Disclaimer: Hajime Isayama
Pairing: Petra x Levi
Genre: Romance
Summary: [Kumpulan Fluff] "Levi Heichou itu mungkin orang yang kasar, pemarah, dan sulit didekati. Tapi, sebenarnya Levi Heichou adalah orang yang..."
Only a Piece of Letter
Chapter 2: Pulang
-Papa, mungkin beberapa hari setelah surat ini tiba, aku sudah bisa bertemu dengan Papa. Setelah melakukan ekspedisi kecil, Levi Heichou mengizinkan kami mengambil liburan pendek selama tiga hari. Aku menyayangimu.
Petra-
Pria yang mungkin sudah terlihat berusia lima puluhan itu menatap surat dari putrinya yang sudah sampai empat hari yang lalu. Ia mendesah, ada apa gerangan dengan anak gadisnya, padahal ia mengetahui bahwa semua anggota tim pasukan khusus yang dikenalnya sudah berada di rumah. Apa ia harus mencari anaknya itu?
.
.
.
Empat hari yang lalu...
Petra Ral sudah selesai dengan tas ranselnya, sebentar lagi ia akan menemui Levi untuk sekedar berpamitan. Teman-teman yang lain sudah ada yang pulang mendahuluinya, tapi ia bangun kesiangan sehingga harus menyelesaikan beberapa barang yang belum di bereskan untuk pulang.
Ia berjalan keluar dan melintasi lorong markas mereka, ia melihat rumah itu akan semakin sepi dan mungkin tidak ada prajurit yang menyianyiakan kesempatan untuk pulang. Ia berdiri di depan pintu kamar kaptennya. Sebelum ia mengetuk ternyata pintu itu sudah sedikit terbuka, dan bisa mendengar pembicaraan dua orang di dalamnya.
"Terimakasih, saya mohon pamit. Apa Heichou akan menyelesaikan semua laporan itu sendirian?" Tanya sebuah suara, Petra yakin itu suara Eld Jinn. Mungkin pria tinggi itu sedang berpamitan pada Levi sebelum ia pulang. Tapi Levi tidak merespon ketika Eld bertanya, "anda tidak harus melakukannya sendirian, aku-"
"Kau pulang saja, aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri," suara berat Levi yang terlihat menghindar membuat Petra sedikit penasaran. "Lagi aku yakin kau punya orang yang menunggumu pulang kan? Jangan sia-siakan liburanmu." Petra tertegun, ia kemudian teringat desas-desus tentang Levi, matanya meredup, dan dadanya terasa sesak.
Eld terdiam sejenak ketika mencerna kata Levi, begitu juga dengan petra, "baik, sekali lagi terimakasih, Heichou." Eld berkata sekali lagi, dan sebelum Petra bisa bersembunyi, temannya itu malah membuka pintu dan ia terlihat seperti pencuri yang tertangkap basah saat melakukan pencurian.
Levi melihatnya dengan tatapan datarnya, "kau ingin berbicara sesuatu Petra?" Eld sedikit memberikan Petra wajah prihatin yang menyemangati sebelum ia melesat keluar.
Dengan gugup Petra menunduk, "iya, sa-"
"Kenapa kau diam disana? Masuklah." Ujar Levi, wajah Petra memerah, pikirannya berkecamuk tentang apa yang 'tidak' mungkin akan terjadi. Sementara Levi sudah berpaling dengan kertas-kertas diatas mejanya, pria itu duduk menyamping, sehingga Petra bisa mengamati postur wajahnya dari samping. "Pastikan kau menutup pintunya agar tidak ada yang menguping." kata Levi, sedikit menyindir Petra.
Gadis yang kini berwajah merah padam itu menutup pintu kamar Levi, dan ia mengambil jarak yang cukup jauh dengan Levi, takut jika mengambil langkah lebih jauh lagi, "Heichou," panggil Petra, sementara Levi masih fokus pada kertas-kertas laporannya yang menumpuk, Petra mengepalkan tangannya karena kerongkongannya terasa tercekat begitu saja, "aku tidak pulang, jadi aku ingin minta izin tinggal disini sampai yang lain kembali." Kata Petra, ia kemudian mengigit pipi bagian dalamnya untuk mencegahnya semakin gugup.
Ketika mencerna kalimat itu, Levi segera beralih pada gadis berambut pendek dengan warna karamel itu. "Aku pikir kau sudah menanti-nantikan ini, Petra."Levi menatapnya begitu dalam, dan seolah-olah Petra melakukan sebuah tindakan kriminal. Levi seperti ingin menyampaikan sesuatu, tapi ketika ia menatap mata Petra yang sepertinya begitu bersungguh-sungguh dengan keputusannya akhirnya Levi mengurungkan niatnya dan berkata, "baiklah, kau boleh tinggal disini, kalau begitu aku ingin kau membantuku menyelesaikan beberapa laporan ini, mungkin lebih cepat menyelesaikannya berdua." kata Levi.
Petra tersenyum lebar, "baik, Heichou." Kata Petra.
.
.
.
"Petra, kau tidak menjawab-" Levi menahan suaranya ketika memasuki ruangan Petra, markas mereka sudah sepi. Hanya tinggal mereka berdua disana, bukan menjadi rahasia lagi jika Levi memang tidak memiliki tempat yang bisa disebut 'pulang', tapi Petra baru pertama kali ini melewati liburannya. Levi masih penasaran apa yang mengganggunya.
Ia mendekati gadis yang kini tengah tertidur diatas mejanya, ditemani sebuah lilin yang sudah habis setengahnya, di dekatnya ada sebuah kertas yang sudah berisi beberapa kalimat. Apa itu surat? Levi melihat tulisan rapi itu, dan membacanya.
.
.
.
-Papa, maafkan aku kalau aku tidak pulang kali ini. Aku yakin Papa mencemaskan aku. Tapi aku sudah memutuskan kalau aku ingin menemani Levi Heichou, aku tidak ingin meninggalkannya sendirian. Ini sebagai tanda terimakasihku pada Levi Heichou karena sudah membimbingku selama ini. Dan aku harap Papa mengerti. Aku akan mengirimkan beberapa oleh-oleh bersama surat ini.
Petra-
.
.
.
Surat itu baru sampai beberapa menit sebelum dia meninggalkan rumah untuk mencari tahu keadaan putrinya. Dan disana dikirim bersama sebuah bungkus berisi buah kesukaannya, Petra sudah mulai tumbuh dewasa.
OWARI
(A/N)
Hallo! Saya kembali dengan chapter 2!
Terimakasih untuk readers yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca dan memberikan reviewnya. Aku benar-benar terharu.
Oh iya, aku ubah aja deh caranya Petra manggi ayahnya, dari Tou-san jadi Papa. Kenapa? Entahlah, itu hanya keinginan egoisku #plak Tapi kalau ada yang keberatan, boleh bilang kok, nanti aku bisa pertimbangkan ulang XD
Baik, kayaknya aku ga bakal curcol banyak, tapi aku ingin memberikan beberapa bocoran untuk chapter depan. Mengingat Petra dan Levi ada di markas yang sama selama 4 hari 3 malam berdua, jadi mungkin aku berencana buat chapter untuk hari-hari mereka berdua.
Hoho.
Oke deh. Itu saja. Sampai ketemu chapter depan.
Salam
Alapenny
Review Please? :)
