Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…
Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, multiple PoV may occur, dan saya bingung... #plak
Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.
Warning tambahan : Selama Fun Games Arc ini, mulai banyak adegan yang sesat. Jadi bagi yang ngerasa di bawah umur, silahkan skip bagian yang mengandung 'adegan sesat' itu... (^v^)V
.
-VocaDorm-
Sebelumnya di VocaDorm…
"King of Games... Permainan dengan taruhan terbesar..." Katanya menggigil.
"WTH? Gakupo maho?! Kok gua baru tau?!" Pekik Kaito sambil ngeliat Gakupo yang udah kayak anjing kelaperan.
CHU~ BRAK!
"Nomor enam belas! Jadilah harem king dan gaet seenggaknya lima cewek di sini!" Perintah Rui.
-VocaDorm-
"Hee, serius? Gua gak mau jadi harem king. Kita frenchkiss aja ya?" Tanya Rei yang ternyata mendapat sumpit bernomor enam belas. Yang lainnya (min Rui, Rinto, Lenka, Kaito, dan Gakupo) langsung syok di tempat karena setelah dia bilang kayak gitu, dia langsung nyamber Rui. Dan seperti yang bisa diduga, mereka sedang ber-frenchkiss-ria dengan tatapan geli dari semuanya (min Rinto, Lenka, Kaito, dan Gakupo).
"Twincest! Twincest!" Teriak Rinto dan Lenka 'bernyanyi' dengan indahnya.
.
.
.
"Udah kan? Ayo kocok lagi sumpitnya!" Kata Rei semangat setelah mencium adiknya tepat di bibir. Setelah sumpitnya diacak-acak, mereka mengambil satu sumpit masing-masing.
"Oke, siapa rajanya?~" Tanya Mayu yang udah mulai 'mabok' karena atmosfir yang aneh mulai memancar dari seluruh penjuru ruangan.
"Nomor tiga! Crossdress!~" Teriak Miki. Piko pun tersentak kaget.
"C-cr-cro-CROSSDRESS?!" Piko mulai berteriak gaje saat dirinya ditarik oleh Miki, Gumi, dan Rin ke ruangan atas...
"SAMWAN HELEP MIIII!" Kata Piko berteriak sambil memberontak dari tiga gadis yang akan membuat kejantanannya diragukan.
"Dan dua make-up artist terkenal menangani satu korban crossdressing lagi..." Gumam Len sambil pundung mengingat dirinya saat menjadi korban crosdressing di acara ToD. (Note : Baca Chapter 2. XD)
.
.
.
Dan penampilan Piko sekarang adalah rambut yang diberi jepit rambut berwarna putih dan gaun lolita seperti Mayu. Melihat hal ini, hampir semua laki-laki di sana langsung nosebleed semua (kecuali Kengo, Kaito, Gakupo, Rinto, dan Rei. Mungkin kalo Kaito sama Gakupo liat mereka juga akan nosebleed).
"Udah kan! Ayo mulai lagi!" Kata Piko kesal sambil mengocok sumpitnya. Yang lain pun lalu mengambil satu sumpit dari gelas itu.
"Siapa yang dapet?" Tanya Miki yang tersenyum innocent setelah selesai membuat Piko jadi perempuan seja-#ditimpukUSB
"Ano sa, nomor sepuluh siapa?" Tanya Rei. Yang lainnya lagsung bergidik ngeri, terlebih Nero.
'Mampus! Dia lagi rajanya...' Batin semuanya sweatdrop.
"Gua!" Teriak Lenka sambil ngangkat tangannya. Muncullah smirk kecil selebar muka di belakang muka Rei (?).
"TWINCEST!" Teriak Rei menggelegar sampe 'The World That Never Was' #plak #salahfandom. Lenka, Rinto, dan Rui hanya tersenyum senang. Sedangkan yang lainnya hanya jawdrop seketika. Detik itu juga Lenka langsung mencium bibir Rinto.
.
Lima menit kemudian...
.
Desahan-desahan pun mulai terdengar di seluruh ruangan.
"Psst, Kengo-san. Mereka kapan selesainya?" Bisik Luka ke sang tetua VocaDorm.
"Tauk deh..." Jawab Kengo sambil ber-swt-ria.
.
Sepuluh menit kemudian...
.
"Twincest! Twincest!" Rei dan Rui terus bernyanyi selama Lenka dan Rinto berciuman.
"Argh! Dah lima belas menit nih! Males banget gua ngeliatnya..." Bisik Gumi ke Len.
"Can someone please stop them..." Jawab Len pasrah.
'Untung gua gak twincest kayak mereka...' Batin Neru lega.
.
Lima belas menit kemudian...
.
Shiroumi cuma ngeliatin jam tangan yang dia pake. Katanya sih ngukur berapa lama mereka ciuman, daripada merhatiin orangnya ciuman... Pinter juga nih anak #digebukShiroumi.
Winona yang dari tadi duduk di sebelah Shiroumi cuma bingung sambil gantian ngeliatin Shiroumi yang lagi ngeliatin jam, Rinto dan Lenka yang lagi ciuman, dan Rei dan Rui yang dari setengah jam lalu gak berhenti-berhenti 'nyanyi'. Lalu muncullah ide yang menurutnya sangat 'cemerlang'.
"Nee, Shiro-kun. Mereka kapan selesainya?" Bisik Winona ke Shiroumi dangan nada yang sedikit gimana gitu... Author juga nggak ngerti. Shiroumi cuma nge-blush parah sambil geleng-gelengin kepalanya.
'Kuatin iman! Shiorumi!' Batin Shiroumi berteriak dalam hati.
"Kalo mereka selesai aku juga mau dong..." Lanjut Winona berbisik sambil mendekatkan kepalanya. (Xongek : "Winona makan apa ya hari ini?" -_-")
BLUSH!
.
.
.
"Shiro-kun?" Winona menepuk-nepuk tangan Shiroumi. Kengo yang dari tadi nggak merhatiin acara twincest RintoLenka hanya memperhatikan bocah blonde berkacamata dan gadih hijau ber-ponytail ini. Tapi lama-kelamaan dia sadar akan sesuatu. Shiroumi gak gerak sedikitpun setelah Winona ngedeketin kepalanya di tangan Shiroumi. Kengo pun nyamperin Shiroumi dan Winona.
"Err, kalo boleh tau, Shiroumi kenapa?" Tanya Kengo. Lalu Winona pun membisikkan sesuatu kepada Kengo. Kengo hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Hoi, kalian lebih baik berhenti sekarang dan bantu aku membopong dia ke atas!" Tegur Kengo kepada Rinto dan Rei sambil berusaha mengangkat Shiroumi. Rinto dan Rei yang kaget gara-gara ada orang pingsan langsung menghampiri Kengo dan membantu mambawa Shiroumi ke atas. Yang lainnya pun terlihat khawatir begitu Shiroumi dibopong ke atas.
"Pst, Shiroumi kenapa?" Tanya Akaito sambil menyenggol tangan Toma. Toma cuma mengangkat bahu Akagane (?) yang berdiri di sebelahnya #plak.
"Satu orang lagi keluar..." Kata Meiko berkeringat dingin.
"Padahal bukan giliran dia kena..." Bales Luka sweatdrop.
.
.
.
"Bisa dilanjutin?" Tanya Kengo sambil membuang sumpit nomor 28 dan mengocoknya.
"Bisa dooong..." Jawab Dell semangat sambil ngambil satu sumpit.
"Ya lu enak belum kena. Kalo kena mampus lu!" Balas Len sambil ngambil satu sumpit.
"Siapa raja?" Tanya Gumiya.
"ME!" Jawab Akaito seneng.
"Nah, ayo! Perintahnya." Respon Oliver.
"Uhh, nomor satu. Ceritain aib diri sendiri..." Jawab Akaito malas. Sebenernya dia mau ngincer Meiko semisal ini permainan ToD, tapi karena KoG perbandingannya satu banding dua puluh sembilan. Akaito hanya pasrah saja dengan menyebut nomor asal.
"Aib ya..." Kata Meiko sambil menghela nafas. Akaito yang tadinya lesu jadi terbakar badannya #plak, maksudnya terbakar semangatnya.
"Dulu kayaknya pernah deh gua ngancurin VocaDorm entah kapan..." Jawab Meiko yang udah mabok karena kebanyakan minum sake. Yang lainnya cuma bisa memunculkan tanda tanya di atas kepala mereka dan berkata, 'Ni orang mabok lagi kayaknya.'
Tapi sepertinya Kengo mengingat sesuatu. Sesuatu yang amat menyeramkan terjadi di VocaDorm saat para penghuni VocaDorm pergi sekolah.
FLASHBACK ON!
Kengo's PoV
"Hee, jadi Meiko nggak masuk karena sakit ya?" Tanyaku kepada seseorang dari seberang sana. Kalo kalian pikir saya pake telepati, kalian salah. Saya pake handphone. Kalian pada katro apa? Abaikan.
"Ya... Menurut Luka begitu memang." Jawab yang di seberang sana.
"Ah, souka. Aku akan melihat keadaan di VocaDorm dulu. Jaa na!" Aku menutup panggilan telepon milikku.
Kalau kalian berpikir siapa orang yang tadi meneleponku, dia adalah Hikari Xongek. Guru kelas XI di VocaDemyx dan nobody dari diriku sendiri. Aku lalu melahap potongan terakhir roti yang kumakan dan berjalan menuju VocaDorm.
.
.
.
TOK TOK
"Ada orang?" Tanyaku setelah mengetuk pintu VocaDorm.
.
.
.
Tidak ada jawaban. Apa Meiko sedang tidur.
PRANG!
Heh! Apa itu?!
PRANG! TRENG! PRAK!
Ada apa sebenarnya di dalam. Aku langsung mencari kunci cadangan VocaDorm di dalam salah satu pot bunga di pekarangan VocaDorm.
"Ah!" Aku menemukan kunci itu. Aku pun langsungmembuka kunci pintu VocaDorm dan segera masuk ke dalam.
"A-APA-APAAN NIH?!" Teriakku saat melihat Meiko yang sedang mabok di tengah-tengah ruang tengah VocaDorm yang udah kayak kapal pecah.
.
.
.
FLASHBACK OFF!
Normal PoV
"Brrr..." Kengo merinding sendiri.
"Kenapa, Kengo-san?" Tanya Toma
"Iie, nande mo nai." Jawabnya sekenanya.
"Nah, ayo diambil!" Kata Miku yang udah selesai ngocok sumpitnya dan lalu mengambil satu sumpit diikuti yang lainnya.
"Siapa raja?" Tanya Kaiko.
"Saya taiye (?)!" Jawab Miku yang mendadak pake logat Madura.
"Yeh, dia yang ngocok dia yang dapet..." Kata Oliver berkomentar.
'Kok perasaan gua nggak enak ya?' Batin Miku khawatir.
"Nomor dua puluh tujuh. Main pocky games pake negi..." Jawab Miku. Luka yang dari tadi adem-ayem sekarang malah keringetan gaje.
"E-eh, siapa yang dapet?" Tanya Miku.
"Miku, lu beneran yuri ya?" Bales Toma santai. Miku tersentak kaget.
"M-maksudnya?" Miku juga mulai keringetan dingin.
"Luka-senpai nomor dua puluh tujuh ya?" Tanya Gumi menebak-nebak.
"Nani?!" Miku menggebrak meja dengan negi super unlimited edition (?) miliknya.
"Haaaah, biarin lah. Cuma permainan ini kan?" Tanya Luka terpaksa. Mereka pun mulai negi games (?). Tapi tak lama kemudian Luka yang nggak tahan sama rasanya negi langsung batuk-batuk gak jelas sebelum permainan selesai.
"Ohok-ohok! Itu negi apaan sih Miku?!" Tanya Luka sambil batuk-batuk.
"Negi busuk lima tahun yang lalu." Kata Miku watados. Yang lainnya cuma sweatdrop di tempat.
"Oke, lanjut!" Kata Kengo.
"Kengo-san. Saya ke toilet dulu ya!" Kata Winona sambil pergi ke atas.
"Oh oke..." Kata Kengo sambil ngocok sumpitnya dan gak merhatiin kemana Winona pergi.
"Umm, kenapa Winona ke atas?" Tanya Lenka menunjuk Winona yang lari ke atas.
"Toilet bawah lagi rusak. Baru besok dibenerinnya..." Jawab Kengo santai sambil membuang sumpit nomor dua puluh tujuh dari gelas itu. Lenka cuma manggut-manggut dengernya.
"Saa, siapa sekarang?" Tanya Toma.
"Nomor tiga crossdress!" Kata Olipop (?) teriak pake toak. Len pun tepar di tempat. Alhasil, para make-up artist yang akan mengubah Len menjadi cewek (?) itu hanya menyeret Len ke atas.
.
.
.
"Gimana, minna?!" Teriak Gumi pake toak. Len sekarang memakai baju kakaknya, empat jepit rambut yang menahan poninya, rambut seleher yang berkibar (?), dan pita putih besar persis seperti Rin (Kengo : "De Javu?" XD). Bisa dibilang hampir semua yang di sana tidak mengenali yang mana yang Len mana yang Rin.
"Hoi, bangun pisang!" Kata Rinto menepuk pipi 'Rin' yang sedang tepar dengan elitnya. 'Rin' pun membuka matanya dan melihat badannya.
.
"Satu..." Rin memberi aba-aba ke Rinto dan Gumi.
.
"Dua..."
.
"TIGA!"
"TIDAAAAAAK! KENAPA GUA JADI BEGINI LAGIIII!" Teriak 'Rin' lebay. Sedangkan Rin (yang asli), Gumi, dan Rinto pun kocar-kacir ke seluruh ruangan. (Xongek : "Poor you, Rin..." #digilesRoadRoller | Kengo : *sweatdrop*)
"NEE-CHAN! GUMI! RINTO-NII!" 'Rin' pun mengejar tiga anak aneh yang sedang kocar-kacir di ruang tamu VocaDorm.
"Tolooong! Ada crossdresser ngamuk! Tolooong!" Teriak Gumi dengan nada ngeledek. Tapi, bukannya mengejar Gumi. Len malah mengincar Olipop yang tidak bersalah. Dan entah kenapa Kopiko (?) juga ikut nyamperin Olipop.
"HEH! LU DOANG YANG BELUM DI-CROSSDRESS! POKOKNYA GANTIAN KITA CROSSDRESS LU!" Teriak Len dan Kopiko kompak sambil ngebawa Olipop ke atas.
.
.
.
Sekarang Olipop memakai kostum Tokyo Mew-Mew (?). Len dan Kopiko pun ketawa gak berhenti-berhenti ngeliat hasil kerja mereka. Yang lainnya hanya ber-sweatdrop-ria atau sedang fangirling gak jelas kayak Miku dan Kaiko. Ada juga yang no comment macem Lenka atau Aiko. Ada yang ngasah kapak untuk siap-siap ngebunuh siapapun yang ngusulin permainan ini macam Mayu (Xongek : "Kayaknya nyawaya Author terancam nih..." XD), dan lain-lain dan seterusnya dan saya bingung #plak.
"Ah, AAAH!" Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar dengan kadar keambiguan yang sangat tinggi. Luka dan Miku bersiap dengan ikan tuna beku dan negi ultramilk (?) milik mereka plus ISG.
"Idiih... Suara siapa dah?" Tanya CUL merasa risih dengan suara dengan kadar ambigu kelewat tinggi ini.
"Itu loh, Xong-Maksud saya Hikari-sensei pernah nyeritain tentang pasangan yaoi di kelasmu 'kan?" Tanya Kengo. CUL cuma mengangguk.
"Kamui-san dan Shion-san, 'kan?" Jawabnya memastikan. Kali ini gantian dia yang mengangguk.
"Mungkin aja mereka lagi 'itu'..." Jawab Kengo swt sambil ngeliat ke luar VocaDorm sebelum mereka keburu diamuk sama LukaMiku yang udah ngambil ancang-ancang untuk ngebantai pasangan yaoi satu ini.
BRAK!
"Hoi! Lu pada ngapa...in?" Tanya Kengo sweatdrop ngeliat posisi Kaito dan Gakupo. Kaito sedang nungging, Gakupo sedang duduk di belakangnya Kaito. Dan yang terpenting, mereka masih berpakaian. Yang berarti mereka gak saling mengrape satu sama lain.
"Itu, tadi pas Kaito diterjang sama gua. Pantatnya kena landak lewat. Jadilah Kaito jadi seperti sekarang..." Jawab Gakupo. Kengo pun hanya bisa ber-facepalm-ria mendengar penjelasan aneh bin sarap dari Gakupo.
"Mending lu berdua masuk aja deh daripada menambah kadar keambiguan..." Kata Kengo menyuruh mereka masuk. Mereka pun langsung naik ke atas. Yang lainnya pun sweatdrop seketika.
"Bah, bener-bener mereka ini..." Kata Luka geleng-geleng kepala ngeliatin si terong dan es krim idiot ini bertingkah setelah orangnya menghilang ke atas.
"Tauk tuh." Balas Miku sambil melepaskan ISG-nya.
"Bisa dimulai sekarang?" Tanya Gumiya sambil mengocok sumpitnya. Bersamaan dengan itu, Winona turun ke bawah.
"Ah, Winona-san! Ayo sini!" Kata Neru mengajak Winona untuk cepat turun ke area permainan.
"Abis liatin Shiroumi ya? Kok lama banget?" Tanya Neru. Winona hanya menggeleng pelan. (Kengo : "Bah! Tsundere!" #dilibas)
"Jadi nambah satu orang lagi nih?" Tanya Akaito sambil menaruh sumpit nomor dua puluh delapan kembali ke tempatnya semula, lalu mengocoknya kembali sebelum yang lain mengambil satu sumpit pilihannya.
"Siapa raja?" Tanya Len.
"Aduh, gua pengen pindah tempat duduk nih. Gua pindah ke sebelah nomor lima belas ya?" Tanya Toma sambil tersenyum kecil.
"Ooh, ya udah. Nih..." Aiko pun menyisihkan tempat duduknya sebagian untuk Toma. Yang lainnya pun hanya menatap mereka tanpa sepatah kata pun.
.
.
.
Pak jangkrik pun sepertinya sedang liburan ke planet Mars #plak.
"E-eh, kenapa jadi suram gini?" Tanya Akagane memecah keheningan.
"Mendingan kita udahan yuk. Udah banyak korban berjatuhan nih soalnya..." Kata Meiko yang dari tadi udah nggak tahan sama atmosfer VocaDorm yang makin hari nggak enak setelah mereka main King of Games.
"Ya udah deh. Mending kita masuk ke kamar masing-masing..." Kata Kengo menyuruh seluruhnya masuk ke ruangan masing-masing untuk istirahat massal.
T-B-C~
Preview Chapter 18 :
King of Games : The Aftermath
"WUADAW!"
"Shiro-kun..."
"Yap, mata aimashou. Minna!"
Kengo : "Selesaaai! Entah kenapa saya lagi nggak pengen banyak bacot hari ini, oke. Intinya..."
MIND TO REVIEW?
Xongek : "Bentaaar! Saya pengen nambahin dulu!"
Kengo : "Haah... Jangan ada adegan sesat kayak kemaren lagi ya!"
Xongek : "Berees!"
Behind the Scene
By : Hikari Xongek
"Ohok-ohok! Itu negi apaan sih Miku?!" Tanya Luka sambil batuk-batuk.
"Negi busuk lima tahun yang lalu." Kata Miku watados. Yang lainnya cuma sweatdrop di tempat.
"Oke, lanjut!" Kata Kengo.
"Kengo-san. Saya ke toilet dulu ya!" Kata Winona sambil pergi ke atas.
"Oh oke..." Kata Kengo sambil ngocok sumpitnya dan gak merhatiin kemana Winona pergi.
Di atas... Lima menit kemudian.
"Haaah, sekarang tinggal balik lagi ke bawah!~" Kata Winona seneng. Begitu dia ngelewatin kamar cowok, terbersit di pikirannya untuk ngeliat keadaan Shiroumi sebentar. Selidik punya selidik ternyata Winona masih ngerasa bersalah gara-gara tadi.
GREEK!
Winona pun membuka pintu kamar itu pelan-pelan. Dia pun langsung kaget bukan karena Shiroumi ada di sana masih ko-it. Tapi yang mengagetkannya adalah samurai pecinta terong berambut ungu yang masih sibuk mencabuti duri landak dari pantatnya si pemuda biru idiot pecinta es krim. Winona pun langsung menutup pintunya dan langsung turun ke bawah.
Xongek : "Gimana?"
Kengo : *sweatdrop* "O-oke sih..."
Xongek : "Bener ka..." #dilibas
Kengo : *masih sweatdrop* "Me-mendingan kita tutup aja. Jaa na!" *ngilang ditelan bumi #plak*
