KAORU BALIIIIKK LAGIII!!!
Setelah lama Hiatus, akhirnya Kaoru bisa apdeth kembali fic ini … T.T
Ok, mungkin habis ini juga bakal hiatus dikarenakan akan ada ujian …
Maap juga kalau chap ini GaJe dikarenakan ketika mengetik mut saia lagi down +_+
S'moga chap ini typonya berkurang, saia udah periksa 2 kali sih, tapi semoga aja berkurang
Tetep read yaaa!!!
Pardigash
Naruto © Masashi Kishimoto
Chapu 2
Pintu terbuka … dan munculah … dua orang gadis. Satu adalah wanita berambut panjang berwarna ungu, matanya putih dan kulitnya putih. Dan wanita lainya berambut coklat yang diberi dua cepol. Mereka perlahan membuka pintu dan sedikit melangkah masuk. Sedikit waspada.
.What I've Done – Linking Park.
"Tenten, kayaknya kita nunggu dulu dech, aku punya perasaan gak enak nie …" ujar gadis berambut panjang sambil liat-liat gudang. Gadis yang bernama Tenten mengela nafas panjang.
"Gimana sieh? Kita kund disuruh dateng kesini sama anak 'songong' itu, dia nantang kita, gue mau tau, apa tantangan itu sampai kita disuruh datang kemari" jawab Tenten.
"Terserah, yang penting kan aku udah ngingetin ajah," kata gadis berambut panjang sambil melangkah mundur, namun langkahnya berhenti ketika Tenten memanggilnya.
"Hinata … loe takut?" Tanya Tenten menyeringai. Gadis yang bernama Hinata tersebut langsung diam dan urat dikeningnya mulai muncul.
"Siapa bilang! Aku gak takut kok! Buat apa takut sama pantat ayam!" gerutu Hinata sambil melangkah kembali ke samping Tenten. Tenten tertawa menang sambil melangkah menuju ketengah gudang diikuti Hinata.
Disudut lain, tempat Ino dan Shika bersembunyi.
"Hihihi, mangsa sudah masuk, saatnya dimulai" kata Ino dingin sambil mengambil tali dari belakang lemari. Shika menguap.
"Gak salah tuh? Lo mau pake 'itu'?" Tanya Shika sedikit canggung.
"Biarin ah, yang penting kena," kata Ino tak sabar. Ino menyerahkan tali lain pada Shika dan dalam hitungan jari akhirnya mereka berdua menarik tali tersebut hingga membuat bola basket diatas lemari terjatuh dan menimpa jungkat-jungkit kecil dibawah dan membuat arah lawanya melempar bola tenis kearah ember besar yang tergantung diatap, akibatnya, ember tersebut jatuh dan lumpur lengket yang berada didalam ember tersebut terjun kearah Tenten yang tak sempat terhindar dan … jadilah manusia lumpur.
"Aaakkhhh!!" Tenten terkejut sambil merenggakan tanganya dan terlihatlah lumpur bau dan lengket sudah menempel ditubuhnya. Hinata yang berada dibelakangnya (gak kena lumpur) langsung mundur beberapa langkah dengan wajah yang ikut terkejut.
"Heh, satu lagi, Shika, loe ajah dech yang narik tali disebelah kaki loe itu" kata Ino sambil bergeser sedikit kekiri. Tubuh ino dan Shika sangat dekat, malahan sudah nempel, Shika awalnya mau menjauh, tapi nanti ketahuan, yaudah ajah Shika nurutin kata Ino dan langsung narik tali yang berada disebelah kaki kanan Shika. Tiba-tiba saja ember satu lagi yang berada tepat diatas Hinata langsung menumpahkan air gula ketubuh Hinata. Dua gadis yang malang.
"Gilaa!! Bleh! Puih! Cuih! … a … apa ini!?" gerutu Tenten melihat tanganya yang penuh lumpur, lalu dia memalingkan wajahnya dan menemukan Hinata yang juga terlihat terkejut.
"Ma … manis? … ja-jangan …" Hinata menjilat cairan kekuningan dipunggung tanganya. Ketika itu matanya membelak. "Ini … GULA!?!?" seru Hinata tidak percaya dengan keadaanya sekarang. Seluruh tubuhnya sudah terpenuhi oleh gula manis yang sekarang sudah didatangi oleh semut-semut kecil.
Tiba-tiba Ino dan Shika keluar dari belakang lemari dengan wajah kemenangan. Seringai yang licik yang menyebalkan. Tenten dengan wajah kesalnya mulai bangit dan menatap mereka tajam, Hinata diam menunduk.
"Kalian … kalian berhati—"
"Sekali loe ngucapin kata menyebalkan itu, kita akan menjamin kalian akan di DO" sela Ino dengan seriangainya, sementara Shika menguap, Shika mengambil kesempatan, tangan kiri Shika dikebelakangkan dan membuat sebuah aba-aba kearah tempat persembunyian Kanku dan Suigetsu. Kedua pemuda yang diberi aba-aba tersebut langsung tersenyum.
Tenten diam dengan wajah penuh kesal. Kenapa tidak melawan? Jelas saja, karena hampir dari setengah murid yang berani melawan siswa-siswa ini pasti berakhir dengan dikeluarkanya dari sekolah. Tenten menoleh kebelakang dan mendapat Hinata sudah berdiri dibelakangnya dengan wajah yang memohon untuk segera keluar dari gudang ini, namun Tenten menggeleng dan menoleh kembali ke Ino dan Shika … dan yang didapatinya …
"Sebagai hukuman karena telah berani mengucapkan hal menyebalkan tersebut, kuberi …" CREECCKK "Hadiah untuk …" SRAASSHH "Kalian berdua" kata Shika disela tumpukan bulu-bulu ayam yang berjatuhan ke tubuh Hinata dan Tenten. Dan sekali lagi Tenten dan Hinata diam sambil mengepalkan kedua tangan mereka. Beberapa detik setelah itu keluarlah dua pemuda yang tadi menumpahkan bulu-bulu ayam tersebut. Suigetsu dan Kankurou.
"Heheheh, selamat menikmati pesta kostum ayamnya … hahahaha!!" dan keempat orang tersebut meninggalkan kedua wanita tersebut dengan bangga, Tenten dan Hinata masih dia sebelum akhirnya pintu gudang tersebut tertutup.
Tenten menarik nafas, "Dunia akan berbalik, mereka … yang akan memakan kata-kata mereka sendiri" gumam Tenten dengan tatapan tajam dan hati yang penuh dendam. Selama kesepuluh siswa tersebut disekolah ini, mereka selalu berbuat keanehan dan kenakalan yang melampui kebatasan. Setengah dari guru-guru disekolah ini pun pernah mengundurkan diri karena ulah yang telah diperbuat oleh siswa tersebut. Masih sabar, tetapi kali ini kesabaranya sudah hilang. Hinata menatap Tenten.
"Tenten, ka-kamu … mau … mau ber-berbuat a-apa?" Tanya Hinata khawatir sambil mencoba mendekati Tenten kembali. Tenten tersenyum licik. "Gue … gue mau melakukan pembalasan." Katanya dingin seraya menarik Hinata keluar dari gudang tersebut yang masih dengan wajah terkejut akibat perkataan Tenten tadi.
Dari awal, sekolah itu pasti punya siswa yang menjengkelkan dan menyebalkan, terutama siswa yang saling membenci ke siswa lainya. Apalagi kalau siswa itu sampai berbuat hal yang …. Gak bisa dibayangkan!.
Unit Kesehatan Sekolah …
.Tango – Julio Iglesias.
"Hei, tadi gue baru ngedapetin kabar dari siswa lain, katanya mereka melihat ada dua orang cewek yang berlarian kekamar mandi dengan penampilanya yang … memalukan" ujar Neji sambil memandang taman belakang sekolah dari jendela ruangan. Sasuke yang terbaring dikasur putih dengan kedua tanganya yang menyangga kepalanya dengan mata terpejam, dia tidak tidur, namun sedang berpikir dan mencerna perkataan Neji tadi. Lalu dia membuka matanya.
"Rencana berhasil ya? Lalu … harusnya mereka berempat cepat kembali, lama-lama gue jadi kesal" umpat Sasuke datar sambil menatap atap ruangan tersebut. Neji yang mendengar ucapan 'cepat kembali' langsung tersenyum dan mendekati ranjang Sasuke. Neji duduk disisi ranjang tersebut sambil memajukan tubuhnya mendekat ke Sasuke. Sasuke sedikit membelakan matanya ketika wajahnya begitu dekat dengan Neji. Neji pun berbisik.
"Kesal karena mereka berempat gak kembali atau kesal karena gak bisa liat wajah si pirang itu?" goda Neji masih dengan seringainya. Wajah Sasukepun mulai memerah. Akhirnya dengan kasar Sasuke mendorong tubuh Neji jauh-jauh darinya. Nafasnya sedikit tertahan, dan itu membuat Neji yakin kalau sekarang jantung Sasuke sedang berdetak kencang akibat perkataanya.
"Jujur ajah kali, gue juga udah tau dari beberapa bulan yang lalu kalo loe tuh suka kan ma Naruto? Tenang ajah, gue nie kan sahabat loe … gue gak bakal ngebocorin rahasia kok!" kata Neji sambil tersenyum. Sasuke mentapnya tajam. Namun tatapan itu tetap tidak membuat Neji takut sama sekali. Akhirnya Sasuke mendengus.
"Sampai matipun gue tetep gak bakal suka ma si dobe itu, dan inget, gue straight, gak kayak loe yang berusaha jaim didepan Gaara … padahal aslinya mah dah ga tahan pengen—"
"Enak ajah!! Eh, gini ya, cinta itu ga kenal hal segalanya, yang cinta punya itu hanya hati dan ketulusan, mau straight kek, mau yaoi-an kek, mau yuri-an kek … kalau dah cinta ya cinta donk. Okelah, gue emang ngaku kalau gue suka ma Gaara, tapi loe juga ngaku dong! Nanti loe bakal nyesel sendiri, gue sieh ga tanggung …" sela Neji yang senyumanya telah hilang dengan wajah jengkelnya sekarang. Terkejut, ya, Sasuke sedikit terkejut dengan perkataan Neji tadi. Mendengar pengakuan Neji yang menyukai Gaara adalah hal baru didengarnya selama mereka berteman. Sasuke memejamkan mata sebentar sebelum akhirnya pintu terbuka.
KRIEEETT
Dan munculah empat orang pelajar yang tadi telah ditunggui oleh Sasuke dan Neji. Sakura, Naruto, Kiba dan Gaara. Ketiga pemuda tersebut langsung mendekati Sasuke dan Neji, sementara Sakura menutup pintu. Sebelumnya tatapan Neji dan Gaara saling bertemu, seperti yang dikatakan Sasuke tadi, Neji tetap jaim-jaim saja. Sasuke manyun.
"OMG!? Ada apa engkau wahai pantat ayam hingga bibirmu disamakan seperti pinguin?! Loe nge-fans ya ama pinguin!?" seru Kiba dengan gayanya yang dibuat-buat ala ibu-ibu kagetan. Sasuke makin manyun.
"Si teme ini … kalau tuh mulut di gituin jadi kayak cewek tauk!" kata Naruto sambil menyimpan jus tomat kesukaan Sasuke disamping meja Sasuke.
Sakura menanggapi, "Emang kenapa kalau Sasuke kayak cewek?"
"Jelas aja udah gue cium! Kan sayang tuh bibir kalau di sia-siain …" jawab Naruto disertai cekikan kecil. Neji dan Gaara dongkol. Kiba udah mesum sendiri. Dan jelas kali ini wajah Sasuke langsung merah.
"Eh, tuh liat tuh! Kayaknya tuh ayam minta di cium ma loe Nar!! Wajahnya merah gitu! Hahaha" seru Kiba sambil tertawa. Neji dan Gaara udah gondok. Sakura keder. Sasuke udah jadi lepiting rebus. Naruto hanya menghela nafas!.
"Nanti kalau ada waktu gue bakal cium loe dah teme!" dan akibat jawaban itu keempat temanya stroke tiba-tiba dan dalam sekejap sembuh kembali ketika terdengar bel sekolah terdengar.
"Eh, kita bolos aja yuk! Gue males nie pelajaran bahasa Spanyol. Ya plis plis plis kalian mau!!" pinta Neji sambil bersujud-sujud.
"Gue juga mau bolos, toh pasti yang lainya juga pada bolos semua kok" kata Sakura sambil berjalan menuju sofa dan langsung mengeluarkan handphone dari sakunya.
"Ya … bolos juga gak terlalu buruk" Gaara menanggapi sambil menopang dagu pada tangan kananya.
Kiba mencibir. "Gak terlalu buruk?? Bukanya hampir setiap minggu loe sering bolos? Ckckck"
"Gak juga! Itu kan pelajaran tertentu ajah gue bolos!"
"Jangan ngeles!!"
"Siapa yang ngeles!?"
"Ya elo!!"
"Damn it!"
"Doggi!"
"Anjis, sialan loe …"
"Apa?! Mau ngajak berantem!?"
"Siapa takut!"
"Kalau gitu—"
"Kalian gue lempar sekarang juga dari sini jika dalam 3 detik dari sekarang kalian gak diam" Ujar Naruto yang sudah membawa pesan kematian untuk kedua mahluk didepanya melalui mata ganasnya. Dalam 3 detik juga mereka berdua langsung diam tak bersuara. Lalu tatapan Naruto beralih ke Sasuke.
"Kok loe diam aja? Bisu loe?" Tanya Naruto sambil menghampiri Sasuke. Yang ditanya malah angguk-angguk sambil geleng-geleng kepala gak jelas. Naruto shock. Dengan instingnya akhirnya dia mengulurkan tanganya. Tanganya menyentuh rambut Sasuke dan mengangkat rambut tersebut pelan. Dan seperti yang diduga Naruto, saat Kiba dan Gaara sedang cek-ceok mulut, Sasuke sudah siaga memasang headseat ditelinganya.
"Ah! Jadi gaje gini sih!? Kita kesini tuh buat ngerencanaain 'hal' lainya, kenapa jadi kayak tempat sirkus gini!?" seru Sakura yang udah bête dari tadi dicuekin. Neji menatap Sakura jengkel.
"Loe juga ngapain duduk disudut situ segala? Mau jadi kuntuilanak?" Tanya Neji seraya mendekati Sakura. Sakura langsung menatap Neji ganas.
"Disini sudah ada kuntilanak, makanya gue disini, soalnya takut" jawab Sakura dengan seringainya. Neji langsung berhenti melangkah. Kiba dan Gaara langsung melotot. Sasuke langsung bergidik takut. Naruto? biasa aja tuh! Udah berubah jadi cool!.
"Ku-kuntil anak? Di-dimana?" Tanya Neji merinding sambil mendekati Sakura kembali.
"Di-dia mendekat!" seru Sakura ketika Neji sudah disampingnya.
"Dimana! Ka-katakan!?" seru Neji sambil duduk disebelah Sakura.
"Di-dia, duduk disamping gue …" dan kata-kata terakhir Sakura membuat Neji menatap Sakura horror.
"Kurang ajar loe, berani ngatain gue ini kuntil anak"
"Lha? Emang iya kok! Liat noh rambut! Udah kayak mie diribonding!"
Neji diam tak membalas hinaan batin Sakura –dibanting-. Neji menarik nafas sejenak, dan barulah Neji duduk di samping Sakura sambil menatap Sakura tajam. Sakura keringat dingin. Lalu tatapan Neji beralih ke Gaara yang sedang … Ehem, memeluk Kiba, Pandanganya langsung membakar. Sasuke langsung melepas headseatnya lalu menatap Naruto yang sedang menatap lapangan Sekolah dengan seksama. Dan ketika Sasuke membuka mulut …
.Hit Me Baby One More Time– Britney Spears.
Oh baby, baby
How was I supposed to know
That something wasn't right here
Oh baby, baby
I shouldn't have let you go
And now you're out of sight, yeah
Show me how want it to be
Tell me baby 'cause I need to know now, oh because
Suara hit terdengar dari Handphone Sakura, Volume handphone tersebut sengaja di besarkan, Neji menatap layar handphone Sakura dan melihat kalau Sakura memang sengaja memutar musik itu dari media player di handphonenya. Tiba-tiba Sakura bangkit dari sofa dan menaruh handphonenya di sofa tersebut. Sakura berjalan ketengah ruangan lalu merentangkan tanganya, sedikit diputar kekanan dan kekiri, lalu ditarik kedepan dan membentuk huruf V sambil menarik tanganya ke bawah leher. Kakinya pun ikut meiramakan lagu, sedikit loncatan, kaki kiri yang memutar lantai, dan setelah itu kaki kanan di angkat setengah yang di barengi oleh tepukan tanagn di bawah kaki kananya. Barulah setelah itu melakukan gaya Punch.
Oh baby, baby
The reason I breathe is you
Boy you got me blinded
Oh pretty baby
There's nothing that I wouldn't do
It's not the way I planned it
Show me how you want it to be
Tell me baby 'cause I need to know now, oh because
Seolah tertarik, Neji bangkit dari sofa dan langsung menggunakan gerakan punch. Kedua tanganya menepuk kebelakang punggung. Dan kembali melakukan handtarker. Dan dengan seketika Gaara dan Neji langsung menggunakan gerakan meroda dan sedikit menaikan bahunya bergantian sesuai loncatan kaki. Gaara menaikan kedua tanganya membentuk seperti huruf I disamping kepalanyadan memutar tubuhnya yang diakhiri dengan spin. Kiba melakukan Truecark berulang kali yang akhirnya juga sama diakhiri dengan spin.
Oh baby, baby how was I supposed to know
Oh pretty baby, I shouldn't have let you go
I must confess, that my loneliness is killing me now
Don't you know I still believe
That you will be here
And give me a sign
Hit me baby one more time
Sementara mereka berempat berimajinasi ria, Naruto dan Sasuke hanya melihat gerakan lengkukan mereka. Dari Sakura yang mengibaskan rambutnya, Neji yang melakukan pergantian kaki kea rah kiki dengan cepat, Kiba yang menaikan kedua kakinya dengan kedua tanganya yang sedikit ditengkuk dilantai dan Kiba yang dengan seenaknya meloncati ranjang Sasuke dari samping kiri ke samping kanan ranjang berulang kali dengan gerakan tanganya. Naruto mengembangkan senyumnya. Sasuke melihat wajah Naruto, melihat wajah yang sedang tersenyum itu membuat wajah Sasuke memanas. Dengan seketika Sasuke langsung memberhentikan tatapanya.
"Hoy! Udah ah! Kalian keluar sana, gue mau tidur!" seru Sasuke sambil mengibaskan selimutnya –lha?-. Sakura langsung nepsong sambil mematikan lagu dari handphonenya.
"Apaan tuh! Loe enggak sakit juga main ngusir!" bantah Kiba jengkel. Gaara yang memang cuek juga diam aja sambil merenggangkan tanganya. Neji kembali mengikat rambutnya dengan … widdiih!! Seksi booo! –dilindes-.
"Udah pergi sono!"
"Yuk nar! Kita tinggalin nih bokong ayam!" ajak Sakura sambil beranjak keluar. Ketika Naruto ingin juga beranjak tiba-tiba Sasuke menahan Naruto.
"Dia disini!"
Tiba-tiba Sakura menampakan seringainya, dan entah apa maksudnya Sakura memberi isyarat untuk Kiba, Gaara dan Neji untuk keluar. Setelah 4 orang itu keluar kini tinggalah Naruto dan Sasuke. Apa yang mereka lakukan?. Kita liat setelah yang satu ini …
Terkadang sebuah persahabatan yang saling mencintai itu wajar, tapi kalau untuk cinta sesame jenis … gak tau tuh!
.Tak Bisakah - Peterpan.
Setelah selesai bertertawa-ria akhirnya tiga cowok plus satu cewek ini (Shika, Ino, Kanku dan Sui) akhirnya kembali ke kelas. Dalam jangka waktu yang lama setelah bel masuk mereka baru masuk! Mungkinkah setelah mereka memasuki kelas akan datang gerbang neraka untuk mereka? Kita lihat –dilempar pohon sawi-. Sekarang mereka sedang menyusuri koridor-koridor dengan omongan topik yang sama. Tentang kesialan Tenten dan Hinata yang mereka beri. Kelas mereka ada dilantai 2 bagian timur. Sementara kelas Naruto cs ada di sebelah barat.
"Hoy, gue takut nie masuk kelas, udah 15 menit kita telat masuk, apa lagi sekarang pelajaran super duper crazy dari pak Asuma kere itu! Mending bolos daah~" ucap Ino dengan nada dibuat melengking ketika segerombolan mereka uah berjarak 5 meter di depan pintu kelas yang berwarna putih ke abu-abuan tersebut.
"Perasaan sifat loe jadi persis kayak si kuntil anak itu deh! Mulai mau bolos, cerewet pula! Kita nie kan udah ditugasin dari jaman adam ama hawa kalau kita nie kudu jadi anak pinter buat jadi tempat contekan sohib-sobih kita di UKS tuh!" dengus Suigetsu sambil menggelengkan kepalanya disertai pukulan telak oleh Kankurou.
"Wadaaww!!" seru Suigetsu.
"Enak ajah tuh mulut main ngomong jiga kalong wae! Loe kira kita apaan disuruh belajar semenrtara mereka bolos! Memang kita nie mesin kepintaran apa!" bentak Kankurou sambil meneke kepala Suigetsu sekali lagi. Suigetsu jawsdrop.
"Yaudah atuh men!! Damai men!! Piss!! Gak usah pake acara penganiyayaan segala! Blegug!" timpal Suigetsu sambil mendorong kepala Kankurou.
"Ye! Malah nyolot sia!"
Dan pada akhirnya pertengkaran ala tom and jerry pun disaksikan oleh Ino dan Shika secara Live. Ino speechles. Shika sweatdrop.
"Woy! Bisa cicing nteu!? Kepala urang udah keder tauk!!" seru Shika sambil megang kepalanya yang udah puyeng-puyeng gak karuan.
"Shuuuut!! Jangan berisik! Kita nie deket kelas tauk! Kalau ketahuan bisa mampus! Ini juga, bukanya bantuin nyari cara biar gak kena hujan lokal dari pak Asuma, mala main drama gaje disini!!" timbal Ino sambil mengepalkan kedua tanganya dibawah. Namun siapa tak disangka Shikamaru dan Ino langsung mematung. Seketika itu juga Kankurou dan Suigetsu berhenti dengan posisi metal mereka! Dari Suigetsu yang masih dengan tangan kirinya mengalungi Leher Kankurou –mau mencekik-, dari tangan kiri Kankurou yang menggenggam tangan kana Suigetsu –mau nahan pukulan-, dari Kankurou juga yang tangan kananya sedang menyetuh pipi kiri Suigetsu –mau nampar-. Dan karena posisi mereka itulah yang membuat pikiran –NEGATIP- dari Ino dan Shikamaru pun muncul. Tahu kenapa? Jelas saja! Itu seperti adegan Deep Kiss versi YAOI!!.
Dengan insting pikiran ngeres Ino, mulailah Ino mengeluarkan HandPhonenya dari kantung roknya lalu dengan secepat kilat Ino langsung memotret adegan 'yaoi' tersebut.
"Err … ehem, bisa gak, tuh adegan 'haram' di hilangkan dari pandangan gue?" Tanya Shikamaru jutek sembari jalan menjauhi image 'gila' yang dilihatnya. Ino tersenyum merekah. Suigetsu dan Kankurou riflek langsung menjahui secara abnormal dengan jarang 50 meter berturut-turut –digaplok-, err … maksudnya hanya 50cm saja.
"Iih~ … jijay gua deket loe lagi!! Amit-amit!! Cuih!" ujar Kankurou sambil buang cudah sembarang tempat. Suigetsu menatap Kankurou jijik.
"Geuleuh sia! Buang kotoran sembarang! Loe juga nagapain nyentuh pipi gua tadi! Yee~" ketus Suigetsu sambil menjauh dari Kankurou lalu mendekati Ino. Kelima, nie anak satu suka gak sopan didepan umum, termasuk kejadian ini.
"Ah! Gue harus mandi kembang berturut-turut nie!" serua Kankurou sambil geleng-geleng kepala gak karuan. Tapi akhirnya juga ikut kea rah Ino juga.
"Ckckck, yaudah ayo! Kita susul si nanas itu!" ujar Ino ala Dora bersama kera-keranya di belakang XD.
Suigetsu dan Kankurou yang bisa ber-speechles ria.
Tiba-tiba langkah Shikamaru terhenti ketika rumah siputnya mendengar kata-kata ganjil dari Ino.
"Siapa yang bilang rambut nanas?" Tanya Shikamaru geram. Ino memutih. Suigetsu dan Kankurou menunjuk Ino sambil nari-nari ala mesir.
"Jadi loe ya, In—"
"Emang kenapa kalau loe di sebut nanas?" sahut seseorang cewek.
"Bukanya itu pantas ya, buat loe? Shi-ka-ma-ru" sambung seorang perempuan cewek lagi.
"Si rambut nanas berotak CERDAS-DAS-DAS-SHIT!! Huahahahahahaha!!!" seru kedua gadis tersebut dengan tertawa enyah mereka. Shikamaru langsung menghela nafas. Ino dan Kankurou menggeram jengkel.
.Bukan Milikmu lagi – Agnes Monica.
"Ngapain loe pada kesini? Mau jual diri lagi, hah?" Tanya Suigetsu dengan tangan kirinya di belakang daun telinga.
"Kurang ajar loe!" geram cewek berambut hitam panjang sambil menghampiri Suigetsu. Namun langkahnya terhenti oleh cewek disebelahnya.
"Loe mau jadi kotor gara-gara deket sama anak yang duah ter cap sebagai students destroyer ini? Gue rasa jangan deh" kata cewek berambut panjang satunya lagi sambil menyeringai licik.
"Iya, itu kalau loe juga mau ikut di DO bareng mereka"
Seketika mereka langsung menoleh kebelakang dan menemukan kedua cewek yang sering mereka temui. Termasuk cowok yang baru datang.
"Jadi … kalian …" Kankurou menatap tajam ketiga orang tersebut.
"Iya, kita udah lihat semuanya, dan gue yakin loe pada bakal di DO besok, atau sekarang juga bisa. Loe udah mengingkar janji loe bukan? Akuilah itu" ucap cowok itu sambil menyeringai. Kankurou menghela nafas sejenak sebelum akhirnya menghampiri cowok tersebut.
"Kosuke, loe mau kita ulang hari 'itu' lagi?" Tanya Kankurou dalam. Ino menyeritkan dahi. Suigetsu member isyarat kea rah Shikamaru untuk menemui Kankurou. Shikamaru yang sebenarnya malas dengan berantem akhirnya mendekati Kankurou.
"Lupakan mereka Kankurou, lebih baik kita ke kelas sekarang" ucap Shikamaru tanpa melihat Kosuke yang ada di depan dia sekarang.
"Hey, mau ke kelas? Jadi kalian udah tobat nie? Ckckck gue gak nyangka kalian ba—"
PLAK!
Tiba-tiba sebuah tamparan manis mendarat di pipi kanan Kosuke. Pelampiasan amarah dari Ino. Shikamaru dan Kankurou menyeringai. Suigetsu menatap kejadian barusan sambil menghela nafas.
"Tutup mulut loe, atau penyesalan hidup loe ada ditangan gue" kata Ino sambil membersihkan tangan kananya yang ia gunakan untuk menampar Kosuke.
"Waw, amazing … gue bisa liat adegan tamparan kayak gini …" ucap cewek berambut panjang.
"Diam loe Yuki! Bukanya bantuin, malah cengar-cengir!! Loe juga Ai! Gampar nie cewek! Bukan DIEM!!!" teriak Kosuke sambil menyeka darah disudut bibirnya. Ternyata tamparan Ino keras juga.
"Hm … loe nyalahin kita? Maaf, tapi kita hanya ingin mengulang hari 'itu' kembali, bukan secara kecil-kecila gini" ucap Yuki sambil menyilangkan kedua tanganya di dada. Disampingnya, Ai hanya tersenyum.
"Shit"
"Ok, jadi loe mau kita ulang hari-hari 'menyebalkan' itu?" Tanya Shikmaru sambil merekah senyum menantang.
Kosuke menatap tajam Shika, Ino dan Kankurou. Lalu memejamkan mata sesaat sebelum berkata "Ya, sekarang kita mulai" katanya datar.
Yuki, Ai dan Suigetsu pun memutih.
Pertengkaran dimasa lalu baru ajah dimulai …
.Baachikoi!! - Dev Parade.
Saat ini Naruto dan Sasuke lagi ber-duaan di kamar. Karena bingung sejak tadi hening, akhirnya Naruto membuka pembicaraan. Namun, ternyata di luar kamar tersebut sudah berkumpul alat intip…
-
-
-
Sakura : lagi menempelkan stetoskop di pintu. Biasa, nguping.
-
-
-
"Sasuke, gue mau nanya, loe harus jawab dengan jujur" kata Naruto sambil mendekatkan diri ke Sasuke.
-
-
-
Kiba : bawa tangga + Kamera buat ngintip ke jendela di atas pintu.
-
-
-
"Sebenarnya, bener gak sih kalau loe itu …"
-
-
-
Gaara : bikin jurus gaje terus ngeluarin mata ketiganya buat dijadiin mata pengintip disela pintu.
-
-
-
"Ehem, loe itu …"
-
-
-
Neji : aktifin byakugan.
-
-
-
"…………"
-
-
-
Sakura : -sweatdrop- gak bisa denger.
-
-
-
"Hah?"
-
-
-
Kiba : kepalanya kejepit jendela jadi gak jadi ngintip.
-
-
-
"Gimana? Benar?"
-
-
-
Gaara : mata ketiganya hancur kena angin.
-
-
-
"I-itu … gue … sebenarnya gue—"
-
-
-
Neji : O.o
-
-
-
"A-apa … loe …"
"Hehehe, Gue kan udah janji tadi! Salah sendiri loe gitu!"
Tiba-tiba pintu kembali terbuka dan munculah Neji dengan wajah bengisnya. Sakura dibuat kaget oleh karate Neji, tapi untungnya Sakura gak ikut kebanting. Kiba udah jantungan, jatuh dari tangga akibat dorongan Neji. Gaara diem ajah, gak di apa-apain sama Neji. Dan ternyata, Ketika Neji masuk, teriakan maut dari Neji keluar …
"HOOOOOOYYY!!!"
Apa yang akan terjadi oleh Shika cs dan Kosuke cs ??
Apa yang sebenarnya terjadi antar Naru dan Sasu sampai Neji teriak ??
Tau lanjutanya?? Kalau tau berikan jawabanya lewat repiuw!!!
Oh, LOWONGAN OC DITUTUP!! untuk para OC lainya, mungkin kalian akan muncul di chap ke 5 karena scane akan di ubah .. hohoho!! Tunggulah!!
err
sori, mungkin disini ada yaoi-nyaaa ... tp kan saia udah janji, pair ini bakalan STRAIGHT!!! sasuke gak bakal jadi GAY kok, lihat saja nanti .. khuhuhu *wjh horror*, Neji juga sama, dia tetep straight .. hehehe
REVIEWWWW!!!
