Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…
-VocaDorm-
Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, dan saya bingung... #plak
Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.
Disclaimer tambahan : Seluruh nama yang muncul di dalam FF ini di luar dari karakter Vocaloid adalah milik penciptanya masing-masing.
Warning tambahan : Humor mungkin berkurang karena banyaknya aksi kekerasan (?) yang muncul.
-VocaDorm-
Sebelumnya di VocaDorm...
"O-omae..." Kata Len kaget melihat obsidian schimitar yang menghalanginya. Sosok berambut hitam ber-armor hijau itupun masih menahan banana schimitar milik Len.
"Tidak ada kata tunggu-tungguan!" Balas seseorang sambil memainkan battle-staff miliknya yang berbentuk... Err, wortel?
"Fire in the hole!" Teriak Rena setelah melempar bom molotov (atau tabung gas tiga kilogram?) tersebut ke arah Xongek, Rinto, dan Len (yang berada di belakang Rinto.).
DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR!
-VocaDorm-
Red Team-Nero, Piko, CUL, and Meiko's side...
"Cih..." Kata Nero yang terdorong ke belakang akibat dorongan dari carrot battle-staff milik Gumi. Golden Nightclaw miliknya dia silangkan di depan kepalanya.
"HEAAA!" CUL pun langsung menerjang Gumi dan memukulnya dengan Scarlet Tonfa miliknya. Gumi pun dengan siap sedia menangkis pukulan dari CUL.
"Eh, Piko! Meiko-senpai! Bangun dong! Bantuin gua sama CUL-senpai apa?!" Bentak Nero kepada kedua orang yang sedang berjongkok di belakangnya.
"Iya-iya! Sabaran dikit apa?!" Balas Piko kesal. Dia langsung mencabut satu dari dua (?) ekor USB yang dia punya. Lalu bangun dan mencambukkan ekor yang sudah dicabut itu ke tanah. Tunggu dulu, sejak kapan Piko punya dua ekor USB?
"Nah! Kan kalo gitu lebih enak kita lawannya!" Kata Nero senang setelah melihat Piko mengeluarkan senjatanya. Sedangkan yang lain hanya sweatdrop melihat ekor USB yang dipegang oleh Piko.
'Serius?! Ekornya ternyata senjata!' Pikir yang lainnya (min Nero dan Piko) sweatdrop.
"Oke, kayaknya gua juga mesti bangun!" Kata Meiko yang juga berdiri dan mengeluarkan Ruby amber Glaive miliknya.
"Jiah, kayaknya kalo gua sendiri gak bakal tahan lawan mereka..." Gumam Gummi Ship-#plak! Maksudnya Gumam Gumi sambil melihat keempat orang ber-armor merah cabe tersebut.
"SHEEEEAAAAA!" Teriak mereka berempat sambil menerjang Gumi dari empat arah.
"Ch-chotto! Kalo gini gua bisa kalah!" Gumam Gumi lagi sambil memposisikan Carrot Battle Staff-nya dalam posisi bertahan. Tapi segera ia ubah ke dalam posisi siap memutar-mutarkan staff miliknya seperti helikopter (?).
Keempat orang bawahan cabe-#digampar. Maksudnya keempat orang bawahan Akaito tersebut masih menerjang Gumi, tanpa memperhatikan kalau Gumi sedang berputar-putar layaknya pasien RSJ yang kabur dari RSJ setempat. #ditimpukwortel.
FYUUUUUH!
"HEA!" Gumi pun langsung memutar staff miliknya layaknya 'Sang Naga dari Chang Shan' [1] atau lebih dikenal dengan 'The Young Dragon' [2]. Meiko, Piko, dan Nero yang tidak sadar akan gerakan mendadak Gumi pun langsung terpental ke belakang karena pukulan telak dari staff milik Gumi. Tapi CUL yang (kebetulan) menghindar langsung memukul Gumi telak di dagunya. Gumi pun terpental ke atas, lalu terhempas ke bumi. Carrot Battle-Staff miliknya pun jatuh agak jauh dari pemiliknya.
"Owari daaa!" Teriak CUL saat hendak mendaratkan serangan kehidupan (?) ke arah Gumi yang terkapar tidak berdaya dan tenggelam dalam lautan luka dalam-#plak! Maksudnya yang terkapar tidak berdaya. Tapi...
"Secret Gusto Bloodline Art : Gusto's Tornado!"
FRYOOOOOOOOH!
"Eagh!" CUL pun terpental ke belakang karena sebuah angin tornado kecil tiba-tiba muncul di antara CUL dan Gumi. Lalu sesosok gadis berambut hijau ponytail dengan sebuah staff yang dia genggam dengan erat dengan kedua tangannya.
"Gumi-chan! Daijobu ka?" Tanya gadis itu.
"Daijobu, Winona." Gumi pun hanya mengangguk. Melihat kesempatan ini, Piko berinisiatif menyerang Gumi yang tidak berdaya dengan mencambukkan ekor USB Portable (?) miliknya dari tempatnya sekarang. Winona yang melihat Piko dan ekor USB-nya yang ganas mendekati Gumi pun langsung berlari ke arah Gumi dan mengarahkan staff miliknya ke arah USB nyasar (?) tersebut sambil menggumam gaje. #dilibas.
"Secret Gusto Bloodline Art : Windstream of Gusto!" Sebuah tembakan angin melesat dan mengenai ekor USB milik Piko. Ekor USB milik Piko pun langsung terlempar ke samping.
"Cih..." Kopiko pun mendecih kesal. Meiko, Nero, dan CUL pun bangkit dan langsung menerjang Winona secara bersamaan. Dan seperti tadi, Winona hanya menggumam gaje sambil memposisikan staff miliknya secara mendatar di depan dadanya.
"Sekarang!" Meiko yang memberi aba-aba pun langsung mengangkat glaive miliknya. Nero dan CUL pun langsung bersiap menyerang dengan cakar dan tonfa milik mereka. Namun, sesaat sebelum serangan mereka mengenai Winona. Sebuah tembok angin terbentuk di dalam CUL, Nero, dan Meiko. Dan mereka pun langsung terbawa angin layaknya sedang diblender (?). Piko hanya bisa menatap dengan humor-#plak! Maksud saya menatap dengan horor kejadian yang menimpa teman-temannya.
"Yang bener aja?! Kita berempat gak bisa ngalahin mereka berdua?!" Gumam Piko panik. Dia berusaha melarikan diri tapi kakinya serasa membeku, tidak mempunyai kekuatan untuk berlari.
-VocaDorm-
Back at VocaDorm...
"Beneran nih cuma gua sendiri yang ke-kick?" Tanya Gumiya sambil mengunyah sebuah wortel. Dia pun langsung memperhatikan kotak tersebut dari segala arah.
"Kenapa gak keliatan dari sini ya?" Gumamnya sambil melihat, meraba, dan menerawang kotak tersebut (?). Lalu terdengarlah sebuah static voice dari dalam kotak tersebut. Karena penasaran, Gumiya pun mendekatkan telinganya ke arah kotak tersebut.
"HUUUUUUUUAAAAAAAAA!"
BRUUUKKK!
"I-ittai..." Teriak Gumiya dari dasar tumpukan manusia sampah yang bernasib sama seperti Gumiya.
"Woy! Bangun dong!" Bentak Gumiya kepada Len, Rinto, Rin, Lenka, Rena, Kaiko, dan Xongek. Semuanya menindih Gumiya dengan posisi yang sangat tidak elit kecuali Xongek yang duduk di atas dengan gaya 'like-a-boss'.
"Jangan ke gua dong! Ke Hikari-sen... Sei..." Balas Kagamine family, Kaiko, dan Rena bersamaan sambil menunjuk ke atas, tapi omongan mereka terhenti saat mereka melihat light aura (?) dari Xongek.
"... Dong. Hiiy, ampun Hikari-sensei!" Teriak yang lainnya memohon ampun kepada Xongek.
.
.
.
Setelah beberapa adegan pembantaian (?)...
"Aduuuuh, sakit nih! Masa iya mesti dihajar dulu..." Kata Len yang memegangi punggungnya layaknya monyet encok-#dilindesLen. Sedangkan pelaku pembantaian tadi (baca : Xongek) hanya bersiul-siul senang sambil mengeluarkan laptop hitam miliknya dari dalam tasnya dan berjongkok di depan kotak miniatur tersebut..
"Hikari-sensei mau ngapain lagi?" Tanya Kaiko berjongkok di samping bocah berambut hitam tersebut.
"Udah, liat aja nanti... Oh ya, rokmu bolong tuh." Jawab Xongek yang tidak bergeming dari laptop miliknya. Wajah Kaiko pun memerah dan buru-buru berdiri dan menutup bagian depan dan belakang roknya. Len, Gumiya, dan Rinto pun nosebleed di tempat, sedangkan Rin, Lenka, dan Rena hanya sweatdrop di tempat. Xongek pun hanya bisa tertawa kecil melihat reaksi Kaiko dan melanjutkan mengotak-atik laptopnya.
'Rok mah emang bolong kali. Kalo gak bolong mana bisa dipake?' Pikir Rin, Lenka, dan Rena bersamaan. Untunglah mereka sangat polos dan tidak mesum layaknya Len, Gumiya, dan Rinto. Walaupun saya meragukan kepolosan Lenka yang sudah dikotori oleh Rinto tersebut. #digampar
Lima menit kemudian...
"Hoi, omaetachi!" Panggil Xongek sambil menyolokkan sebuah kabel USB yang sudah dihubungkan dengan miniatur tersebut ke laptop miliknya. Kumpulan manusia beraneka warna tersebut pun berjalan dan berjongkok di samping Xongek.
"Nah, silahkan menikmati~." Kata Xongek sambil menekan tombol 'Play' di layar komputer. Setelah itu, terlihat tayangan CUL, Nero, dan Meiko yang sedang terpontang-panting di sebuah turbin angin yang dibuat oleh Winona. Di tayangan itu juga terlihat Piko yang terkapar tidak berdaya dan Gumi yang sedang berlari ke arah belakang untuk mengambil staff miliknya.
"Whoa... Sugoi na..." Kata Rinto sambil berusaha melihat lebih dekat ke dalam pertarungan panas tersebut.
"Eit, bentar dulu..." Potong Xongek.
"Saya tau nanti bakalan rame di sini. Jadi..." Xongek pun mengeluarkan sebuah OHP dan menyambungkannya ke sumber air mineral-#plak! Maksudnya ke sumber listrik terdekat dan menyambungkan OHP tersebut ke laptop milik Xongek. Karena OHP yang ditaruh sembarangan, jadilah Rin dan Rena yang terkena sorotan lampu dari OHP tersebut.
"Wadaw! Silaw (?)!" Teriak Rin dan Rena sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.
"E-eh?! Gomen-gomen! Sini saya betulin dulu..." Kata Xongek sambil menggeser OHP tersebut ke arah tembok terdekat.
"Nah, gini baru enak..." Kata Rinto sambil mengacungkan jempolnya.
-VocaDorm-
Green Team-Main Camp
"A-apa-apaan ini?!" Teriak Miku dengan suara cemprengnya yang membuat beberapa pohon tumbang.
Meanwhile, at Rui and Luka's side...
"A-apa-apaan ini?!"
"Astagadragon! Suara siapa tuh?!" Teriak Kengo yang sedang adu kekuatan dengan Luka. Melihat lawannya lengah, Luka pun mendorong Kengo ke belakang dengan tuna beku miliknya. Kengo pun terdorong ke belakang dilanjutkan dengan tembakan beberapa anak panah dari Rui. Kengo pun langsung melakukan cartwheel dua kali ke belakang. Kenapa bukan backflip? Karena itu sudah mainstream... #digampar.
KREK! KRIEEEEEK!
"C'mon, gimme a break!" Gumam Kengo kesal setelah dia melihat sebuah pohon yang akan tumbang ke arahnya. Kengo pun langsung gelindingan di tanah dua kali ke belakang (?). Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini-#plak! #kokjadiberita?!
Back at Green Main Camp...
"Neru! Ada apa tadi?!" Tanya Miku menghampiri Neru yang terbaring lemah di tanah. Dia pun berupaya membangunkan Neru dengan berbagai cara, mulai dari menggoyang-goyangkan badan Neru, mencubitnya, sampai melakukan CPR. Tapi sayangnya yang terakhir tidak dilakukan dengan alasan yang melakukan CPR bukanlah seorang yuri-#ditimpuknegi.
Akhirnya, dengan rasa menyesal yang amat sangat, Miku pun langsung memukuli badan Neru dengan Jumbo Negi miliknya sampai tubuh Neru remuk dan sebuah cahaya putih menyelimuti badannya.
AKITA NERU, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
Mendengar hal ini, Air mata Miku pun meleleh, jatuh di atas jasad Neru yang sebentar lagi menghilang. Miku pun memeluk jasad temannya itu.
"Sebagai pemimpin, gua bangga bisa punya temen kayak lu..." Kata Miku termehek-mehek. Tiba-tiba Neru terbangun, dengan segenap kekuatannya dia mengelus pipi Miku, membuat wajah Miku merona-#plak!
Miku & Neru : Woy! Kok jadi yuri begini sih?! *protes*
Kengo : *facepalm* Haduh... Salah skrip lagi. Gomen-gomen... ._.v
Re-Take!
Mendengar hal ini, Air mata Miku pun meleleh, jatuh di atas jasad Neru yang sebentar lagi menghilang. Miku pun memeluk jasad temannya itu.
"Sebagai pemimpin, gua bangga bisa punya temen kayak lu..." Kata Miku termehek-mehek. Tiba-tiba Neru terbangun dan memegang telapak tangan Miku dengan kedua tangannya.
"Daijobu. Gua bakalan baik-baik aja di surga-Eh! Maksudnya di VocaDorm nanti..." Kata Neru sambil tersenyum tipis. Setelah dia mengatakan hal tersebut, Tubuh Neru pun menghilang ditelan oleh cahaya putih tadi. Miku pun hanya bangkit dan mengusap air mata beserta ingus yang keluar-#digamparMiku. Tiba-tiba, Mayu, SeeWoo, dan Toma pun keluar dari persembunyiannya dan mendapati Miku sehabis menangis.
"Oi, kenapa lu?" Tanya Toma mendekati Miku. Miku pun menghapus air matanya sekali lagi, dan berbalik menghadap ke arah ketiga temannya tersebut
"Kita bagi dua kelompok dan serang masing-masing kamp musuh! Mayu ikut sama gua ke kamp merah! Toma sama SeeWoo pergi ke kamp biru!" Perintah Miku. SeeWoo, Toma, dan Mayu pun tersentak kaget, tapi mengangguk paham.
"Jaa, mata ne! Semoga kita menang!" Teriak Toma sambil mengangkat broad sword miliknya.
"OOOOOSU!" SeeWoo, Mayu, dan Miku pun mengangkat senjata mereka masing-masing. Lalu mereka pergi ke tujuan mereka masing-masing.
-VocaDorm-
Blue Team-Kaito, Rei, and Shiroumi's side...
"SHEA!" Shiroumi menyerang Aiko dengan brutal. Aiko pun berusaha menghindar dari sabetan Ice Cream Rod milik Kaito yang dipinjam Shiroumi. Kaito juga menyabet bahu Aiko dari belakang dengan Ice Cream Rod yang satunya. Alhasil, Aiko pun terjatuh.
"Ayo selesaiin!" Teriak Kaito sambil mengangkat rod miliknya tinggi-tinggi. Shiroumi pun mengangguk dan menghunus Aiko dengan rod tersebut.
EIJI AIKO, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
Pengumuman tersebut menandai akhir dari perjalanan Aiko. Sedangkan Shiroumi dan Kaito terduduk lemas. Terlalu lemas untuk melanjutkan.
"Hah... Hah... Mereka berdua kuat juga ya..." Kata Kaito sambil memburu nafasnya. Shiroumi hanya menjawab dengan anggukan sembari membetulkan posisi kacamatanya. Setelah beristirahat sejenak, Shiroumi pun mengembalikan rod milik Kaito dan berjalan mengambil Poseidon's Trident miliknya yang tertancap di tanah. Saat mengambil senjatanya, Shiroumi langsung teringat akan Rei saat dia melihat jasad Rei yang tidak berdaya. (?)
"Oh ya, ini Rei mau diapain?" Tanya Shiroumi sambil menunjuk ke arah bangkai Rei-#digampar. Maksudnya menunjuk ke arah Rei yang sekarat.
"Tinggalin aja. Nanti juga dia nyusul... Ayo jalan!" Jawab Kaito cuek bebek sambil meninggalkan Rei.
'Eh, sialan! Gua ditinggalin...' Batin Rei nge-rage. Shiroumi pun dengan berat hati meninggalkan Rei sendirian.
Meanwhile, at Kengo's side...
"Mereka kuat juga ternyata..." Gumam Kengo sambil sesekali memburu nafasnya. Rui dan Luka pun terlihat kelelahan. Buktinya dari posisi awal bertarung tadi, Rui dan Luka sudah terdorong agak jauh ke belakang.
"Luka-senpai! Gimana nih?!" Tanya Rui panik.
"Gak tau ah!" Jawab Luka tidak kalah panik.
"HEA!" Kengo pun menerjang mereka dan mengayunkan Dual Obsidian Goldenblade miliknya dari bawah ke atas, mementalkan pertahanan Luka ke atas. Tapi berutung bagi Luka, senjata miliknya tidak terlepas dari pegangannya.
"Rui! Cepet panah dia!" Teriak Luka. Rui pun langsung melesatkan tiga buah anak panah ke arah Kengo, yang dapat ditangkis dengan mudah oleh Kengo. Akan tetapi, perkiraan Kengo meleset sedikit karena ada satu panah yang menggores lengan kanannya.
"Kerh..." Kengo pun memegang lengan kanannya yang tergores itu. Selagi dia memegang tangannya, dia melihat sesosok bocah berambut hitam yang sedang sekarat dengan elitnya. Dia juga mengenakan armor biru sama seperti yang dia kenakan. Mengenali anak tersebut, sebuah ide langsung terbersit di benaknya.
"Terima ini! Heaaaaa!" Luka pun mengayunkan tuna miliknya ke arah belakang, bersiap membacok Kengo.
"Weit! Liat tuh! Rei sekarat!" Teriak Kengo tiba-tiba sambil menunjuk Rei yang terlihat nista (?) tersebut. Otomatis Luka dan Rui pun menoleh sedikit ke arah yang dia tunjuk.
'Just as I thought...' Pikir Kengo sambil merentangkan kedua tangannya ke atas.
"HEEEEA!"
SRAT! BUAGH!
Luka dan Kengo saling melewati. Pertama, Kengo yang jatuh karena dia terkena serangan tuna milik Luka di bahunya. Lalu diikuti oleh Luka yang jatuh dengan bebasnya. Cahaya putih menyelimuti tubuh Luka.
MEGURINE LUKA, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"Luka-senpai!" Rui pun mengalihkan perhatiannya ke arah Luka yang sudah terbujur kaku di tanah.
"Jangan pernah alihkan perhatianmu sedetikpun dalam pertarungan..." Bisik Kengo dengan nada dingin. Dia sudah berada di depan Rui saat mengatakan itu dan langsung menebas Rui.
KAGENE RUI, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"Semoga dia gak ngeliat ini..." Gumam Kengo melihat ke arah Rei yang sekarat.
"Ergh!" Kengo pun memegangi bahunya yang terkena serangan dari Luka tadi.
'Sepertinya gua butuh istirahat juga...' Pikir Kengo sambil berjalan ke arah Rei.
"Hoi, Rei! Rei!" Kengo mengguncang tubuh Rei. Rei pun membuka matanya dan mendapati seseorang berambut hitam dengan warna mata yang senada juga mengenakan armor biru sama seperti yang dia kenakan..
"Unghh... Kengo-san?" Tanya Rei setelah dia mengenali sosok tersebut. Lalu dia melihat-lihat ke arah lain dan terbangun panik, berposisi siaga.
"Ch-chotto! Pertempurannya udah selesai dari tadi..." Kata Kengo berusaha menenangkan Rei.
"O-oh... Gitu ya?" Rei pun langsung speechless di tempat. Lalu kembali duduk.
"Kalo gitu senjata gua di mana?" Tanya Rei yang menyadari kalau senjatanya hilang. Kengo pun mengerenyitkan alisnya.
"Yeee, meneketempe! Ayo jalan dah. Siapa tau ketemu tuh senjata." Jawab Kengo sekenanya sambil mulai melanjutkan perjalanan. Rei pun menggeleng celeng-#plak! Maksudnya mengangguk disko sambil berdiri dan mengikuti Kengo.
-VocaDorm-
Green Team-Gumi and Winona's side...
"Mereka kuat banget!" Kata Winona yang masih terus membombardir Nero, CUL, dan Meiko. Piko sekarang sudah bangkit, tapi dia ditantang duel satu-lawan-satu melawan Gumi.
CTAR! CTAR! TESH!
Begitulah bunyi yang dikeluarkan oleh cambuk milik Piko saat berusaha menyerang Gumi. Gumi pun dengan sigap menangkis semua cambukan USB dari Piko. Malah dia juga sempat berfoto-foto dengan USB tersebut-#plakkk
Sekali waktu, Gumi terkena serangan dari Piko. Dan sekali waktu juga Piko terkena pukulan telak dari Gumi. Jual-beli serangan (?) pun masih gencar dilakukan. Siapakah yang akan merobek gawang musuh terlebih dahulu?! *kok jadi komentator bola sih?*
"Yah, kalo gini mah kapan selesainya ya?" Gumam Piko yang mulai kelelahan mencambuki Gumi. Gumi yang melihat Piko kelelahan langsung memukul permen (?) tersebut berkali-kali dengan staff miliknya sampai permen tersebut terjatuh dalam keadaan babak belur. #ditimpukUSB.
"Owari desu!" Teriak Gumi sambil bersiap menusuk Piko dengan staff miliknya.
JLEB!
Piko pun memuntahkan permen kopik* (?) dari dalam mulutnya saat Gumi menusukkan staff miliknya ke perutnya. Piko pun tewas di tempat.
UTATANE PIKO, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
Piko pun bernasib naas seperti yang lain. Mati sebelum pertempuran selesai.
"Hah... Hah... Gua mesti istirahat dulu..." Kata Gumi kelelahan setelah menghabisi nyawa Piko.
-VocaDorm-
Meanwhile, at VocaDorm...
"Weeeeeeey!" Xongek, Len, Rena, Rinto, Kaiko, Rin, Neru, Gumiya, Rui, Luka, dan Lenka langsung menepuki Piko saat dia sudah kembali ke VocaDorm.
"Selamat! Anda dikalahkan oleh Gumi!" Teriak Len sambil tertawa diikuti yang lain.
"Cih, udah apa!" Balas Piko kesal. Yang lainnya pun langsung meredakan tawa mereka. Lalu Piko pun menatap ke dinding di mana pertempuran tadi disiarkan secara langsung melalui OHP milik Xongek.
"Ada layar tancep gratisan nih?" Tanya Piko sambil menunjuk film layar tancap (?) yang tertancap di sana. Yang lainnya pun hanya menggangguk disko.
"Mau sedikit tambahan tontonan?" Tanya Xongek sambil menatap sebelas orang naas tersebut.
"Hmm, boleh aja. Emang mau nambah apa?" Jawab Gumiya bertanya balik.
"Sebentar..." Jawab Xongek sambil mengutak-atik komputernya.
-VocaDorm-
Red Team-Akaito, Akagane, and IA's side...
"Hmm... Aneh... Gak ada musuh sejauh mata memandang..." Kata Akaito sambil meneropong jalan di depan.
"Ya udah. Jalanlah!" Balas Akagane. Akaito pun hanya kembali meneropong dan mendapati dua orang ber-armor biru mendatangi mereka.
"Eh, tunggu-tunggu! Ada dua orang dateng ke sini!" Kata Akaito sambil mengecek apa yang dia lihat. Akagane dan IA pun langsung bersiaga satu untuk menolong korban ban-#plak! Maksudnya bersiaga untuk menghadapi musuh yang akan datang di hadapan mereka.
-VocaDorm-
Green Team-Gumi and Winona's side...
"Gua... Udah... Gak..." Winona pun melepaskan tiga orang tangguh tersebut dari turbin anginnya dan membebaskan mereka. Mereka pun terjatuh dengan 'elit'nya .
"Aduh... Parah banget tadi!" Kata Nero merintih kesakitan.
"Ugh... Mendingan kita selesaiin sekarang pas dia lagi kecapean!" Balas Meiko memberi usul. CUL dan Nero pun mengangguk paham, lalu menerjang Winona yang sudah defense-less itu. Winona pun hanya memejamkan matanya karena ketakutan dan bertahan denganGusto's Staff yang dia pegang.
"HUUOOOOOOOOO!"
"Soko da!"
TRING!
Terlihat seorang gadis ber-armor hijau berambut cream sedang menahan serangan tiga orang sarap tersebut dengan Double-bladed Axe miliknya. Gumi yang melihat kejadian tersebut. Langsung tersenyum lalu bangun dan menerjang ketiga orang tersebut dari belakang.
"Terima ini!" Gumi pun memutar-mutarkan staff miliknya secara diagonal. Mengakibatkan Meiko yang berada di tengah terkena serangan telak dari Gumi.
"Argh... Owari ka?" Tanya Meiko pasrah saat ia rubuh ke tanah. Cahaya putih pun menyelimutinya, menandakan akhir dari perjalanannya.
SAKINE MEIKO, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"Oke! Satu mati! Sekarang giliran gua!" Teriak Miku yang menerjang CUL dan Nero.
"Argh!" Nero pun mendorong Mayu supaya dia terbebas, dan dia pun langsung melayani terjangan Miku. Dan terjadilah barter serangan (?) antara Miku dan Nero.
BUK! SRAT! CRAT! BUAGH! SRRREEEEETTTTT!
Miiku malah kewalahan menghadapi serangan Nero yang layaknya banci bercakar dari fandom sebelah [3]. Nero pun langsung mencoba menghabisi Miku saat itu juga.
"Inilah akhirnya, Miku!" Teriak Nero sambil mencakar Miku. Winona yang sudah memulihkan kekuatannya langsung bergumam gaje lagi seperti saat dia pertama bertarung.
"Secret Gusto Bloodline Art : Gusto's Storm!" Seketika itu juga angin badai mengenai badan Nero dan menbuat Nero terdorong ke belakang. Saat itulah Miku langsung melancarkan serangan balasan dengan mengayunkan negi miliknya dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, dan diteruskan dengan pukulan ke bawah berkali-kali.
"Cih!" Sekarang gantian Nero yang terpojok. Di sisi lain, CUL juga mulai terpojok karena serangan-serangan kuat dari Mayu dan Gumi.
"Nero! Ayolah!" Gumam CUL panik. Tiba-tiba CUL melihat sebuah celah untuk menyerang Miku. Tapi mengingat dia yang out-of-range dan teman-teman Miku yang juga out-of-range. Dia berpikir bahwa hanya Nero yang bisa menyelesaikan ini.
"Nero! Serang Miku seka..." Sebelum dia meneriakkan apa yang harus dilakukan oleh Nero, dia sudah dihabisi oleh Mayu dengan sabetan kapaknya. CUL pun langsung terjatuh dan tenggelam dalam lautan luka dalam-#plak!
CUL, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"HEEEEEAAAAAAA!" Miku dan Nero pun saling melewati satu sama lain. Kedua-duanya pun jatuh dan diselimuti oleh cahaya putih.
AKITA NERO, HATSUNE MIKU, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"K-kita kalah?!" Kata Gumi sambil terduduk, meratapi nasibnya karena tidak bisa melindungi Miku.
DUE TO HATSUNE MIKU'S KICKING, KAMINARI TOMA, SEEWOO, KIHARU MAYU, MEGPOID GUMI, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
.
At Toma and SeeWoo's side...
DUE TO HATSUNE MIKU'S KICKING, KAMINARI TOMA, SEEWOO, KIHARU MAYU, MEGPOID GUMI, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"Jiah! Kok cepet banget kita keluarnya ya?" Tanya SeeWoo sambil berhenti berjalan.
"Kok lu berhenti?" Tanya Toma heran melihat temannya berhenti bernafas-#plak! Maksudnya berhenti melangkah.
"Lu gak denger tadi? Miku udah kalah!" Jawab SeeWoo nyolot. Toma pun hanya cengar-cengir kudanil (?).
-VocaDorm-
Meanwhile, at VocaDorm...
"Satu tim keluar! YEY!" Teriak Kaiko girang, yang dihadiahi oleh tatapan sweatdrop dari yang lain.
'Itu tim elu! Kok elu seneng tim lu kalah?' Pikir yang lainnya sweatdrop. Tiba-tiba Mayu, Toma, Gumi, SeeWoo, dan Miku pun berjalan mendekati kerumunan manusia naas tersebut.
"Yo..." Sapa Toma lemes.
"Gud jab!" Teriak yang lainnya (min Xongek) sambil mengacungkan jempol. Mayu, Gumi, SeeWoo, dan Miku pun hanya sweatdrop di tempat.
"Wew, ada layar tancep nih..." Kata Gumi sambil melongo ke arah tontonan mereka.
"Iyap... Ah, kalian pake kalah duluan sih. Padahal ISG-Skill mau saya aktifin..." Kata Xongek kecewa. Mereka berlima pun hanya cengo di tempat mendengar apa yang dikatakan oleh Xongek.
-VocaDorm-
Blue Team-Shiroumi and Kaito's side...
"HEAAA!" Kaito berusaha memukul Akaito dengan twin rod miliknya. Tapi Kagane segera menghadangnya dengan kedua chakram miliknya. Tapi segera dipatahkan oleh Shiroumi. Tapi sayangnya trisula milik Shiroumi langsung ditebas oleh Gleaming Sword milik IA.
"Cih... Pertahanan dua lapis ya? Gimana kita mau menang kalo gini?" Tanya Kaito sambil mengamati keadaan. Shiroumi pun menyiagakan posisinya. Tiba-tiba dengan kecepatan kilat IA menyerang mereka berdua.
ISG-SKILL ACTIVATED! EVERY PLAYERS CAN PERFORM AN ISG ATTACK FROM NOW!
"HEA!" IA menebas mereka berdua yang segera Kaito dan Shiroumi tahan dengan senjata mereka , meninggalkan bunga es di senjata mereka masing-masing.
"Wat de... Apaan nih?" Tanya Shiromu sambil memperhatikan bunga es yang menempel di trisula miliknya. Tapi yang lebih mencengangkan adalah senjata IA yang tiba-tiba berubah menjadi sebuah bunga es yang panjang nan tajam.
"Cih..." Kaito yang merasa dalam bahaya langsung beralih ke posisi bertahan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
-VocaDorm-
T-B-C~
Preview Chapter 29 :
Red or Blue. Who'll reign this war?
"Ice Techinique : Glacier's Burst!"
"Butuh bantuan?"
"Set, ada Guan Yu sama Axel gadungan di sini..."
-VocaDorm-
Catatan Kaki :
[1] Itu nama julukan buat Zhao Yun. :D
[2] Lagi, itu nama 'keren'nya Zhao Yun. XD
[3] Tau dong si banci bercakar dari fandom sebelah... Yap. Zhang He! XD #dicakar
-VocaDorm-
Kengo : Yap! Kembali lagi bersama saya!
Xongek : Ya ya... Ini fic kok makin lama makin gaje ya?
Kengo : *pundung* Karena banyak tugas, bentar lagi TO, ujian prktek dan lain-lain dan sebagainya UAAAAARGHHHH! *flip Xongek (?)*
Xongek : *dilempar* Woy! Kok gua yang dilempar?!
Kengo : Eheheh, gomen. Oh ya, adakah yang mau mereview fic gaje ini?
MIND TO REVIEW?
