Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku...
Warning : Typo, misstypo, humor garink, 5 OC author yang nyangkut disini, EYD tak barlaku, bahasa aku-kamu dan lu-gue, gaje, ngaco, Author newbie, ngawur, dan saya bingung... #plak.
Disclaimer : Vocaloid bukan punya saya, tapi punyanya om (?) Yamaha dan tante (?) Crypton.
Kengo : Update lagi... Kok di sini sepi review ya? Sudahlah. Bales review lewat PM. Soreja, kita mulai aja chapter lima ini...
Sebelumnya di VocaDorm...
"Jangan bercanda apa, Akkun!" Kata Rena setelah ngejitak 'Axel' yang sekarang diketahui bernama Akagane itu.
"WOY AUTHOR GILA! SINI LU!" Koor seluruh penghuni termasuk GakuKaiLen yang udah selesai pundung.
"He-HENTAI!"
"Iie, nandemo nai." Jawab Neru.
Hari ini adalah hari masuk sekolah di VocaDemyx. (Demyx : "Woy!") Pagi ini para penghuni melakukan rutinitas pagi mereka, sarapan. Mereka sekarang sedang sarapan dengan roti isi yangdiisi dengan maknan kesukaan masing-masing. Sekedar info, untuk sarapan mereka disediain roti isi sama STNW. (Rena : "Apaan tuh STNW?"|Kengo : "Staff That Never Was." *muka watados*)
Toma cuma bengong ngeliatin roti isinya. Saking asiknya (?) bengong, matanya dihinggapin lalat aja nggak ngedip! (Toma : "Heh! Sembarangan lu thor!")
"Woy, Toma. Lu kena..." Belum sempet Shiroumi nyelesaiin perkataannya, keluar lampu neon dari kakinya, yang ternyata tulang keringnya... (Shiroumi : "Thor! Emang lu kata gua Kimimaro?! Udah salah fandom, gak jelas lagi...")
"Pssst, Neeruuu-san. Sini deh." Panggil Shiroumi manggil Neru.
"Kenapa?" Tanya Neru.
"Liatin Toma dong, lagi bengong kayaknya dia." Kata Shiroumi sambil senyum jail di dalem hatinya.
"Toma! Toma!" Neru ngibas-ngibasin tangan kanannya di depan muka su... *dijejelin udang goreng*
"Aaah, go-gomen Neru-san. Lagi melamun aku." Kata Toma bungkuk-bungkuk minta maaf.
"Betsu ni, lagipula lu ngelamunin apaan sih?" Tanya Neru agak kesel, padah sebetulnya udah su... *dijejelin udang goreng lagi*
"Kalo itu, dia lagi ngelamunin tentang... Akh!" Kata-kata Shiroumi keputus gara-gara 'peluru kaca' berdiameter kurang dari satu senti itu mendarat di jidatnya dengan kecepatan cahaya. (Shiroumi : "Untuuung aja gua gak mati..."|Kengo : "Kan sebetulnya orang normal udah mati tuh...")
"Mou, daijobu. Jangan dengerin dia." Kata Toma ngalihin pembicaraan. Neru cuma sweatdrop tentang apa yang baru lewat di depan matanya. Akagane yang ngeliat kejadian itu cuma geleng-geleng kepala.
"Dasar, dibilangin jangan digangguin." Kata Akagane pelan.
VocaDemyx (?), 07.30 WVX.
VocaDemyx adalah sebuah sekolah yang dibangun oleh Organization XIII (?) dan make nama Demyx karena dia paling berdedikasi sama musik dan paling abal di Organization, serta namanya bisa diplesetin dari VocaDemy jadi VocaDemyx. (Demyx : "Sejak kapan ya anggota Organization jadi alim begini?") Bangunan sekolah ini terdiri dari empat bagian. Ruang kelas X ada di sayap barat, ruang kelas XI di sayap utara, ruang kelas XII ada di sayap timur, dan ruang guru rangkep ruang (otaku) kepsek di sayap selatan. Kantin ada di belakang sayap utara dan besarnya ngelebihin kantin di sekolah author. #dibantaisatusekolah. Di belakang sayap selatan adalah pintu masuk yang selalu dijaga oleh Toby si anak (gak) baik.
Kini kelas X sedang diajar oleh seorang guru bernama Hiyama Kiyoteru. Guru yang satu ini gaol banget! Bahkan murid-muridnya manggil dia dengan kisaran (?) Hiyama-sensei, Kiyo-sensei, sampe 'Yo, Kiyo-bro,yo,yo!'. (Kengo : "Manggil guru kok kayak ngerap?" -_-") Dia sedang ngejelasin aljabar lanjutan. Toma yang tiba-tiba dapet 'panggilan alam' pun izin ke toilet ke Kiyoteru.
"Kiyo-sensei, boleh ke toilet gak?" Tanya Toma.
"Ya sudah, cepetan ya! Now go, go, go. Squiiiissssh!" Kata Kiyoteru 'ngusir' si bocah landak item itu. Toma sweatdrop kuadrat pas denger gurunya yang udah kayak beruang dari alam tv (?) yang ada di Persona 4. #salahfandom. Untuk menghindari sweatdrop akut, Toma pun bergegas ke toilet.
Toilet cuma ada di samping ruang guru, otomatis Toma belok ke kanan setelah ke luar kelas. Pas dia lewat di depan ruang guru. Dia memutih gaje, karena...
YAK BETUUUL! DI DALAM SANA CUMA ADA KIYOTERU YANG JUMLAHNYA RATUSAN (?) ORANG! #capslockjebol
Toma pun buru-buru ke toilet.
Sepuluh menit kemudian, di toilet.
Kiyoteru yang heran karena Toma belum balik akhirnya menyuruh seseorang.
"Kagamine-san!" Panggil Kiyoteru.
"Ha'i" Jawab Len sambil diri dari kursinya.
"Jemput Kaminari-san ke toilet! Ngapain aja dia di toilet sepuluh menit?!" Perintah Kiyoteru.
"Ha'i" Kata Len keluar.
"Chotto matte! Kenapa kamu keluar?" Tanya Kiyoteru gaje. Len cuma bingung.
"Lah, kan tadi sensei nyuruh saya kan?" Tanya Len polos. Kiyoteru cuma headbang di tembok terdekat. (?)
"Maksud saya bukan kamu... Tapi yang dibelakang kamu itu looooh..." Kata Kiyoteru miris sambil nunjuk hantu jeruk purut di belakang Len. #dilindesRin. Yang dimaksud pun cuma memeletkan (?) lidahnya.
"Lah, lu mau ikut beneran?" Tanya Len.
"Mau dong~" Kata Rin.
'Pasti Rin ketularan virus twincest-nya Kagene twins...' Batin sekelas (minus Rin dan Kiyoteru)
Lima menit kemudian di toilet...
Len dan Rin (Kengo : "Beneran ikut nih anak?") kaget karena dia ngeliat Toma yang udah dimutilasi #plak. Maksudnya pingsan di toilet.
"Woy, Toma! Lu napa?" Kata Len ngguncang-ngguncangin badan Toma.
"Ya gua pingsan lah!" Jawab Toma nyolot. Len dan Rin cuma sweatdrop di tempat.
Setelah Toma bangun.
"Kok lu bisa pingsan di sini deh?" Tanya Rin penasaran.
"Sebelum itu gua dulu deh yang nanya. Kok lu masuk ke sini? Kan ini toilet cowok." Toma balik nanya ke Rin. Rin pun cuma blushing, lalu keluar dari situ.
"Gua tanya sekali lagi. Lu kenapa bisa pingsan di sini?" Gantian Len yang nanya.
"Ya gua tadi kaget aja kalo sekolah ini doppelgangger..." Kata Toma watados.
.
.
.
"DOPPELGANGGER?!" Tanya Len.
Back at the kelas. (?)
"Neru, lu kenapa deh? Dari kemaren lu aneh banget." Tanya Gumi ke Neru yang ada di sebelahnya.
"Gua... Cuma lagi mikirin seseorang..." Katanya sambil agak blushing.
T-B-C~
Preview Chapter 6 :
Kebenaran tentang sekolah mereka.
"Masa?"
"Kenapa kita belum tau ini?"
"Ayo kita selidikin hari ini juga!"
"OSU!"
Kengo : "Akhirnya selesai juga... Pendek? Bodo amat! Pokoknya torehkan review anda di sini kalo anda baca fic ini ya... Satu review berarti bagi sang Author"...
Mind to Review...
