Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…
Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, multiple PoV may occur, dan saya bingung... #plak
Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.
-VocaDorm-
Sebelumnya di VocaDorm…
"Hee, serius? Gua gak mau jadi harem king. Kita frenchkiss aja ya?" Tanya Rei yang ternyata mendapat sumpit bernomor enam belas.
"Kalo mereka selesai aku juga mau dong..." Lanjut Winona berbisik sambil mendekatkan kepalanya.
"Mendingan kita udahan yuk. Udah banyak korban berjatuhan nih soalnya..." Kata Meiko yang dari tadi udah nggak tahan sama atmosfer VocaDorm yang makin hari nggak enak setelah mereka main King of Games.
-VocaDorm-
Sekarang, seluruh penghuni VocaDorm (plus Kengo) tengah mengungsi di kamar laki-laki. Ada yang duduk termenung kayak Toma, ada yang masih nungging kayak Kaito, dan ada pula yang ber-twincest-ria macem Rinto-Lenka atau ReiRui. Ada juga yang masih normal kayak Miku, Rin dan Gumi yang secara emang happy-go-lucky dan masih polos. Tapi semua berubah saat si banci terong menyerang. #ditebas
Kalo diliat, di dekat pintu kamar itu ada seorang gadis berambut pastel pink, seorang pemuda berambut teal, dan seorang bocah berambut hitam pendek yang tergolong masih di bawah umur untuk ngajar #plak. Mereka semua langsung sweatdrop begitu melihat kondisi VocaDorm saat King of Games : The Aftermath #plak!
"Ah, makasih udah mau dateng!" Kata sang tetua VocaDorm, Hikari Kengo.
"Etto, apa yang kau lakukan kepada mereka? Apa mereka diperkaos (?)?" Tanya Pemuda berambut teal itu. Hatsune Mikuo, guru IPA kelas XI. Gadis berambut pastel pink dan bocah berambut hitam pun hanya ber-facepalm-ria mendengar jawaban 'cemerlang' dari Mikuo.
"Tidak kok, Hatsune-san. Hanya tadi mereka bermain King of Games, itu saja..." Jawab Kengo dengan watados. Gadis berambut pastel pink itu menatap Mikuo dengan tatapan 'permainan-apa-itu-?' yang dibalas dengan tatapan 'kau-tidak-akan-ingin-tau-itu-sekarang' oleh Mikuo.
"Yang benar saja..." Kata Xongek, bocah berambut hitam tadi, sambil memasang muka 'you-don't-say' sambil melihat kondisi para penghuni VocaDorm yang udah kayak penghuni VocaCemetery. #digilesRin
"Lalu dia kenapa?" Tanya gadis berambut pastel pink itu, atau lebih akrab disapa IA , sambil menunjuk pemuda biru dengan posisi yang sangat tidak enak dilihat oleh mata dan beberapa duri landak menancap di bagian belakangnya. #dilempartrukeskrim
"Ah, dia? Tadi dia ngedudukin landak lewat..." Jawab Kengo (lagi-lagi) dengan watados. Xongek dan IA pun hanya sweatdrop melihat kondisi Kaito dan mendengar penjelasan Kengo yang (benar-benar) tidak logis dan tidak membantu sama sekali. Sedangkan Mikuo hanya datang mendatangi bocah biru naas tersebut sambil mengambil tang karatan yang entah dari mana dia dapetnya. Lalu, tanpa pemberitahuan dari yang bersangkutan, Kaito pun di-'operasi' detik itu juga dengan cara yang bisa dibilang kasar pake banget #plak.
TUING! (?)
WUADAW!
Dan siklus 'cabut-teriak-cabut-teriak' pun berlangsung selama lebih dari tiga jam. XD
"Haaah... Emang mesti aku ya?" Tanya Mikuo sambil menghampiri kembali IA, Xongek, dan Kengo yang membatu sambil memandangi Kaito yang sekarang pingsan dengan gaya yang sangat tidak elit.
"Kaito-senpai... Huaaaaa!" Sepeninggal Mikuo dari sesi operasinya, Miku pun menangis meraung-raung karena ditinggal mati sama pacar idiot tercintanya #digilestrukeskrim (Kaito : "GUA BELUM MATI, AUTHOR GILA!")
"Errr, Mikuo-kun... Apa harus sampai separah itukah caranya?" Tanya IA jawdrop.
"Gak juga sih... Hehehe." Jawab Mikuo sambil nyengir kuda. Dan Xongek pun mulai ber-sweatdrop-kuadrat(?)-ria.
"Kengo-san, nyalain wi-fi dong. Bosen nih..." Kata Neru dan Nero kompak. Secara mereka duet handphone. XD
"Iya iya, nanti y-" Ucapan Kengo terputus karena dia merasakan aura membunuh yang sangat mencekam dan ujung dari sebuah bilah besi yang tajam nan dingin menempel di lehernya.
"Cepetan gak..." Ancam (siapa lagi kalau bukan) Mayu yang merupakan sumber dari aura pembunuh berdarah dingin ini.
"H-h-ha-ha-ha-ha-ha-ha'i!" Kata Kengo langsung ngacir ke bawah tempat kontrol wi-fi. Xongek dan Mikuo pun cuma jawdrop di tempat karena ngeliat kejadian langka yang sangat jarang bisa dilihat oleh setiap warga VocaDemyx.
Kabur tanpa perlawanan.
Kengo terkenal sangat kompetitif di lingkungan VocaDorm dan VocaDemyx sehingga banyak yang sering kalah berdebat saat rapat tahunan VocaDemyx (Iyalah, orang sebelumnya gurunya cuma Kiyoteru dan duplikat-duplikatnya...XD). Tapi baru kali ini ada orang yang berhasil membuat sang tetua VocaDorm itu lari terbirit-birit tanpa perlawanan sama sekali.
'Wuanjir! Ada murid kayak gini di VocaDemyx?!' Pikir Xongek terkejut.
'Untuuuung aja gua ngajar kelas XI...' Pikir Mikuo sambil bernafas lega.
'Yah, murid aneh lagi satu...' Pikir IA meratapi penghuni kelasnya yang makin lama makin sarap. Dua guru dan satu guru prematur (?) itupun berjalan keluar.
.
.
.
Setelah satu jam, suasana di VocaDorm semakin rusuh, mulai dari kompetisi makan cabe antara Akaito dan Akagane, duel YuGiOh antara Len dan Winona yang dimenangkan oleh Winona dan dilanjutkan dengan Len yang pundung, Shiroumi yang garuk-garuk kepalanya pake pensil gara-gara gak ada inspirasi buat gambar, Meiko yang mabok (diem-diem tentunya...), Toma yang merenung, Rin yang ngobrak-ngabrik Roadroller (?),
Nero dan Neru yang sibuk dengan hape-nya masing-masing, Mayu yang lagi ngasah kapak, Miki yang ketagihan nge-crossdress Piko dan ngejar-ngejar Piko, dan lain-lain.
"Argh! Lagi?!" Kata Len sambil ngacak-ngacak rambutnya.
"Len, lu terlalu lemah kali..." Kata Gumi dengan nada sedikit mengejek. Len hanya menggembungkan pipinya. Mendengar keributan di situ, Shiroumi yang duduk tidak jauh dari sana pun menutup buku gambarnya sebentar.
"Woi, Len! Lu lawan Kengo-san yang deck-nya acak-acakan gitu aja kalah. Gimana lawan deck-nya Winona?" Tanya Shiroumi seraya mengeluarkan satu kartu dari saku celananya, melihatnya sebentar, lalu memasukannya kembali ke tempat seharusnya.
"Sudahlah, gua nyari angin seger dulu di bawah... Mata na..." Kata Shiroumi sambil beranjak keluar ruangan sambil membawa pensil dan buku gambarnya.
"Shiro-kun!" Winona berusaha menghentikan Shiroumi, tapi dihentikan oleh sang tetua VocaDorm.
"Kau tau kan yang baru saja terjadi?" Tanya Kengo serius.
FLASHBACK ON!
"Shiro-kun?" Winona menepuk-nepuk tangan Shiroumi. Kengo yang dari tadi nggak merhatiin acara twincest RintoLenka hanya memperhatikan bocah blonde berkacamata dan gadih hijau ber-ponytail ini. Tapi lama-kelamaan dia sadar akan sesuatu. Shiroumi gak gerak sedikitpun setelah Winona ngedeketin kepalanya di tangan Shiroumi. Kengo pun nyamperin Shiroumi dan Winona.
"Err, kalo boleh tau, Shiroumi kenapa?" Tanya Kengo.
"Jadi, tadi Shiro-kun hanya sedikit ku-'goda'. Hanya itu saja..." Bisik Winona. Kengo hanya bisa menggelengkan kepalanya.
'Haaah... Ada-ada saja gadis ini...' Pikir Kengo sambil mengangkat Shiroumi.
FLASHBACK OFF!
Winona hanya mengangguk pelan.
"Berikan dia waktu sedikit. Baru nanti kau bicara dengan dia." Kata Kengo serius. Winona hanya mengangguk paham.
"Lagipula kan Shiroumi cuma ke bawah, dan Xongek, IA-san, dan Hatsune-san mengawasinya dari atas..." Kata Kengo melanjutkan.
"HOOI!" KENGO-SAN! BISA KAU KE SINI SEBENTAR?" Teriak Gumi.
"Ha'i ha'i!" Balas Kengo.
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan." Kata Kengo sambil menenangkan gadis berambut hiaju ber-ponytail ini.
.
.
.
"Ada apa?" Tanya Kengo sambil nyamperin Gumi yang udah dikerubingin sama yang lain kayak semut ngerubingin gula.
"Ini... Kengo-san liat aja sendiri..." Kata Gumi sambil menyerahkan sebuah buku gambar bersampul hijau kepada sang tetua VocaDorm. Dia pun memperhatikan sampulnya sebentar.
"Ini punya Shiroumi, 'kan?" Tanya Kengo. Yang dibalas oleh anggukan yang lain.
"Emang kenapa sama buku gambar ini? Bukannya beberapa dari kalian udah tau gambar yang ada di dalemnya kan?" Tanya Kengo lagi.
'STALKER!' Kata Toma, Akagane, Gakupo, Len, Kaito, Akaito, Gumiya, Dell, dan Rei bersamaan dalam hati. Kengo pun membuka buku tersebut. Terlihatlah sketsa sebuah gambar seorang gadis ber-ponytail yang diikat dengan sebuah pita hijau tipis. Kengo hanya mengerenyitkan alisnya melihat gambar tersebut. Pasalnya dia sangat mirip dengan seseorang. Lalu dia melihat ke halaman selanjutnya yang anehnya, bukan hanya sebuah gambar dengan model yang sama hanya berbeda pose di sebelah kanan, dia menemukan beberapa baris kalimat di halaman sebelah kiri. Kengo pun membaca tulisan itu sebentar.
"Kalian mungkin pengen denger yang satu ini." Kata Kengo sambil menatap seluruh penghuni VocaDorm. Sontak yang lainnya langsung diam di tempat, siap mendengar apa yang ingin diceritakan oleh sang tetua VocaDorm.
"Di sini tertulis, 'Hari ini, aku melihat seorang gadis angin. Tampak begitu anggun...'." Kata Kengo membacakan apa yang tertulis di sana. Yang lainnya hanya diam, tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun dari mulut mereka.
"Etto..." Kengo pun membuka halaman selanjutnya dan membacanya dengan toak sekolahan.
"Yang ini tertulis, 'Semakin hari kupandang, semakin gila diriku dibuat.'." Setelah mendengar kata-kata Kengo. Toma dan Akagane pun saling bertukar pandang.
"Kengo-san, tulisan itu ditulis tanggal berapa?" Tanya Akagane.
"Tanggal... Sebentar... Hah?" Kengo memeriksa halaman buku gambar tersebut, mencari sesuatu yang terlihat seperti tanggal. Akhirnya dia menemukannya dan kaget begitu ia melihat tanggal gambat dan tulisan itu dibuat.
"Enam juni 2066..." Kata Kengo sambil membaca tulisan pada tanggal tersebut.
"Gua inget! Itu hari di mana Shiroumi nyaris bunuh diri tiga tahun yang lalu!" Teriak Toma memukulkan kepalan tangan kirinya di telapak tangan kanannya.
"HAH?! APA LU BILANG?!" Teriak seluruh penghuni (min Kengo, Toma, Winona, dan Akagane).
Meanwhile...
"Hm? Sudah mau kembali?" Tanya Xongek melihat Shiroumi dengan muka suram.
"Hikari-sensei, bisa kau berikan ini kepada semua yang di dalam?" Tanya Shiroumi sambil memberikan sepucuk surat.
"Dan nanti kalau Winona mencariku, bilang aku ada di atap..." Kata Shiroumi sambil berjalan ke atas dengan lesu.
"Mizu-" IA berusaha menghentikan pemuda blonde berkacamata itu.
"Jangan sekarang!" Teriak Xongek.
"Dia butuh waktu untuk menyendiri..." Kata Xongek menjelaskan.
'Lebih baik kuberikan ini sekarang.' Pikir Xongek sambil membuka pintu kamar Cowok VocaDorm.
"Permisi..." Kata Xongek masuk ke dalam.
"Hm, Hikari-sensei? Ada apa?" Tanya CUL.
"Shiroumi menitipkan surat ini kepada semua yang ada di sini." Kata Xongek memberikan surat itu ke Kengo. Tapi Winona, seakan dia bisa membaca isi pikirang guru berambut hitam tersebut, langsung berlari ke atas.
"Shiro-kun!"
"H-hoi! Winona!" Cegah yang lain, tapi tidak sempat dihentikan. Bersamaan dengan itu, IA dan Mikuo pun masuk ke dalam.
"Gadis itu tidak membaca pikiranmu, 'kan. Hikari?" Tanya Mikuo.
"Emang kenapa?" Kata Rena bertanya balik.
"Dia langsung berlari ke atap tanpa pikir panjang. Seperti membaca pikiranku..." Jawab Xongek.
"Mungkin intuisinya bagus..." Balas Len sekenanya.
"Mau mengejar mereka?" Tanya Akagane.
"Nggak usah, mereka butuh waktu berdua. Iya gak, Rui-chan." Kata Rei sambil mengangkat dagu Rui, yang membuat Rui blushing pada waktu dan tempat yang salah (banget).
"Pastinya..." Balas Lenka sambil mencium Rinto.
'Dasar pasangan twincest!' Pikir seluruh penghuni VocaDorm (plus Kengo)
'Murid baru gua ada yang twincest?" Pikir Xongek dan Mikuo.
"Mendingan kita tungguin aja..." Kata Gumiya mengambil langkah bijak.
.
.
.
Lima menit kemudian...
"Permisi?" Tanya seorang gadis sambil membuka pintu. Yang lainnya pun langsung melihat ke arah pintu.
"WINONA-SAN!/ WINONA!/KAZEMI-SAN!" Koor yang lain terkejut melihat Winona.
"Dan liatlah siapa yang gua bawa..." Kata Winona sambil mendorong Shiroumi masuk.
"Yo!" Sapanya. Dia terlihat cerah dan bercahaya dibanding saat tadi menitipkan surat ke Xongek.
"SHIROUMI!" Koor yang lain (min Kengo, Xongek, IA, dan Mikuo).
"Jadi gimana, Winona?" Tanya Shiroumi sambil tersenyum lebar. Yang hanya dibalas oleh senyum tipis dari gadis hijau ber-ponytail itu.
"'Gimana' gimana maksudnya?" Tanya yang lain
"Panjang kalo diceritain. Dan gua juga males nyeritainnya. Bweee!" Kata Winona sambil menjulurkan lidahnya.
"Oh iya, kami kembali dulu ya!" Kata Mikuo sambil bangkit dari kubur #plak. Maksudnya dari tempatnya duduk.
"Yap, mata aimashou. Minna!" Kata IA sambil melambaikan tangannya dan mambawa Xongek dan Mikuo terjun bebas ke lantai satu (?).
"Set... Kebiasaan tinggal di planet lain kali ya. IA-sensei..." Kata Dell.
"Oh iya. Karena sekarang udah malem... Jadinya tolong yang perempuan agar kembali ke kamarnya di atas ya!" Perintah Kengo.
"YAAAAH!" Koor anak perempuan menyoraki Kengo.
"Kan di sini seru!" Protes Miku.
"Bisa nabok si banci terong itu di sini!" Protes Luka sambil menunjuk Gakupo dan wajahnya yang sudah tak berbentuk akibat gamparan dari maguro ojou-sama. #ditebas
"Bisa... hik... ngebuka aib si... hik... Akaito... hik..." Kata Meiko yang ketahuan sudah mabuk dari tadi sambil menunjuk Akaito yang sesegera mungkin ingin membalas gadis coklat pemabuk ini.
"Sudah sudah! Makan dulu sana, ada panci goreng spesial (?) tuh!" Kata Kengo sambil menunjuk setumpuk panci bekas yang baru saja digoreng. Yang lainnya langsung menyaploknya tanpa pikir panjang. #dibantaibersama
Oke, abaikan...
"Sudah sudah! Masuk dulu ke sana. Besok kalian kan masih bisa bertemu satu sama lain, 'kan?" Tanya Kengo. Akhirnya dengan berat hati, seluruh penghuni cewek pun berjalan menuju kamar mereka.
"Oke, dadah eperiwan! Muah! Muah!" Kata Kengo sambil terbang ke atas dan ngebuat seluruh penghuni muntah-muntah.
T-B-C~
Preview Chapter 19 :
Penerimaan Murid Baru di VocaDemyx
"Minna! Kita punya teman baru!"
"Kagamine-san tachi, harap ikut denganku sebentar"
"HEH! APAAN TUH?!"
Kengo : "Yosh! Selesai!
Xongek : "Gaje bener, thor..." -_-'
Kengo : "Lagi abis inspirasi nih..." TAT
Xongek : "Oya, karena stok skrip author udah abis. Jadi satu minggu dia akan mengupdate hanya satu fic multichapter. Kalaupun dua, pasti yang satu hanyalah oneshot untuk menambah pundi-pundi rezeki bagi author abal ini..."
Kengo : "Daaan intinya..."
MIND TO REVIEW?
