Invisible : Can you see me waiting on you?

Summary:

Ketika aku datang padamu, namun kau tak menyadari kehadiranku..

Pairing:

Ichigo Kurosaki and Rukia Kuchiki(Inside Ichi-Hime)

Rate:

T

Genre:

Angst/Romance(nyerempet dikit Mystery)

Disclaimer:

just master Tite Kubo had authority with Ichigo and Rukia :D

Warning:

AU, maybe typo(s), and maybe OOC, mohon maaf apabila ada kesamaan cerita/ide/tempat, first publish si newbie Don't Like, don't read

A/N: ditujukan orang yang merasa takut kehilangan dan sudah kehilangan..


Chapter 5


I can see you, but you can't...

" Kuchiki-san.."

Wanita yang menangis tersedu-sedu itu kini tampak memandang takjub siapa yang mengajaknya berbicara. Mata violetnya membulat sempurna.

" Riruka.. "

Wanita yang bernama Riruka itu ikut berjongkok dengannya. Ia sangat tak percaya ada orang lain yang bisa melihatnya.. dalam alam bawah sadarnya.. ini mimpi kan?

" Kuchiki-san baik saja?" tanya gadis yang berambut pink ini gugup takut-takut dimarahi oleh direkturnya yang super galak ketika dikantor.

" ah , aku baik-baik saja. hanya saja, Aku rindu dengan Ichigo" ujar Rukia murung.

" kalo itu, saya tahu Kuchiki-san." Ucap Riruka merasakan ada perasaan yang meluap-luap dari dalam Rukia.

Hening.

Mereka pun larut dalam pikiran masing-masing. Tunggu, masing-masing? tapi sepertinya Riruka mengetahui jalan pikiran direkturnya itu.

Satu hal yang menggelitik rasa penasaran Rukia, mengapa Riruka bisa masuk dalam luar dimensi yang disebut dengan alam bawah sadar. Setaunya, anak buahnya dibagian perencanaan ini adalah, anak yang introvert dan enggan bergaul ketika dikantor.

" Riruka.." panggilnya pelan

" Ah ya ada apa Kuchiki-san?" jawab Riruka dengan antusias karena ia baru saja membaca pikiran bosnya tersebut.

" bisa kau masuk ke dalam.." ucapan Rukia teputus dengan sendirinya. Karena ia bingung dengan hal yang diluar logika seperti ini.

" saya mempunyai sebuah kelebihan. saya adalah orang Indigo. Mungkin Kuchiki-san pernah mendengarnya. Saya mendapatkan kekuatan ini karena proses ketidak sengajaan dan saya pernah menjelaskannya ketika interview dengan anda" ucap Riruka sambil tersenyum.


FLASHBACK

Kuchiki Corps. Membuka lowongan pekerjaan untuk tahun ini. Terlihat wanita muda memakai boots, dengan setelan dress warna hitam dan stocking bewarna senada. Ia tampak ber-gothic ria dengan pakaiannya, namun tidak dengan rambut dan wajahnya. Wajahnya bermake-up natural sedangkan rambutnya diikat dua dan bewarna pink. Ia melangkah dengan pasti menuju ruangan Director.

Rukia sedang mengamati profil lengkap calon pegawainya.

" hmm, orang ini menarik sekali" tuturnya jujur.

Tok. Tok Tok

" ya, masuklah" ucapnya lagi

Momo, sekretarisnya muncul bersama seorang wanita. Calon pegawainya yang profilnya berada dalam genggamannya kini.

" Kuchiki-san, ini peserta ke 230 yang terakhir" ucap Momo sambil membungkukan badannya.

Rukia tetap sibuk membaca profil dari wanita ini. Terlalu antusias.

" baiklah, silahkan masuk Dokugame-san" ucap Momo sopan sambil mempersilahkan masuk.

Rukia POV

Tok. Tok Tok

" ya, masuklah" ucapku sambil tak mengalihkan dari dokumen yang kupenggang.

Ternyata Momo dengan orang yang ada diprofil ini. Sudah kuduga orangnya sangat menarik.

" Kuchiki-san, ini peserta ke 230 yang terakhir" ucap Momo sambil membungkukan badannya.

Aku masih sibuk membaca profilnya yang berjumlah..kurang lebih 4 halaman. Wow, orang yang menarik bukan.

" baiklah, silahkan masuk Dokugame-san" ucap Momo sopan sambil mempersilahkan masuk.

Ia pun masuk dan duduk di depan mejaku. Aku diam dan memperhatikannya. Pandangannya kearahku.

" baiklah, perkenalkan dirimu Dokugame-san" ucapku tulus.

" ah ano, bisakah anda memanggil saya dengan Riruka saja, Kuchiki-sama?" pintanya.

Aku sedikit terkejut lalu tersenyum simpul.

" baiklah, Riruka. Kalo begitu panggil saja aku Rukia" pintaku

"ah tidak bisa begitu, anda atasan saya. Jadi saya harusnya memanggil dengan Kuchiki-sama" elaknya sambil menunduk malu.

Aku tertawa kecil. Sebegitu tua diriku sampai dipanggil dengan sebutan –sama?

" panggil aku sesukamu asal jangan –sama. Aku terlihat tua. Riruka-chan" ucapku sambil tersenyum.

"ah baiklah, kalo begitu, Kuchiki-san. Senang bertemu dengan anda" ucapnya gugup

End Rukia POV

Normal POV

" Ceritakan tentang diri anda, nona Riruka" ucap Rukia kalem

" Ohayou, nama saya Riruka Dokugame. Lahir pada tanggal 14 April. Saya lulusan universitas Tokyo jurusan Manajemen. Saya anak tunggal. Orang tua saya sudah meninggal karena kecelakaan dan sejak saat itu saya sering menyendiri. Suatu ketika, saya berjalan melewati jembatan sehabis pulang sekolah. Saya menyelamatkan seseorang. Ia seperti kerasukan arwah, dan saya hanya bisa mengikuti perintahnya agar arwah itu keluar dari tubuhnya. Namun, ternyata sia-sia ia meregang nyawa dan akhirnya ia menukar kemampuan khusus yang dimilikinya.." ucap Riruka

Dengan penasaran, Rukia bertanya," kemampuan apa itu?"

"Indigo, saya bisa melihat semua yang orang lain tidak bisa lihat. Termasuk perasaan anda Kuchiki-san" ucap Riruka datar.

Rukia terkejut,namun kembali memasang muka datar.

" baiklah kau diterima sebagai tim pengatur perencanaan perusahaan ini" ucap Rukia mantap.

END OF FLASBACK


" Ah ya aku mengingatnya" ucap Rukia.

Riruka hanya tersenyum simple. Sedangkan Rukia, kembali murung. Ia jelas melihat Ichigo tidur sambil mengigau namanya dalam alam bawah sadarnya.

" Kuchiki-san" panggilan anak buahnya membuatnya tersadar ia ada dialam yang berbeda.

" aku bisa sedikit membantumu" ucap Riruka gugup. Rukiapun menatapnya bingung.


I tried to go in your dream, just wanna see you...


Seorang pria sedang berlatih menembak dipekarangan rumahnya yang berada tak jauh dari kota Tokyo. Ia menyeringai ketika tembakannya mengenai sasaran yang tepat. Terdapat sebuah foto ditengah sasaran. Foto itu..

" Mati kau Ichigo Kurosaki ! aku takkan membiarkanmu hidup tenang setelah kau menolakku untuk menjadi karyawan diperusahaanmu!."

FLASHBACK

Kurosaki Corp. Membutuhkan karyawan dibagian HRD. Saat itu seorang lelaki muda tinggi, hendak melamar pekerjaan tersebut.

"mohon ditunggu sebentar, tuan" ucap sang receptionist. Ia memutuskan untuk menunggu. Namun,tiba-tiba..

" maaf presdir sedang tidak mau diganggu. Silahkan datang jika ada kesempatan lagi. Terima kasih" ucap Receptionist lagi.

Ia marah dan sangat marah ketika pergi meninggalkan perusahaan itu. Keputusan itu membuat hatinya gelap mata. Rasa dendam itu muncul tatkala wajah presdir perusahaan itu muncul ditelevisi.

" Ichigo Kurosaki.. aku akan membunuhmu"

END OF FLASHBACK


I will meet you again, Ichigo...


Rukia kini sedang berdiri diatas simbol yang telah digambar oleh Riruka. Ia sebenarnya tidak mempercayai hal seperti ini, namun menolak bantuan anak buahnya itu tidak baik kan?

" Kuchiki-san siap?" ucap Riruka

Rukia-pun memejamkan matanya dan meyakini dirinya bahwa ia siap.

" aku siap Riruka, lakukanlah" pintanya.

Tiba-tiba angin tertiup sangat besar dan menghilangkan sosok Rukia dari pandangan Riruka.

" semoga berhasil Kuchiki-san" gumamnya pelan.

Saat ini Rukia berada di sebuah..taman bunga lavender?

" ini menakjubkan" gumamnya. Ia harus berterima kasih pada bawahannya

Taman ini sangat luas. Hingga tak bisa dihitung hektarnya. Rukia sibuk mengaggumi tempat ini sampai pada akhirnya...

" Ichi.."

Rukia POV

Aku berada disebuah taman yang luar biasa indah. Lavender, wow dimana bunga bewarna sama seperti mataku ini dimana-mana. Aku sangat takjub, hingga lupa tujuanku datang kesini. Ketika aku berkeliling taman yang sangat luas ini, aku melihat sosok yang familiar untukku. Begitu aku rindukan..

" Ichi.."

Menyebut namanya seperti mengantarkan diri pada kebahagiaan yang luar biasa. Aku menghampirinya yang terlelap di bawah pohon yang bernuansa Ungu tapi pasti, aku yakin ini adalah sosok Ichigo. Rambutnya, kerutan permanen diwajahnya, dagunya, Anything, i believed that him.

Aku mulai menggenggam tangannya yang besar. Ia terlihat tak tenang dalam tidurnya. Aku pun mulai mengusap rambutnya pelan.

"Rukia.." panggilnya lirih.

Aku tak kuasa membendung air mata. kudekatkan suaraku kearah telinganya.

" aku disini, Ichi..tidurlah" ucapku menahan isakan.

Air mataku membasahi kaos putih yang dipakainya. Aku memeluknya pelan. Ia terlihat nyaman dan balas memelukku. Aku ingin waktu berhenti disini saja. Biarkan aku seperti ini. Kami-sama biarkanlah kami seperti ini...

End Rukia POV


Cause, i loved him .

I'm just fragile without him .

Because i felt alive when besides him ...


Normal POV

Riruka yang melihat direkturnya bersama orang yang terkasihnya itupun tersenyum samar. Namun, ia melihat sesuatu hal yang akan terjadi pada mereka di masa depan. Perpisahan?

" Kami-sama penglihatan apa yang anda berikan pada saya" gumamnya pelan sambil memejamkan matanya.

And farewell which made me afraid will happen

What should i do to stop it?...

Rukia kembali ke tempatnya semula. Matanya sembap karena terlampau terisak. Riruka menghampiri tempatnya.

" kapanpun kau butuh untuk bertemu dengannya, aku akan membantumu, Kuchiki-san" ucapnya.

" terima kasih Riruka, aku akan membalas semua ketika sudah sadar" ucap Rukia tulus.

" tapi, saya melihat akan ada suatu masalah, Kuchiki-sama" ucap Riruka lagi

Rukia hampir tersentak oleh perkataan Riruka. Raut mukanya memancarkan ketakutan yang mendalam.

" yang kau liat Riruka?" ucap Rukia. Tersirat nada gemetar dipertanyaannya.

" Gomen.. Perpisahan" ucap Riruka dengan penuh penyesalan.

Rukia hampir jatuh terduduk. Ia merasakan lemas yang hebat. Untung, Riruka menangkapnya agar tidak jatuh.

" Kuchiki-san anda tidak apa-apa?" tanya Riruka khawatir.

Rukia menggeleng lemah dan berkata,

" aku hanya merasa Ichigo dalam bahaya"

Dan sepertinya Riruka merasakan hal yang sama...


_TO BE CONTINUE_

RnR


Author Corner

Huaaa..* kok ceritanya jadi begini :"( sedih nulisnya. Wuah terima kasih yang sudah me-review. Yuk saatnya kita jawab

15 Hendrik Widyawati: hehe terima kasih atas masukannya. Kecepetan ya? Mungkin authornya terlalu semangat jadi rada cepet. Soal Ichigo, ehehe itu gak tega juga aku anaknya gak tegaan. Tapi terima kasih sudah diberi pujian. Hehe ditunggu chap selanjutnya.

akasaki rinko: pertama-tama D ucapkan terima kasih pada rinko-san sudah meluangkan waktunya mereview ff pemula ini saya juga rada sebel nulisnya dan bertanya-tanya kenapa saya bikin Ichigo masih aja mikir Inoue. Ya, mungkin Ichi lagi galau akan keputusannya memilih. Disatu sisi ia mencintai Rukia, disisi lain ia hanya membantu Inoue walaupun kalo menurut aku gak gt jg kali -_-. Tapi ya seperti yang kita tau ichi itu seorang penolong tingkat dewa *aseek jadi ia pun menolong Inoue. Soal cewek rambut pink dichapter ini terjawab sudah. Hehe

Salam D

Ella Mabby-Chan: sering baca cerita sama nonton film begitu deh tenang aja, mungkin nyerempet hampir mirip wkwk tapi beda kok. alias versi sendiri :) kalo soal ending, wah rahasia itu. tetep doa aja yg terbaik *loh? hehe terima kasih buat Ella chan yang mereview :)

Oke terima kasih yang sudah review, tetep ditunggu review-review yang lain. Yang kurang berkenan sama ceritanya, atau masih gak ngerti. Mohon maaf, authornya. Oke sampai ketemu di chap 6 ya!