Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.

Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…

-VocaDorm-

Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, dan saya bingung... #plak

Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.

Disclaimer tambahan : Seluruh nama yang muncul di dalam FF ini di luar dari karakter Vocaloid adalah milik penciptanya masing-masing.

-VocaDorm-

Sebelumnya di VocaDorm...

"Lu pada bilang gua apa tadi?" Tanya Shiroumi memutar lehernya 180 derajat (?).

"Oh ya. Lu tadi lagi ngapain sih?" Tanya Toma back-to-the-topic.

"...UNO!"

PRANG!

-VocaDorm-

Keesokan harinya, pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan, mereka semua berkumpul di ruang tengah VocaDorm di lantai satu.

TOK! TOK!

"Nah, itu pasti mereka!" Kata Miku dengan riang sambil membuka pintu VocaDorm.

"Yo, minna!" Sapa orang tersebut sambil membawa sebuah box plastik berwarna putih yang berlubang di atasnya.

"Yo juga, Kengo-san!" Balas Kaito sumringah.

"Itu..." Kata Rena sambil menunjuk kotak yang dibawa oleh Kengo.

"...miniaturnya?" Tanya Rena dengan watados. Kengo pun hanya facepalm di tempat.

"Iya, ini miniaturnya! Ya nggak mungkin lah miniaturnya setinggi ini!" Jawab Kengo sambil sedikit menggerutu yang hanya dibalas oleh cengiran kudanil (?) dari Rena.

"Ekhem! Selagi menunggu miniaturnya dibawakan oleh Xongek, saya akan membagi kalian menjadi tiga kelompok!" Kata Kengo sambil berdehem.

"Pertanyaan! Kenapa mesti tiga kelompok?" Tanya Kaito dengan tampang idiotnya.

"Suka-suka saya dong! Yang ngadain permainan siapa?" Jawab Kengo santai. Kaito pun kicep di tempat.

"Jadi, di dalam sini ada tiga puluh buah bola. Ada tiga warna ; merah, biru, dan hijau. Masing-masing warna ada sepuluh bola..." Kata Kengo mulai menjelaskan teknik pembagian kelompoknya. Yang lainnya pun langsung mengangguk-angguk disko (?).

"... Selanjutnya kalian pasti sudah bisa menebak." Lanjut Kengo. Yang lainnya pun langsung ber-'gubrak'-ria mendengar pernyataan Kengo tersebut.

"Jiah! Gak usah bilang kalo begitu mah!" Balas Meiko sambil mengobok-obok (?) isi dari kotak tersebut dengan tangannya. Begitu ia mendapatkan bola yang pas, dia langsung mencabutnya keluar.

"Haha! Dapat!" Kata Meiko lagi setelah menarik bola yang dia dapatkan seperti dia telah menarik jantung musuhnya. Yang lainnya pun langsung sweatdrop melihat cara mengambil yang diperagakan oleh Meiko.

'Meiko-senpai/-san ternyata udah gila...' Pikir yang lainnya sambil melihat Meiko dengan tatapan aneh.

.

.

.

"Sudah ambil semua?" Tanya Kengo sambil mengintip ke dalam kotak tersebut.

"SUDAH~!" Koor warga VocaDorm.

"Nah, sekarang saya minta kalian berkumpul dengan teman kalian yang mendapatkan warna bola yang sama dengan kalian!" Perintah Kengo. Lalu, kerumunan tersebut mulai membelah diri (?) menjadi tiga bagian seperti amuba pada umumnya (?). Kengo yang melihat ketiga tim yang sudah terbentuk inipun tertawa di dalam perutnya (?).

"Heh?!" Seluruh warga pun melihat ke seluruh anggota tim mereka masing-masing dan terkejut bukan main. Tentu saja, karena mereka mengambil bola tersebut secara acak, dan mereka mendapat teman satu tim yang bisa dibilang 'out-of-their-comfort-zone'.

"Sekarang dengan kalian sudah membentuk timnya, pakailah ini saat akan masuk ke dalam miniatur!" Kata Kengo sambil memberikan sepuluh set light-armor berwarna merah, biru, dan hijau ke masing-masing tim.

"Widiiih, keren nih armor -nya!" Kata Len sambil meneliti armor tersebut.

"Sekarang, lihat bola yang kalian ambil. Dari masing-masing warna, ada satu bola yang bertuliskan huruf 'C'. Yang mendapatkan bola tersebut adalah pemimpin masing-masing tim." Kata Kengo lagi. Terjadilah keributan di ketiga tim.

.

.

.

"Ekhem! Jadi siapa aja yang menjadi pemimpinnya?" Tanya Kengo sambil kembali berdehem. Majulah Akaito, Gakupo, dan Miku sambil membawa bola bertuliskan huruf 'C' berwarna merah, biru, dan hijau masing-masing.

"Hooo..." Kengo mulai senyum-senyum gaje.

"Beuh... Timnya aneh semua! Mana pemimpinnya... Haduuh..." Kata Rinto sweatdrop sambil melihat ke arah tim merah dan tim hijau.

"Sabar aja ya, senpai..." Kata Dell yang setim bersama Rinto sambil menepuk-nepuk pundak pemuda honey-blonde yang mengidap twincest akut tersebut.

"Kenapa banyak banget yang rambutnya hijau ya di sini?" Tanya Gumi sweatdrop sambil melihat ke Gumiya, Winona, dan Miku yang satu tim dengannya.

"Oke, sekarang kita tinggal nunggu Xongek. Kalian lebih baik memakai armor kalian dulu." Kata Kengo. Yang lainnya pun langsung naik ke atas, tak lupa membawa satu set light-armor di tangan mereka masing-masing.

.

.

.

-VocaDorm-

SKIP TIME

Segerombolan manusia dengan armor warna-warni turun dari lantai dua dan tiga. Di bawah, sudah menunggu dua orang panitia berambut hitam legam dengan warna mata senada dengan sebuah miniatur teronggok di tengah ruangan tersebut beserta dengan terowongan pengecil yang dipinjam langsung dari Doraemon. #dibom

"Sudah siap?" Tanya Kengo.

"Siap dong!" Jawab yang lainnya semangat.

"Oh ya, hampir saja lupa. Kalau pemimpin kalian kalah, maka teman satu timnya yang belum kalah akan otomatis di-kick bersama dengan pemimpinnya.

.

.

.

"WUAPAAAAAAAAH?!" Kata yang lainnya berteriak kaget. Hal itu menyebabkan seluruh kaca di dalam radius 20 kilometer itu pecah seketika. Begitu juga dengan gendang telinga kedua orang berambut hitam tersebut.

.

.

.

"Oke, komandan tim. Tolong ambil ini!" Kata Xongek memanggil pemimpin masing-masing tim dan memberikan segulung tisu toilet (?) kepada mereka setelah dia mengorek-ngorek telinganya dengan korek api (?).

"Loh, kok tisu toilet sih cyiin?" Tanya Gakupo yang sedang dalam mode bancinya. Xongek pun melongo ke gulungan yang dia berikan. Dia pun hanya nyengir kuda dan mengambil kembali tisu toilet tadi.

"Nih, yang bener!" Kata Xongek sambil memberikan sebuah gulungan aneh kepada mereka bertiga.

"Silahkan ambil senjata kalian dan masuk ke dalam. Well, wish you luck!" Kata Kengo. Yang lainnya pun mengambil senjata mereka masing-masing dan langsung masuk ke dalam terowongan pengecil tersebut.

"Hisashiburi. Kayaknya belum ada seminggu kita main ini, tapi udah rindu aja..." Kata Rei sambil memegang erat obsidian poleblade miliknya. Rui yang berada di sebelahnya hanya mengangguk. Dia memakai sebuah crossbow yang terhubung dengan pisau bilah di depannya dan terikat dengan tangan kirinya.

"Oh ya. Rui, lu masuk kelompok ma-" Pertanyaan Rei terputus ketika dia melihat armor merah yang dikenakan oleh Rui.

"Kita berbeda kelompok ya?" Tanya Rei dnegan wajah sendu. Rui yang mendengar hal itu langsung melihat ke arah Rei yang ternyata memakai armor berwarna biru.

"Maafkan aku, Rei-kun..." Jawab Rui sambil memeluk Rei. Oke, kita tinggalkan saja pasangan twincest ini.

.

.

.

-VocaDorm-

Blue Main Camp, Miniature Battlefield

"Hee, kita sudah di-teleport ke sini langsung ya?" Tanya Shiroumi dan Kaito sambil melihat sekeliling.

"Oke..." Gakupo selaku pemimpin kelompok biru membuka gulungan tersebut di atas meja-yang ternyata adalah peta miniatur tersebut. Yang lainnya langsung mengerubungi meja tesebut terlihat seperti lembah berbentuk segitiga terbalik (secara kasar) dengan tiga kotak besar di sudut-sudutnya.

"Hmm, jadi ini adalah sebuah peta. Dan kotak di sini adalah kamp kita?" Tanya Rena sambil menunjuk sebuah kotak berwarna biru yang berada di bagian selatan.

"Sepertinya begitu." Jawab Dell sambil menyeruput biji kopi (?).

"Berarti dua kotak di sini adalah kamp musuh, 'kan?" Tanya Rei. Gakupo pun hanya mengangguk.

"Jadi, gua bakal bagi jadi tiga kelompok. Tiga orang menyerbu ke barat laut, tiga orang menyerbu ke timur laut. Sisanya jagain gua!" Kata Gakupo gak banyak omong.

"Jadi, siapa yang akan menyerang?" Tanya Oliver sambil mencari relawan untuk menyerang.

"Ayo dong... Ada yang jagain gua, cyiin." Kata Gakupo dengan nada bancinya sambil membetulkan posisi katana yang berada di belakang pinggangnya. Sepertinya rumus untuk membuat seorang Gakupo adalah 50 persen terong, 25 persen Zhou Tai (?), dan 25 persen Zhang He (?). #ditebasZhouTai #dicakarZhangHe #salahfandom. Yang lainnya pun langsung merinding gaje mendengar Gakupo yang berubah menjadi banci.

-VocaDorm-

Green Main Camp, Miniature Battlefield

"Hmm, sepertinya kita lebih bertahan saja dengan menempatkan lima orang untuk menjaga Miku." Kata Neru menyarankan strateginya kepada Miku.

"Oke. Jadi, kita kirim dua orang ke kamp biru dan merah! Neru, kamu ikut lindungi saya di kamp!" Perintah Miku. Apakah Miku adalah inkarnasi dari 'The Sleeping Dragon'? #dilibas #salahfandomlagi

"Akan lebih baik juga kalau kita menyembunyikan dua dari lima orang untuk serangan dadakan bila kita diserang." Kata Gumiya sambil menunjuk Kaiko dan Lenka dengan magic staff miliknya. Mungkin saja Gumiya adalah inkarnasi dari 'The Fledging Phoenix'. #digetok #lagilagisalahfandom

"Lah, kok lu berdua tiba-tiba jadi pinter?" Tanya Gumi sambil mengambil tombaknya yang berbentuk wortel panjang (?).

"Tauk nih..." Kata Toma menimpali.

"Ya udahlah. Ayo berangkat!" Kata Mayu sambil membawa kapak besar bermata dua dengan motif ular miliknya di pundaknya.

"Oke-oke..." Balas SeeWoo sambil mengambil hunter sword-nya dan berjalan mengikuti Mayu.

-VocaDorm-

Red Main Camp, Miniature Battlefield.

"Jadi, kita bakal nyerang kamp musuh dengan empat orang ke setiap kamp!" Kata Akaito dengan semangat berasap-asap (?).

"Tapi, siapa yang ngejaga kamp?!" Tanya Akagane dengan nada yang sedikit kesal.

"Hoo, ya elu lah yang jagain gua! Abis yang lain pada nafsu pengen nyerang semua!" Jawab Akaito sewot sambil menunjuk kerumunan orang sarap yang haus darah di depan mereka. #dibantai

"OGAH AMAT!" Kata Akagane sambil mengeluarkan schimitar yang entah kapan dia ambil.

"Nantangin pemimpin nih ceritanya?" Kata Akaito sambil mengeluarkan sebuah nunchaku besi yang entah kapan dia ambil. Mereka pun mengambil ancang-ancang siap bertarung.

"Woy, berhenti gak lu pada?!" Teriak Rin esmosi (?). Duo bayi (?) itupun langsung diam di tempat. #dibantaibersama (Merah = Aka = Bayi.)

"Emang lu pada mau langsung kalah sebelum bertanding gara-gara Akaito ko-it?" Tanya CUL sambil menodongkan dua buah tonfanya ke arah kepala Akagane dan Akaito. Sontak keduanya langsung menenggak racun tikus dan ko-it di tempat #dibantaibersamalagi. (Akaito : "BAKAUTHOR! Skripnya salah nih!")

Oke, ulangi.

"Emang lu pada mau langsung kalah sebelum bertanding gara-gara Akaito ko-it?" Tanya CUL sambil menodongkan dua buah tonfanya ke arah kepala Akagane dan Akaito. Seketika mereka berdua langsung mendecih sambil menurunkan senjata mereka.

"Dan lagi apa-apaan senjata itu? Memangnya kalian mau nge-roleplay?!" Tanya Meiko sambil menunjuk schimitar yang dipegang oleh Akagane dan nunchaku yang dipegang oleh Akaito dengan nistanya.

"Eheheh..." Mereka hanya nyengir kudanil melihat senjata yang mereka pegang. Mereka pun langsung menaruh senjata mereka dan mengambil sepasang chakram berwarna merah dengan pisau tajam di sekelilingnya(Akagane) dan sebuah pedang panjang nan tipis dengan motif sayap burung phoenix di bilah pedangnya.

"Sepakat nih ya?" Tanya Akaito kembali serius. Yang lainnya pun mengangguk tanda tak setuju (?). #salaaah

-VocaDorm-

Back at VocaDorm...

"Haaah... Bosen nih..." Kata sang tetua VocaDorm sambil memposisikan dirinya untuk duduk selonjoran.

"Emang lu mau ikut main?" Tanya seseorang yang sedang memantau keadaan dari dalam komputernya.

"Mau lah. Tapi ini kan three-way battle..." Jawab sang tetua yang sudah tidur telentang di lantai, lalu berguling-guling di lantai.

"... Kalau gua ikut nanti gak seimbang dong?" Lanjut Kengo masih guling-gulingan.

.

.

.

"Hoi, lu anak babi ya?" Tanya Xongek yang melirik ke arah Kengo yang sedang guling-gulingan di lantai.

"Lah, kalo gua anaknya babi berarti elu babinya dong?" Jawab Kengo bertanya balik sambil melonjak duduk. Xongek pun hanya sweatdrop mendengar jawaban Kengo.

"Bodo amat lah." Jawab Xongek sambil memutarkan lehernya 360 derajat #digeplak. Maksudnya memutarkan matanya 360 derajat.

"Eh, lu tadi katanya mau main?" Tanya Xongek mengalihkan pembicaraan. Kengo pun hanya mengangguk.

"Sambil nunggu mereka mulai, mau sparring?" Kata Xongek sambil mengambil senjatanya yang disimpan bersama di dalam loker milik sang tetua VocaDorm-sebuah obsidian schimitar dengan bilah perak.

"Hmm, oke." Jawab Kengo sambil mengeluarkan golden twin sabers berbilah batu obsidian yang diasah. Mereka berdua pun langsung membuat arena berdinding cahaya dan memulai pertandingan mereka.

-VocaDorm-

Back at Miniature Battle...

Ketiga tim mulai bergerak sesuai tugasnya. Bagaimanakah nasib ketiga tim tersebut di dalah lembah segitiga tersebut? Kita saksikan di bawah.

Blue Team-Shiroumi, Kaito, and Rei's side...

"Oke, ke kamp tim merah, ya?" Tanya Rei memastikan.

"Yup. Ayo cepetan!" Kata Shiroumi sambil mempercepat larinya.

"Oke, tapi tetap siaga!" Balas Kaito mengingatkan teman-temannya. Mereka pun mengangguk dan mempercepat larinya.

-VocaDorm-

Red Team-Nero, Piko, CUL, and Meiko's side...

"Sip... Udah siap?" Tanya Meiko sambil menyiapkan glass-glaive dengan sebuah batu ruby amber di dalam bliah glaive-nya. Nero, Piko, dan CUL pun mengangguk mantap. Kemudian, mereka langsung berlari menerjang ke kamp hijau.

-VocaDorm-

Green Team-Gumi and Winona's side...

"Kamp merah, ya?" Tanya Winona sambil terus berlari.

"Bisa jadi bisa jadi!" Jawab Gumi dengan nada bercanda.

"Jangan bercanda apa?" Balas Winona sambil menggetok kepala Gumi dengan staff miliknya.

"I-ittai~..." Kata Gumi sambil meringis kesakitan.

"Sudahlah. Osakini ikkou ze!" Balas Winona sambil berlari diikuti oleh Gumi.

-VocaDorm-

Blue Team-Rena, Len, and Rinto's side...

"Kamp hijau, here we come!" Teriak Len sambil berlari dengan banana schimitar miliknya. Entah kenapa dia mengikatkan sebuah lonceng di armor miliknya. Sepertinya dia nge-fans dengan bajak laut songong dari fandom sebelah... #ditebasGanNing #salahfandom

"Oke, mendingan kita cepetan. Daripada kita ketemu musuh di tengah jalan." Balas Rinto sambil memacu kakinya (?) untuk berlari lebih cepat.

-VocaDorm-

Red Team-Aiko, Rin, Rui, and Luka's side...

"Kamp biru? Kampnya si banci taman lawang itu?" Tanya Luka sambil menyiagakan tuna shield-nya di depan badannya.

"Yup." Kata Rui sambil terus berlari.

"Chotto matte!" Kata Aiko mengisyaratkan mereka untuk berhenti.

"Doushita no, Aiko?" Tanya Rin memberhentikan larinya.

"Bukannya lebih bagus jika menyembunyikan dua orang dari kita untuk menyerbu kamp biru?" Tanya Aiko sambil menghadap ke Rin, Rui, dan Luka. Mereka pun langsung menopangkan jari telunjuknya di samping kepalanya dan mengangguk pelan sebagai jawaban.

"Wakatta. Rui, ikut gua yuk nyerang sembunyi-sembunyi." Kata Luka mengajak gadis dengan crossbow tersebut pergi ke dalam hutan. Sekarang, tinggal tersisalah Aiko dengan chain sickle miliknya dan Rin dengan orange yo-yo-nya.

"Jadi, kita berangkat sekarang?" Tanya Rin sambil memainkan yo-yo miliknya.

"Tahun depan! Ya sekarang lah!" Jawab Aiko sambil mulai berlari. Rin pun langsung mengikuti Aiko berlari.

-VocaDorm-

Green Team-Toma, Mayu, and SeeWoo's side...

Mereka berlari dengan penuh kewaspadaan ke arah kamp Biru. Toma mensiagakan two-handed broadsword bermotif naga emas miliknya sambil berlari di belakang Mayu dan SeeWoo.

"Lu ngapain sih di belakang?" Tanya SeeWoo sambil menengok ke belakang.

"Jaga-jaga aja. Mungkin nanti gua bakal ngasih serangan kejutan." Jawab Toma serius.

"Pst, berhenti sebentar deh." Kata Mayu sambil berhenti. Toma dan SeeWoo pun langsung memberhentikan detak jantungnya (?). #dibantai. Maksudnya memberhentikan langkah kakinya.

KRINCING KRINCING!

"Siapa yang pake lonceng di sini?" Tanya Mayu sambil mempertajam pendengarannya. Tapi, ketika mereka bertiga sedang mencari sumber suara, mereka dikejutkan oleh seekor monyet yang tiba-tiba menyerang Mayu. #digilesLen

"HEEEEEEEAAA!" Teriak Len sambil mengangkat schimitar-nya dan menebas Mayu dari kanan atas ke kiri bawah.

TRING!

-VocaDorm-

Back at VocaDorm...

TRING! TRING! TRING TRING!

Percikan api muncul dari gesekan benda tajam yang dipakai oleh dua orang yang berambut hitam legam tersebut.

"Lumayanlah..." Kata Kengo yang menahan obsidian schimitar milik Xongek

"Mungkin?" Balas Xongek sambil mengangkat schimitar-nya dan langsung menebas Kengo yang masih pun terseret sedikit ke belakang.

"... Sepertinya mereka sudah mulai..." Kata Kengo mengalihkan pembicaraan.

"Mau melihat pertandingan mereka?" Tanya Xongek sambil menaruh schimitar-nya di pundaknya. Melihat Xongek yang lengah, sang tetua VocaDorm itupun langsung menerjang Xongek yang lengah dengan golden twin saber miliknya.

TRING!

Entah karena refleks, nalar, ataupun insting (?). Xongek pun langsung menahan serangan Kengo dengan schimitar miliknya.

"Nggak. Sebelum kita selesaiin sparring-nya." Kata Kengo masih berusaha menembus schimitar milik Xongek.

"Oke-oke..." Balas Xongek sambil terus bertahan.

-VocaDorm-

T-B-C

Preview Chapter 26 :

Pasukan Penyerang Bertemu Satu Sama Lain.

"Dia pasti gila, menyerang sendiri ke kamp musuh?"

"Cyiin, sini deh. Tolong jaga di rute kanan dan kiri!"

TRING!

-VocaDorm-

Kengo : "Oke, chapter 25 selesai! Daaan saya masukin preview lagi!" *sfx : HOREEEE!*

Xongek : Sepertinya ini bakal menjadi pertarungan yang sangat panjang."

Kengo : "Yup. Yang ingin tahu kelanjutannya, stay tuned at VocaDorm. Tiga kata penutup dari saya..."

MIND TO REVIEW?