Invisible : Can you see me waiting on you?
Summary:
Ketika aku datang padamu, namun kau tak menyadari kehadiranku..
Pairing:
Ichigo Kurosaki and Rukia Kuchiki(Inside Ichi-Hime)
Rate:
T
Genre:
Angst/Romance(nyerempet dikit Mystery ama Action)
Disclaimer:
just master Tite Kubo had authority with Ichigo and Rukia :D
Warning:
AU, maybe typo(s), and maybe OOC, mohon maaf apabila ada kesamaan cerita/ide/tempat, first publish si newbie Don't Like, don't read
A/N: ditujukan orang yang merasa takut kehilangan dan sudah kehilangan..
" tapi, saya melihat akan ada suatu masalah, Kuchiki-sama" ucap Riruka lagi
Rukia hampir tersentak oleh perkataan Riruka. Raut mukanya memancarkan ketakutan yang mendalam.
" apa yang kau liat Riruka?" ucap Rukia. Tersirat nada gemetar dipertanyaannya.
" Gomen.. Perpisahan" ucap Riruka dengan penuh penyesalan.
Rukia hampir jatuh terduduk. Ia merasakan lemas yang hebat. Untung, Riruka menangkapnya agar tidak jatuh.
" Kuchiki-san anda tidak apa-apa?" tanya Riruka khawatir.
Rukia menggeleng lemah dan berkata,
" aku hanya merasa Ichigo dalam bahaya"
Dan sepertinya Riruka merasakan hal yang sama...
Chapter 6
I wanna hold you, but some feeling bad come to me...
Ichigo terbangun dari tidurnya. Aneh, itulah kesan pertama ketika mendapati kemeja yang dikenakannya... basah?
"pasti aku bercanda, gak mungkin kan aku nangis, ?" tanyanya pada dirinya sendiri. Lalu ia melihat wajah tenang Rukia yang sedikit sembap. Ia bingung, setahunya wajah Rukia tidak sembap seperti ini.
" Rukia.." ucapnya pelan sambil mengelus puncak kepala gadis mungilnya itu. Mencoba mengajaknya bicara,Tiba-tiba Ichigo menyadari satu hal. Ia terkejut. Tangan mungil gadisnya balas menggenggam tangan besarnya yang sedari tadi tak dilepasnya.
" ini tidak mungkin..aku harus memanggil Ishida." ucapnya setengah tak percaya.
I hope you felt it...
Ichigo POV
Aku terbangun. Rasanya aneh, aku merasa bermimpi Rukia memelukku. Ah... mungkin aku berhalusinasi karena mengharapkan Rukia sembuh. aku mendapati kemejaku basah. Apakah aku menangis tadi?
"pasti aku bercanda, gak mungkin kan aku nangis, ?" tanyaku pada diriku sendiri.
Aku menatap wajah Rukia. tadi mukanya tidak sembap. Ini tambah aneh atau Mungkin perasaanku saja..
"Rukia.." ucapku pelan sambil mengusap puncak kepalanya.
Tak sampai situ, keanehan lainnya terlihat jelas ketika aku ingin beranjak. Tangan mungilnya menggenggam balik tanganku. Aku terkejut, jelas-jelas aku yang sedari tadi menggenggam tangannya. Tapi, sekarang ... Rukia.. apa jangan-jangan..
" ini tidak mungkin..aku harus memanggil Ishida." ucapnya setengah tak percaya.
Dia sudah siuman..?
End Ichigo POV
Thank you for realized, Ichigo...
Normal POV
Ishida sedang membaca perkembangan kesehatan Inoue dari hasil pemeriksaan kemarin.
" syukurlah, ia sudah lebih baik" gumamnya pada dirinya sendiri.
BRAAK
Suara pintu terbuka begitu saja dan mendapati Ichigo berdiri didepannya. Ishida menghela nafas. Ia cukup shocked dengan gebrakan tadi ditambah lagi sekarang pintu ruang kerjanya harus mengalami... sedikit kerusakan.
' Dasar Kurosaki bodoh'
"Kurosaki, apa kau tidak diajarkan sopan santun hah?" ucapnya dingin, menusuk dan meninggi bersamaan.
" itu tidak penting, yang aku ingin sampaikan. Rukia.. mengalami perkembangan" ucap Ichigo dalam satu tarikan nafas yang terengah-engah.
Ishida berdiri dari tempatnya sambil membenarkan kacamata miliknya. Terkejut memang dan ia harus pastikan sendiri.
" baiklah, aku akan memeriksa Kuchiki-san" ucapnya sambil keluar dari ruangannya.
Ichigo pun mengikutinya dari belakang. Ia tak menyadari 2 pasang mata mengikuti gerak- geriknya.
" aku akan membunuh semua yang berkaitan denganmu Ichigo Kurosaki, aku bersumpah " ucapnya sambil menyeringai dan berlalu.
Inoue sedang menyisir rambutnya. Pelan, sepelan mungkin. Namun ketika berhenti menyisir, tatapan sendu dari matanya melihat banyak helai rambutnya yang menutupi sisirnya.
" padahal aku menyisirnya dengan hati-hati. Apakah aku akan benar-benar mati, kami-sama?" tanyanya sambil menatap keluar jendela. Ia terlihat begitu pucat.
Ting Tong..
Inoue menoleh kearah pintu apartemennya.
" iya sebentar" ucapnya sambil bangkit dari sofa. Tak lupa ia menaruh sisirnya diatas meja.
Ketika ia membuka, mata abu-abunya membulat sempurna ketika senapan menghadang dahinya yang tertutup helaian rambutnya.
" Nona, Orihime ..." ucap seorang lelaki yang menodongkan senapannya tepat didahinya.
" s..siapa kau?" tanya Inoue bergetar
" akan kuperkenalkan diriku setelah aku membunuhmu nona " ucapnya lagi sambil menyeringai.
" j...jangan kumohon tuan " pinta Inoue yang mulai menangis.
DORR
Dan seketika pandangan Inoue pun gelap..
And i don't wanna see you hurt...
Ishida memeriksa kondisi Rukia sekali lagi. Ia tak melihat tanda-tanda signifikan yang bagus seperti hal yang disampaikan Ichigo tadi. Apa mungkin Ichigo berhalusinasi?
FLASHBACK
" aku merasa aneh ketika terbangun tadi, Ishida. Kemejaku basah, wajahnya terlihat sembap padahal sebelum aku tertidur tidak begitu, puncaknya aku melihat dengan mataku sendiri ia membalas genggaman tanganku yang sedari tadi tak terlepas. Mana mungkin aku berhalusinasi bodoh. Kau percaya padaku, kan?" ucap Ichigo dengan semangat sambil mengguncang kerah baju Ishida.
" Kurosaki, bisakah kau tenang? Ketenangan adalah yang diperlukan Kuchiki-san sekarang. Aku melihat tanda-tanda perkembangan. Tapi tidak terlalu signifikan dan bukan berarti ia sudah bangun dari komanya. Kalau ia sudah siuman, pasti 15 menit sesudahnya ia akan mengerjapkan matanya. Dari hasil pemeriksaannya, matanya tak ada tanda mengerjap. Itu berarti ia masih koma." Ucap Ishida panjang lebar.
Ichigo jatuh dan seketika Ishida menangkapnya. Tubuh si sulung ini lemas ketika mengetahui faktanya. Terlebih sahabatnya sudah tau sifatnya, ia sangat terpukul..
" tenanglah, Kurosaki, kau harus percaya pada Kuchiki-san. Ia akan bangun dari komanya. Percayalah, Kurosaki" ucap Ishida yang masih menahan tubuhnya agar tidak menyentuh lantai.
Ichigo menangis sejadi-jadinya. Ia tak kuat lagi. Batinnya tersiksa mengetahui bahwa harapannya pupus. Ia percaya tadi Rukia-nya bangun, ia percaya Rukia-nya memeluknya. Feelingnya berkata seperti itu, walaupun tak berlogika entah kenapa hatinya percaya.
END OF FLASHBACK
Dan dari alam sana Rukia merasakan hal yang sama dengan kekasihnya itu. Menangis sejadi-jadinya. Meraung dan terisak hebat.
" Tabahlah Kuchiki-san" ucap Riruka yang sedari tadi masih menahan tubuhnya sambil melihat adegan yang terjadi di luar sana.
'maafkan aku Ichi...'
My tears like rain when i was seeing you hurt...
Ishida baru saja meninggalkan ruang inap Rukia. Ia meninggalkan Ichigo yang baru diperiksanya karena jatuh pingsan setelah menangis hebat dan ditempatkan diranjang tepat disamping ranjang Rukia. Dokter muda ini mengetahui bahwa sahabatnya yang satu itu akan tumbang karena sejak tadi ia tak melihatnya pergi untuk makan, bahkan kekamar mandi pun enggan, karena berada disisi Rukia.
" kau bodoh, Kurosaki " gumamnya pelan.
Langkahnya terhenti ketika, ranjang yang ditarik para perawat menampakan tubuh orang yang dicintainya.
" Orihime.." lirihnya lalu bergegas mengikuti para perawat itu.
" Kuchiki-san, kumohon berhentilah menangis" pinta Riruka ratusan kali karena direkturnya ini tidak berhenti menangis.
Rukia hanya menggeleng sambil terus terisak. Setidaknya menangisnya tidak seperti tadi hingga meraung.
DEG
Tiba-tiba Riruka merasakan hawa jahat akan masuk keruang inap direkturnya itu.
" gawat , Kuchiki-san!" teriaknya pada Rukia.
"..." ia menoleh.
" orang itu akan membunuh Kurosaki-san" ucap Riruka.
Rukia panik dan berdiri ditempatnya. Riruka pun mengikutinya.
" aku ingin kembali ketubuhku,aku ingin tersadar sekarang Riruka." Ucap Rukia tiba-tiba.
" Kuchiki-san.."
" kumohon bantu aku sekarang " ucap Rukia frustasi
" baiklah aku akan membantumu" ucap Riruka pada akhirnya.
Ishida memegang erat tangan Inoue sedari tadi. Ia sangat terkejut ketika mengetahui Inoue ditembak oleh orang yang tak dikenal. Untung,lukanya hanya dibagian lengan kanan dan tidak dalam.
"Apa mungkin ia yang menembak Kuchiki juga?" ucapnya pelan sambil menatap sendu wanita didepannya.
Tiba-tiba tangan yang di pegangnya sedari tadi bergerak perlahan.
" Orihime.." panggil Ishida terkejut
Inoue mulai mengerjap-ngerjap matanya. Ishida melepas alat bantu pernafasannya.
" Ishida-kun.." ucapnya lemah
" Orihime.. kau baik-baik saja?" tanya Ishida sangat khawatir
" Kurosaki.. Kurosaki-kun.."
" ada apa?"
" orang yang menembakku akan membunuhnya karena dendam, Ishida-kun, kumohon selamatkan Kurosaki-kun." ucap Inoue bergetar.
Ishida sangat terkejut. Nyawa sahabatnya dalam bahaya.
FLASHBACK
" s..siapa kau?" tanya Inoue bergetar
" akan kuperkenalkan diriku setelah aku membunuhmu nona " ucapnya lagi sambil menyeringai.
" j...jangan kumohon tuan " pinta Inoue yang mulai menangis.
" Calon tunanganmu itu telah menyakiti hatiku karena ia menolakku, nona" ucap lelaki itu sambil menembakkan pistolnya kearah lain.
" kumohon tuan jangan..." ucap Inoue sambil terisak
" dia harus merasakan sakitnya hatiku, nona. Tak taukah? Hatiku sakit ketika ia tidak jadi menerima lamaran karyawan. Dan calon karyawannya itu aku. HAH? HANCUR HATI INI NONA.." teriaknya
Inoue masih menangis. Bahkan semakin jadi.
" camkan baik-baik, aku COYOTTE STARK akan membuat hidup calon tunanganmu itu menderita" teriaknya lagi.
" Kumohon jangan sakiti Kurosaki-kun.."
DORR
Dan seketika pandangan Inoue pun gelap...
END OF FLASHBACK
" kumohon selamatkan Kurosaki-kun" ucap Inoue.
Ishida bergegas keruangan Rukia setelah mendengar semuanya dari Inoue.
'kau benar-benar menyusahkan Kurosaki'
I can't see you went away...
Rukia berdiri disimbol yang sama seperti yang lalu. Riruka tampak menutup matanya dan mencoba masuk kedalam celah ruangan inap Rukia.
" apa anda sudah siap, Kuchiki-san?" teriaknya
" aku siap Riruka" jawab Rukia yakin
" satu hal yang harus anda tau, setelah ini anda akan melupakan semuanya disini. Dan berhati-hatilah jika anda terluka nanti, maka saya pun akan terluka. Karena anda dalam kendali kekuatan saya. Jadi berjuanglah Kuchiki-san" ucap Riruka lagi
" aku mengerti, terima kasih banyak "
Seketika itu juga, Rukia hilang dari pandangannya.
' maafkan saya Kuchiki-san, Kurosaki-san akan mati '
Ichigo mengerjap matanya beberapa kali. Ia merasakan sakit pada kepalanya. Rasanya seperti tertimpa berton-ton batu ketika ia bangkit.
" sudah bangun tuan presdir?" ucap seseorang dari balik pintu.
Amber sang Ichigo terkejut ketika mendapati seseorang itu.
" benar tuan, akulah yang menembaknya " sambil mengarahkan suntikan berisi cairan kuning kearah Rukia.
Ichigo beranjak dari sisi ranjangnya dengan marah.
" mau apa kau dengan itu, orang asing?" bentaknya geram
" sabar tuan. Aku hanya ingin bermain-main sebelum membunuhmu"
" KAUUU!"
Seketika itu, Ichigo menyudutkan pria itu. Namun posisi Ichigo berbahaya, karena pria itu menodongkan suntikan yang berisi cairan mematikan.
" lakukanlah jika kau ingin membunuhku, siapapun kau" ucap Ichigo dingin.
" oo.. tidak asyik jika tidak bermain-main dulu, oh perkenalkan nama saya Coyotte Stark calon pegawai yang kau tolak sewaktu ingin interview, TUAN KUROSAKI"
Ketika, Stark ingin menusuk Ichigo dengan suntikan itu, Rukia ada tangan yang mencegahnya dan menendangnya hingga terjungkal kebelakang.
" Rukia.."
Rukia POV
Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Kupikir ini akan gagal. Oh- Kami-sama, arigatou..Aku berharap tidak terlambat. Begitu aku lihat sekelilingku, Ichigo... tidak dia ditindih oleh pria yang menembakku waktu lalu. Aku bangkit perlahan dari kasurku. Melepaskan semua alat-alat yang dipasang ketubuhku. Ugh, luka didadaku terasa nyeri sekarang.
Ichigo... aku akan menolongmu..
Aku berhasil menghentikan aksi pria itu dan menendang hingga terjungkal. Lalu aku membantu Ichigo berdiri.
End Rukia POV
Ichigo langsung menempatkan Rukia dibelakangnya. Sedangkan Stark mencoba menyerangnya dengan suntikan itu. Dan pada akhirnya...
" ICHIGOOOOOOO" teriak Rukia ketika melihat Ichigo yang tertancap suntikan di nadinya.
Ichigo mulai terhuyung, disaat bersamaan Ishida datang dan menangkap tubuhnya.
"Kurosakiiiiii..." ucapnya panik.
Stark ingin kabur namun tak ada celah, ia menembak Rukia tepat dijantungnya dan pada akhirnya ia terjun melalui jendela.
DORRR..
"Arghh.." jerit Rukia.
"RUKIAAA" teriak Ichigo. ia ingin menolongnya dan bangkit namun, detik berikutnya tubuhnya mengejang. Ishida yang menahannya, pun menidurkannya dilantai sambil memberi pertolongan pertama.
Melihat Ichigo sekarat, Rukia mencoba berjalan kearahnya sambil menahan rasa sakit. Darah dari lukanya mengucur deras. Ishida hampir putus asa menyelamatkan Ichigo
" Kuchiki-san jangan bergerak atau kau akan mengalami pendarahan" ucap Ishida panik.
Rukia tidak peduli, ia terus berjalan kearah Ichigo yang tubuhnya mengejang hebat.
" Ichi tenanglah, " ucap Rukia sedikit bergetar sambil menggenggam tangan Ichigo. sementara Ishida menyerah, karena ia tau Ichigo tak kan lama lagi...
Ichigo hanya bisa tersenyum dan mengintruksinya mendekat.
"uarggghh" Ichigo memuntahkan darah dari mulutnya
" Ichi.." Rukia memeluknya.
"Aku mencintaimu Rukia.. m..maafkan aku" ucapnya
Ichigo mencium bibir Rukia lembut serta melumatnya pelan. Rasa asin dan bau besi adalah yang dirasakan Rukia. Tepat berakhirnya ciuman mereka, Ichigo menghembuskan nafas terakhirnya.
" ICHIGOOO"
Rukia menangis sejadi-jadinya. Ishida hanya bisa memegang pundaknya. Namun detik berikutnya...
Tubuh Rukia tak sanggup lagi bertahan , ia pun merasa kesakitan luar biasa. Ia menyerah pada rasa sakitnya.
"Kuchiki-san kumohon..." ucap Ishida putus asa. Semua terlambat, Rukia telah pergi menyusul Ichigo.
Rukia tersenyum dalam peristirahatan terakhirnya. Ishida hanya bisa menunduk sedih melihat kedua sahabatnya SMA telah pergi untuk selamanya.
Even if i die, i can't let you go...
I will follow you, and we belong together...
Riruka yang melihat itu semua, hanya tersenyum. Bahkan ketika ia sendiri sekarat,ia masih bisa lihat. Direkturnya bersama kekasihnya tersenyum kearahnya. Tak lupa sang direktur membungkukan badan sebagai tanda penghormatan untuknya.
" sampai ketemu, Kuchiki-san. Selamat berbahagia" ucapnya parau sambil menahan sakit. Namun, ditengah kesakitannya ia tersenyum.
" dan akhirnya akupun bisa bertemu dengannya, orang yg kuselamatkan waktu itu. "
Hening. Ia hanya bisa memandang langit yang bernuansa putih diruang persegi ini dan menunggu detik terakhirnya. Ia tahu tidak ada jalan kembali untuk hidup.
"Kaien..."
" aku akan bertemu denganmu." Ucapnya lagi. Selang beberapa detik kemudian, ia sudah tak bernyawa. Senyum terpatri diwajahnya yang sudah mulai memucat. Sepertinya kebahagiaan lebih nyata dirasakan jika di alam lain. Bukan begitu?
THE END
Author Side Story:
Inilah akhirnya harus kuakhiri *plak #geplakauthor. Holaa, bertemu lagi dengan D . Maaf itu cerita udah ending hehe kalo kurang berkenan tentang endingnya, ancurin aja gapapa #authorpasrah. Awalnya dapet ide ini pas lagi tidur. Saya mimpi dan mimpi saya seperti itu. Wkwk sebenernya author paling jengkel ama sad ending dan farewell. 2 unsur yang ada di ff ini, D gabung jadi satu. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan ya, segala kekurangan deh pokoknya. Ohiya ada review tadi, kita balas yuk :D
15 Hendrik Widyawati : itu udah kejawab sudah dichapter ini. Wkwk awalnya mau kubikin salah satu yang bakal pergi.. tapi gak tega jadi biarkanlah. Terima kasih udah review Hendrik-san
Azura Kuchiki : itu juga kejawab di chap ini, yang bareng ichigo adalah Rukia. Wkwk soal inoue, hehe dia udh ama si kacamata. Terima kasih udah review Azura-san
akasaki rinko: terima kasih atas pujiannya rinko-san hehe lagi punya ide banyak makanya langsung update. Semuanya udah kejawab di chap terakhir ini. Dan arigatou udah mampir review
Masih ditunggu reviewnya yang lain, akhir kata terima kasih untuk:
akasaki rinko
Azura Kuchiki
15 Hendrik Widyawati
Ella Mabby-Chan
Yang sudah berbagi saran dan pendapat denganku. Akhir kata, D pamit. Bye *tebarsakura
