Don't Leave Me (Part.4 end)
Note : *tengok kanan kiri* mian ya readers aku baru bisa publish chapter 4 ini T_T aku ga sempet. Sebenernya pengen upload minggu lalu, tapi kabel internet sama charger laptopku putus gara- gara digigitin kelinci peliharaanku #curcol. Yasudah deh nikmatin aja ya! xD ini chapter terakhir. Dan pemberitahuan buat para readers, kayaknya FFku yang "appa hyung listen to me" bakal aku bikin sequel. Tapi gak tau kapan bikinnya. Masih dalam perencanaan. Hehhee. Okedeh readers! Author gak mau banyak ngomong. Selamat menikmati dan jangan lupa untukkk….
RnR! Gomawo ^^
.
.
.
genre : Family, Brothership, romance
Disclaimer : Semua Member Super Junior bukan milik saya. Tapi milik diri mereka sendiri! Sedangkan para OC dan jalan cerita FF ini milik author ^^ jangan mencoba plagiat.
Cast :
Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun
Lee Yoora as Im Yoora
Lee Donghae as Choi Donghae
Other cast :
Choi Siwon as Kyuhyun and Hae appa
Choi Hyeri as Kyuhyun and Hae umma
Shim Changmin as Kyuhyun's friend
.
.
"Kalau kalian sudah menyiapkan telinga kalian untuk mendengarkanku, cukup hubungi aku. Aku akan tinggal di tempat lain untuk sementara."Ucapku dengan suara serak. Umma memandangku tidak percaya. Appa hanya diam dan membuang wajahnya. Dan Yoora, ia masih menangis sambil menutup telinganya. Sepertinya ia takut dengan suaraku tadi. Mianhae Yoora-ya.. aku tak bermaksud menakutimu..
Aku segera pergi dari rumah sakit dan pergi ke apartemen Changmin. Mungkin aku akan menginap disana untuk sementara.
Kyuhyun POV end
.
Yoora POV
Aku menutup telingaku dan menangis. Kyuhyun bertengkar dengan ahjumma dan ahjusshi. Dan ini semua karena aku. Aku tak bisa diam saja. Aku harus menjelaskan semuanya pada orang tua Kyuhyun dan Hae. Aku menghampiri mereka.
"ahjumma, ahjusshi.."Panggilku. mereka menoleh dan melihatku tajam. "Sudah cukup kau membuat masalah di keluarga kami. Pergilah."Usir Hyeri ahjumma. Kalaupun aku harus pergi, aku harus menjelaskan semuanya pada mereka. "dengarkan dulu penjelasanku."Ucapku.
"kami tidak butuh penjelasan dari orang sepertimu."Ucap Siwon ahjusshi. Baiklah aku sudah mulai marah sekarang. Kyuhyun tadi sudah sangat marah karena tak didengarkan, sedangkan mereka, masih tidak mau mendengarkan penjelasan dariku.
"Ahjumma ! Ahjusshi ! dengarkan penjelasanku !"Bentakku. mereka terdiam. Mereka cukup terkejut.
"Aku dan Kyuhyun pergi bersama karena Kyuhyun mengusulkan untuk memberikan kejutan di hari ulang tahun Donghae. Ia mau merencanakan makan malam romantis untukku dan Hae."Jelasku. mereka memandangku tak percaya. Sekarang kalian merasa bersalahkan pada Kyuhyun? batinku.
"m-mwo ? lalu, ba-bagaimana dengan pelukan itu ?"Tanya Siwon Ahjusshi. "Kyuhyun mau mengajarkanku cara untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada Donghae. ia menyuruhku untuk menganggapnya Hae, lalu menyuruhnya untuk memeluknya dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Hae."Jelasku lagi. Mereka terkejut lagi.
Tiba- tiba Hyeri ahjumma menangis. "Siwonie.. ini hanya salah paham.. dan aku.. aku tadi menampar Kyuhyunku Siwonie.."sesal Hyeri ahjumma. Siwon ahjussi memeluknya. "sudahlah, semua sudah terjadi. Nanti kita akan menelpon Kyuhyun untuk kembali kesini."Ucapnya.
Aku tertawa dalam hati. Semudah itukah mereka meminta maaf pada Kyuhyun? Mereka tak tahu rasa sakit yang dirasakan Kyuhyun?
"Kyuhyun sudah berbuat banyak dalam kehidupan Hae. Dia.. dia bahkan memberikanku untuk Hae.."ucapku lirih. mataku memanas. Aku tak mau mengingat hari menyakitkan itu lagi.
Siwon ahjussi dan Hyeri ajumma menoleh. "ahjumma tidak mengerti. Ceritakan aku semuanya."
Aku duduk didepan mereka. "Sebenarnya, 2 tahun yang lalu, sebelum aku berpacaran dengan Hae, aku adalah kekasih Kyuhyun."ucapku. mereka diam mendengarkan.
"keesokan harinya, ia mengajakku ke taman kota dan mengatakan padaku kalau aku harus berhenti mencintainya. Ia menjelaskan kalau Hae menyukaiku, dan ia terlalu menyayangi hyungnya. Sehingga dengan bodohnya ia melepasku untuk hyung kesayangannya. Malamnya ia menelponku dengan suara bergetar. Aku tahu ia menangis. Dan menyuruhku untuk bertemu pergi kerumah sakit bertemu dengan Hae."aku menyeka air mataku.
"Dan kalian ingatkan, hari itu Hae memperkenalkanku sebagai kekasihnya ? itu semua karena Kyuhyun."lanjutku. Siwon ahjussi dan Hyeri ahjumma hanya menatapku tak percaya.
"jadi.. selama ini Kyuhyun.."ucap Siwon ahjussi. "mengorbankan perasaannya."lanjutku dengan nada dingin. Siwon ahjussi dan Hyeri ahjumma hanya terdiam.
Tiba- tiba seorang dokter keluar. "Dok, bagaimana keadaan anakku ?"Tanya Hyeri ahjumma. Dokter itu menghela napas.
"ia harus segera mendapatkan donor jantung yang cocok. Kalau tidak ia tidak bisa bertahan lagi."jelas dokter. Hyeri ahjumma menangis meraung- raung. Aku segera berlari pergi dari tempat itu. bagaimana ini bisa terjadi ? aku mengambil handphoneku dan menelpon Kyu.
"Kyu.."
"Ne ? ada apa Yoora- ya ? Bagaimana keadaan Hae hyung ?"tanyanya cemas.
"Hae.. Hae membutuhkan donor jantung secepatnya Kyu.."ucapku sambil menangis.
Yoora POV end
.
Kyuhyun POV
"Hae.. Hae membutuhkan donor jantung secepatnya Kyu.."Jawab Yoora. Aku hanya mematung. Terlalu terkeut.
"Kalau tidak ia tak akan selamat.."lanjutnya. aku terkejut. Sangat terkejut.
"Yoora-ya,tunggu disana ok? aku akan segera kerumah sakit."aku memutus sambungan lalu segera keluar dari apartemen Changmin. "Kau mau kemana Kyu ?"Tanya Changmin. "Aku harus segera kerumah sakit."Ujarku cepat. Changmin mengangguk. "hati-hati ya Kyu."Ucap Changmin. Aku segera pergi menuju basement dan mengambil motor.
Aku menaiki motorku. Tadi aku meminta Changmin untuk membantuku mengambil motorku di restoran tadi. Aku mengendarai motorku dengan kecepatan tinggi. Aku benar- benar khawatir dengan Hae hyung. Tapi, tiba-tiba, aku melihat sebuah truk berada didepanku. Truk ini salah arah. Karena kecepatan motorku dan truk itu tinggi, aku tidak bisa terhindar lagi.
BRAK !
Aku merasa tubuhku terpental jauh. Aku berusaha bangun, tapi tubuhku tak bisa digerakan. Tiba- tiba ada cahaya menusuk mataku, saat aku membuka mata, memoriku saat bersama umma, appa, Hae hyung, dan juga Yoora. Wanita yang sangat aku cintai. Apa ini artinya Tuhan akan segera memanggilku ? Oh.. jangan dulu.. aku harus melihat keadaan Hae hyung. Juga umma, appa, dan Yoora. Tolong beri aku kesempatan..
Tiba- tiba pandangan mataku mengabur. Lalu tiba- tiba semuanya menjadi gelap.
Kyuhyun POV end
.
Yoora POV
Aku berjalan mondar mandir di lobby rumah sakit. Sesekali melongok keluar. Aku masih menunggu Kyuhyun datang. "kemana dia.." gumamku. Perasaanku tak enak. Apa terjadi sesuatu padanya ? Yooraaa, jangan berpikiran negative !
Tiba- tiba sebuah ambulance dengan 2 kereta dorong. Sepertinya baru ada kecelakaan. Kereta dorong itu melewatiku. Aku menoleh. Dan apa yang kulihat.. pemuda yang mirip dengan Kyuhyun..
"suster ! tunggu sebentar !"sang perawat menoleh. "ada apa nona ? kami harus cepat. Mereka berdua dalam kondisi kritis !"bentak sang perawat. aku mendekati kereta dorong pemuda itu. Ya Tuhan, jangan bilang ini kenyataan. Kalau ini mimpi tolong segera bangunkan aku !
Aku melihat Kyuhyun dengan kondisi mengenaskan, darah keluar dari hidung dan mulutnya. Darah dari dahinya juga mengalir deras. Tangan dan kakinya penuh lecet dan darah. kaos putihnya sudah berwarna merah sekarang.
"suster, tolong selamatkan dia. Dia kekasihku ! kumohon tolong selamatkan dia !"Teriakku histeris aku menangis. Sang perawat mendorong tubuh Kyuhyun lagi. Aku jatuh terduduk. Aku menangis meraung-raung seperti orang gila. Aku segera berlari dan mengikuti kereta dorong Kyuhyun.
"Kyuhyun bertahanlah.."Ujarku sambil ikut mendorong kereta dorong tersebut.
"nona, tunggulah disini."kata sang perawat. aku terduduk lemas di kursi rumah sakit. Aku terlalu shock. Kakiku sangat lemas. Aku mengambil handphone ku lalu menghubungi seseorang.
"Hyeri ahjumma, Kyuhyun.. kecelakaan.." aku menelpon Hyeri ahjumma.
"m-mwo ?! Jangan bercanda Yoora." Terdengar nada tidak percaya dari Hyeri ahjumma.
"datanglah segera, aku.. di rumah sakit yang sama. Di lantai 3.. didepan ruang operasi.." ucapku lemah. pandangan mataku mengarah kedepan. Sekarang aku sudah seperti mayat hidup. Kedua orang yang sangat kucintai dan kusayangi sedang bergumul dengan maut.
Tak lama Hyeri ahjumma dan Siwon ahjussi datang. "Yoora-ya, bagaimana keadaan Kyuhyun ?"Tanya Siwon ahjussi panik. Aku menoleh. "ahjussi kau puas? kau puas melihat Kyuhyun begini hah ?!"Bentakku. Siwon ahjussi memejamkan matanya dan mengacak rambutnya kasar. Aku dan Hyeri ahjumma menangis.
Tiba- tiba dokter keluar dari ruang operasi. "dokter, bagaimana keadaan Kyuhyun ?"Tanyaku. sang dokter menghela napas. Jantungku berdebar sangat keras.
"maaf, kami sudah berusaha.. luka dalamnya terlalu parah. Kami tidak bisa menyelamatkannya.. mungkin ia hanya bisa bertahan beberapa saat lagi. Kalian bisa menemuinya."ucap sang dokter lalu pergi.
Siwon ahjussi tertegun. Ia menangis. Aku masih mengolah kata-kata dokter tadi. Apa dia bilang tadi ? aku langsung berlari kedalam ruangan operasi. Siwon ahjussi dan Hyeri ahjumma mengikuti.
Aku melihat Kyuhyun terbaring lemah. wajahnya penuh memar, luka, dan darah. Aku memegang tangan kirinya. "Yoora-ya.."panggilnya. "Ya Kyu, aku disini."jawabku.
"aku.. mencintaimu.. jeongmal saranghae.."ucapnya. ia mengelus wajahku dengan tangan kanannya. "Kyuhyun-ah.. maafkan umma dan appa sayang.."ucap Hyeri ahjumma. Kyuhyun tersenyum. Fany ahjumma mencium kening Kyu. "bertahanlah nak.. maafkan appa karena tak pernah mempedulikanmu.." Ucapnya. Kyuhyun menggeleng.
"aku mengucapkannya, karena tadi aku.. terlalu e-emosi.."ucapnya terbata-bata. "Kyu, sudah jangan bicara lagi.."Pintaku. Kyuhyun menoleh kearahku. Ia menarik kepalaku kepelukannya.
"yoora-ya.. jagalah Hae hyung.."ucapnya. "Kyu-ya ! kumohon jangan katakan hal itu lagi ! kau sudah seperti ini tapi kau masih memikirkan hyungmu !"bentakku. ia mencium keningku.
"aku mengatakan hal ini.. karena.. aku.. benar- benar.. sudah tak bisa menjagamu lagi.."Ucapnya. aku menggeleng. Ia melihat kearah umma dan appanya.
"umma, appa, aku mohon, berikan jantung ini pada Hae hyung. Aku tahu ia membutuhkannya."ucapnya. Aku menggeleng. "Choi Kyuhyun ! jangan pasrah seperti itu ! kau harus bertahan untukku !" ucapku. Aku menangis histeris.
"Kyuhyun-ah.. kau harus bertahan nak.. umma mohon…"Pinta Hyeri Ahjumma. Ia menangis memeluk tubuh Kyuhyun yang penuh darah. "umma, appa kumohon.." pinta Kyuhyun lirih. ia menangis. Akhirnya appa dan ummanya setuju. Oh tidak.. aku tak mau kehilangan Kyuhyun. Aku terus memeluknya erat.
"appa, tolong bilang pada Hae hyung.. untuk menjaga Yoora.. juga kalian.. dengan jantungku.. yang ada ditubuhnya.. aku tahu ia akan menjadi orang yang lebih baik.. daripada aku."ucapnya lemah. Hyeri ahjumma dan Siwon ahjussi mengangguk. Mereka menangis. Aku tahu mereka sangat sedih akan kehilangan anak bungsunya.
"yoora-ya.. berjanjilah kalau kau.. akan menjaga Hae hyung juga.."pintanya. aku mengangguk. Aku melihat matanya lekat- lekat. Ia meneteskan air matanya.
"uljima.."ucap kami berbarengan. Aku menyeka air matanya, begitu juga denganku. Lalu ia berbicara sendiri. Tak terdengar apa yang ia bisikan. Lalu matanya terpejam dan genggaman tangannya melemah. Aku masih bingung. Aku memanggil manggil namanya.
"Kyu ? Kyuhyun-ah ? kumohon bangunlah. Kyu ? KYU BANGUNLAH !" Aku berteriak histeris. Siwon ahjussi menjauhkanku dari tubuh Kyu. Aku tak bisa menopang kakiku sendiri. Tiba- tiba seseorang datang.
"Maaf tuan, nona, nyonya. Pasien Choi Donghae harus mendapatkan donor jantung sekarang !"Kata seorang dokter panik. Siwon ahjussi menunduk. "lakukan operasi transplantasi jantung sekarang. Kita mendapatkan donornya.."ucapnya lirih sambil memandang tubuh Kyuhyun.
Yoora POV end
.
Donghae POV
Aku membuka kedua mataku.. aku mengerjapkan mataku. Aku melihat ada Yoora, appa, dan umma.
"syukurlah kau sudah sadar Hae.."Ucap appa.
"aku.. dimana ?"tanyaku. "kau dirumah sakit nak. Kemarin malam kau mendapatkan jantung baru."kata umma. Jantung baru ? maksudnya.. aku dapat donor jantung ?
Umma menjelaskan padaku kalau ada seseorang yang meninggal Karena kecelakaan, lalu mendonorkan jantungnya padaku.
Aku sangat berterima kasih pada orang itu. "Aku senang kau sudah sembuh Hae.."aku menoleh. Yoora. Gadis yang sudah menghianatiku. "untuk apa kau disini ? tidak pergi bersama Kyu saja ? dasar penghianat."ucapku pedas. Tiba-tiba appa menamparku. Aku menoleh kearah appa. Aku shock dengan apa yang appa lakukan barusan. Ini pertama kali ia menamparku.
"kau harus menjaga Yoora, Hae-ya. itu pesan Kyuhyun sebelum ia mendonorkan jantungnya untukmu."Kata appa. Aku membulatkan mataku. Kyuhyun ? mendonorkan jantungnya untukku ? aku benar- benar bingung sekarang.
Umma menceritakan semua kenyataannya. Mulai dari penjelasan di restoran itu, lalu ia mengatakan kalau sebenarnya Yoora adalah kekasih Kyu. Aku sangat terkejut dengan semuanya. Aku telah mengambil kebahagiaan adikku sendiri..
Aku melihat kearah Yoora. Ia hanya menunduk di samping tempat tidurku. Aku memegang tangannya. "yoora-ya.. maafkan aku karena kata- kataku tadi. Maafkan aku karena aku memisahkanmu dari Kyu. Maafkan aku karena aku.."aku menghentikan ucapanku karena jari telunjuknya menyentuh bibirku.
"jangan meminta maaf lagi. Kau tidak salah. Kemarin hanya salah paham. Dan aku akan belajar mencintaimu. Karena Kyu kemarin berpesan padaku untuk menjagamu, dan kau menjagaku. Arasseo ?"ucapnya. aku mengangguk. Aku duduk dan memeluknya.
"gomawo Yoora-ya karena kau mau mencoba untuk mencintaiku.."kataku.
.
.
.
Tanggal 15 Oktober. Hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku dan Yoora pergi ke restoran yang telah disiapkan Kyu. Aku dan Yoora duduk di sebuah meja untuk dua orang.
"Hae, coba kau berdiri."pinta Yoora. Dahiku berkerut. "kau ini, sudahlah cepat berdiri."katanya lagi. Aku mengikuti permintaannya. "pejamkan matamu."Katanya. aku mengikuti kemauannya. Tiba-tiba ia memeluk pinggangku. "selamat ulang Tahun Hae.."ujarnya. aku terdiam. "ini adalah hal yang diajarkan Kyuhyun padaku."katanya. aku terdiam lagi dan membalas pelukannya.
"kau tahu ? sepertinya aku sudah mulai mencintaimu.."Katanya. aku melepaskan pelukannya, "jinjjayo ?"Tanyaku. Ia tersenyum dan mengangguk. Aku memeluknya lagi. Lalu mengeluarkan sebuah cincin dari saku celanaku.
"Lee Yoora, would you marry me ? tidak sekarang tentunya.. nanti kalau kita berdua sudah lulus kuliah dan kau sudah siap untuk hidup denganku."aku bertanya padanya. Jantungku berdebar. "Ne, aku mau."Katanya sembari tersenyum manis. Aku memeluknya lagi. Dan aku memejamkan mataku. Aku mendengar sebuah suara, "Hyung, jaga dia untukku.."ujar suara itu. suara yang sama dimimpiku saat aku koma waktu itu. Ya Kyu, percayakan Yoora padaku..
FIN
