Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.

Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…

Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, dan saya bingung... #plak

Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.

-VocaDorm-

Kengo : "Fyuh! Update juga! Saya rada keteteran akhir-akhir ini! Jadi maklumin aja kalo makin lama makin gak jelas... Oke, story... START!"

-VocaDorm-

"Watashi wa Kiharu Mayu desu, yoroshiku minna!" Kata gadis yang tidak lain adalah Mayu.

"Aneue!" Teriak orang itu sambil menunjuk Neru.

"Gakupo.../Kaito-senpai..." Kata Luka dan Miku sambil ngedeketin Gakupo dan Kaito yang udah babak belur.

-VocaDorm-

Sabtu sore yang damai di VocaDorm, terlihatlah dua puluh tiga orang gaje (seluruh penghuni VocaDorm plus Kengo, Xongek, dan Mayu) yang suka sekali menggaje di dalam situ. Gak perlu saya sebutin lagi kan? Oke, lanjut! #plak

Kali ini yang kita sorot adalah gadis berambut golden-blonde diikat ke samping yang lagi mainan hape mainan (?) miliknya.

"Oh iya, Neru. Bisa kita bicara sebentar?" Kata seorang bocah berambut hitam pendek dan mata hitam. Hikari Xongek.

"Oh, boleh. Kenapa emangnya?" Tanya Neru sambil ngantongin mainan miliknya.

"Mending kita ke belakang dulu deh..." Kata Xongek sambil berjalan ke belakang. Neru pun ngikutin ke belakang. Apakah nanti Neru mau diperkaos sama Xongek? #ditabokXongek.

.

.

.

"Eh, Shiroumi-kun... Lagi nggambar apa?" Tanya Miku yang tiba-tiba nongol dari belakang Shiroumi. Kali ini dia ngegambar 'Six Elemental Charmers' dari YuGiOh!

"Itu tuh, lagi ngegambar artwork buat dipajang di D**i***rt. Kan gambar-gambarnya Shiroumi ada yang dipajang di situ..." Bales Gumi yang juga ikutan nyelonong.

"He? Tau darimana lu?" Tanya Shiroumi panik.

"Ya darimana kek yang enak! Kan gua pecinta Fanart..." Jawab Gumi santai. Shiroumi cuma ngehela nafas lega.

'Untung dia gak tau yang 'itu'.' Batin Shiroumi lega.

"Oh iya, gambar yang gua suka tuh yang bagian 'Wynn the Wind Charmer' ciuman sama 'Whirlwind Prodigy'." Kata Gumi sambil senyum jahil. Shiroumi langsung nge-blush.

"H-hoi! Jangan ngomong kenceng-kenceng napa?!" Kata Shiroumi malu.

"Heehee... Apa perlu gua jadi dukun cinta lu?" Tanya Gumi jahil. Shiroumi makin nge-blush.

"Aaaakh! Udah napa! Hush! Hush!" Kata Shiroumi ngusir gadis hijau pecinta wortel itu. Tapi dia nggak pergi juga.

"Hmmm, apa perlu gua bilangin ke Winona ya?" Tanya Gumi ngegoda Shiroumi. Shiroumi pun lagsung nge-rage di tempat.

"Lu nyari mati apa!" Teriak Shiroumi sambil ngejar-ngejar Gumi.

"Yameno, Gumi!" Perintah sang ketua dorm. Gumi dan Shiroumi pun berhenti di tempat seketika.

"Ha-ha'i!" Mereka pun langsung berhenti.

.

.

.

"Lu nyari mati apa!"

"Siapa tuh? Shiro-kun?" Tanya Winona. (Kengo : "Ecieh, ternyata mereka nyambung." XD *digantung di pohon toge*)

"Mungkin. Kayaknya dia lagi ribut sama Gumi deh..." Jawab Rin sambil ngupas jeruk.

"Mau?" Tanya Rin sambil nyodorin jeruk yang tadi dia kupas. Winona cuma nggeleng disko (?).

.

.

.

"Hoi, Kengo-san! Duel!" Kata Len sambil naro satu tumpukan kartu yang terdiri dari sekitar empat puluh kartu itu.

"Hooo, oke! Siapa takut?!" Kengo pun naro kartu miliknya.

"Ara, ternyata si BaKaiser itu duelist ya?" Tanya Akagane yang mulai nontonin Kengo dan Len. Kengo pun cuma ngangguk pelan sambil ngambil satu kartu.

"Masih pemula..."

.

.

.

"AAARGH! MANA PEMULA SIH!" Tanya Len kesel.

"Loh, kenapa? Kan emang pemula kan?" Tanya Kengo santai sambil beresin kartunya.

"APAAN! LU MENANG TIGA KALI BERTURUT-TURUT COBA!" Teriak Len masih kesel.

"Lah, kan gua cuma pake kartu-kartu atribut acak doang..." Jawab Kengo santai.

"PALA LU PEYANG! SINI LIAT KARTU LU APA AJA!" Tantang Len.

"Yeee, gak percayaan amat sih..." Kata Kengo sweatdrop sambil ngasih kartu-kartunya. Len pun ngeliat-liat isi kartunya.

'Anjir! Random banget kartunya!' Batin Len kaget.

"Udah belom?" Tanya Kengo.

"Kok punya lu aneh banget isinya?" Tanya Len penasaran.

"Ya emang kayak gitu, mau diapain lagi coba?" Jawab Kengo. Len cuma ber-sweatdrop-ria.

.

.

.

Di belakang...

"Ngerti kan?" Tanya Xongek. Neru cuma ngangguk pelan.

"Nggak disangka, ternyata Toma..."

-VocaDorm-

Keesokan harinya...

"Ohayooou gozaimasu~" Teriak Kengo pake nada lagu enka. (Xongek : "Wuit?! Author nyanyi biasa aja udah jendela pecah! Gimana nyanyi enka? Bendera kuning kali." XD *ditendang Kengo*)

"Ohayou." Bales yang lain.

"Tumben lu dateng agak siang. Biasanya pagi buta udah nongol di sini." Kata Meiko.

"Suka-suka dong..." Kata Kengo sambil meletin lidahnya.

"Ekhem! Kita bakal kedatangan penghuni baru lagi!" Kata Kengo. Yang lainnya langsung tebar duit. Lalu dipungutin sama Kengo. XD

Kengo : "Ekhem! Xongek, ini skrip yang asli!" *ngasih skrip yang lain*

Xongek : "Oh, oke. Hehehe..." *nyengir kudanil (?)*

Ulang lagi ya... Sim salabim jadi apa prok prok prok (?)!

"Ekhem! Kita bakal kedatangan penghuni baru lagi!" Kata Kengo. Yang lainnya langsung nyiapin pesta perayaan. Y'know, games semacem ToD gitu... (Note : Baca chapter 2-4 pas penyambutan kelima OC saya.)

"Para penghuni kubuuur (?), silahkan masuuuuuuk!" Teriak Kengo dari luar. Pertama, masuklah dua orang berambut honey-blonde. Yang satu adalah cowok berjepit empat beriris aquamarine. Kalo diliat sekilas, cara ngejepitnya mirip sama Rin. Yang satu lagi cewek ber-ponytail beriris aquamarine juga. Bisa dibilang dia adalah Len versi cewek. XD #digilesbolakbalik. Bentar, tapi bukannya apa-apa. Len dan gadis ponytail ini hampir sama persis, atau saya bilang dia adalah penjelmaannya Len. Terlalu bertele-tele? Biarin aja... XD

"Ohayou, minna-san. Boku / atashi wa Kagamine Rinto / Lenka, kelas XI. Yoroshiku!" Kata mereka bersamaan.

"Rinto-nii, Lenka-nee!" Teriak Len dan Rin bersamaan.

"Aah, hisashiburi. Len, Rin!" Sapa kedua pendatang baru ini.

"Oooh, kalian pasti punya hubungan darah. Makanya marga kalian sama... Watashi wa Megurine Luka, yoroshiku." Kata Luka sambil ngeperkenalin dirinya.

"Betul, kayak gini..." Sontak Rinto dan Lenka berciuman tepat di depan mereka.

"WAAAH! Rinto-nii / Lenka-nee! Jangan ber-twincest-ria di sini!" Kata Len dan Rin sambil narik kedua sepupunya itu. Yang lainnya (min Kagene twins) sweatdrop di tempat.

'Yah, satu lagi pasangan twincest...' Batin semuanya (min Kagene twins) sweatdrop. Rui pun menatap kakak kembarnya dengan tatapan 'ayo-kita-frenchkiss-di-sini' yang hanya dibales dengan tatapan 'jangan-sekarang' dari kakak kembarnya itu.

"Eh, siapa lagi tuh?" Tanya Rena sambil nunjuk dua orang di belakang Kengo.

"Oh, mereka. Penghuni baru juga doong..." Kata Kengo sambil ngedorong mereka ke depan. Yang satu cowok ubanan (?) dengan antena rambut (?) berbentuk huruf 'P' dan muka shota yang setara sama Len bermata heterochromia biru di kanan dan hijau di kiri plus ekor USB (?) #ditimpukUSB #digilesLen. Yang satu lagi adalah gadis berambut vermillion dengan ahoge bulan sabit bermata senada.

"Watashi wa Utatane Piko / Furukawa Miki! Yoroshiku minna!" Kata mereka berdua. Lalu Len ngedeketin bocah shota ubanan itu.

"Lu cewek atau cowok sih?" Tanya Len dengan muka watados.

'GUA COWEEEK (?)!" Teriak Kopiko (?) #plak.

"Masa? Kok ngomong pake 'watashi' sih? Apa jangan-jangan lu Hideyoshi (?) lagi?" Tanya Len lagi.

"DIEM LU SHOTA!" Teriak si shota ubanan.

"HEH! SADAR DIRI DONG! ORANG ELU YANG SHOTA!" Bales Len.

"ELU!"

"ELU!"

"ELU!"

"E-"

"STOOOOOOOP! Sesama shota dilarang saling berantem!" Kata Miku berusaha meleraikan kedua bocah shota itu. Dan...

.

.

.

May we skip this bloody scene, please...

Singkat kata, kondisi Miku sekarang adalah remuk gara-gara dilindes pake roadroller dan di sekujur tubuhnya nancep USB (?). Piko dan Len pun masih berantem, sampai akhirnya...

"STOP! Miki gak mau ada yang berantem!" Teriak gadis ber-ahoge itu. Sontak Piko langsung berhenti. Lalu ngeliat kesempatan ini, Len langsung ngelindes si shota ubanan itu dengan roadroller kesayangannya.

"Hahaha! Mampus lu..." Setelah bilang kata itu, Len langsung roboh di tempat.

"Loh, dia kenapa?" Tanya Gumiya. Kengo cuma ngangkat bahunya.

"A-ah, gomennasai!" Teriak Miki sambil nyamperin Len yang pingsan.

"Emangnya tadi dia diapain?" Tanya Gakupo panik.

"Sebenernya, sa-saya punya kekuatan untuk ngirim orang ke alam bawah sadarnya, tapi saya belum bisa mengontrol kekuatan ini." Jawab Miki ketakutan.

"Dan selama ini, cuma Picchan yang nggak kepengaruh sama kekuatanku. Jadi selama ini hanya dialah yang menemaniku." Lanjut Miki sambil menitikkan air mata.

'Astaga! Anak indigo!' Yang lainnya ikut prihatin.

"Ohayou! / Annyeong!" Sapa tiga orang yang muncul dari dalem tembok (?). (Xongek : "Hantu dong?")

"Nero? SeeWoo? Mayu?" Kalian ngapain di sini?" Koor seluruh anak-anak kelas X.

"Ehehehe, mulai hari ini kami resmi jadi penghuni VocaDorm." Jawab SeeWoo. Nero dan Mayu cuma ngangguk.

"Weits! Masih ada tiga orang lagi loh!" Kata Kengo sambil nungguin para penghuni baru.

"Emang totalnya ada berapa?" Tanya Dell.

"Umm, sepuluh?" Jawab Kengo.

.

.

.

"He?! Sepuluh?!" Koor yang lain.

"Bentar, berarti ini asrama makin rame aja dong!" Tanya Akaito.

"ASYIIIIIIK!" Kaito lagsung gelinjengan kesenengan. Tiba-tiba muncullah seorang gadis berambut merah di-ponytail. Sekarang gantian anak-anak kelas XI (min RintoLenka yang lagi asik ber-twincest-ria) yang kaget.

"Karu-san!" Koor anak-anak kelas XI.

"Heee? Kita ketemu lagi ya?" Tanya CUL dengan polosnya.

"Udah, udah. Cukup reuninya. Ada lagi tuh yang dateng..." Kata Kengo sambil nunjuk bocah blonde yang sebelah matanya diperban, memakai seragam pelaut tanpa alas kaki, dan tingkat ke-shota-an yang nggak kalah dari Len dan Piko.

"Ore wa Oliver! Yoroshiku!" Kata Oliver dengan logat inggris yang masih kental.

"Wuidiiih, penghuni shota makin banyak..." Kata Kaiko sambil siul-siul. Muncul perempatan di kaki (?) Len, Kopiko (?), dan Oliver. Kenapa di kaki? Nggak tau juga deh... #plak

"Mana nih satu lagi?" Tanya Akagane nggak sabar. Neru cuma ngehela nafas.

FLASHBACK ON!

Di belakang...

"Ada sesuatu yang harus gua kasih tau." Kata Xongek. Neru cuma miringin kepalanya pertanda kalo dia lagi bingung.

"Jujur, gua agak khawatir kalo Toma tau tentang hal ini. Karena orang yang dia cintai... Bakalan tinggal di sini." Kata Xongek ngelanjutin.

"Loh, kenapa khawatir? Kan orang yang dicintai Toma bakal tinggal di sini kan?" Tanya Neru heran.

"Bukannya itu, tapi..."

FLASHBACK DI DALAM FLASHBACK ON!

5 tahun yang lalu...

"Aiko-chan, sini. Biar kuanterin!" Kata bocah berambut hitam jabrik itu kepada gadis berambut lilac itu.

"Udahlah, gak apa-apa kok! Aku gak apa-ap..."

CRIIIIIIIIT!

"Aiko-chan!" Toma berusaha menggapai gadis lilac itu

BUAK!

Tapi naas, keduanya tertabrak sebuah truk yang olang itu. Seorang bocah berambut hitam pendek yang melihat kejadian itu langsung menelpon ambulans. Tak lama kemudian ambulans dan polisi pun berdatangan ke tempat kejadian.

Rumah Sakit, beberapa hari kemudian...

"Bagaimana dokter kondisinya?" Tanya seorang suster kepada pak dokter.

"Anak berambut hitam itu udah sadar dan sekarang sedang tidur, tapi gadis kecil itu belum bangun sama sekali." Jawab sang dokter.

"Dok..." Kata si suster (ngesot) #plak.

"Apa lagi?" Tanya si dokter kesel.

"Beli makanan yuk! Udah satu abad kita belum makan..." Kata si suster. What? Belum makan seratus tahun?!

"Ooh, oke!" Si dokter pun pergi meninggalkan dua anak tersebut beristirahat. Tanpa disadari, masuklah bocah berambut hitam pendek tadi.

"...Gomen, Toma-kun, Aiko-san..." Dia merentangkan tangannya ke depan, lalu bulatan berwarna kuning cerah mulai membungkus tangannya.

FLASHBACK DI DALAM FLASHBACK OFF!

"Jadi, kau membagi ingatan Toma dengannya agar dia bisa sadar?" Tanya Neru. Xongek cuma mengangguk pelan.

"Tapi ada rumor yang mengatakan kalau ada yang mencampuri memori seseorang, dia akan lupa tentang siapa yang dia sayangi dulu. Biar begini, gua lebih kenal Toma dari lu. Gua cuma takut kalo Toma ngelupain dia..." Kata Xongek ngehela nafas.

"Dan sampe sekarang, yang ngingetin Toma tentang dia cuma cokat hazel yang dia suka makan. Mungkin dia juga udah lupa kenapa dia suka makan itu..." Lanjut Xongek

"Ngerti kan?" Tanya Xongek. Neru cuma ngangguk pelan.

"Nggak disangka, ternyata Toma mesti ngalamin hal ini..." Kata Neru prihatin.

FLASHBACK OFF!

Seorang gadis berambut lilac sepunggung dengan bando berwarna putih dan beriris coklat hazel masuk ke dalam ruangan.

"Watashi wa Eiji Aiko, yoroshiku onegaishimasu." Kata gadis itu datar.

"Aaah. Hisashiburi na, Toma-kun." Sapa gadis itu sambil ngedeketin Toma dengan senyumannya. Lalu Toma megangin kepalanya yang tiba-tiba pusing.

"AAAAAH!" Toma terus megangin kepalanya.

"Toma! Daijoubu?" Tanya Shiroumi sambil ngedeketin Toma. Begitu juga dengan Aiko.

"Tolong... Jangan deketin gua dulu, biarin dulu gua sendiri..." Kata Toma terengah-engah. Aiko pun langsung mundur. Shiroumi bantuin Toma untuk duduk di sofa terdekat.

"Aiko-san, bisa kita bicara sebentar?" Tanya Kengo sambil pergi ke pojok ruangan itu. Aiko pun ngikutin dia.

"Kau tahu kalo ada yang ngacak-ngacak memori seseorang, orang itu punya kemungkinan untuk ngelupain siapa orang yang dia cintai?" Tanya Kengo. Aiko pun kaget dan menutup mulutnya dengan roti (?).

"Xongek dulu pernah mencampurkan memori kalian untuk membangunkanmu kembali..." Kata Kengo dengan nada serius.

"Berarti, kalo memori gua nggak kenapa-napa..." Aiko ngegantung ucapannya. Kengo cuma ngangguk.

"Tapi dia belum lupain kamu sepenuhnya. Buktinya tadi kayaknya ada sedikit memorinya yang tabrakan..." Kata Kengo sambil berusaha ngasih sedikit harapan.

"Souka. Arigatou." Kata Aiko.

Lima belas menit kemudian...

Setelah yang lain selesai unpacking dan Toma yang udah enakan, Kengo langsung ngasih aba-aba buat penghuni baru VocaDorm untuk baris.

"Ekhem! Siaaaaap, GRAK!" Kengo mulai nyiapin sepuluh penghuni baru di dalam VocaCemetery (Pemakaman Voca #dihajarmassa).

"Youkoso minna! Saya adalah Hikari Kengo, tetua (?) dorm aneh bin gaje harap kalian dapat beradaptasi dengan baik di sini, karena anak-anak yang masuk ke sini makin hari makin sarap. Sekian." Kata Kengo sambil balik kanan bubar jalan. Yang lainnya cuma sweatdrop.

'Cuma gitu doang?! Dipikir mau pada ngapain...' Batin seluruh penghuni Vocadorm.

'Heh?! Seenggaknya biarin kita bubar napa!' Batin sembilan orang yang tergolong penghuni baru VocaCemetery #plak. Eh, kok cuma sembilan orang? Oooh, Mayu ternyata lagi nyiapin kapak berkekuatan turbo (?) dan siap dilempar ke Kengo.

FYUUUUUNG!

Kapak melayang, daaaaan...

CRAAAT!

Ouch, yang tadi tepat sasaran. May we skip this bloody scene, please?

Lima menit kemudian...

"Minna, kita main apa buat penyambutan?" Tanya Kengo ke seluruh penghuni lama.

"ToD aja, kan seru tuh!" Kata Kaiko ngusulin.

"Nggak ah, nggak seru! Kuda tomprok aja! Kelompok cowok sama cowok yang cewek sama cewek..." Kata Gakupo dengan pokerface (menjijikan) miliknya. Luka spontan ngegeplak banci samurai HEA! #plak. Ekhem, maksudnya ngegeplak banci terong itu.

"Diem aja lu, banci hentai!" Kata Luka abis ngegeplak Gakupo.

"Ha-ha'i." Gakupo dengan pasrah cuma iya-iya aja demi keselamatan mukanya. XD

"OH! Main pake VR aja!" Kata Len ngusulin.

"Emangnya kita punya VR di sini?" Tanya Meiko.

"Nggak, kita nggak punya VR di sini..." Jawab Kengo sweatdrop.

"Ah, AR aja!" Usul Shiroumi.

"Lu emang mau ngapain pake AR, hah? AR itu cuma ada di duel disk doang. Lagian pengen ngapain kamu pake AR? Mau... Aaah... Pasti mau liat 'Wynn the Wind Charmer' dalam bentuk hologram ya?" Tanya Kengo dengan smirk kecil selebar muka (?).

"Dih! Kengo-san mah ngaco!" Jawab Shiroumi nyolot.

"Terus apa dong? Pada nggak ada ide nih. Ya udah deh, bubar-bubar! Nanti saya umumin permainannya apa!" Kengo ngebubarin (baca : ngusir) seluruh penghuni lama.

-VocaDorm-

"Nanti apaan permainannya, Len?" Tanya Rinto.

"Nggak tau!" Jawab Len sambil nggeleng disko.

"Yo, minna!" Sapa Kengo sambil ngebawa gelas berisi banyak sumpit di dalemnya.

"Untuk permainannya, kita main..."

T-B-C~

Preview Chapter 16 :

Permainan dengan taruhan yang lebih besar dibanding ToD

"KING OF GAMES?!"

"Nomor lima! Gua cium ya!"

"Oke, apa pertanyaannya?"

Kengo : "Selesaaaai! Banyak bener ya charanya. Oke, chapter depan adalah 'Fun Games Arc' kayak ToD. Tapi yang ini lebih greget!"

Xongek : "Ya, ya. Len pake deck apa? Boleh tuh dilawan. Intinya..."

MIND TO REVIEW?

Kengo : "Oh iya, karena ada guest yang nge-review di JHS. Saya akan bales di sini, oke?"

Guest :

Ah, saya juga pengen ada organisasi begituan di sekolah saya. Thanks for review!~

Hyo :

*sweatdrop* H-hoi, capslock-nya matiin dulu, baru review... *swt* Ck, gimana ya... Silahkan anda cari di mbah gugel. XD #dihajarmassa

Kengo : "Oke, sesi bales review selesai! Yang punya akun akan saya bales lewat PM masing-masing. Jaa, mata aimashou!" *ngilang*