Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku...
Warning : Typo, misstypo, humor garink, 5 OC author yang nyangkut disini, EYD tak barlaku, bahasa aku-kamu dan lu-gue, gaje, ngaco, Author newbie, ngawur, dan saya bingung... #plak.
Disclaimer : Vocaloid bukan punya saya, tapi punyanya om (?) Yamaha dan tante (?) Crypton.
Kengo : Akhirnya saya apdet lagi... Omong-omong update fic ini random banget yak? Bales review lewat PM aja yak, karena saya mau fokus nulis dulu... Jadi, ge-pe-el, kita mulai fic ini...
Sebelumya di VocaDorm...
"Truth or Dare? Rin-san?" Tanya Shiroumi.
"Lu suka gak sama orang yang nembak lu dulu?" Kata Kaito yang gayanya udah kayak detektif gadungan.
"Len... Kaito..." Kata Shiroumi yang udah kayak heartless.
"Mou, yamete kudasai."
"Buat...INI!"
Si bocah cebol itu ngelempar tuna yang dikasih sama Luka ke atas, lalu dia ngeluarin Keyblade Oathkeeper sama Oblivion dan ngiris-iris ikan itu jadi sashimi. Semua yang liat itupun cuma tepok nyamuk (?).
"ROXAS! KYAAA! ADA ROXAS! FOTO DOONG!" Koor seluruh penghuni VocaDorm. Tapi ada sesosok figur berjaket item dan berambut merah jabrik.
"Langkahin dulu mayat gua!" Kata orang itu.
"Yaaah! Ada Axel lagi..." Kata Kaito merinding.
"Emang kenapa?" Tanya Gakupo santai.
"Kan gua takut api..." Kaito pun pundung di pojokan. Yang lainnya cuma sweatdrop.
"Tunggu! Axel kan harusnya lebih tinggi dari Roxas. Tapi yang itu cuma sepantaran!" Kata Dell sambil nunjuk 'Axel' itu. Rena pun ngedeketin si 'Axel' dan ngejitak kepalanya.
"Itte..." Kata 'Axel' meringis kesakitan. #dibakarAxel
""Jangan bercanda apa, Akkun!" Kata Rena setelah ngejitak 'Axel' yang sekarang diketahui bernama Akagane itu.
"Bener tuh apa kata dia, apalagi kalo ketauan sama orang yang asli." Kata si orang baru yang ngebawa satu paket berisi makanan lagi. Kaito pun tambah merinding lagi ngeliat sosok itu.
"Ah, sudahlah. Ini paket lemper(?) nya. Lima ribu yen." Kata Axel sambil menaruh paket lempernya di sebelah piringan sushi besar. (Kengo : "The REAL Axel loh.")
"Oy, Roxas. Lu bawa kertas itu kan?" Tanya Axel. Roxas pun cuma ngangguk dan ngasih tisu toilet (?) ke Luka.
"Loh kok tisu toilet sih?" Tanya Luka sambil nyerahin tisu toilet itu. Roxas pun cuma nyengir dan ngambil lagi tu tisu toilet dan ngasih sepucuk surat ke Luka.
"Tolong dibaca ya. Dan terima kasih telah memesan makanan di RoxaSushi dan AxeLemper." Kata Roxas sambil nyeret Axel pergi. Yang lainnya cuma sweatdrop ngedenger nama jasa katering tempat mereka pesen makanan mereka. Luka pun ngebuka kertas itu dan ngebacanya kenceng-kenceng.
To : Penghuni VocaDorm.
Saya punya lima pesan untuk anda semua.
.
.
.
Yang lainnya cuma manggut-manggut. Luka ngelanjutin ngebaca tu surat.
Satu, orang yang tadi kalian liat itu ilusi.
.
.
.
Para penghuni pun cuma sweatdrop dengan apa yang dibaca oleh Luka.
Dua, makanan yang kalian pesen juga ilusi.
.
.
.
Para penghuni pun panik. XD
Tiga, padahal saya bo'ong.
.
.
.
Para penghuni mulai nyiapin berbagai macam barang untuk ditimpuk ke kepala Author.
Empat, percaya aja kalian sama trik saya yang gak pake trik apa-apa.
.
.
.
Para penghuni cuma jawdrop di tempat.
Lima, buat Gakupo, Kaito, dan Len. Kalian bukan Yaoi kan?
.
.
.
"Uhhh..." Luka selaku pembaca surat makin sweatdrop dengan apa yang dia baca.
"Huweee! Kita bukan Yaoi..." Kata GakuKaiLen yang pelukan kayak Teletubbies dan pundung di pojokan. Yang lainnya cuma sweatdrop.
Salam dari Author Kengo. Weits, jangan timpuk saya...
...
...
...
"WOY AUTHOR GILA! SINI LU!" Koor seluruh penghuni termasuk GakuKaiLen yang udah selesai pundung.
"Sebentaaaaaaar!" Kata Len teriak pake toak sambil nggebuk-gebuk meja. (Kengo : "Mejanya kasian tuh..." :D)
"Waktu kamu akan habis Sub****r!" Len mulai menggaje sambil gebuk-gebuk meja.
"Demi TUHAAAAAAN!" Meja yang dari tadi digebuk-gebukin sama Len patah.
"Udah gak jaman Rin..." Kata Toma salah omong yang menyebabkan ia dilempar keluar jendela oleh Len. (Kengo : "Sekedar ngingetin aja, Len masih crossdress jadi Rin disini." :P #dilindesbersama)
"Udah deeeh, makan dulu aja..." Kata Dell yang udah kelaperan.
SKIP TIME (Kengo : "Saya males ngetik bagian makan-makannya..." #dihajarbersama)
"Winona, puter botolnya." Kata Akagane sedikit hati-hati berhubung insiden yang lalu. (Note : Baca Chapter 3.) Winona muter botolnya dan berhenti di Neru.
"Truth or Dare?" Tanya Winona.
"Truth." Jawab Neru.
"Kok kayaknya lu gak serius banget deh main ToD? Lu ngapain aja?" Tanya Winona karena agak penasaran karena sikap masa bodoh dari Neru. (Kengo : "FYI, Pas insiden 'itu' Neru nggak merhati'in kejadiannya.")
"Oooh, ini. Dari tadi gua dengerin musik." Kata Neru sambil ngelepasin earphone transparan yang dari tadi dia pake. Yang lain cuma sweatdrop.
"Gua mesti keluar kan? Gimana lanjutinnya?" Tanya Neru.
"Ya tunjuk aja kek siapa gitu. Suruh dia muter botolnya." Kata Rei nyaranin.
"Oke, Toma. Nih giliran lu." Kata Neru.
"Ha-ha'i" Toma yang kebetulan baru masuk lagi ada pecahan kaca nancep di seluruh tubuhnya. (!) (Kengo : "Cepetan, bawa dia ke UGD!") Dia pun muter botlnya dan berhenti di Gumi.
"Truth or Dare?" Tanya Toma.
"Dare." Jawab Gumi.
"Jangan makan wortel malem ini. Semuanya jadi saksi yak!" Kata Toma ke semua orang. Semuanya (min Gumi) ngangguk. Gumi muter botolnya dan berhenti di Akagane.
"Truth or Dare?" Tanya Gumi.
"Truth." Akagane yakin Gumi gak bakal nanyain hal-hal aneh.
"Rambut lu... Emang merah dari sononya?" Kata Gumi yang rada ngeri ngeliat rambut Akagane.
"Gak tau juga sih. Bawaan dari lahir kali. Mungkin aja gua ditakdirin jadi kembarannya Axel." Kata Akagane yang membuat seluruh lantai banjir darah. XD
"Giliran gua kan?" Kata Akagane sambil muter botolnya dan berhenti di Rui.
"Truth or Dare?" Tanya Akagane.
"Dare!" Jawab Rui.
"Peluk Rei sono." Kata Akagane dengan nada jahil. Rui dan Rei cuma blushing, lalu pelukan. Setelah itu Rui muter botolnya dan berhenti di Rei.
"Truth or Dare?" Tany Rui.
"Truth." Jawab Rei.
"Rei-nii kena twincest ya?" Tanya Rui. Rei cuma blushing. Lalu Rei muter botolnya dan berhenti di Miku.
"Truth or Dare?" Tanya Rei.
"Dare." Jawab Miku yakin.
"Tidur di pangkuannya Kaito sampe gua bilang cukup." Tantang Rei. Miku pun beranjak ke sofa tempat Kaito tidur sambil duduk. (Kengo : "Kebo! Baru makan langsung tidur..." #diparutKaito) Kaito yang merasa ada tambahan beban di pahanya bangun dan ngeliat Miku yang lagi tiduran di situ, langsung punya ide yang sedikit 'beresiko'. Kaito pun ngedeketin mukanya ke mukanya Miku, tapi...
"CUKUUUUP! Lu mau ngapain, BaKaito?" Tanya Rei sedikit kesel gara-gara tingkat semi-mesum dari senpa-inya itu. Miku yang denger teriakannya Rei langsung ngebuka matanya daaaaan...
Mukanya Miku udah kayak kepiting rebus tuh...
"Gomen ne..." Kata Kaito dengan muka polos.
"he-HENTAI!"
PLAKK!
Miku ngegampar si ice freak itu, lalu ngegembungin pipinya. Dia pun kembali ke lingkaran dan muter botol itu sampe berhenti di Meiko.
"Truth or Dare?" Tanya Miku.
"Truth." Jawab Meiko.
"Kalo ada satu kesempatan ngebuka aib orang, siapa yang senpai buka aibnya?" Tanya Miku.
"Pastinya Akai-chaaan." Kata Meiko yang ngebuat Akaito ngibrit ke toilet (?). #apahubungannya?
Meiko lalu muter botolnya dan berhenti di Kaiko.
"Truth or Dare?" Tanya Meiko.
"Dare." Jawab Kaiko.
"Oy, Gumiya, ambilin yang tadi dong." Kata Meiko nyuruh Gumiya untuk ngambil sesuatu di hatimu #plak, maksudnya di dapur VocaDorm. Setelah Gumiya ngasih barang 'itu', Meiko ngasih Dare-nya Kaiko.
"Nih, liatin ini dan jangan ngi..." Kata-kata Meiko terhenti gegara Kaiko udah ngiler duluan.
"Nih deh gua kasih. Kan gua gak sadis kayak Gumiya." Kaata Meiko sambil ngasih tu es krim ke Kaiko. Kaiko pun muter botolnya dan berhenti di Luka.
"Truth or Dare?" Tanya Kaiko.
"Dare." Kata Luka. Gakupo bersin (?).
"Gampar Gakupo-senpai pake tuna bekumu itu." Kata Kaiko.
"Dengan senang hati~" Luka pun ngegampar Gakupo pake tuna yang dari tadi dia bawa. Gakupo marah? Nggak lah, kan dia 'budak'-nya Luka...
"Gak perlu muter botol lagi kan? Truth or Dare, Toma?" Tanya Luka ke Toma.
"T-truth." Jawab Toma.
Siapa yang kamu suka di sini?" Tanya Luka. Toma ngeliik sedikit ke seseorang lalu menggumamkan sesuatu dengan sangan pelan. Luka lalu cuma ngangguk.
"Udah selesai kan? Mau ganti baju nih..." Kata Len.
"Iya,iya. Permainan ini selesai. Istirahat ya, kan besok masih sekolah." Bales Luka. Semuanya pun telah naik kecuali dua orang.
"Neru-chan, kenapa? Ayo naik." Kata Kaiko. Neru pun cuma nggeleng kepalanya.
"Iie, nandemo nai." Jawab Neru.
T-B-C
Preview Chapter 5 :
Hari pertama sekolah di VocaDemy.
"Toma! Toma!"
"Kiyo-sensei, boleh ke toilet gak?"
"DOPPELGANGER?!"
"Neru, lu kenapa deh? Dari kemaren lu aneh banget."
Kengo : "Yosh, Chapter empat selesai. Oh iya, saya minta maaf banget bila ada kata-kata saya yang kurang berkenan selama ini. Akhir kata..."
Mind to Review?
