Baaaaacckkk!!^^^^ I'm Sabaku no kaoru brubah menjadi HaruHi KaoRu -berpose dengan gaya power ranger-.


Sori tuk s'muanya!! Lama apdeth niee … habis ngurus 'GSDL' sieh, jadi aku ikut melupakan 'pardigash' untuk beberapa saat. Okeh, sekarang ini adalah chap 2 dimana dari kelakuan 'mereka' mulai terdeskripsi. Dan bagi s'mua pendaftar OC, au dah masukin kalian ke chap ini, tapi baru beberapa, yang lainya bakal dimunculin chap berikutnya.

Ready? Set … go to reading!!.


Pardigash

Naruto © Masashi Kishimoto

Matahari pagi telah muncul, Udara segar telah berangin ke seluruh penjuru kota, Bulan yang menyinari sudalah tertutup oleh gumpalan-gumpalan awan, cuaca untuk hari sangatlah bersahabat. Dan sekarang Matahari sedang menyinari sebuah daerah-dareah besar di ibu kota Negara Jepang. Tokyo. Sekarang layar menunjukan sebuah tempat-tempat utama yang ramai walaupun sekarang masih pagi tetapi akan selalu ramai. Dan juga disinilah tempat terjadinya sebuah perjuangan hidup demi meraih cita-cita yang terlah diimpikan, kehidupan cinta yang sudah didepan gerbang hati, dan sang sahabat-sahabat yang mengalami hal yang tak mungkin terlupakan saat ini. Hal abadi untuk selamanya.

.Hey – by Jaydee.

Depan gerbang sekolah jam 07.00 …

"Get out kalian smua!!"

Anak-anak yang lagi jalan dengan damainya harus rela bersempit ria karena jalan lainya dipake ama anak lainya yang tadi teriak –lebih tepat perintah- dengan suara kayak anak kecil tapi lantang. Tapi ada dua orang yang gak mau nurut dan masih ajah jalan santai padahal dibelakangnya udah berdiri segerombolan anak-anak yang udah asin wajahnya –digebuk-.

Pada dasarnya, s'mua sekolah itu sama, ada banyak siswa nerd yang seumur hidup bakal jadi itik buruk rupa.

Pemuda berambut pirang coklat maju menghampiri kedua anak itu "Awas! Mending lo pergi dari jalan gue atau lo mau ngerasain hantaman gue??!!" Tanya pemuda itu kejam.

"Amphuuunn!!" lalu kedua pemuda culun tersebut pergi dari tengah jalan. Akhirnya segorombolan itu berjalan kembali dengan gayanya yang selayak seorang raja.

"Dasar, mentang-mentang mereka anak pejabat tinggi, mereka bisa seenaknya kayak pengusa aja!" dumel salah satu anak cewek yang kesal.

"Paduli, dah ah! Gue masuk kelas duluan ajah!"

Lalu segerombolan itu akhirnya berhenti melangkah. Bukan karena ada halangan didepanya, melainkan dah nyampe di sekolah tempat mereka belajar –lebih tepatnya belajar jadi preman gila-. Teitan High School –dihajar aoyama gosho kerena auhtor ngambil nama sekolah dicharanya 'detective conan'-. Tempatnya di Tokyo.

(A.N bentuk sekolahnya persis banget ama sekolah Ran di chara 'detective conan'. Author lagi males sieh bikin skripsi sekolah ndiri XP).

Sekolah yang biasanya elit dan terkenal biasanya diidamkan bagi setiap siswa, tapi ada juga lho yang benci banget ma sekolah elit, alasanya sieh ketat bener.

Dan segerombolan itu saling tertawa hambar. Dipikiran mereka sudah terdaftar pikiran netagatif. Segerombolah murid-murid tersebut adalah … Naruto Uzumaki "Cowok nakal yang selalu menyebut dirinya yang paling keren disekolah, padahal tampangnya standard ajah". Sasuke Uchiha "Cowok yang slalu dikejar-kejar cewek-cewek dan menjadi idaman sekolah, padahal sikapnya tuh acuh tak acuh-acuh gitu" . Sakura Haruno "Cewek centil yang terkadang menjadi tomboy disetiap saat tertentu". Shikamaru Nara "Cowok pemalas yang kerjaanya tiap hari ditegur guru karena tidur terus dikelas". Gaara "Cowok yang sama kerenya dengan Sasu, tapi kalau ngomong irit banget dech". Kiba Inuzuka "Cowok berisik yang terkenal sangat playboy dan pilih-pilih cewek, sikapnya hampir sama ma Naru". Neji Hyuuga "Cowok pinter yang selalu bersaing dengan Shika atas pelajaran, ini juga termasuk sebagai cowok idaman sekolah lho". Kankurou "Cowok yang terkenal dengan pikiran mesum dan bokepnya ini pintar sekali untuk memberi ide-ide nakal!". Ino Yamanaka "Cewek centil yang sama genitnya dengan Saku, namun ini cewek lebih hyperaktif dibandingkan Saku" dan Suigetsu "Cowok yang gila dnegan alam laut dan ikan-ikan disekelilingnya ini terkenal baik dan plinplan". Mereka termasuk anak-anak bandel yang selalu berisik disekolah, nilai ulangan selalu jebol –kok?-, tukang nyontek, sering terlambat, sering ngerjain orang-orang de-es-be. Mereka termasuk segerombolan yang sering-sering disebut 'Stupid Student Crazy' SSC –didemo bimbel SSC karena telah merusak namanya-.

Shikamaru: "Lha kok? Kok nilai gueh slalu jebol sieh! Gueh kund pinter!"

Sakura: "Iya nieh! Gueh kund gak sering telat!! Dasor, author geblek!"

Author: -swt-

Gaara: "Hey! Gueh juga mau protes! Masa gueh termasuk orang yang slalau berisik sih! Gak nyambung dech!"

Author: -swt abiez-

Sasuke: "Kenapa gue yang cool ini harus jadi orang dudul gitu? JERO TAUUUK!! –hualah, pake bhs sunda sgala tuh-"

Author: -jawsdrop-

Neji: "Dan kenapa—"

Author: "YAMERO!! Kalau lo-lo pada masih protes lagi … gue gantiin nie cerita jadi 'P2'!!"

(A.N P2 tuh film horror tentang lahan parkir lantai P2 yang slalu memakan nyawa –lha kok curhat!?-. dan sangat berated M!! terlalu dewasa!! –kalau dewasa kenapa author nonton!? Author kund baru berumur 12 tahun!? (ditindas masal ama warga pake truk saampah Negara))

Bek tu stori.

"Hey epribodi, gimana kalau sekarang kita ke kantin dulu? Gua laper nih lom makan…" tawar Kiba nyengir sambil ngelus-ngelus perutnya. Laper.

Terlihat Neji sedang berpikir, niatnya ingin menolak, "Gak ah, gue males makan. Lo ajah ama temen-temen, gue mau kekelas …" kata Neji langsung nyelonor pergi begitu aja yang bikin kesembilan temanya melongo. Tapi akhirnya juga pergi kekantin.


Sekarang layar berubah menjadi sebuah ruagan besar dengan jendela-jendela besar yang tersimpan banyak kios-ios unik. Kantin …

"Hoy!!" Teriak Kankurou sambil menggebrak meja makan di kantin.

Anak-anak yang makan disitu langsung stroke –timpukan-.

"Minggir kalian pada!" usir Suigetsu kejam sambil mengibas-ngibaskan tanganya.

Sakura ama Ino langsung ambil tempat duduk ajah. Naruto ama Sasu masih sibuk ama pesenan makanan. Gaara ama Shika lagi pada diem di meja. Suigetsu ama Kankurou masih sibuk ngusirin orang-orang dikantin. Kiba kekelas duluan buat naroin tas termasuk tas temen-temen mereka –maunya ajah disuruh-.

"Mbak!! Ini ayam gorengnya lima ya mbak!! Cepat!!" kata Naruto sambil mukul-mukul meja kasir.

Sasuke juga masih sibuk dengan pesenan minumanya.

"Mas!! Ini Es telernya lima ya mas!! Cepat!!" kata Sasuke sambil muku-mukul meja kasir.

Teman-temanya yang ngeliat kelakuan mereka langsung cengo.

"Inailahi, tuh dua anak persis amat sih! Dah cara ngomongnya sama, serumah, sebangku pula!! Coba ajah Naruto tuh cewek, mungkin mereka berdua dah jadian daah" cetus Ino sambil bersolek dengan centilnya.

Sakura mengangguk. Akhirnya sebagian murid yang tadi makan disitu berhasil terusir oleh Kankurou dan Suigetsu. Gaara masih diem sambil main internet di hapenya. Shikamaru dah tidur.

Dan setelah beberapa menit kemudian akhrinya Kiba datang dan langsung ambil tempat duduk disamping Ino. Dan saat itu juga Sasuke dan Naruto datang membawa mapan yang berisi makanan yang tadi mereka pesan.

"Nie, makananya dah dateng!!" seru Sasuke dan Naruto sambil menaruh makanan di diatas meja secara berurutan. Ino langsung menutup pedaknya yang diikuti dengan Sakura yang cengo.

"Tuh kan, apa gue bilang," Kata Ino masih cengo

"Iya, bener," Sakura menanggapi ucapan Ino.

"Eh, Neji kemana?" Tanya Suigetsu ke Kiba.

"Dikelas, lagi ngurusin pe'ernya yang lom dikerjain …" jawab Kiba males sambil ngambil makanan.

Gaara masih diam main hape. Shika dah ngantuk-ngantuk. Kiba dah santap makanan. Naruto ma Sasuke yang –lagi- bareng ngambil makanan mereka. Kankurou ma Suigetsu lagi pesen makanan yang lain tuk lima orang lagi.

"Bang!! Sapo tahunya lima ya bang!! Cepet!!" seru Suigetsu sambil mukul-mukul meja kasir.

"Mpok!! Orange jusnya lima ya mpok! Cepet!!" seru Kankurou sambil mukul-mukul meja kasir.

"Tapi mereka berdua juga sama aja dech," gumam Ino dan Sakura bareng.

(A.N: author dari tadi ngiler melulu! Laper!).

Pastinya, s'tiap siswa s'elalu berbuat jail 'n semena-mena, tapi sebagian dari mreka ada juga yang iseng-iseng baik 'n menyenangkan.

Setelah beberapa menit kemuadian akhirnya pesenan makan dateng. Cara dibagikanya juga sama. Pas Shika nyium bau sapo tahu, secara tiba-tiba Shika langsung ngembat tuh sapo tahu. Suigetsu, Kankurou, Ino dan Sakura terkaget-kaget sendiri melihat kelakuan Shika, tapi toh akhirnya mereka makan juga.

Yang bikin mereka curiga tuh dari tadi Gaara senyum-senyum sendiri. Karena Kankurou penasaran, akhirnya Kankurou cepet-cepet ngabisin makanya terus lari ke wastafel tarus balik lagi kekursi –buset- terus deket-deket ke Gaara dan …

Kankurou juga malah ikut-ikut senyum-senyum juga.

"Eh, kenapa sieh tuh dua anak cengar-cengir? kayak orang kesambet ajah" Tanya Kiba yang masih makan yang alhasil berceceran kemana-mana.

"Anjiisss!!" teriak Suigetsu yang asalnya lagi makan sapo tahu tiba-tiba diatasnya ada taburan nasi ma ayam dari mulut Kiba –author mau muntah-.

"Iih jorookk!!" teriak Ino sambil bergeser dari Kiba. Sakura masang tampang jijik.

Sasuke ma Naruto hanya bertatapan jijik. Sebenarnya kelakuan mereka tuh udah disebut nakal. Pertama, ngusir-ngusir orang dari kantin. Kedua, seenaknya mesenin makan tapi gak mau bayar. Ketiga, seenaknya makan tanpa sopan santun. Dan kelakuan mereka tuh ternyata udah diamati oleh para guru-guru yang udah geleng-geleng kepala melihat murid sekolah mereka kayak orang habis keluar dari RSJ. Untung mereka gak tau kalau selama ini kelakuan mereka udah diamati oleh orang luar. Siapakah yang memata-matai mereka? Tunggu saja setelah yang berikut ini! –dilempar sayur-sayur-

"Jangan-jangan, mereka berdua lagi liat…" gumam Shika yang udah mesum sendiri, akhirnya karena ingin membuktikan pikiranya, Shika menghapiri Kanku dan Gaa…

"ASTAGFIRULLAAAAAH!!!!!!!" teriak Shika hampir jantungan.

"MONYONG eh MONYET!! Eh NYOKOT eehh" latah Gaa ma Kanku karena teriakan maut Shika. XD.

"Kenape sieh lo pada? Dari tadi pada gak bisa diem? Bukanya diabisin nie makanan, bentar lagi mau masuk dodol!" protes Sasuke yang dari tadi gak bisa tenang bawaanya.

Ino langsung ngintip-ngintip mau ngeliat hapenya Gaara dan menemukan… GAARA LAGI BUKA POTO-POTO BOKEP!! Terlihat foto guru mereka dulu, Anko sedang memakai bikini dipinggi pantai sambil meluk-meluk Yamato.

"Ngepain lo buka-buka foto kayak gitu? Kurang kerjaan ajah" ujar Ino tanpa kaget sekalipun. Soalnya Ino juga sama sieh, sering liat yang gitu-gitu.

Keempat, mereka memang terkenal mencemari pikiran kotor keseluruh murid-murid. Memang segerombolan anak nakal!. Setelah acara makan mereka selesai dengan niat mau kekelas tiba-tiba ada beberapa orang yang menghampiri mereka.

Dan yang gak disangka, s'tiap siswa pati ajah s'lalu bergaul dengan bebasnya sampai kayak gini nie.

BRAAAAKK!!

"Eh! Apa-apain sieh kalian!?" tiba-tiba seorang cowok datang menghampiri meja mereka sambil teriak-teriak.

"Eh tunggu-tunggu dulu broo…nie ada apa nie tiba-tiba teriak kayak gini?" ujar Naruto sambil berusaha nenangin keadaan.

"MAKSUD KALIAN APA!! Main ngusir-ngusir orang kayak gitu!? Emang nie sekolah punya kakek moyang lo!? –bosen pake nenek moyang-." Tanya bercampur cowok tersebut.

"Heh, kalau iya…emang urusan lo! Ini emang sekolah kita! Jangan sok dech!!" balas Sasuke tiba-tiba menyentuh pundak cowok itu dan mendorongnya hingga meja-meja bergeser dan kursi-kursi jatuh.

"Jangan mentang-mentang lo tuh kakak kelas, kita mau nurut ma ocehan lo!" timbal Sakura ikut mendorong cowok tersebut.

"Eh! Lo berani ma gue! Hah!? Sini lo kalau berani!" tantang cowok itu sambil melipat-lipat lengan bajunya -widiih, seksi tuh (dibunuh)-.

"Oke, kalau itu mau lo!" dan Sasuke menerima tantangan cowok tersebut. Akhirnya perkelahian antar dua cowok tersebut terjadi dalam waktu 5 menit saja. Akibat perkelahian mereka banyak meja dan kursi kantin berantakan. Tiba-tiba ada dua orang cewek datang memberhentikan perkelahian tersebut.

"Cukup!! Kosuke hentikan! Ini kantin!! Jangan berantem disini!!" cegah cewek berambut hitam panjang sambil memegang lengan Kosuke.

Dan cewek yang berambut panjang satu lagi diem mengamati keadaan. Cewek tersebut sedang berdiri disudut kantin sambil melipat tanganya didada.

Disudut bibir Sasuke sudah terdapat darah yang mengalir. Sakura membantu membersihkannya dengan sapu tangan.

Kadang, perkelahian atau sesama benci bisa terjadi kapanpun karena kesalahan kita sendiri, termasuk para siswa yang selalu nyelesein masalah dengan cara otot.

"Udah gak usah ngalangin! Ai, mending lo kekelas duluan, gue mau ngasih pelajaran ama nie anak yang udah seenaknya disekolah!" perintah Kosuke.

"Gak bisa! Lo 'kan kakak kelas! Ngasih contoh yang baik dong! Kalau begini caranya mereka bukanya berubah jadi baik! Malahan sebaiknya, makin nakal karena ngeliat kelakuan lonya jah dah kayak gini! " bantah Ai sambil sedikit mencengkram lengan Kosuke.

Tiba-tiba beberapa satpam datang yang akhirnya perkelahian terhenti. Setelah dilihat ternyata para pedagang kantin yang takut dengan perkelahian tersebut langsung melapor ke satpam sekolah. Murid-murid yang tadi lagi makan udah lari kekelas.

"Bubar, bubar!!" perintah kedua satpam tersebut.

Naruto dan kawan-kawan membantu Sasuke pergi keluar dari kantin. Kosuke dan yang lain masih sibuk dikantin –entah apa yang dilakukanya-.

Akhirnya bel masuk sekolah pun berbunyi. Setelah perkelahian telah berhenti, akhirnya kantin telah dibereskan kembali dan mulai beraktifitas seperti biasa. Kebetulan kelas dari kesepuluh tersebut memang sekelas, mereka kelas 10B yang berada dilantai dua. Dan sepertinya waktu-waktu belajar mereka tak usah kita lihat karena seperti biasa, Cuma belajar dan mengobrol. Yaaah … walaupun pelajaran pertama mereka adalah pelajaran Matematika yang sangat dibenci oleh semua murid. Dan pelajaran kedua adalah IPS yang cukup disenangi oleh murid-murid.

(Skip: langsung ke jam istirahat)


.BeTe – by Dewiq feat Ipang.

Sekarang layar berubah menjadi sebuah rerumputan yang luas dengan hiasan-hiasan seperti kursi, air mancur, bunga-bunga dan manusia –yaiyalaahh!! (dipelototi ama Kiba dan Naru)-.

Di taman sekolah jam 10.00 …

"Eh, Kib. Gue heran … selama ini kita 'kan selalu berbuat nakal, tapi kok … kita gak di DO ya?" Tanya Naruto dengan nada yang pelan. Saat ini hanya ada dua orang yang sedang duduk dibawah pohon Sakura yang sejuk.

"Gue juga gak tau … apa mungkin kita nie deket ma Sasuke kali ya?" Tanya balik Kiba langsung ngambil posisi duduk disamping Naruto. Naruto langsung ngambil posisi tidur dengan menyilangkan tanganya dibelakang kepalanya.

"Mungkin ajah. Sasuke 'kan anak dari marga Uchiha yang terkenal sangat kaya raya, pembantu pejabat negara dan terhomat."

"Dan marga Uzumaki terkenal dengan membantunya perindustrian terhadap Negara kan? Ya … walaupun cuman beda tiga tingkat dengan Uchiha" tambah Kiba tersenyum.

"Marga Inuzuka terkenal dengan kedokteran hewan diseluruh Tokyo bukan?" kata Naruto yang dilanjutkan dengan terwanya Kiba. Namun, sesaat mereka tertawa …

"Widiiihh!! Cewek idaman gue dateng tuh!" ujar Kiba kesenangan.

"Cewek idaman?" Tanya Naruto kebingungan sambil lirik-lirik. Dan ternyata yang sedang diperhatikan Kiba adalah seorang cewek berambut ungu sebahu …

"ARAI!?" teriak Naruto frustasi.

Kiba mengangguk. Lalu tiba-tiba ide kinclong timbul dikepalanya. Kiba berdiri dan dengan gagahnya –muntah- berjalan menghampiri Arai yang berada ditaman sekolah. Naruto masih HeRi (Heboh sendiRi).

.Mission Impossible – by Cartman.

"Hey! Cewek! Sini donk! Cantik dech!" rayu Kiba sambil berpose sedikit cool –is truth!-. posisinya sekarang berada didepan Arai. Arai yang lagi bawa buku-buku dengan cueknya langsung melewati Kiba. Karena Kiba orangnya pantang menyerah –cieelaah-, Arai tetap jadi incaranya dulu.

"Eh, masa sieh gue dicuekin … nanti ada acara gak? Jalan yuk," rayu Kiba pantang mundur! Sambil menatap mata mereha Arai dnegan tatapan menggoda –halah-.

"Ada!" jawab Arai jengkel sambil melewati Kiba lagi. Namun, Kiba langsung nyusul Arai terus berdiri lagi didepanya lagi.

"Jangan bohong dech … ayo donk manis … yayayaya??" dan rayuan Kiba yang aneh-aneh semakin menjadi. Naruto dah cekikikan sendiri.

"Hii! Najis tauk!!" erang Arai yang udah ambil kuda-kuda buat nendang Kiba. Wajahnya dah kesal banget.

"Hah? Neji? Lo ada acara ma kuntilanak itu? –dijyuuken-" Tanya Kiba ngawur (A.N Kiba memiliki penyakit telinga stadium 8-!?-).

"Gak! Budeg sia!"

"Hehe, ah … cewek seksi jangan marah atuh"

PLAAAK!!

"Ah!! Dasar gila!! Sana!! Dasar cowok pantat belang!! Cowok bermuka belah ketupat!!" teriak Karin sambil menampar Kiba + langsung ngedorong Kiba jauh-jauh terus lari kedalam gedung sekolah. Murid-murid yang ngelewati taman tersebut malah ikut-ikut ketawa. Naruto dengan lepasnya ikut tertawa. Kiba malu beraaaaaat!!. Dengan cepat Kiba langsung menghampiri tempat dia dan Naruto duduk tadi.

"Hmpph … HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!" Naruto tertawa lepas sambil memegang perutnya. Wajah kiba dah meraaaaah abis!!.

Kesesalan bakal dateng paling akhir kalau loe gak waspada tanpa melihat sesuatu yang menganjal, 'n keberuntungan akan dateng paling pertama kalau loe memerhatikan sesuatu itu dengan cermat.

"Hahahahahahaha!! Rasaain tuh gamparan … CEWEK IDAMAN … lo itu!! Hahahaha!!" maki Naruto makin menjadi. Kiba diem ajah sambil megang pipinya yang merah akibat tamparan Karin tadi.

"Diem lu!! Diri sendiri gak laku juga masih bisa ngomentari orang, makanya cari cewek! Biar bisa ngerasaain!!" bantah Kiba sambil sedikit meninju bahu Naruto yang masih tiduran direrumputan. Naruto bangun dan mengambil posisi duduk.

"Sialan!! Dasar maniak anjing!! Dah tau Arai tuh kalau pagi bawaanya marah-marah ma tomboy, elu malah ngedeketin dia," Canda Naruto dengan akhiran tawaan dari kedua pria tersebut. Tiba-tiba Sakura dan Gaara datang.

"Hey!! Kok ketawa-ketawanya gak ngajak-ngajak sieh??" tegur Sakura sambil mengambil posisi duduk ditengah Naruto dan Kiba. Gaara juga langsung duduk disamping Kiba.

"Daripada ketawa-ketawa mending lo pada dengerin gue nih, lo tau anak cewek yang tadi bareng ama Kosuke dan Ai?" Tanya Gaara.

"Cewek yang rambutnya hitam dan panjang itu? Iya gue liat, dari tadi tuh dia senyum-senyum gitu ke kita. Kata Shika sieh senyumanya tuh maut abis! Bisa bikin orang suka sekaligus takut ma tuh cewek!" kata Kiba dibuat-buat horror.

"Tau nama cewek itu?" Tanya Gaara lagi.

"Kagak, kenal ajah enggak!" jawab Kiba sambil tiduran direrumputan. Sakura menghela nafas. Naruto angkat bicara.

"Kalau gak salah namanya tuh Yuki bukan? Dia tuh anak kelas 10c ya?" Tanya Naruto sambil mangut-mangut dagu.

"Yep" jawab Sakura. Tiba-tiba salah satu hape dari mereka bergetar.

"Makan duren dimalam hari, enaknya makan sama kekasih …

Jangan lupa mengunci pintu, biar tak ada orang yang masuk …

Dibelaii … dibelaaaii … dibelaaii …"

Dan ternyata ringtone tersebut berasal dari handphone Gaara yang bermerk N6200 –lagu JuPE, Belah Duren-. Ampir ketiga orang tersebut jantungan –mati sekalian- ditempat mendengar … AAKKHH!!. Kenapa? Kenapa harus Gaara!?.

Peringatan untuk loe, kalau loe lagi punya handphone atau semacamnya, harus dicek dulu tuh nada deringnya, kalau salah bisa-bisa yang dengar langsung keder tuh.

"Ya, halo?" ucap Gaara sambil memegang handphonenya di telinga. Dan setelah beberapa menit Gaara menelepon, Gaara terkejut melihat teman-temanya dah is det –dihajar masal- eerr, maksudnya pingsan boongan. Akhirnya Gaara melanjutkan kembali keacara nelponya tanpa peduli dengan teman-temanya.

:Acara telepon-teleponan:

"Ya? Ada apa tadi?"

"Tadi kenapa? Kok kayak ada suara dobe dah mati? -Mank orang mati bisa bersuara!?-"

"Bukan, bukan mati, tapi pingsan entah tanpa sebab … eh tadi lo mau ngomong apa?"

"Oh, jadi gue mau bilang ajah, kapan kita bisa melakukan 'rencana' itu? Si Neji disini dah stress duluan tauk!"

"Emank rencanya apa ajah?"

"Gue gak bisa ngasih tau lewat telepon, dodol! Mending kalian kesini ajah!"

"Yaah, Sas, lo kan tau gue paling males kalau harus ketemu dengan ruangan yang berbau obat-obat gitu …"

"Kalau gitu persahabatan kita PUTUS!!"

"HAH!? PUTUS!?!?" teriak Gaara menggema taman sekolah hingga murid-murid yang lagi jalan langsung berhenti dan menoleh kearah Gaara. Acara telepon-teleponan tersebutpun berhenti. Sakura, Kiba dan Naruto yang tadi pingsan langsung bangkit dari kubur –ditojos- sambil melototi Gaara.

"Gaara … lo putus … ma siapa?" Tanya Naruto terbata. Sakura dan Kiba masih gak percaya kalau cowok secakep dan sekeren Gaara sampai diputusin.

"Hah?" Gaara masih cengo.

"GAARA PUTUS!!! YEAAHH!! KITA PUNYA KESEMPATAN!!" teriak Anak-anak cewek disekitar taman tersebut sambil bersorak bahagia. FG-nya Gaara tuh. XP.

Akhirnya Gaara sadar apa yang dipikirkan oleh teman-temannya yang stress ini. "Gak!! Maksudnya putus persahabatan!! Bukan … bukan … bukan pacar!!" teriak Gaara sambil berdiri dari acara duduknya sambil mengibaskan kedua tanganya dengan cepat sebelum FG-nya ngebur-ngebur dia.

"Ooohhh" dengan kompaknya ketiga orang tersbeut langsung ber-oh-ria sambil mengelus-ngelus dadanya dan kembali dalam acara duduk-duduk mereka. FG-Gaara yang tadi udah berbahagia menjadi bermurung ria dan kembali keaktifitas masing-masing.

Jangan salahkan diri loe kalau loe melakukan hal yang sebenarnya gak bersangkutan, apalagi yang gak penting, kayak gini nieh contohnya.

"Heem, betewe, tadi siapa sieh yang nelpon? Kok pake putus segala?" Tanya Sakura memulai pembicaraan sambil merapihkan roknya yang tadi terbuka sampai … -sensor, takut pada ngacai (dilempar)- dan takutnya ketiga temanya yang termasuk 'pria' tersebut langsung main nge-gebet ajah. –huuu, author ngeres!-.

"Biasa, si ayam, katanya dia mau ngerundingin rencana kita itu … tau gaak??"

Naruto ma Kiba Langsung berpikir keras ampe rambut rontok bak botak berkinclong bagai lampu lampion 12 wat. Setelah beberapa abad kemudian rambut mereka kembali tumbuh dengan senyuman lebar mereka.

"Hehehe, gue tau!! Jadi sekarang mau dilaksanain??" Tanya Naruto girang sambil mengedipkan mata dengan centilnya –bayangin ajah dech! Cantik banget!! (muntah masal)-.

Sakura langsung nepsong. Kiba langsung butek. Gaara tetep COOL AGAIN!!.

"Iya .. KAYAKNYA!! Makanya kalian ikut gue sekarang!" perintah Gaara sambil berdiri dari acara duduknya sambil mengibaskan celananya yang kotor. Akhirnya ketiga orang tersebut juga ikut berdiri. Dan secara kilat –cielah- munculah cewek-cewek seksi dari jaman abdurahai –ngasal euy! (diancam mati)- jalan tepat didepan mereka berempat. Penyakit Kiba kambuh.

"Cewek!!" panggil Kiba sambil berlari menuju cewek seksi itu. Naruto nganga. Gaara geleng-geleng pala. Sakura mendengus.

Cewek-cewek yang tadi dipanggil Kiba langsung menoleh kebelakang.

"Heh? Siapa lo?" Tanya cewek berambut pirang dengan satu ikatan disamping.

"Gue Kiba, boleh kenalan ya?"

"Eh, Dil, kita pergi ajah yuk! Kayaknya nie cowok rada stress gitu," ujar cewek berambut pendek berwarna biru kehitaman. Cewek yang berambut cokalat se-dada diam saja sambil menatap Kiba berulang-ulang kali.

"Haaahh, jangan gitu donk … Cuma mau kenalan ajah kok!"

Cewek berkuncir tersebut saling menatap kedua temanya sebelum mendesah kecil, "Nama gue Dilia, cewek yang rambutnya pendek ini namanya Yvne, dan cewek yang rambutnya coklat ini namanya Helen, dah selesai kenalanya? Kalau udah gue mau pergi," kata Dilia dengan angkuh sambil melangkah pergi bersama kedua temanya.

"Eh! Gue kan belum selesai ngomong." hardik Kiba sambil menggenggam tangan dari salah satu ketiga cewek tersebut.

Dan tepat saat itu … Sakura diam tak dapat berbicara sedikitpun, Gaara hampir menjatuhkan hapenya, Naruto membelakan mata … dan seluruh murid-murid yang melewati lapangan tersebut … fine ajah tetep jalan XD. Dan apakah kalian tau apa yang terjadi? Jawabanya …


.Cari Pacar Lagi – by ST12.

Saat ini Kiba sedang menggenggam erat tangan Helen. Dan sekarangpun mereka saling bertatap dengan mata baby blue Helen yang bertemu dengan mata coklat Kiba. Padangan mereka dalam, terpancar sesuatu di antara mata mereka. Mungkinkah … ini …. Kiba yang merasa gak enak dan canggung mulai menjauhi Helen yang tanganya masih menggenggam tanga Helen.

"Ahh … ma … maaf … heh" ujar Kiba salting sambil garuk-garuk belakang kepalnya. Helen sedikit tersipu, kedua kaki Helen segera melangkah mundur dnegan cepat, namun …

SRAAAKK!!

"AAHH!"

Dan untuk yang kedua kalianya, Helan dan Kiba bertatapan kembali. Telapak tangan Helen digenggam erat oleh telapak tangan Kiba. Tangan kanan Kiba yang tadi menggenggam tangan Helen dengan gesit berpindah untuk meraih pinggang Helen yang akan terjatuh. Dan saat ini … posisi mereka … sangat dekat … tubuh mereka bersentuhan … wajah mereka dekat …mungkin sekarang wajah mereka benar-benar merah. Mengapa bisa? Karena kebetulan tali sepatu yang dipakai Helen terlepas dan terinjak oleh Kiba hingga Helen terpeleset dan menimpa tubuh Kiba.

Dilia yang menyaksikan adegan barusan membelakan mata. Yvne yang paling luluh dengan yang namanya adegan romance tersebut malah ikut-ikutan tersipu. Dan dari sudut lapangan, ada beberapa orang yang sedang menggenggam sebuah camera digital, camera tersebut tepat menyorot kedua orang yang berada ditengah lapangan, Kiba dan Helen, segerombolan orang tersebut menyeringai licik.

Seketika, terdengar sebuah dering handphone, akhirnya Kiba dan Helen sadar dengan keadaan mereka saat ini, dengan segera Kiba menjauhkan diri yang masih memerah, dengan begitu pula Helen mulai menjauhi Kiba yang sekarang wajahnya tidak terlalu merah dan melangkah pergi menuju kedua temanya yang sedang melongo. Dengan begitu saja Helen langsung menarik kedua tangan temanya yang terperangah sejenak. Kiba masih diam menatap Helen … dan sekali lagi … Helen menoleh kebelakang dan menatap kembali mata Kiba … namun hanya beberapa detik mata gadis tersebut berpaling kearah lain menuju gedung sekolah.

Kalau perasaan loe tenang, sunyi dan sejuk. Itu berarti loe bisa merasakan debaran jantung yang kuat, merasa wajah loe memanas, selalu terbayang kisah romantis dan segala hal lainya, seperti ini.

Beberapa menit kemudian akhirnya Naruto yang udah dongkol langsung menghampiri Kiba yang masih ngelamun gak jelas.

"Hoy! Kiba! Sadar!" panggil Naruto sambil teriak-teriak tepat ditelinga Kiba.

"Anjriitt!!" erang Kiba sambil memegang telinga yang diteriakin Naru. Wajahnya terlihat sangat kesal.

"Makanya! Kalo dipanggil tuh dijawab! Bukan ngelamun ajah! Kesambet, baru tau rasa!"

"Mang napa? Mending gue ngelamun cewek cantik daripada ngelamunin pasangan gay lo ma Sasuke!"

Naruto nganga dan bernita ingin menghajar ini anak, wajah Naruto merah karena marah. Dengan segera Sakura menghampiri mereka berdua sebelum terjadi perang dunia ke3. Dan akhirnya Gaara mengecek handphonenya dan menemukan sms.

You Have One New Message

Fried Chiken Is Sasuke

'heh, loe lma amat sieh!? Gw dah nunggu kalian dy sni stengah jam tauk! Pokok.x dlm waktu 1 dtk klw lom jg muncul … gw dah ga mw liat wjh kalian!!'(maap kalau smsnya disingkat, kan ini sebuah pesan hanphone, jadi pasti ada singkatanya).

Reaply

Dengan wajah penuh keringat, akhirnya Gaara dengan segera menarik teman-temanya tersbeut dan berlari secepat kilat menuju UKS.


"HUUAAACHIIIMM!!"

"Massa oloh! Inailahi! Lo kalo mau bersin gak usah disemburin ke gue dong!! Kayak gak ada tempat lain aja!" erang Neji sambil ngelap-ngelap wajahnya.

"Gimana tau gue mau bersin!? Mang gue peramal!?" bantah Sasuke sambil nyusut-nyusut ingus—bekas bersin tadi. XD.

Neji diem ajah sambil masang wajah nepsong. Untung sekarang mereka berdua lagi berada di UKS, kalau lagi ada dikelas, bisa-bisa citra marga Uchiha bakal ancur se-ancur ancurnya!!. UKS-nya ga kecil-kecil amat sieh, palingan ruanganya mirip banget ma ruangan Hokage gitu, warna cat temboknya alus bener. Saat ini Sasuke lagi tidur-tiduran diranjang UKS, tapi sekrang lagi dalam posisi duduk. Disampingnya ada Neji yang setia menunggui kekasihnya, yaitu Sasuke –dibanting barbell-.

"Enak lu, padahal cuma luka dikit ajah langsung ngambil bolos dua pelajaran, mana bilanganya sakit lagi, licik tuh" ujar Neji sedikti jengkel dengan kelakuan Sasuke, masa hanya karena perkelahian kecil aja Sasuke minta bolos?.

"Biarlah! Kesempatan tidak datang dua kali lho." Jawab Sasuke dengan seringainya. Neji hanya mendengus kecil sambil beranjak untuk meninggalkan UKS. Namun …

BRAAAKK!!

Tiba-tiba saja pintu UKS tersebut terbuka paksa hingga membuat Neji dan Sasuke stroke dan mauk rumah sakit jiwa –digebuk 12 kali, dibunuh 20 kali-. Dan munculah beberapa orang dibalik pintu tersebut. Sasuke tersenyum ketika melihat orang-orang itu, sementara Neji cemberut melihat orang-orang tersebut. Yak! Mereka adalah Naruto, Kiba, Sakura dan Gaara.

"Hehe, sori datengnya terlambat dikarenakan teman kita satu ini penyakitnya tadi kambuh" ujar Naruto sambil tersenyum lebar. Dan Kiba tau, yang dimaksud Naruto itu adalah dia. Dengan segera Sakura memulai pembicaraan yang lain daripada nanti disini timbul acara smack down antara mereka berdua.

"Jadi gini … Shika, Ino, Kankurou dan Suigetsu sudah gue suruh buat nyiapin persiapan kita … persiapan buat bales dendam ma 'itu' anak … kalian tau kan?" kata Sasuke penuh yakin. Neji ikut mengangguk. Naruto masang tampang blo'on. Sakura diam. Gaara udah mengerti.

"Jadi, aku butuh bantuan kalian buat … membawa 'dia' dateng ketempat Kankurou dan yang lainya, oke?" sambung Sasuke sambil menyeringai kembali. Akhirnya mereka berempat saling bertatapan langsung mengganguk dengan seringai licik mereka.

Dan, gak s'muanya siswa-siswa sekolahan itu baik lho.


Sekarang layar berubah menjadi sebuah gudang berukuran sedang yang berada dibelakang sekolah. Didalam gudang tersebut telah berdiri Kankurou, Ino, Suigetsu dan Shikamaru. Didepan mereka sudah terpasang tali dan seember yang berisi sesuatu, disamping kanan sudah berjejer baskon berisi lumpur, disamping kiri mereka juga ada beberapa alat aneh.

"Akhirnya persiapan membuat jebakan kecil ajah mudah, kayaknya nanti ada dua orang yang bakal 'kena' dech, soalnya kok musti bawa dua ember ya?" kata Suigetsu sambil mengecek barang-barang yang tadi disuruh Sasuke ma Neji.

"Sasuke kan orangnya gak cukup 'satu' … mungkin ajah yang datang nanti lebih" ujar Shika sambil menaruh tali di belakang lemari bobrok.

"Selesai!" teriak Ino girang sambil loncat-loncat. Kankurou langsung mengambil protes.

"Sampai kapan suara ultrasonic lo itu hilang sih?!" Tanya Kankurou jengkel.

"Jangan samaain diri ma Naruto dech, nanti disangka kalian berdua tuh anak kembar! Sama-sama berambut kuning, mata kebiruan dan sama-sama toa!" seru Suigetsu lalu mengambil botol minumnya yang tadi dia beli dikantin sebelum kegudang ini. Sementara Shika sedang berolah raga mata agar tidak tertidur. Sedangkan Ino? Diem ajah.

"Diem ah! Daripada gue dengerin ocehan lu pada mending gue rilekesin diri ajah …"

"Mau ngapain lu?" Tanya Kankurou masih sewot, namun yang ditanya diem aja sambil melangkah dua langkah kedepan. Dia merogoh sakunya dan mengeluarkan handphone, tanganya mulai memencet tombol-tombol tersebut dan mulai terdengar sebuah lagu.

.Break The Ice – by Britney Spears.

It's been a while
I know I shouldn't have kept you waiting
But I'm here now

Ino mulai melangkah maju mundur berulang kali sambil menghentakan badan-kepala-bahu kedepan sesuai kaki yang bergantian. Kepalanya menoleh kebelakangan secara spiral seperti barbar hiasan. Tanganya mengajak Suigetsu, Kankurou dan Shika untuk ikut melangkah ketengah.

I know it's been a while
But I'm glad you came
And I've been thinking 'bout
How you said my name
Got my body spinning
Like a hurricane
And it feels like
You got me going insane
And I can't get enough
So let me get it up

Awalnya Sui ingin menolak, namu akhirnya juga ikut terbawa suasana dan ikut ketempat Ino. Ino menarik tangan Suigetsu dan menyuruhnya melakukan spin berulang kali disertai kibasan rambut Ino yang memutar dengan melayangkan tanganya. Kankurou secara tiba-tiba tersenyum dan mengikuti mereka, Kankurou melakukan gerakan meroda kearah mereka berdua yang kini sedang melakukan gerakan punch bersama.

Let me break the ice
Allow me to get you right
Won't you warm up to me
Baby I can make you feel
Let me break the ice
Allow me to get you right
Won't you warm up to me
Baby I can make you feel (hot hot hot)

Dan Shika yang paling males untuk ikut-ikut tersebut diam saja, namun setelah Shika perhatikan gerak-gerakan mereka akhirnya Shika juga ikut terbawa, tiba-tiba saja Shika melepas jaketnya dan melakukan toe tuch dengan seringai senyumnya. Dan akhirnya mereka berempat berkumpul ditengah-tengah barang-barang bekas tersebut, berbagai gerakan mereka tunjukan dengan irama musik. Seperti dalam perlombaan dance, mereka melakukan gaya yang berbeda-beda pada setiap bait lagu.

Let me break the ice
Allow me to get you right
Won't you warm up to me
Baby I can make you feel
Let me break the ice
Allow me to get you right
Won't you warm up to me
Baby I can make you feel (hot hot hot)

Dan secara bersamaan Ino menghentikan gerakanya yang diambil alih oleh Kankurou yang melakukan gaya spin kembali dan dilanjutkan oleh Suigetsu yang melakukan Truecark dan diambil alih lagi oleh Shika yang tiba-tiba mengambil sebuah bola basket yang dia temukan dilapangan dan memutarnya dijari telunjuknya seraya melakukan style dan berakhir dengan Ino yang memutar tubuh dua kali dengan mengibaskan rambutnya kembali yang disertai gerakan nge-beat dengan cepat.

S'mua siswa pasti punya kebiasaan yang ngebuat seneng, trutama pada diri sendiri, itulah kebiasaan yang ngebuat loe merasa bangga pada diri loe.

Dan ketika lagu tengah selesai, terdengar langkah kaki beberapa orang yang mendekati gudang. Secara cepat akhirnya Ino langsung mengambil handphonenya dan memberhentikan musiknya. Kankurou dan Shika langsung sembunyi ditempat yang telah dipastikan oleh Neji. Suigetsu bergabung dengan Ino.

Pintupun terbuka … dan … munculah …

JRENG JRENG JRENG!!

TBC … TBC … TBC


Okeh! Okeh! Aku tau, aku tau!! Sepertinya fic ini membosankan sekali bukan? Beberapa OC disini mungkin hanya ditampilkan sedikit, tetapi aku tetap akan memunculkan OC di chap berikutnya. Sepertinya banyak kesalahan dichap ini, kalau ada kesalahan, mohon diperbaiki lewat review!! –bilang ajh mau direview- (ditojos). Dan untuk kata yang dicetak miring seperti spin tersebut, mungkin banyak dari pembaca yang kurang mengerti, bagi yang mengerti pasti kalian tau itu adalah sebuah gerakan tari yang sering dipakai oleh para dancer.

Oh ya! Yg kmarin tuh adah kasalahan ditempat lowongan OC:

Yg mau jd pacar Shino itu adalah kesalahan, harusnya Neji ma Sasori. Dan lowongan untuk menjadi pacar Neji, Deidara ma Sasori dibuka –halah-. Lowongan OC tuk jd pcr Itachi, Kiba ma Tobi dah tutup. Hehe.

Please review, review!!