Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…
-VocaDorm-
Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, dan saya bingung... #plak
Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.
Disclaimer tambahan : Seluruh nama yang muncul di dalam FF ini di luar dari karakter Vocaloid adalah milik penciptanya masing-masing.
Warning tambahan : Humor mungkin berkurang karena banyaknya aksi kekerasan (?) yang muncul.
-VocaDorm-
Sebelumnya di VocaDorm...
"Secret Gusto Bloodline Art : Windstream of Gusto!" Sebuah tembakan angin melesat dan mengenai ekor USB milik Piko. Ekor USB milik Piko pun langsung terlempar ke samping.
"A-apa-apaan ini?!" Teriak Miku dengan suara cemprengnya yang membuat beberapa pohon tumbang.
"Wat de... Apaan nih?" Tanya Shiromu sambil memperhatikan bunga es yang menempel di trisula miliknya. Tapi yang lebih mencengangkan adalah senjata IA yang tiba-tiba berubah menjadi sebuah bunga es yang panjang nan tajam.
-VocaDorm-
Blue Side-Shiroumi and Kaito's side...
"Kita jelas gak bakal bisa ngalahin tim merah kalo gini…" Kata Shiroumi bersiaga dengan Granpa Poseidon's Trident (?) miliknya.
"Iyalah, kalo gini mah malah kita yang kalah. Liat aja trisula lu..." Kata Kaito menimpali sambil menunjuk trisula yang dipegang oleh Shiroumi yang ada sebuah bunga es yang menempel secara melintang di sana.
"... Atau itu." Lanjut Kaito singkat sambil menunjuk IA yang sedang mendekati mereka dengan tatapan yang sulit diartikan dan dengan pedang es yang dia mainkan. Merasa bahaya mendekati mereka, Shiroumi dan Kaito pun berpencar ke dua arah dan berlari melewati IA.
"Oke, mending IA-sensei diurus nan-" Belum selesai Shiroumi menyelesaikan ucapannya, mereka sudah dihadang oleh kedua Burning Flying Chakram milik Akagane yang melayang ke arah mereka berdua, yang membuat mereka harus menghindar ke belakang.
"Hoit, tunggu dulu. Gak segampang itu!" Kata Akagane sambil menangkap kedua chakram miliknya.
"Cih..." Kaito hanya mendecih kesal.
FYUUUNG! TRING!
"Kayaknya kita mesti ngalahin mereka berdua dulu!" Teriak Shiroumi yang sudah berada di belakang Kaito sambil menahan tebasan dari IA.
"Kayak kita punya pilihan aja..." Balas Kaito sambil berusaha menghindar dari lemparan chakram Akagane.
-VocaDorm-
Back at VocaDorm...
"Wiiih, IA-sensei keren..." Kata Neru sambil blushing-Oke, sejak kapan Neru jadi yuri begini? #ditimpukhape
"Ah, kerenan juga Akagane kali..." Kata Rena menimpali. Lalu yang lainnya langsung menatap Rena dengan penuh arti.
"Are? Kok pada ngeliatin gua?" Tanya Rena yang merasa ditatap dengan pandangan aneh. Yang lainnya pun langsung siul-siul gagak. Rena pun tidak mengindahkan siulan gagak dari yang lainnya.
"Kerenan juga Akaito! Biar mukanya kayak orang maho..." Kata Meiko dengan nada tanpa dosa. Yang lainnya pun langsung tumbang menahan tawa mereka.
"Aaaah, selera lu semua parah! Kaito-senpai itu kakkoi~." Kata Miku yang sudah terdeteksi akan melakukan fangirling.
'Selera lu malah lebih parah, Miku!' Pikir yang lainnya sweatdrop di tempat. (Kaito : Jadi lu bilang gua jelek? #tabokAuthor)
Sementara yang Neru, Meiko, Rena, dan Miku nyaris fangirling, Winona terlihat paling adem-ayem dibanding yang lain. Padahal sih aslinya ingin fangirling juga. Tapi berhubung kejadian yang lalu, dia hanya diam menonton dengan semburat merah tipis di wajahnya. Jadi, Winona itu tsundere ternyata... #dilibas
"Haaah... Dasar anak muda..." Kata Xongek geleng-geleng kepala saat melihat kumpulan manusia sarap yang sedang menonton akhir dari perang gaje yang mereka selenggarakan sendiri. Tapi, memangnya Xongek itu anak apa? Anak siluman? #dibuangXongek.
"Woi, Kopi! Bagi Piko dong!" Panggil Len ngawur.
"Sembarangan lu! Gua Piko! Bukan kopi! Kalo mau minta kopi mintanya ke Meiko-senpai!" Balas Piko tidak kalah ngawur.
"Lu kata gua mau mabok apa?!" Jawab Len kesal.
"Udaaaah, minta sana sama Meiko-senpai! Atau perlu gua cekokin?" Balas Piko yang sepertinya mulai emosi itu.
"Bodo amat lah." Len pun menyerah berdebat dengan shota USB tersebut-#ditimpukUSB.
-VocaDorm-
Blue Side-Kengo and Rei's side...
"Lu udah bisa lanjut nih?" Tanya Kengo yakin.
"Oke! Ayo jalan!" Jawab Rei yang lalu berlari ke arah kamp merah. Kengo pun hanya mengangguk dan mengikuti ke mana Rei berlari.
Meanwhile, Blue Side-Gakupo, Dell, Oliver, and Miki's side...
"Eh, tim hijau kan udah keluar? Gimana kalo kita serbu tim merah?" Tanya Dell mengusulkan sebuah ide 'brilian'.
"Jangan ah cyiiiin~. Takut eyke~." Jawab Gakupo yang berhadiah gamparan dari ketiga bawahannya.
"Serius apa Gakupo-senpai!" Teriak Dell setelah dia mendaratkan sebuah bogem mentah kepada samurai banci terong ungu itu. #ditebasGakupo
"Itte... O-oke! Kita serbu tim merah! Ayo jalaaaaaaaan!" Teriak Gakupo sambil berjalan keluar markasnya sambil mengangkat Musashi's Katana miliknya. Yang lainnya pun saling bertatapan, dan segera mengikuti Gakupo dengan khidmat (?).
-VocaDorm-
Red Side-Akaito, Akagane, and IA's side...
"Yooosh! Kalo keadaannya gini mereka berdua bakalan kalah! Akagane! Ayo!" Teriak Akaito sambil berlari ke arah Kaito, yang dibalas oleh anggukan dari yang bersangkutan.
"Fire Technique : Burning Flamedance!" Teriak Akagane sambil memutar-mutarkan kedua cakramnya yang terbakar itu (?) secara acak ke arah Kaito.
"Fire Technique : Descend of the Phoenix!" Akaito melompat tinggi dan mengarahkan pedang miliknya tepat ke kepala Kaito, dan entah dengan sihir apa pedang itu berubah menjadi sebuah burung api yang mengarah dengan cepat ke arah Kaito.
"Argh!" Kaito menggeram kesal, berusaha mencari kelah untuk menghindar.
.
Serangan Akagane mulai mendekat...
.
Pedang Akaito mendekati kepalanya... Mata Kaito mulai terpejam, seolah pasrah~ Pasrah~ Pasrah~. #plakkk
.
Kaito langsung membuka matanya sambil menancapkan Ice Cream Twin Rod-nya ke tanah.
"Water Technique : Water Dome!" Dalam sekejap mata, sebuah air mancur (?) yang entah darimana datangnya itupun langsung melindungi Kaito.
.
CSSSSSSSSSS! BOOOOOOOOOOM!
SHION KAITO, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"Ah, Kaito-senpai ini terlalu baka atau gimana sih?! Masa iya cuma ngebuat perisai air?!" Gumam Shiroumi kesal. Tapi dia segera disadarkan kembali ke pertarungan oleh sabetan Glacier Sword milik IA.
TRING!
"Hah... Hah... Nyaris aja..." Gumam Shiroumi yang nyaris jantungan. Sedangkan IA mulai menjauh dari Shiroumi, hanya untuk menyerangnya kembali.
"Cih!" Shiroumi hanya bisa bertahan dari sabetan beruntun dari IA.
'Oh iya, kenapa gak kepikiran dari tadi?!' Pikir Shiroumi nyaris membenturkan kepalanya ke Glacier Sword milik IA, tapi tidak jadi karena dia tahu itu adalah pedang bukan meja. Shiroumi pun mundur sedikit mengambil jarak aman dengan IA.
"Water Technique : Poseidon's Wrath!" Seraya mengayunkan trisulanya, sebuah banjir bandang datang menghadang pergerakan IA. Tapi, IA hanya diam saja menghadapi keadaan seperti ini. Sepertinya dia sering jadi korban banjir-#dibuangkepluto.
"Ayo... Berhasil..." Gumam Shiroumi H2C (?) saat melihat lawannya hanyut terbawa oleh tsunami yang dibuat oleh kakek Poseidon (?).
KREK! KREKEKEKEKEK!
"Hah?!" Tanpa diduga, IA membekukan seluruh air bah yang menerjang dirinya. Shiroumi pun hanya ternganga di tempat, melihat IA yang sekarang sudah seperti putri es, berjalan mendekati dirinya. Setelah dirasa cukup dekat, IA langsung menerjang Shiroumi.
"Shimatta!" Shiroumi pun langsung menyilangkan trisulanya di depan badannya.
"Ice Technique : Glacier Burst!" IA langsung mengangkat pedangnya tinggi-tinggi begitu dia sudah di dekat Shiroumi. Tapi...
"Light Technique : Shooting Star!" Seseorang langsung memotong serangan IA sekaligus balas menyerangnya dari atas.
BLAM! KRAK CRING (?)!
IA yang tidak siap secara refleks langsung melupakan Shiroumi dan menghindar ke samping, mengakibatkan serangan orang misterius tadi meleset dan membentur lantai es tersebut sampai pecah berkeping-keping. Sedangkan dari kejauhan terlihat seseorang berambut hitam yang berlari mengarah ke arah Akaito dan Akagane yang mencoba menyerang Shiroumi yang sedang tidak sadar.
"Fire Technique :..." Akaito dan Akagane kompak menyuarakan teknik mereka.
"Burning Slash! / Hell Chakram!" Akaito langsung menebas udara (?) di depannya. Dan seketika itu juga ada pisau api (?) yang mengarah ke Shiroumi. Sedangkan Akagane langsung melempar kedua cakram kebakaran (?) miliknya ke arah Shiroumi.
"Abunai!"
TRING TRING!
"Dark Technique : Shadow Distortion!" Setelah menangkis kedua cakram milik Akagane, seseorang berambut hitam itupun langsung mengeluarkan gumpalan awan hitam dari tangannya dan secara ajaib pisau api milik Akaito langsung menghilang.
"Kayaknya kita tepat waktu..." Kata seseorang di antara mereka yang bermata secerah matahari (?).
"Butuh bantuan?" Tanya temannya yang lain setelah melancarkan serangannya.
"Rei! Kengo-san!" Kata Shiroumi seperti sedang didatangi dewa kematian-#plak! Maksudnya seperti sedang didatangi dewa penyelamat.
"Shiroumi, bantu Rei ngelawan dua bocah api itu! Biarin saya yang ngulur waktu buat kalian!" Kata seseorang yang diketahui bernama Hikari Kengo a. k. a. sang tetua VocaDorm.
"Ara-ara, Kengo-san ternyata..." Kata IA sambil tersenyum 'manis' ke arah sang tetua VocaDorm.
"Bukannya gak pantes ya ngelawan anak murid sendiri?" Balas Kengo sambil mengeluarkan cengiran kudanil (?) miliknya.
"Gimana kalau kita mulai aja?" Tanya IA sambil menyiapkan pedangnya.
"Kapanpun kau mau..." Jawab Kengo juga menyiagakan Dual Obsidian Goldenblade miliknya.
-VocaDorm-
Meanwhile, at VocaDorm...
"Wew, gren pinale (?)-nya udah mau mulai..." Kata Piko sambil mengemut ekor USB-nya.
"Set, ada Guan Yu sama Axel gadungan di sini..." Kata Nero menambahkan sambil ber-sweatdrop-ria.
"Kayaknya Kengo gak bakal bisa menang lawan IA deh..." Kata Xongek menganalisis keadaan.
"Loh, emangnya kenapa?" Tanya Kaito yang baru saja ditendang dari pertempuran.
"Gak kenapa-kenapa sih... Cuma... Dia emang punya fetish yang aneh..." Jawab Xongek bertele-tele (?), tidak padat (?), dan tidak jelas. #digeplak
"WOY! Xongek! Lu pikir gua gak denger apa lu ngomong apa?!" Teriak Kengo dari alam sana (?). Xongek dan yang lainnya pun hanya sweatdrop berjamaah.
'Gila, ini orang kupingnya parabola (?) kali ya?' Pikir seluruh warga VocaDorm dengan sweatdrop yang sangat besar di kepala mereka.
-VocaDorm-
Back at Miniature Battle...
"Sumpah, Xongek ember banget mulutnya..." Gumam Kengo setelah membentak Xongek entah bagaimana caranya (?).
"Heh, emangnya Hikari-sensei ngomong apa?" Tanya IA menurunkan kewaspadaannya.
"Tidak kok... Bukan apa..." Secara insting IA kembali mengangkat pedangnya, dan benar saja. Lawannya langsung menerjang guru IPA di VocaDemyx tersebut. Alhasil senjata mereka berdua pun bertabrakan.
TRING!
"Light Technique!/Ice Technique!" Segera setelah saling menyerang, keduanya langsung mengeluarkan teknik masing-masing.
"Soniccrush!/Ice Piercer!" Sebuah pilar cahaya dan tombak es langsung bertubrukan satu sama lain. Saling adu kekuatan untuk membuktikan siapa yang paling kuat.
"Wuiiiih, Kengo-san sama IA-sensei keren..." Kata Shiroumi dan Akagane berbarengan sambil sejenak melupakan pertarungan mereka.
"Hoi! Akagane! Serius apa?!" Bentak Akaito yang mulai kewalahan menghadapi serangan dari Guan Yu gadungan a. k. a. Kagene Rei.
"E-eh?! Iya! Fire Tech-"
"Ooo tidak bisa! Water Technique : Shiro no Kairin Maru!" Setelah Shiroumi menghentakkan Grandpa Poseidon's Trident-nya di tanah, muncullah ikan paus yang entah dari mana asalnya langsung menelan tubuh Akagane kotak-kotak. Kenapa tidak bulat-bulat? Karena sudah mainstream... #digebukmassa
"Akagane!" Teriak Akaito panik saat melihat Akagane ditelan hidup-hidup oleh ikan paus peliharaannya (?) Shiroumi.
"Hei, konsentrasi ke sini, Akaito-senpai!" Teriak Rei sambil menebas Akaito. Akaito yang tidak berkutik langsung terkena serangan telak di dadanya dan langsung terdorong ke belakang.
"HEEEEEAAAAAA!" Rei pun langsung berlari menerjang Akaito dan melompat, mengarahkan Obsidian Poleblade miliknya ke arah Akaito.
"Dark Technique : Crow of Darkness!" Teriak Rei sambil melempar poleblade miliknya ke arah Akaito. Lalu dengan ajaibnya, Obsidian Poleblade milik Rei langsung berubah menjadi burung gagak raksasa yang sepertinya ingin memangsa Akaito.
"H-hua?!" Akaito pun langsung menghindar dari terjangan burung gagak berukuran abnormal (?) tersebut. Tiba-tiba udara di sekitar area pertempuran menjadi panas. Ternyata setelah diselidiki ada seekor ikan paus yang terbakar dengan naasnya dan seorang Axel gadungan (?) yang berdiri di tengah-tengahnya.
"Paus ginian mah gak bakalan bisa ngalahin gua, Shiroumi!" Teriak Akagane setelah ia keluar dari perut ikan paus tersebut.
"Cih, hehehe... Gua suka gaya lu..." Kata Shiroumi mengeluarkan smirk kecil selebar jidat (?). Tiba-tiba paus yang terbakar tadi berubah menjadi air.
"Heh, teknik pemanggilan?" Tanya Akagane sarkastik, tidak memperhatikan kalau Shiroumi sedang menggumam gaje. Akagane pun berjalan mendekati Shiroumi. Tapi anehnya, semakin Akagane berjalan mendekati Shiroumi, semakin badannya tenggelam ke dalam tanah. Akhirnya, Akagane pun tewas tenggelam.
SHIPPEI AKAGANE, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"Yosh..." Shiroumi tersenyum senang melihat Akagane yang tenggelam begitu saja. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Akaito dan IA, yang sedang bertarung melawan Rei dan Kengo.
"Oke... Jadi siapa yang harus gua bantu duluan?" Gumam Shiroumi sambil tersenyum lebar.
-VocaDorm-
Blue Team-Gakupo, Miki, Oliver, and Dell's side...
"Harusnya kita sebentar lagi sampe..." Kata Dell sambil memantau keadaan.
"Ya... Harusnya..." Balas Oliver dengan penekanan penuh pada kata 'harusnya'.
"Nah! Kita sampe! Huahahaha!" Teriak Gakupo sambil berkacak pinggang dan tertawa layaknya seorang psikopat.
"Lah, kok sepi?" Tanya Miki sambil melihat keadaan sekitar. Mereka mendapati sebuah bangunan bernuansa hijau yang sepertinya sudah lama ditinggalkan.
Dan saat itu mereka mengetahui satu hal.
"GAKUPO-SENPAI! KITA SALAH ARAH, KOPLAK!" Koor Dell, Miki, dan Oliver berjamaah, membuat Gakupo menderita tuli sesaat.
"Oh iya ya..." Kata Gakupo sweatdrop sendiri.
'Kapten gila...' Pikir yang lainnya dengan sweatdrop yang lebih besar dari Gakupo.
-VocaDorm-
Red Team-IA and Akaito's side...
Akaito kini telah dikepung oleh Rei dan Shiroumi. Dan untuk memperparah keadaan, dia tidak bisa memanggil IA untuk melindunginya karena dia dihadang oleh Kengo.
"Cih, kalo gini terus tinggal nunggu kematian aja deh..." Kata Akaito pasrah sambil terus menangkis serangan dari Rei dan Shiroumi.
"Water Technque : Jet Spray!" Secara ajaib, muncullah peluru air berkekuatan sepuluh tangan (?) dari trisula kakek Poseidon yang menghujam tubuh Akaito sedemikian rupa (?) sehingga Akaito terpental.
"Ergh!" Saat Akaito sudah terpental cukup jauh, Rei langsung memutar-mutarkan Obsidian Poleblade miliknya layaknya seorang god of war dari fandom sebelah [1].
"Dark Technique : Dark Dragon's Wrath!" Seiring dengan Rei yang berputar-putar gaje mendekati Akaito, seekor naga berwarna hitam muncul mengiringi Obsidian Poleblade milik Rei dan secara aneh bersatu dengan poleblade tersebut.
"Koko wa owari da!" Teriak Rei saat sudah mendekati Akaito. Akaito pun hanya bisa menyilangkan kedua tangannya, telah bersiap untuk kalah.
.
.
.
"Ice Technique : Breezing Floor!"
"Eh?"
"Ergh! Eeergh!" Rei berusaha melangkahkan kakinya yang sekarang telah menyatu oleh biang es. Akaito yang melihat ini pun hanya tercengang kaget saat melihat Rei yang terhenti di dekatnya. Tapi yang membuatnya lebih kaget adalah ketika
"Akh!" Tapi, dari setiap perbuatan, pasti ada konsekuensinya. IA yang berusaha melindungi Akaito malah menjadi sasaran empuk oleh Kengo.
"Hah... Owatta, IA-san..." Kata Kengo setelah mendaratkan serangan terakhirnya ke IA.
IA, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"Oke, sepertinya gua mesti bantuin buat ngebantai Akaito-Eh?!" Kengo mulai tersadar ketika tangannya tidak bisa digerakkan karena sudah beku oleh es.
"Ah, ternyata cuma sampai sini saja ya?" Tanya Kengo santai. Sedangkan es itu mulai menggerogoti seluruh badannya. Begitu juga dengan Rei. Sehingga mereka berdua terlapisi oleh lapisan es.
KAGENE REI, HIKARI KENGO, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"Oke... Sekarang keadaan berbalik, Shiroumi..." Kata Akaito sambil berdiri dan mengeluarkan smirk kecil selebar jidat. Shiroumi pun hanya mendecih kesal. Akhirnya, mereka berdua langsung menerjang satu sama lain, berniat menyelesaikan ini semua dalam sebuah duel yang singkat tapi lama (?).
-VocaDorm-
Back at VocaDorm...
"Tadaima..." Kata IA yang baru kembali dari pertempuran miniatur.
"Okaeri~." Koor yang lain.
"Jadi, tinggal siapa aja?" Tanya Meiko penasaran.
"Setau saya sih tinggal Shiroumi sama Akaito..." Jawab IA seadanya.
"Heh? Kan pemimpin tim biru belum keluar kan?" Tanya Kaito memastikan.
"Hmm, entahlah..." Jawab IA sambil mengangkat kedua bahunya.
"Akaito dikepung kalo gitu..." Kata Xongek menimpali.
"Tadaima... Brrr, dingin abis tadi..." Kata Kengo dan Rei yang tadi menjadi korban kedinginan. Sedangkat yang lainnya hanya tertawa terbahak-bahak.
"Sembarangan nyerang sih!" Kata Xongek mencibir.
"Yee, daripada elu! Kalah dibom!" Balas Kengo sambil tertawa diikuti yang lain.
"Demo, sasuga IA-san..." Kata Kengo memuji IA.
"Taktiknya keren banget. Saya beneran gak ngira bakal kalah dibekuin sama IA-san..." Lanjut Kengo.
"Mau nonton grand finale-nya gak?" Tanya Xongek mengalihkan pembicaraan. Yang dibalas oleh anggukan oleh yang bersangkutan.
-VocaDorm-
Shiroumi Vs. Akaito
"HEEEEEEAAAAA!" Shiroumi dan Akaito langsung menerjang satu sama lain.
"Water Technique!/Fire Technique!"
"Spiral Poseidon's Strike!/Phoenix's Storm!"
SRAT!
Keduanya saling melalui satu sama lain layaknya seorang samurai. Keduanya memejamkan mata mereka untuk selama-WOY! Salah skrip ini!
Ralat!
Keduanya saling melalui satu sama lain layaknya seorang samurai. Keduanya memejamkan mata mereka untuk mempertegang adegan (?). Pada akhirnya, Shiroumi dan Akaito pun tumbang. Menandakan akhir dari pertempuran.
MIZUKI SHIROUMI, SHION AKAITO, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
Di lain tempat...
MIZUKI SHIROUMI, SHION AKAITO, AUTOMATIC KICKING IN THREE SECOND!
"Jiah, kita telat nih?" Tanya Oliver sambil memasang trollface.
"Hebat, kita menang tanpa harus bertarung..." Jawab Miki yang bingung di antara mau girang atau speechless.
"Ya udahlah..." Kata Gakupo sambil memasukkan pedangnya ke sarungnya.
-VocaDorm-
Back at VocaDorm...
"Weeeee! Omedetto!" Koor yang lain saat lima petarung terakhir kembali dari pertarungan.
"Hoh, arigatou!" Kata Akaito dan Gakupo sambil melambai-lambaikan tangannya. Yang dibalas oleh timpukan botol sake dan tuna beku. Yang lainnya pun hanya sweatdrop di tempat.
"Oke... Minna! Terima kasih ya sudah mau berpartisipasi dalam pertarungan ini! Jaa!" Kata Kengo sambil menghilang. Yang lainnya pun hanya sweatdrop di tempat.
'Bocah sarap...' Pikir yang lain sweatdrop.
-VocaDorm-
T-B-C~
Preview Chapter 30 :
Entahlah. Kelanjutan cerita belum dipikirkan-#plak!
-VocaDorm-
Catatan kaki :
[1] : Tau dong god of war versi 'The Romance of Three Kingdoms'? Yup! Guan Yu! :D
-VocaDorm-
Kengo : Yo minna! Akhirnya fic ini update juga! Oya, maaf atas keterlambatan updatenya... (_ _)
Xongek : Loh, bukannya kau bikin fic permohonan maaf?
Kengo : Iya sih, tapi kan...
Xongek : *facepalm* Oh iya ya... Kok bisa lupa sih kalau itu fic isinya...
Kengo : Udaaaaah! Gak usah dibahas! Intinya...
MIND TO REVIEW?
