Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…
-VocaDorm-
Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, dan saya bingung... #plak
Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.
Disclaimer tambahan : Seluruh nama yang muncul di dalam FF ini di luar dari karakter Vocaloid adalah milik penciptanya masing-masing.
Warning tambahan : Humor mungkin berkurang karena banyaknya aksi kekerasan (?) yang muncul.
-VocaDorm-
Kengo : "Oke, bales review dulu..."
To tamugaje :
Rei dan Rui memang WAO! #digeplak
Wah, nanti saya bisa dikeroyok sama yang gak suka twincest...
Sudah lanjut!
Kengo : "Nah, itu saja. Yang login akan dibalas lewat PM seperti biasa. Tanpa banyak bacot, kita mulai cerita ini!"
-VocaDorm-
Sebelumnya di VocaDorm...
"Ekhem! Selagi menunggu miniaturnya dibawakan oleh Xongek, saya akan membagi kalian menjadi tiga kelompok!" Kata Kengo sambil berdehem.
"Oke, komandan tim. Tolong ambil ini!" Kata Xongek memanggil pemimpin masing-masing tim dan memberikan segulung tisu toilet (?) kepada mereka setelah dia mengorek-ngorek telinganya dengan korek api (?).
Ketiga tim mulai bergerak sesuai tugasnya. Bagaimanakah nasib ketiga tim tersebut di dalah lembah segitiga tersebut?
"HEEEEEEEAAA!" Teriak Len sambil mengangkat schimitar-nya dan menebas Mayu dari kanan atas ke kiri bawah.
TRING!
-VocaDorm-
Banana Schimitar milik Len ditahan oleh hunter sword milik SeeWoo. Mayu yang tidak mengerti apa yang baru saja terjadi langsung mengerjapkan kedua matanya dan mendapati seorang gadis berambut cream yang memegang sebuah chrome dagger dan seorang bocah berambut honey-blonde berjepit, menyiagakan Omega Shield-perisai sekaligus senjata miliknya.
"Kayaknya kita yang pertama bertarung..." Kata Toma sambil memposisikan broadsword miliknya di depan dada. Mayu pun secara insting maju ke depan, tapi belum ada tiga langkah...
CKLEK!
Sepertinya sebuah ranjau telah diletakkan dengan ajaib di tanah yang sekarang dia pijak.
"Eh? SeeWoo, awas!" Teriak Mayu sambil mendorong SeeWoo (sekaligus Len) menjauh.
"Ma-"
DUAAAAAARR! BLAM!
"AAGH!" Mayu terpental sejauh lima meter ke belakang. Tapi, dia masih sempat menghindar sesaat sebelum ledakan sehingga efeknya berkurang sedikit. Mayu dengan susah-payah berdiri dengan double-bladed axe miliknya sebagai tumpuan. Armor-nya pun terlihat rusak sedikit. Sedangkan SeeWoo juga terlempar ke depan dan membuat dia harus berhadapan dengan Rinto dan Rena.
"MAYU!" Teriak Toma sambil menengok ke belakang. Dia pun langsung berlari menerjang Rena dan Rinto.
"HRAAAAH!" Toma pun memposisikan pedangnya di bawah sambil berlari.
KRINCING!
"Et, tunggu dulu!" Len tiba-tiba langsung bersiap menebas Toma dengan mengangkat schimitar miliknya dan mengayunkannya ke kiri.
FYUU! TRANG!
Refleks, Toma pun langsung menahan pedang Len dengan giginya (?).
"Ergh!" Toma menggerutu kesal karena usahanya menerjang musuh dihalau oleh Len Ning (?) si monyet gila (?). #digilesLen
"Lu lawan gua aja! Kalo nggak, lu gue end! (?)" Kata Len sambil memberi isyarat tangan yang bisa diartikan sebagai 'lu-gue-end' seperti yang ada di iklan-iklan. Toma pun sweatdrop di tempat dan menatap Len dengan tatapan 'lu-kenapa-Len?'.
Di lain pihak, SeeWoo kewalahan menembus pertahanan Rinto dan Rena yang terus saja menaruh ranjau dengan kecepatan yang luar biasa.
BAM! BAM! BAM!
"Eits!" SeeWoo pun dengan lincah menghindar setiap ranjau yang disisipkan oleh Rena selagi mencari celah untuk menembus perisai milik Rinto. Rena, bersama dengan Rinto, terus melemparkan ranjau dan berlindung dari SeeWoo. Rinto, berusaha melindungi Rena dengan memutarkan badannya searah dengan arah SeeWoo menyerang. Sedangkan Mayu masih berusaha untuk bangun setelah ledakan bakso ranjau (?) tersebut. Seewoo yang daritadi memperhatikan pola melempar yang Rena gunakan, melihat sebuah kesempatan datang ketika Rinto menurukan perisai miliknya untuk mengeker lemparan Rena.
"HEA!" SeeWoo memantulkan ranjau yang dilempar Rena dengan hunte sword miliknya. Tapi...
.
.
.
"Kok gak meledak ya?" Tanya SeeWoo sambil garuk-garuk kepala melihat 'ranjau' yang dilempar Rena dan sudah dipantulkan oleh SeeWoo dan mengenai perisai milik Rinto.
"Sekarang!" Rinto pun langsung menerjang SeeWoo dan menggampar wajahnya dengan perisai miliknya. SeeWoo yang masih garuk-garuk kepala itupun terkena pukulan telak dari Rinto dan mental sejauh setengah meter ke belakang. SeeWoo, yang langsung bangkit setelah dipukul oleh perisai milik Rinto langsung memperhatikan kedua temannya yang sepertinya kewalahan menghadapi mereka.
"Ergh! Kalo gini terus mendingan kita mundur dulu!" Teriak SeeWoo dengan gelombang suara audiosonic maximum memerintahkan kedua temannya untuk mundur
"Demi pisang ajaib (?) yang dimakan landak gila (?)! Siapa tuh yang teriak-teriak?!" Tanya Len ngoceh gaje setelah medengar suara dengan gelombang tinggi tersebut. Toma lalu melihat Len yang sedikit lengah karena teriakan SeeWoo, langsung mendorong pedang miliknya sehingga Len terdorong sedikit ke belakang dan langsung mengambil kaki seribu (?). Sedangkan Mayu yang masih ada di belakang segera dibopong oleh SeeWoo dan Toma kembali ke kamp mereka.
"KEJAAAAAR! Auwuwuwuwu! (?)" Kata Len sambil memukul-mukulkan dadannya dengan kepalan tangannya seperti orang utan (?) lalu berlari mengejar mereka. Rinto dan Rena pun segera mengikuti Len yang sudah seperti orang utan yang mengamuk di kebun binatang Ragunan sana. #plak
-VocaDorm-
Red Team-Nero, Piko, CUL, and Meiko's side...
"Kok gak ada musuh sejauh mata memandang ya?" Tanya Nero sambil mengamati keadaan di depan.
"Bisa jadi ada serangan kejutan..." Jawab CUL sambil mempererat pegangannya pada tonfa miliknya.
"Itu yang lu maksud, CUL-senpai?" Tanya Piko sambil menunjuk badai ganas (?) yang tiba-tiba ada di depan mereka dan secara ajaib mengarah ke arah mereka berempat.
"KABUUR!" Perintah Meiko sambil memutar arah larinya. Yang lainnya pun mengikuti Meiko karena panik.
"Sebentar? Kok bisa ada badai di sini?" Tanya Nero sambil terus berlari.
"Yee, meneketempe..." Jawab Piko seadanya.
"Terus kenapa badainya badai angin?!" Tanya Nero lagi.
"Sebentar..." CUL memasang pose berpikir sambil berlari gawang (?). Tak lama kemudian dia langsung memukulkan kepalan tangan kanannya ke tangan kirinya.
"Kalo gua bener, pasti 'dia' yang ngebuat badai itu." Jawab CUL dengan nada serius.
"'Dia'?" Tanya yang lainnya.
"Ke sini, ayo terabas badainya! Nanti kita bakal tau sendiri..." Jawab CUL sambil berbalik arah.
"E-eh, CUL! Lu udah gila?!" Tanya Meiko yang tidak percaya dengan apa yang diucapkan gadis berambut merah tadi. CUL pun menghentikan langkah kaiknya.
"Gak kok. Gua masih seratus persen normal. Udah, ayo apa?!" Jawab CUL sambil kembali berlari menerjang badai yang ada di depan mereka.
-VocaDorm-
Green Team-Main Camp
"Kaiko, Lenka. Sudah oke?" Tanya Gumiya setengah berteriak. Kaiko yang berada di dalam tumpukan jerami mengeluarkan tangannya dan memberi tanda jempol pada Gumiya. Begitu juga dengan Lenka yang ada di dalam tong sampah.
"Oke..." Gumiya pun beranjak ke pintu yang mengarah ke kamp biru.
"Toloong!" Teriak Toma dan SeeWoo yang masih membopong Mayu yang terlihat sekarat dan berkarat (?) itu. Gumiya pun langsung berlari ke arah tiga orang tersebut.
"Ayo, cepat bawa dia ke dalam kamp!" Perintah Gumiya sambil mengawal mereka bertiga.
"Dan, Toma! Bukannya lu harusnya jaga kamp?" Tanya Gumiya heran.
"O-oh, gitu ya? Maaf, gak denger tadi..." Jawab Toma sambil menggaruk kakinya (?). Gumiya pun hanya menghela nafas dalam-dalam sebelum menghembuskan nafas terakhir-SALAH! Maksudnya, menghela nafas dalam-dalam sebelum membatu Toma dan SeeWoo membawa Mayu ke dalam.
"Nah, kau istirahatlah di sini!" Kata Gumiya sambil membaringkan Mayu di peristirahatan terakhir-SALAH LAGI WOY! Maksudnya, membaringkan Mayu di dalam kamp hijau. Mayu hanya menganggup lemah.
"Gumiya, lu dimana-EH?! Mayu?!" Tanya Neru kaget yang tadinya kesal karena tidak bertemu Gumiya langsung kaget melihat Mayu yang terbaring lemah bersama Gumiya, Toma, dan SeeWoo.
"Dia luka parah gara-gara kena bomnya Rena..." Jawab SeeWoo sambil menundukkan kepalanya.
"Tapi dia masih di sini... Berarti dia belum kalah, kan?" Tanya Neru khawatir.
"Yah, gua harap juga gitu..." Jawab Toma yang merasa bersalah karena dia tadi sibuk bertarung dengan monyet gila berlonceng dengan nama spesies (?) Ta-Len-anthropus erectus (Len : "Whut?! Nama gua disamain sama monyet dan talenan?!").
KRINCING KRINCING!
Suara bel yang membuat horror bagi Toma itupun mengejutkan Neru, Gumiya, Toma, dan SeeWoo.
"Pst, tetap di sini!" Bisik Gumiya kepada Toma dan SeeWoo sebelum dia menyiapkan magic staff miliknya dan beranjak keluar. Neru, juga keluar dengan sword & shield miliknya
KRINCING KRINCING KRINCING!
"HEA!" Len, dengan gerakannya yang khas monyet gila (?), langsung menyerbu Gumiya dan Neru.
"Dia pasti gila! Menyerang sendiri ke kamp musuh!" Gumam Neru melihat Len yang sudah sepeti topeng monyet. #dilindes. Maksudnya, melihat Len yang sudah seperti landak gila dari fandom sebelah (?). #ditebasolehyangbersangkutan(?)
"Here it comes!" Teriak Gumiya mengingatkan Neru sambil menunjuk Len Ning (?) yang sudah memegang schimitar miliknya secara backhand dan dengan cepatnya berlari ke arah Gumiya dan Neru.
KRINCING KRINCING! SRRRATTT! TRING!
Gumiya yang tidak memiliki alat bertahan sama sekali langsung terpental sejauh -5 meter (?). Beruntung bagi Neru yang memiliki sebuah perisai, dia bisa menahan serangan milik Len Ning si monyet gila. Tapi perisai miliknya rusak parah akibat serangan kilat dari Len Ning. (Len : "Thor, kok nama gua jadi Len Ning sih?" | Kengo : "Habisnya gaya berantemnya kamu itu loh. Sama kayak si landak gila dari fandom sebelah..." | Gan Ning (?) : "Ada yang manggil?" *bawa parang di bahu* | Kengo & Len : "E-enggak kok!" *keringet dingin*)
"Gumiya!" Teriak Neru sambil melihat Gumiya yang terpental ke depan. Kok bisa? Baca lagi paragraf sebelumnya...
"Hehehe... Tinggal satu..." Gumam Len sambil tersenyum gaje. Neru pun langsung menenggak ludahnya. Dengan perisai yang hampir rusak dan serangan Len yang membabi buta seperti gorila yang mengamuk di Ragunan sana. Dia bisa dibilang kalah melawan Len.
-VocaDorm-
Blue Side-Shiroumi, Kaito, and Rei's side...
"Sebentar, cuma dua orang?" Tanya Shiroumi menunjuk kedua gadis ber-armor merah yang mereka temui di perjalanan. Mereka berjarak lima meter dari tempat Shiroumi, Kaito, dan Rei berdiri sekarang.
"Yup!" Jawab satu dari mereka yang berambut honey-blonde.
"Yakin?" Tanya Rei. Mereka berdua mengangguk.
"Tapi kok gua nyium sesuatu yang gak asing ya?" Tanya Kaito sambil mengendus-enduskan hidungnya layaknya seekor anjing pelacak.
"Tapi masa bodoh. Ayo mulai!" Kata Kaito menyiagakan ice-cream twin rod miliknya. Begitu juga dengan Rei. Tapi Shiroumi tiba-tiba mendekatkan mulutnya ke telinga si idiot es krim tersebut. #ditabokKaito
"Gua jaga belakang aja. Males gua kalo ngeroyokin cewek..." Bisik Shiroumi kepada Kaito.
"Lu takut?" Tanya Kaito membalas bisikan Shiroumi (masih) sambil berbisik.
"Gak, cuma gua ngerasa kayak dimata-matain." Jawab Shiroumi yang juga masih berbisik dengan Kaito. Kaito diam sebentar, tidak mereka (Shiroumi dan Kaito) sadari, sebuah jeruk melayang dari samping kanan mengarah ke arah mereka dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan. Refleks, Rei pun menghalau 'jeruk' tersebut sehingga jeruk tersebut terpental ke kanan. Rin, menarik kembali 'jeruk' miliknya dari tempatnya berada sekarang.
"Woy, tunggu dulu dong!" Teriak Rei protes.
"Kan gak main tunggu-tungguan!" Balas Rin sambil kembali melemparkan 'jeruk' miliknya ke arah kanannya. Rei yang membaca serangan tersebut langsung menangkis 'jeruk' tersebut sehingga Rin harus menarik kembali 'jeruk' miliknya. Tapi setelah Rei menangkis 'jeruk' tersebut, Aiko langsung menerjang Rei dan langsung melemparkan sabitnya yang disambungkan oleh rantai.
TRANG!
"Cewek-cewek kok pada gak sabaran banget..." Kata Kaito dengan nada menyindir setelah menahan sabit milik Aiko dengan twin rod milikya. Shiroumi pun langsung menjauh sedikit.
"Matte!" Teriak Rin yang melemparkan kembali 'jeruk'-nya ke arah Shiroumi. Shiroumi yang belum siap itupun langsung menyiagakan trisulanya sejauh dari badannya. Alih-alih mengenai Shiroumi, 'jeruk' milik Rin malah melilit di trisula milik Shiroumi.
KREK KREK KRETEK!
Terjadilah pertempuran tarik tambang yang sengit di antara Rin dan Shiroumi.
'Cih, tenaganya Rin kuat banget untuk ukuran cewek mungil macem dia!' Pikir Shiroumi panik karena tahu tenaga Rin yang tiba-tiba menjadi sangat kuat.
Aiko, masih memutar-mutarkan rantai yang diikatkan di sabitnya dengan tangan kanannya. Tangan kirinya memegang sisa rantai yang mengikat rantainya. Kaito dan Rei masih bersiaga dengan ice-cream twin rod dan obsidian poleblade milik mereka masing-masing.
"Berani ngeroyokin cewek nih, omae tachi?" Tanya Aiko menyindir Rei dan Kaito sambil memutar-mutarkan komedi putar-#plak! Maksudnya memutar-mutarkan sabit miliknya. Kaito pun langsung memasang smirk-nya.
"Kalo gitu kita langsung 'berantem' aja. Satu lawan satu..." Jawab Kaito dengan nada yang tidak kalah menyindir, tak lupa dengan bumbu ke-ambigu-an di dalamnya. Rei pun hanya sweatdrop mendengar jawaban si idiot es krim di sebelahnya.
-VocaDorm-
Back at VocaDorm...
Kedua orang berambut hitam tersebut masih terus menyerang satu sama lain. Mulai dari Kengo yang terus menebas Xongek dari kanan atas ke kiri bawah dan kiri atas ke kanan bawah dilanjutkan dengan 'meninju' Xongek. Xongek yang terkena pukulan telak itupun terseret sedikit ke belakang. Dia juga terkena luka gores dari pisau yang dikenakan Kengo secara backhand.
"Masih terus?" Tanya Kengo sambil memasang senyum kemenangannya.
"Mungkin?" Jawab Xongek bertanya balik dengan nada bercanda. Kengo pun hanya tertawa kecil mendengar jawaban Xongek. Xongek yang melihat kesempatan dari tawa Kengo, langsung menerjang Kengo dan langsung menebasnya dengan obsidian schimitar-nya secara diagonal dari kiri atas ke kanan bawah.
SRAAATT! TRING! TRANG TRANG!
Kengo yang mengangkat pisaunya kembali sesaat sebelum Xongek menebasnya. Sayang, karena tidak kuat menahan serangan Xongek, kedua pisau milik Kengo pun terlempar dari pegangan pemiliknya. Kengo pun terpental ke belakang dan jatuh dengan tidak elitnya. Xongek pun langsung menghampirinya dan menghunuskan obsidian schimitar-nya ke leher Kengo.
"Omae maketa..." Katanya sambil mengangkat pedangnya ke bahunya.
"Yah... Kalah adalah kalah. Sudah tidak dapat diganggu gugat lagi..." Balas Kengo sambil berusaha bangun.
"Bangunlah..." Kata Xongek sambil mengulurkan tangannya. Kengo pun hanya tersenyum tipis sambil meraih tangan tersebut dan bangun.
TOK TOK!
"Yak masuk!" Jawab Kengo sambil membersihkan bajunya. Pintu pun dibuka dan menunjukkan sesosok kuntilanak (?) berambut pastel pink yang pelan-pelan menutup pintu VocaDorm setelah dia masuk ke dalam bangunan tersebut
"IA-san? Tumben anda ke sini sendiri. Ada apa?" Tanya Xongek sambil menyembunyikan pedangnya di punggungnya. IA pun mengerenyitkan alisnya melihat sesuatu, yang ada di hatimu-#plak! Maksudnya, sesuatu yang tiba-tiba disembunyikan oleh Xongek.
"Etto, Hikari-san. Apa yang anda sembunyikan?" Tanya IA sambil menunjuk benda yang ada di belakang badan Xongek sambil mendekat ke arah Xongek dan Kengo.
"Eh-enggak kok!" Jawab Xongek panik. Sedangkan Kengo yang melihat kaki IA langsung beraksi sigap.
"IA-san! Jangan diinjak miniaturnya!" Teriak Kengo.
"Eh?"
-VocaDorm-
Blue Main Camp-Dell, Gakupo, Miki, and Oliver's side...
"Cyiin, sini deh. Tolong jaga rute kanan dan kiri!" Kata Gakupo memerintah dengan gaya banci. Dell, Miki, dan Oliver yang mendengarnya pun hanya bisa menahan muntah mendengar perkataan si banci terong tersebut.
"Haaa'i!" Jawab Dell dan Miki sambil menahan rasa mual mereka dan berjalan menuju pintu kamp kanan dan kiri masing-masing. Tiba-tiba terjadilah gempa bumi dadakan di tempat tersebut.
"Wo-wo-woah?! Kenapa bisa gempa nih di sini?!" Tanya Oliver panik sambil berusaha mempertahankan posisinya. Begitu juga yang lain yang masih berusaha mempertahankan posisi berdirinya.
"Kenapa coba nih?!" Teriak Miki panik.
-VocaDorm-
Back at VocaDorm...
"Fyuh, untung gak keinjek..." Kata Kengo dan Xongek menghela nafas lega bersamaan.
"Memang kena-Kenapa ada miniatur di sini?" Tanya IA setelah dia melihat ke bawah dan mendapati sebuah miniatur berpola segitiga besar terbalik.
"Err, panjang ceritanya." Jawab Kengo singkat. Lalu Xongek pun menceritakan semuanya, mulai dari miniatur yang sebenarnya adalah area tempur, seluruh penghuni yang ikut berperang satu sama lain, senjata yang bisa dibuat sendiri, dan film 'Yellowbob Blockpants' yang tadi Xongek tonton. Harap abaikan yang terakhir. IA pun hanya mengangguk-angguk paham.
"Ooh... Jadi begitu. Omong-omong, aku boleh ikut? Aku ingin mempertajam kemampuan kendo-ku..." Kata IA setelah mendengar penjelasan dari Xongek. Mendengar ini, Kengo dan Xongek pun langsung berhadapan satu sama lain.
"Kengo... Y'know what am I thinking?" Tanya Xongek kepada sang tetua VocaDorm.
"Yeah, let's do it!" Jawab Kengo sambil mengangguk.
"Oke, IA-san. Bisa ikut kami dulu ke bawah?" Tanya Xongek sambil memandu IA untuk turun ke lantai bawah.
.
.
.
-VocaDorm-
Green Main Camp-Neru and Gumiya's side...
Len kini sedang menyerang Neru dengan brutal. Neru hanya bisa terus-menerus menahan serangan Len yang makin lama makin menggila.
'Oh, ayolah Gumiya! Cepet bangun!" Pikir Neru berharap Gumiya yang sekarang terkapar belakang Len. Len terus menebas perisai milik Neru. Dari atas ke bawah, kiri bawah ke kanan atas, kanan ke kiri, kiri atas ke kanan bawah, bawah ke atas, diteruskan dengantebasan dari atas ke bawah. Serangan yang Len lakukan membuat Neru kewalahan sendiri, hingga setelah serangan terakhir Len, perisai milik Neru terpental ke atas dan Neru terjungkal ke belakang.
"Jangan remehin Len Ning! Gua udah belajar sama landak gila dari fandom sebelah!" Kata Len sambil menyombongkan diri. Neru kini sudah pasrah.
"HEAAAA!" Len pun langsung mengangkat schimitar-nya dan langsung menebas Neru, tapi...
TRING!
"Masih berani nyerang cewek yang udah gak berdaya? Pengecut..." Kata sesosok manusia baru yang menahan serangan Len dengan pedangnya. Len pun membelalakkan matanya ketika melihat sosok yang menahan seranganya.
"O-omae..." Balas Len kaget.
-VocaDorm-
T-B-C~
Preview Chapter 27 :
Munculnya sosok baru di setiap tim.
"GUMIYA!"
"Terjanglah badai di hadapan kalian!"
"Shiroumi, kau bisa bertarung dengan ini?"
"Gak mau tau, gua ikut maju!"
-VocaDorm-
Kengo : "Yatta! Chapter 26 selesai! Dan battle ini akan mencapai klimaksnya!"
Xongek : "Apaan tuh thor?! Gantung banget ceritanya."
Kengo : "Biarin, biar greget. Nah, ada yang tahu kalau hari ini pengumuman pemenang IFA 2013? Mumpung ada beberapa orang yang berhasil masuk ke dalam nominasi (mesti saya akui, hampir semuanya underdog). Mari kita doakan agar para perwakilan dari FVI bisa menang saat pengumuman besok malam!"
Xongek : "Jiah, permohonan tersirat..." *sweatdrop*
Kengo : "Nah, selain dari itu. Tiga kata penutup dari saya..."
MIND TO REVIEW?
