A Remake Fic From Mami Ju2E
.
Based On Today, I'm Bidding You Farewell Manga
by: Madarame Hiro
.
Ide cerita milik Madarame Hiro Sensei, dengan penambahan dan pengurangan seperlunya.
.
Main Cast:
Kyuhyun dan Sungmin
.
Other Cast:
Kim Jongwoon (Yesung) dan Kim Ryeowook
.
Warning:
Boys Love, Typo (s)
.
enJOY
.
Kisah cinta antara Cho Kyuhyun dan Kim Ryeowook? Bagus, aku mendapatkan bonus kesialan hari ini. Bagaimana bisa anak ini menyebut nama haram itu di depanku? Dan berani-beraninya dia menyebut nama haram dan kata cinta dalam satu kalimat. Ada apa ini? Aku tidak sedang dijebak kan? Atau ini hanya bagian dari lelucon candid camera yang payah, karena jujur saja ini sama sekali tidak lucu. Aku serius.
Satu hal yang mungkin tidak kulakukan sebelum mendekati Kyuhyun adalah mencari tahu apakah dia mengenal Kim Ryeowook sebelumnya. Dan lihat hasil kelalaianku, aku terpaksa dibuat terperangah seperti orang bodoh—sangat bodoh kurasa—saat Kyuhyun menyebutkan namanya. Oh semoga Kyuhyun hanya menggunakan istilah 'kisah cinta' sebagai anekdot saja. Aku tidak tertarik mendengarkan bualan yang berhubungan dengan nama sialan itu. Hariku sudah cukup tegang dan membuatku lumayan stress untuk membuat pengakuan ini.
"Aku tidak tertarik. Maaf." tolakku dengan halus. Ayolah siapa yang akan peduli dengan ceritanya dan Kim Ryeowook. Kami akan segera putus. Aku selamat dan dia akan lebih selamat lagi. Aku ingin hidup dengan tenang setelah ini.
"Tapi kau harus mendengarkan ceritaku." tuturnya tetap halus. "Kau harus mendengarkan ini, supaya bisa meluruskan semua kesalahpahaman yang selama ini membutakan mata kita." jelasnya.
Tidak mau! Aku tidak mau! Aku mau semua ini selesai! Persetan dengan kesalahpahaman. Tahu apa dia tentang semua ini?
"Sekali lagi maaf, Kyu. Tidak ada yang perlu kau ceritakan. Aku sudah baik-baik saja. Lagipula dengan atau tidak ada ceritamu dengan Kim Ryeowook aku akan tetap melakukan ini." kataku. "Seharusnya akulah yang akan banyak bercerita, aku harus meyakinkanmu dengan semua alasan yang kupunya agar aku boleh membenarkan tindakanku selama ini. Tapi aku tahu diri, aku sudah melakukan kesalahan dan aku tidak akan menambah kesalahan lagi dengan mencari-cari alasan untuk membela diri."
Kyuhyun menatapku. "Bukan kau satu-satunya orang yang bersalah di sini, Sungmin." Ia memutar jarinya di bibir cangkir yang ada di hadapannya. "Kau memanfaatkanku," ia menatapku lagi, "tapi aku juga memanfaatkanmu untuk kepentinganku sendiri."
Hahaha. Aku ingin sekali tertawa sekeras-kerasnya. Tapi tak bisa. Tubuhku tiba-tiba saja membeku, seperti disiram dengan jutaan kubik air es. Lelucon apa lagi ini?
"Kau sengaja mengatakan ini untuk membuatku merasa makin buruk di hadapanmu kan?"
"Tidak. Tidak begitu. Justru aku melakukannya agar kau tidak merasa terpuruk sendiri."
"Tahu apa kau tentang perasaanku?" geramku mulai marah. Anak ini sok tahu, dia tidak mengenalku. Sungmin yang dikenalnya selama ini adalah pemuda fiktif yang penuh kemunafikan. Bodoh sekali sekali jika ia mengira aku akan merasa terpuruk dengan pengakuan yang sudah kupersiapkan dengan matang ini.
"Aku tahu bagaimana perasaanmu karena aku juga merasakan apa yang kau rasakan."
"Hentikan—"
Kyuhyun segera memotong sebelum aku menyelesaikan kalimatku, "Aku mengenalnya sejak kecil. Kami dibesarkan bersama, dalam lingkungan yang sama. Kami begitu dekat, selalu bersama dan tidak pernah terpisahkan. Aku menganggapnya sebagai sahabat yang sangat baik, karena kami saling mengerti satu sama lain. Tapi semua berubah ketika aku mulai beranjak dewasa dan belajar mengenal cinta. Aku jatuh cinta kepada seorang gadis di sekolah kami, lalu meminta Ryeowook untuk membantuku mendekati gadis itu. Awalnya dia menolak, dengan alasan gadis itu tidak cukup baik untukku. Tapi akhirnya dia bersedia dan mau membantuku."
"Jangan katakan ceritanya hanya sampai di situ!" bentakku setelah mendengarkan ceritanya.
Kyuhyun tersenyum, "Belum selesai. Gadis itu mati dalam sebuah kecelakaan."
Aku terperangah, lalu menatapnya dengan tidak percaya. Bagaimana bisa dia begitu santai saat menceritakan ini padaku? Lihat wajahnya, dia tersenyum! Demi Tuhan anak ini tersenyum saat menceritakan kematian gadis yang dicintainya!
"Lalu?" Aku masih penasaran dengan lanjutan ceritanya.
"Aku patah hati. Aku benar-benar bersedih. Itu cinta pertamaku dan rasanya sangat menyakitkan. Aku belum sempat mengajaknya berkencan dan aku bahkan belum sempat memberikan hadiah pertamaku untuknya. Semuanya begitu cepat dan tiba-tiba."
Kyuhyun meletakkan kedua sikunya di atas meja, lalu mengaitkan jemarinya. "Dalam kesedihanku Ryeowook datang untuk menghiburku." Ia berhenti sejenak untuk menatapku lagi, "kemudian sama seperti malam pertama kita, aku tidurnya dengannya."
Aku mulai merasa mual. Mereka pernah melakukan 'itu'?
"Sudah cukup. Aku tidak mau mendengar apa-apa lagi." Ujarku mengangkat tangan. Aku tidak bisa membayangkan mereka melakukan itu. Rasanya sangat menjijikkan.
Tapi sepertinya Kyuhyun tidak mendengarkan, ia melanjutkan ceritanya, "Setelah itu Ryeowook menyatakan perasaannya padaku. Tapi aku terlalu takut menghadapi pengakuan tersebut. Bagaimana mungkin sahabatku menyimpan perasaan seperti itu terhadapku? Aku merasa terpukul dan memilih untuk kabur dari kenyataan. Aku memutuskan untuk menjauhinya untuk selama-lamanya. Aku terlalu pengecut untuk menghadapinya dan mempertanggungjawabkan perbuatanku."
Aku membayangkan mereka seperti aku dan Jongwoon. Apa yang terjadi padaku jika dia juga memperlakukanku seperti itu? Aku tidak sanggup membayangkannya.
"Setelah itu kudengar dia pindah ke sekolahmu. Aku cukup lega, meskipun rasa bersalah itu tidak pernah hilang. Aku berharap dia akan segera melupakanku dan menemukan orang yang lebih baik dariku. Kemudian aku melihatnya bersama temanmu, Kim Jongwoon. Mereka begitu dekat dan sejak itu aku menganggap Ryeowook sudah melupakanku. Perlahan aku belajar memaafkan diriku sendiri."
"Akibat perbuatanmu Kim Ryeowook malah merebut Jongwoon dariku." Gumamku pahit.
"Saat itu aku tidak mengenalmu. Setidaknya sampai aku melihatmu selalu memperhatikan mereka berdua. Sejak itu pula aku mulai mencari tahu tentangmu. Tidak banyak yang kudapat, yang kuketahui kau dan Jongwoon dulunya adalah sahabat karib. Tapi hubungan kalian semakin renggang semenjak mereka berhubungan. Aku menganggap itu sebagai ketidakberuntunganmu saja."
"Brengsek!" desisku marah.
"Kukira Ryeowook sudah melupakanku, tapi ternyata tidak. Dia masih menyimpan perasaannya terhadapku. Dia datang padaku setelah mengetahui kami kuliah di tempat yang sama. Ryeowook bercerita bahwa sebenarnya dia tidak pernah mencintai Jongwoon. Jongwoon hanyalah pelarian agar dia bisa melupakanku."
"Bajingan!" umpatku.
"Kemudian dia meminta kesempatan untuk memulai hubungan kami dari awal. Aku menolaknya, aku tidak mau menerimanya hanya karena rasa kasihan dan rasa bersalah. Aku terus berusaha untuk menghindarinya. Lalu kau muncul seperti jawaban atas semua kebingunganku saat itu. Kita semakin dekat dan malam itu pun terjadi. Saat itu aku mengira memang terjadi sesuatu di antara kita, dan karena aku tidak mau mengulang kesalahan yang sama akupun memutuskan untuk menerimamu. Aku berharap dengan keputusanku itu aku bisa membuat Ryeowook mundur dan benar-benar melupakanku."
"Dan rasanya cara itu berhasil, Ryeowook sudah tidak pernah lagi menemuiku. Akupun memutuskan untuk melanjutkan hidupku dengan tenang, bersamamu. Aku belajar menerimamu dan berusaha melupakan bayang-bayang cinta pertamaku. Hingga detik ini aku sudah berhasil melupakan cinta pertamaku. Aku harus berterima kasih padamu." Ia tersenyum lagi padaku. "Tapi karena itu aku harus menambah satu dosa lagi. Yaitu kau, Sungmin."
Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Semua penjahat berkumpul dalam rencana jahat masing-masing dan lihat bagaimana akhirnya. Tidak ada satupun yang menang. Semua penjahat kalah dan terlihat bodoh.
Aku bukan korban, justru Jongwoon lah yang menjadi korban atas semua permainan kotor ini. Ya Tuhan!
"Aku tidak bisa menerima ini." Gumamku semakin tidak mengerti. "Kau dan Ryeowook sama-sama brengsek!"
"Lalu bagaimana denganmu?" tanyanya dengan sudut bibir terangkat.
"Aku seperti ini karena perbuatan busuk kalian di masa lalu!" ujarku panik. Ya, aku memang sama brengseknya seperti mereka. Tapi mereka sudah keterlaluan. Mereka sudah menyakiti orang yang tidak bersalah. Jongwoon tidak seharusnya terseret dalam kebusukan orang-orang ini. "Sekarang semuanya sudah impas. Kau dan aku sudah saling memanfaatkan. Kita sudah sama-sama mendapatkan tujuan masing-masing. Aku rasa hubungan ini memang sudah tidak perlu dilanjutkan. Ayo berpisah."
"Lalu?"
"'Lalu?' Lalu apa? Ini sudah berakhir."
"Kau akan membiarkan hal seperti ini terulang lagi?"
"Apa maksudmu? Sudah kukatakan ini sudah berakhir." Bentakku keras. Mataku mulai terasa panas, aku hampir menangis.
Kyuhyun mengulurkan tangannya, lalu menyentuh pipiku. Seperti tadi, lembut dan hangat.
"Jika kita berpisah, kita akan berpisah dengan perasaan dendam. Terutama kau."
Aku berusaha menepis tangannya, namun dia memberi isyarat dengan matanya yang tajam ke arahku. Air mataku pun jatuh melewati pipiku tangan tangannya.
"Sebenarnya aku juga tidak terima telah dimanfaatkan seperti itu olehmu. Kau bayangkan bagaimana frustasinya aku ketika menyadari telah melakukan kesalahan yang sama terhadapmu. Tapi semua itu hanya rekayasamu, dan harus aku akui aktingmu sangat luar biasa. Aku percaya padamu dan berusaha membuat keadaan yang berbeda denganmu. Tapi sekali lagi semua itu palsu. Sikap manis yang selalu kau tunjukkan padaku ternyata bukanlah dirimu, kau tidak manis sama sekali. Kau penuh dengan kelicikan dan rasa dendam."
"Tutup mulutmu." Gumamku kian marah.
"Jadi, aku tidak bisa melepasmu begitu saja. Kau mungkin saja akan merencanakan hal yang lebih licik daripada ini untuk membalasku dan membawa lebih banyak orang yang tidak berdosa ke dalam masalah ini."
"Aku tidak seperti teman brengsekmu itu!"
"Kalian sama. Aku tahu itu."
"Tidak! Jangan pernah menyamakanku dengan manusia brengsek itu."
"Bukan aku yang menyamakan kalian, justru tindakanmu lah yang membuatnya seperti itu."
Kyuhyun mengangkat tangannya lalu meletakkannya di atas tanganku yang masih mengepal. Aku baru sadar tubuhku begitu tegang, semua kenyataan ini membuatku kepala serasa diregang dan disusupi oleh berbagai potongan-potongan informasi yang tak ingin kudengar.
"Kau boleh marah padaku. Tapi aku tidak bisa melepaskanmu. Anggap saja dengan tetap bersama kita bisa membalas dendam masing-masing. Kau boleh menyakitiku dengan caramu, tapi kau tidak boleh membawa orang lain ke dalam masalah kita."
"Aku sudah tidak peduli dengan semua ini. Bukankah sudah kukatakan aku ingin menyudahi semuanya yang berhubungan dengan kau dan Kim Ryeowook. Aku hanya meminta kita berpisah secara baik-baik. Seharusnya kau menerima."
"Belum terlintas di benakku untuk melepasmu, Sungmin-ah. Maaf, aku masih mau melanjutkan ini."
"Kenapa kau melakukan ini? Aku sudah menyakitimu. Harusnya kau menyingkirkanku. Aku tahu kau tidak sebodoh ini."
"Aku hanya tidak mau kau menjadi Ryeowook yang kedua."
Hatiku semakin hancur ketika mendengarnya mengatakan itu. Ryeowook, Ryeowook, selalu nama itu. ketika aku ingin melepaskan diri nama itu selalu mengejarku. Ini kah karma untukku? Ini terlalu kejam! Aku sangat membencinya.
"Aku bukan Ryeowook. Aku bukan dia!" ujarku tak tahan. Aku tidak akan pernah mau disamakan dengan orang seperti dia.
"Sungminku, bagaimana aku bisa melepasmu jika kau terlalu mencintaiku seperti ini." Katanya dengan senyum lembutnya yang kini membuatku muak dan ingin lari. ""
"Brengsek. Kau memang brengsek, Cho Kyuhyun. Aku tidak pernah mencintaimu!"
Kyuhyun tidak bergeming, dia hanya terus menatapku dengan senyum sialnya itu.
"Aku memang brengsek. Tapi kau juga, Sungmin-ah." Balasnya menyeringai.
.
.
.
Pada akhirnya Kyuhyun akan terus mengikatku. Ryeowook hilang, Jongwoon tak pernah terlihat. Yang tersisa hanya aku dan Kyuhyun. Apa yang harus aku lakukan? Misi jahat sudah selesai, Kyuhyun kudapatkan sebagai imbalan. Namun untuk seterusnya hidupku tak akan tenang, karena semua ini hanya sisa-sisa dendam. Kami akan terus menyakiti sampai salah satu di antara kami benar-benar mati.
Dan misi terakhirku adalah memastikan siapa yang mati lebih dahulu di antara aku dan Cho Kyuhyun.
.
The End
.
Gaje kan?
Ckckck...sama2 jahat. Menurut kalian siapa yang paling jahat? Sungmin? Atau Kyuhyun?
Endingnya rada beda sama cerita aslinya.
.
Btw maaf kalo akhir2 ini saya jarang update, tapi saya usaha buat nyicil sedikit demi sedikit. Alhasil updatenya lelet.
Buat yang nungguin ARSALS saya usahain buat update secepatnya. Makasih karena kalian masih mau nungguin ceritanya. ./
Sekali lagi makasih banyak buat udah yang ngikutin Today I'm Bidding You Farewell dari awal sampe akhir.
Sampai ketemu di cerita lainnya. O/
.
NO COPAST KAY!
.
Mami Ju2E
