Kali ini rasanya ada yang aneh.
Ternyata perasaan cinta itu datang.
Ya, tepatnya setelah melihat orang lain menjalin hubungan.
Lebih dari teman.
Bikin iri saja ..
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning: gaje, ooc, typo, AU, oc, etc.
Don't like don't read ^-^
"Ino-chan, Saku-chan, kantin e ikimasyo."
" aah Karin-chan, jaa ikimasyo."
Perut yang kelaparan memang sudah tak bisa diajak kompromi langsung saja kami terima ajakan Karin ke kantin dengan semangat.
...
...
Kantin
" ah, aku lupa membawa minumannya, tunggu sebentarnya aku ambil dulu."
" jangan lama-lama!."
...
...
" bibi maaf, kotak jusku tertinggal."
" oh, ini dia, lain kali jangan ceroboh." Dengan senyum ramah bibi penjaga kantin memberikan kotak jus rasa strawbery itu padaku.
" arigatou."
" kochira koso."
" itaiiiii." Lututku terasa sedikit sakit saat membentur tembok, rasanya ada yang menyenggol.
" gomen, apakah sakit aduh Sakura, maafkan aku ya aku gak sengaja."
Saat aku mendongkakan kepalaku ke sumber suara, ampun kenapa Sasuke ada disini, memegang lututku pula, rasanya itu tidak perlu karena aku hanya kaget saja membentur tembok, tapi aku kan gak terluka.
" sini, biar aku lihat."
" eh."
Aku langsung sweatdrop saat sasuke tiba-tiba jongkok dan memperhatikan lututku untuk kemudian sedikit mengusapnya.
" daijobu desu."
" benar, tak apa-apa maafkan aku ya." Sekali lagi Sasuke mengelus lutut ku sebelum akhirnya ia kembali berdiri untuk menepuk bahuku dan beranjak pergi.
Aku merasa aneh, kenapa dia berlebihan sekali, padahalkan Cuma menyentuh tembok saja, lagi pula tak sakit, aku hanya terkejut.
...
...
...
" ehem, daijobu desune?, ahhahah Sasuke segitunya." Karin tertawa terbahak-bahak
" ternyata benar dia menyukaimu Saku." Ino berbicara sambil menyuapkan spagethinya,
" jadi kalian, melihat juga?."
" tentu." Ucap mereka bersamaan
" itulah namanya jodoh. Ha hahahah." Untuk kedua kalinya si pemilik rambut api kembali tertawa sambil membenarkan letak kacamatanya.
...
...
...
Pelajaran Biologi sudah dimulai beberapa menit yang lalu ya, tepatnya setelah Anko sensei selesai membagi kelompok untuk diskusi mengenai sistem Imun.
" Sasuke!."
" Hn."
Ya ampun ternyata sekelompok dengannya mimpi apa aku semalam, sialan bisa-bisa hari ini aku kena sebrot lagi Karin dan Ino, Kami-sama sebenarnya apakah ini bagian dari rencana mu, sudahlah lagi pula dia mungkin bisa diandalkan.
...
...
Kelompoknya Shion sedang persentasi, ah aku tak terlalu memperhatikan, hanya menerawang jauh ke langit biru, dan tiba-tiba.
" Oi teme, Sakura-chan mesra sekali, sempat sempatnya."
Ya ampun itu tak salah suara si Dobe Naruto, suaranya menggelegar memamerkan senyum tiga jari membuat semua yang ada dikelas melirik kearahku, untung saja Anko sensei keluar beberapa detik yang lalu.
Saat ku lirik kesamping, waw ternyata Sasuke menopang sebelah dagunya melirik ke arah yang sama denganku, tetap dengan muka datarnya dia tak bergerak sedikit pun, jaraknya dekat sekali membuatu sweatdrop.
' argh bakayaro.' Aku hendak beranjak dari duduk, tapi sebelah lenganku ditarik oleh Sasuke.
' sudah, biarkan.'
Aku terpaksa duduk kembali disampignya dengan pasrah menundukan kepala takut melihat tatapan menyelidik teman-temanku.
...
...
...
"Jadi sistem imun ada yang spesifik dan non spesifik, nah kalo yang non-spesifik itu efeknya demam sama radang, terus kalo ada luka atau serangan patogen akan terjadi inflamasi, ya inflamasi itu pembengkakan, ciri-cirinya timbul rasa sakit, dan kemerahan di sekitak kulit yang terkena serangan."
" terus, kalo yang berperan dalam non-spesifik apa Karin-chan?."
" jadi gini, Saku-chan, Ino-chan, sel darah putih yang berfungsi menyerang patogen."
" oh ia aku tau, neutrofil untuk fagositosis, eusinofil reaksi alergi, basofil reaksi inflamasi, eh apalagi ya?."
" monosit untuk fagositosis Saku-chan, limfosit untuk sistem imun spesifik, benarkan Karin-chan."
" nah benar sekali Ino-chan."
" terimakasih untuk belajarnya." Kami bertiga berseru kemudian tertawa bersama-sama.
" akhirnya selesai." Karin berseru.
" oh ia minggu ini aku mau jalan ke Akibahara kalian ikut gak?."
" yaah, maaf Ino aku gak bisa."
" kenapa Karin?, kalo kamu Saku?."
" aku sudah janji pada Sui untuk membahas pelajaran kimia."
" hahaha Suigetsu maksudmu, kau yang sabar ya, pemuda mesum itu akan sulit diajari."
" ya menyebalkan dia itu penggangu sekali, tapi aku gak tega kalo teman kita itu gak lulus ujian senin depan, habis di memohon sih, ya terpaksa lah."
" yang sabar ya." Kini aku angkat bicara.
" heh Saku, kau ikut tidak?."
" eh boleh juga."
...
...
...
Sakura's Room
" aduh. Ngapain sih aku ikut Ino, mana Cuma berdua lagi, gimana kalo dia bareng Sai, mereka kan baru jadian, gimana nanti kalo aku ditinggal sendiri, gimana kalo aku jadi kambing congean nonton mereka, gimana kalo aku gak dianggep, ah nyebelin banget!."
" coba kalo Sasuke kaya Sai gentle, kan enak, aku gak kepikiran mulu."
" dia gimana sih, Ino bener aku emang udah suka sama Sasu, tapi kok dia gak peka meskipun perubahannya mendadak aneh, aaaaah bete."
Flashback mode on
Empat bulan yang lalu ada festival OR di sekolah dan saat itulah awal ke-G-e-e-R-a-n ku. Kebetulan saat itu pertandingan football dan Sasuke termasuk anggota team football A Gakuen. Seluruh siswa A Gakuen mensuport team dengan teriakan-teriakan luar biasa menggelegar, sungguh aku hampir-hampir terhanyut padahal aku sama sekali tidak mengerti jalannya pertandingan itu bagaimana.
Semua gadis hampir meneriakan nama Sasuke begitu pula Ino dan Karin, harus kuakui dari keawamanku ini Sasuke memang luar biasa dia yang paling banyak menyumbang angka, dan wala pertandingan berakhir A Gakuen menang, tanpa sadar aku meneriakan nama SASUKE paling kencang, dia melirik penuh arti dan balas tersenyum sambil menunjuk diriku untuk beberapa kali. Ooh sungguh aku senang luar biasa senang.
Flashback mode off
Sasuke apakah kamu juga suka padaku, kalo begitu kenapa diam saja, apa aku harus turuti perkataan Ino dan Karin untuk menyatakannya lebih dulu. Kenapa kau diam saja, kenapa tidak seperti Sai yang berani bicara pada Ino, kau bodoh Sasuke hanya diam saja seolah memberi harapan padaku, dasar pantat ayam.
...
...
...
Pagi-pagi sekali Ino sudah ada di depan rumahku, ya ampun dia kelihatan lebih cantik dari biasanya aku mengira dia hendak bercosplay seperti Nona, gadis itu mengenakan dress putih gading diatas lutut bermotif bunga lili dengan rompi jeans dan flatfoam senada. Aku jadi malu masih mengenakan piyama.
" tunggu sebentar aku mandi dulu."
" ah jangan lama-lama jidat!."
" oke Pig."
15 menit kemudian aku keluar, tak mau kalah dengan ino aku memakai dress brokat cream dengan boot soe cokelat yang baru aku beli dua minggu yang lalu.
" jaa ikimasyo."
...
...
...
AKIBAHARA Street
Baru saja hendak berkeliling dengan Ino tiba-tiba seseorang telah memanggil namanya. Aku harap bukan Sai, jika tidak dugaanku semalam akan berubah jadi kenyataan
" Ino-chan, Saku-chan."
Waah ternyata benar sekali dengan eye smile andalannya pemuda itu tersenyum kearah kami, eh tunggu tapi dia bersama siapa disana.
' Sasuke.'
Keren sekali Sasu...eh apa-apaan dia kemari? ya ampun apakah ini bagian dari rencana Ino dan Karin bisa-bisanya Ino mengajak pacarnya melakukan ide gila, ya mengingat Sai kawan dekatnya Sasuke, Ino pasti melakukan apa saja.
" oi, jidat jangan bengong begitu, aku memang berencana kemari bersama Sai dan Sasu tapi mengajakmu juga, ya itung- itung refreshing."
Ternyata benar.
Seketika posisiku disamping Ino telah digantikan Sai, mereka bergandengan tangan menyusuri jalan dengan ceria dan itu membuatku iri. Sementara aku berjalan dibelakang mereka bersama Sasuke, cih jarak kami jauh sekali ya ampun pemuda itu kembali bersikap dingin seperti biasa ada apa dengannya.
Ino dan Sai sudah jauh, tapi masih aku lihat mereka, saling merangkul, bertukar pandang, berbagi Ice Cream, dan tertawa lepas, sementara aku berjalan dengan jarak bersama Sasuke diantara kecanggungan.
' kenapa mereka bisa, saling tertawa, saling bercengkrama, sedangkan aku Cuma melihat saja kenapa aku mau-maunya ikut Ino.' Aku bergumam dan mengerucutkan bibir sambil tertunduk.
" Sakura, kau kenapa?"
" eh." Aku menoleh apakah tidak salah dengar Sasuke yang bicara
"Sakura-chan, daijobu desuka."
Yaampun apa benar kami-sama dia memanggilku dengan suffix chan. Aku masih membatu rasa hangat menyerbu tubuhku aku lihat semburat merah dipipi Sasuke yang mulus.
" gomen, Sakura."
" ah." Mulutku menganga kenapa tiba-tiba dia minta maaf.
" jaa Ikimasyo." Sasuke menarik tanganku ke untuk berbalik kebelakang dia membawaku ke kedai tempat Sai dan Ino membeli Ice Cream.
" kau mau rasa apa?."
" strawbery vanilla."
"2 strawbery vanilla."
Tak lama kemudian cone Ice Cream telah ada di tangan, kami pun keluar masih dengan rasa canggung aku memakan Ice Creamku. Tiba-tiba Sasuke angkat bicara.
" Sakura kau ingat malam tahun baru di Mashion Hyuga?."
" haha aku ingat." Aku hanya tersenyum kecut.
" ya kau tau, teman-temanku menduga kita sudah berciuman, konyol sekali bukan."
Aku hanya mengganguk, ah aku pikir apa yang akan dia omongkan.
" saat aku bilang yang sebenarnya mereka tertawa terpingkal-pingkal sungguh, mereka bilang aku ini payah membiarkan gadis secantik dirimu begitu saja."
" ahah soudesuka, Karin dan Ino juga bilang begitu."
Aku tertawa renyah mendengar cerita Sasuke tentangku, tak ku sangka dia ternyata menyenangkan, menit selanjutnya kami berbincang-bicang dan tak terasa Ice Cream kami sudah habis
" Sakura." Dengan senyum Sasuke menawarkan padaku untuk saling bergandengan, langsung saja aku terima dengan senang hati."
" Sai bilang saat berkencan kau harus memperlakukan teman kencanmu dengan baik."
" ahaha kau ini, ne ayo pergi."
Hari sudah sore kami lanjutkan ke taman hiburan.
" kau mau foto."
" ayo."
Kami masuk kedalan mesin Photobox dan bergaya dengan berbagai pose, dan saat jepretan terakhir aku beranikan diri menyamakan tinggi degan Sasuke dan mencium pipinya, sungguh dia sangat terkejut namun kembali tersenyum setelahnya.
Kami keluar dengan membawa beberapa lembar foto.
" ah disini kalian rupanya." Ino melambai ke arah kami.
" coba aku lihat." Ino mengambil foto di tanganku.
" ah lucu sekali." Ucapnya bersamaan dengan Sai.
" jam 9 tepat kita bertemu lagi disini."
Semenit kemudian ia kembalikan foto itu kepada kami dan berlalu pergi dengan lambaian tangan.
" ne, mau main."
" ayo aku ingin naik kincir raksasa."
Lampu warna-warni bersinar menambah kemeriahan, wah indah sekali. Kincir berputar pelan tapi pasti memamerkan keindahan malam dengan sorot lampu yang bersinar terang.
" Sasu-kun, tau tidak?, aku harus siap menghadapi ledekan Ino dan Karin, besok."
" hah, kenapa?."
" tentang hari ini, yaa itu pasti konyol sekali."
"hn." Sasuke hanya menjawab singkat menerawang ke arah lain.
Ya ampun apakah aku salah bicara, wajahnya berubah datar lagi, Kami-sama sebegitunya.
" Saku-chan kau senang?."
" emh tentu saja."
" ayo mencoba permainan lain." Kini sasuke mengarahkan telunjuknya di jidatku. Aku pikir tadi dia akan marah.
" jaa."
Dengan penuh canda tawa kami bermain dalam wahana taman hiburan di temani kelip lampu, sungguh Sasuke ternyata orang yang menyenangkan.
...
...
...
" Saku ayo sedikit lagi."
" aaah aku capek." Dengan lemas aku meniti anak tangga menuju ke belakang bukit.
" ya ampun, cepat sedikit disini pemandangannya indah."
" hah~hah~ akhirnya sampai... waah indah sekali."
" benar kan indah."
" itu Ino dan Sai, mereka disini , ayo kesana."
" ayo."
"eh..." saat melihat pemandangan di depan air mataku tiba-tiba saja mengalir deras, aku tak tahu mengapa, tapi ini rasanya bercampur aduk.
" Saku, kenapa?." Tiba-tiba sepasang tangan Sasuke menarik tubuhku kehadapannya. Aku tak tahu mengapa tapi air mataku mengalir semakin deras, aku benci saat Sai dan Ino berciuman, mereka saling mencintai membuatku semakin iri.
" sudahlah jangan menangis" tiba-tiba Sasuke memelukku dengan erat dan mengusap pucuk kepalaku.
Sedetik kemudian Sasuke telah mengeliminasi jarak diantara kami, sentuhan lembut itu hinggap di bibirku, Kami-Sama apakah ini mimpi Sasuke menciumku.
" Sakura aku mencintaimu, sungguh, maafkan aku jika ini terlambat." Dia berbisik lirih dan kembali menciumku, kali ini aku balas ciumannya dengan penuh haru gembira.
" aku juga sangat mencintaimu Sasuke, sangat cinta." Aku balas menatap kedua onyxnya kemudian kembali hanyut dalam pelukannya.
" terimakasih Sasuke."
" jika, kau ingin kau tinggal bilang saja." Akhirnya dia tersenyum jahil kearah ku membuatku merona.
END
