Defects Love Chapter 3

Aku tau kau lelah hidup bersamaku

Aku tak pernah sekalipun benar di matamu

Tapi aku mencintaimu..

Biarkanlah aku disni

Hingga aku tak sanggup lagi

Dan pergi dari hidupmu..

Maafkan Keegoisanku

Author : Kimkha~

Genre : Hurt/comfort, Romance, little bit angst.

Length : Chapter.

Rate : T

Warning : BoysXboys, YAOI!, M-preg.

NO Siders!

NO Bash!

Kalau kalian ga suka ini, kalian tinggal keluar dari sini !

Enjoy read it~

BAEKHYUN POV

"Bagaimana Kabarmu?"Kini aku bisa mendengar kembali suara yang sangat aku rindukan. Aku merasa bahagia bisa mendengar suaranya lagi.

"A..Aku baik…Yeolli" Aku menjawab sedikit tergagap.

"Ahhh.. Syukurlah kalau begitu, Aku akan mengurus sebuah proyek disini jadi mungkin aku akan menetap cukup lama, dan luhan memaksaku untuk langsung datang kesini untuk menemuimu" Ucap Chanyeol padaku.

Tuhan apa yang kau rencanakan sekarang? Apa aku harus memberi tahu tentang keberadaan Zelo sekarang ?. Tapi kenapa Chanyeol tidak membawa serta Yejin kemari?

"Benarkah ? Itu bagus sekali"

"Iya" Singkat Chanyeol. Kami dalam keadaan yang sangat-sangat canggung. Kualihkan pandanganku kepada kedua anakku. Mereka berdua tertidur di sofa setelah makan dibarengi dengan menonton acara kartun anak-anak kesukaan Zelo. Luhan telah tumbuh besar sekarang, aku benar-benar merindukannya. Rusa kecilku yang cantik.

" Baekhyun" setelah puas memperhatikan anak-anakku. Aku mengalihkan perhatianku kembali pada Chanyeol, Ayah dari anak-anakku.

"Hhhmmpp" Aku hanya menggumam.

"Dia anakmu ? Siapa namanya?" Chanyeol bertanya tentang zelo, tuhan apa yang harus aku lakukan ? apa aku harus member tahu semuanya serkarang ?

"Iya, dia anakku. Sekarang dia berusia 3 Tahun, Namanya Junhong hanya saja aku selalu memanggilnya Zelo. Itu terdengar lebih lucu" aku kembali melihat zelo yang sedang tertidur pulas bersama sang kakak seraya tersenyum.

"3 Tahun ? dia sangat tinggi untuk ukuran anak berusia 3 Tahun" Ucap Chanyeol.

"Dia tinggi karena dia sangat mewarisi gen ayahnya".Ucapku tenang, Mungkin aku memang harus mengatakannya.

"Iya, kau benar. Dia sangat terlihat seperti Kris, Tinggi, Putih dan Tampan" Aku menatap chanyeol tajam, apa dia bilang ? Kris ? . dia masih saja menyangka aku masih bersama dengan Kris. Chanyeol asal kau tau, Kris kini telah hidup bahagia bersama istri dan juga anaknya. Aku benar-benar kecewa padamu Chanyeol. Sebegitu besarnyakah kesalahanku di masa lalu ?

BAEKHYUN POV END

CHANYEOL POV

Aku melihat raut wajah kesedihan ketika aku mulai membicarakan Kris, pria yang baekhyun cintai. Apa ada yang salah dengan perkataanku ? atau Baekhyun tengah memiliki masalah dengan Kris ?. Ku pandangi sekeliling rumah ini. Tak kutemukan sesuatu yang berhubungan dengan Kris, mungkin semacam foto pernikahan mereka berdua. Mungkin benar mereka sedang bermasalah.

" Baek.. Maaf, sepertinya aku salah berbicara. Aku mengerti" aku berkata penuh penyesalan.

"Kau mengerti apa ?" Baekhyun bertanya padaku. Menatapku dengan pandangan penuh luka. Apa Kris menyakitinya ?. Apa dia telah menyakiti orang yang sangat aku cintai ?

"Kau mungkin tengah berada dalam masalah dengannya, maafkaan aku"

"Sudahlah berhenti membahas itu, hhahhh.. Kau, kenapa kau tidak membawa serta Yejin kemari? Dan bagaimana kabarnya ?" Ucap Baekhyun, sepertinya Kris telah membuat Baekhyun kecewa.

"A..Apa? Yejin ehh… ya dia baik-baik saja" aku bingung harus menjawab apa.

"Hhhhahhh" Kulihat Baekhyun menghela nafas.

CHANYEOL POV END

AUTHOR POV

"Umma…" Luhan yang baru saja terbangun memanggil sang umma. Baekhyun yang sedari tadi terlibat perbincangan dengan Chanyeol langsung berdiri dan menghampiri Luhan yang tengah berada di Sofa dekat TV.

"Anak umma yang cantik ada apa ?" Baekyun mengelus rambut Luhan sayang.

"Umma, Hannie ingin menginap disini. Hannie ingin bermain dengan Zelo." Baekhyun yang mendengar permintaan Luhan hanya tersenyum. Dia bahagia karena Luhan sepertinya sangat menyukai Zelo. Buktinya dia ingin menginap disini karena ingin tetap bersama Zelo.

"Kalau kau menginap disini siapa yang akan membantu appa membereskan barang-barang di apartement ?, kau bisa menginap kapan-kapan baby.. sebaiknya kita pulang sekarang dan besok kita mendaftar untuk sekolah barumu disini". Chanyeol datang tiba-tiba dan ikut bergabung dalam perbincangan Ibu dan anak tersebut. Luhan yang mendengar perkataan sang Appa berpikir sejenak, kemudian menganggukan kepalanya. Dia tidak ingin membiarkan Appanya membereskan Apartement sendirian, Luhan merasa kasihan pada sang appa tapi Luhan pun merasa enggan untuk berpisah dengan Zelo. Sepertinya dia sangat menyukai Zelo. Luhan mengecup Pipi Zelo dengan gemas. Baekhyun yang melihatnya begitu bahagia, berbanding dengan Chanyeol, dia melihatnya dengan tatapan tidak rela. Mungkin karena yang ada di pikirannya bahwa Zelo adalah anak Kris.

Luhan dan Chanyeol sedang bersiap-siap untuk pergi ke apartemen baru mereka, sedang Baekhyun yang membungkus lauk pauk untuk makan malam luhan nanti. "Hiks.. Hiks… Umma.." Terdengar suara tangisan Zelo yang baru saja bangun dari tidurnya. Zelo menangis karena tidak mendapati sang umma ada di dekatnya. "Luhan.. Bisa temani Zelo sebentar dan bujuk dia untuk berhenti menangis". Baekhyun sedikit berteriak dari arah dapur. Dengan segera luhan menghampiri Zelo dan mengajaknya bercanda. Chanyeol yang berdiri tidak jauh hanya melihat mereka dengan wajah yang datar. Entahlah saat pertama kali melihat Zelo Chanyeol begitu gemas dan suka tapi setelah mengetahui bahwa dia adalah anak dari orang yang paling ia benci Chanyeol berasa enggan untuk dekat dengan Zelo, walaupun Chanyeol tau bahwa Zelo tidak memiliki salah apapun.

Zelo yang sedari tadi tertawa karena gelitikan sang kakak, berdiri dan berlari menghampiri Chanyeol kemudian membentangkan kedua tangannya. " Ajuchi.. Gendong" Ucap Zelo dengan ekspresi yang sangat menggemaskan. Tapi Chanyeol hanya menatap Zelo dan tak melakukan apapaun. " Ini makanannya" Baekhyun datang dan memberikan bungkus makanannya kepada luhan. "Ahhh.. Luhan kalau begitu ayo kita pergi, Baekhyun terimakaksih" Ucap Chanyeol . "Ah… Baiklah, nah Hannie nanti jangan lupa untuk menginap disin ne?" Baekhyun mencium kening luhan.

Chanyeol berjalan menuju pintu keluar disusul dengan Luhan. Baekhyun hanya mengantar sampai depan pintu lalu kemudian masuk kembali kedalam rumah. Baekhyun melihat Zelo masih berdiri di tempat terakhir kali ia meninggalkannya. "Baby Zelo ?" Baekhyun membalikan tubuh Zelo. Baekhyun tau apa yang terjadi karena dia sempat melihatnya. "Sudah tidak apa-apa biar umma yang gendong. Sini.. Huupp" Baekhyun menggendong Zelo. Baekhyun masih melihat mata zelo yang berkaca-kaca. Dia turut merasa sedih karena anaknya mendapat penolakan dari appanya sendiri. "Bila appamu tau dia pasti akan sangat menyayangimu". Baekhyun membelai punggung Zelo. "Hiks.. Ajuchi Jaat". Baekhyun hanya terdiam, di satu sisi Baekhyun bisa memaklumi mengapa Chanyeol bersikap demikian terhadap Zelo".

TBC

Maaf ya lama banget updatenya sebenernya kim udah males lanjutin xD hehe, tapi karena kim gamau kecewain readers jadi kim lanjutin :v wew

Maaf juga kalo chapter yang ini kependekan atau ga nyambung /\

Ohiya, kalo reviewnya banyak nanti kim lanjutin^^ makasih~