Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku...
Warning : Typo, misstypo, humor garink, 5 OC author yang nyangkut disini, EYD tak barlaku, bahasa aku-kamu dan lu-gue, gaje, ngaco, Author newbie, ngawur, dan saya bingung... #plak.
Disclaimer : Vocaloid bukan punya saya, tapi punyanya om (?) Yamaha dan tante (?) Crypton.
Kengo : "Hah, hah, hah... Akhirnya bisa apdeeet. Gomen kalo telat *bows*. Jaa, kita bales review dulu yook..."
To vermiehans :
Maaf, maksud saya ini fic pertama saya di fandom vocaloid ini.
Oke, bakal saya usahakan untuk lebih panjang.
Ini sudah update...
To Guest :
Makasih udah bilang keren di fic saya yang bisa dibilang labil ini... #dibantaiallchara.
Wah, saya juga baru nyadar kalo ada typo, mungkin saya akan lebih hati-hati lagi.
To Shiroi Karen :
VocaDemyx itu cuma plesetan yang tiba-tiba nongol di kepala saya, hehehe... #plak, dan gak. Gak ada itu yang namanya VocaXemnas atau VocaRoxas, bisa-bisa saya yang dibantai. Jadi ambil yang gak beringas (?) aja... #digamparDemyx.
Hebat kan Gakupo. Jangankan gedung, Greed Island (?) pun bisa diiris tipis-tipis #plak.Hai'. Sudah lanjut...
Kengo : "Okelah, baru tiga reviewer, tapi initinya saya ucapin terima kasih buat yang udah ngereview...*bows*. Jaa, ge-pe-el, kita mulai aja chappie dua ini..."
Sebelumnya di VocaDorm...
TING NONG!
"SIAPA?!" Tereak Dell pake toak. Setelah dia ngeliat ke lobang di bawah pintu (kagak elit amat ya...), dia langsung ngibrit.
"Halo minna-san. Boku wa Shippei Akagane!" Kata seorang dari mereka yang berambut lebih merah dan lebih jabrik dibanding Axel. #dibakarAxel #salahfandom.
"Gak pake toak juga kali BAkagane!" Kata gadis berambut light-blonde itu.
"Ah, iya. Watashi wa Kannogi Rena, yoroshiku!" Kata gadis itu ngenalin diri.
"Boku wa Kaminari Toma!" Kata bocah berambut item jabrik bermata emas itu.
"A-ano.. W-watashi wa Kazemi Winona desu, yo-yoroshiku.." KAta gadis berambut ijo ponytail bermata senada dengan rambutnya dengam malu-malu kucing.
"KAWAIII!" Koor penghuni laki-laki di dorm itu.
"Soushite, boku wa Mizuki Shiroumi. Yoroshiku minna!" Kata orang terakhir yang berambut blonde dan bermata biru safir dan ditutupin kacamata baca.
"YOROSHIKU!" Koor seluruh penghuni.
Kamar Cowok, Lantai 2, 17.00 WVX (?)
"Kamarnya model barak nih?" Tanya Shiroumi sambil beresin koper-koper bawaan mereka bertiga (Kengo : "Kasian amat..." #dibantaiShiro)
"Ha'i. Pilih aja kalian mau tidur di mana, masih banyak kok kasurnya." Gumiya ngejelasin ke tiga orang tersebut.
"Untuk ngeperjelas para readers, ruangan ini adalah ruangan lima belas kali dua puluh meter dengan lima belas kasur dan lemari. Ya bayangin aja kayak boot camp gitu. Ruangan ini juga dilengkapin dengan satu tivi besar dan ruangan shower massal. Tapi untuk toilet semua ada di bawah, bukan toilet umum tapi..." Len mulai nyerocos.
"Oh iya, kalo kalian tanya ruangan cewek kayak gimana, itu kira-kira sama kayak di sini. Cuma bedanya kamar ini dicat biru langit, kalo kamar cewek dicat dusty pink." Lanjut Gumiya.
Lima menit kemudian...
"Haah, luas banget kamarnya..." Kata Toma
"Turun yuk, mau ada 'acara penyambutan' nih." Kata Len ngajak turun ketiga anak baru itu.
"Wokeh!" Sahut ketiga anak itu.
Kamar Cewek, Lantai 3, 17.00 WVX
Sama halnya seperti Toma, Shiroumi, dan Akagane. Winona dan Rena sekarang lagi beres-beres sambil ngedengerin penjelasannya Rin dan Gumi, yang kurang lebih sama kayak diatas, jadi gak usah diketik lagi ya. #dibantaireaders.
Lalu Rena ngangkat tangannya.
"Ha'i?" Kata Rin.
"Kenapa cowok sama cewek digabungin di satu bangunan?" Tanyanya.
"Itu karena di sini Co-Ed dorm (?)." Jawab Rin. Rena cuma ngangguk-ngangguk disko.
"A-anoo, nggak dapet respon jelek dari orang-orang?" Tanya Winona. Sekarang gantian Gumi dan Rin yang bingung. Gumi dan Rin saling pandang lalu berciu- SALAAAAH! Ulang lagi!
Gumi dan Rin saling pandang lalu menatap penghuni baru itu, lalu mengajak mereka berpelukan.
"BERPELUKAAAAN!" Kata mereka berempat. (Kengo : "Lha, kok jadi teletubbies?") #abaikan
"Kalo soal itu tanya aja sama tetua dorm ini." Kata Rin yang keliatan rada bingung.
"Oh iya, mau ada 'acara penyambutan' nih, turun yuk." Ajak Gumi, yang diajak cuma ngangguk ayam (?).
VocaDorm, Lantai 1, 17.30 WVX.
"Oy, ayo cepetan!" Kata Kaito sambil ngisyaratin sembilan anak yang baru turn dari surga (?) tersebut. Para penghuni udah pada duduk ngelingker dengan botol aq*a di tengah-tengahnya siap untuk diputer. Akagane, Gumi, Shiroumi, Rena, Len, Toma, Winona, Gumiya, dan Rin pun ikut duduk di tempat yang kosong.
"Gua duluan ya..." Kata Neru mulai muterin botolnya. Dan botol itu berhenti di Akaito.
"Truth or Dare?" Tanya Neru sambil main hape. (Kengo : "Ni orang serius main gak sih?" #dibantaiNeru)
"ToD?!" Batin mereka berlima panik.
"Truth!" Kata Akaito yakin.
"Kanapa Akaito-senpai suka sama Meiko-senpai kalo dia lagi mabok?" Tanya Neru yang tentunya masih main hape. Meiko pun cuma blushing.
"Ya suka aja, kan kalo dia mabok bisa dijejelin cabe..." Jawab Akaito watados dan dihadiahi gamparan botol sake oleh Meiko dan tepar di tempat. (Kengo : "Cepetan, bawa dia ke UGD!" XD)
Setelah Akaito bangkit dari kubur #plak (Akaito : "Gua belom mati thooor!" #bantaiAuthor.), dia pun muter botolnya dan berhenti di Rena.
"Truth or Dare?" Tanya Akaito
"Dare aja, ummm..."Kata Rena yang memang dia (dan keempat temannya) belum pada tau nama-nama para penghuni kubur #plak, maksudnya nama-nama para penghuni VocaDorm. Akaito yang nyadari ini langsung keluar lampu neon dari kepalanya. Kenapa lampu neon? Soalnya kalo bohlam udah mainstream. #plak.
"Oke, sebutin nama lengkap lima orang di sini." Kata Akaito dengan senyum kemenangan, tapi...
"Yang rambutnya tosca twintail itu Hatsune Miku, yang pirang lagi main hape Akita Neru, yang rambut ungu namanya Kamui Gakupo, cewek berambut ijo itu Megpoid Gumi, dan lu sendiri Shion Akaito, bener gak?" Kata Rena panjang kali lebar sama dengan luas #plak. Yang lainnya cuma sweatdrop level 9000.
"Ja-jaa, giliran gua udah kan? Ahaha..." Akaito pun segera duduk di sofa yang ada di belakang lingkaran.
"Narukoto, jadi yang udah dikasih dan ngasih tantangan boleh keluar?" Gumam Toma manggut-manggut sendiri.
Rena muter botolnya dan berhenti di... Gaku-pyon #ditebas
"Truth or Dare, Gakupo-senpai?" Tanya Rena.
"Truth" Kata Gakupo. Kita liat yuk isi otaknya.
'Kalo gua pilih Dare, nanti gua suruh joget ala banci taman lawang lagi.'
"Book!" Tiba-tiba ada buku dari tangannya Rena, lalu dia baca buku itu.
"Pilih terong atau Luka-senpai?" Tanya Rena. Gakupo bimbang sedangkan Luka nge-blush.
"Pilih Luka-sama aja deh!" Kata Gakupo yang di pipinya ada semburat merah tipis, Luka makin merah mukanya.
"Giliran gua udah kan? Book!" Rena pun pergi ke toilet karena kebelet kencing (?). #digamparRena
Gakupo muter botol itu dan berhenti di Dell.
"Truth or Dare?" Tanya Gakupo.
"Untuk main aman, truth!" Kata Dell santai.
"Di aPon-mu itu ada lagu apa aja?" Tanya Gakupo.
"Ada jazz, civic (?), city (?), vios (?), balada, RnB, india, pop, rock, country, enka, J-Pop, K-Pop (?), melayu (?), keroncong (?), gambang kromong (?), dangdut (?), pokoknya macem-macem deh!" Kata Dell dengan semangat bacot '45 (?). Yang lainnya cuma sweatdrop. Gakupo lalu duduk di sebelah Akaito dan Del muter botolnya sampe berhenti di Len.
"Truth or Dare?" Tanya Dell.
"Dare aja. Sekali-kali" Kata Len. Oh sayang, dia gak ngeliat senyum licik di bibir Dell.
"Crossdress jadi Rin sampe permainan ini selesai!" Tantang Dell. Yang disuruh pun cuma ngebatu.
"Len ayo! Tenang aja, kamu kan shota, jadi gak bakal ketauan lah..." Kata Rin ngerayu adek kembarnya itu. Akhirnya Len digeret paksa oleh Rin dan Gumi.
"WHOAAA! SEMBADI HELEP MIIIII!" Kata Len sok inggris selagi dia digeret sama 'make-up artist' yang akan mengubahnya menjadi kakanya.
...
...
...
Lima menit kemudian.
"Coba tebak mana yang Rin?" Tanya Gumi sambilmenarik turun dua... Err, gadis? #dilindes
Dua-duanya make bando berpita putih dan dijepit rambutnya, make seragam pelaut, dan gelang berwarna kuning. Yang satu keliatan normal, yang satu cemberut aja.
"Yang cemberut itu Len kan? Kata Rei.
"SELAMAT! Anda betul!" Kata Gumi sambil nyalamin Rei kayak menang undian seratus juta yen. #plak
Len lalu ngasih tatapan 'awas-lu-abi-ini-gua-bales' ke Dell. Dell dengan muka watadosnya duduk di sebelah Gakupo. Len muter botolnya dan berhenti di si bocah pirang bercatamata, Shiroumi.
"Truth or Dare?" Tanya Len.
"Dare!" Kata Shiroumi.
"Tembak orang yang kamu suka!" Tantang Len.
"Tembak pake apa? Pistol?" Tanya Shiroumi watados. Len cuma ber-'facepalm'-ria.
"MAKSUD GUA TEBAK! JADIIN PACAR! BUKAN DITEMBAK KAYAK MAIN PB!" Tereak Len naik pitam. Yang dibentak cuma nyengir kuda.
"Lah gua belom ada orang yang gua suka." kata Shiroumi santai.
"Psst, Kaito. Gimana nih?" Kata Len ke Kaito
"Kalo Dare gagal kasih Dare yang lain." Kata Kaito.
"Hmmm, gendong ala bridal style satu laki-laki di sini. Terus bolak-balik dari lantai tiga. Whoa!" Tantang Len yang sekarang ada di gendongan Shiroumi (Kengo : "Bukan adegan fujo, sodara-sodara.").
Len yang notabene shota itu paling kecil di antara anak cowok yang lain. (Len : *nyiapin Roadroller* | Kengo : "A-ampuuun, Shota-sa... #dilindesduluan.) Jadi Shiroumi langsung kepikiran buat gendong Len.
...
...
...
"Udah kan?" Tanya shiroumi yang ngos-ngosan. Len turun dan duduk di sebelah Akaito. Shiroumi pun muter tu botol dan berhenti di...
T-B-C
Preview Chapter 3:
Truth or Dare berlanjut
"Truth or Dare?"
"Oy, oy, Winona? daijobu?"
"Awas lu, BaKaito!"
Kengo : "Wuiih, selesai juga chapter dua ini. Semoga lebih panjang dari yang kemaren. Dan saya gak tau bisa apdet kapan, jadi dtunggu aja. Akhir kata...
Mind to Review?
