Invisible : Can you see me waiting on you?
Summary:
Ketika aku datang padamu, namun kau tak menyadari kehadiranku..
Pairing:
Ichigo Kurosaki and Rukia Kuchiki(Inside Ichi-Hime)
Rate:
T
Genre:
Angst/Romance
Disclaimer:
just master Tite Kubo had authority with Ichigo and Rukia :D
Warning:
AU, maybe typo(s), and maybe OOC, mohon maaf apabila ada kesamaan cerita/ide/tempat, first publish si newbie Don't Like, don't read
A/N: ditujukan orang yang merasa takut kehilangan dan sudah kehilangan..
Chapter 3
.
.
.
.
Lost you, wrecked my self..
.
.
.
.
Ichigo POV
'Ichi..andai aku sakit parah seperti Inoue, maukah kau mengabulkan sama seperti permintaan Inoue?'
Kata-kata itu seperti mantra yang dilontarkan dalam jiwaku. Begitu nyaring terdengar hingga aku tak menyadari ada seseorang yang membuntutiku dan ingin menembakku..?
Namun, tiba-tiba semua terjadi terlampau cepat. Rukia melindungiku dari sebuah tembakkan.
" RUKIAAA..."
End Ichigo POV
Normal POV
Ichigo menangkap tubuh Rukia yang terhuyung akibat tembakan yang mengenai tubuh gadis mungilnya itu. Penembak misterius itupun langsung melesat kabur.
" Rukia.. kumohon bertahanlah " ucap Ichigo panik.
Rukia hanya bisa tersenyum sambil menahan sakit dibagian dadanya. Ia memegang wajah Ichigo dan mengusapnya lembut.
" Ichi.." ucap rukia lirih
" Rukia..kumohon bertahan, kau harus bertahan " ucap Ichigo parau dan hampir menangis.
" Aku mencintaimu, Ichi..go" ucap Rukia dan detik itupun tak sadarkan diri.
" Rukiaaa..kumohon bertahanlah " teriak Ichigo putus asa sambil menggucang pelan tubuh mungil wanitanya.
Tiba-tiba seluruh pegawai kantor berdatangan ke basement dan melihat apa yang terjadi. Momo Hinamori, sekretaris Rukia menghampiri Ichigo yang memeluk erat Rukia.
"ano.. kurosaki-san, izinkan saya beserta yang lain membawa kuchiki-san kerumah sakit sekarang" ucap momo pelan . Ichigo pun mendongak, dan berkata
" cepat panggil petugas ambulans, dan suruh polisi menyelidiki siapa yang menembak Rukia, cepaat" ucap Ichigo memerintah
" Baik kurosaki-san!" ucap momo diikuti pegawai kantor yang lainnya.
Sesampainya dirumah sakit...
" Rukia, bangun rukia. Aku disini, bangunlah" ucap Ichigo yang sedari tadi memegang tangan gadis mungilnya sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Sementara momo, hanya sesekali terisak tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
" maaf,anda diminta menunggu diluar" ucap salah satu perawat
Ichigo hanya bisa mengangguk pasrah dan berkata dalam hati,
'aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu, Rukia'
25 menit kemudian...
Seorang dokter keluar dari UGD. Ichigo serta Momo langsung menghampirinya.
" Ishida, bagaimana keadaan Rukia?" tanya Ichigo sangat panik.
Uryuu Ishida, seorang dokter sahabat Ichigo yang menangani Rukia inipun menjawab,
" Kuchiki-san koma"
Satu kata yang membuat Ichigo hancur berkeping-keping. Tubuh kurosaki sulung inipun lemas seketika.
" ap..apa.? Rukia.." kalimat yang tak sanggup diselesaikan oleh Ichigo Kurosaki
" benar, kita hanya bisa menunggu mengenai kondisi kuchiki-san, luka tembakan yang mengenai dadanya cukup dalam, harus diambil tindakan operasi " ucap Ishida
" lakukan apapun untuk menyelamatkannya Ishida, kumohon" pinta Ichigo
" akan kulakukan semaksimal mungkin, Kurosaki. Percayalah" ucap Ishida menepuk bahu sahabatnya.
" aku percaya padamu, Ishida"
Ichigo menunggu dengan cemas sementara Momo menerima telepon dari pegawai-pegawai dikantor dari handphone-nya.
Tiba-tiba, telepon genggam milik Ichigo bedering. Ichigo-pun enggan menerimanya, namun, niat itu diurungkan lantaran yang memanggil dirinya Byakuya Kuchiki, kakak Rukia.
" Kurosaki, apa yang terjadi dengan adikku? " Terdengar suara Byakuya disebrang sana. Dingin dan menusuk.
" ia tertembak oleh seseorang yang tak dikenal" suara Ichigo lemah
" akan kupastikan dia akan menerima ganjaran yang pantas, karena sudah menembak adikku. Bagaimana kondisinya?" tanya Byakuya lagi.
" Rukia..dia koma " ucap Ichigo pelan
" Apa? Aku akan segera memesan tiket pesawat untuk pulang. Tapi sebelum itu, jagalah dia kurosaki. Kabari aku jika ada perkembangan" ucap Byakuya tersirat kekhawatiran.
" akan kujaga dia, Byakuya" dan seketika sambungan telepon dimatikan oleh pihak Byakuya. Ichigo menghela nafas panjang.
'Rukia, maafkan aku. Jangan tinggalkan aku'
To be continue
RnR
Holaaa bertemu lagi dengan saya, terima kasih untuk Azura Kuchiki-san yang sudah me-review ff saya yang begini adanya. endingnya masih dipikirkan akankah sad end atau happy end? Itu rahasia. Ditunggu review yang lainnya. :D
