Menggaje bersama Tenipuri!

Chapter 2 : Atobe Belajar Nyetir?!

By : IchiFujimiya

Disclaimer : sama kayak di chapter 1... bukan punya Ichi! Maksa amat sih~! *disambit laptop*

Ichi : laptop baruuuu! Laptop baruuuuu! *girang*

Rate : T

Genre : Humor

Warning : mengandung beberapa persen unsur shonen ai, bahasa non-EYD ala anak gahoel (?) dan OOC serta kegajean level 1000

Hati-hatilah wahai para pembaca sekalian...

Summary

Bagaimana keseharian anak-anak Tenipuri di kota Jekardah tercintah? Pasti ada aja kegajean yang dilakukan mereka tiap hari!

a/n :

seperti yang Ichi bilang di chapter 1, tokoh tenipuri yang muncul tiap chapter bakal berbeda, jadi kalau chapter ini anak-anak Rikkai yang muncul maka chapter selanjutnya mungkin aja anak-anak Hyotei, Seigaku atau Shitenhouji yang muncul.. *wink*

request diterima... *nyengir*

baiklah, nggak usah lama-lama... kali ini anak-anak Hyotei yang bakal muncul...

Enjoy~

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Chapter 2 : Atobe Belajar Nyetir?!

'Kamu dimana? dengan siapa? Semalam berbuat apuaaaa?'

'Kamu dimana? Dengan siapa? Semalam berbuat apuaaa?'

Lagu yang keluar dari smartphone item itu langsung membuat Oshitari Yuushi, Shishido dan Gakuto merinding disko, 'busyedh dah si Atobe...' batin mereka iba,

"lagu apa ituuu..?! i-itukah bunyi sangkakala..? dunia kiamaat... dunia kiamaaaaat... zzzzzz" bahkan Jirou yang lagi tidur siang di jam istirahat itupun sempet kebangun karena dahsyatnya ringtone Atobe.

"o-oi Atobe... hp lu bunyi tuh..." daripada ngedenger ringtone hp Atobe lama-lama Shishido langsung mengambil keputusan bijak untuk ngasi tahu si empunya hp.

"ahn~? Oh iya.." Atobe ngangkat hpnya dengan menjepitkan ujung ibu jari dan telunjuk ke bagian atas hp, Gakuto curiga jangan-jangan orang didepannya bukan Atobe tapi L Death Note.

"ahn? Oh iya, tidak apa-apa... aku mengerti... iya.." nggak lama-lama nelpon Atobe menekan tombol untuk menyetop panggilan yang sedang berlangsung, cowok itu lalu menatap Oshitari lekat-lekat, lalu mereka saling jatuh cinta dan berciuman... eh bukan! Adegannya nggak gitu! Lalu dengan percaya diri tingkat neraka Atobe mengumumkan ke Oshitari, Gakuto, Shishido (dan Jirou yang udah balik ke pulau kapuk),

"Sopir Ore-sama pulang kampung, besok Ore-sama harus belajar nyetir sendiri nih!"

Statement ini sontak aja menyebabkan temen-temen Atobe yang lain syok sendiri, bukan apa-apa ya, masalahnya naek sepeda aja si Atobe masih sering nyusruk di pos hansip, gimana dia bawa mobil?!

"gila lu Atobe, lu kan masih 15 taon, mau ditangkep kayak anaknya penyanyi itu lu?!" Shishido misuh-misuh.

"cari aja sopir baru buat gantiin sopirmu yang pulang kampung, Atobe..." Oshitari ngasih usul, Gakuto langsung ngangguk setuju sama usul pacarnya yang bersuara seksi tersebut.

"nggak bisa! Kalo ortu Ore-sama bangkrut dan Ore-sama harus jadi sopir angkot buat menyambung hidup gimana?! Kan gawat kalo Ore-sama nggak bisa nyetir.." Atobe ngasi alesan yang amat-sangat nggak masuk akal.

"ya jangan jadi sopir angkooooottt!" Shishido mulai senewen, rasanya geregetan bener pengen nyambit Atobe pake botol beling teh botol sosro.

"ortu lu nggak bakal bangkrut Atobeeee!" gantian Gakuto yang meneriaki si cowo terlanjur kaya ntu.

"..." Oshitari no comment aja deh, toh udah diwakilin ama temennya.

"itu kan kemungkinan terburuknya, pokoknya besok kalian temenin Ore-sama belajar mobil ya, Yuushi kamu ajarin Ore-sama." Perintah si Atobe semena-mena, kalo udah gini mereka Cuma bisa ngangguk, daripada ngelawan dan jadi sasaran bola tennisnya Atobe, kan berabe tuh.

"Kei-chan... aku ikut yaa..." kata sebuah suara imut, rupanya Jirou tadi Cuma setengah tidur, dia ikut ngedenger percakapan mereka dari tadi.

"boleh, Jirou harus ikut." Jawab Atobe sambil ngelus-ngelus rambut Jirou.

"Jirou ngumpanin diri ke lembah neraka nih.." gerutu Gakuto pelan, suapaya nggak kedengeran Atobe.

"malang nasipmu nak.." Oshitari ikut-ikutan bersimpati, padahal nasipnya juga nggak jauh beda ama Jirou.

-X-

Keesokan harinya...

Pagi-pagi banget Oshitari dan Atobe udah ngumpul di lapangan samping terminal kampung rambutan, supaya semua temen-temen Atobe muat masuk mobil, do'i sengaja bawa mobil Alphard itemnya (hwaaa! Ikuuut! Ichi juga mau ikuuut!) tapi udah setengah jam ditunggu Jirou dkk belum menampakkan batang idungnya,

(ceilah bahasanya)

"mereka lama amat sih Oshitari, jadi pada dateng kan?" Atobe mulai kesel, rambutnya mulai berubah warna jadi pink. Oh noooooooooooooo...

"jadi kok, udah gue sms-in mereka semalem." Bales Oshitari kalem.

Nggak lama kemudian Jirou muncul sambil menggosok-gosok matanya, Atobe sampe pegangan ke pohon supaya nggak menerjang si Jirou yang keliatan imut amat-sangat itu.

"maaf aku terlambat Kei-chan...nyaaowwn..." Jirou minta maap sambil menguap lebar.

"iya Jirou, kalau kamu masih ngantuk tidur lagi aja di mobil." Senyum Atobe gaje, jangan mikir yang aneh-aneh lu, Atobe. *narator disambit kunai kristal ama Atobe*

Lima belas menit selanjutnya Gakuto, Shishido, Choutarou dan Hiyoshi dateng bareng-bareng, Kabaji nggak bisa dateng, katanya mau bantuin emaknya nguras bak mandi (?) dirumah. Karena udah lengkap semua semuanya langsung masuk ke mobil, urutan duduknya adalah seperti ini :

Depan : Oshitari – Atobe (kursi sopir)

Tengah : Shishido – Choutarou

Belakang : Gakuto – Hiyoshi – Jirou

"oke, semuanya harap pasang sabuk pengaman! Ore-sama nggak mau sampe ditilang gara-gara kalian nggak pakai sabuk pengaman..." Atobe bertitah bagaikan raja minyak dari Medan (?)

"nggak usah dikasi tau juga udah kita pake kok!" Gakuto nunjuk ke dirinya, Hiyoshi dan Jirou yang udah pasang sabuk pengaman dari awal mereka masuk mobil.

"kita juga, senpai Atobe.." senyum Choutarou, kayaknya anak itu belum tau bahayanya mobil yang disupirin Atobe.

"err..." Oshitari lagi-lagi Cuma bisa diem ngeliat kelakuan temen-temen dan adik kelasnya.

"yoosh! Siap-siap kalian." Atobe memasukkan kunci mobil ke lubangnya lalu menstarter mobil itu, secara otomatis mobil Alphard item tadi menyala secara perlahan-lahan.

"aaaa! Ore-sama berhasil menyalakan mobilnya, Oshitari!" jerit si Atobe penuh ke-OOC-an.

"kyaaaa!" jeritan Atobe langsung disusul oleh Gakuto, Hiyoshi dan Shishido dari bangku belakang, Choutarou masih anteng di kursinya dan Jirou? Dia udah pules tidur sejak selesai pasang sabuk pengaman tadi, benar-benar sesuatu sekali anak itu, secara nggak langsung dia bisa menghindari jahanamnya Atobe saat berlatih bawa mobil. Kenapa Gakuto, Hiyoshi dan Shishido nggak ngikutin Jirou aja? Pura-pura tidur atau pura-pura mati kek sekalian.. tanya kenapa? Kenapa tanya? #plak

Akhirnya dimulailah latihan nan biadab itu. Selama setengah jam pertama Atobe ngebawa si Alphard dengan kejamnya, entah udah berapa kali tu mobil jaipongan gila-gilaan di jalan sepi deket lapangan kampung rambutan, entah udah berapa tukang dagang yang gerobaknya disundul sama Atobe.

"ooh disana ada lapangan yang bagus, kayaknya enak olahraga disana!" Atobe ngeliat kearah kanan.

"Woii! Mata lu jangan kemana-mana! Liat kedepaaan!" seru Shishido dengan penuh birahi (?)

"Tobeeee! Itu tukang sayuur! Bukan polisi tiduuurrr!" tereak Gakuto kenceng entah untuk keberapa kalinya sambil melukin Hiyoshi yang udah setengah sadar.

"senpai... gekkokujou saja aku sekalian senpai..." gumam Hiyoshi, nggak lama dia langsung ikut Jirou ke pulau kapuk, Yup! Hiyoshi pingsan.

"Atobe, belok kiri... rem! Rem Atobe! bukan gas!" luar bi(n)asa, bahkan orang kalem seperti Oshitari pun ikut jerit-jerit ngeliat skill mengemudi Atobe yang minus 1000.

"O-Ore-sama tauu! Ore-sama kan jenius! Ore-sama no bigi ni yoi na.." Atobe ngejawab sekenanya, padahal keringet sebiji jagung udah ngucur daritadi saking gugupnya.

"Shishido-saaan... aku belum mau matiiiii! Aku suka Shishido-saaan!"

"gue juga suka elu, Choutarooooouuuu!" lah, ditengah suasana gawat begini Shishido sama Choutarou malah saling tembak.

"bego lu pade..." komentar Gakuto pendek, cepat dan tepat.

-X-

Akhirnya setelah beberapa jam latihan Atobe mulai menunjukkan kelancaran dalam menyetir mobil, sekarang dia udah bisa maju – mundur dengan teratur, udah bisa parkir, udah bisa nari ballet (?) dan yang paling penting adalah sekarang Atobe sudah bisa ngebedain tukang parkir dengan polisi tidur. buat yang terakhir ini temen-temennya sungguh sangat bersyukur sekali karena mereka udah capek minta maaf sama tukang parkir yang dengan bejadnya pengen dilindes sama si Atobe.

"aahn... ternyata udah jam segini, pantesan Ore-sama laper.. ayok semuanya kita makan, Ore-sama yang traktir." Beginilah asiknya punya temen seperti Atobe, biarpun nyetirnya gila-gilaan tapi dia royal kalo urusan jajan. Gakuto yang saat itu masih bernyawa langsung ber-yaay-ria. Diikuti Shishido dan Choutaro –yang statusnya baru aja jadian- mereka menarik nafas lega, siksaan neraka ini bakal selesai, Oshitari juga ikutan menarik nafas lega. Sementara Jirou dan Hiyoshi? Oh mereka masih dialam mimpi...

"Kita ke Grand Indonesia aja ya." Usul Atobe sambil menyalakan mobil. Senyum pede lagi-lagi muncul di bibirnya yang selalu dioles lipbalm itu.

"eh? Jangan bilang lu..." Gakuto mulai pucet lagi.

"apa? Nyetir? Iyalah Ore-sama yang nyetir, Ore-sama kan udah jago!" bales Atobe pede banget.

" kalo bukan Ore-sama yang nyetir mending kita pulang aja." Tambahnya.

"yasudah kamu yang nyetir, Atobe.." Oshitari yang setelah keabisan suara tadi diem aja akhirnya ngomong juga.

"lho? Yuushi? Kok?" Gakuto mau protes tapi buru-buru ditenangin pacarnya.

"tenang Gakuto, kakanda akan selalu di sisi adinda.." ucap Oshitari anteng disertai senyum najongnya.

"ahh.. Kakanda, tapi adinda takut kakanda.." entah kenapa Gakuto jadi ikutan ngomong ala karakter wayang juga, mungkin kalau nggak dipisahkankan oleh bangku Shishido-Choutarou kedua orang itu bakal peluk-pelukan mesra.

"ada apa dengan mereka...?" Shishido dan Choutarou swt barengan.

-X-

Dengan penuh perjuangan (dan sekali lagi suara Oshitari, Gakuto, Shishido dan Choutarou habis buat meneriaki Atobe) sampailah si mobil Alphard item di parkiran Grand Indonesia.

"Oi, Jirou... Hiyoshi.. bangun, kita udah nyampe..." Gakuto yang duduknya sebelahan dapet tugas mulia buat bangunin Hiyoshi dan Jirou.

"uhh... udah nyampe ya.." Jirou dengan anteng bangun, lalu kucek-kucek mata.

"GYAAAA! Nggaaaakkk! Nggak mauuu!" entah masih syok atau mimpi buruk Hiyoshi malah ngejerit heboh, kuping Gakuto langsung berdarah-darah gara-gara diteriakin.

"uwaaaa... aku masih hidup! Shishido-senpai! Aku masih nginjek tanah!" Choutarou begitu nginjek tanah langsung cium-cium tanah, abisnya mau cium-cium Shishido dia keburu malu duluan, kan banyak orang disana.

"t-tenang Choutarou..." Shishido berusaha menenangkan pacar barunya, padahal kakinya sendiri juga masih gemeteran.

"Adinda.. Adinda baik-baik saja kan?" Oshitari bertanya masih dengan bahasa pewayangannya, ia merangkul bahu Gakuto mesra.

"iya kakanda, Adinda sempat sakit telinga sih tadi.. tapi sekarang sudah tak apa-apa..." sahut Gakuto.

"Adinda..."

"Kakanda.."

"Aku tresno karo kowe..." ucap Oshitari pelan, lalu memeluk Gakuto.

"... najong, Ore-sama nggak kenal mereka itu siapa.." komentar Atobe yang sedari tadi terabaikan keberadaannya,

"ayo Jirou, kita duluan aja." Terus dengan teganya dia meninggalkan Choutarou - Shishido, Oshitari – Gakuto dan Hiyoshi di lapangan parkir.

"iya, aku lapar Kei-chan.." sahut Jirou sambil menggandeng tangan Atobe. sebetulnya dua orang itu nggak kalah mesra daripada pasangan yang ada diluar tadi.

"nanti aku boleh makan es krim?" celetuknya.

"boleh, makanlah sebanyak yang kamu mau, Jirou.."

Chapter 2 End.

Ichi : kasian yang pada mabok... *kembali ngakak nista*

Atobe : Ore-sama no bigi ni yoi na~! *kibas rambut*

Gakuto, Shishido, Hiyoshi : BISA-BISANYA LU SOMBONG DISAAT KAYAK GINIIIIII!

Oshitari : maa, maa... sabar semuanya...

Jirou : nyamm... *asyik sendiri sama es krimnya*

Kabaji : usu..

Ichi : terima kasih buat yang udah mau baca sampai disini, sampai ketemu lagi di chapter 3~ ;D