DEFECTS LOVE CHAPTER 4

Author : Kimkha~

Genre : Hurt/comfort, Romance, little bit angst.

Maincast : Chanbaek

Length : Chapter.

Rate : T

Warning : BoysXboys, YAOI!, M-preg.

NO Siders!

NO Bash!

Kalau kalian ga suka ini, kalian tinggal keluar dari sini !

Enjoy read it~

Chanyeol POV

Hari ini Luhan memintaku mengantarkannya lagi ke rumah Baekhyun mantan istriku. Ini sudah bulan ke dua sejak setibanya kami di korea. Karena kesibukanku mengurus proyek dan Luhan yang sibuk dengan sekolahnya disini ,membuat kami sangat jarang mengunjungi rumah Baekhyun mungkin hanya terhitung dua kali dan ditambah sekarang menjadi tiga kali. Disini Luhan terdaftar sebagai murid sekolah dasar di salah satu sekolah internasional. Aku mendaftarkannya kesana agar luhan bisa menyesuaikan kurikulum yang ia pelajari di sekolah lamanya dengan sekolahnya disini.

Sekarang aku dan luhan tengah berada di depan pintu rumah Baekhyun. Aku mencoba menekan bel dan menunggu respon dari pemilik rumah ini. Sampai terdengar pintu rumah ini terbuka.

"Eoh.. Chanyeol ? Kau datang." Baekhyun sepertinya terkejut melihatku. Namun kini pandangannya matanya turun kebawah dan melihat putra kecil kami. " Luhan chagiya. Umma merindukanmu" Baekhyun memeluk luhan dengan erat. Sepertinya dia sangat merindukan Luhan.

"Ayo kalian masuk. Umma sedang membuat Kue. Apa Luhan chagi mau ?" Baekhyun bertanya pada luhan dan aku melihat Luhan menganggukan kepalanya dengan sangat antusias. Ah.. anak itu benar-benar mirip dengan ibunya. Aku dan Luhan masuk kedalam rumah. Aku duduk di kursi ruang keluarga sedangkan Luhan mengikuti Baekhyun berjalan menuju dapur.

"UMMMAAAA" aku menoleh ke asal suara teriakan nyaring itu. Aku melihat anak itu lagi. Entah kenapa sekarang aku menjadi tidak suka melihat Zelo. Aku tidak suka melihat anak Baekhyun dengan laki-laki itu ada disini. Aku muak melihatnya. Aku menatap tajam Zelo yang sedang berdiri di dekat TV ruang tamu.

"ummaaa.." suaranya jadi terdengar lirih setelah melihat tatapan tajamku padanya. Sepertinya anak itu takut padaku. Tapi aku tidak peduli biar saja dia takut padaku. Kemudian aku melihat Zelo berlari ke dapur menyusul Luhan dan Baekhyun.

.

.

"Chanyeol boleh aku titip rumah sebentar ? aku mau pergi ke Supermarket di ujung komplek sana. Ada bahan yang kurang jadi mau membelinya dulu. Aku titip Luhan dan Zelo ya? Apa kau tidak keberatan ?" Baekhyun bertanya padaku setelah aku melihatnya terburu-buru membawa dompet ke hanya menganggukan kepalaku sebagai jawaban.

"Oh iya Baekhyun-ah" Perkataanku berhasil memberhentikan langkah baekhyun yang tengah berjalan menuju pintu keluar rumah ini.

"Ya, Kenapa Chanyeol ?" Baekhyun membalikan badannya dan melihatku.

"Itu.. Kenapa aku tidak pernah melihat Kris. Dia dimana?". Aku bisa melihat Baekhyun yang sepertinya terkejut dengan pertanyaanku barusan.

"Eoh.. Dia.. Di.. Dia sedang dinas di liuar kota. Hhm.. Ia seperti itu. Dia sedang pergi dinas. Hmmphh.. Yasudah aku pergi dulu ya Chanyeol. Aku Tinggal".

Baekhyun kembali beranjak pergi namun sebelumnya Baekhyun kembali berkata " bisakah kau ke dapur ? Luhan dan Zelo ada disana aku takut mereka bermain dengan barang-barang yang berbahaya". Aku kembali menganggukan kepalaku dan berjalan menjuju dapur.

Chanyeol POV END

Author POV

"Baby kau sedang apa disni". Suara Chanyeol menginterupsi kegiatan Luhan yang sedang mengadul-aduk adonan.

"APPA. Lihat Hannie sedang membuat kue". Luhan bernar-benar terlihat sangat antusias.

"Ajuchi liat Elo uga macak kue ini.. liat" Zelo yang sedari juga berada di dapur menunjukan hasil adukan adonannya yang adadi piring kecil. Tadi Baekhyun sengaja memberikan adonan di piring kecil itu agar Zelo asik bermain dan tidak menggangu kegiatan memasak kuenya.

Namun sepertinya ucapan Zelo barusan sama sekali tidak digubris oleh Chanyeol. Chanyeol hanya menoleh sebentar menatapnya datar lalu kembali membuang mukanya.

" Wah.. Luhan Baby pintar sekali. Pasti nanti rasanya enak, nanti appa minta yang banyak yah?" Chanyeol mengacak kepala Luhan gemas.

"Eung~" Luhan menganggukan kepalanya semangat.

Disudut lainnya Zelo yang merasa diacuhkan hanya memandang interaksi ayah dan anak itu dengan sendu " Elo uga mau appa". Sayang nya tidak ada yang mendengar suara lirih itu.

.

.

"Kenapa umma lama sekali" Luhan berkeluh kesah.

"Mungkin kasirnya penuh atau mungkin umma mencarinya di tempat yang lain Baby. Sudah kau tunggu saja". Ucap Chanyeol kini masih terduduk di sebuah kursi yang berada di dapur.

" Anie Hyung Liat kue Elo baguc ya?" Zelo membawa adonan piringnya untuk ia tunjukan pada Luhan.

"Ia Zelo pintar sekali" Luhan mengusap kepala Zelo pelan sambil tersenyum.

"Hihihi" Zelo senang sekali mendengar pujian yang terlontar dari kakanya itu. Zelo berniat kembali dan memutar tubuhnya. Namun sayang karena terlalu cepat bahunya tidak sengaja mengenai lemari di sampinya dan membuat pirinya terjatuh.

Pppppraaannnkkkk.. terdengar bunyi pecahan kaca. Chanyeol yang sedari tadi hanya diam memperhatikan kini menjadi panik lalu kemudian menghampiri mereka.

"Hiks.. Sakit.." Suara isakan mulai terdengar dari mulut manis luhan.

"Hiks.. Hiks.. Cakit.." Kini disusul iskan yang terdengar dari mulut Zelo.

"Aigoo.. Baby Gwencana ? Stt.. sudah tidak apa-apa nanti appa obati ya". Ucap Chanyeol sambil memperhatikan luka di jari-jari kaki luhan yang terkena pecahan kaca, yang tampak tidak terlalu parah.

" YA LIHAT APA YANG KAU LAKUKAN ? KAU INI SUNGGUH TIDAK BISA DIAM". Chanyeol membentak Zelo tanpa melihat bahwa kaki Zelo jauh lebih terluka di banding kaki Luhan.

"Hiks.. Cakit..Hiks.. Umma". Zelo yang mendengar bentakan Chanyeol menjadi sangat takut. Baekhyun bahkan tidak pernah membentaknya seperti itu, ditambah Zelo harus menahan Sakit akibat luka pecahan kaca di Kakinya.

"DASAR ANAK MENYEBALKAN".

"CHANYEOL" Baekhyun segera berlari masuk kedalam rumah setelah mendengar suara teriakan Chanyeol yang terdengar sampai keluar rumah.

" APA YANG KAU LAKUKAN HAH?". Tanya Baekhyun sengit. Baekhyun berjalan cepat menghampiri Zelo dan memeluknya. Kemudian dia menatap nyalang Chanyeol.

"APA YANG KAU LAKUKAN ? KENAPA KAU MEMBENTAK ANAKKU?". Ulang Baekhyun.

"KAU TIDAK APA YANG SUDAH ANAKMU LAKUKAN PADA ANAK KITA?". Chanyeol kembali tersulut emosi setelah mendengar suara tinggi Baekhyun.

"Astaga, Chanyeol.. apa kau tidak lihat hah ? tidak lihat KALAU KAKI ZELO JUGA TERLUKA? KAU TIDAK LIHAT HAH ?".

"JADI SEKARANG KAU LEBIH MENYAYANGI ANAK ITU DIBANDING LUHAN ANAK KITA?".

"Kenapa?" Baekhyun berkata lirih. " Kenapa kau berkata demikian ? aku menyayangi keduanya mereka berdua anakku".

"Hahhh.. SUDAHLAH, Luhan ayo kita pulang. Appa akan mengobatimu di dalam mobil". Chanyeol membawa Luhan dan menggendongnya. Namun sebelum pergi Chanyeol berkata.

" Kau urus saja anak sialanmu itu". Lalu kemudian Chanyeol melenggang pergi dari rumah Baekhyun. Sementara Baekhyun hanya terpaku mendengar ucapan Chanyeol.

"Kau akan menyesal telah menyebut anakmu sendiri sialan, Park Chanyeol". Baekhyun bermonolog seraya meredam emosinya. Perhatiannya kembali pada anak bungsunya setelah mendengar isak tangis keluar dari mulut anak kecil itu lagi.

"Hiks.. Hiks.. Cakit".

"Aigoo sayang maafkan umma.. sudah jangan menangis lagi. Ayo Umma obati ya lukanya ya sayang. Mana yang sakit beri tahu umma Hiks.. sudah jangan menangis Hiks.." Namun nyata Baekhyun juga ikut menagis dengan Zelo.

SEMINGGU KEMUDIAN

Chanyeol dan Baekhyun belum bertemu lagi semenjak hari itu, dan hari ini tepat seminggu terhitung sejak hari itu. Sepertinya mereka membutuhkan waktu untuk menjernihkan pikiran mereka masing-masing lalu kemudian memperbaiki hubungan mereka berdua. Chanyeol dan Luhan kini terlihat sedang berada di sebuah Mall yang merupakan bagian dari komplek apartemen yang Luhan dan Chanyeol tempati. Mereka terlihat tengah menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama-sama.

Author POV END

Chanyeol POV

Aku tengah menikmati makan siang dengan anakku di sebuah tempat makan Fast food. Aku sengaja meluangkan waktuku untuk Luhan. Sekalian mengalihkan perhatiannya karena beberapa hari ini dia selalu memintaku untuk mengunjungi rumah ibunya. Tapi aku belum siap bila harus bertemu dalam waktu dekat ini. Aku masih cukup sakit hati karena dia lebih memilih anaknya dengan pria itu dibanding dengan Luhan. Anaknya denganku.

Ditengah-tengah keasikanku dan luhan menyantap makanan kami. Pandanganku tiba-tiba tertuju pada seorang pria yang berjarak tiga kursi dari disamping kanan tempatku dan luhan duduk. Aku menatapnya lekat-lekat. Bukankah itu Kris? Dengan siapa dia ? Dan siapa anak yang ada di pangkuan orang yang sedang bersama kris itu ?. Dari pada aku terus bertanya lebih baik aku menghampirinya.

"Baby, kau tunggu disini ya. Appa mau menghampiri teman appa dulu dia sedang ada disini. Kau tunggu ya".

"Roger~, Appa". Luhan menjawab lalu kemudian kembali melahap ayam gorengnya.

Aku beranjak dari kursiku lalu berjalan menghampiri pria yang kuyakini adalah kris. Aku cukup sering melihatnya mengantar jemput Baekhyun dulu dan aku yakin aku tidak mungkin salah.

.

.

.

"KRIS" Pria yang ku panggil namanya itu menoleh. Dan nampaknya dia terkejut melihatku menyapanya. Sedangkan orang yang sejak tadi bersamanya tampak heran melihatku.

"Dia siapa sayang?" Aku mendengar orang itu bertanya pada Kris. Sayang ? Apa maksudnya itu ?. Apa dia selingkuhan Kris dan juga anak itu adalah anak dari hasil perselingkuhannya?. Hah.. Baekhyun kau lihat ? suamimu ini tidak lebih baik dariku. Dia sama saja sepertimu, sama-sama tukang selingkuh.

"Apa yang kau lakukan disini Kris ? Kenapa kau tidak menemani Baekhyun di rumah?"

"Dia ini si brengsek Park Chanyeol, Sayang". Bukannya menjawab pertanyaanku dia malah menjawab pertanyaan dari selingkuhannya ini. SIALAN.

"Apa maksudmu mengataiku brengsek, bukankah kau yang brengsek? Kau berselingkuh dari Baekhyun". Ucapku masih dengan posisi berdiri sambil menatap tajam pria yang sangat aku benci saat ini. Kulihat Kris berdiri lalu balik menatapku tajam.

"Kau meninggalkan Zelo dan Baekhyun sendirian dan menikahi wanita lain apa itu namanya kalau bukan brengsek ?" Kris semakin menatapku tajam. Jujur saja aku tidak mengerti dengan ucapannya barusan.

"Kenapa aku harus khawatir dengan Baekhyun dan juga anakmu itu. Bukankah ada kau yang mengurusnya?"

"Hah?" Aku melihat senyum mengejek terpampang dari wajah kris. " Zelo, Anakku ? Heh.. bodoh kau dengar aku tidak pernah menikah dengan Baekhyun. Dan.. Zelo itu bukan anakku dia anakmu".

DEG

Zelo

Anakku

Apa maksudnya ini ?

#TBC#

Buat yang udah nunggu ini FF makasih yah udah sabar nunggu, kemarin-kemarin kimkha sibuk di tambah lagi stress jadi bener-bener gak mood lanjutin FF nya . Buat Chapter selanjutnya kemungkinan bakalan kimkha tamatin dan insya allah gak akan lama-lama. Maaf buat penulisan yang jelek dan banyak typo. Soalnya kimkha masih penulis amatiran. Dan jangan lupa Review nya ya. Kimkha tunggu. Trims ^v^