Let The Ring Choose The Owner
Genre: Romace, Drama, Hurt/Comfort
Rating: M
Lenght: Chapter
Main Cast:
Lu Han
Se Hun
Pairing: Hunhan and other
Warning: YAOI,Ooc,Typos,geje,ect
Desclaimer:
Fanfic ini adalah karya asli saya. Saya hanya meminjam nama member EXO dan beberapa karakter serta orang terdekat mereka. Sepenuhnya mereka adalah milik Tuhan YME.
NO PLAGIAT
Summary:
Apa yang akan kau lakukan jika cincin yang hendak kau sematkan pada mempelaimu terjatuh saat upacara pernikahan? Mungkin dengan sedikit rasa sungkan kau akan mengambilnya dan memasangkannya lagi. Tapi bagaimana jika cincin itu jatuh lalu menggelinding dan berhenti tepat di depan orang yang masih mengisi hatimu. Akankah kau mengambilnya?
.
.
.
Annyeong~
Saya datang lagi~
Terimakasih banyak untuk para reader terutama yang udah review...
Maaf lama update...
Oke, sekian dari saya...
Selamat membaca, jangan lupa review ya^_^
.
.
.
Previous Chapter
"Apa kau mau bukti?" tanyanya menantang.
"Kalau ada" jawabku enteng.
"Ige" dia menyerahkan tanda pengenal padaku.
.
.
.
"MWO!"
.
.
.
HanPutri Present©
Let The Ring Choose The Owner
.
Chapter 2
.
.
.
AUTHOR POV
"MWO!"
Name : Xi Lu Han (鹿晗)
Birthplace : Haidian District, Beijing, China
Date of Birth : April 20, 1986
Blood Type : O
Height : 178 cm
Weight : 52 kg
Sex : Male
Nationality : Chinese
Education : Seoul Institute of the Arts majoring in Applied Music
.
Mata namja tampan bernama Sehun itu membulat sempurna layaknya mata kekasih Jong In saat membaca kartu tanda pengenal milik namja di hadapannya itu.
"Ka-kau!" kata Sehun tergagap sambil mengacungkan telunjuknya pada namja bernama Luhan.
"Wae?" tanya Luhan sambil memiringkan kepalanya imut.
"Tidak mungkin" gumam Sehun sebelum menarik-narik pipi dan hidung Luhan.
"Yo yo yo! Ini sakit" protes Luhan seraya menepis tangan Sehun.
"Apa kau melakukan operasi plastik?" tanya Sehun.
"Mwo? Sudah ku bilang wajahku memang begini dari dulu" kata Luhan sambil mengelus pipinya yang masih sakit karena ulah Sehun tadi.
"Jinjja?" tanya Sehun tak percaya. Namja di hadapnnya hanya mengangguk.
"Tunggu" kata Sehun sambil kembali mendekat pada Luhan.
"Datar" gumam Sehun.
"YAK! Apa yang kau lakukan" protes Luhan saat Sehun meraba dada datarnya.
"Ternyata kau benar seorang namja" kata Sehun pada Luhan.
"Mworago? Tentu saja aku namja. Wajah tampan begini mana mungkin kau sebut yeoja?" kata Luhan berapi-api.
"Ctakk"
"Appo!" ringis Luhan karena Sehun kembali menyentil jidatnya.
"Tampan dari mananya? Wajah cantik begini" kata Sehun sambil menusuki pipi Luhan dengan telunjuknya. Tatapan Luhan pada Sehun berubah menjadi tajam.
"Wae?" Sehun mengangkat sebelah alisnya karena tak paham dengan perubahan tatapan Luhan.
"Huft" terdengar helaan napas Luhan.
"Aku ini namja, jadi jangan sebut aku cantik" kata Luhan lirih.
"Eh? Kau kenapa?" tanya Sehun mulai khawatir dengan namja yang baru dikenalnya itu. Luhan tidak menjawab pertanyaan Sehun. Dia malah kembali membereskan barang-barangnya yang berserakan. Wajahnya tampak murung. Sedangkan Sehun hanya terpaku di tempatnya.
"Brakk"
Tanpa Sehun sadari ternyata tetangga barunya itu sudah masuk ke dalam apartemennya.
.
SEHUN POV
"Brakk"
Aku menoleh pada pintu yang baru saja ditutup itu.
"Apa dia marah?" batinku.
Aku tak habis pikir. Kenapa aku yang biasanya acuh pada orang asing bisa berdebat dengan namja bernama Luhan itu. Bahkah sampai dia marah, mungkin. Tapi aku tidak bermaksud untuk membuatnya marah. Aku hanya jujur. Wajah Luhan memang cantik sekalipun dia namja.
"Dretttt"
From: O_O
Ini aku Jong In, pakai hp Kyungie. Kau sekarang di mana?
Ah, tenyata sms dari Jong In. Tumben dia sms.
To: O_O
Aku di apartemen. Ada apa?
From: O_O
Aku ke sana, ne. Setelah mengantar Kyungie pulang.
To: O_O
Okey
Ternyata Jong In mau berkunjung. Sudah lama dia tidak main ke sini. Ku rasa snack yang ku beli kemarin lusa masih ada.
.
AUTHOR POV
"TING TONG"
"Itu pasti Jong In" batin Sehun.
"Tunggu!" terdengar suara dari dalam.
"Cklek"
"Masuklah" ajak Sehun pada Jong In. Mereka duduk di sofa ruang tamu.
"Ige" Jong In menyerahkan sesuatu pada Sehun.
"Mwoya?" tanya Sehun sambil meraba sesuatu yang terbungkus tas plastik itu.
"Itu dari Kyungie" jawab Jong In.
"Ddukbokki? Apa kalian baru jalan-jalan?" tanya Sehun lagi.
"Ne. Dia tadi teringat kamu yang merana sendiri" kata Jong In.
"Aigoo...Kyungsoo hyung memang baik sekali padaku" ucap Sehun sumringah.
"Ya sudah, aku pulang dulu" kata Jong In.
"Ne? Jadi kau ke sini hanya untuk ini?" tanya Sehun tak percaya.
"Memangnya apa lagi? Tidak ada yang menarik di tempatmu" kata Jong In sambil melangkah keluar.
"Arraseo. Gomawo. Jangan lupa menyampaikan terimakasihku pada Kyungsoo hyung" kata Sehun.
"Okey. Bye maknae" kata Jong In sebelum melangkah pergi.
.
Sepeninggalan Jong In, Sehun langsung menyantap ddukbokki yang dibawa Jong In tadi.
"Ah, ini pasti enak" ujarnya sambil memindahkan ddukbokki itu ke piring.
"Tunggu. Apa sebaiknya aku membawa ini ke tempat Luhan?" batin Sehun.
"Tapi untuk apa? Aku kan tidak salah" pikirnya.
.
SEHUN POV
Oke. Ini adalah keputusan paling bodoh yang ku lakuakan. Berdiri dengan perasaan was-was di depan pintu apartemen namja bernama Luhan dengan membawa sepiring ddukbokki yang masih panas. Aku bingung sendiri dengan diriku. Sungguh, biasanya aku tidak akan memikirkan kesalahan yang mungkin ku perbuat pada orang lain. Ya, kecuali pada sahabat-sahabatku. Tapi ini apa? Rasa bersalahku muncul pada orang yang baru ku kenal tidak lebih dari satu jam yang lalu. Mungkin karena wajah murungnya tadi aku jadi merasa bersalah.
"Pencet, tidak pencet, tidak" gumamku mulai ragu dengan keputusan yang ku buat.
"Tunggu!" terdengar suara dari dalam. Oke Oh Sehun, kau sudah memutuskannya.
"Nu...gu?" ekspresi cerianya berubah jadi masam. Tiba-tiba aku jadi salah tingkah.
"Annyeong" sapaku kaku.
"Ada apa?" tanyanya datar. Apa dia benar-benar marah?
"Tidak. Aku hanya ingin memberikan ini padamu" kataku sambil menyodorkan ddukbokki tadi.
"Untukku?" tanyanya dengan tampang polos sambil menunjuk dirinya sendiri. Moodnya benar-benar cepat berubah.
"Ne" jawabku singkat.
"Jinjja?" tanyanya lagi dengan matanya berbinar.
"Ne" jawabku lagi.
"Kalau begitu masuklah. Kita makan ini bersama" katanya sambil melangkah masuk ke dalam. Aku hanya mengikutinya.
"Letakkan di sini" pintanya. Aku meletakkan ddukbokki tadi di meja ruang keluarga sesuai permintaannya. Kelihatannya Luhan mengambil sumpit di dapur.
"Cha, ini" Luhan menyerahkan sumpit yang baru dia ambil padaku.
"Ah, masih panas ternyata. Kamu baru beli, ne?" tanyanya.
"Aniyo. Tadi temanku mampir untuk memberikan itu. Ayo dimakan sebelum dingin" kataku. Dan kamu pun melahap ddukbokki dari Jong In itu dengan sekejap.
"Kenapa masih banyak barang yang berserakan di sini?" tanyaku saat melihat barang-barang yang belum berada pada tempatnya.
"Tempat barang-barang itu tinggi, dan aku tidak bisa meraihnya" jawabnya dengan mengelus perutnya yang kekenyangan.
"Di mana tempatnya?" tanyaku.
"Di sana" tunjuknya pada sebuah bifet.
"Kamu mau apa?" tanyanya saat melihat aku memindahkan barangnya.
"Tentu saja meletakkan ini di sana" kataku sambil menunjuk bifet tadi.
"Apa tidak apa-apa? Aku pasti merepotkanmu kalau begini" katanya.
"Tak masalah" balasku.
Akhirnya barang-barang itu bisa tertata rapi di bifet.
"Gamsahamnida" kata Luhan sambil membungkuk.
"Cheonmaneyo" balasku singkat.
"Mau coklat panas?" tawarnya.
"Boleh" jawabku. Kebetulan udara malam ini dingin. Terlihat dari ruang makan kalau Luhan mulai berkutat di dapur. Tak berapa lama dia muncul dengan dua mug coklat panas.
"Ini" dia meletakkan mug itu di meja.
"Gamsahamnida" kataku.
"Hati-hati masih panas" katanya mengingatkan. Benar saja, ini benar-benar panas. Suasana jadi hening. Kami berkutat pada pikiran masing-masing.
"OMONA!" Luhan menepuk jidatnya, lalu beralih menatapku.
"Wae geurae?" tanyaku.
"Sedari tadi kita belum berkenalan" katanya. Luhan meletakkan mugnya.
"Annyeong. Xi Luhan imnida" katanya sambil membungkuk.
"Aku sudah tahu" kataku. Matanya membulat karena terkejut.
"Aku sudah tahu namamu dari tanda pengenal tadi" tambahku.
"Oww...lalu siapa namamu?" tanyanya.
"Oh Sehun imnida" jawabku.
"Sehun? Sehun...Sehun" dia mengulang namaku terus menerus. Tampak menggemaskan di mataku. What? Menggemaskan?
"Y-yah, jangan memanggilku terus, Luhan" kataku.
"Namamu bagus, Sehun" katanya sambil tersenyum manis padaku.
"Namamu juga. Rusa, ne?" kataku.
"Ne. Lu memang berarti rusa" ucapnya masih dengan senyum tadi.
"Kau orang Cina tapi bahasa koreamu sangat bagus" kataku memujinya.
"Banyak yang bilang begitu" katanya. Suasana jadi hening kembali.
"Hyung" kataku tiba-tiba.
"N-ne? Hyung?" tanyanya bingung.
"Luhan hyung" tambahku. Mata Luhan berkedip lucu.
"Kau lebih tua dariku" ucapku yang langsung membuat mulutnya menganga.
"Jinjja?" tanyanya tak percaya.
"Ne" jawabku.
"Ku kira kamu lebih tua dariku. Wajahmu boros sekali" katanya sambil menatapku.
"Bukan wajahku yang boros, tapi wajahmu saja yang terlalu irit hyung" kataku tak terima.
"Hmmm...wajahku memang awet muda" pujinya sambil memegangi pipinya.
"Dasar rusa" gumamku.
"Rusa?" dia kembali menatapku.
"Ne. Aku akan memanggilmu rusa. Rasanya kau tidak pantas dipanggil hyung" kataku.
"Itu tidak sopan Oh Sehun" protesnya.
"Biar saja. Salah sendiri punya muka anak SD begitu, rusa" jawabku tak mau kalah.
"Panggilan apa itu, tidak manis sama sekali" cibirnya dengan mulut sedikt dipoutkan.
"Rusa kecil, Xiao Lu. Bagaimana?" tanyaku.
"Xiao Lu" gumamnya.
"Hah...tidak peduli kau mau atau tidak, aku akan memanggilmu begitu" kataku final. Setelah itu aku kembali ke apartemenku sendiri.
.
AUTHOR POV
"Sehun-ah kata Jong In keadaanmu sedang tidak baik-baik saja?" tanya namja manis bermata bulat pada Sehun setelah dia mendudukkan pantatnya pada kursi di hadapan namja tadi.
"Aku baik hyung" jawab Sehun.
"Kata Jong In kamu sedang galau" kata namja itu.
"Sungguh, i'm fine Kyungsoo hyung. Gomawo buat ddukbokki kemarin" kata Sehun.
"Dia bohong chagi" seorang namja datang dengan nampan berisi makanan. Dia duduk di samping namja manis bernama Kyungsoo itu.
"Kau bicara apa Jong In?" kata Sehun datar.
"Sehun dihantui yeoja di drama musikal yang kemarin chagi" kata Jong In sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
"Kau berlebihan tuan Kim" cibir Sehun.
"Bocah ini kelihatannya jatuh hati pada yeoja itu. Tapi kau tahu sendirikan dia seperti apa. Memikirkan hal itu membuat otaknya bekerja ekstra sampai-sampai kepalanya mau pecah. Begitu katanya kemarin" terang Jong In.
"Apa orientasimu sudah berubah Sehun-ah? Apa kamu sekarang jadi straight?" tanya Kyungsoo lengkap dengan mata O_O.
"Molla. Ku rasa aku belum berubah. Aku hanya berdebar saat melihat yeoja itu, tapi tidak dengan yeoja lain" jawab Sehun.
"Ku sarankan sebaiknya kamu menemui yeoja itu untuk memastikan orientasimu Sehun-ah" saran Kyungsoo.
"Aku juga ingin bertemu dengannya hyung. Tapi tiket drama musikal itu cepat sekali sold out. Belum lagi pemainnya digilir. Aku tidak tahu jadwalnya tampil kapan" kata Sehun.
"Kemarin kami mau beli juga sudah habis Sehun-ah" kata Kyungsoo cemberut.
"Sudahlah chagi, besok kita pasti dapat. Aku sudah minta pada teman appaku yang merupakan staf drama musikal itu" kata Jong In pada sang kekasih.
"Jinjja?" tanya Kyungsoo memastikan.
"Ne" jawab Jong In sambil memasukkan makanannya lagi.
"CUP"
Tanpa diduga Kyungsoo mendaratkan sebuah kecupan di pipi Jong In. Langsung saja wajah namja tan itu merona.
"YAK! Jangan mengumbar kemesraan di tempat umum" protes Sehun.
"Mian, Sehun-ah" ucap Kyungsoo dengan wajah merona seperti Jong In.
"Eh? Dari mana hyung dapat ini?" tanya Sehun sambil menunjuk gantungan hp berbentuk rusa milik Kyungsoo.
"Itu dari temanku. Wae?" tanya Kyungsoo.
"Aniyo. Aku jadi teringat dengan Xiao Lu" kata Sehun.
"Xiao Lu? Nugu?" tanya Jong In.
"Dia tetangga baruku" jawab Sehun.
" Jinjja? Tumben kau mengenal tetanggamu" kata Jong In.
"Namanya lucu. Xiao Lu. Kelihatannya dia dari Cina" tambah Kyungsoo.
"Dia memang orang Cina. Kemarin dia pindah di sebelahku" kata Sehun sambil meminum bubble teanya"
"Rusa kecil kan arti namanya" ucap Kyungsoo.
"Manis sekali namanya. Apa orangnya sama seperti namanya?" tanya Jong In penasaran.
"Itu bukan nama aslinya. Aku yang memberi panggilan begitu" kata Sehun.
"Mwo? Seorang Oh Sehun memanggil orang yang baru dikenalnya dengan panggilan semanis itu?" ujar Jong In heboh.
"Biasa saja. Orangnya pantas dengan nama itu. Lagi pula lidahku kelu kalau harus memanggilnya hyung" terang Sehun.
"Memang dia lebih tua darimu?" tanya Jong In.
"Ne. Usianya dua puluh dua tahun" jawab Sehun.
"Wah, empat tahun di atasmu Sehun-ah" kata Kyungsoo.
"Aku jadi ingin bertemu dengannya" kata Jong In.
"Datang saja ke tempatku" kata Sehun enteng.
"Sudah sore hyung. Aku pulang dulu" pamit Sehun pada Jong In dan Kyungsoo.
.
"Aigoo...kenapa tugas dari tuan Park banyak sekali" keluh Sehun di depan pintu apartemen sambil membuka pintu.
"AKHH!"
Teriakan nyaring dari kamar apartemen di sebelahnya membuat Sehun kaget.
"LUHAN?"
.
.
.
TBC
Bagaimana?
Ada kesan dan pesan?
Buat next chapter review, ne^_^
Gamsahamnida
HanPutri
