Defects Love Chapter 2

Aku tau kau lelah hidup bersamaku

Aku tak pernah sekalipun benar di matamu

Tapi aku mencintaimu..

Biarkanlah aku disni

Hingga aku tak sanggup lagi

Dan pergi dari hidupmu..

Maafkan Keegoisanku

Author : Kimkha~

Genre : Hurt/comfort, Romance, little bit angst.

Length : Chapter.

Rate : T

Warning : BoysXboys, YAOI!, M-preg.

NO Siders!

NO Bash!

Kalau kalian ga suka ini, kalian tinggal keluar dari sini !

Enjoy read it~

BAEKHYUN POV

Ini sungguh sulit untuk aku percaya, dia ternyata masih hidup,suamiku masih hidup ?Selama ini dia tidak menginggal melainkan tengah berada di Virginia bersama Yoochun Hyung? Tapi kenapa Yoochun Hyung tidak mengatakan apa-apa ketika aku menelefonya dan mengabarkan bahwa Chanyeol telah meninggal, dia malah mencaci makiku. Tapi mungkin itu menjadi alasan mengapa yoochun tidak datang ke korea saat mengetahui bahwa adik satu-satunya meninggal. Aku benar-benar bahagia mengetahui kenyataan bahwa Chanyeol masih hidup bahkan kebahagiaanku bertambah saat aku tahu bahwa kini dia telah mampu berjalan ,ini sungguh sulit untuk aku percaya. Tapi kebahagianku seketika sirna saat mengetahui tujuannya datang menemuiku,mengapa kedatangannya saat ini malah membuatku semakin terluka?. Dia datang kesini hanya untuk mengurus perceraian yang dulu sempat aku ajukan padanya , dia bahkan datang bersama seorang wanita yang harus aku akui sangat cantik yang dikenalkannya padaku sebagai calon istrinya. Hidupku hancur saat ini, Aku sudah tak memiliki harapan lagi untuk memperbaiki semuanya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Chanyeol jangan menyiksaku seperti ini, aku mohon !

Aku dan Chanyeol tengah berada di dalam kamarku atau mungkin ini masih menjadi kamar kami, aku yang meminta Chanyeol untuk tidur dikamar ini. Tidak ada yang salah dengan semua ini, karena bagaimanapun Chanyeol masih berstatus sebagai suamiku. Lagi pula tidak ada kamar lain di rumah ini yang bisa dipakai, sedangkan gadis itu aku biarkan dia tidur dengan anakku.

" Aku akan berada di korea selama seminggu dan setelah itu aku akan kembali ke Virginia, maaf bila kedatanganku dan Yejin menganggumu" Chanyeol mulai membuka suaranya setelah sekian lama kami berdiam diri. "Ah.. Baiklah, itu tidak masalah untukku. Apa kita akan benar-benar bercerai? kau datang kesini untuk mengurus surat perceraian itu ?"aku bertanya pada suamiku atau bisa kukatakan calon mantan suamiku yang tengah terduduk diatas tempat tidur. aku tidak ingin bercerai denganmu Yeollie. " Bukankah itu yang kau mau selama ini ? setelah kita bercerai kau bisa menikah dengan Pria bernama Kris itu, dan juga Aku bisa menikah dengan Yejin, dia gadis yang sangat baik karenanyalah aku kini mampu berjalan kembali. Maafkan aku bila dulu aku begitu egois karena tidak ingin melepasmu. Sesuai dengan isi suratku saat itu. Aku akan kembali setelah menemukan jawaban atas semua permasalahan kita. Maka dari itu kini aku akan membiarkanmu berbahagia dengan Pria itu". Apa yang baru saja Chanyeol katakan benar-benar menohok hatiku. Dia ternyata berfikir aku masih bersama Kris, dan apa yang Chanyeol katakana tadi? Gadis itu yang membuatnya mampu kembali berjalan? Gadis itu yang menemani Chanyeol ketika dia sedang berusaha dan berjuang untuk sembuh?. Bukankah itu berarti aku istri yang tidak berguna? Aku memang tidak pernah berguna, Mungkin aku memang bukan istri yang baik untuknya. Aku tak ingin mengatakan apapun lagi hatiku sudah cukup terluka mengetahui semua ini. Biarlah dia berfikir demikian aku tak sanggup untuk berkata hal yang lain. Lagi pula sejak awal ini memang salahku,aku akan menebusnya dengan membiarkan dia bersama dengan seseorang yang lebih baik dariku, sepertinya gadis itu gadis yang baik untuk Chanyeol. " Ahh.. Terimakasih Chanyeol, Aku sangat berterimakasih padamu. Kau benar sekali" aku menjawab dengan memaksakan senyumku, sungguh aku tak ingin mengatakan apapun lagi tentang masalah ini. Biarkanlah seperti ini. Aku pasrah,aku rela mendapatkan balasan atas semua ini.

"Baekhyunah~ apa kau mendekorasi rumah ini, semuanya Nampak berbeda, rumah ini nampak lebih kecil?" Chanyeol bertanya padaku, dia bahkan tidak memanggilku dengan sebutan Baekkie lagi, dia benar-benar ingin bercerai denganku. "Tidak, aku tidak mendekorasi rumah ini, Mungkin lebih tepatnya aku membangun kembali rumah ini. Terjadi kebakaran dan saat itu mungkin di hari yang sama saat kau pergi ke Virginia, rumah ini hancur tak berbentuk maka dari itu aku berfikir bahwa kau telah meninggal karena saat itu dirumah ini terdapat mayat laki-laki yang entah siapa dan aku fikir itu adalah kau" aku menjawab. Aku melihat raut wajah Chanyeol yang nampak tidak terkejut dengan apa yang aku ucapkan. "Berarti kau tidak membaca isi suratku? Dan bagaimana bisa kau berfikir itu adalah aku? Apakah kau menemukan sebuah kursi roda disana? Saat itu aku masih seorang pria cacat yang duduk di kursi roda. Dan sebagaimana hancurnya kedaan rumah ini saat itu. Aku pikir kau masih bisa mengenali bagaimana bentuk kursi roda". Perkataan Chanyeol membuatku berfikir betapa bodohnya aku. Tapi bagaimana bisa aku memikirkan itu bila pikiran dan perasaanku saat itu sangat kacau mengetahui bahwa suamiku meninggal. Ku lihat Chanyeol berbaring di tempat tidur dan mulai memejamkan matanya. Mungkin setelah ini aku tidak dapat melihat wajahnya yang damai dan tampan ketika tetidur. Aku tak memiliki kekuatan untuk mengatakan bahwa aku masih mencintaimu yeollie. "Maafkan aku yang bodoh ini yeollie"

AUTHOR POV

"Umma.. Lihatlah, Yejin ajhuma memberikan Hannie jam tangan yang bagus sekali " Luhan mendatangi Baekhyun yang terlihat sedang sibuk di dapur. "Mana coba umma lihat ? wah bagus sekali. Kau sudah mengatakan terimakasih pada Yejin Ajhuma ?" .Gadis itu sepertinya sangat baik dan juga luhan Nampak sangat menyukainya seperti itulah kata-kata yang terlintas dalam pikiran Baekhyun. " Ne.. Hannie sudah mengatakan terimakasih kok umma" lalu luhan berlari karena mendengar suara Kyungsoo dari luar rumah yang mengajaknya untuk pergi bermain.

" Baekhyun-ssi apa ada yang bisa aku bantu?" Suara seorang gadis membuat aktifitas Baekhyun yang tengah memotong sayuran terhenti. " Tidak.. Tidak usah kau tamu disini kau tidak perlu membantu apa-apa. Beristirahatlah kembali aku akan memanggilmu bila waktu makan telah tiba" Baekhyun menjawab walau terkesan canggung. "ah.. baiklah kalau begitu aku akan kembali ke kamar saja. Lagi pula nanti sore Chanyeol Oppa akan mengajaku dan luhan untuk pergi berjalan-jalan" Yejin yang Nampak juga terlihat canggung ketika berbicara dengan Baekhyun langsung pergi menuju kamar luhan yang kini juga ditempatinya. Sedang baekhyun hanya mematung mendengar perkataan Yejin, mereka bertiga akan pergi tanpa dirinya? Itu Pasti akan menyenangkan bagi mereka bertiga. Mereka akan Nampak seperti keluarga bahagia. Namun itu sungguh akan sangat memilukan bagi Baekhyun. " Apa aku bukan bagian dari hidupmu lagi Yeollie?" Baekhyun bergumam lirih.

Pada malam hari

" Berkas-berkas perceraian kita sudah hampir selesai mungkin aku akan kembali ke Virginia lebih awal." Chanyeol yang baru saja masuk tiba-tiba mengajak Baekhyun untuk berbicara. "Apa kau juga akan membawa luhan?" Baekhyun bertanya, terdapat kekhawatiran bila ia akan di pisahkan dari anak yang sangat dicintainya itu. " Bila kau mengijinkan aku ingin sekali membawa luhan, aku sudah cukup lama berpisah dengan luhan. Aku berjanji akan mengurus luhan dengan baik disana, dia juga bisa bertemu dan bermain dengan sepupunya. Jong in berkata dia sangat merindukan Luhan". "Aku tidak bisa Chanyeol, aku tidak ingin berpisah dengan anakku. Aku tidak ingin sendirian disini, kenapa kau setega ini Chanyeol?" Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dan langsung berdiri membalikan badan dan wajahnya kearah Chanyeol, terlihat jelas mata baekhyun yang Nampak berkaca-kaca. "Kau, tidak akan sendirian Baekhyun. Kau akan menikah dengan Kris, kalian pasti akan memiliki anak. Sedangkan aku? Aku mungkin tidak akan memiliki anak lagi bila nanti aku dan Yejin menikah. Karena Yejin memiliki kelainan pada rahimnya, dia tidak bisa hamil dan melahirkan seperti dirimu walaupun pada dasarnya dia adalah yeoja". Perkataan Chanyeol memuat Baekhyun terkejut. "Tapi… aku…aku tidak mau… bagaimana bisa kau memisahkan ibu dan anaknya Chanyeol ?" Baekhyun berkata dengan wajah Nampak memelas dan menyiratkan luka. Dia benar-benar tidak ingin berpisah dengan anaknya. Begitupun luhan dia pasti tidak akan tahan berpisah lama-lama dari ibunya. "Aku mohon Baekhyun kau masih bisa memiliki anak lagi dengan Kris, Aku mohon, aku berjanji akan membesarkan luhan dengan baik, kau akan tetap menjadi ibu bagi luhan". " Itu tidak mungkin Chanyeol, Hiks.. Tidak mungkin.. aku tidak ingin sendirian hiks" Baekhyun Nampak tak dapat lagi membendung air matanya dia terus menangis sedangkan Chanyeol hanya mampu melihat Baekhyun dengan tatapan Iba. "Baiklah.. bila.. kau memang ingin membawa luhan pergi, tapi ijinkan aku meminta satu hal padamu" Baekhyun kembali membuka suara setelah ia mampu untuk mengendalikan emosinya. Chanyeol hanya diam menunggu apa yang akan baekhyun inginkan darinya. "Disaat-saat terakhir status hubungan kita sebagai suami istri ini, maukah kau menyentuhku? Untuk yang terakhir kalinya" Chanyeol membelalakan matanya saat mendengar ucapan baekhyun. " Kau bicara apa Baekhyun ? Itu tidak mungkin, Maaf tapi aku tidak bisa melakukannya". " Kenapa tidak bisa? Tidak ada yang salah disni. Kita masih suami istri jadi ini tidak dapat dikatakan sebagai sebuah pengkhianatan, aku mohon.. maka setelah itu kau boleh pergi dengan membawa luhan, Aku akan mengijinkannya Hiks... Jangan biarkan aku sendirian Chanyeol. Aku mohon hiks..." Baekhyun kembali menangis. Chanyeol benar-benar tak tega melihat namja yang sebenarnya masih dicintainya itu menangis pilu. Chanyeol menghampiri Baekhyun dan mendekapnya sayang. "Baiklah bila itu yang kau inginkan. Tapi jangan pernah kau menyesalinya" Ucap Chanyeol, "Tidak.. aku tidak akan pernah menyesalinya, aku bahkan akan berterimasih padamu" Baekhyun menengadahkan kepalanya, melihat Chanyeol yang kini masih berstatus suaminya namun tidak lama lagi ia akan menjadi Mantan suaminya. " Baiklah ayo kita mulai " Ucap Baekhyun mantap.

..SKIP…

CHANYEOL POV

Aku dan Baekhyun kini telah resmi bercerai, Saat ini kami tengah berada di bandara untuk kembali lagi ke Virginia. Baekhyun tidak ikut mengantar kami ke bandara , aku tahu dia merasa sangat berat untuk melepas putra kesayangannya. Maafkan aku Baekhyun, aku yakin kau masih bisa memiliki keluarga bahagia bersama pria yang kau cintai itu.

" Hiks.. umma.. Hannie mau sama umma Hiks" Aku mendengar suara anakku menangis. Ini Pasti akan sangat berat bagi luhan yang harus terpisah jauh dari ibu yang melahirkannya. Maafkan Appa Baby. " Baby.. Kau jangan menangis, memangnya kau tidak mau ikut bersama appa bertemu dengan Samchon mu? Disana kau juga akan bertemu Jong in Hyung dia bilang dia sangat Rindu padamu dan ingin bermain denganmu Baby" aku menggendong luhan, sudah sekian lama sejak aku lumpuh aku tidak pernah lagi menggedong anak ini. " Hiks… tapi kenapa Umma tidak ikut appa ?" aku membelai rambutnya dan mengusat air mata baby ku yang cantik ini. " Umma akan menyusul nanti. Kau jangan menangis.. ok ? Baby appa nanti tidak Cantik lagi". " Hannie tidak cantik apa hiks.. tapi tampan.. hiks..". " Haha.. ah ia appa lupa, Baby appa yang tampan sudah jangan menangis lagi. setibanya di rumah samchon appa akan membelikan Es krim yang sangat banyak untuk Baby. Jangan menangis lagi ne ?" Luhan menghentikan tangisnya dan turun dari pangkuanku. Aku melihat luhan menganggukan kepalanya. Anak kecil memang mudah untuk di bujuk dan di kelabui. Tapi mungkin nanti setelah dia dewasa dia akan mulai mengerti apa yang terjadi pada Umma dan Appanya. Karena luhan tidak akan selamanya menjadi anak kecil.

" Chanyeol oppa, Luhannie.. ayo kita berangkat" Yejin yang sedari tadi hanya memperhatikan kami mulai angkat bicara. " Ne ayo.. kita berangkat".

Sampai Jumpa Baekhyun. Bila suatu saat nanti kita bertemu lagi aku harap kita telah menemukan kebahagiaan kita masing-masing. Aku mencintaimu!

AUTHOR POV

4 Tahun Kemudian

"Zello.. berhenti jangan berlari-lari kau membuat kepala umma pusing". "Silleo, Ello tidak mau mandi". " Ya. Berhenti sayang ayo cepat mandi, jangan buat umma marah ok?" terdengar sebuah keributan kecil antara ibu dan anak. " Umma.. silleo.. silleo.. nda mau" zello mencoba kembali kabur dari ibunya yang kini terlihat seperti ingin memakannya. " Ayo cepat mandi kalau baby tidak mandi nanti Kyungsoo Hyung tidak mau menjagamu dan bermain denganmu baby, umma harus bekerja nanti umma terlambat". Baekhyun langsung menggendong anaknya itu dan membawanya ke kamar mandi.

" Yixing-ah Mianhae, aku titip Zello lagi padamu. Maaf bila aku selalu saja merepotkanmu. Zello pasti membuatmu pusing Anak itu memang rewel dan sulit diatur". Baekhyun yang kini tengah berada di depan rumah tetangganya untuk menitipkan anaknya saat ia tengah bekerja. "Tentu saja tidak apa-apa Baekhyunnie. Aku malah senang bila kau menitipkan Zello pada kami. Kyungsoo sangat ingin memiliki adik tapi karena Joomyun hyung sangat sibuk. Maka kita belum sempat membuat program untuk memiliki adik untuk Kyungsoo". Ujar Yixing. " Ahh.. terimakasih Yixing-ah, Kau memang tetangga yang sangat baik, mungkin nanti aku akan memakai jasa baby sitter, lagi pula cicilan ke bank sudah lunas, jadi aku tidak perlu menyisihkan uang lagi". "Tidak perlu Baekhyunnie, aku sangat senang melakukannya lebih baik kau tabung uangnya untuk biaya pendidikan Zello di masa depan. Zello anak yang lucu dan aktif aku sama sekali tidak .. iya Kalau aku lihat-lihat sekarang Zello semakin terlihat seperti appanya" Ucap yixing. Sadar melihat perubahan raut wajah Baekhyun, Yixing segera berkata. " Maafkan aku Baekhyun aku tidak bermaksud mengungkit-ungkit masalah itu"Ucap Yixing menyesal. " ahh… Tidak apa-apa, Itu memang benar dia sangat mirip dengan appanya. Luhan begitu mirip denganku dan Zello terlihat begitu mirip denganya. Lihatlah tinggi badannya, diumurnya yang baru 3 tahun dia sudah setinggi itu haha. Mungkin jika sudah besar dia akan melebihi tinggi appanya sendiri" Baekhyun mencoba mencairkan suasana ketika menyadari wajah menyesal yang ditunjukan oleh tentangga sekaligus temannya itu. " Tidakkah kau akan mengatakannya? Selama ini bahkan dia tidak mengetahui Keberadaan Zello. Bukankah kalian masih berkomunikasi untuk membahas perkembangan luhan?" Yixing bertanya pada Baekhyun tentang alasan mengapa Baekhyun masih belum memberi tahu Chanyeol tentang keberadaan Zello. " itu…. sangat jarang sekali. Kami mungkin berkomunikasi haya 6 bulan sekali atau mungkin lebih, itu pun hanya sebentar dan yang kami bahas hanyalah tentang luhan. Aku tidak mengungkit masalahnya ataupun masalahku. Mungkin sekarang dia telah menikah dengan Yejin, dan berbahagia dengan keluarganya. Maka dari itu aku tidak mau merusaknya. Biarlah Zello bersamaku dan dia bersama keluarganya" Baekhyun berkata dengan suara yang begitu lirih, mungkin dia sangat merindukan kakak kandung dari Zello tersebut. "Bagaimana kalau mereka tidak jadi menikah ? seharusnya kau menanyakannya Baekhyun !" Ujar Yixing yang tak tahan melihat keadaan temannya ini. " Walau Yejin dan Chanyeol tidak jadi menikah bukan berarti dia akan kembali padaku. Tapi kurasa sepertinya sekarang mereka telah menikah dan hidup berbahagia". " Baekhyunie~". "Ah.. sudah jam berapa ini ? aku pasti terlambat. Aku harus segera pergi Yixing-ah. Aku pergi.. Annyeong" Baekhyun segera berlari dan menaiki motor matiknya untuk pergi ke kantor. Sedangkan Yixing hanya menatap prihatin Baekhyun.

Di Virginia

"Appa jangan tinggalkan Hannie !" Luhan berteriak sambil menuruni tangga dengan terburu-buru. "Ya, Luhan cepatlah aku sudah hampir terlambat. Lebih baik kau ku tinggalkan saja" Jong in bersuara karena bosan menunggu luhan yang bersiap-siap kesekolah. Bangun kesiangan luhan masih menjadi kebiasaan sejak dulu dan sampai kini masih ia pertahankan kebiasaan tersebut. " Bukankah Hyung juga hanya bangun 3 menit lebih awal dariku ? Tidak usah protes begitu hyung. Ayo appa kita berangkat" Luhan menyuruh ayahnya untuk menjalankan mobil yang akan mengantarkanya ke sekolah. "Sudah.. kalian jangan mulai bertengkar lagi, ini masih pagi" Chanyeol berkata sambil menjalankan mobilnya berangkat menuju sekolah Luhan lalu mengantar Jong in ke SMAbarunya.

"Appa, kemarin aku bertemu dengan Yejin Ajhuma. Dia menyuruh appa untuk mampir ke rumahnya. Katanya appa sekarang jadi jarang berkunjung ke rumahnya" Luhan mengajak appanya berbicara selama berada dalam perjalanan menuju sekolahnya. " Beritahu padanya, maaf untuk saat ini appa tidak dapat berkunjung kesana karena appa masih memiliki banyak pekerjaan. Mungkin bila Proyek appa sudah selesai appa akan meluangkan waktu untuk bertemu Yejin Ajhuma ,Moonkyu Ajhusi dan juga namjachinggu mu itu.. siapa namanya ? Ohhh…Sehun, ia kan?". "Ya.. Appa anak mommy seperti itu mana bisa menjadi namjachinggu ku? ishh..". " Hahahaha.." Terdengar tawa menggelegar dari Chanyeol dan juga Jong in yang sedari tadi hanya mendengarkan pembicaraan antara ayah dan anak itu.

FLASHBACK….…..

"Yejin-ah aku tau masih mencintainya. Bila kau mau kita masih bisa membatalkan pernikahan ini. Itu tidak masalah untukku." Chanyeol berkata pada yejin saat mereka tengah menikmati makan malam di sebuah restoran untuk membahas masalah pernikahan mereka. " Tidak oppa aku tidak akan membatalkan pernikahan ini. Dia hanya masa lalu ku. Kau tidak usah membahas tentang Moonkyu lagi. Lebih baik kita membahas tema apa yang akan kita pakai dalam resepsi pernikahan kita nanti" Yejin berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan mereka. "Ayolah yejin jangan mengelak, ini sangat penting, semua ini menyangkut masa depan kita. Apa masalahnya terdapat pada anak Moonkyu ? Karena dia anak dari wanita yang telah merebut Moonkyu darimu?". Chanyeol mencoba meminta penjelasan dari yejin bagaimana kelanjutan rencana pernikahan mereka. Chanyeol merasa Yejin terlihat ragu akan pernikahan ini dan keraguan itu pun turut dirasakan chanyeol. Ini tidak akan baik bila diteruskan. "Sehun ? Tidak, aku tidak membecinya sama sekali hanya saja bila aku melihat anak itu, hatiku terasa sangat sakit. Walaupun kini wanita itu telah tiada namun aku masih dapat melihat wajah wanita itu pada diri Sehun. Aku tidak bisa." Yejin menunduk dan menghela nafas. "Disini siapa yang sebenarnya merasakan akan keraguan akan pernikahan kita?" Yejin bertanya pada Chanyeol. " Kita berdua,….. Kita berdua sama-sama ragu untuk melanjutkan pernikahan ini. Dan bila kita memaksakan untuk melanjutkannya itu semua akan menjadi sebuah kesalahan besar Yejin-ah" Chanyeol menatap lurus Yejin. " Apa karena Baekhyun? Oppa masih sangat mencintainya kan ? Bila oppa ingin kita membatalkan pernikahan ini tidak masalah untukku. Tapi jangan menyuruhku untuk kembali pada moonkyu. Aku tidak akan pernah melakukannya". " Memang sebaiknya kita membatalkannya sebelum semua persiapan pernikahan kita selesai, kau harus memikirkannya lagi Yejin-ah, Aku tahu Moonkyu benar-benar serius padamu, aku menangani Proyek yang sama dengannya saat ini. Aku cukup mengenalnya dia adalah Pria yang sangat baik. Mungkin dulu adalah kesalahannya karena telah mengkhianatimu. Namun itu semua kini telah menjadi sebuah pembelajaran baginya. Berilah ia kesempatan untuk memperbaiki semuanya". Ucap Chanyeol mencoba memberi nasihat pada Yejin, gadis yang ia sayangi namun dalam konotasi yang berbeda. " Aku tidak tahu, aku harus menimang-nimang ulang. Aku tidak ingin lagi tersakiti" Yejin berkata sambil berusaha menjernihkan hati dan fikirannya. Chanyeol merasa lega karena rencana pernikahnya dengan Yejin dibatalkan. Chanyeol merasa ragu dan seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya bila ia harus melanjutkan pernikahannya dengan yejin. Mungkin karena ia masih mencintai Baekhyun. Ia tahu keputusannya ini akan membuat dua orang yang sangat mengharapkan terjadinya pernikahan ini kecewa, Chanyeol berfikir ia pasti akan membuat Yoochun hyung dan Junsu Hyung Kecewa. Karena selama ini merekalah yang begitu semangat bila telah menyangkut masalah pernikahannya dan Yejin. Tapi ini semua memang yang terbaik, Ini lah yang memang seharusnya terjadi.

FLASHBACK END…

"Hyung aku mendapat sebuah proyek baru untuk pembangunan Komplek Apartement di kota Seoul, Mungkin aku akan berada cukup lama karena ini adalah Proyek yang besar". Chayeol berkata Yoochun yang tengah duduk di teras atas rumahnya. "Benarkah? bukankah itu bagus? Lalu apa yang kau pikirkan?" Ujar Yoochun menanggapi. " Aku akan mengajak luhan kesana, Karena aku membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan Proyek ini. Aku akan menyekolahkannya disana mungkin selama dua tahun." Chanyeol mulai menyampaikan tujuannya. "Begitukah? Itu semua terserah padamu. Aku tidak akan melarang apapun yang menjadi keputusanmu. Luhan anakmu kau pasti tau apa yang terbaik untuknya. Dan ketika di Seoul apakah kau akan mengunjungi Baekhyun ?". Ucap Yoochun Bertanya. " Mungkin saja, karena bagimanapun Luhan pasti sangat merindukan ibunya. Dan Baekhyun berhak untuk menemui anaknya walaupun kami kini telah bercerai"Chanyeol menghela nafas. " Hahhh.. Mungkin sekarang dia telah mendapatakan apa yang dia inginkan. Dia pasti sudah berbahagia sekarang" Ucapnya menambahkan. " Lalu kapan kau akan berangkat?" Yoochun bertanya. " Mungkin Bulan depan Hyung, aku akan mengatakannya pada Luhan. Dia pasti akan senang bisa bertemu dengan ibunya." Chanyeol tersenyum membayangkan wajah luhan yang Nampak bahagia bila ia tahu mereka akan ke Seoul dan memungkinannya bertemu dengan sang umma yang sangat dirindukannya.

Satu Bulan kemudian

" AAAA.. aku senang sekali, appa sebelum ke apartement ayo kita temui umma, Hannie sangat merindukan Umma" Luhan menarik-narik pakaian Chanyeol saat mereka tengah memasukan Koper dan barang bawaan mereka yang lainnya ke dalam bagasi mobil jemputan mereka. "Besok Saja Luhan Chagi, Appa lelah" Ucap Chanyeol menolak. " Apppaa… Jebal Hannie rindu umma hanya sebentar saja Appa, Hannie mohon" . Chanyeol yang tak tega melihat wajah memelas luhan yang tampak seperti ummanya itu menjawab " Baiklah, tapi kau janji hanya sebentar ? Kau bisa menemuinya lagi bila kau masih merindukan ummamu Baby, lagi pula kita akan lama tinggal disini". "Yeee.. Asiikk" Luhan berjingkrak-jingkrak masuk kedalam mobil sedangkan Chanyeol hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihan tingkah laku luhan.

CHANYEOL POV

Kini aku tengah berada di depan rumah yang Baekhyun tempati. Sebenarnya aku ragu apakah dia masih tinggal disini atau mungkin dia sudah pindah ke tempat tinggal Kris yang pasti Jauh lebih besar dari rumah ini. Aku melihat seorang anak kecil yang tengah berlari-lari dihalaman rumah Baekhyun. Bila aku melihat dari Tinggi badannya mungkin anak itu berumur 5 atau 6 Tahun, tapi dari cara dia berlari dan berjalan sepertinya dia berumur lebih muda dari perkiraanku. Aku menghampiri anak itu dengan luhan dibelakangku. "Annyeong adik kecil apa yang kau lakukan disini?" Aku bertanya pada anak kecil yang lucu ini. "Ajuchi ? Ciapa?" Tanya anak kecil itu. "Ajushi kesini mau bertamu ke rumah ini, apakah ini rumahmu ?" Tanyaku lagi pada anak itu aku berjongkok dan memandangi wajahnya. "Belmatu itu apa?". "Bukan Bermatu tapi bertamu anak manis" Aku mengacak-acak rambutnya. "ZELLO.. CEPAT MASUK, MAKAN DULU" terdengar sebuah teriakan dari dalam rumah. Aku sangat hafal dengan suara ini. Ini suara mantan istriku, siapa anak ini ? apa hubungannya dengan Baekhyun ?." NE UMMA.." anak kecil itu berteriak lalu berlari ke dalam rumahnya meninggalkan aku dan juga luhan. Apa yang baru saja di katakan anak itu ? anak itu memanggil Baekhyun Umma ?. Jadi dia benar-benar telah menikah dengan Kris bahkan kini memiliki seorang anak, Pantas saja anak itu sangat tinggi. Kau sungguh Bodoh Chanyeol

TBC

Huh… akhirnya chapter 2 selesai juga… author sebenernya males buat lanjutin ini ff, jadi maaf kalo ff ini mengecewakan…

Oh iya, kalo mau dilanjut ke chapter 3, comentnya yang banyak yaa :D biar authornya tambah semangat buat lanjutin, dan insya allah itu bakal jadi chapter terakhir..

Oke, segitu aja dari author Kimkha~

Bye ~

JANGAN LUPA COMENT + LIKE !