Ini fic pertama saya, jadi maafkan kalo ada typo/misstypo.
Boku wa Hikari Kengo, yoroshiku…
-VocaDorm-
Warning : Typo, misstypo, OOC, OOT, OOG, enam OC author nyangkut di sini, EYD gagal, humor garing ayam kremes (?), bahasa lu-gue dan aku-kamu (Awas, bukan AkuRoku ya... :D), bahasa gaul, gaje, ngaco, pendek, ngawur, kelewat aneh, segala unsur yaoi dan yuri (bila ada) hanyalah untuk hiburan semata, no pairing, hints-hints (kalo ada), ngawur tingkat dewa, dan saya bingung... #plak
Disclaimer : Seluruh Character di sini (kecuali OC, tentunya) adalah milik Crypton Future Media (Crypton Family), INTERNET Co. Ltd (INTERNET Family), dan para fans di sana (fanmade). Saya di sini hanya mempunyai cerita dan OC-OC-nya. Dan saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun.
-VocaDorm-
Sebelumnya di VocaDorm...
"Kayaknya kita mesti ngalahin mereka berdua dulu!" Teriak Shiroumi yang sudah berada di belakang Kaito sambil menahan tebasan dari IA.
"Jangan ah cyiiiin~. Takut eyke~." Jawab Gakupo yang berhadiah gamparan dari ketiga bawahannya.
"Oke... Minna! Terima kasih ya sudah mau berpartisipasi dalam pertarungan ini! Jaa!" Kata Kengo sambil menghilang. Yang lainnya pun hanya sweatdrop di tempat.
-VocaDorm-
Keesokan harinya, mereka pun kembali bersekolah di sekolah mereka tercintaVocaDemyx. Sekolah mereka berjalan dengan aman, damai, dan tenteram (kecuali bagi Kaito dan Gakupo yang dihukum membersihkan lapangan hanya dengan sebatang tusuk gigi oleh Xongek.). Mereka pikir, sekolah mereka sangatlah damai, tapi semua berubah saat negara a-Salah! Maksudnya semua berubah saat mereka pulang dari VocaDemyx.
"Woa... Apa-apaan nih?" tanya Akaito saat memasuki VocaDorm. Di sana terlihat suatu bola kaca melayang-layang dengan gajenya di sana-#plak!
"Hoi! Diem di situ!" teriak yang di sana (?) dengan nada mengancam. Yang lainnya pun langsung merinding disko.
"Gua di sini cuma mau nyawa kalian semua!"
.
.
.
Semua warga VocaDorm pun pingsan di tempat-#plak!
Ulangi!
Semua warga VocaDorm pun cekikikan layaknya mbak Kunti yang ada di kuburan. Melihat cekikikan warga VocaDorm yang 11-12 sama mbak Kunti itu, bola kaca itupun sweatdrop di tempat.
"Cukup cekikikannya! Sekarang gua mau nyawa kalian semua dianter ke rumah gua lewat PHD! Bayarnya kredit (?) ya!" lanjut si bola kaca itu ngelantur. Sekarang seluruh warga VocaDorm yang sweatdrop di tempat.
'Ini orang niat ngebunuh gak sih?' pikir mereka semua.
"Nero-kun, boleh aku belah bola kaca sialan itu?" tanya Mayu sambil tersenyum 'manis' dengan aura gelap di belakangnya dan menodongkan kapaknya. Nero pun hanya memasang wajah kalut sambil menatap Luka dengan tatapan 'boleh-diancurin-gak-nih-?' yang dijawab dengan tatapan 'terserah-elu-kan-elu-pacarnya'.
Nero pun sweatdrop di tempat. Dan dengan sangat takut menganggukkan kepala-
CRING! KRAK!
Belum selesai Nero menganggukkan kepalanya, bola kaca itu sudah dibelah oleh Mayu dengan kejamnya-#dipenggal.
"Udah kan! Ayo masuk!" kata Mayu dengan senyuman yang manis tapi 'not-so-innocent' itu. Nero dan yang lainnya pun hanya merinding disko.
Saat sudah di atas, mereka menemukan sebuah kertas di atas tempat tidur masing-masing. Mereka semua pun langsung berlarian gaje di sekeliling VocaDorm. Ada yang di ruang tengah, WC, dapur VocaDorm, ruang bawah tanah, atap, dan langit-langit (?). Mau tau apa tulisannya?
"HUAAAAAAAAA! GUA MASIH SERATUS PERSEN STRAIGHT! HUAAAA!"
Yah, sepertinya sudah tidak perlu dijelaskan lagi kan apa isinya? #authordibacokWargaVocaDorm.
Xongek : Ekhem! Maaf, ada kesalahan teknis. Ini adalah naskah yang asli.
Mereka pun langsung mencermati dan mencerna apayang tertulis di kertas tersebut. Inilah isinya...
-VocaDorm-
Angket VocaDorm :
Peringatan!
Harap agar tidak diisi dengan nama sendiri. Karena akan menyebabkan impotensi dan kematian dini (?).
Terganteng :
Tercantik :
Tershota :
Terloli :
Tersadis :
Terbodoh :
Terpintar :
Harap diisi dengan satu dari nama penduduk VocaDorm selain kalian. Ingat! Memilih diri sendiri akan mengakibatkan impotensi dan kematian dini (?)!
-VocaDorm-
'Angket macem apa ini?' pikir seluruh warga VocaDorm dengan sweatdrop yang makin besar dari kepala mereka.
'Emangnya rokok apa sampe dikasih tulisan impotensi?' pikir mereka lagi.
'Sebodo amet deh...' mereka berniat untuk mengabaikan angket tersebut. Tapi...
"YANG TIDAK MENGISI ANGKET JANGAN HARAP AKAN MELIHAT MATAHARI TERBIT BESOK!" suara yang menggema di seantero VocaDorm (bahkan sampai ke VocaDemyx) itupun membuat semuanya merinding disko dan buru-buru mengisi angket tersebut.
"Hiiy, Kengo-san serem bener! Dapet darimana coba kata-katanya?!" tanya Gumiya sambil asdfghjkl-an sendiri.
"Bodo amat dah. Cepet isi deh daripada dibantai..." kata Dell sambil menyeruput Piko-#plak! Maksudnya kopiya.
"Iya-iya..." kata Gumiya sambil mem-bimoli-kan (?) bibirnya.
-VocaDorm -
Setelah mengisi angket tersebut dengan khidmat, mereka pun langsung berjalan menuju sekolah mereka. Tapi sepertinya RKX sedang apes...
"Minna! Hari ini kita ada ulangan ya! Saya kasih waktu sepuluh menit untuk belajar! Ayo cepat!" ya, siapa lagi kalau bukan guru IPA kita, IA. Guru yang satu ini memang suka memberi ulangan mendadak. Dan parahnya lagi, soal yang diujikan 90% OOT dari materi yang seharusnya diajarkan. Dan reaksi mereka saat melihat soal ulangan tersebut bermacam-macam. Mulai dari pingsan, tertidur pulas, muntaber, kejang-kejang, dan nyaris mati-#woy!
.
.
.
SKIP TIME
"Ah gila. Masa iya ada pertanyaan 'Siapakah presiden Zimbabwe ke-100?'? Gak lucu banget..." kata Miku menggerutu seusai ujian selesai.
"Emang lu jawabannya apa?" tanya Gumi penasaran.
"Err... Gua jawab aja 'ggrks'..." jawab Miku watados. Gumi pun hanya sweatdrop di tempat.
"Nah, lu sendiri jawab apa?" kata Miku bertanya balik.
"Gua? Err... 'Noli manere in memoria'," jawab Gumi.
.
.
.
Gelak tawa pun langsung terdengar di RKX. Gumi pun langsung memasang wajah bingung mendengar gelak tawa seluruh penghuni kelas sarap tersebut.
"Mana ada nama presiden 'Noli manere in memoria'? Itu mah One-Winged Angel [1] kali!" kata Shiroumi menuding Gumi di antara gelak tawanya. Suara tawa pun makin meledak di seantero RKX.
"Eh! Emang jawaban lu sendiri apa?!" tanya Gumi tak terima sambil menuding balik Shiroumi.
"Eh?! Umm... Kalo gak salah sih 'Airomem ni erenam ilon'..." jawab Shiroumi watados. Gumi pun langsung membantai Shiroumi.
"Itu mah cuma dibalik doang dodol!" teriak Gumi tidak terima setelah membantai Shiroumi. Malangnya nasibmu nak-#ditombakShiroumi.
"Iiya deh, ampun..." balas Shiroumi pasrah.
-VocaDorm-
"Eh, itu angket kemaren buat apaan sih?" tanya Kaito sambil mengemut es krimnya.
"Tauk ah gelap..." jawab Akaito sambil mengemut cabe-cabean-#digeplakAkaito. Maksudnya sambil mengemut cabe rawitnya.
"Lagian lu ngisi angket yang terganteng siapa?" tanya Gakupo dengan tampang watados yang diragukan (?). Spontan Kaito dan Akaito pun langsung menyemburkan makanan mereka ke muka Gakupo-#ditebas.
"Ngapain juga gua isi? Emang gua maho apa?" tanya Akaito dengan nada sarkastik sambil mengelap mulutnya yang penuh cabe-cabe-#plak! Maksudnya penuh biji cabe rawit tersebut.
"Lah emang lu sendiri ngisi siapa?" tanya Kaito sambil kembali mengemut es krimnya dengan khidmat dan tenang.
"Siapa lagi kalo bukan uke gua, Kaito~," jawab Gakupo dengan nada banci kaleng taman lawang kebun terong ungu tersebut, Kaito pun langsung menjauh seratus kilometer dari Gakupo.
"Terus lu jawab yang terseksi siapa?" tanya Akaito mengalihkan pembicaraan.
"Pastinya Luka-sama! Body-nya itu... Wow banget!" jawab Gakupo dengan senyum mesum sekaligus darah yang mengalir dari hidungnya. Akaito pun hanya sweatdrop di tempat.
"Banci mesum..." gumam Akaito menghela nafasnya.
-VocaDorm-
Oke, sementara itu kita saksikan percakapan antar OC yang nyangkut di VocaDorm ini...
"Ey, lu nulis siapa aja di angket?" tanya Toma sambil menyeruput jus mangga miliknya.
"Uh... Pokoknya dua pertama rahasia. Yang shota Len, loli-nya Rin, sisanya lupa~," jawab Rena dengan wajah polos. Yang lainnya pun langsung headbang di tempat.
"Kalo lu berdua?" tanya Toma sambil menunjuk Shiroumi dan Winona. Mereka bedua pun menatap satu sama lain.
"Ooh, rahasia~!" jawab Shiroumi dan Winona dengan tatapan jahil. Yang lainnya pun sweatdrop di tempat.
"Terus lu jawab apa aja?" tanya Akagane sambil menunjuk dirinya sendiri (?).
"Ooh, kalo gua sih jawabannya lupa semua..." jawab Akagane yang sepertinya sedang berbicara sendiri layaknya orang gila-#dibakarAkagane.
"Lu ngapain nak?" tanya Toma dengan nada nenek-nenek sekarat-#plak!
"Ngomong sendiri..." jawab Akagane dengan wajah polos. Yang lainnya pun langsung sweatdrop di tempat.
"Bodo amat deh. Eh aiko, lu jawabnya siapa aja?" tanya Shiroumi sambil menoleh ke arah Aiko.
"Eng, rahasia aja deh..." jawab Aiko sambil memasang pose berpikir.
"Ah pada main rahasia-rahasiaan nih..." kata Toma kesal.
"Emang lu jawabnya apaan?" tanya yang lainnya sambil menuding bocah ber-iris emas tersebut.
"Apa yaaaa... apa aja boleeeh~," kata Toma sambil berjalan meninggalkan mereka.
'Elu sendiri main rahasia-rahasiaan...' pikir Akagane, Shiroumi, Rena, Winona, dan Aiko sweatdrop.
-VocaDorm-
Sore harinya di depan pintu VocaDorm...
"Gua penasaran nih hasil angketnya..." kata Len sambil memakan sebuah pisang sekaligus kulitnya (?).
"Iya nih..." balas SeeWoo dengan nada bosan.
"Emangnya kapan angketnya mau diumumin?" tanya CUL bingung.
"Katanya sih sore ini. Kan ada tulisannya di kertas angket yang paliiiiiiiiiiiiiiiiiiiing bawah," jawab Len sambil memanjangkat kata 'paling'. CUL pun hanya sweatdrop di tempat.
"Eh? Emang ada? Kok gua gak liat sih?" sekarang SeeWoo yang bingung dan bertanya ke monyet yang pernah dikarantina di Ragunan tersebut-#dilindesLen.
"Lu semua pada gak punya mata apa?! Orang ada tulisannya! Gede banget malah! Ukuran font-nya cuma 0,00001 (?)..." jawab Len watados. Yang lainnya pun headbang di tempat. Tunggu, mata Len sejeli apa sih sampai bisa melihat tulisan yang harusnya tidak ada itu (?).
"Oke, sampe juga..." kata Luka sambil membuka pintu VocaDorm.
KRIEEEEEEEEEET! BA DUM TESSSSS! (?)
"Eh? Apaan ini coba?" tanya Luka sweatdrop sendiri saat melihat ke ruang tengah VocaDorm yang gelap, dingin, dan menyeramkan itu-#dilempar.
"Kenapa? Ada yang lagi latihan main drum ya di sini?" tanya Kaiko OOT.
CRIIIIIIIIIING!
Tiba-tiba lampu spotlight langsung meyala tepat di depan mata mereka dan menyebabkan kebutaan sesaat. Setelah agak lama barulah terlihat sebuah panggung yang besar dan megah serta bangku-bangku anak kuliahan di depan panggungnya.
"Selamat datang di 'angket tahunan VocaDorm'! Saudara-saudara silahkan handstand (?) di kursi masing-masing!" kata sang MC –yang bukan lain adalah sang tetua VocaDorm sendiri. Yang lainnya pun langsung melempari MC gagal itu dengan deathglare terbaik milik mereka.
"E-eh, y-ya sudah. Silahkan duduk di kursi kalian masing-masing!" kata Kengo mengulang perintahnya. Dengan sweatdrop mereka pun duduk di kursi masing-masing.
'Panggung doang megah. Kursinya mah enggak...' pikir mereka semua sweatdrop.
'...dan sejak kapan ada angket tahunan di VocaDorm?' pikir Gakupo, Luka, Kaito, Meiko, dan Akaito double-sweatdrop.
"Tanpa panjang lebar saya akan membacakan hasil dari angket yang kemarin kalian isi kemarin!" kata Kengo dengan kemampuan MC KW Super (?) yang dia miliki.
"Untuk angket pertama... Terganteng! Siapakah yang akan menjadi penghuni 'Terganteng' di seluruh jagad VocaDorm ini?" tanya Kengo berusaha membuat penasaran –yang sayangnya gagal.
"Pasti Kaito-senpai..." jawab Miku bosan.
"Sotoy lu Miku! Ya gua lah yang paling ganteng..." kata Len sambil bergaya sok ganteng –yang di mata Miku lebih terlihat sebagai monyet gila yang baru saja lepas dari Kebun Binatang Ragunan-#dilindesLen.
"Salaaaaaah! Yang paling ganteng di sini adalaaaaaaaaaah... Selamat kepada... SHION..." mendengar kata ini, Kaito, Akaito, dan Kaiko pun langsung tegang. Tunggu, kenapa Kaiko juga ikut tegang? Bukannya dia tidak mungkin masuk kategori ini.
"...AKAITO! YA! SULIT DIPERCAYA BAHWA MAKHLUK MERAH PECINTA CABE-CABEAN-EH! MAKSUDNYA PECINTA CABE ITULAH YANG MENANG! BAGI SHION AKAITO DIPERSILAHKAN NAIK KE KAMAR-EH, MAKSUDNYA NAIK KE PANGGUNG!" kata Kengo dengan toa kampung yang entah dari mana asalnya. Akaito syok, Kaito lebih syok lagi. Kaiko nangis (?).
Sekarang saya tahu kenapa keluarga Shion begitu bodoh di mata orang...
Akaito pun langsung naik ke atas panggung dengan gayanya yang bisa bikin orang muntah dan berdiri di belakang Kengo.
"Ekhem. Selanjutnya untuk kategori tercantik... Pfft..." kata Kengo melanjutkan bacaan nominasi sambil menahan tawanya.
"'Gadis' ini adalah penyuka terong nomor satu di VocaDorm... Kalian sudah bisa menebak lah pastinya..." kata Kengo berusaha melakukan tugasnya tanpa tertawa terbahak-bahak saat itu juga. Yang lainnya pun berpandangan satu sama lain.
'Emang ada gadis penyuka terong di sini?' pikir seluruh warga VocaDorm bingung.
"... Yap! Dia adalaah... KAMUI GAKUPO! SELAMAT KEPADA KAMUI GAKUPO KARENA TELAH MENDAPATKAN GELAR PENGHUNI 'TERCANTIK' VOCADORM!" teriak Kengo.
.
Krik krik...
.
"WUAAAAAAAPPPPPPPAAAAAAAAA?! WADEHEL?! GAKUPO CANTIK?! DUNIA KIAMAT!" teriak seluruh warga VocaDorm pontang-panting di ruangan.
"Gak nyangka... Gua kalah sama si banci terong itu..." kata Luka mendramatisir. Sementara Gakupo pun naik ke panggung seolah tak ada apapun yang terjadi –walaupun harga dirinya tercoreng –padahal dia sendiri banci taman lawang-#ditebas.
"O-oke, kalian bisa duduk kembali..." kata Kengo berusaha menenangkan suasana.
.
.
.
"Untuk angket ketiga! Siapakah bocah ter-shota tahun ini?!" tanya Kengo. Lalu terdengarlah riuh-riuh teriakan yang memanggil nama 'Len', 'Piko', dan 'Oliver'.
"Dia adalah... KAGAMINE..." teriak Kengo lagi. Yang lainnya (yang merupakan tim sukses (?) Len) pun langsung berseorak bergembira.
"...RIN~! SELAMAT! SILAHKAN NAIK KE PANGGUNG!"
Rin pun langsung pundung di pojokan.
"Setomboi apakah aku ini sampe dikira anak laki-laki?" gumam Rin sambil pundung di pojokan.
"Untuk angket gadis ter-loli... Dia adalah..." Kengo mulai menggantungkan ucapannya lagi.
'Pasti yang aneh-aneh lagi nih...' pikir Toma sweatdrop.
"OLIVER! SELAMAT BAGI OLIVER SI GADIS LOLI VOCADORM!" teriak Kengo semangat. Oliver pun langsung mengikuti jejak Rin –pundung di pojokan. Yang lainnya hanya ber-sweatdrop-ria.
"Sekarang untuk angket tersadis..." kata Kengo sambil berdehem sedikit.
"Ini mah pasti Mayu yang menang..." gumam Neru sweatdrop.
"Dia adalah... KAGAMINE LEN! Selamat, anda menjadi penghuni tersadis!" teriak Kengo. Len pun langsung melangkah ke atas panggung tanpa rasa malu –karena dia itu sebenarnya monyet yang kabur dari kebun bina-#digiles.
"Untuk terbodoh dan terpintar... Saya akan sebutkan berurutan... Dia adalah... MEGURINE LUKA DAN SHION KAITO! SELAMAT! ANDA ADALAH PENGHUNI TERBODOH DAN TERPINTAR DI VOCADORM!" kata Kengo sambil menunjuk Luka saat mengatakan 'terbodoh' dan Kaito saat mengtakan 'terpintar'.
"Pst, gua yakin hari ini pasti hari kebalikan..." bisik Piko sweatdrop.
"Pastinya. Secara Luka-senpai kan paling pinter, sedangkan Kaito-nii paling baka..." kata Kaiko yang sudah berhenti menangis.
"Kayaknya ada yang aneh di angket ini..."
-VocaDorm-
Somewhere near VocaDemyx...
"Benar tidak apa-apa kita jahili mereka?" tanya seorang gadis sambil menahan tawanya saat melihat kertas yang sedang dia baca.
"Biarkan... Biar mereka nista..." jawab seorang bocah sambil terkekeh layaknya seorang maniak.
T-B-C~
Preview Special Chapter 3 :
Misteri di balik anehnya hasil angket VocaDorm akan terungkap...
"Eh, mau pada bantuin gak. Saya lagi ada 'sedikit' kerjaan..."
"Ngitung angket?"
"Heh? Dituker gimana maksudnya?"
-VocaDorm-
Kengo : Yosh! Akhirnya update juga!
Xongek : Kenapa makin lama updatenya makin ngaret sih? *swt*
Kengo : 'coz the exam is killing me and my precious time... *sigh*
Xongek : O-oh, oke. Yak. Seperti biasa...
MIND TO REVIEW?
