Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…
-VocaDorm-
Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, dan saya bingung... #plak
Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.
-VocaDorm-
"Etto, buat apa kita dikumpulin di sini? Ini kan masih pagi. Hari minggu lagi!" Kata Rin setengah menggerutu.
"Eh! Itu dia!" Kata CUL sambil berlari mengejar kelinci tersebut. Seluruh warga VocaDorm cowok pun mengikutinya.
CRAT! CRAT! CRAT! CRAT! CRAT! CRAT!
-VocaDorm-
Tak terasa sudah tiga hari setelah pengejaran sang dukun kelinci. Seluruh siswa VocaDemyx dipulangkan lebih awal hari itu. Alhasil, sekarang mereka sedang menganggur tidak jelas.
Oke, coba kita tengok ke kamar cowok untuk memulai cerita ini.
.
.
.
Err, apa perasaan saya saja, atau seluruh warga VocaDorm sedang bermalas-malasan? Padahal dalam keadaan normal, mereka semua akan mencari rebut. Baik dengan sesama penghuni kamar cowok, sampai barang-barang tak berdosa seperti kasur, meja, kursi, sampai tembok (?) pun diajak rebut.
Tapi dilihat lebih dalam, terlihatlah bahwa Shiroumi sedang memonopoli sebuah televisi sambil menggambar sesuatu di buku gambarnya.
"Gak ada hiburan apa?" Tanya Oliver sambil menguap layaknya kudanil (?). #dirajam
"Ya adanya cuma itu tuh..." Jawab Akaito sambil menunjuk sebuah televisi layar lebar yang hanya dipakai Shiroumi untuk meggambar. Oliver pun hanya sweatdrop mendengar jawaban Akaito.
"Gak usah bilang lah kalo gitu, senpai..." Balas Oliver sambil menghela nafas.
"Terus ngapain dia dari tadi nontonin Yellowbob Blockpants?" Tanya Rei. (Kengo : "Nama acaranya disamarkan untuk kepentingan negara (?)...")
"Dia emang agak... Ekhem... Y'know what I mean..." Jawab Toma sambil merendahkan suaranya saat mengatakan kalimat terakhir.
"Ooh... MKKB ya?" Tanya Rei sambil teriak-teriak.
"Sssst! Gila lu! Ngomongnya jangan kenceng-kenceng juga kali!" Balas Toma dan Akagane setengah berteriak.
"Lu pada bilang gua apa tadi?" Tanya Shiroumi memutar lehernya 180 derajat (?).
"H-h-h-h-h-h-ha..." Toma, Akagane, dan Rei sontak langsung berpelukan satu sama lain sambil menunjuk Shiroumi dengan nistanya. Yang lainnya pun langsung melihat ke tiga orang sarap tadi, lalu ke arah Shiroumi (yang posisi mukanya sekarang ada di belakang). Dan yang terjadi adalah...
"HANTUUUUUUUUU!"
May we skip this scene please?
"Ah, elu mah nakut-nakutin aja dah!" Kata Piko sambil mengemut ekor USB-nya (?).
"Eh, Piko. Kok lu ngemut ekor lu lagi?" Tanya Gumiya sambil menunjuk USB yang sedang diemut Piko.
"Abis enak diemut sih USB..." Jawab Piko watados. Yang lainnya hanya sweatdrop di tempat.
"Oh ya. Lu tadi lagi ngapain sih?" Tanya Toma back-to-the-topic.
"Yah... Cuma ngegambar. Emang gak boleh?" Jawab Shiroumi sambil bertanya balik.
"Gambar sih boleh gambar, tapi jangan sampe monopoli tv juga dong!" Balas Kaito berteriak.
"Emang lu gambar apaan sih sampe mesti mantengin Yellowbob Blockpants?" Kini giliran komputer (?) yang bertanya. (Dell : "Kok komputer sih?" | Kengo : "Kan nama lu 'Dell'. Sama kayak merek komputer..." XD | Dell : *nabok Kengo*)
"Kalo itu, gua lagi gambar trisulanya dewi (?) Neptunus..." Jawab Shiroumi sambil menunjukkan sebuah sketsa tawa-#plak! Maksudnya sebuah sketsa trisula seperti yang dipakai dewa Neptunus di acara Yellowbob Blockpants. Yang lainnya pun sweatdrop mendengar jawaban Shiroumi.
'Setau gua adanya dewa Neptunus deh, bukan dewi Neptunus...' Batin semuanya sweatdrop.
"Whoa... jadi kayak gini gambarnya Shiroumi?" Tanya Rinto sambil melihat gambar Shiroumi.
"Keren juga gambar lu." Kata Piko memuji gambar Shiroumi. Shiroumi hanya nyengir bagaikan kambing. #ditimpukbukugambar
TOK TOK!
"Permisi..." Kata Luka pelan sambil masuk ke dalam kamar berpenghunikan para cowok sarap. #dibantaibersama
"Eh, Luka-sama. Ada apa gerangan ke sini?" Tanya Gakupo sambil mencium tangan Luka.
"Main aja ke sini. Emang gak boleh? Oh, dan jangan cium-cium tangan gua! Jijik tau!" Jawab Luka sambil memasang tampang jijik ke arah Gakupo.
"Dan lagi, apa-apaan ta-"
"KONNICHIWA!" Teriak seseorang dari belakang Luka. Spontan Luka dan Gakupo pun menutup hidung-eh, maksudnya telinga mereka.
"Ah, apa-apaan sih Gumi! Ngagetin aja..." Kata Luka kepada sang tersangka pembuat suara supersonik tersebut.
"Ehehe, gomen gomen..." Balas Gumi sambil memberi tanda peace dengan jari jempol, telunjuk, dan kelingkingnya (Readers : "Itu mah 'metal', baka!" #nimpukAuthor). Luka pun hanya menghela nafas.
"Oh ya, kau membawa yang lain ke sini?" Tanya Dell sambil menunjuk segerombolan manusia beraneka warna di belakang Luka.
"Yaa begitulah..." Jawab Luka seadanya.
TOK TOK!
"Yang di dalem bisa bukain dulu gak pintunya?" Tanya sang pengetuk pintu.
"Gak bisaa~" Koor yang lain dengan nada bercanda.
"Oh ayolah!" Balasnya dengan nada kesal.
BRAK! BRAK!
"Hoi hoi. Dia nggak bercanda kayaknya sekarang..." Kata Rei khawatir.
"Iya, betul apa kata Rei." Balas Toma.
CKLEK!
"Ah, arigatou Aiko." Jawab seseorang.
"Douitashimashite, Kengo-san. Dan untuk apa benda ini?" Tanya Aiko sambil menunjuk sebuah... Err, mesin cetak berukuran jumbo?
"Nanti saja. Kalau sudah selesai akan saya panggil." Kata sang tetua VocaDorm sambil mendorong benda tersebut ke lantai bawah. Tempat latihan Dodge-Frisbee tempo doeloe. *edjaan djadoel mode : on* #geplaked
"Err, dia yakin gak butuh bantuan?" Tanya CUL yang sudah menyusul Aiko. Yang lainnya juga turun ke bawah.
"Entahlah, tapi kayaknya nggak perlu." Jawab Aiko dingin.
Sementara itu...
GREEEET! GREEEET!
"Hah... Hah... Nyampe juga..." Kata Kengo sambil menghapus keringat di mesinnya (?). #salahwoy!
"Sebentar... Tapi kok kayaknya ada yang salah ya?" Gumamnya lagi sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di perutnya (?). Tak lama kemudian dia pun facepalm di tempat.
"Haduh! Kenapa gak minta tolong mereka aja ya?" Katanya sambil facepalm.
"Ya udahlah. Mending alat ini selesai dulu..." Dia pun langsung mngutak-atik mesin tersebut.
Kembali ke lapto-#plak! Maksudnya ke kumpulan anak gaje! #dibantailagi
"UNO The game! Huahaha! Menang lagi..." Kata Akagane sambil joget Cesar.
"Iya, gua tau lu menang. Tapi gak usah gitu juga dong..." Balas Miku. Sepertinya dia punya fobia terhadap Cesar... #ditimpuknegi
"Udahlah, gak usah ditanggepin..." Kata Rui sambil memilih kartu yang akan dikeluarkannya.
"...UNO!"
PRANG!
Ternyata teriakan Rui yang memiliki gelombang 19.999 MHz itu memecahkan seluruh kaca di VocaDorm.
Di tempat Kengo...
PRANG!
"Ck, suara siapa sih?!" Kata Kengo menggerutu sambil melihat penutup semacam speedometer itu pecah berkeping-keping.
Kembali lagi ke warga VocaDorm yang sarapnya selangit. #dibunuh
Permainan UNO yang dilakukan oleh tiga puluh orang sekaligus itu kini hanya menyisakan sepasang anak kembar untuk saling bertarung demi tercapainya semua cita-citanya. #lebay
"UNO!" Mereka berdua meneriakkan itu berbarengan saat salah satu dari mereka meletakkan kartunya.
"GUA DULU YANG BILANG!"
"GUA!"
"GUA!"
"GUA!"
Sepertinya mereka berdua tidak mau mengalah. Mau tebak siapa sepasang kembar yang harus bertarung ini?
"Udahlah, Gumi. Mending lu ikhlasin aja kartunya..." Kata Rin. Gumi pun hanya menggembungkan pipinya karena sebal.
"Oke, berarti sekarang giliran gua kan?" Kata Gumi sambil mengangkat salah satu dari satu (?) kartunya.
"U-"
"Minna! Ayo turun ke bawah!" Kata Kengo mengagetkan mereka . Terlebih dua orang yang sedang bertarung tadi. Yang lainnya hanya mengikuti Kengo dengan berbagai ekspresi. Mulai dari yang datar saja, biasa saja, dan tidak terlalu 'wow'. (Winona : "Perasaan itu masih sama deh..." *sweatdrop*) Gumi dan Gumiya pun hanya bisa tertunduk lemas sambil mengikuti Kengo.
-VocaDorm-
"Nah, kan kemaren kita udah nyoba pertarungan miniatur kan?" Tanya Kengo. Yang lainnya hanya mengangguk disko.
"Tadi saya diberitahu oleh Xongek kalau mesinnya sudah hampir selesai. Jadi aku datang membawa ini!" Kata Kengo sambil menunjuk mesin cetak berukuran jumbo tersebut.
"Etto, buat apa ya? Kalo boleh tau?" Tanya Rena sambil mengangkat tangannya.
"Menurut grafik yang ditunjukkan oleh Xongek, kebanyakan dari kalian tidak bisa memaksimalkan serangan kalian karena senjata yang kalian pakai tidaklah sesuai dengan keahlian kalian. Jadi, aku membawa Imagination Weapon Creator-IWC singkatannya." Jawab Kengo selagi menjelaskan tentang alat yang dibawanya. Yang lainnya pun hanya manggut-manggut saja mendengarnya.
"Jadi, kalian akan memakai helm yang ada di sini, dan akan membayangkan senjata apa yang akan kalian gunakan. Sebagai contoh, lihatlah ini." Kengo pun memakai satu helm dan mengeluarkan dua batang besi yang panjangnya kira-kira 25 cm. Tapi, seiring dengan waktu, besi batangan itupun berubah menjadi pedang yang terbuat dari emas bermotif macan di sisinya dengan batu obsidian di sisi tajamnya dan bergagangkan besi sepuh yang dililit oleh gulungan perban.
"Nah, seperti ini!" Kata Kengo sambil melepas helmnya. Yang lainnya pun takjub dengan apa yang dipegang oleh Kengo saat ini.
"Waaaw... Sungguh... Klasik..." Kata Toma dengan mata berkaca-kaca.
"Nah, ada yang mau coba?" Kata Kengo menawarkan.
"Question! Apa bahan pengganti semacem besi batangan tadi harus dipake?" Tanya Oliver sambil mengangkat tangan.
"Nggak kok. Tapi kalau kita nggak tau apa yang harus dibikin, lebih baik pakai bahan pengganti saja." Jawab Kengo santai. Kemudian, Miku, Rin, Winona, Len, dan Rei maju dan mencoba pertama. Mereka memakai helmnya masing-masing. Yang lainnya menunggu.
.
.
.
"Ah, yatta!" Winona pun melepaskan helmnya selagi menahan sebuah tongkat berwarna silver yang membentuk setengah lingkaran di atasnya dan dihubungkan oleh sebuah kristal emerald lengkap dengan ornamen-ornamen lainnya.
"Hayai..." Gumam Kengo sambil memperhatikan staff yang dipegang oleh Winona.
'Staff-nya Winona kayak pernah liat... Di mana ya?' Pikir Gumi.
"Yoosh!" Tak lama setelah Winona selesai, Miku dan Rin pun segera melepas helmnya sambil memegang sebuah negi sepanjang setengah meter dan berdiameter 20 sentimeter dan sepasang jeruk yang sudah dibuat sedemikian rupa hingga menjadi seperti yo-yo. Yang lainnya pun sweatdrop seketika melihat apa yang diciptakan oleh Miku dan Rin.
"Miku, Rin. Kalian yakin?" Tanya Kengo yang hanya dibalas oleh anggukan mantap dari Miku dan Rin.
"Mau liat kekuatannya?" Tanya Miku dengan nada menantang.
"Silahkan." Kata Kengo yang menyilangkan kedua pisau emasnya. Miku pun berlari sekuat tenaga dan memukulkan negi-nya ke arah Kengo.
DUAGH!
"Erg!" Kengo bergeser dua meter dari tempat ia berdiri sebelumnya, masih dalam kondisi berdiri.
"Dafuq, dibuat dari apaan tuh negi?" Tanya Kengo sambil tertawa kecil.
"Dari apa aja boleeeh~." Jawab Miku sambil memeletkan lidahnya. Kengo pun hanya sweatdrop mendengar jawaban Miku.
FYUUUNG! TRING!
Karena refleks, Kengo mengarahkan kedua pisaunya ke arah yo-yo milik Rin yang tiba-tiba melayang ke arah sang tetua VocaDorm. Lantas dia terseret lagi sejauh satu meter.
"Hoi, hoi! Nggak sopan banget!" Tegur Kengo setelah menahan yo-yo jeruk milik Rin.
"Eheheh, gak sengaja..." Jawab Rin sambil memeletkan lidahnya.
'Kayak gitu gak sengaja?!' Pikir Kengo nge-rage.
"Nah, gimana?" Tanya Rin sambil tersenyum puas.
"O-oke... Bagus." Jawab Kengo dengan muka miris.
"Selesai!" Rei dan Len pun membawa sebuah obsidian poleblade (Kengo : "Self-explanation...")dan sebuah pisau berbentuk pisang gepeng (?).
"Sebentar, Len!" Kata Kengo mencegat Len.
"H-ha'i?" Tanya Len gugup.
"Lu gak ada ide lain apa?" Kata Kengo sambil melihat pisau yang menurutnya lebih mengarah ke amok kukri.
"Enggak ada~." Jawab Len sambil ngeloyor pergi. Kengo tambah sweatdrop.
"Sepertinya akan makan waktu kalau seperti ini. Sebentar ya..." Kengo pun memakai ISG-nya dan melakukan sesuatu terhadap mesin tersebut. Lalu, dia mulai menduplikat mesin tadi di samping mesin yang asli. Dia terus menduplikat mesin tersebut hingga ada lima mesin IWC.
"Nah, kalian tinggal pilih di mana posisi wuenak (?) kalian. Saya tunggu kalian di atas..." Kata Kengo sambil ke atas.
"Sippo..." Kata Akaito sambil mengangkat jari jempolnya. Kengo pun naik ke atas.
.
.
.
"Etto... Jadi, kita tinggal pake helm ini kan?" Tanya Kaiko pada yang lain.
"Iyalah..." Jawab Meiko sambil memasang helm tersebut.
"Kapan?" Tanya Kaiko lagi. Meiko pun hanya sweatdrop di tempat.
"Entar, pas kiamat! Ya sekaranglah!" Jawab Meiko kesal karena ke-baka-an sang gadis biru tersebut. Kaiko pun langsung memakai helmnya tanpa rasa bersalah.
-VocaDorm-
Di lantai satu...
"Oke. Sekarang, taruh senjata kalian di dalam loker di sana! Cari nama kalian di sana!" Kata Kengo sambil menunjukkan jejeran loker yang entah sejak kapan ada adi sana. Kelima orang yang sudah membuat senjatanya pun langsung mencari loker tempat mereka menyimpan senjata mereka. Sedangkan Kengo merebahkan dirinya di sofa terdekat.
"Mana ya..." Rei pun langsung mencari-cari loker di mana dia harus menyimpan senjatanya.
"Kagamine Rin, Kagamine Rinto, Kagamine Len, Kagamine Lenka, Kage-Oh! Ini dia!" Kata Rei sambil membuka sebuah loker bertuliskan 'Kagene Rei' di pintunya.
"He, Shiro. Lu udah selesai?" Tanya Len yang menyadari keberadaan si bocah berkacamata itu.
"Dan... Apa itu?" Tanya Rin sambil menunjuk senjata yang dibawa oleh Shiroumi.
"Ini? Hoo, trisula milik dewi Neptunus lah..." Jawab Shiroumi sambil menunjukkan sebuah trisula yang persis seperti gambar miliknya. Sepertinya Shiroumi belum bisa membedakan yang mana yang 'dewa' dan yang mana yang 'dewi'. XD #ditabokShiroumi
"Bodo lah. Cari sendiri loker lu sana!" Kata Rei sambil menutup pintu lokernya. Shiroumi pun langsung berjalan mencari lokernya. Tak lama kemudian, CUL, Oliver, dan Luka pun turut naik ke atas.
"Luka-senpai! Luka-senpai buat senjata apa?" Tanya Miku menanyai Luka yang baru dateng.
"Gua gak ditanyain?" Tanya Oliver dengan muka memelas yang dihadiahi oleh cap lima jari yang di'tempel'kan oleh Miku.
"Diem lu! Gua nanya Luka-senpai juga! Bweeek!" Jawab Miku mencibir Oliver.
"Sudah-sudah, makan dulu sana! Ada panci bakar spesial (?) tuh!" Kata CUL dengan santainya menyodorkan tiga buah panci yang sudah dibakar dan siap dimakan (?). Miku, Luka, dan Oliver pun langsung mengambil panci bakar tersebut.
"Itadakimasu!" Koor mereka bertiga lalu melahap panci bakar tersebut.
KRETEK! KRETEK! KRETEK!
Alhasil gigi mereka pun patah, sedangkan CUL sang SPG (?) hanya tertawa geli melihat Miku, Oliver, dan Luka yang sudah ompong.
"Back to laptop, Luka-senpai, CUL-senpai, dan Oliver bikin senjata apaan?" Tanya Miku. Otomatis, Luka, CUL, dan Oliver pun menunjukkan hasil karya mereka yang berupa tuna berukuran jumbo yang dipipihkan sehingga menjadi gepeng dengan sirip tuna yang sudah dipertajam serta tuna yang dikeraskan; Sepasang tonfa berwarna merah dengan ukiran bunga mawar; dan sebuah pedang yang mungkin tidak asing di kalangan bangsa Inggris. Excalibur.
"Waow... Pedang apa ini? Kayak pernah liat" Tanya Len sambil menunjuk pedang milik Oliver.
"Excalibur. Inget tugu batu pas VocaDorm berubah jadi rumah atletik? Nah, inilah pedangnya!" Jawab Oliver sambil memberikan pelajaran sejarah.
"Hee?! Ini pedangnya?!" Tanya Len memastikan. Oliver hanya mengangguk.
.
.
.
-VocaDorm-
SKIP TIME
"Kalian udah masukin senjata kalian ke sini?" Tanya Kengo memastikan. Yang lainnya hanya mengangguk.
"Oke, jadi sekarang ki-"
PIP PIP PIP PIP!
Kengo pun langsung merogoh saku celananya dan mengangkat panggilannya.
"Hah. Hah hah. Hah hah hah. Oke. Sampai besok!" Kengo pun segera menutup telefonnya.
"Kata Xongek besok sudah bisa dimainkan. Bersiaplah besok jam setengah empat sore!" Kata Kengo mengumumkan kepada seluruh warga VocaDorm.
"Saa, jaa ne. Minna! Siapkan diri kalian untuk besok!" Kata Kengo sambil berjalan keluar VocaDorm. Yang lainnya pun kembali naik ke atas. Berusaha menenangkan diri (?) sebelum apapun yang akan terjadi besok.
-VocaDorm-
T-B-C
-VocaDorm-
Kengo : "Sip. Chapter 24 selesai! Tanpa banyak curcol..."
MIND TO REVIEW?
