Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…
Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, multiple PoV may occur, dan saya bingung... #plak
Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.
Disclaimer Tambahan : Roxas milik Square Enix dan Disney.
-VocaDorm-
Kengo : "Ketemu lagi dengan saya di VocaDorm! Oke… Pertama-tama saya minta maaf banget kalau chapter kemaren itu garing banget dan berkesan skydrop dari waktu King of Games. Tapi saya punya beberapa alasan untuk kegaringan chapter lalu. Yang pertama, saya bener-bener kehabisan ide untuk chapter selanjutnya. Dan yang kedua, suasana di VocaDorm saat aftermath itu emang suram. Jadi biar gimanapun lawaknya, pasti akan suram juga. Ya udahlah, daripada banyak curcol. Kita mulai aja ceritanya...
-VocaDorm-
Sebelumnya di VocaDorm...
"Etto, apa yang kau lakukan kepada mereka? Apa mereka diperkaos (?)?" Tanya Pemuda berambut teal itu. Hatsune Mikuo, guru IPA kelas XI.
"Hikari-sensei, bisa kau berikan ini kepada semua yang di dalam?" Tanya Shiroumi sambil memberikan sepucuk surat.
"Shiro-kun!"
-VocaDorm-
Sekarang, seperti biasa. Terlihat rutinitas pagi para penghuni VocaDorm, seperti sarapan pagi yang berupa roti isi, mandi pagi, acara ngeden di toilet berjamaah (?), dan aksi twincest panas di pagi hari (tentunya oleh RintoLenka dan RuiRei).
Tapi, semuanya terlihat bingung ketika melihat sebuah box super besar yang disegel oleh selotip dan bertuliskan 'Jangan dibuka, kalo dibuka kesialan akan menghampirimu!'.
"Set, dikata kotak pandora apa?" Tanya CUL memperhatikan kotak ajaib itu.
"Tauk tuh... Kotak gaje dari mana nih?" Kata Gumiya nambahin.
"Lah, beneran ngambang ini kotak?" Tanya Kaito sweatdrop.
Sebenarnya kotak itu tidak begitu menarik menarik perhatian adalah posisi kotak itu yang ngambang (?) kayak hantu. Dilihat dari atas, bawah, dan samping. Sepertinya tidak ada yang aneh dari kotak tersebut (minus fakta bahwa kotak itu ngambang).
Akhirnya, untuk meyakinkan bahwa kotak gaje itu tidak berbahaya, dipanggilah tim Densus 69 (?) untuk memeriksa kotak aneh tersebut. Akhirnya setelah divonis tidak ada yang aneh, semuanya berangkat menuju VocaDorm.
.
.
.
07.00 WVX, RKX...
Terlihat beberapa murid gaje yang sedang merusuh selagi menunggu waktu belajar dimulai. Terlihat seperti Rin yang entah bagaimana caranya sedang memperbaiki roadroller di dalam kelas dan ReiRui yang sedang ber-twincest-ria di pojokan. Mending kita liat Rin aja ya...
KREK! KREK! KREK!
"Woah, Rin! Lu ngapain bawa RR lu ke sini?" Tanya Neru yang mengalihkan pandangannya sebentar dari hapenya tercinteh.
"Kemaren gak sempet dibetulin gara-gara permainan sialan itu." Kata Rin sambil ngotak-ngatik roadrollernya tercinta dan ngedumel.
"Ooh..." Neru hanya ber-oh-ria saja mendengar jawaban dari Rin.
"Hebat... Gimana caranya itu anak bawa roadroller ke sini?" Tanya Aiko heran.
"Hmm, wakaranai sa..." Jawab Rena sekenanya.
"Emang boleh bawa roadroller ke dalem kelas ya?" Tanya SeeWoo kepada Kopiko dan Olipop yang hanya dibalas oleh gelengan celeng (?) dari kedua permen (?) tersebut. #dibunuhOliver #ditimpukUSB
KLOTAK! KLATAK! KLUTOK!
Yah, kira-kira begitulah suara yang terdengar saat Rin membenahi roadrollernya.
Di luar...
Seorang guru muda berambut hitam sedang berjalan mengelilingi VocaDemyx. Sepertinya dia sedang patroli keliling mengawasi kelas-kelas menggantikan Toby si anak gak baik yang sudah sejak entah kapan nggak pernah muncul lagi.
KLOTAK! KLATAK! KLUTOK!
"Eh, apaan tuh?" Tanya si guru muda tersebut. Dia pun masuk ke dalam tanpa permisi dan...
Dilihatnya seorang gadis honey-blonde sebahu dengan pita besar sedang mengotak-ngatik mesin sekelas bulldozer kecil itu di dalam ruang kelas. Melihat hal itu, guru berambut hitam ini mengeluarkan lampu neon dari tasnya (?). Akhirnya guru tersebut memanggil gadi honey-blonde tersebut.
"Kagamine-san, bisa ke sini sebentar?" Panggil guru berambut hitam tersebut. Rin pun menoleh ke arah pintu dan mendapati bocah berambut hitam berdiri di depan pintu.
"Ada apa, Hikari-sensei?" Tanya Rin.
"Lagi betulin roadroller ya? Kalo udah nanti tolong ratain lapangan ya! Baru diaspal tuh!" Kata Xongek menunjuk lapangan yang gedenya kayak stadion itu sambil tersenyum watados. Rin pun melihat lapangan itu dan langsung facepalm di tempat.
"Hikari-sensei, kira-kira dikit apa?" Kata Rin.
"Mungkin bisa panggil bantuan?" Tanya Xongek sambil menunjuk bocah shota honey-blonde yang sedang makan pisang dengan gaya topeng monyet elit (?). Rin pun hanya bisa sweatdrop mendengar permintaan Xongek yang terbilang sangat konyol untuk dilakukan. Akhirnya, dengan berat hati Rin pun memanggil adik kembarnya itu.
"Leeenny-chan! Sini deh!" Panggil Rin sambil mengisyaratkan Len untuk menghampirinya. Tapi tidak ada respon dari yang bersangkutan.
"Lenny-chan?" Tanya Rin dengan watados setelah mendengar suara pundung entah dari mana itu datengnya. Rin pun dengan ragu-ragu mulai melangkah ke arah Len yang duduk termenung di pojokan kelas.
"Hik... Hik... Gua bukan cewek..." Kata Len pundung. Rin pun hanya facepalm di tempat mendengar alasan Len yang tiba-tiba pundung.
"Yah, ternyata cuma gituan... Ya udah deh, mending lu bantuin gua ngeratain lapangan noh. Disuruh sama Hikari-sensei..." Balas Rin sambil menarik tangan Len.
"Se-sebentar! Hikari-sensei? Tumben dia ke sini..." Tanya Len heran.
"Patroli harian..." Jawab Rin yang tak terasa sudah di luar ruang kelas mereka. Len pun jawdrop di tempat setelah melihat betapa besar lapangan baru di sekolah mereka (dan sebanyak apa pekerjaan menggilas mereka).
"Beneran nih lapangan?! Lapangan atau tempat parkir nih?" Tanya Len melihat lapangan sekolahnya yang tiba-tiba jadi segede gaban.
"Tauk ah, kerjain aja yuk!" Kata Rin sambil menghinggapi (?) roadroller miliknya.
"Oke..." Len pun ikut menunggangi roadroller miliknya sendiri.
BRRRRT! BRRRRT! BRRRRT! BRRRRRT!
Rin dan Len mulai mengendarai roadroller mereka mengarungi lapangan aspal yang sangat luas dengan kecepatan setara mobil F1. Baru lima menit sudah setengah bagian mereka selesaikan.
"Hmmm? Rapi juga mereka..." Kata Xongek sambil berdiri di tengah bagian yang sudah dikerjakan oleh duo roadroller ini. Melihat guru aneh ini berdiri di tengah lapangan, Rin dan Len mengeluarkan smirk kecil di mulut dan roadroller mereka (?).
BRRRRM! BRRRRM!
Xongek yang masih menginjak-nginjakkan kakinya di aspal yang sudah dikerjakan duo roadroller ini. Rin dan Len mengendarai roadroller mereka hingga kecepatan Boeing 666 (?).
"Keras bener... Ya udah-WATDEPAK?! APAAN TU-" Xongek yang panik melihat dua mesin penggilas jalan dengan evil smirk terhias baik di wajah pengendara dan wajah roadrollernya. Dan dalam tempo sepersekian detik, guru naas itupun tergilas roadroller milik Rin dan Len.
BRMMM! CRAT! CRAT! CRAT!
May we skip this bloody scene, please?
Kondisi guru tersebut sekarang sangatlah naas. Tidak bisa digambarkan dengan kata-kata atau digambarkan di buku gambar, pokoknya sekarang udah gak berbentuk deh. #plak
SKIP TIME...
07.30 WVX, RKX...
KRIIIIING!
Bel masuk sudah berbunyi. Para siswa kelas X pun mulai duduk di tempat, minus Rin dan Len yang sedang mencuci roadrollernya karena takut ketahuan membantai Xongek. XD
Sementara itu, seorang gadis berambut pastel pink yang sepertinya adalah seorang guru di VocaDemyx sedang berjalan menuju ruang kelas tempatnya mengajar. Tapi ekor mata sapphire-nya melihat dua orang siswanya sedang mencuci sebuah barang yang seharusnya tidak berada di sekolah manapun. Yap, roadroller. XD #digilesbersama
"Etto, Kagamine-san tachi. Kalian sedang apa?" Tanya guru tersebut.
"Sedang mencuci roadroller kami lah, IA-sensei. Masa habis menggilas Hikari-sensei..." Jawab Len yang asal ceplos aja yang dibalas oleh tamparan keras dari kakak kembarnya.
"Lenny-chan no baka!" Teriak Rin setelah menampar Len.
"Oooh, habis menggilas lapangan plus Hikari-sensei ya? Tenang saja, Hikari-sensei kan immortal..." Jawab IA dengan tampang innocent. Rin dan Len pun melakukan ritual headbang di roadroller milik masing-masing.
.
.
.
"Ohayou minna!" Sapa IA yang masuk ke RKX sambil menggiring dua kuli penggilas lapangan yang kepalanya bocor itu. #digileslagi
"Ohayou, sensei!" Sapa yang lain.
"Len-kun dan Rin-chan kenapa?" Tanya Gumi melihat darah segar mengalir dari kembar buah ini.
"Mereka? Entahlah, saya pikir mereka habis melakukan ritual headbang atau apalah namanya itu..." Jawab IA polos. Yang lainnya hanya sweatdrop mendengar jawaban polos dari gurunya.
'Itu mah headbang beneran kali, Gumi!" Pikir semuanya (min Len, Rin, Gumi, dan IA) sweatdrop kuadrat.
"Ya sudah, Kagamine-san tachi, kalian boleh kembali ke tempat duduk kalian. Dan kita mulai pelajaran hari ini..." Kata IA. Lalu dia mulai mengabsen nama mereka satu-satu.
"Minna! Kita punya teman baru!" Teriak IA.
"UDAH TAU!" Teriak yang lain dan membuat IA tuli sesaat. #dilemparkePluto
"Uh, oke... Dan saya lihat mereka sudah ada di sini ya? Jadi pelajaran bisa kita mulai?" Tanya IA.
.
.
.
Di waktu yang sama, RKXI...
"A-ah..." Xongek (yang entah bagaimana bisa kembali menjadi normal secepat itu) hanya speechless di tempat. Terlihat Meiko yang mukanya memerah (mabuk?) dan hanya diam di tempat, Luka yang ngegampar Gakupo, Akaito yang membentangkan sebuah spanduk besar berisikan tulisan 'Foto-foto langka Meiko!' dan beberapa foto nista Meiko. Kaito yang entah kenapa jadi super pendiam hari ini (OOC!), dan yang paling mengejutkannya adalah dua orang murid baru yang sedang berciuman.
"Mata..." Gumamnya sambil geleng-geleng kepala.
"HOI! KALIAN GAK MALU APA?! BADAN GEDE DOANG, KELAKUAN KAYAK ANAK KECIL!" Teriak Xongek mengagetkan seluruh penghuni RKXI, terkecuali Rinto dan Lenka yang sepertinya berada di dunianya sendiri.
Melihat pasangan twincest ini tidak terusik, Xongek pun mendekati mereka dengan tatapan membunuh. Yang sayangnya, dihiraukan lagi oleh kembar honey-blonde yang asik-asiknya berciuman.
Yang guru berambut hitam itu bingung adalah kenapa tidak ada yang menonton adegan mesum ini. Normalnya, Gakupo dan Kaito pasti udah nongkrong di depang pasangan mesra ini. Tapi tidak. Untuk Gakupo, Xongek masih memaklumi karena ia disiksa oleh Luka. Tapi Kaito sangat dingin hari ini, seperti es.
"Kagamine-san tachi, harap ikut denganku sebentar!" Kata Xongek sambil memisahkan paksa Rinto dan Lenka dari ciuman panasnya dan menyeret mereka ke ruang guru.
"Yap, dua korban lagi..." Kata Kaito dingin.
"Eh, Kaito. Lu tau dari mana Hikari-sensei bakal ngambil korban lagi?" Tanya Akaito.
"Terus kenapa lu dingin banget hari ini? Kebanyakan makan es krim ya?" Tanya Akaito lagi dengan nada meledek dan dibalas oleh timpukan beberapa stik es krim oleh Kaito.
"Urusai!" Balas Kaito sarkastik.
"Eet ya, orang cuma nanya juga..." Kata Akaito sambil mengambil satu bungkus keripik cabe dari tasnya.
.
.
.
SKIP TIME...
KRIIIIING!
Bel pulang akhirnya berbunyi. Seluruh siswa pun berhamburan keluar. Tak terkecuali seluruh warga VocaDorm yang bergerombol pulang. Tapi, baru sampai depan gerbang. Mereka dihentikan oleh seorang bocah laki-laki berambut hitam pendek dengan t-shirt kuning dan celana panjang berwarna coklat muda. Yap, siapa lagi kalau bukan sang tetua VocaDorm.
"Yo!" Sapanya sambil mengangkat tangan.
"Ah, Kengo-san. Ada apa nih, tumben nyamperin ke sini?" Tanya Dell heran.
"Pengen aja, emang gak boleh?" Kata Kengo bertanya balik. Dell pun hanya bisa facepalm seketika begitu mendengar jawaban Kengo.
"Oya, kalian sini deh. Ikut saya..." Kata Kengo mengisayaratkan mereka semua untuk mengikutinya dengan satu jari. Yang lainnya saling bertatapan, lalu mengikuti sang tetua VocaDorm tersebut.
.
.
.
"Nah, sampai!" Kata Kengo sambil berbalik ke kerumunan yang mengikutinya seperti bebek. #plak
"HEH! APAAN TUH?!" Koor mereka saat sampai di depan tempat yang dia maksud. Sebuah bangunan berwarna merah terang bergaya pecinan dengan tulisan 'RoxaSushi' di papan reklamenya.
"Sebentar... 'RoxaSushi' itu kan yang..." Kata Gumiya berusaha mengingat-ingat sesuatu.
"Aah! Yang ngasih tisu toilet ya?" Tanya Luka yang dihadiahi bogem mentah dari yang lain. XD
"BUKAN! Biarpun dia yang ngasih sih..." Kata Rei sweatdrop. Yang lainnya pun hanya facepalm di tempat.
"Yah, kalian laper kan? Ayo masuk!" Kata Kengo mengajak masuk kerumunan anak-anak gaje tersebut. Akhirnya, mereka pun memutuskan masuk karena tuntutan perut mereka yang dari tadi makin ganas. XD
"Irasaimase, selamat datang di RoxaSushi!" Kata seorang cowok berambut pirang jigrak dengan jubah hitam sambil menunduk.
"Waks! Dia yang nganter sushi waktu itu!" Teriak Luka kaget.
'Ini orang beneran sarap ya?' Pikir yang lainnya.
"Ada tempat buat 31 orang?" Tanya Kengo ke cowok pirang tersebut.
"Tentu saja, silahkan masuk!" Kata cowok itu sambil menunjukkan tempat mereka duduk. Yang lainnya pun hanya mengikuti cowok itu ke tempat duduknya. Setelah menunjuk meja yang dimaksud, seluruh penghuni VocaDorm pun langsung duduk dengan tertib. (Xongek : "Tumben tertib... Biasanya rusuh..." #dibantai)
"Anda mau pesan apa?" Tanya cowok tersebut sambil menunjukkan sebuah buku menu kepada sang tetua VocaDorm. Selagi Kengo melihat-lihat daftar menu yang sepertinya diragukan menunya dan orang yang memilih menunya (?), para penghuni VocaDorm pun mulai meributkan apa yang ingin mereka makan. Luka yang meributkan tentang maguro sashimi. CUL yang sedang ngiler ngebayangin dragon roll yang mungkin akan dia dapatkan. Lain lagi dengan Miku, dia sedang membayangkan negi maki. Tapi yang paling parah adalah Mayu, Nero, dan Neru yang sedang memimpikan makan sushi berlumuran darah manusia (Mayu) dan sushi dengan taburan antena hape (Nero dan Neru).
"Oke... Pesan paket spesial tujuh orang empat porsi ya!" Kata Kengo berteriak pake toak saking ributnya penghuni VocaDorm kayak anak kecil baru diajak ke restoran. #dibantai
"Hmm, paket spesial tujuh orang empat porsi... Mau minum apa?" Tanya cowok itu sedang mencatat pesanan Kengo.
"Orange Juice!" Teriak Rin.
"Banana Float!" Len ikut-ikutan.
"Negi Juice!" Teriak Miku. Yang lain sweatdrop. XD
"Cappuchino..." Kata Dell sambil mengangkat tangannya.
"Mango Bubble!" Teriak Nero dan Neru kompak.
"Milkshake!" Kata Kaito dan Kaiko.
"Jus Sambel Balado!" Kata Akaito ngawur.
'Emang ada ya jus Sambel Balado?' Pikir yang lain sweatdrop.
"Sakeeeee!" Teriak Meiko yang berhadiah deathglare dari sang tetua VocaDorm.
"Eh, eheheh... Saya Cola aja..." Kata Meiko ketawa garing.
"Strawberry Float ya!" Kata CUL.
"Jus Terong (?)!" Teriak si samurai terong ungu banci taman lawang. #ditebas
"Jus Wortel!" Teriak Gumiya dan Gumi barengan.
"Saya sama kayak CUL..." Kata Luka kembali ke mode awal. Dingin.
"Ah... Saya belum pernah coba minuman jepang... Umm, ocha!" Kata SeeWoo yang dari tadi sibuk memilih.
"Same with me..." Kata Oliver.
"Cherry Float!" Pesan Miki.
"Chococinno..." Kata Toma sambil berpikir sejenak.
"Saya sama kayak Akaito-senpai!" Teriak Akagane.
'What the...' Yang lainnya (min Akaito) langsung sweatdrop di tempat.
"Darah manusia... Slurp..." Kata Mayu sambil menjilat bibirnya dengan senyuman yandere khasnya.
'Set! Ini orang udah gak normal kali ya?!' Pikir yang lainnya jawdrop.
.
.
.
Terjadilah keributan saat acara makan-makan di RoxaSushi. Mulai dari acara rebutan sushi, Meiko yang tiba-tiba mabok, sampe Liveshow Roxas yang motongin tuna milik Luka menjadi sashimi.
.
.
.
"Haah... Kenyang..." Kata Miku merosot dari kursinya.
"Sama..." Bales Rin juga merosot.
"Nah, kalian udah selesai kan? Ayo pulang!" Kata Kengo sambil mesen satu minuman.
"Kengo-san gak ikut balik?" Tanya Gumiya.
"Gak. Saya masih ada sedikit 'urusan' di sini..." Kata Kengo santai.
"Soreja, mata na!" Koor yang lainnya sambil keluar dari RoxaSushi.
Di luar...
"Okashi na..." Gumiya masih berpikir keras.
"Kenapa lagi, Gumiya?" Tanya Gakupo.
"Gua dapet firasat buruk nih kayaknya..." Jawab Gumiya sambil memijat dahinya.
Di RoxaSushi...
PIP PIP PIP!
"Halo?" Sang tetua VocaDorm itu mengangkat teleponnya.
"Sudah siap..." Kata yang di seberang sana.
"Oke... Mereka sudah kembali tadi. Mungkin lima menit lagi mereka akan sampai..." Kata Kengo sambil melihat ke arah sebuah jam dinding di dinding RoxaSushi.
"Good luck..." Kata Kengo sambil menutup teleponya.
"Ini minumannya!" Kata sang pendiri restoran sambil menaruh segelas teh hangat di mejanya.
"Arigatou!" Kata Kengo lalu menyeruput teh tersebut.
"Let the fun begin... Now..."
Back at gerombolan (?) VocaDorm...
"Akhirnya sampe... Jauh juga ya RoxaSushi dari sini..." Kata Luka sambil membuka kunci pintu dan menarik pintu VocaDorm.
"Hm?"
"Kenapa, Luka-senpai?" Tanya Toma melihat Luka terlihat kesusahan.
"Pintunya..."
T-B-C~
Preview Chapter 20 :
"DORONG! DORONG!"
"Wuo-wuo-wuo! Kenapa lagi nih?!"
"Dikira mau atletik apa?!"
Kengo : Mendekati chapter 20. Apakah yang terjadi di VocaDorm nanti? Intinya...
MIND TO REVIEW?
