Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.

Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…

-VocaDorm-

Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, dan saya bingung... #plak

Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.

Disclaimer tambahan : Seluruh nama yang muncul di dalam FF ini di luar dari karakter Vocaloid adalah milik penciptanya masing-masing.

Warning tambahan : Humor mungkin berkurang karena banyaknya aksi kekerasan (?) yang muncul.

-VocaDorm-

Sebelumnya di VocaDorm...

"Bisa jadi ada serangan kejutan..." Jawab CUL sambil mempererat pegangannya pada tonfa miliknya.

"Cewek-cewek kok pada gak sabaran banget..." Kata Kaito dengan nada menyindir setelah menahan sabit milik Aiko dengan twin rod milikya.

"Masih berani nyerang cewek yang udah gak berdaya? Pengecut..." Kata sesosok manusia baru yang menahan serangan Len dengan pedangnya. Len pun membelalakkan matanya ketika melihat sosok yang menahan seranganya.

-VocaDorm-

Red Team-Main Camp...

"Kok lama banget ya? Perasaan dari tadi belum ada yang tewas..." Kata Akaito sambil memainkan pedang miliknya sebentar.

"Bodo amat lah. Yang penting dari tim kita belum ada yang mati kan?" Balas Akagane melempar-lemparkan dual chakram miliknya.

Three players join the game. Placed in different team. Immediate spawn occured.

"Ada pengumuman! Ada yang udah tewas ya?!" Tanya Akaito girang yang berhadiah jitakan dari Akagane.

"Bukanlah! Senpai gak bisa bahasa inggris apa?! Artinya kita dapet anggota tambahan. Sama dengan tim lain yang dapet anggota tambahan!" Jawab Akagane menjelaskan dengan panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume. #abaikan

"Berarti... Itu..." Kata Akaito merinding melihat sesosok manusia berambut pastel pink dengan armor merah terpasang di badannya. Dia juga memegang sebuah pedang panjang berwarna pearl blue di tangannya layaknya seorang samurai. Dia lalu melihat ke sekelilingnya.

Satu... Dua... Ti-

"IA-sensei!" Teriak Akagane dan Akaito bersamaan.

"Ah, jadi ini timku ya?" Tanya sosok yang diketahui bernama IA tersebut. Kedua makhluk merah pecinta cabe itupun mengangguk. Dia lalu melihat-lihat lagi ke sekeliling kamp barunya.

"Yang lainnya mana?" Tanya IA lagi.

"Kita cuma bertiga di sini. Sisanya pada nyerang semua." Jawab Akaito sambil menghela nafas.

"Oh, oke..." Balas IA singkat.

.

.

.

"Mending sensei ikut jagain Akaito." Kata Akagane sambil menunjuk pemimpin tim merah. IA pun mengangguk paham.

-VocaDorm-

Blue Team-Main Camp...

Three players join the game. Those players are placed in different team. Immediate spawn occured.

"Gak nyangka bakal masuk tim si banci terong ini, tapi biarlah. Yang penting main!" Gumam pemuda berambut hitam tersebut sambil melangkah menghampiri Gakupo dan kawan-kawan seperjuangannya dalam mengamen di taman lawang. #dibantaibersama

"Yo!" Kata pemuda tadi menghampiri Gakupo. Gakupo, Dell, Oliver, dan Miki pun menoleh ke asal suara dan kaget mendapati sosok berambut hitam ber-armor biru dengan dua pedang pendek emas berbilah obsidian di tangannya. Gakupo, Dell, Oliver, dan Miki pun langsung menghampiri sosok tersebut dengan background song 'We Are The Champion' dan dengan efek slow-motion berusaha memeluk sosok tersebut.

"Kengo-saaaaaaaan!" Teriak empat orang aneh tersebut sambil berlari dengan efek slow-motion

"Udah! Gak usah pake peluk-peluk!" Balas Kengo sambil menghindari anak-anak gaje tersebut. Mereka pun langsung tersungkur ke tanah, dan naas bagi Gakupo yang harus tertimpa teman-temannya karena dia yang pertama kali tersungkur.

-VocaDorm-

Green Team-Main Camp...

"O-omae..." Kata Len kaget melihat obsidian schimitar yang menghalanginya. Sosok berambut hitam dengan eye-patch di mata kirinya itu masih menahan banana schimitar milik Len.

"Ya... Namaku Xiahou Dun..." Jawab sosok tersebut mengangkat wajahnya-#plak!

Xongek : "Thor, salah skrip nih... Masa Len lawannya Xiahou Dun..." *ngasih kertas sambil sweatdrop*

Kengo : "Oh, salah ya? Eheheh..." *ngambil kertas yang dikasih Xongek*

ULANG!

"O-omae..." Kata Len kaget melihat obsidian schimitar yang menghalanginya. Sosok berambut hitam ber-armor hijau itupun masih menahan banana schimitar milik Len.

"Ya... Ini aku... Hikari Xongek." Jawab sosok tersebut sambil mendorong Len dengan schimitar-nya. Len pun terseret sedikit ke belakang, Xiahou Dun-#plak! Maksudnya Xongek pun mengayunkan schimitar-nya ke kanan dan menodongkannya ke arah Len Ning.

"Hoo, ini pasti seru. Ya kan?" Tanya Len dengan nada mengejek. Xongek pun hanya diam sambil memegang schimitar-nya dengan kedua tangannya.

"HEAAAA!" Keduanya pun menerjang satu sama lain, menghunuskan pedangnya.

TRING!

Mereka saling melalui. Xongek dan Len masih dalam posisi saat mereka menyerang lawannya. Lalu mereka berdua berbalik.

"Belum selesai!" Teriak Len menerjang Xongek dan menebasnya dengan liar dari atas ke bawah dilanjutkan dengan tebasan dari kanan bawah ke kiri atas dilanjutkan dengan tendangan berputar dari Len. Semuanya dapat ditangkis oleh Xongek dengan obsidian schimitar-nya. Len masih terus menyerang Xongek dengan tebasan-tebasan berkecepatan in-human. Xongek hanya terus bertahan dari serangan Len Ning walaupun ada percikan api yang masuk ke dalam matanya (?!).

.

.

.

Tanpa Len dan Xongek sadari, Rinto dan Rena juga telah memasuki kamp mereka. Melihat Gumiya yang terkapar begitu saja di tanah, Rena pun berinisiatif meletakkan bom di dekat tubuh Gumiya. Neru, yang baru saja bangun setelah terkena serangan bertubi-tubi milik Len, berusaha bangun untuk menyelamatkan temannya.

PIP! PIP! PIP!

"GUMIYA!"

DUAR! BLAM! CTAAAAAR!

-VocaDorm-

Red Team- Nero, Piko, CUL, and Meiko's side...

"CUL-senpai! Beneran kita mau nerjang badai ini?!" Tanya Piko gak yakin. CUL hanya membalas dengan anggukan mantap.

"Tapi bener juga sih, masa ada badai di tempat kayak gini..." Kata Nero sambil menyilangkan kedua tangannya.

"Hmm... Ya udah deh, terserah lu aja." Kata Meiko yang sudah pasrah dengan keadaan.

"Oke. Tapi sini dulu..." Balas CUL sambil menyuruh teman-temannya untuk merapat.

.

.

.

"Terjanglah badai di hadapan kalian!" Teriak CUL memberi semangat.

"HEAAAAAAAAA!" Ketiga temannya pun langsung mengeluarkan tenaga mereka untuk menerjang badai yang ada di depan mereka. Dengan kekuatan sepuluh ta-#plak! Maksudnya dengan kekuatan mereka berempat dan perjuangan yang sangat lama, akhirnya mereka bisa melewati badai tersebut.

"Fyuh... Akhirnya..." Kata Piko yang tiba-tiba jatuh.

"Iya..." Balas Meiko yang juga jatuh.

DUAR! BLAM! CTAAAAAR!

"Asdfghjkl?! Suara apaan tuh?!" Tanya Nero setelah mendengar suara gaje tersebut.

MEGPOID GUMIYA, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!

"Gumiya keluar kah? Baguus..." Kata CUL sambil tersenyum tipis.

"Ayo lanjut! Kita serang kamp musuh!" Teriak CUL bersemangat.

"Sebentar... Biar kita istirahat dulu..." Jawab Piko dan Meiko sambil memburu nafas mereka masing-masing. Mereka pun sudah berdiri walau masih setengah berjongkok.

"Tidak ada kata tunggu-tungguan!" Balas seseorang sambil memainkan battle-staff miliknya yang berbentuk... Err, wortel?

"Uh-oh..." Gumam Nero pelan, karena selain sosok yang memainkan staff miliknya tadi, terdapat sesosok gadis dengan sebuah magic staff yang dia pegang erat-erat.

"Yappari... Dialah yang membaut (?) badai ini..." Kata CUL sambil mempererat pegangan pada tonfanya.

-VocaDorm-

Green Team-Main Camp

Saat ini, kamp hijau sudah kesusupan oleh dua orang manusia dan seekor monyet gila dari tim biru. Di lain pihak, tim hijau telah kehilangan Gumiya karena dibom oleh Rena. Di kamp tersebut juga terdapat Neru dan Mayu yang sekarat. Menyisakan Xongek dan Len yang sambil bertarung, dan Rinto dan Rena yang segera menyusul Len.

Len, yang terus-menerus melakukan serangan membabi buta ala monyet (?). Serangannya melambat sedikit karena faktor kelelahan (Pikir saja, dia sudah menyerang Toma dan SeeWoo dan juga telah membuat sekarat Mayu, Neru, dan Gumiya). Sadar akan hal ini, Xongek pun berhasil mencuri kesempatan dan menebas Len dari kanan ke kiri, mengakibatkan banana schimitar yang dipakai Len terlempar ke samping. Len pun terseret sedikit ke belakang, Xongek pun langsung berlari ke arah Len.

"HEA!" Teriak Xongek sambil mengangkat obsidian schimitar miliknya dan menebas dari atas ke bawah.

'Mou, owari ka?' Kata Len pasrah dalam hati.

FYUUNG! TRING!

"Hm?" Xongek pun melihat ke arah di mana pedangnya dan mendapati seseorang berambut honey-blonde berjepit yang menahan pedang milik Xongek dengan shield-nya yang sangat besar.

"Len, hati-hati sedikit apa?! Nyusahin aja! Makanya jangan belagak monyet!" Kata Rinto mengomeli Len yang sudah terlihat seperti monyet sekarat. #dilindes. Len hanya bisa mendecih saja, menerima kenyataan bahwa pedangnya terlempar agak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

"Udah, lu diem aja di situ! Biar gua urus nih si Xiahou Dun!" Kata Rinto lagi yang membuat Len dan Xongek sweatdrop di tempat.

'Dia/Aku bukan Xiahou Dun...' Pikir Len dan Xongek sweatdrop berjamaah.

"Rena!" Teriak Rinto sambil terus menahan pedang milik Xongek.

"Ha'i!"Rena pun langsung berlari menghampiri Rinto dan Xongek dan mengeluarkan sebuah bom molotov berbentuk tabung gas berwarna kuning berdiameter kira-kira dua puluh sentimeter dan tinggi sekitar tiga puluh sentimeter yang sudah disumbat oleh sumbu tali yang sudah dibakar dan melemparkannya ke arah Rinto dan Xongek.

"Fire in the hole!" Teriak Rena setelah melempar bom molotov (atau tabung gas tiga kilogram?) tersebut ke arah Xongek, Rinto, dan Len (yang berada di belakang Rinto.).

"ASDFGHJKL?! KABUUUUR!" Teriak Xongek yang menyadari keberadaan bom molotov yang sedang melayang bebas di udara tersebut sambil melepaskan diri dari Rinto yang terus mendesaknya dan berusaha kabur.

"WTH?! RENA! LU NGAPAIN NGELUARIN BOM YANG BEGITUAN?!" Teriak Rinto memaki Rena setelah melihat bom molotov yang dilemparkan oleh Rena tersebut.

Tuk.

.

.

.

DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!

-VocaDorm-

Blue Team-Kengo's side...

"Oke... Jadi sekarang mesti nyusul Kaito, Shiroumi, dan Rei ya?" Tanya Kengo pada dirinya sendiri sambil terus berlari.

Fyuuung! Jleb!

Sebuah panah tiba-tiba menancap di depan Kengo yang sedang berlari. Kengo pun langsung memberhentikan langkahnya dan bersiaga dengan memegang kedua pisau miliknya secara backhand.

"Dare ka?!" Teriak Kengo masih dalam posisi siaga satu (?). Tiba-tiba, sebuah tuna yang berbentuk pipih dan lebar terbang melayang ke arah Kengo dengan indahnya. Kengo pun langsung menghindar dengan menundukkan kepalannya, tapi sebuah anak panah kembali meluncur ke arahnya. Refleks, Kengo menangkis anak panah tersebut dengan kedua pisau miliknya.

"Wah, beraninya keroyokan ya?" Tanya Kengo memancing mereka untuk keluar. Lalu tuna yang tadi dilempar ke arah Kengo kembali kepada yang berpunya. Dan yang berpunya pun langsung menunjukkan dirinya.

"Kayaknya kita di-intercept sama Kengo-san, Rui. Ayo keluar." Kata gadis yang memegang tuna tersebut. Lalu, dari balik semak-semak, mucullah seorang gadis berambut hitam yang memegang crossbow di tangan kirinya.

"Oke... Dua lawan satu, kan?" Jawab gadis berambut hitam tersebut bertanya balik.

DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!

"Heh?!" Mereka bertiga terperanjat kaget ketika mendengar sebuah ledakan yang entah dari mana asalnya tersebut.

-VocaDorm-

Red Team-Aiko and Rin's side...

"Ergh, kita gak bisa ngedeketin dia lebih dari ini?!" Tanya Rei kepada Kaito. Kaito pun hanya menjawab dengan nafas yang tersengal-sengal. Rei sendiri pun terus mencari oksigen tambahan karena terlalu lelah karena terus berusaha untuk menyerang Aiko dan menghindari serangannya. Walaupun porsi menghindarnya lebih besar dibanding menyerangnya.

Satu meter di depan mereka, terlihat seorang gadis berambut violet panjang yang sedang memutar-mutarkan sabitnya. Dilihat dari wajahnya, dia tampak kelelahan.

'Ck, mesti gimana lagi?!' Pikirnya sambil terus memperhatikan mereka berdua.

Di lain tempat, terlihat Rin dan Shiroumi yang sedang tarik tambang. Shiroumi dalam kondisi terdesak karena tarikan Rin justru semakin besar seiring waktu. Setelah beberapa lama saling tarik-menarik, akhirnya muncul sebuah ide gila yang terlintas di benak Shiroumi.

'Okay... Once for all!' Batin Shiroumi menyemangati dirinya sendiri. Dia pun menutup matanya, berusaha mengumpulkan tenaga yang tersisa sebanyak mungkin.

"HEAAAAA!" Shiroumi mengangkat trisulanya sekuat tenaga. Rin yang tidak siap akan perubahan tenaga Shiroumi pun langsung tertarik ke tidak sampai jatuh, tapi tetap saja keseimbangan Rin jadi terganggu. Kemudian Shiroumi mengarahkan trisulanya dalam posisi mendatar. Rin yang melihat posisi trisulanya itupun tidak menghiraukan posisi trisula Shiroumi yang berubah tersebut, malah balas menarik Shiroumi dengan tenaga yang lebih besar.

'Sekarang!'

"Terima ini, maniak jeruk!" Teriak Shiroumi. Saat Rin balas menarik Shiroumi, Shiroumi melemparkan trisulanya ke arah Rin. Rin –yang hanya berdiri satu meter di depan Shiroumi, hanya bisa diam melihat trisula dengan kekuatan yang sangat besar tersebut menghampiri dirinya.

JLEB! ZRASH! DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!

Dan suara ledakan yang entah darimana asalnya itupun menjadi tanda tewasnya Rin di tangan Shiroumi.

"Heh?! Siapa yang nyalain petasan?! (?)" Tanya Shiroumi kaget setelah mendengar suara ledakan tersebut.

KAGAMINE LEN, HIKARI XONGEK, KAGAMINE RINTO, KAGAMINE RIN, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!

-VocaDorm-

Red Team-Main Camp...

DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!

"Astagadragon (?)! Ada kompor (?) meledak!" Kata Akaito panik sambil lari-lari keliling kamp. Akagane dan IA pun hanya sweatdrop di tempat melihat tingkah Akaito yang dari tadi makin susah dikontrol.

'Sumpah, malu banget gua/aku punya komandan macem dia...' Pikir Akagane dan IA ber-sweatdrop-ria

MEGPOID GUMIYA,KAGAMINE LEN, HIKARI XONGEK, KAGAMINE RINTO, KAGAMINE RIN, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!

"Hm? Kayaknya ada pembantaian massal di luar. Sampe-sampe Hikari-sensei aja ke-kick..." Kata Akagane sambil memainkan chakram miliknya.

"Betul itu." Jawab IA singkat, padat, dan tidak jelas apa maksudnya. #dibuangkepluto

"Oh yah, gua bosen nih. Akagane! Sini dah!" Kata Akaito menyuruh Akagane untuk masuk ke dalam kamp, meninggalkan IA sendirian.

"Mau ngapain masuk ke dalem? Ogah ah! Lu kira gua maho apa?!" Balas Akagane nyolot. IA pun sweatdrop di tempat (lagi).

-VocaDorm-

Green Team-Main Camp...

Suasana di kamp hijau cukup kacau, apalagi setelah ledakan bom molotov gas tiga kilogram yang menewaskan Rinto, Xongek, dan Len. Terdapat Neru yang sekarat yang sekarang berhadapan dengan Rena yang memegang sebuah stick grenade. Neru yang sudah tidak bisa bangkit lagi pun hanya tinggal menunggu nasib saja. Rena sudah memasang senyuman aneh saat mau melempar granat tersebut.

"Hm?!" Rena langsung menghadapkan badannya ke kanan dan mendapati Lenka yang tiba-tiba menyerang Rena dengan banana wingblades miliknya. Untungnya Rena mengeluarkan dagger miliknya dan langsung menahan tebasan dari Lenka.

"Argh, serangan kejutan?!" Gumam Rena kesal.

"HEAA!" Seseorang langsung memukul Rena dengan sebuah ice-cream mace miliknya. Yap, siapa lagi kalau bukan Kaiko.

"Ugh!" Rena pun langsung terjatuh karena pukulan telak di punggungnya.

'Yokatta... Masih ada ambush party...' Pikir Neru lega.

Lenka dan Kaiko bertarung dengan sengit melawan Rena. Rena, yang tinggal sendiri pun kewalahan menghadapi serangan dua orang yang baru saja bertempur tersebut.

BUAGH!

"Uagh!" Rena pun jatuh tersungkur terkena serangan sikut Lenka.

"Menyerahlah!" Kata Kaiko sambil menodongkan mace miliknya. Rena pun hanya tertawa kecil.

"Baiklah..." Kata Rena mengangkat kedua tangannya. Lalu Lenka dan Kaiko langsung bergerak meringkus Rena. Yang mereka berdua tidak sadari adalah –

DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!

–sebuah granat kecil yang dijatuhkan Rena sesaat sebelum mereka meringkus dirinya.

Sebuah suara ledakan kembali menggelegar. Menandai akhir dari Lenka, Kaiko, dan juga Rena.

-VocaDorm-

Blue Team-Kaito and Rei's side...

"Apa beneran bakal kalah kita?" Tanya Kaito melihat Rei yang sekarat tiga meter di belakangnya. Senjata miliknya sudah out of reach. Sedangkan Kaito sendiri sudah terluka karena serangan Aiko.

"Ayolah... Nyerah aja. Capek gua..." Kata Aiko masih sambil memutar-mutarkan sabitnya. Dia juga sudah terluka akibat serangan dari Kaito. Melihat Aiko yang sedikit kehilangan fokusnya, Kaito langsung berinisiatif untuk menyerang.

"Dalem mimpi lu!" Teriak Kaito sambil menerjang Aiko dan mengayunkan kedua rod miliknya dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, dan ditusukannya rod tersebut ke arah depan. Membuat Aiko agak terdorong ke belakang karena serangan kejutan dari Kaito.

"HEAAAAAA!" Tiba-tiba seseorang berlari menerjang Aiko dari belakang Kaito dengan sebuah obsidian poleblade di genggamannya, dia menyerang Aiko dengan brutal. Mulai dari kanan atas ke kiri bawah, memukul Aiko dengan bagian belakang poleblade miliknya, menebasnya dari bawah ke atas, dan ditutup dengan tebasan kuat dari kanan ke kiri. Aiko pun langsung terlempar ke belakang karena serangan membabi-buta orang tersebut.

Tak hanya itu, orang tadi langsung melompat dan melemparkan poleblade tersebut ke arah Aiko.

"Terima ini!" Teriak orang tersebut setelah melempar poleblade yang ada di genggamannya tersebut.

JLEB!

Aiko membuka matanya dan mendapati sebuah peti mati di sampingnya-#plak! Maksudnya mendapati sebuah poleblade menancap persis di samping lehernya. Aiko yang sudah syok tersebut hanya bisa menghela nafas lega.

"Cih, gagal ya?" Tanya orang itu.

"Gak. Itu udah bagus banget! Nanti gua traktir es krim." Jawab Kaito sambil menepuk punggung orang tersebut.

"Hontou ni?!" Tanya orang itu dengan mata berbinar-binar.

"Iya. Janji kok. Lupain dulu soal es krim. Kayaknya serangan terakhir kamu gak kena deh." Kata Kaito sambil menunjuk Aiko yang perlahan berdiri.

"Yah, gimana dong. Gua out of reach lagi nih..." Balas orang tersebut sambil menunjuk poleblade yang tertancap tiga meter di depannya.

"Shiroumi, kau bisa bertarung dengan ini?" Tanya Kaito sambil menawarkan satu dari twin rod miliknya. Shiroumi pun hanya melongo kaget melihat benda yang ditawarkan oleh Kaito tersebut.

"Oke..."

-VocaDorm-

Red Team-Main Camp...

SHION KAIKO, KAGAMINE LENKA, KANNOGI RENA, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!

"Keluarga Kagamine kok lemah banget sih? Masa udah kebantai semua?!" Tanya Akagane dengan nada sedikit menyombong.

"Ssst, gak bagus sombong. Lagian kamu sendiri sudah apa?" Jawab IA membalikkan pertanyaan Akagane. Akagane pun langsung speechless di tempat mendengar jawaban dari sensei-nya tersebut.

"Ah, gua jadi pengen maju juga dah..." Kata Akaito yang sudah mulai bosan~. Mulai bosan~. #plakk!

"E-eh?! Jangan! Nanti kalo lu kebunuh gimana? Langsung kalah kita semua nanti!" Kata Akagane mencegah Akaito.

"Gak mau tau, gua ikut maju!" Balas Akaito yang keluar dari kamp merah dengan langkah serius. Tadinya Akagane ingin menghentikan si idiot cabe tersebut, tapi dia dihentikan oleh IA.

"Sudahlah, biarkan saja. Ini kan cuma permainan..." Kata IA sambil menghalangi Akagane. Akagane pun hanya menghela nafas dan berjalan mengikuti Akagane. IA hanya geleng-geleng kepala dan mengikuti ke arah mana mereka berjalan.

-VocaDorm-

T-B-C~

Preview Chapter 28 :

The war is close to the end...

"Yang bener aja?! Kita berempat gak bisa ngalahin mereka berdua?!"

"Weit! Liat tuh! Rei sekarat!"

"HUUOOOOOOOOO!"

-VocaDorm-

Kengo : "Oke, selesai juga chapter 27 fic ini! Dan bersamaan dengan ini, saya dengan menyesal menyatakan masuk ke dalam status Semi-Hiatus. Kenapa Semi-Hiatus? Karena tangan saya tuh gatel kalo gak nulis cerita. Tapi karena ada perang otak yang terus-menerus dari sekolah dan sebentar lagi UN, saya mau gak mau harus Semi-Hiatus untuk bisa mencapai yang terbaik tahun ini. Tiga kata penutup dari saya..."

MIND TO REVIEW?