DEFECTS LOVE CHAPTER 5
Author : Kimkha~
Genre : Hurt/comfort, Romance, little bit angst.
Maincast : Chanbaek
Length : Chapter.
Rate : T
Warning : BoysXboys, YAOI!, M-preg.
NO Siders!
NO Bash!
Kalau kalian ga suka ini, kalian tinggal keluar dari sini !
Jiahhh.. Update lagi nih. Kimkha lagi negbutin FF ini dah. Mumpung lagi free. Besok-besok kayaknya kimkha bakalan sibuk, klo ditunda lagi nanti kimkha lupa lagi sama ceritanya kayak kemarin. Belum lagi lanjutin ff yang satu lagi kkkk.. Yowes~
Selamat membaca~
Chanyeol POV
'Kau meninggalkan Zelo dan Baekhyun sendirian lalu menikahi wanita lain apa itu namanya kalau bukan brengsek ?'
'Baekhyun sudah menyadari kesalahannya dan Baekhyun masih sangat mencintaimu. Kami memutuskan untuk mengahiri hubungan kami tepat dihari yang sama saat kau pergi ke Virginia'.
'Lalu kenapa Baekhyun tidak mengatakan apapun padaku? Kenapa dia menyembunyikannya ?'.
'Tentu saja karena dia tidak mau merusak hubunganmu dengan wanita itu".
' Jadi Zelo itu anakku?'
'Ya tentu saja bodoh'
'Kenapa kau bisa tau semuanya ?'
'Ck, Tentu saja aku tahu, aku ini masih berstatus sebagai atasan Baekhyun. Sekarang kami berteman baik bahkan dia juga sangat dekat dengan istriku'.
Percakapan antara aku dan Kris kemarin siang kembali berputar di kepalaku. Kenapa kau tidak mengatakan apapun Baekhyun. Kenapa kau menyembunyikan semua ini dariku.
Sekarang aku sedang berada dalam perjalanan menuju rumah Baekhyun. Aku baru saja mengantarkan Luhan berangkat ke sekolahnya dan untuk jadwalku hari ini di kantor, aku hanya akan mengikuti rapat nanti siang, jadi aku memiliki banyak waktu lenggang sekarang. Aku harus menemui Baekhyun. Aku ingin meminta penjelasannya, kenapa dia menyembunyikan semua ini dariku. Walaupun Kris sudah mengatakannya padaku kemarin, tapi tetap saja aku ingin mendengar jawaban langsung dari mulut mantan istriku itu.
Sesampainya di depan rumah Baekhyun, aku turun dari mobil dan berjalan memasuki pekarangan rumah. Namun langkahku terhenti ketika aku melihat anak itu, Aku melihat Zelo. Dia anaku. Anakku ?. Aku tersenyum mengingatnya, sebaiknya aku menghampirinya.
"Annyeong, apa yang sedang kau lakukan little boy ?". Aku berjongkok dan melihatnya nya dengan senyum bahagiaku.
"…" tapi Zelo tidak menjawab pertanyaanku. Dia hanya menunduk, Dia tampak enggan untuk melihat wajahku. Apa dia takut padaku ? Ah.. tentu saja dia takut padaku setelah apa yang aku lakukan kemarin. Park Chanyeol, lihatlah apa yang telah kau lakukan pada anakmu sendiri, kau membuatnya takut padamu. Apa yang harus aku lakukan sekarang? aku benar-benar menyesal.
Chanyeol POV END
AUTHOR POV
"Chanyeol" Baekhyun yang baru saja keluar dari dalam rumahnya cukup terkejut melihat Chanyeol ada di depan rumahnya sepagi ini, apa lagi yang dia lihat Chanyeol tengah mencoba mengajak Zelo berbicara. 'Ada dengannya?' batin Baekhyun berbicara.
"Apa yang kau lakukan disini?" Baekhyun bertanya. Baekhyun kini sudah terlihat rapi dengan pakaian kantorannya.
"Ah.. Sebenarnya aku datang kesini karena ada hal yang ingin aku tanyakan kepadamu dan ini sangatlah penting". Chanyeol mencoba berdiri dan berjalan menghampiri Baekhyun.
"Tidak bisakah kau bertanya nanti saja Chanyeol-ah? Kau bisa datang lagi nanti. Aku sudah terlambat sekarang, aku harus segera pergi ke kantor". Baekhyun sepertinya masih terlalu malas bila harus berhadapan dengan mantan suaminya itu. Baekhyun berjalan menghamipiri Zelo lalu membawanya kedalam pangkuan.
"Kau akan membawa Zelo ke tempatmu bekerja?".
"Tidak, aku biasa menitipkannya pada Yixing. Dia sangat senang bila aku menitipkan Zelo disana". Baekhyun mulai berjalan meninggalkan Chanyeol yang masih berdiri di halaman rumahnya. Namun dengan segera Chanyeol berlari menghampiri Baekhyun.
"Baekhyun-ah, Biarkan aku saja yang menjaga Zelo". Chanyeol mengikuti langkah Baekhyun dari belakang.
"Tidak, Terimakasih. Aku tidak mau merepotkanmu. "
"Kenapa ? Aku berjanji akan menjaganya dengan baik. Lagi pula Zelo sama sekali tidak merepotkanku".
"Kau pikir aku akan percaya ? dan kau pikir Zelo akan bersedia pergi denganmu ? Lihatlah bahkan dia dari tadi terus menunduk, dia takut melihatmu". Baekhyun yang jengah akhirnya menghentikan langkahnya kemudian membalikan badannya, menatap lurus Chanyeol.
"Hah" Chanyeol menghela nafas sebelum melanjutkan kata-katanya. "Aku tau kemarin aku sudah keterlaluan pada Zelo. Aku minta maaf, Sungguh. Maka dari itu biarkan aku yang menjaga Zelo, karena aku berhak untuk menjaganya".
" Kau punya hak dari mana atas Zelo ?".
"Tentu saja aku punya hak, karena aku adalah Appa kandung Zelo. Park Joon hong adalah anakku. Mau sampai kapan kau akan menutupinya Byun Baekhyun ?".
Mata Baekhyun langsung terbelalak mendengar perkataan Chanyeol. Dia tidak menyangka Chanyeol telah mengetahuinya. "Da.. dari mana kau tau hah, katakan padaku dari mana kau tahu hal itu?". Baekhyun mencoba untuk mengendalikan keterkejutannya.
"Kemarin siang aku bertemu Kris, dan dia telah mengatakan semuanya".
"Sebaiknya kita bicarakan ini nanti, kau bisa datang kesini nanti malam. Aku harus segera pergi ke kantor sekarang".
"lalu bagaimana dengan Zelo, bolehkan dia ikut bersamaku?". Chanyeol masih berusaha membujuk Baekhyun menyerahkan Zelo padanya.
"Oh tuhan. Mengertilah Chanyeol, Zelo saat ini takut padamu. Lebih baik aku menitipkannya pada Yixing. Dan sebaiknya kau pergi sekarang. Bukankah kau juga harus bekerja?".
"Kalau begitu aku akan mengantarkanmu ke tempat kerja, bagaimana ?".
"Tidak, tidak usah. Aku lebih baik membawa sepeda motor. Aku bisa sampai kesana lebih cepat.".
Chanyeol menghela nafas "Baiklah aku pergi, aku harap kau akan menjelaskan semuanya nanti malam Baekhyun-ah. Aku pergi". Chanyeol beranjak pergi meninggalkan Baekhyun dan berjalan menuju mobilnya. Sedangkan Baekhyun menatap kepergian Chanyeol sebelum akhirnya melanjutkan langkah kaki nya menuju rumah sang tetangga.
Author POV END
Baekhyun POV
Ini sudah jam istirahat. Aku akan menemui Kris di ruangannya, aku ingin mendengar penjelasannya bagaimana dia bisa bertemu dengan Chanyeol dan mengatakan semuanya perihal Zelo.
.
.
.
"Kemarin aku dia datang menghampiri ku dan Tao, ketika kami sedang menikmati makan siang di Mall. Awalnya aku terkejut. Dia bertanya padaku kenapa aku tidak menemanimu dan Zelo di rumah dan malah pergi dengan Tao. Sepertinya dia menuduhku berselingkuh dengan Tao. Aku benar-benar muak melihat wajahnya yang seolah olah menyalahkanku itu, jadi aku membeberkan semuanya pada Chanyeol. Lagi pula kau tidak mungkin menutupinya terus menerus Baekhyun-ah. Dia juga berhak tau bahwa Zelo itu anaknya". Aku sedari tadi terdiam menyimak perkataan Kris.
"Tapi sekarang aku harus bagaimana. Apa yang harus aku katakana pada Chanyeol?".
"Kau tidak harus melakukan apa-apa Baekhyun-ah, yang perlu kau lakukan hanya mengatakan yang sebenarnya pada Chanyeol, dan biarkan semua berjalan sebagimana mestinya". Kris yang kini tengah duduk disampingku mencoba untuk menenangkanku.
"Bagaimana kalau Chanyeol juga ingin mengambil Zelo dariku?".
"Tidak itu tidak akan terjadi. Kau tidak perlu khawatir Baekhyun-ah". Kris mengusap punggungku, mencoba memberiku ketenangan.
"Bila Chanyeol sampai berani melakukannya. Kau tenang saja, aku akan menghajarnya sampai wajahnya berubah menjadi jelek". Aku terkekeh mendengar perkataan Kris. Yah.. aku beruntung sekali memiliki teman seperti Kris. Dia selalu saja bisa memberiku saran dan juga selalu ada untuk menghiburku.
Baekhyun POV END
Author POV
Chanyeol kini tengah duduk di berdua dengan Baekhyun dengan posisi saling berdampingan di ruang tengah sambil memperhatikan Luhan yang tengah mengajak adiknya bermain puzzle.
"Jadi bisa kau jelaskan padaku sekarang". Chanyeol tiba-tiba bersuara. Chanyeol memalingkan wajahnya, melihat Baekhyun yang berada di sampinya.
"Bukankah Kris sudah mengatakannya. Aku hanya akan mengatakan bahwa itu benar. Jadi tidak ada yang perlu ku jelaskan lagi bukan". Baekhyun menjawab demikian. Tapi matanya masih tertuju pada anak-anaknya yang tengah bermain itu.
"Yang ingin aku tanyakan padamu adalah, kenapa kau tidak terus terang padaku. Kenapa kau malah menyembunyikannya status Zelo dariku?".
"Bukankah kau sudah menikah ? aku hanya tidak mengganggu rumah tanggamu saja."
Chanyeol mematung mendengar penuturan Baekhyun. "Baekhun-ah , aku ingin berkata jujur padamu".
Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan Zelo dan Luhan kini memalingkan wajahnya menatap Chanyeol. "Apa? Apa yang ingin kau katakan?".
Chanyeol berdeham sebentar lalu berkata "Sebenarnya ku tidak pernah menikah dengan Yejin. Aku tidak pernah menikah lagi semenjak kita bercerai Baekhyun-ah".
Alis Baekhyun berkerut " Jadi selama ini kau membohongiku ?"
"Tidak, Maksudku ya Hmmp.. mungkin, ya awalnya aku memang benar-benar berniat menikah dengan Yejin. Tapi kami membatalkannya karena kami sadar bahwa kami tidak saling mencintai. Bahkan Yejin kini sudah menikah dengan seseorang yang di cintainya. Dia sudah hidup bahagia".
"Jadi sekarang kau patah hati, heh ?" Baekhyun memalingkan wajahnya lagi dengan senyum mengejek.
Chanyeol menggelengkan kepalanya "Tidak bukan begitu, aku sudah mengatakannya kan. Aku tidak pernah mencintai Yejin. Kami benar-benar tidak pernah saling mencintai".
"Hmm" Baekhyun hanya menggumam menjawab pertanyaan Chanyeol. Perhatiannya kini kembali tertuju pada dua buah hatinya.
"Lalu bagaimana?". Chanyeol bertanya.
Baekhyun mendengus "Hh.. Bagaimana apanya Park Chanyeol ?".
"Bagaimana dengan kita? Apa kau ingin kita tetap seperti ini ? Apa kau akan membiarkan Luhan dan Zelo tumbuh dengan keluarga yang tidak utuh seperti ini ?".
Baekhyun memutar bola matanya malas "Park Chanyeol bodoh. Kau tidak ingat kau yang membuat semuanya seperti ini. Kau yang menceraikanku".
"Ya aku tau. Tapi aku melakukannya karena sebuah alasan. Kau pasti tau itu".
Baekhyun menundukkan kepalanya seolah menyesal " Iya aku sadar kalau semua ini salahku.".
" Tidak, Ini salah kita berdua. Kita tidak saling terbuka dan membuat kita menjadi salah paham".
Bahkhyun hanya mengangguk mengiyakan.
"Baekkie"
"Kau memanggilku seperti itu lagi". Baekhyun terkekeh mendengar panggilan itu kembali keluar dari mulut Park Chanyeol.
"Bagaimana kalau kita menikah lagi? Kau tahu, aku masih mencintaimu." Chanyeol menatap Baekhyun dalam-dalam. Baekhyun yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.
" Aku tidak tahu Chanyeol" Baekhyun menjawab.
"Kenapa, kenapa kau tidak tahu ?" Chanyeol berkata dengan nada yang terdengar sangat kecewa. Dia sudah berharap bisa kembali lagi bersama dengan Zelo yang selama ini Chanyeol tidak lihat bagaimana tumbuh kembangnya.
"Bagaimana aku bisa menikah denganmu Chanyeol-ah? Kau lihat sendiri bahkan Zelo sangat takut berdekatan dengan appanya sendiri".
"Tidak. Aku pasti bisa mencuri hati Zelo lagi. Aku mohon beri aku kesempatan Baekkie. Ayo kita menikah. Aku serius".
"Kau rebut dulu hati Zelo baru aku mau menikah lagi denganmu". Baekhyun berjalan pergi meninggalkan Chanyeol menuju kamarnya.
Chanyeol berfikir sejenak bagaimana caranya agar Zelo tidak takut lagi padanya. Chanyeol memandangi kedua anaknya. Lalu sebuah ide terlintas di pikiranya.
"Anak-anak hari minggu ini kita akan pergi ke taman bermain, bagaimana kalian senang tidak?". Chanyeol berkata dengan cengiran lebarnya. Luhan yang mendengarnya bersorak senang "Yeay asikkk jalan-jalan. Zelo-ya kita akan jalan-jalan". Luhan meloncat-loncat kesenangan. sedang Zelo hanya menatap bingung lalu menunduk. Entah apa yang ada di pikiran anak itu saat ini.
Beberapa hari kemudian
Di taman bermain
"APPA, HANNIE MAU NAIK ITU" Luhan menunjuk sebuah wahana roller coaster yang berada jauh di depan mereka.
"TIDAK, KAU MASIH TERLALU KECIL BABY. LAGI PULA KAU KAN TAKUT KETINGGIAN".
Luhan mengerucutkan bibirnya imut, lalu kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"HANNIE MAU KE RUMAH BONEKA SAJA, BOLEH YA APPA ?" ucap luhan bersemangat.
"Yasudah kalau begitu umma saja yang menemanimu baby. Appa tidak mau kalau harus pergi ke tempat yang seperti itu". Baekhyun yang mendengarnya hanya terkiki geli.
" Kalau begitu kau tunggu disini dan menjaga Zelo". Chanyeol hanya mengangguk mengiyakan.
"Sayang kau tunggu disini dengan appa ya. Umma mau menemani Hannie hyung dulu. Disana ada boneka Barbie, kan Zelo takut dengan boneka Barbie. Jadi tunggu disini saja ya ?". Baekhyun berkata sambil mengelus-elus punggung Zelo yang ada di gendongannya.
Zelo sebernarnya ingin ikut dengan ibunya tapi dari pada harus melihat boneka Barbie, lebih baik dia menunggu saja disini dengan appanya. Zelo kemudian mengangguk dan membuat Baekhyun dan Chanyeol bernafas lega.
"Sini Little boy biar appa yang gendong". Chanyeol mengambil Zelo dari pangkuan Baekhyun.
"Yasudah umma pergi ya, ayo chagi".
.
.
Chanyeol dan Zelo ini tengah menunggu di salah satu tempat duduk di taman bermain itu. Zelo saat ini masih ada dalam gendongan sang ayah.
"Little boy kenapa kau diam saja ? apa Zelo masih takut dengan appa? Maafkan appa chagi waktu itu appa marah padamu. Zelo mau kan memaafkan appa? Appa janji tidak akan seperti itu lagi". Chanyeol menatap anaknya itu yang kini ada dalam gendongannya.
"Eung~ ne Ajuci". Zelo menjawab sambil menunduk.
"Loh kok masih memanggil ajushi. Appa ini kan appanya Zelo jadi panggilnya appa. Ne ? panggil A-P-P-A!".
"Appa? Jadi ajuci appanya elo ya?" Zelo mendongkakan kepalanya menatap Chanyeol dengan mata polosnya yang berbinar.
"Ne, Ini appanya Zelo". Zelo terlihat berpikir, sedang Chanyeol masih menunggu bagaimana respon yang akan diberikan Zelo.
"HOLEEE ZELO PUNYA APPA HOLLEE HOLLEE". Chanyeol cukup terkejut mendengar teriakan Zelo yang begitu memekakan telinga. Tapi Chanyeol sangat senang karena Zelo tampak bahagia setelah mengetahui bahwa dia adalah appanya. Chanyeol memeluk Zelo yang ada dalam gendongannya itu erat-erat. Ini sungguh membahagiakan.
Di Café Taman Bermain
"APPA. AAA" Zelo membuka mulutnya. Meminta Chanyeol menyuapinya lagi dan senang hati Chanyeol melakukannya.
"Ya… Little boy bersiaplah pesawatnya akan masuk ke dalam gua. Aaaa eum".
"Eum.. Eum.." Zelo mengunyah makanannya dengan semangat. Dia tampak bahagia sekali hari ini.
Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara ayah dan anak itu sedikit aneh dan terkejut. Tapi di satu sisi Baekhyun nampak bahagia karena Chanyeol dapat merebut hati Zelo dengan mudahnya. Zelo memang anak yang baik dan bukan tipe orang anak yang pendendam.
"Ya, Park Chanyeol bagaimana kau bisa sedekat ini dengan Zelo, eoh ?".
Chanyeol menunjukan senyum manisnya pada Baekhyun " Itu rahasia Baekkie sayang".
"Ck" Terdengar decakan kesal dari mulut Baekhyun.
" Jadi karena aku telah berhasil mendapatkan hati Zelo, sudah aku putuskan bulan depan kita menikah". Chanyeol berkata mantap.
"YA MANA BISA BEGITU". Ucap Baekhyun Protes
"Tentu saja bisa sayang. Dan kau harus kembali memanggilku Yeollie. Kau mengerti?" Chanyeol menatap Baekhyun yang duduk di depannya tajam.
"Ish" Baekhyun berdecak dan memalingkan muka.
"HAHAHA" Chanyeol tertawa senang karena merasa dirinya menang.
"HAHAHA" Luhan yang sedari tadi asik dengan ayam gorengnya ikut tertawa mendengar Appanya tertawa. Padahal dia sendiri tidak tau apa yang appanya tertawakan.
"HAHAHA" dan kini si bungsu juga ikut-ikutan tertawa melihat hyungnya tercinta tertawa.
Baekhyun yang melihat orang-orang yang disayanginya tertawa bahagia ,tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum. Dia sungguh merasa sangat bahagia saat ini. 'Terimakasih tuhan' Baekhyun berkata dalam hati.
.
.
.#TAMAT#
.
.
OMAKE
5 Tahun Kemudian
"Anak-anak cepatlah nanti kita terlambat" Chanyeol berteriak kencang dari teras depan rumahnya, dengan Baekhyun yang sedang membantunya merapihkan jas dan juga dasi yang di kenakanya.
"NE APPA KAMI DATANG" Dua anak berlarian keluar rumah dengan mengenakan seragam sekolahnya. Yang satu tampak menggunakan pakaian seragam sekolah dasar dengan tas botol air minum yang disampirkan di lengan kananya. Sedangkan anak yang satunya nampak lebih dewasa mungkin bisa dikatakan mulai menginjak usia remaja, dia tampak manis dengan menggunakan seragam Junior High School tidak lupa topi dan tas hello kittynya.
"Kami sudah siap appa. Ayo berangkat". Luhan anak yang paling besar itu berkata pada sang appa.
"Ne ayo, Sayang kami pergi dulu ya" Chanyeol pamit dan mencium kening istrinya.
"Umma kami pergi dulu." Kini giliran Luhan dan Zelo yang mencium kedua pipi ibunya.
"Ne, hati-hati ya. Oh iya nanti sepulang sekolah kalian harus langsung pulang ke rumah ya. Jangan bermain kemana-mana ajhuma dan keluarganya akan kesini nanti siang. Arraseo?".
"Hahaha.. Pacar luhan hyung mau datang ya Cie.. cie..?". Zelo berbicara secara tiba-tiba. Dia ternyata sedang berusaha menggoda kakaknya yang manis itu.
"Ya Little boy ! Dia bukan pacarku. Sehun itu anak mommy dan dia itu menyebalkan sekali. dia sama sekali bukan tipeku. Uh".
"Masa sih ?".
"IYA. Ish kau menyebalkan sekali. Sudah ah. Umma dimana baby Taehyung ? dia masih tertidur ya? Padahal Hannie ingin menciumnya". Baekhyun hanya tersenyum mendengar perkataan luhan. Chanyeol yang sedari tadi memperhatika juga ikut tersenyum.
"AH.. LIHAT SUDAH JAM INI BERAPA AYO BERANGKAT, KITA TERLAMBAT". Chanyeol langsung panik setelah melihat jam. Mereka sudah terlambat. Chanyeol buru-buru mengambil tasnya sedangkan luhan dan Zelo segera berlarian menuju mobil.
Sebelum pergi Chanyeol kembali mencium kening Istrinya. "Aku berangkat dulu, saranghae"
"Nado, nado saranghae Yeollie".
#TAMAT#
TTTTAAARRRAA.. ini udah tamat. Jadi bagaimana ? mengecewakan yah ? :'(
To the so to the rry deh kalo missal FF nya mengecewakan dan buat yang udah nunggu makasih banget. Dan buat yang udah nge review Thank u so much ya. maaf kimkha gak bisa bales satu-satu review kalian ya mungkin next time bakalan kimkha bales satu-satu.. hihihihi Udah ini Kimkha mau focus ke ff yang satu nya lagi aja. Kenapa kimkha update cepet soalnya kalo nanti kimkha gak janji bisa sempet apa engga. Jangan lupa review nya yah yang ini. Dan buat sequel hhmmp.. kimkha pikir-pikir dulu deh.. tergantung permintaan sama mood kimkhanya sendiri.. Sekali lagi Thank u so much readers.. ^*^
