Ini Remake fanfiction dari manga Nar Kiss nya Nekono Mariko.
Pair :
Yunjae
Disclaimer:
Saya hanya meminjam nama. Semua nama yang muncul di sini adalah milik mereka sendiri.
Rated :
eMu desu.
Ada anu-anu nya hohoho. Tapi belum untuk chap ini :9
Genre :
Humor, Romance
Warning :
Newbie, OOC, Miss Typo(s) of course, gak sesuai EYD, pindah POV semaunya sendiri, semoga reader gak bingung ya.
a/n: Prologue kemarin emang pendek banget kok Chie akui. Itu sebenernya karena pas Chie lagi enak ngetik, liat jam ternyata udah kepepet sama kerja, Chie belom siap-siap. Trus Chie edit lagi ternyata masih banyak kurangnya. Pas di tempat kerja lagi senggang, sempet mau nambahin lagi, eh malah dapet kerjaan, jadi cuma sempet edit terus nambah sana-sini, abis itu update deh. Untuk Chap ini di panjangin kok, tenang aja. ^.^
Before that...
DON'T LIKE? DON'T READ!
Chie gak maksa buat baca soalnya. Kalau gak suka yaudah out aja ne, gampang kok tinggal klik Back aja. -.-
NAR JAE KISS
.
.
.
Prologue
.
.
Sebelumnya...
Hilanglah kesadaran Jaejoong setelah menabrak sebuah tembok ketika ia langsung berbalik dan siap berlari setelah mengucapkan farewell pada Yunho.
Tapi,
Sekarang ia,
Berakhir di UKS berdua dengan Jung Yunho dalam keadaan sadar. Tentu, karena Yunho lah yang membawa Jaejoong setelah ia jatuh tak sadarkan diri.
"Jaejoong-ssi kau... adalah seorang narsis akut...?" Tanya Yunho dengan wajah tanpa dosa.
.
Oh tuhan... jika kau benar ada di sana... tolong biarkan aku, untuk tidur dan tidak pernah bangun lagi... Selamanya.
.
Sial.
Aish jinjja... dari semua orang, kenapa harus dia yang tahu kelainanku.
"...Kau bisa menyebutnya, itu semacam kelainan lahiriah. Itu terjadi setiap saat aku melihat refleksiku..." jelas Jaejoong dengan wajah frustasinya, "Karena itu biasanya aku menggunakan kontak lens untuk mengaburkan penglihatanku..."
Jaejoong menghela napas setelah menjelaskan kelainannya itu.
Ketika narsisme Jaejoong keluar itu akan kembali normal jika kepalanya terbentur atau beberapa jam berlalu setelahnya.
.
Yunho memandang Jaejoong dengan wajah tak percaya.
"Karena aku merusaknya..." Jeda sesaat "Apakah kau punya kepribadian ganda?" Tanya Yunho langsung mengutarakan apa yang terlintas di kepalanya.
"Ani." Jaejoong menatap Yunho dengan wajah horror
Memejamkan mata, Jaejoong mulai berpikir, sambil sesekali menghela napas.
Aku yakin berita ini akan tersebar besok.
.
"Itu dia! Namja yang melakukan hal aneh pada Jung Yunho."
"Dia cabul, kan? Dasar rendahan..."
.
Sekilas bayangan yang muncul membuat Jaejoong merinding ngeri. Akan jadi bagaimana nasibnya nanti.
'Selamat tinggal kehidupan kampusku... Hiks' tanpa bisa ditahannya Jaejoong mulai menangis
"W-waeyo?" Yunho yang kaget melihat Jaejoong yang tiba-tiba menangis mulai panik
"Hiks... berakhir sudah, hiks"
"Mungkinkah itu... kau pikir, aku akan pergi dan memberitahukan semua orang tentang dirimu?" Jaejoong langsung menoleh dan memandang Yunho dengan wajahnya yang penuh air mata.
Melihat itu Yunho merogoh sakunya untuk mengambil sapu tangan dan memberikannya pada Jaejoong.
Jaejoong mengambilnya dan mengapus air matanya. Beberapa kali Jaejoong mengambil napas panjang dan menghembuskannya guna menenangkan diri.
"Biasanya... orang akan memberitahu orang lain jika ada suatu hal yang menarik," Jawab Jaejoong sambil membersihkan 'air' yang keluar di hidungnya dengan sapu tangan "Jika itu aku, aku akan mengatakannya. Selain itu juga kau pasti tidak akan membiarkanku begitu saja kan..."
"Pabboya..." Ucap Yunho sambil terkekeh yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Jaejoong.
Yunho memandang Jaejoong dengan wajahnya yang tenang, perlahan mengangkat tangannya dan menggenggam sebelah tangan Jaejoong.
"Dengar, setiap orang mempunyai rahasia yang tidak ingin diketahui orang lain. Aku tidak akan memberitahukan semua orang tentang ini, jadi tenang saja ne." Ucap Yunho dan tersenyum kecil.
"Eoh?"
Jaejoong yang mendengar ucapan Yunho itu membuatnya merasa hangat dan lepas. Ia merasa seperti ia diterima dan dibutuhkan. Apalagi dengan keadaanya yang seperti ini.
Tersentak,
Segera Jaejoong balas menggenggam sebelah tangan Yunho dengan kedua tangannya,
"Jeongmal!?" Tanya Jaejoong dengan semangatnya
"Ne."
"Jeongmal!? Jeongmal!? Jeongmal!? Jeongamal!?"
"Ne, tentu saja. Aku akan tetap memegang janjiku." ucap Yunho lagi dengan memandang Jaejoong lembut
Itu membuat Jaejoong tentu sangat senang. Wajahnya terlihat berseri-seri dan bersinar.
"Aku tidak tahu jika kau orang yang baik~" ucap Jaejoong dengan suara yang mendayu,
"Eoh... apa maksudnya itu..?"
"Habisnya ku dengar kau itu sering gonta-ganti pacar seperti menganti pakaian." ucap Jaejoong dengan wajah polosnya.
"E-eh... itu, kami putus karena persetujuan masing-masing."
"Eh? begitukah?"
"Ne."
.
.
Setelah menghabiskan beberapa jam di UKS Yunho menemani Jaejoong untuk membeli kontak lens. Tentu saja Yunho ikut, mengingat dialah yang merusak kontak tersebut. Mereka telah berada di sebuah toko optik khusus, yang menyediakan pembuatan kontak.
Jaejoong yang melihat penjaga toko tersebut langsung memperlihatkan kontak lens nya, dan memberi sedikit penjelasan seperti apa kontaknya. Penjaga itu mencatat pesanan Jaejoong itu dan membawanya ke bagian dalam toko itu. Setelah beberapa saat menunggu penjaga itu kembali. Tapi ternyata tidak sesuai dengan harapan Jaejoong.
"Mwoo? Ini kan toko spesialis, jadi kau harus membuatkan itu untukku sekarang juga." Protes Jaejoong dan mempoutkan bibirnya.
"Jeosonghabnida tuan, ini dibuat untuk order. Ini akan menghabiskan waktu sekitar 2 sampai 3 minggu." Ujar penjaga toko itu menjelaskan."Maaf untuk masalah anda."
Setelah itu Yunho membayar beberapa transaksi dan memberikan bon pengambilannya pada Jaejoong. Walau Jaejoong terlihat masih tidak puas, karena sampai keluar toko pun Jaejoong masih mempoutkan bibirnya.
.
Sekarang mereka tengah berjalan pulang, setelah beberapa jauh dari toko mereka berhenti di sebuah mesin minuman. Jaejoong sekarang tengah mengenakan kacamata yang tadi di keluarkannya.
"Sebenarnya aku masih merasa tidak tenang. Kau bisa berubah seperti waktu itu dengan mudah tanpa kontak lens, bukan?" Tanya Yunho sambil memandang Jaejoong khawatir.
"Itu tidak jadi masalah sekarang. Aku mempunyai kacamata untuk menggantikannya. Ya.. karena sudah kuno jadi aku tidak begitu ingin memakainya."
Crash
Prakk
"Bukankah itu jadi tidak nyaman? Ini salahku, jika kau bersedia, aku akan terus ada di sampingmu, jika kau membutuhkan pertolongan..." Yunho yang merasa tidak enak mencoba untuk menawarkan bantuan
"Aniyo, kau sudah membayarnya untukku, itu sudah cukup."
"Gwenchana... kita adalah teman, bukan?" Yunho masih mencoba untuk meyakinkan Jaejoong, sambil berkata seperti itu Yunho menyodorkan minuman kaleng pada Jaejoong dan tersenyum lembut ketika Jaejoong menatapnya.
DEG
Blush
Saat ini penglihatan Jaejoong terhadap Yunho sungguh berbeda. Sekarang dimata Jaejoong, Yunho terlihat keren dan begitu baik.
"K-kalau begitu, mohon bantuannya ne!" ucap Jaejoong sambil menepuk-nepuk pundak Yunho keras saking nervousnya, terdengar dari bunyinya yang 'bugh bugh' saat Jaejoong menepuknya, "Sebenarnya aku juga tidak bisa membaca papan tulis, jadi aku tidak bisa mencatat." kata Jaejoong memberi alasan yang logis.
"Aku akan meminjamkan catatanku untukmu." Kata Yunho
"Ne, hehe"
Teman ne? Sebenarnya untuk mengatakan seperti apa kau... Yunho sangat baik padaku.
Itu terasa sangat menyenangkan.
.
.
.
Beberapa hari kemudian
.
"Jang jang!" seru Jaejoong sambil menyodorkan sebuah bungkusan kotak besar di hadapan Yunho.
"Apa itu?" Tanya Yunho
"Ini adalah masakan buatanku!" Jawab Jaejoong dengan semangat.
"Eoh? Buatan... sendiri?" Yunho terlihat excited melihatnya, arah pandangnya terpusat pada bungkusan itu.
Terkadang... aku berpikir, akan sangat menyenangkan jika aku terus bersama Yunho seperti ini.
"Hehehe... kulihat kau selalu makan roti. Kau akan di kerumuni para yeoja di kampus kalau pergi ke kantin kan? Aku khawatir, jadi aku memasak banyak untuk berbagi denganmu." Ucap Jaejoong dan memberikan cengirannya pada Yunho.
"..."
"Orangtua ku sering berpergian, jadi aku sering memasak sendiri. Mau mencobanya? Ini sungguh enak." Yunho masih terdiam sambil terus melihat ke arah bungkusan itu, sesekali ia melirik ke arah Jaejoong lalu berpindah lagi pada bungukusan =.=
Melihat Yunho yang sangat tertarik Jaejoong lalu membukanya, sebelum itu dia memberikan sepasang sumpit untuk Yunho.
Saat kotak itu terbuka Yunho terlihat begitu senang.
"Oh... haha, ini..." kata Yunho
Mendengar tawa Yunho, Jaejoong segera menarik kembali kotak bekalnya.
"Mwoya? Ada yang lucu?" Tanya Jaejoong sambil mempoutkan bibirnya, "Jika kau hanya ingin mentertawaiku seperti orang bodoh, aku tidak akan membaginya padamu."
"Aniyo, bukan seperti itu. Itu, hanya saja masakanmu penuh dengan makanan kesukaan namja," Sebenarnya Yunho juga ingin mengatakan, kalau ia baru kali ini melihat orang mencampur dosirak dan bento, tapi ditahannya.
"Tentu saja, karena aku juga namja! Tapi aku juga mempertimbangkan nutrisinya."
Di kotak bekal itu terdapat 2 tumpuk kotak, di kotak pertama ada nasi kepal dan kimbab, dan di kotak kedua ada telur goreng gulung khas jepang, kimchi, sosis goreng, dan ayam katsu.
"Wow... semuanya terlihat enak. Aku tidak tahu harus mulai dari mana..." ucap Yunho bingung,
"Kau bisa—"
"Omo! Omo!" tiba-tiba saja ada dua orang yeoja mengintrupsinya, membuat keduanya mengalihkan pandangan dari bekal Jaejoong pada mereka.
"Makanan apa itu—? Eww..." sebuah sindiran jelas terdengar dari nada suara seorang yeoja berambut panjang bergelombang itu, yang ditimpali kikikan oleh temannya.
"Aigoo... itu tidak bagus sama sekali, dan semuanya hitam.." ujar seorang yeoja berambut pendek sebahu itu.
Mereka berdua mendekati Yunho dan yeoja berambut pendek itu mengeser-mendorong- Jaejoong agar menjauh.
"!" Jaejoong hampir saja terjatuh karena dorongan itu.
"Oppa... lebih baik kau memakan bekalku saja," Tawar yeoja berambut panjang itu "Daripada memakan bekal menjijikan itu, lebih baik oppa memakan punyaku."
"Ne oppa, punyaku lebih enaak~" tawar yeoja berambut pendek.
MWO? Berani sekali yeoja itu mengatakan menjijikan pada masakanku. Tapi... kurasa yeoja-yeoja itu memang imut...
"Yunho-ah, nan gwenchana, jika kau tak ingin memakan bekalku..." ujar Jaejoong mengalah.
Tapi Yunho sama sekali tidak menanggapi kedua yeoja itu. Ia hanya menatap kedua yeoja itu dengan pandangan tak suka.
"Mian. Tapi aku ingin memakan makanan menjijikan ini." Kata Yunho dan ia mulai mengambil telur goreng gulung Jaejoong dan memakannya.
Jaejoong yang berada agak jauh dari ketiga orang itu memandang Yunho dengan tatapan tak percaya.
Dari raut wajahnya, Yunho terlihat seolah mengatakan bahwa ia tidak ingin di ganggu, membuat kedua yeoja itu pergi meninggalkannya. Jaejoong melihat kedua yeoja itu saling menyalahkan sambil saling memaki. Ia menolehkan kepalanya pada Yunho, yang sedang menikmati makanan itu. Jaejoong segera mendekat kembali pada Yunho.
Entah mengapa... aku tidak tahu aku harus melakukan apa,
Jaejoong melihat Yunho yang makan dengan lahap, seolah sangat menikmati makanan itu. Melihat Jaejoong yang menatapnya Yunho tersenyum.
DEG
Aku merasa sangat senang.
.
Tersadar bahwa sedari tadi dia belum menyentuh makanannya, Jaejoong segera mengambil makanan itu dan memakannya. Keduanya kini terlihat menikmati acara berbagi makanan itu.
"Yah! Kau memakan semua telur gulungku!"
"Yah... mau bagaimana lagi, habis ini enak."
"Aishh..."
.
Sejak itu, mereka sering menghabiskan waktu berdua. Baik di dalam kampus atau di luar kampus. Seperti pergi membeli pakaian atau bermain ke taman hiburan. Keduanya terlihat begitu menikmati kebersamaan mereka.
.
.
.
Kediaman Kim, pada malam hari.
.
"Hum, hum, hum~" Jaejoong memasak sambil bersenandung kecil.
Melihat hyungnya yang terlihat begitu senang membuat Kibum adiknya penasaran. Kibum mendekati Jaejoong dan melonggokkan kepalanya di pundak Jaejoong.
"Hyung, apakah terjadi sesuatu yang menyenangkan?" tanya Kibum,
"Kau ini bicara apa sih bummie..." Jaejoong mendorong-menahan- kepala Kibum dengan tangannya, "Yah! Kenapa kau berpakaian seperti itu!" omel Jaejoong melihat adiknya memakai kaos longgar yang sama sekali tidak pas di tubuh kecilnya dan menampilkan pundak mulusnya.
Kibum berusaha menyingkirkan tangan Jaejoong yang masih terus mendorong kepalanya, "Apakah kau mendapatkan yeojachingu yang selalu kau impikan itu? Yah! Wae? Pakaian ini terlihat sangat cocok padaku."
Jaejoong melepaskan tangannya dari kepala Kibum dan mulai kembali memasak.
"Ani. Belum, untuk saat ini. Tapi aku mempunyai seorang teman."
"Teman? Maksudmu pelayan? Seorang pelayan."
"Aniyo! Aku tidak sepertimu."
.
.
Setelah selesai makan malam Jaejoong segera memasuki kamarnya. Untuk bagian membereskan meja makan itu adalah bagian Kibum.
Brugh
Jaejoong menjatuhkan dirinya pada tempat tidur. Ia menyanga kepalanya dengan kedua tangannya.
Berpikir tentang itu... selama baru-baru ini, tentang yeojachingu impianku itu. Aku benar-benar lupa akan hal itu.
Saat aku bersama dengan Yunho,
Aku merasa sangat senang.
Dia adalah teman pertamaku yang tidak memandangku rendah meskipun ia tahu seperti apa aku...
Membuatku merasa tentram.
.
.
.
Keesokan harinya Jaejoong yang sudah berjanji pulang bersama Yunho terlambat datang. Jaejoong berusaha berlari sekencang mungkin agar bisa cepat sampai.
Aku tidak pernah memikirkan...
"Aish jinjja, aku telat—" Gumam Jaejoong yang masih terus berlari. Akhirnya Jaejoong melihat Yunho, "Maaf, sudah membuatmu menunggu..." namun ia tidak melihat Yunho sendirian.
Bahwa aku sangat merepotkannya.
Ia melihat Yunho sedang berpelukan dengan seorang yeoja.
Terkejut, Jaejoong hanya berdiam di tempatnya berdiri yang masih agak jauh dari tempat mereka tanpa berniat untuk menghampirinya.
DEG
Jaejoong melihat mereka bedua berpandangan dan yeoja itu menangis. Yunho terlihat seperti berbicara sesuatu yang ntah apa Jaejoong tak tahu, 'pasti ia sedang menenangkan yeoja itu' pikir Jaejoong.
Apakah dia... yeojachingunya?
Jadi dia sudah punya pasangan...
Jaejoong memandang mereka dengan wajah yang sulit diartikan.
Tentu saja dia punya, dia kan populer!
Pikir Jaejoong dengan menunjukkan ekspresi semangatnya tanpa suara sambil mengepalkan kedua tangannya di depan dada. Lalu setelahnya Jaejoong berpangku tangan dan mulai menganguk-anggukan kepalanya.
Kenapa aku tidak menyadarinya. Jika saja ia mengatakan padaku lebih awal...
Sambil sesekali mengangguk ajan pikirannya, tiba-tiba ia langsung berjongkok dan menyembunyikan wajahnya diantara kedua lutut dan tangannya.
"Jadi, pertemanan kita masihlah sangat rentan, sampai ia tidak mau membicarakan masalah itu padaku..." pundung Jaejoong, ia segera bangun dan mulai berbalik arah.
Menjauh dari Yunho dan yeoja itu.
'Yeoja itu... menangis.' batin Jaejoong.
Waktu yang telah... ku habiskan bersama Yunho... aku tidak bisa seperti ini terus-menerus.
Kita adalah teman, tapi jika kita selalu bersama... dia tidak akan mempunyai waktu untuk bertemu dengan yeojachingunya, benar...
Sampai kontak lens mu selesai, aku akan terus menemanimu.
Jaejoong mengingat kata-kata Yunho setelah mereka memesan kontak lensnya.
Baiklah... kapan itu selesai...
Jaejoong mengeluarkan handphonenya dan membuka aplikasi kalender.
Ah, itu besok. Aku sudah terlalu banyak mengandalkan kebaikannya.
"Ini sudah cukup... aku akan memberitahunya bahwa ia tidak perlu mengurusku lagi..." Jeda sesaat, "Aku juga ingin mencari yeojachingu... lalu, double date...? mungkin kami bisa pergi bersama..."
Kenapa...
Walaupun ini adalah hal yang natural untuk dilakukan,
Tapi kenapa...
Aku merasa begitu sakit. Aku tidak mengerti ini.
Yunho-ah...
.
.
.
Keesokan harinya...
.
"—Eh?"
Yunho dan Jaejoong kini sedang berada di taman belakan kampus.
"Aku bilang, kontak lensku sudah selesai. Jadi aku akan baik-baik saja sekarang." Ucap Jaejoong dan memberikan cengirannya pada Yunho dengan jari telunjuk dan tengahnya yang membentuk victory di depan matanya.
Jaejoong berbalik dan membelakangi Yunho, ia mengaitkan kedua tangannya lalu menaruhnya di belakang kepalanya dan melihat kedepan.
"Aku minta maaf sebelumnya, telah mengambil waktumu dengan yeojachingumu untuk bersamaku..."
"Yeojachingu...?"
"Aku... sedari awal aku memang sudah seperti ini, jadi aku tidak bisa mendapatkan teman." Ucap Jaejoong, "Karena kau tidak mengatakan apa-apa, jadi aku mengandalkan kebaikanmu terlalu banyak,"
"..."
"Dan aku tidak pernah membiarkanmu mempertimbangkan situasimu, jadi aku sunggu minta maaf."
"..."
"Mulai dari sekarang aku akan mencari banyak teman, dan tentu saja aku juga ingin mendapat pacar,"
"..."
"Mari kita pergi bersama, jika kita mempunyai waktu."
Klotak
Syuurrr
Suara botol air minum jatuh itu membuat Jaejoong yang sedari tadi membelakangi Yunho untuk melihat kebelakang.
"...Yunho-ah?"
GRABB
"Uwah!" teriak Jaejoong ketika tiba-tiba saja Yunho menarik sebelah tangannya untuk mendekat padanya.
Posisi Jaejoong saat ini adalah di depan Yunho dengan tangan kanannya yang digenggam kuat oleh tangan kiri Yunho.
"Kau tidak bisa—" Yunho mendekatkan bibirnya pada telinga Jaejoong, "...Selain aku, kau tidak boleh menujukan sisimu yang itu pada orang lain. Aku tidak akan membiarkan orang lain untuk melihatmu."
Jaejoong merasakan perubahan aura pada Yunho. Sekarang Yunho terlihat sangat mengintimdasi dan menyeramkan. Seakan jika kau berani membantah maka ia akan menghajarmu sampai habis-habisan.
Brakk
Yunho menghimpit Jaejoong pada dinding gedung dan mencengkram pundak Jaejoong.
"M-mwo...?"
Slip
Kontak lens Jaejoong terlepas saat ia berkedip, ia terlalu lebar membuka matanya karena kaget akan perubahan sikap Yunho.
Omo! Kontak lensku!
Jaejoong mengalihkan pandanganya dari Yunho dan melihat ke bawah untuk mencari kontak lens nya. Tetapi Yunho tidak membiarkannya dan menahan kedua pundak Jaejoong pada dinding di belakangnya.
"Aku tidak ingin."
"..."
"...aku tidak ingin,"
"..."
"Aku..."
Oh tidak... mata jernihnya.
"Jaejoong, nan..."
Fokus Jaejoong kini terpusat pada mata Yunho.
Matanya yang bersungguh-sungguh itu... melihat padaku.
DEG
DEG
Jaejoong melihatnya. Melihat dirinya ada di mata Yunho.
Aku... sisi narsiku...
DEG
Yunho semakin mendekatkan wajahnya pada Jaejoong, tangan kanannya memegang dagu Jaejoong sedikit mengangkatnya, memiringkan kepala dan menutup matanya,
CUP
...Akan keluar.
Kedua bibir itu betemu. Yunho membuka matanya dan melihat mata Jaejoong yang masih terbuka lebar. Setelah beberapa detik, Yunho memisahkan pertemuan bibir itu.
Jaejoong masih terdiam kaku, dengan mulutnya yang sedikit terbuka.
"J-Jaejoong-ah... i-geo..."
Sreett
Tiba-tiba Jaejoong merasa lemas dan jatuh terduduk.
"J-JAE—!?"
Jaejoong mendongak ke atas, dan melihat wajah Yunho yang begitu dekat,
Huh? Jadi, wajah Yunho adalah seperti ini.
"Jae? Gwenchana?" tanya Yunho khawatir,
Aku tidak pernah menyadari sebelumnya, dia begitu tampan.
Mungkin
Aku mungkin menyukainya, lebih dari diriku sendiri.
Jaejoong mengangkat sebelah tangannya dan memegang wajah Yunho. Melihatnya dengan lebih dekat...
Aku sangat menyukai dia!
Blush!
Wajah Jaejoong berubah menjadi merah padam seketika, seakan ia mengeluarkan asap
"Jae!? N-nan jeongmal mianhe... aku menciummu tanpa berpikir."
"P-poppo, poppo..." Jaejoong terus saja mengumamkan kata cium,
"Hah, Cukup sudah! Sebaiknya aku mengatakannya padamu." Yunho mengambil napas sejenak, "Setelah menghabiskan beberapa waktu denganmu, aku sadar, kalau mungkin aku menyukaimu—"
"ITU DIA! Sebuah ciuman!" seru Jaejoong tiba-tiba,
"Eh?"
"Aku tahu sekarang! Jika kau menciumku, sisi narsisku tidak akan keluar!" ucap Jaejoong dengan semangatnya.
"A-ah..." Yunho tidak tahu harus merespon apa karena ia sendiri sedang bingung,
"Ini adalah penemuan besar! Mungkin ketampananmu menaklukkan sifat narsis dalam diriku!"
"Hah?"
"Ini pertama kalinya sesuatu seperti ini terjadi...! Atau mungkin karena aku belum bertemu dengan seseorang yang lebih tampan daripada aku dan orang itu..."
Jaejoong berbalik memunggungi Yunho dan menggumam ntah apa,
"Soal itu, aku juga—"
"AHHHH! Mungkin aku bisa sembuh jika kau tetap menciumku!"
Jaejoong menoleh kebelakang dan menatap Yunho tajam, tatapan itu membuat Yunho merasakan hal tak enak.
Jaejoong berbalik lagi dan mulai berjalan mendekati Yunho, dengan kedua tangannya yang direntangkan seolah ia hendak menangkap kucingnya,
Semakin Jaejoong mendekat, Yunho melangkah mundur.
"A-aku minta maaf untuk pacarmu Yunho... bisakah aku tetap berada disisimu? Dan jika aku mengamuk lagi, bisakah kau menciumku?"
Maju
Mundur
Maju
Mundur
Maju
Mundur
Terus saja seperti itu, jika Jaejoong maju maka Yunho akan mundur untuk menghindar.
"Ah... seperti yang kukatakan Jae..."
Step
Jaejoong berhenti mendekat,
"Tunggu sebentar... Jika aku jadi pacarmu, aku tidak akan membiarkanmu untuk mencium orang lain!"
"Jaejoong..."
"Ahhh... bagaimana ini...?"
"Kim Jaejoong! Dengar, aku tidak punya yeojachingu!"
"..."
"..."
"Eoh? Jeongmal? Tapi kemarin aku melihatmu berpelukan dengan yeoja?"
"Ah.. itu, dia hanya patah hati, jadi aku meminjamkan dadaku padanya. Kami hanya teman."
"Oh? Jadi begitu... " Jaejoong menyandarkan kepalanya pada dada Yunho, yang membuat Yunho blushing. "Umm... Jadi kau bisa menciumku kan? Lagipula kita teman..." Ucap Jaejoong sambil menatap Yunho dengan jari telunjuknya yang ia letakan dibibirnya yang terpout itu. Membuat Jaejoong terlihat imut.
Tapi, perkataan terakhir Jaejoong seakan menusuk Yunho.
"Aku tidak mencium seorang teman, tapi," Jeda sesaat, "Kau adalah teman terbaikku."
.
.
.
.
"Kereta akan tiba di jalur ketiga. Harap berhati-hati."
.
Kim Jaejoong. Pemuda 18 tahun. Karena kelainannya ia tidak pernah mempunyai pacar seorangpun, sampai sekarang.
"Ahh~ aku begitu sempurna. Aku yang terimut, tercantik—"
Cklik
Cklik
Suara foto terdengar dari para pengunjung stasiun yang sedang melihat kenarsis-an Jaejoong. Walau begitu Jaejoong sama sekali tidak terganggu dan terus mengagumi dirinya di cermin stasiun itu. Sampai,
Puk
Puk
Tepukan di pundaknya membuat Jaejoong sangat terganggu. Membalikan badan,
CUP
"Ayo kita pergi..."
Blush
"A-ayo..."
.
Karena aku dan Yunho adalah teman baik, ini seharusnya... benar bukan?
.
.
Untuk dia mengetahui apa itu cinta yang sesungguhnya, dia mungkin masih membutuhkan banyak waktu.
.
.
.
.
.
.
TBC
Cuhatan author :
Annyeong readerdeul sekalian~
Chie seneng banget dapet review lebih dari 10 kemarin hehehe. Psst- Pstt Chie langsung ngetik lanjutannya saking semangatnya. Chie seneng dapet respon baik disini, Chie masih awam banget soalnya, apalagi ternyata remake dari komik itu rada-rada ye -_- kalo gak kerja imajinasinya pasti satu halaman gak akan jadi sebuah kalimat, komik kan kebanyakan dialognya =.= kadang satu lembar komik gak ada dialog atau tulisan apa-apa, kemarin Chie pengen cepet-cepet publish jadi begitulah hasilnya =_=
Huks... Huks... sebenernya Chie mau update kemarin malem. Soalnya dari halaman 12 itu Chie udah ngetik banyak. Tapi, lepi nya ngerror masa, Chie lanjutinnya di edit ffn dan blum sempet di save. Alhasil Chie ngulang lagiii~ Hueeee... QAQ Masalahnya ada beberapa halaman awal yang buat Chie stuck 3 jam gak bisa mikir apa-apa. Chie bingung halaman itu Chie mau nulisnya gimana, pas di liat ilangnya ternyata bagian itu. Nangislah Chie dalam hati...huks, semoga ini memuaskan readerdeul. Chie gak yakin soalnya, beda sama awal Q_Q oh iya ini panjangnya udah dua kali lipat dari yang kemarin.
Dosirak itu bekelnya orang Korea
Bento itu bekelnya orang Jepang
Wahaha, nasi kepal dilapisin rumput laut, trus kimbab juga dilapisin rumput laut, perang tuh perang. Wahahaha XD bedanya cuma kimbab pasti ada isinya, kalo nasi kepal kadang suka di kasih isi, kadang nggak. XD bekel dikomiknya itu tumis sawi sama wortel, tapi Chie ganti jadi kimchi XD sisanya sama.
Ohya ini balasan yang review kemarin... Maaf sebelumnya, Chie gak baca settingan Ffn nya U_U jadi, readerdeul yang kemarin ngereview pertama gak login, gak langsung muncul di kotak Review.
Tapi masuk ke email Chie kok, jadi Chie masih bisa baca ^O^ Tengkyu smuanyaaa~ udah buat Chie semangat!
Yuan Lian: iya ini udah panjang belum? Ini termasuk update kilat gak? o.O Jeje: Iya ceritanya bagus, makanya Chie remake x9 Guest: Pendek? iya emang -.- JungBear: Siiip... ini udah panjang belum? Asri: Penasaran? Sip, ini udah cepet kah? Joongie ga login: Ini udah asap, soalnya Chie udah kebakar semangat! XD Ryosuke: Sankyuu~ ini udah lanjut :3 Yun: ini udah update :) Rou R Rikku: Iya om R, makasih :p Arvina Xi: Lop yu to~ XD Ini udah lanjut. Gimana momen Yunjae nya banyak kan? :D DahsyatNyaff: Iya namanya juga ketularan Narcissus X9 park: Iya :D Semoga chap ini juga seru deh Haemin: Iya! OAO ini udah lanjut. Koplak? hahaha ketawa dong XD babywonkyu: Iya, iya, pas Chie baca itu juga Chie ngakak XD sissy: Kocak? baguslah ternyata kerasa kocaknya. Chie belum bisa bener buat humor soalnya :O MalaLee: Iya ini udah lanjut. Review lagi yaa... #kittyeyes jaejae: Iya. Chie kalo lagi baca komik kadang kepikiran ini cocok jadi siapa XD ini lanjutannya ChwangKyuh EviLBerry: Iya halaman ke 12, iya dikit emang harusnya bisa lebih dari 2k kalo halaman segitu, imajinasi Chie belom bener jalannya =w= iya ini lanjutannya yaa :) Guest : Makasih, makasih, jj narsis itu sesuatu ya kkkk~ Taeripark: Iya parah, namanya juga ketularan Narcissus X9 ShinJiWoo920202: Hihihi iya kalo bayangin jj bgtu emang lucu banget XD Iya parah, ketularan Narcissus sih X9 jj salah fokus, namanya juga narsis akut, sekecil apapun keliatanya kalo itu dirinya pasti kumat XD kim anna shinotsuke: Sip. :) Guest: Gimana ya? Mau tau? Ikuti terus ceritanya~ ;D jejejejejung: Ini udah lanjut. Semoga suka chap ini juga :D MaxMin: Kkkk~ kocak emang. Chie aja smpe tutup sebelah mata pas baca komiknya. Maluu~ XD Tesa : cintaku, aku ndak tau dirimu ripiu apa kemarin, soalnya gak masuk email, tapi gpp deh. Nanti ripiu lagi dsini yak. Pastiin masuk apa nggaknya lop yu pull deh.
Nah kalo mau Chie cepet lanjut, Chie butuh penyemangat, pastinya review readerdeul. Seperti biasa Chie perlu 10 review tiap chap buat lanjut ke Chap berikutnya^0^
So.. Review ne~
