Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.

Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…

Warning : Typo, misstypo, humor garink, 6 OC author nyangkut di sini, EYD gak berlaku, bahasa aku-kamu dan lu-gue, gaje, ngaco, author newbie, ngawur, dan saya bingung… #plak

Disclaimer : Vocaloid bukan punya saya, tapi punya om (?) Yamaha dan tante (?) Crypton.

Kengo : "Wokeh. Update juga… Seperti biasa, bales review lewat PM masing-masing. Mungkin bagi yang udah baca masih pada penasaran sola siapa itu si 'Kaiser'. Tenang aja, kali ini bakal diungkap siapa itu si 'Kaiser' alias si Kepala asrama VocaDorm. Dan gomeeen, harusnya chapter lalu saya kasih tau kepanjangannya IAU itu apa dan buat sandi morsenya harus dibenerin. Mungkin nanti bakal saya re-update. Jaa, kita mulai ya chappie kesepuluh ini…"

Xongek : "Dan seperti biasa, saya yang narasiin cerita gaje ini. Sutorii, sutaato!"

Sebelumnya di VocaDorm…

"Hari ini kita ulangan ya!~" Kata IA girang sambil ngebuka segel dari paket tersebut dan ngebagi-bagiin sembako (?) yang ada di dalem.

"Ouch! Latihan!" Kata Rena dengan nada yang sedikit dibuat-buat.

"Gua? Gua itu…"

"Ya gua titisannya si 'Kaiser'. Kan gua udah bilang kemaren kan?" Kata Kengo santai.

"Nggak. Bukan itu maksud gua!" Bales Gumiya. Kengo dan yang lainnya cuma menaikkan sebelah alisnya.

"Gini, lu bisa ngebuka pintu VocaDorm yang kuncinya cuma dipegang sama Luka-senpai dan si 'Kaiser' sendiri. Lalu lu dengan seenak hati bikin area ini." Kata Gumiya yang udah mulai kayak detektif. Yang lainnya ngangguk-ngangguk.

"Terus, kenapa si 'Kaiser' ini ngadain sesuatu yang nggak-nggak?" Tanya Gumiya ke Kengo. Diam-diam Meiko lagi mikir langsung ngangkat tangannya.

"Sebentar! Sekarang nama dia siapa?" Tanya Meiko sambil nunjuk Kengo.

"Hikari Kengo." Jawab Akaito singkat.

"Dan nama samaran lengkapnya (?) 'Kaiser' siapa?" Tanya Meiko lagi.

"Kalo gak salah sih 'Kaiser of Light'." Jawab Gakupo sambil ngibasin rambut sansilek (?)-nya yang panjang itu #hoek.

"Sekarang coba artiin nama dia!" Perintah Meiko. Tak lama kemudian Len langsung gaya topeng monyet gaje #dilindes.

"'Hikari' artinya 'Light', 'Kengo' artinya 'Kaiser'. Kalo digabungin jadi…" Rin juga udah mulai mudeng.

"Eh? Elu si 'Kaiser' dong?" Tanya Neru.

"Loh, kok bisa?" Tanya Kaito yang dari tadi gak mudeng.

"Jadi gini, ternyata nama 'Kaiser of Light' itu cuma diartiin dari nama dia doang, BaKaito!" Kata Miku yang kayaknya mesti sabar banget punya gebetan baka #digorokKaito. Setelah itu baru Kaito ngerti. Kengo pun cuma ngehela napas kecil.

"Hayai na…Padahal gua harap bakal lebih lama dari ini…" Kata Kengo sambil ngegaruk belakang kepalanya.

"Iya, gua ini kepala asrama di sini. Hikari Kengo, a. k. a. Kaiser of Light." Kata Kengo lantang.

.

.

.

Eh?

.

.

.

EEEEEEEEEHHH?!

Setelah beberapa kericuhan (?)…

"Oke, sekarang kita latihan ngelempar satu-satu. Sekarang liatin gua dulu." Kata Kengo sambil siap-siap ngelempar frisbeenya. Dia menutup matanya sebentar, lalu mengambil ancang-ancang ngelempar.

"Haos Lightning!" Gumamnya pelan sebelum ia melempar Frisbee tersebut. Sama seperti sebelumnya, Frisbee itu mulai dilapisi oleh cahaya berwarna kuning, tak sampai dua menit Frisbee itupun mendarat dengan mulus. (Xongek : "Emang dikata pesawat?")

"Nah, jarak untuk hari ini adalah tujuh meter? Sanggup?" Tanya Kengo. Yang lainnya cuma ngangguk. Lalu Kaiko siap-siap ngelempar.

"Snow Storm!" Teriaknya saat melempar Frisbee itu ke udara. Frisbeenya sekarang membentuk badai salju di seluruh area. Semuanya sontak nutup mata mereka.

"Sugoi!" Puji Gumi yang udah make googles yang selalu nempel di kepalanya. Tapi, semua kecewa pas ternyata Frisbee yang dilempar Kaiko cuma kurang 0,000000000000000000000000000000000000000000000000 0000000000000000000000000000000000000000000001 nanometer (?) dari target awal. (Xongek : "Udah napa buletin jadi tujuh meter aja?")

"Sayang ya…" Kata Kaiko kecewa. Sambil balik ke kerumunan. Sementara Kaiko balik, Len maju untuk ngelempar Frisbee-nya.

"Ikkou ze, Vermilion Thunderbolt!" Kata Len sambil ngelempar Frisbee-nya ke langit. Yang lainnya cuma cengo ngeliat Len yang kayaknya mulai buta arah. :D

"Woi, Len. Lu gak melenceng?" Tanya Gumiya.

"Gak kok. Liatin aja nanti." Jawab Len sambil nunjuk area yang tadinya ditutupin sama salju sekarang dipake jadi thunder field. (Xongek : "Wah, si Author mulai ngaco nih otaknya." :P | Kengo : *nabok Xongek* | Xongek : *tepar, lalu bangun lagi karena harus narasi #plak*)

"Kan gua punya kekuatan 'Dragonic Kaiser Vermilion'." Kata Len bangga. Yang lainnya cuma sweatdrop ngedenger perkataan Len yang nyasar ke fandom lain.

'Ini anak mesti dibawa ke tempat penangkaran monyet (?) kayaknya.' Batin Rin.

CETAAAAR!

Petir pun ngamuk di sana, dan lalu Frisbee-nya jatoh bersamaan dengan petir di jarak sekitar delapan meter.

"Yoosh!" Kata Len seneng.

"Nice, Len!" Kata Gakupo nyorakin Len. Lalu Gakupo siap-siap ngelempar.

"Banci Terong-no-Jutsu! (?)" Kata Gakupo sambil ngelempar Frisbee miliknya yang entah kenapa malah berubah jadi terong dengan aura lope-lope (?) di sekitarnya. Semua yang ngeliatin Gakupo langsung ketawa kenceng-kenceng begitu mereka ngedenger nama lemparannya Gakupo #ditebas.

"Gakupo… Akhirnya lu ngaku juga kalo lu itu banci taman lawang…" Kata Luka sambil geleng-geleng kepala dan nahan ketawa, lalu gara-gara gak di-defuse (?) bom ketawa yang ada di dalem Luka pun meledak sampe ancur berkeping-keping (?). Sedangkan frisbeenya Gakupo entah kenapa malah dimakan sama Gakupo abis jatoh di jarak enam meter.

"Yaaah, kekuatan banci(?)nya kurang nih." Kata Gakupo dengan nada banci khasnya dan terdengar kecewa #ditebaslagi. Rui pun dengan nahan tawa ngelempar Frisbee miliknya. Rui menghela napas kecil sebelum dia ngelempar frisbeenya.

"Kage no Sekai." Katanya pelan sambil ngelempar frisbeenya ke udara. Sekarang arenanya yang tadinya thunder field gara-gara Len, jadi gelap gulita. Mati lampu kali yak? #plak. Alhasil, Kengo pun menggunakan Haos Lightning-nya lagi untuk menerangi ruangan lagi. Karena sang Frisbee telah mendarat, sekarang Akagane yang ngelempar frisbeenya.

"Black Flame Burst!" Pekiknya saat ngelempar frisbeenya itu. Awalnya tidak ada yang aneh dari lemparannya, yang lainnya ngeliat dia heran. Tapi, tiba-tiba Akagane ngambil nafas dan…

"Fire Art : Horus Blast!" Api berwarna hitampun mulai ngelilingin frisbeenya Akagane, memperjauh jaraknya. Beberapa mulai teriak-teriak gaje 'Selamat Tahun Baru 2014' karena ada pertunjukan kembang api dadakan (?).

"Emang boleh ya kayak gitu?" Tanya Miku ke Kengo.

"Boleh kok, asal masih pake skill dari ISG." Jawab Kengo. Miku cuma ber-'oh'-ria ngedenger penjelasan singkat nan padat dari akang (?) Kengo.

"Keren tuh!" Kata Akaito sambil merhatiin bintang naik atau biasa disebut temok #plak.

"Fyuuh." Kata Akagane ngelepas capek sehabis frisbeenya jatoh. Setelah itu Dell nanya hal yang sama kayak Miku ke Kengo. Kengo cuma ngangguk kecil, lalu Dell bersiap ngelempar frisbeenya.

"Jinzo!" Kata Dell sambil ngelempar frisbeenya. Segera setelah Frisbee itu dilempar, efek suara audiosonik bergelombang tinggi pun mulai nampak. Buktinya, mereka semua tuli sesaat. Hmmm, apa saya harus panggilin ambulans? #dihajarwargaVocaDorm.

"Ck, dia mau kita semua tuli apa?" Gerutu Rei kesel sambil ngorek-ngorek kupingnya yang congek'an.

"Dan kenapa mesti dinamain 'Jinzo'?! Bukannya 'Jinzo' itu dari Yugioh?" Tanya Len. Dell yang ngedenger ini cuma muncul perempatan di jidatnya sambil balik ke perkumpulan. Akaito pun berjalan ke starting pad.

"Giliran gua kan?" Tanya Akaito sambil ngelempar frisbeenya. Setelah dia ngelempar frisbeenya, muncul semacem matahari di balik punggungnya Akaito, lalu dia ngerentangin tangannya.

"Tunggu dulu, dia mau make itu?" Tanya Kaito heran.

"Card Copy : CEO Amaterasu!" Kata Akaito selagi mataharinya nyundul Frisbee yang sedang melayang itu #salahfandom.

"Kenapa mesti CEO Amaterasu coba? Dan kenapa lama-lama ini fic jadi cross?!" Tanya Gumi heran.

"Hah! Gua baru tau kalo si Akai demen ngeliat card spirit!" Teriak Meiko pelan.

"Apa dia ketularan bancinya Gakupo?" Tanya Luka watados.

"Pindah yuk ke depan area!" Ajak Kengo.

Sehabis mereka pindah ke area depan, Rin di sisi satunya langsung ngelempar frisbeenya.

"Sabaku no Gyou!" Kata Rin. Tiba-tiba area yang tadinya udah ada matahari dari Akaito langsung ketutup sama gurun pasir. Wah, lengkap tuh gurun sahara #geplaked.

"Yah, si jeruk purut ya. Orang lagi panas gini malah ngebuat gurun…" Kata Neru ngedumel kesel. Sementara Kaito dan Rin jalan ke dan dari starting pad

Kaito dengan smirk yang (pastinya) gak bakal keliatan dari seberang sana langsung ngelempar frisbeenya. Setelah melayang muncul air bah dari belakang frisbeenya.

"Tsunami!" Kata Kaito. Area yang tadinya gurun sahara langsung diterjang badai tsunami. Seluruh penghuni VocaDorm (kecuali Kaito) plus Kengo yang ngeliat banjir kiriman pun langsung lari tunggang langgang.

"Run for your life!" Teriak Kengo sambil lari.

"BaKaitooooo! Sialan lu!" Koor yang lain.

"Ah, pada banyak omong nih." Kata Winona santai. Lalu dia berbalik dan menjulurkan kedua tangannya ke depan.

"Gusto Secret Bloodline Art : Gusto Barrier!" Katanya sementara angin puting beliung mulai muncul dari tangannya dan dengan cepat menyebar ke seluruh ruangan.

"What the?! Jurus apaan lagi niih?" Tanya Gumiya yang 'sedikit' ketinggalan di belakang kerumunan itu.

"Woy, BaKaito! Hentiin sekarang nggak?!" Ancem Luka sambil nyiapin tuna beku dan dark aura yang gelapnya ngelebihin 'Kage no Sekai'-nya Rui.

"Ha-ha'i, Pacarnya Gakupo!" Kata Kaito gelagapan. (Xongek : "Saya sebagai narrator sukses dibuat sweatdrop oleh kelakuan si kucing ga… Err, maksud saya oleh kelakuan si idiot es krim itu…" #digorokKaito.) Akhirnya air bah pun mulai mereda.

"Haaah, abunakatta…" Kata Miku dan Rin sambil ngehela nafas lega.

Sepuluh menit kemudian, setelah Kaito ditegor abis-abisan sama si Author…

"Gua mulai ya…" Kata Rei sambil siap ngelempar frisbeenya.

"Mass Force of Gravity!" Kata Rei sambil ngelempar frisbeenya. Untungnya kali ini cuma efek biasa…

DUK! BRAK! TOWEWEWEWEW (?)!

Mungkin juga nggak. Karena setelah frisbeenya Rei mendarat, seluruh penghuni dengan gajenya jatoh ke bawah.

"Eh, lu pada ngapain? Aaah, pasti kalian kagum kan?" Tanya Rei kepedean. Rei pun langsung dilempar sepatu sama Rui.

"Enak ajah! Cepet batalin apa efeknya!" Kata Rui maksa kakak kembarnya untuk ngebatalin efek skill dari Gravity-nya Rei dengan dark aura plus death glare maut ala Kagene Rui #lebay.

"Ryo-ryoukai!" Kata Rei gemeteran.

Beberapa lama kemudian…

"Oke, Rei. Itu agak sedikit keterlaluan. Coba efeknya dikurangin dikit." Kata Kengo nyaranin. Rei cuma ngangguk. Sementara itu Toma sedang bersiap ngelempar frisbeenya.

"Guardian of Light!" Teriaknya saat ngelempar frisbeenya. Anehnya, hasil lemparan Toma malah mirip kayak punyanya Kengo.

"Hmm, mirip. Tapi sedikit beda dari yang aslinya." Kata Gumiya nganalisis frisbeenya Toma.

"Beda gimana?" Tanya Winona kepo.

"Err, gini. Kalo lu inget, cahaya pas Kengo ngelempar itu warnanya kuning hampir warna putih dan keliatan kayak komet. Tapi kalo punyanya Toma warnanya kuning pekat kayak di comberan (?) dan keliatan kayak dilapisin sama pelapis." Jelas Shiroumi.

"Kalian merhatiin juga?" Tanya Kengo. Mereka cuma ngangguk. Sekarang, Gumi sedang bersiap ngelempar.

"Eagle Eye!" Saat Gumi ngelempar, seluruh penghuni ngeliat kilatan di matanya Gumi. Lalu pas frisbeenya melayang, tiba-tiba frisbeenya berubah jadi burung elang dan terbang keluar jendela. Gumi dan yang lainnya cuma sweatdrop di tempat. XD (Xongek : "Sumpah, yang ini ngerusak suasana banget." -_-')

"Umm, Gumi-chan, kenapa frisbeenya terbang sendiri?" Tanya Kaiko. Gumi cuma ngangkat bahunya tanda kalo dia nggak tau. Akhirnya Neru pun masuk ke area tes dan Gumi masuk ke bilik tunggu.

"Oke! Quick Leopard!" Segera setelah Neru ngelempar frisbeenya, om leo (?) berwarna kuning pun mulai nyelimutin frisbeenya Neru dan membawa pergi menjauhi Neru dan ngedeketin target.

"Gimana? Kengo-san?" Tanya Neru. Kengo cuma masang tampang 'you don't say, bro'.

"Entah kenapa saya agak de javu sama nama dan rupa teknisnya." Kata Kengo sambil mikir.

"Ooh, itu. Kan saya lagi mau namatin AI3*. Omong-omong di sana ada yang namanya sama kayak gua loh…" Bales Neru watados.

'Sejak kapan Neru jadi gemers (?)?' Batin seluruh penghuni (min Neru) sweatdrop. Neru balik ke kerumunan dan Gumiya masuk ke lapangan (?).

Di Zey Meruze (?)...

HAAAAATSHOOOOO!

Gadis berambut ginger-blonde itupun mengusap hidungnya.

"Doushita, Nell?" Tanya pemuda berambut reddish-blonde itu.

"Ah, daijoubu." Jawabnya singkat

"Car-Rocket!" Segera setelah dia ngelempar frisbeenya, frisbeenya malah berubah jadi wortel dengan NO2 (?) di belakangnya dan dapat melebihi kecepatan Mach 13 (?). Tapi sayang, dia nggak mencapai target tujuh meter. Kira-kira nasibnya sama kayak Kaiko lah… XD

"Sekarang tinggal Shiroumi, Winona, Rena, Miku, Luka, sama Meiko ya?" Tanya Kengo sambil ngabsen. Winona pun maju ke starting pad.

"Gusto Secret Bloodline Art : Whirlwind of Gusto!" Teriaknya saat ngelempar Frisbee itu. Frisbeenya langsung dilahap sama angin topan (Xongek : "Atau bahorok mungkin?" :D) berwarna hijau (?). Setelah selesai, Luka pun masuk ke arena.

"Luka-samaa, ganbatte!" Teriak Gakupo yang berhadiah geplakan ikan tuna seger. Kasian, niat ngedukung malah digeplak… #ditebas

"Diem lu, banci terong!" Kata Luka setelah ngegampar si banci terong itu #ditebaslagi.

"Aero Tuna!" Setelah itu frisbee melayang entah kemana, frisbeenya berubah jadi ikan tuna (?) dengan sirip sedemikian rupa biar keliatan lebih kayak pesawat disbanding ikan tuna dan dapat mencapai kecepatan Mach 13. (Luka : "Heh! Lu mau ngutuk apa?! Kok dari tadi angkannya 13 muluk?!" | Kengo : "Mau yang lebih kenceng? Apa perlu Mach 666? | Luka : "No comment dah..." -_- | Kengo : #entahkenapaikantunamelayangkewajahnya.)

"Sugoooi, Luka-chama is de bes! (?)" Kata si terong belanda (?) dengan nada banci yang kemudian dihadiahin geplakan ikan tuna (lagi). Kaito yang ngedengerin Gakupo cuma blu-eh? STOOOOP! Hampiiir aja jadi yaoi. Ulang lagi!

Kaito yang ngedengerin Gakupo cuma sweatdrop ngeliat Gakupo yang di kedua pipinya udah ada cap dari sang maguro-sama. Luka sekarang udah balik ke tempatnya semula, yaitu di hatinya Gakupo #digamparpaketuna. Maksudnya di kerumunan para penghuni dunia lain #digamparlagi. Maksudnya di antara teman-temannya yang warna rambutnya 'sedikit' unik. Sekarang giliran Meiko yang ngelempar.

"Gua siaaaap." Kata Meiko sempoyongan. Mukanya mulai agak merah dan jalannya rada goyah. Yang lainnya cuma sweatdrop di tempat.

"Apa Meiko-senpai gak kenapa-napa?" Tanya Len sweatdrop.

"Dalem keadaan gitu, pastinya nggak." Jawab Akaito yang tentu saja sweatdrop.

"Bisa-bisanya dia mabok pas latihan. Tapi, kita liat aja dulu." Kata Kengo sambil berusaha ngatasin sweatdrop tingkat akutnya.

"Blessing of Drunken Angel." Teriak si dewi mabok. Lemparan frisbeenya pun kayak orang mabok. Yang lainnya? Masih sweatdrop abis ngedenger nama lemparannya Meiko dan ngeliat langsung lemparannya. XD

Sesudah lemparan itu, Meiko pun pingsan di tempat. Kengo manggil ambulans biar dateng. Sementara itu Shiroumi siap ngelempar frisbeenya.

"Shiro no Kairin Maru!" Segera setelah frisbeenya lepas landas (?), paus orca putih menyembul dari bawah tanah (?) dan melahap frisbeenya, lalu jatuh dengan tidak elitnya di tanah dan menyebabkan gempa bumi berkekuatan 6,66 SR (Len : "Tuh kaan, 666 lagi..." -_-). Yang lainnya cuma bisa jawdrop ngeliat paus orca yang entah bagaimana bisa dateng dari bawah tanah.

"Jiah, gimana caranya coba?" Tanya Miku jawdrop sambil masuk ke arena sumo (?).

"Super Negi Super Strike!" Saat frisbeenya Miku dilepasin, sepasang misil negi (?) mencuat keluar dari samping frisbeenya (Xongek : "Lu kata pesawat tempur?" *sweatdrop*). Misil itu lalu lepas landas dan mengarah ke…

"Eh, apaan tuh?" Tanya Kaito yang posisinya ada mojok sendiri.

BLAAR! CTAAAR! MEOW (?)!

Kaito pun jadi korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan pesawat Negi Airlines GT (?) di VocaDorm (?). XD

"Woy! Miku! Lu mau gua mati, hah?!" Teriak Kaito gak nyelow sama sekali. Miku cuma memeletkan lidahnya.

"Hehehe, gomen ne Kaito-senpai." Kata Miku dengan muka polos yang berhasil ngebuat Kaito blushing berat.

Okelah, kita abaikan aja dua lovey-dovey ini…

"Lightsworn Pact!" Owh, ternyata Rena udah ngelempar frisbeenya pas kita ngeliat dua lovey-dovey di atas #dihajarKaiMiku. Frisbeenya Rena berubah jadi naga yang saking silaunya semua pada gak bisa ngeliat, gak terkecuali Gumi dan Gumiya yang udah pake kacamata. Karena naganya gak keliatan sama si author, jadi kita skip aja ya… Dan karena udah ngelempar semua, jadi kita skip sampe besok ya… #dihajarwarga

SKIP TIME

VocaDemyx, RKX, 07.30 WVX.

"Hah, capek banget kemaren. Nyaris aja kita semua tuli…" Kata Dell.

"Emang lu pikir salah siapa kita jadi hampir tuli, hah?" Tanya Akagane gak nyelow.

"Temme…" Dell mulai menggeram. Keduanya mulai bertatapan. Aliran listrik di sekeliling kepala (?) mereka pun mulai terasa menyengat.

"Oh iya, denger-denger ada murid pindahan baru di sini." Kata Len ngacuhin kedua orang gaje yang kayaknya udah siap perang itu. Rin, Toma, Winona, Rei, dan Kaiko langsung nyamperin Len.

"Siapa ya?" Tanya Rei kepo.

"Kemaren sih gua nguping di ruang guru katanya anak luar negeri." Jawab Kaiko. Shiroumi, Rena, Rui, Gumi, dan Gumiya ikut nimbrung.

"Korsel?" Tanya Gumiya. Kaiko keliatan kaget.

"Lu tau dari mana?" Tanya Kaiko heran.

"Enngg, gua sih nebak aja. Kan soalnya ada guru yang pindahan dari Korsel juga kan?" Kata Gumiya yang entah bagaimana tebakannya bener.

"Oh, souka. Omong-omong, kenapa mukanya Shiroumi-kun kusut banget?" Tanya Kaiko yang sadar kalo Shiroumi lagi badmood.

"Err, mending gak usah dibahas deh." Kata Toma ngalihin pembicaraan.

GREEEK

Pintu RKX pun dibuka oleh si kuntilanak jejadian #dibuangkePluto, tapi dia gak sendiri. Seorang bocah laki-laki berambut dirty-blonde dengan kemeja hitam dan rompi kotak-kotak. Rambutnya entah kenapa seperti punya nekomimi.

"Minna! Hari ini kita kedatanga murid baru!" Kata IA sambil nyisihin tempat di tengah buat si anak baru itu. Si anak baru itupun menulis dua buah huruf 'hanggeul' (Kengo : "Bener gak tulisannya?") di papan tulis. Miku yang ngerasa asing sama huruf yang ditulis anak itupun langsung ngangkat tangannya.

"IA-sensei. Itu tulisannya apa?" Tanya Miku. IA nggak ngejawab, justru si anak baru tersebut cuma ketawa kecil.

"Aah, gomen. Hajimemashite, boku wa SeeWoo. Yoroshiku." Kata bocah itu setelah dia nulis namanya.

"Saya asli orang Korea, tapi di-transfer ke sini karena kakak perempuan saya yang juga ditugasin kemari." Lanjut anak itu.

'Gile, untuk orang Korea jago juga dia ngomong pake bahasa Jepang!' Batin semuanya kaget.

"Oh iya, bisa tulis namamu dengan huruf 'katakana'? Soalnya sepertinya mereka nggak ngerti arti tulisannya." Kata IA nyuruh SeeWoo supaya ngeganti tulisannya dengan huruf 'katakana'.

"Wak, gomen. Kebiasaan sih, kalo nulis pake 'hanggeul' terus." Katanya sambil ngapus tulisannya yang tadi dan diganti dengan huruf 'katakana'.

'Gimana sih, ngomong pake bahasa Jepangnya lancar, giliran nulis pake 'hanggeul''. Batin seluruh RKX (gak terkecuali IA) sweatdrop.

"SeeWoo-san sekarang adalah bagian dari kelas kita. Mohon bantuannya ya, minna!" Kata IA sambil nyemangatin yang lain.

"HAAAA'I!" Koor seluruh kelas.

T-B-C~

Preview Special Chapter 1 :

Kejadian setelah latihan di kamar cowok...

"Gambar-gambar lu masih disimpen?"

"BaKaito!"

"Eeet ya, udah napa."

Kengo : "Yahoo! Akhirnya chapter sepuluh selesai. Oke, saya umumin dulu ya. Kalian liat kan previewnya? Setiap sepuluh chapter nanti ada Special Chapter yang nanti ngisahin sedikit scene yang nggak kesorot di chap-chap sebelumnya yang lumayan berharga untuk dilewatin gitu aja. Yosh! Akhir kata..."

Mind to Review?

* : Atelier Iris 3. Di game itu ada chara namanya 'Nell Ellis', yang kalo dieja pake bahasa Jepang jadi 'Neru Erisu'. Jadi, karena namanya sama… Ya gitu deh… :P