya. aku jadi bingung sendiri. Aku belum menyiapkan apapun dan baru mau menyiapkannya dengan Kyuhyun nanti sepulang kampus. "itu kejutan."Jawabku cepat. Hae tersenyum lebar. Ia mulai menjalankan mobilnya ke kampus.
.
.
.
"Yoora- ya, ayo pulang !"Ajak Hae riang. "Mianhae Hae, aku ada urusan dengan Jessica dan Sooyoung."Kataku berbohong. Aku mau pergi menemui Kyuhyun, dan masa dia yang mengantarku kesana ? itu tidak mungkin.
Alasan pertama – Hae akan cemburu kalau ia mengantarkan kekasihnya bertemu dengan namja lain ditaman lalu ia pergi meninggalkan kekasihnya dengan namja itu. baiklah, itu terdengar aneh.
Alasan kedua – kalau aku bilang aku menemui Kyuhyun untuk membuatkannya kejutan, itu akan terdengar aneh bukan ?
Baiklah, jadi intinya aku harus bertemu Kyuhyun tanpa diketahui Donghae.
"Tugas apa ?"Tanyanya. pandangan matanya penuh selidik.
"Tugas.. emm.. maksudku aku ada latihan dance dengan Sooyoung dan Jessica. Aku sebentar lagi test. Hehe."Ucapku gugup. Oh tidak ! Hae pasti tidak percaya. Dahinya mengerut.
"Baiklah.. aku percaya. Kalau begitu aku pulang dulu. Semoga latihanmu menyenangkan."Ucapnya lalu mencium keningku. Baiklah, aku hampir terlambat. Aku harus langsung ke taman kota.
Yoora POV end
TBC
Chapter 2 :D
Saya update chapter 2nya sekarang, dan chapter 3nya, aku bakal publish minggu depan. Tolong review ya ^^ gomawo
