Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.

Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…

Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, dan saya bingung... #plak

Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.

.

-VocaDorm-

Kengo : "Update..."

Xongek "Kenapa thor? Kok lemes banget?" :O

Kengo : "Nah, nothing. Just a little remincising for what I'm up to..."

Xongek : "Ah, souka. Ya udah deh, mending kita mulai ficnya!"

-VocaDorm-

Sebelumnya di VocaDorm...

"Youkoso, anata tachi." Sambut sang wasit yang tidak lain tidak bukan adalah Xongek!

"Masaka..." Koor semuanya.

"Sonotori, dengan kata lain, kalian seri. Jadi, saya umumkan pemenang turnamen Dodge-Frisbee I adalah... TIDAK ADA! Mwehehehehehe..." Katanya sambil ketawa gaje.

-VocaDorm-

"Sialan tuh si 'Kaiser' sarap!" Kata Len masih kesel.

"Iya nih! Perusak suasana banget! Kalo mau buat kita semua menang aja napa? Gak perlu pake acara gituan segala!" Gerutu Meiko kesel juga. Kalo kalian tanya sekarang mereka ada di mana, mereka sedang ada di lantai bawah VocaDorm (bukan Underground-nya), berkumpul sambil nge-rage gak jelas ke 'Kaiser' mereka. Sekarang bisa dibilang udah sore, jadi mereka udah ganti baju semua.

"Tapi gua masih penasaran. Kenapa kita gak ngebalikin sarung tangan ini?" Tanya Neru sambil nunjukin sarung tangan miliknya.

"Oh iya, bicara soal itu..." Yang lainnya juga mulai ngeliat sarung tangan gaje pemberian dari si 'Kaiser'.

"Ini ISG bisa dipake buat apaan lagi ya?" Tanya Rena sambil liatin sarung tangannya.

"Mungkin gak kalo ada maksud lain di balik sarung tangan ini?" Tebak Akagane.

.

.

.

"Ah, gaje nih! Udah ah! Gua ngemil dulu mending!" Kata Miku sambil ngambil negi kesayangannya dari dalem kulkas. Sedangkan yang lainnya cuma sweatdrop ngeliat tingkahnya Miku.

TOK TOK TOK

"Siapa?" Tanya Luka dari dalem pake toak kampung Konoha (?) #salahfandom.

"Ya ampun, bisa gak sih dibuka dulu pintunya baru nanya?!" Jawab yang di luar nyolot. Dengan berat hati dan perasaan yang nggak enak banget, Luka ngebuka pintunya. Terlihatlah seorang bocah laki-laki berambut hitam pendek beriris senada dengan t-shirt putih dan celana panjang berwarna krem.

"Konbawa, minna!" Sapa orang itu.

"Konbawa, BaKaiser!" Yang lainnya ngejawab sapaannya si 'Kaiser' dengan dark aura yang sangat gelap. Si 'Kaiser' cuma bisa merinding gaje ngeliat dark aura dari seluruh penghuni alam kubur #plak, maksudnya dari seluruh penghuni VocaDorm.

"O-oy, santai aja. Panggil aja Kengo. Kan gua dateng ke sini dalem konteks berkunjung." Kata si 'Kaiser' (yang sekarang diketahui bernama Kengo) panik setengah mati sambil ngiasin tangannya ke depan.

"HAAAA'I, BAKAKENGO!" Koor seluruh penghuni mulai nyiapin berbagai macam barang.

"Na-nani? Cho-chott-Uagh!"

BUAK! BUK! JDEER! KABOOOM! BZZZZT! GROOAAAAARGH! MEOW (?)! KURI! (Xongek : "Wak, ada Kuriboh nyasar..." #salahfandom)

.

.

.

May we skip this bloody scene, please? *seperti biasa, pake nada donal bebek dan muka watados. :D*

"Auch!" Kata Kengo merintih kesakitan karena dibantai abis-abisan sama seluruh warga VocaDorm.

"Lagian sih, elunya gaje amat!" Kata Rui yang udah ilang keselnya.

"Haaah, oke oke deh. Gua minta maaf soal yang tadi pagi. Tapi sayangnya keputusan udah gak bisa diganggu gug-AAAAAAAAH!"

.

.

.

Once again. May we skip this bloody scene, please?

"Ck, gua cuma mau minta maaf doang gak boleh. Ya udahlah." Kata Kengo yang babak belur sambil jalan keluar.

"Lu pada gak kasian apa?" Tanya Rena khawatir.

"Daijoubu, kita kan cuma bercanda doang. Ya 'kan, minna!" Tanya Akaito ngeyakinin semuanya.

"Err, tapi kayaknya yang tadi agak keterlaluan deh." Tanya Rin sweatdrop. (Xongek : "Tumben, bukannya lu biasanya sadis?" #dilindes)

"Ah iya, daripada ngomongin yang tadi. Mending kita ngomong yang lain, gimana?" Kata Kaiko berusaha ngalihin pembicaraan.

"Ya udahlah. Bosen gua dengerin yang lain marah-marah melulu." Jawab Toma watados.

"Ada yang punya bahan pembicaraan gak nih?" Tanya Dell.

"Gimana kalo tentang rumor di VocaDemyx?" Kata Rei ngusulin.

"Yeee, rumor yang mana dulu nih? Yang doppel-Kiyo? Kalo itu kan kita semua udah pada tau." Tanya Kaito yang otaknya udah di-upgrade jadi pentium setengah (Kaito : "Itu nggak ngaruh, thor! *bantai Kengo*)

"Bukanlah, sekarang rumor tentang hantu cewek yang keliaran di sekitar Vocademyx." Jawab Rei sambil pasang muka 'you don't say, bro?' ke Kaito.

"Oooh! Rumor yang itu ya?" Tanya Gakupo ngeyakinin. Rei cuma ngangguk.

"Eh, kalian tau gak legenda hantu di sini?" Tanya Rei sambil nanyain lima penghuni baru tersebut. Mereka cuma nggeleng pelan.

"Gakupo-senpai kalo tau ceritain aja." Usul Gumi gak sabaran.

"Jadi, dulu itu di VocaDemyx. Ada rumor kalo hantu cewek berambut cream dengan bola mata berwarna hitam dan irisnya berwarna merah darah. Dia itu ngincer orang-orang yang ada di sana pas malem-malem..." Gakupo mulai ngejelasin, dia selagi ngejelasin berusaha duduk di sebelah Luka. Katanya biar kalo dia takut meluknya meluk Gakupo #digaplokpaketuna.

"Terus?" Tanya Rui penasaran.

"...Konon katanya, VocaDemyx kekurangan guru gara-gara rumor aneh ini. Dan yang ada di VocaDemyx pas malem-malem sambil ngeringkuk di bawah meja kelasnya bakal dijadiin tumbal kepala buat hantu itu!" Gakupo mulai nakut-nakutin. Yang lainnya mulai merinding gaje.

"Hantu itu, dengan kapaknya, menggal kepala orang itu... Lalu kepalanya..." Yang lainnya mulai ketakutan.

"DIMAKAN SAMA DIA!" Teriak Gakupo untuk efek yang lebih bagus.

"KYAAAA!" Gakupo ngerasa dipeluk. Pertamanya Gakupo langsung mesem-mesem, tapi alangkah terkejutnya dia pas dia tau kalo yang meluk dirinya itu Kaito.

"Eh, lu apaan si meluk-meluk!" Kata Gakupo sambil ngegampar Kaito yang lagi asik-asiknya melukin Gakupo.

BUAK!

"Itte... Gak usah gitu juga kali..." Kata Kaito sambil ngeraba perutnya yang dijadiin sarang buat kepalan tangannya Gakupo.

"Ya elunya juga sih. Tiba-tiba meluk-meluk kayak uke kesambet. (?)" Bales Gakupo kesel.

"Woy! Bisa dilanjutin gak nih?" Teriak Meiko yang lagi mabok (Kengo : "WHAT?! Mabok?!" #ditimpukbotolsake)

"Oh, oke." Kata Gakupo dan Kaito panik.

"Ehem, yaaa... Sebetulnya sih cuma itu doang yang gua tau." Kata Gakupo sambil garuk-garuk kakinya yang lagi gatel gara-gara banyak kutu airnya #hoek. Yang lainnya masih sedikit bergidik ngeri.

"Gimana kalo malem ini kita uji nyali di sana?" Kata Len ngusulin.

"HEH! LU BARUSAN GAK DENGERIN APA?! LU MAU APA DIPENGGAL KAYAK DI SERVANT OF EVIL?!" Teriak Rin yang kaget plus bingung kenapa adek kembarnya ini keliatannya bolot banget.

"Eee, kita semua lah yang nyoba. Toh, nanti kalo beneran ada kan kita semua yang ilang ini." Kata Len watados, yang lainnya pun berunding.

.

.

.

"Nah, gimana. Mau pada ikut gak?" Tanya Len sekali lagi. Yang lainnya cuma ngangguk pelan.

"Oke! Nanti jam enam kita jalan ke VocaDemyx! Setuju?" Tanya Len semangat.

"Setujuuu..." Koor yang lain lemes.

-VocaDorm-

SKIP TIME

VocaDemyx, Main Gate, 18.30 WVX.

"Nah, sampe... Kita gimana nih ngebaginya?" Tanya Len.

"Bagi berdasarkan kelas aja." Usul Toma. Sontak yang kakak kelas langsung nimpuk dia pake cabe busuk, tuna seger, truk es krim, botol sake, dan terong busuk.

"Gila ya lu! Mendingan lu berlima ikut kita aja deh!" Kata Luka ngajakin lima bocah baru itu.

"Psst, gimana nih?" Tanya Shiroumi sambil ngajak keempat sahabatnya itu untuk berunding.

.

.

.

"Lu ikut kemana?" Tanya Len dan Luka barengan.

"Ehhh, kita ikut sama Luka-senpai aja." Jawab Rena.

"Oh, ya udah. Kalian mending ke RKX sekarang. Kita bakal jalan ke RKXI." Kata Luka sambil jalan ke arah RKXI, Len dan gerombolannya pun langsung mengarah ke RKX.

-VocaDorm-

VocaDemyx, RKX, 19.00 WVX.

"Nah, gimana nih jadinya?" Tanya Gumiya.

"Ya kita ngeringkuk di bawah meja masing-masing aja." Kata Len sambil ngeringkuk di bawah jembatan Anco-#plak, maksudnya di bawah mejanya.

.

.

.

-VocaDorm-

VocaDemyx, RKXI, 19.00 WVX

"Oke, jadi kita tinggal ngeringkuk di sini aja kan?" Tanya Meiko sambil ngeringkuk.

"Iya. Dan Gakupo, lu ngapain di belakang gua?" Tanya Luka yang nyadar kalo Gakupo tepat di belakangnya.

"Hehehe..." Dia pun beranjak ke mejanya sendiri dan ngeringkuk di bawahnya.

"Lah kita?" Tanya Winona yang gak tau mesti ngeringkuk di mana.

"Ya lu pada ngeringkuk di mana aja kek, kan masih banyak mejanya." Jawab Akaito yang udah ngeringkuk. Kaito? Dia masih ngeproses kata 'ngeringkuk' itu mesti kayak gimana #ditimpukeskrim.

-VocaDorm-

VocaDemyx, RKX, 19.30 WVX.

"Brrr, kok jadi dingin ya?" Tanya Rui.

"Mau kupelukin?" Tanya Rei.

"Diem ah, orang lagi uji nyali juga!" Kata Gumi motong acara twincest-nya ReiRui.

Ding dong munen iaradao nega watanda sumureo edo suyong absa~

"Psst, lu pada tadi denger kayak suara nyanyian gak?" Tanya Neru masih ngeringkuk.

"Eh, iya juga ya. Tapi apaan?" Tanya Rin mulai merinding gaje.

Ding dong nega duwa ata osola baasa sueja kiju raia noita~

"Anjrit, kenapa makin kenceng musiknya?" Tanya Dell makin panik.

"Iya nih..." Jawab Kaiko ketakutan.

Koko subaraoni kaekoiga~

GREEEEK!

"Ketemu kalian semua..." Kata seorang gadis yang memegang kapak itu dengan suara pelan.

"HUUUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAA!"

-VocaDorm-

Meanwhile, at RKXI...

"HUUUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAA!"

"Eh, teriakan siapa tuh?!" Tanya Akagane kaget ngedenger suara teriakan dari luar.

"Hiiiy, kok makin lama makin serem..." Kata Gakupo dengan nada banci.

"Diem lu, banci taman lawang!" Kata Luka sambil berusaha konsentrasi.

"Luka-senpai ngapain?" Tanya Winona penasaran.

"Gak tau cuma perasaan aja, tapi tadi gua denger suara nyanyian." Jawab Luka.

Toc toc bako na te wata durawa ione ora yono bashi a nuige~

"Eh, suara apaan tuh?!" Tanya Akaito kaget.

"Entar, kok kayak suara orang lagi nyanyi?" Tanya Meiko panik.

Ding dong yo miite~

"Suaranya makin kenceng!" Teriak Toma makin panik

"Haaaa, ampuni saya!" Teriak Kaito takut.

GREEEEK!

"Ketemu kalian semua..." Lagi-lagi si gadis berkapak ini muncul. Sekarang dia berada di depan pintu RKXI dan sedang berjalan perlahan menuju mereka semua.

DEG!

DEG!

DEG!

"Omae tachi naze koko ni iru no?" Tanya sebuah suara yang sedikit bariton dan sangat dikenal oleh mereka bersepuluh.

"KENGO!" Koor mereka bersepuluh.

"Chotto, dia siapa?" Tanya Kengo sambil menunjuk gadis berkapak itu.

"Heehee... Jadi kau 'Kaiser of Light' itu ya? Hmhmhm..." Gadis itu lalu menghilang begitu saja.

"Hoi, matte!" Sayang, gadis tersebut sudah hilang dari pandangan.

"Daijoubu ka?" Tanya Kengo ke sepuluh anak tersebut. Mereka semua ngangguk pelan.

"Gimana keadaan Len dan yang lain?" Tanya Gakupo dan Kaito.

"Mereka gak apa-apa, kayaknya cuma pingsang karena syok doang. Lagipula, kenapa kalian di sini?" Kata Kengo ngalihin pertanyaan.

"Sebetulnya kami di sini untuk uji nyali." Jawab Akaito jujur.

"Uji nyali?" Tanya Kengo meyakinkan. Akaito lalu ngangguk pelan.

"Haah, kalian ini... Lebih baik kalian cepat pulang, besok masih hari minggu 'kan? Lebih baik kalian beristirahat." Kata Kengo menyarankan mereka untuk cepat pulang.

"Arigatou, demo nande?" Tanya Luka kurang yakin.

"Yah, kalian berada dalam tanggungjawab ku selama kalian tinggal di VocaDorm. Lain kali jangan lakukan hal-hal aneh lagi." Katanya sambil melangkah pergi.

'Emangnya yang tadi pagi lu bilang gak aneh?!' Batin semuanya sweatdrop.

.

.

.

-VocaDorm-

Besoknya di VocaDorm...

Len bangun di sebuah kamar yang nampaknya tidak begitu asing di matanya. Ruangan berwarna sky blue.

"Sudah sadar?" Tanya Gakupo yang membawa seperangkat alat mandi.

"Koko wa?" Tanya Len lagi.

"Ini di VocaDorm. Kengo-san membopong kalian semua ke sini." Kata Gakupo ngejelasin.

"Souka." Len mulai bangkit duduk.

"Kapok ah gua uji nyali lagi." Katanya lagi. Gakupo cuma menghela nafas kecil.

"Haah, Kengo-san juga udah gak bolehin kegiatan begituan lagi." Bales Gakupo.

"Katanya Kengo-san juga lagi nyari siapa hantu ini." Kata Toma yang dateng dari balik badannya Gakupo.

"Udahlah, gak usah dibahas lagi!" Kata Len pusing.

"Oke deh. Nih, tangkep!" Kata Toma sambil ngelempar pisang dan disambut oleh Len.

"Hehehe, tengkyu!" Kata Len sambil ngupas pisangnya.

Yang lainnya pun mulai bangun. Toma, Luka, Gakupo, Rena, Shiroumi, Winona, Kaito, Meiko, Akaito, dan Akagane ngejelasin sedikit-sedikit tentang kejadian tadi malem...

"Tapi untung aja kepala kita gak kepenggal ya." Kata Gumi lega.

TOK TOK TOK

"Ha'i, tadaima!" Luka buru-buru ke bawah.

KRIEEEET

"Ah, Kengo-san. Dan siapa itu?" Tanya Luka setelah menyapa Kengo.

"Bisa tolong panggilin semuanya ke sini? Kayaknya kita nemu pelakunya." Kata Kengo sambil nyuruh Luka untuk manggil temen-temennya.

.

.

.

"Oke, perkenalin diri dulu sekarang." Kata Kengo sambil menyuruh gadis berambut cream yang dari tadi berada di belakangnya.

"Hajimemashite, watashi wa Mayu. Yoroshiku." Katanya sambil membungkuk.

"Oke, sekarang saya tanya. Kamu ngapain kemaren malem di VocaDemyx?" Tanya Kengo ke gadis yang bernama Mayu itu. Yang lainnya kaget.

"Etto, kita enaknya mulai dari mana ya..." Kata Mayu bingung.

"Hmmm, orang-orang bilang kalo aku ini punya penyakit 'kepribadian ganda'. Satunya adalah diriku yang sekarang, dan satu lagi adalah yang tadi malam. Entah kenapa sisi ini selalu bangkit pas malem dateng, lalu tubuhku seperti kehilangan kendali." .

"Hooo, kalo begitu ceritanya semuanya jadi jelas." Kata Meiko.

"Dan bagaimana dengan lagu itu?" Tanya Neru lagi.

"Kalau lagunya mungkin berasal dari sini." Katanya sambil menunjukkan aPhon berwarna putih persis seperti milik Dell.

"Souka..." Kata Rei manggut-manggut.

"Lalu bola matamu?" Tanya Gakupo lagi.

"Ara, ini?" Tanya Mayu sambil nunjukkin sepasang kontak lens dengan warna abnormal. Yang lainnya langsung jatoh ala anime.

"Gomennasai karena telah ngelakuin yang enggak-enggak!" Katanya dengan nada menyesal.

"Ya sudahlah, tidak apa-apa kok. Toh salah kami juga dateng ke sana malam-malam." Kata Len nggak enak.

"Sudahlah, Mayu-san. Kau nanti yakin ingin masuk ke VocaDemyx?" Tanya Kengo lagi. Mayu hanya menggangguk mantap.

"HEH!" Koor seluruhnya. (min Kengo & Mayu)

"Sudah sudah, ada panci bakar spesial (?) tuh!" Kata Kengo. Yang lainnya pun ngambil pancinya dan dimakan begitu aja. XD

"Mayu, kalo kamu beneran masuk ke VocaDemyx, kau harus punya nama keluarga. Nah, nama keluargamu apa?" Tanya Kengo ke Mayu.

"Aku... gak punya keluarga." Katanya pelan. Kengo cuma menghela nafas.

""Ekhem, minna. Ada yang mau usul buat nama marganya Mayu?" Tanya Kengo ke seluruh penghuni VocaDorm. Yang lainnya malah ngacangin Kengo sambil makan panci (Xongek : "Ini semua pada baka atau gimana sih?!" -_-)

"WOY! LU PADA DENGERIN GUA NAPA?!" Tanya Kengo sambil ngeluarin light aura-nya.

"Ha-ha'i!" Yang lainnya langsung diem.

"Hnnn, gimana kalo awalannya 'Ki'?" Tanya Neru.

"'Ha'?" Kata Gakupo ngelanjutin.

"Gimana kalo diakhirin dengan 'Ru'?" Tanya Gumiya.

"'Kiharu'?" Tanya Kengo gak yakin, tapi dia ngeliat matanya Mayu yang udah 'blink-blink'.

"Ya sudahlah..." Kata Kengo sambil ngehela nafas kecil.

"Mayu, besok kamu harus siap-siap kan? Gimana kalo kamu sekarang tinggal dulu di sini?" Kata Kengo menyarankan.

"Eh, hontou?!" Kata Mayu senang. Kengo cuma ngangguk.

"YATTA!" Katanya sambil lompat-lompat gaje.

T-B-C~

Preview Chapter 14 :

Kejutan!

"Watashi wa Kiharu Mayu desu, yoroshiku minna!"

"Aneue!"

"Gadis merah itu..."

Kengo : "Whew, chapter tiga belas update juga... Perasaan cepet banget ya waktu berlalu..."

Xongek : "Iya ya... Dan kenapa dengan marganya Mayu?"

Kengo : "Tapi gomen ya kalo malah melenceng ke horror sama friendship... Kalo masalah itu, hi-mi-tsu~"

Xongek : "Bilang aja thor kalo mau promosi. Biarpun begitu..."

Kengo & Xongek : "MIND TO REVIEW?"

Last Minute Notes :

Uhh, apa ya... Oh iya, gomen karena baru update hari ini. Badai besar (?) baru melanda soalnya. Jadinya gak bisa sesuai jadwal. Tapi biarin ajalah, yang penting update kan? :D