Let The Ring Choose The Owner
Genre: Romace, Drama, Hurt/Comfort
Rating: M
Lenght: Chapter
Main Cast:
Lu Han
Se Hun
Pairing: Hunhan and other
Warning: YAOI,Ooc,Typos,geje,ect
Desclaimer:
Fanfic ini adalah karya asli saya. Saya hanya meminjam nama member EXO dan beberapa karakter serta orang terdekat mereka. Sepenuhnya mereka adalah milik Tuhan YME.
NO PLAGIAT
Summary:
Apa yang akan kau lakukan jika cincin yang hendak kau sematkan pada mempelaimu terjatuh saat upacara pernikahan? Mungkin dengan sedikit rasa sungkan kau akan mengambilnya dan memasangkannya lagi. Tapi bagaimana jika cincin itu jatuh lalu menggelinding dan berhenti tepat di depan orang yang masih mengisi hatimu. Akankah kau mengambilnya?
.
.
.
Annyeong~
Saya datang bawa chapter 1...
Terimakasih banyak untuk para reader terutama yang udah review...
Saya tidak menyangka banyak juga yang tertarik dg ff ini.
Saya akan mengajak para reader untuk menengok kisah beberapa tahun sebelumnya...
Oke, sekian dari saya...
Selamat membaca, jangan lupa review ya^_^
.
.
.
HanPutri Present©
Let The Ring Choose The Owner
.
Chapter 1
.
.
.
Seoul, 2007
AUTHOR POV
Udara musim dingin mulai terasa di setiap sudut kota Seoul. Bulan Desember memang masih berumur beberapa hari saja, tapi sudah banyak orang yang mempersiapkan diri menyambut natal dan juga tahun baru. Meski harus menggunakan mantel yang cukup tebal untuk melindungi badan dari dingin yang menerpa, mereka tetap bersemangat melakukan aktivitas masing-masing.
"Sehun-ah, besok malam apa kau ada acara?" tanya seorang namja berkulit tan pada namja yang berjalan di sebelahnya.
"Wae?" tanya balik namja bernama Sehun itu.
"Kalau tak ada datanglah ke acara ini" namja tan itu menyerahkan selembar tiket.
"Drama musikal?" Sehun menoleh pada namja tan tadi.
"Ne. Kyungie kemarin dapat tiket itu dari temannya. Sayangnya cuma satu, jadi dia minta padaku untuk memberikannya padamu. Kan cuma kau yang masih jomblo" jelas namja tan itu diiringi cengiran khasnya.
"Aku tidak tertarik dengan yang begituan" jawab Sehun malas.
"Kata Kyungie drama ini bagus lho. Besokkan malam Minggu, daripada kau merana sendiri di apartemenmu itu" bujuk namja tan itu.
"Aku sibuk mengerjakan tugas dari dosen untuk Senin besok" jawab Sehun tetap kukuh pada keputusannya.
"Kau pasti bohong. Mana mungkin mahasiswa sekelas Oh Sehun akan mengerjakan tugas di akhir pekan. Pasti kau sudah mengerjakannya jauh-jauh hari" namja tan itu masih belum menyerah.
"Hah...kau memaksa sekali Kim Jong In" Sehun mengambil tiket itu dari tangan namja tan bernama Jong In aka Kai itu. Lalu dia melangkah mendahului si Jong In itu.
"YAK! OH SEHUN! Tunggu aku pabbo!" teriak Jong In menyusul Sehun.
.
Sehun's Apartment
Seorang namja berkulit seputih susu tampak sedang berguling-guling di atas ranjangnya.
"Aigoo. Ini sangat membosankan. Tugas sudah selesai, game sudah ku lahap semua, game baru belum datang. Hah...apa yang harus ku lakukan sekarang?" tanyanya.
Namja itu, Sehun melirik selembar tiket yang ada di atas meja nakas di sebelah ranjangnya. Tiket drama musikal yang didapatnya dari Jong In kemarin.
"Apa sebaiknya aku datang saja ya?" tanyanya mulai tertarik dengan drama musikal itu.
"Ku rasa tak ada salahnya" keputusannya final.
Sehun mulai bersiap untuk melihat drama musikal itu. Diambilnya sebuah kemeja berwarna baby blue dan celana panjang dari almari. Kemudian ia melangkah menuju cermin yang ada di dekat almari itu. Sedikit menata rambutnya dan selesai.
Sebelum melangkah keluar tak lupa dia mengambil mantel karena udara malam ini cukup dingin.
Setelah mengunci pintu dia melangkah menuju parkiran di lantai dasar apartemennya. Mobil audi putih itu melesat membelah jalanan kota Seoul yang penuh lampu malam.
.
SEHUN POV
Malam ini lebih dingin dari kemarin. Seharusnya aku tadi tetap tinggal di apartemen. Tapi mau bagaimana lagi, sudah terlanjur di sini.
Saat ini aku sedang mengantri untuk masuk gedung pertunjukan bersama banyak orang lainnya. Tak kusangka yang berminat melihat drama musikal ini sangat banyak, padahal udara malam ini dingin.
Aku jadi penasaran seberapa bagus drama musikal ini, Winter: I Wanna Love You Forever.
Akhirnya setelah menunggu cukup lama aku bisa duduk di kursi penonton ini. Posisiku cukup strategis untuk melihat seluruh adegan di atas panggung itu.
"Ah, akhirnya mulai juga" gumamku.
Seorang namja dan yeoja muncul dari balik tirai besar itu. Lalu ada beberapa orang lainnya yang muncul.
Sebenarnya aku tidak begitu suka cerita romance seperti ini, tapi drama yang tersaji di hadapanku ini ternyata cukup menarik. Akting pemainnya juga bagus, suara mereka menggema memenuhi seluruh penjuru gedung pertunjukan ini.
.
AUTHOR POV
Naege or su eobseur georago igen geureorsu eobdago
Jebar geumanharago nareur daraeji
Jeongmar ijeobeorigo sipeo borsu eobdamyeon
Nareur jabgo ineun neo oe modeungeor
Sehun yakin saat ini wajahnya sama bodohnya dengan wajah Jong In ketika namja tan itu menatap sang pujaan hatinya yang bermata bulat itu.
Sehun tak bisa berkata apapun. Pandangannya hanya tertuju pada sosok indah yang baru muncul itu. Sosok yang tengah bernyanyi di atas panggung yang ada di hadapannya. Tanpa Sehun sadari tangan kanannya yang bebas beralih meremas dada kirinya yang mendadak bergemuruh hebat.
"Yeppo" gumamnya.
Sehun membekap mulutnya sendiri yang tiba-tiba bergumam demikian. Dia tidak tahu dengan yang saat ini terjadi pada dirinya kala melihat sosok cantik bersuara merdu itu.
SEHUN POV
Aku tak mampu beralih dari sosok cantik itu. Jantungku berdetak hebat, serasa mau membobol tulang rusukku. Ya Tuhan kenapa ini terjadi padaku?
Sosok itu benar-benar telah menyihirku. Suara indahnya yang merdu membuatku tak bisa bergerak barang seinci saja.
Mata itu, mata yang sangat indah. Meski jarak kami tidak dekat tapi aku bisa melihat pancaran dari mata itu.
Dia begitu cantik, ya yeoja itu begitu cantik. Aku sampai tak bisa mempercayai penglihatanku sendiri. Rambut panjangnya dan tubuh mungilnya yang lebih kecil dari tubuhku.
"Aigoo~ aku bisa gila kalau begini" ujarku frustasi.
Sejak sosok itu muncul, fokusku pada drama musikal ini jadi buyar. Semua tergantikan dengan sosok cantik tadi.
Aku sampai tak menyadari kalau drama musikal itu sudah berakhir jika tak ada suara riuh tepuk tangan penonton lainnya. Kelihatannya drama ini begitu bagus sampai banyak penonton yang memberikan standing applause.
Dengan begitu bodohnya aku tidak tahu ending drama musikal ini tadi bagaimana. Semua itu karena sosok tadi.
.
AUTHOR POV
"Hei, kau mendengarkanku tidak?" tanya namja tan pada sosok yang terlihat menyedihkan di hadapannya.
"N-ne?" tanya sosok itu.
Namja tan, Jong In itu menepuk jidatnya sendiri mendengar tanggapan orang di hadapannya itu.
"Aigoo~ Oh Sehun. Aku tak tahu apa yang terjadi padamu saat kita tak bertemu. Kenapa seharian bersamamu yang ku lihat kau jadi sering melamun dan ini, kenapa matamu jadi seperti panda begini?" tunjuk Jong In pada mata Sehun.
"Jinjja?" Sehun melihat matanya sendiri dari layar smart phonenya.
"Iya kan seperti panda?" ucap Jong In.
"Ck, ini karena yeoja itu" gerutu Sehun.
"Yeoja? Nugu?" tanya ingin tahu.
"Molla" Sehun mengendikkan bahunya.
"Bagaimana mungkin kau tak tahu. Atau jangan-jangan salah satu dari yeoja-yeoja yang menggilaimu itu? Apa yang mereka lakukan padamu sampai seperti ini?" tanya Jong In mulai panik.
"Bisakah kau tak berlebihan begitu? Aku sekarang sedang pusing, kau malah membuatku semakin pusing" protes Sehun.
"Apa yang memusingkanmu, Sehun-ah?" tanya Jong In mulai tenang.
"Apa kau pernah merasakan jantungmu berdetak sangat cepat dan kuat, serasa mau keluar saja?" tanya Sehun dengan tatapan menerawang.
"Hmmm, kalau seperti itu tentu saja pernah. Dulu setiap kali bertemu Kyungie jantungku selalu tak bisa diajak kompromi. Rasa seperti genderang mau perang saja. Aku sampai khawatir kalau Kyungie mendengarnya" terang Jong In.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Sehun lagi.
"Molla. Mungkin itu reaksi ketika kita merasakan ada gelombang cinta yang mengalir pada diri kita. Saat itu aku yakin kalau love at first sigh pada Kyungie, jadi jantung seperti itu" jelas Jong In mengenang masa lalunya.
"Itu tidak mungkin" gumam Sehun.
"Apanya yang tidak mungkin?" tanya Jong In.
"Ah, tidak" jawab Sehun.
"Jangan-jangan kau sedang jatuh cinta, ne? Makanya jantungmu berdetak begitu. Aigoo~ akhirnya uri Sehunnie merasakan jatuh cinta~" ujar Jong In heboh.
"Bisakah kau tidak heboh begitu?" pinta Sehun malas.
"Ah, mian" akhirnya Jong In kembali normal.
"Tidak mungkin aku jatuh cinta padanya" kata Sehun.
"Wae?" tanya Jong In.
"Yang membuat jantungku jadi begitu adalah seorang yeoja, Kkamjong" terang Sehun.
"Memangnya kenapa kalau yeoja?" tanya Jong In dengan wajah polosnya.
"Pletak!"
"Appo!" pekik Jong In.
"Aku tak tahu apa yang membuatmu jadi semakin pabbo begini" kata Sehun jengah.
"Apa maksudmu?" tanya Jong In tak mengerti.
"Dia itu yeoja, y-e-o-j-a" Sehun mengeja kata yeoja dengan penuh penekanan.
"Oh, dia yeoja toh" ucap Jong In.
Hening
"MWO! YEOJA?!" akhirnya Jong In paham juga.
.
SEHUN POV
Ku dudukan pantatku pada sofa yang ada di ruang tamu apartemen. Ku sandarkan punggungku pada sandaran sofa itu. Rasanya hari-hari ini aku jadi seperti orang bodoh. Lebih tepatnya setelah melihat sosok cantik malam itu.
Sejak malam itu pikiranku dipenuhi olehnya. Dia begitu cantik jadi wajar bila aku terbayang sosoknya. Tapi yang membuatku tak habis pikir adalah karena dia yeoja.
Well, kalau ini dalam keadaan normal mungkin itu wajar. Tapi masalahnya aku sadar betul kalau aku ini sejenis dengan si Kkamjong yang tidak mungkin tertarik pada makhluk yang disebut yeoja itu. Kecuali kalau orientasiku sudah berubah.
"AH!" teriakku mencoba melepaskan beban.
"BRUK...!"
"DUAAK...!"
"PYARRR...!"
"OUCH...APPO!"
Terdengar keributan dari luar. Ku putuskan untuk melihat apa yang terjadi di luar.
Banyak benda berserakan di depan pintu apartemenku.
"APPO!"
Kualihkan pandanganku ke pintu sebelah apartemenku. Tampak seorang bocah yang mencoba bangkit dari posisi tak elitnya sambil memegangi pantatnya. Di sekitarnya banyak kardus dan barang-barang yang berserakan.
"Mian, kalau kau terganggu dengan yang barusan" orang itu membungkuk minta maaf.
"DEG"
Senyum itu dan tatapan mata itu. Sepertinya aku pernah melihatnya.
"Apa kau tinggal di sini?" tanyanya dengan suara lembut. Aku tak tahu bocah ini namja atau yeoja.
"Ne" jawabku singkat.
"Ah, annyeong. Aku akan menjadi tetangga barumu. Aku akan tinggal di sebelahmu" jelasnya masih dengan senyum itu.
"Apa kau yang membawa semua ini?" tanyaku menunjuk semua barang yang berserakan. Dia hanya mengangguk.
"Aigoo~ kenapa kau membawanya sendirian. Kemana appa dan eommamu?" tanyaku.
"Appa dan eommaku?" tanyanya dengan tampang polos.
"Ne, siapa lagi" jawabku.
"Mereka ada di Cina" jawabnya.
"Mwo?" aku terkejut.
"Wae?" tanyanya masih dengan tampang polos.
"Bagaimana mungkin mereka membiarkan bocah sepertimu ada di sini sendiri" aku tak habis pikir dengan orangtuanya.
"Mwo? BOCAH kau bilang?" matanya melebar.
"Memangnya apa lagi yang kau dengar?" tanyaku sambil melipat tangan di dada.
"Bagaimana bisa kau menyebutku bocah? Asal kau tahu saja usiaku ini sudah dua puluh dua tahun" ujarnya.
"Ctakk"
"APPO!" bocah itu mengelus jidatnya yang baru ku sentil.
"Mana mungkin aku bisa percaya pada omonganmu. Tampangmu ini masih seperti anak sekolah, jadi kau tak bisa membohongiku" ucapku sambil menusuki sebelah pipinya dengan telunjukku.
"YAK!" dia menepis tanganku.
"Wajahku memang sudah seperti ini dari dulu" ujarnya sambil menampakan wajah garang yang malah terlihat lucu di mataku.
"Aku tidak percaya" ku dekatkan wajahku padanya. Dia lebih pendek dariku. Karena tingkahku itu dia menjauhkan wajahnya dariku.
"Apa kau mau bukti?" tanyanya menantang.
"Kalau ada" jawabku enteng.
"Ige" dia menyerahkan tanda pengenal padaku.
.
.
.
"MWO!"
TBC
Bagaimana?
Untuk chapter di ff ini gag terlalu panjang, kecuali pada chapter tertentu.
Bagi yang baca review ya...
Buat next chapter review please^_^
Gamsahamnida
Han Putri
