Declamer Character : Masashi Kishimoto
Pairing : SasufemNaru
Rate. : M
Genre : Romance, Friendship
Warning : Lemon?
My Beloved Girl
Semua orang tahu jika seorang Uchiha Sasuke itu jenius, tapi berkat ide brilian bin cemerlangnya yang mengakui Uzumaki Naruto sebagai calon istri yang entah dari mana asal muasal gosip itu menyebar ke lingkungan sekolah semua jadi meragukan kejeniusannya bahkan si preman biang onar rekan segeng Naruto merasa kasihan pada sosok ketua osis berwajah pangeran namun berjiwa iblis itu.
"Woi Sasuke, istrimu sedang menganiaya senior apa kau tak menghentikannya? " ucap Neji yang membuatnya hampir saja kehilangan kepala akibat vas bunga yang mendadak bisa terbang.
"Jaga ucapanmu Hyuuga "
Bukannya takut Neji malah asik memperhatikan tindakan Naruto yang tengah menganiaya senpainya, dia memang sedikit tertarik dengan gadis itu pasalnya di sekolah ini hampir seluruh siswi memujanya dan Sasuke tapi Naruto malah memaki- makinya, apalagi terhadap Sasuke, dia akan langsung beringas jika disentuh sedikit saja.
Demi apa Sasuke benar- benar mengutuk mulutnya yang kemarin sudah berkata mencintai cewek gila macam Naruto. Harusnya dia bilang saja kalau pacaran dengan si bohai berdada besar Tsunade, itu jika esoknya dia bisa selamat dari kubangan penuh kodok milik Jiraiya. Membayangkannya saja sudah membuat tubuhnya bergidik ngeri. Atau paling tidak dengan Konan senpai yang cantik jelita dengan menumbalkan wajahnya yang mulus kinclong untuk diberi piercing- piercing yang diraguka kehigienisannya seperti kekasihnya saat ini.
"Hei Sasuke, sampai kapan kau akan melamun. Istrimu bisa membunuh guru kita jika kau terus membiarkannya" Neji menunjuk ke arah Naruto yang sudah beralih pada korban barunya.
" Kami Sama " Sasuke mengusap wajahnya frustasi, sampai kapan cewek itu akan membuatnya stres. Dia bisa cepat tua jika terus memikirkannya.
.
.
.
.
" NARUTO ! " raung wanita yang tadi sempat singgah di pikiran Sasuke. Wanita itu langsung menjewer telinga Naruto begitu sampai di tempat tujuan. " Bocah nakal kenapa kau selalu membuat masalah " omelnya sambil menyeret Naruto menuju ruangannya.
" Baa-chan lepaskan telingaku sakit " Naruto meringis kesakitan akibat tangan Tsunafe yang tak melepasan telinganya.
" Biar, kau harus mendapatkan hukuman kali ini " Tsunade terus menyeret Naruto hingga sampai ruangannya dan menendang pintu sekeras mungkin hingga terbuka, Shizune yang kebetulan berada di dalam hampir saja jantungan. " Duduk! " perintahnya.
Naruto merengut sambil memegangi telinganya yang terasa hampir putus kemudian duduk bersila di depan Tsunade yang tengah berkacak pinggang " Sekarang jelaskan kenapa kau menghajar senior dan juga gurumu "
" Nenek lihat, senior tadi sudah mengotori seragamku " ucap Naruto sambil menunjuk secuil noda di seragamnya dan Tsunade harus benar- benar memincingkan matanya agar bisa melihat.
" Lalu kenapa kau juga memukuli guru? "
" Karena dia sudah berani memukul pantatku " jawab Naruto cepat. Matanya memincing penuh dendam pada tua bangka berkepala botak yang menjadi guru sastra di sekolahnya. Dia berjanji jika bertemu lagi dia akan balas memukul pantatnya dengan tongkat baseballnya yang sudah memakan puluhan korban. Padahal guru itu tidak sengaja, Naruto sendiri yang berjalan kearahnya dan tanpa permisi pantatnya menyenggol kemoceng yang dipegang oleh guru itu.
Tsunade pasti sudah struk jika tidak teringat pada dua buah dadanya yang seksi, selama dia menjabat sebagai kepala sekolah hanya Naruto yang berani memanggilnya nenek dan berbuat ulah.
Sasuke yang saat itu kebetulan lewat di depan ruangan Tsunade tanpa sengaja mendengar obrolan mereka ( ingat seorang Uchiha tidaklah menguping ) mengumpat dalam hati. Dia bersumpah akan menguliti tangan cabul yang sudah berani memegang pantat Naruto, padahal dia sendiri belum pernah memegangnya.
Plak...
Sasuke menampar pipinya sendiri, kenapa lama- lama dirinya seperti orang cabul padahal jika dilihat Naruto itu tidak ada seksi- seksinya, batin Sasuke asambil melihat ( ingat kawan Uchiha tidak pernah mengintip ) Naruto yang masih bersila di depan Tsunade sambil menggembungkan pipinya. Melihat bagaimana penampilan cewek di depannya yang begitu serampangan ( padahal siswi lain saling bersaing siapa yang paling cantik dan seksi ) tapi jika tanpa pakaian? sekelibat ingatan tentang tubuh Naruto kemarin mampir di kepalanya membuat wajah Sasuke berubah mupeng sambil memandangi tubuh Naruto. Sasuke sudah memutuskan jika misinya hari ini adalah bokong Naruto, bagaimanapun caranya bokong itu harus bersih dari tangan- tangan cabul orang lain. Hanya dirinya yang boleh mencabuli bokong Naruto. lol
" Mulai hari ini kau harus membersihkan toilet selama satu minggu " perintah Tsunede, harap- harap cemas apa hukumannya kali ini bisa membuat Naruto kapok.
" Tidak mau " tolak Naruto cepat " aku bukan cleaning service, jika Baa-chan ingin cari gratisan suruh saja orang lain "
Plak...
" Ya! kenapa Baa-chan memukul kepalaku. Ini tindakan anarkis penganiayaan pada murid " protes Naruto, Tsunade hampir kejang- kejang mendengarnya. Tidak pas sekali jika kata- kata itu keluar dari mulut orang yang hampir setiap hari menganiaya orang lain.
" Tidak ada penolakan jika kau tidak mau melakukannya aku akan memanggil Kushina kemari "
Oh god, ini berita yang bagus sekali. Jika sampai si ratu neraka itu dipanggil, Naruto yakin jika bukan hanya toilet sekolah yang harus dibersihkannya melainkan seluruh toilet yang ada di Konoha. " Ok akan aku lakukan asal Baa- chan tidak memanggil Kaa- san "
" Bagus sekarang kerjakan tugasmu" Tsunade tertawa dalam hati melihat Naruto yang tampak kesal keluar dari ruangannya,
.
.
.
.
" Ya! Kenapa cuma diam cepat kerjakan " bentak Naruto pada budak yang baru saja dipungutnya saat keluar dari ruangan Tsunade beberapa saat yang lalu " itu sikat wc bodoh, kenapa kau menggunakannya untuk menyikat lantai "
Kesebelas pemuda yang tadinya hendak bermain sepakbola itu mengumpat dalam hati, mimpi apa mereka semalamm sampai harus berurusan dengan cewek macam Naruto, padahal jika dilihat gadis itu cantik sekali tapi semua cowok akan berpikir ribuan kali untuk mendekatinya setelah tahu sikap aslinya. ' Kami sama turunkan malaikatmu yang baik hati untuk kami ' mohon mereka dalam hati.
Klek...
Semua penghuni toilet langsung memandang kearah pintu saat mendengar suara pintu dibuka dan jreng... jreng... jreng... kesebelas pemuda itu bersorak gembira saat tahu siapa yang datang. Mereka sampai menangis haru karena Kami- Sama benar- benar mengirimkan malaikatnya meski berjiwa iblis, setidaknya hanya orang ini yang bisa menangani kebengalan Naruto.
" Apa yang kau lakukan Dobe? " tanya Sasuke sambil menatap tajam kearah Naruto yang duduk bersila di atas meja yang didapatnya entah darimana kemudian matanya beralih pada kesebelas pemuda korban kerja paksa Naruto. " Apa yang kalian lakukan di sini? "
" Apa matamu sudah buta Teme, kau tidak lihat mereka sedang bekerja " jawab Naruto sewot, dia sudah merasakan firasat buruk sejak melihat wajah menyebalkan milik Sasuke.
" Kalian keluarlah biar si Dobe ini yang mengerjakannya " titah Sasuke bijak, pantas sekali dia memiliki banyak fans.
" Arigatou senpai " ucap semuanya bebarengan dan secepat kilat meninggalkan ruangan terkutuk yang sudah membuat mereka trauma, mereka berjanji dalam hati untuk tidak dekat- dekat dengan Naruto. Kapok.
" Sekarang turun dan kerjakan tugasmu " perintah Sasuke berlagak layaknya bos kesiangan, matanya memincing tajam kearah Naruto.
" Ogah, kau yang mengusir mereka jadi kerjakan sendiri " jawab Naruto santai, sejak awal tatapan legendaris yang diturunkan turun temurun oleh keluarga Uchiha tak pernah mempan padanya.
" Dobe kau " desis Sasuke berbahaya namun Naruto malah memutar bola matanya bosan. Dia juga tidak takut pada desisan alay dari Sasuke si pahlawan kesiangan. " Lakukan atau- "
" Ok.. ok.. akan aku kerjakan " dengan malas Naruto turun dari meja, kini gantian Sasuke yang duduk di atas meja dia menyilangkan kakinya di atas kaki satunya lagi, kedua tangannya bersedakep di depan dada. Benar- benar gaya bos sejati.
Naruto itu bukan gadis baik, rajin menabung dan tidak sombong. Dia itu biang onar, suka menindas dan membolos, dia juga bukan gadis penurut seprti fans Sasuke yang bahkan rela menjilat sepatu idolanya.
Sret byurr...
" Ups gomen Teme tanganku licin " ucap Naruto tanpa dosa setelah berhasil menyiram pantat ayam Sasuke dengan air bekas pel.
" Grr... " Sasuke menggeram penuh amarah, gadis di depannya ini kenapa tidak ada manis- manisnya. Apa perlu dia memasukkannya ke pabrik gula biar sekalian digiling disana. " Kau memang harus diberi pelajaran Dobe " ucap Sasuke penuh penekanan pada setiap kata- katanya, Naruto sudah menyiapkan kuda- kuda saat Sasuke berjalan dengan aura hitam kearahnya.
Sret duaghh...
Naruto tersenyum meremehkan saat tendangan Sasuke meleset dan malah mengenai ember di belakangnya. " Kau meleset Teme " cibirnya dan secepat kilat Naruto melangkah kabur sebelum tertangkap iblis di depannya. Baru saja keluar dari toilet tiba- tiba muncul seseorang di depannya membuat Naruto harus bersalto untuk menghindar.
Tap...
Dengan sukses kaki Naruto kembali berpijak pada lantai, dia menoleh ke belakang untuk melihat wajah murka Sasuke. Dan tanpa membuang waktu Naruto kembali berlari sekuat tenaga ngeri kalau sampai tertangkap oleh Sasuke yang tengah murka bisa- bisa dia nanti pulang tanpa pakaian, si Teme itukan mesum.
" Cih jangan bermimpi bisa lolos dariku Dobe " Sasuke berlari sekuat tenaga persetan jika dirinya adalah ketua osis dan larangan untuk berlarian di koridor sekolah. Yang dia butuhkan saat ini adalah gadis gila itu dia harus bertanggung jawab karena sudah membuat kotor Uchiha Sasuke yang agung.
.
.
.
.
Nyatanya sampai jam sekolah berakhir Sasuke tak menemukan sosok Naruto dan mau tak mau dia harus membawa tas milik Naruto. Salahnya sendiri berani menyekap Naruto di rumahnya, Kushina sampai syukuran untuk merayakan kebebasannya. Sasuke tiba di rumah saat langit sudah mulai gelap, keadaan rumahnya yang selalu sepi membuat Sasuke teringat perkataan Naruto " Cih " Sasuke mendecih sebal saat teringat Naruto, untung dia memiliki seragam cadangan.
Klek...
"... "
"... "
Mata Sasuke terpaku melihat pemandangan di hadapannya, ini memang bukan yang pertama kali namun mata Sasuke selalu sulit berpaling dari dua gundukan lemak di dada Naruto. Tiba- tiba saja tangannya gatal dan tenggorokannya terasa kering.
" Yak mesum apa yang kau lihat! " teriak Naruto sambil melempar bantal kearah Sasuke, dengan buru- buru dia menyambar kemeja Sasuke dan memakainya asal namun belum sempat mengancingkannya Sasuke sudah menariknya terlebih dahulu " lepas Teme... " dengan sekuat tenaga Naruto berusaha mempertahankan pakaiannya namun Sasuke juga tetap keukeh menariknya.
" Ini kemejaku Dobe "
" Akan aku kembalikan tapi lepaskan dulu tanganmu "
" Aku mau sekarang "
" Baik tapi lepaskan tanganmu " lama- lama Naruto kesal juga kenapa si Teme pantat ayam di depannya ini tak mau mendengarkan ucapannya dan masih menarik paksa kemeja yang dikenakannya.
Sret dukk...
Tubuh Sasuke terhuyung ke belakang saat tanpa aba- aba Naruto menendangnya " kau yang memaksa Teme " Naruto sudah menyiapkan kuda- kuda jikalau Sasuke membalas dendam.
" Kau selalu membuatku repot Dobe " tiba- tiba Sasuke melepas kemeja sekolahnya disusul kaos hitam tanpa lengan yang selalu dia gunakan. Membuat tubuhnya yang mulai terbentuk terpampang jelas di hadapan Naruto..
" Apa yang kau lakukan Teme? " tanya Naruto heran melihat tingkah aneh Sasuke, apa di sekolah tadi dia kesambet jin penunggu sekolah atau otaknya konslet karena tadi dia mengguyurnya dengan air bekas pel. Alis Naruto naik sebelah saat Sasuke melepas celana sekolahnya, kini pemuda itu hanya menggunakan boxer hitam bergambar tomat.
" Aku akan memperkosamu " jawab Sasuke enteng, berharap ucapannya barusan bisa membuat Naruto yang kurang ajar takhluk padanya. Sayangnya Naruto bukanlah sosok yang akan gentar oleh setiap ancaman dari Sasuke, lagi pula siapa juga yang takut diperkosa oleh cowok ganteng macam Sasuke yang ada mereka malah berebut untuk memperkosa Sasuke.
" Seperti kau bisa melakukannya saja " cibir Naruto sambil memandang remeh Sasuke.
" Kau akan menyesal Dobe " dengan gerakan cepat Sasuke segera melesat kearah Naruto, tangannya mengepal ingin meninju rahang gadis itu namun Naruto berhasil menghindarinya. Kaki Sasuke ikut menyerang kebagian perut namun lagi- lagi Naruto bisa menghindar, pantas sekali dia disegani di sekolah kebanyakan murid cowok memilih mencari aman dengan Naruto dari pada berakhir di rumah sakit.
Sret Srakkk...
Dengan satu tarikan sekuat tenaga dari Sasuke kemeja yang dikenakan Naruto berhasil lepas dan tergeletak di lantai menjadi dua bagian, Sasuke tersenyum senang sementara Naruto memaki dalam diam. Lagi Sasuke kembali menyerang Naruto, pemuda itu antusias sekali ingin menjatuhkan Naruto. Dia benar- benar akan puas jika berhasil menjatuhkan rubah betina Konoha High School.
Fugaku, Mikoto dan Itachi tiba di rumah saat jam menunjukkan pukul tujuh malam, keadaan rumah yang sepi membuat mereka sedikit heran pasalnya sejak Naruto tinggal di kediaman Uchiha rumah itu menjadi berisik oleh celotehan gadis itu.
" Apa mereka belum pulang? " Itachi melihat jam di pergelangan tangannya " ini sudah terlalu malam untuk anak sekolah "
" Ini pasti pengaruh buruk yang dibawa gadis itu pada Sasuke " sejak awal dia sudah tidak suka dengan keberadaan Sasuke, diakan ingin punya mantu yang unyu- unyu.
Bruakk...
"Akkkhh... "
Itachi dan Mikoto tersentak kaget saat mendengar suara benturan keras diikuti teriakan nyaring dari lantai atas, buru- buru ketiganya menuju sumber teriakan yang ternyata adalah kamar Sasuke. Dari luar mereka bisa mendengar bunyi- bunyi aneh juga teriakan- teriakan mencurigakan yang membuat ketiganya salah paham. Fugaku, Itachi dan Mikoto sudah ketar- ketir saat membayangkan kelakuan dua remaja yang terkurung dalam satu ruangan.
" Tou- san buka pintunya "
" Kenapa harus Tou- san, kau lebih dekat dengan pintu Itachi "
" Akkhh... Naruhhh... "
Teriakan dari dalam membuat tubuh ketiganya menegang, sehebat apa sebenarnya permainan mereka sampai membuat Sasuke berteriak atau jangan- jangan mereka bermain kasar menggunakan alat- alat BDSM begitu. Pikiran ketiga orang itu semakin liar, wajah Mikoto sendiri sudah memerah mendengar teriakan putranya dari dalam kamar.
" Aku tidak menyangka jika Otou menyukai permainan kasar " ucap Itachi yang langsung mendapat delikan tajam dari Fugaku dan Mikoto " apa kita harus membukanya, bagaimana kalau mereka se- "
" Lakukan " ucap Fugaku tegas " jangan sampai anak itu mempermalukan keluaga kita dengan menghamili anak orang, kalau perlu kita nikahkan mereka malam ini juga " putus Fugaku, Mikoto hendak protes namun langsung bungkam saat mendapatka delikan dari sang suami. " buka pintunya "
" baik "
Di dalam kamar
" Sialan kau Teme " maki Naruto, keduanya nampak ngos- ngosan dengan tubuh yang basah oleh keringat. Naruto sendiri harus ekstra hati- hati dari tangan gatal Sasuke yang semenjak tadi berniat menelanjanginya. Salahkan saja dirinya yang ketiduran dan baru mandi saat langit sudah gelap juga waktunya yang tidak pas saat ganti pakaian hingga harus kepergok mata cabul Sasuke.
" Kau yang memulainya Dobe, sekarang kau harus menerima akibatnya " entah bagaimana tubuh Sasuke saat ini hanya berbalutkan celana dalam. Ini memang hal paling memalukan yang dilakukan olehnya tapi jika ini bisa membuat Naruto kapok dia akan dengan senang hati melakukannya.
" Cih " Naruto mendecih sebal kemudian melompat ke atas ranjang menerjang Sasuke, mendaratkan sebuah pukulan yang dapat ditangkis oleh Sasuke yang langsung membalik keadaan.
" Kau tertangkap Dobe " ucap Sasuke menyeringai, salah satu tangannya berhasil mengunci tangan Naruto di atas kepala sementara dia menggunakan tubuhnya sendiri untuk mengunci tubuh Naruto yang terus meronta.
" Kalau kau sampai berani menyentuhku, aku benar- benar akan membuatmu menyesal Teme " desis Naruto dengan kedua mata yang menatap nyalang Sasuke.
" Seperti kau bisa saja " cibir Sasuke, Naruto mengumpat mendengarnya " hei Dobe kau itu cewek, jangan terlalu sering mengumpat atau kau akan jadi perawan tua seumur hidupmu "
" Terserah itu bukan urusanmu, sekarang cepat menyingkir dari atasku Teme "
" Kalau aku menolak "
" Kau " geram Naruto murka, dia berjanji akan mencabut habis pantat ayam Sasuke jika pemuda itu berani macam- macam pada tubuhnya.
Gyutt...
Naruto menatap horor wajah Sasuke yang tengah menyeringai di atasnya, tubuhnya menegang saat merasakan remasan pada salah satu bagian tubuhnya di bawah sana dan itu disebabkan oleh tangan lancang Sasuke.
" Teme "
" Kenapa Dobe bukankah sebelumnya sudah ada yang- "
Duaghh...
Sasuke terguling ke depan saat kaki Naruto tiba- tiba menghantamnya dari belakang, dia sedikit lengah karena telah berhasil meremas bokong Naruto yang terasa pas di tangannya.
Bughhh...
" Akkhhh... Naruhhh... " raung Sasuke saat Naruto menginjak punggungnya tanpa perasaan " Do... Dobe punggungku "
" Mampus kau brengsek " raung Naruto penuh dendam, berani sekali si Teme sialan memegang aset berharganya, dia menarik sprei di bawahnya dan menyobeknya.
Srekk...
" Dobe "'
Srett...
" Ukkhh... " rintih Sasuke saat Naruto menarik tangannya ke belakang dengan kaki yang masih tetap menginjak punggungnya. " Dobe apa yang kau lakukan "
Naruto hanya diam namun tangannya terus mengikat tangan Sasuke menjadi satu, kemudian disusul kedua kaki Sasuke yang ikut diikat bersama kedua tangannya " apa yang kau lakukan Dobe, cepat lepaskan " protes Sasuke dengan tubuh terus berontak ingin lepas " Dobe punggungku sakit "
" Itu bukan urusanku brengsek " jawab acuh Naruto, kini posisinya berdiri dengan salah satu kaki menginjak punggung Sasuke dan kedua tangannya menarik keatas kain yang mengikat tangan dan kaki Sasuke menjadi satu bagian.
Klekk...
Pintu kamar terbuka lebar membuat kelima orang yang saling bertatapan memandang horor satu sama lain. Wajah Naruto da Sasuke sudah berubah pucat dengan mulut menganga lebar sementara di depan pintu Mikoto sudah pingsan dengan wajah merah, mulut Itachi ikut menganga saking terkejutnya sementara Fugaku pria paruh baya itu hanya menampakkan wajah datar seperti biasa padahal dia sudah hampir terkena serangan jantung melihat nasib putranya yang berada di bawah seorang wanita. Harusnya sebagai seorang keturunan Uchiha yang agung putranya berada di posisi atas sebagai seorang pendominasi.
" Aku tunggu kalian di bawah " ucap Fugaku kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi.
Naruto merasa jika omelan panjang bak kereta api milik Kaa- sannya lebih baik dari pada harus duduk bersimpuh di depan seorang Uchiha Fugaku dengan tatapan mengintimidasi yang membuat suhu disekitarnya mendingin, bahkan Sasuke hanya bisa menunduk diam di sampingnya.
" Bisa jelaskan apa yang kalian lakukan barusan "
" Paman "
" Jangan berbasa- basi nona " potong Fugaku, matanya menatap tajam sosok Naruto yang semenjak tadi menundukkan kepala.
" Kami tidak melakukakan apa- apa " jawab Sasuke cepat
" Bagaimana aku bisa percaya jika melihat keadaan kalian " sanggah Fugaku, matanya menatap tajam kearah Sasuke yang juga melakukan hal yang sama.
" Hiks... " onik Sasuke dan Fugaku yang tadi saling adu deathglare kini beralih pada sosok Naruto yang masih menundukkan kepalanya dengan tubuh yang sedikit gemetar " hiks.. hiks... " Naruto mengangkat wajahnya yang tampak basah oleh air mata " dia... " ucapnya menggantung sambil menunjuk Sasuke " dia mau memperkosaku paman " fitnah Naruto yang dendam kesumat pada Sasuke.
" A... apa " Sasuke menatap tak percaya pada Naruto. " Jangan asal bicara Dobe... "
" Hiks... meskipun aku ini berandalan tapi aku tidak pernah dilecehkan seperti tadi " Naruto meremas kemeja Sasuke yang dipakainya, semakin mendramalisir perannya sebagai korban perkosaan " paman lihat, ini lepas saat Sasuke menariknya " tunjuknya pada beberapa kancing kemeja Sasuke yang hilang, aslinya sebelum turun tadi dia menariknya hingga lepas dan membuangnya entah kemana. " Kaa- san pasti akan sedih " tangis Naruto semakin menjadi- jadi " A... aku " Naruto menatap kecewa pada Sasuke " aku membencimu Teme " ucapnya sebelum berlari meninggalkan Sasuke sebagai kambing hitam agar bisa lolos dari Fugaku yang menurutnya mengerikan.
" Yak Dobe kembali kau " Sasuke sudah bersiap untuk mengejar Naruto namun deheman dari depannya membuatnya mau tak mau kembali ke posisi semula.
" Tou- san percaya? "
" Hn "
Sasuke memutar kedua bola matanya bosan, demi Janshin yang entah siapa itu kenapa Tou- sannya yang katanya pintar bisa percaya pada akting lebay si Dobe biang onar, sebenarnya siapa anaknya disini? Sasuke jadi mempertanyakan statusnya sendiri.
" Aku harus belajar, besok akan ada ulangan " Sasuke merasa hari ini benar- benar sial.
Brakk...
Sasuke sengaja menutup pintu kamarnya keras, antara menyalurkan rasa marahnya dan juga biar si Dobe yang pura- pura tidur itu tahu jika batas kesabarannya sudah habis. Tapi bukan Naruto namanya jika takut pada Sasuke, dia malah asik pura- pura tidur di bawah selimut tebal milik Sasuke. Dia juga hanya diam saat merasakan goncangan pada tempat tidur sampai akhirnya Sasuke menarik dan membuang asal selimutnya dan langsung menindihnya.
" Teme " ucap Naruto sambil menatap nyalang Sasuke " jangan memulai lagi atau mpphhh " belum selesai dengan ucapannya Sasuke lebih dahulu membungkam mulut Naruto dengan bibirnya " mpphhh... " Naruto berusaha berontak namun kali ini rasanya percuma karene Sasuke berhasil mengunci gerakannya. " Sa- "
Mengambil kesempatan saat Naruto membuka mulut lidah Sasuke menyusup dan langsung bergerak liar di dalamnya, salah sendiri sudah membuat masalah. Sekarang akan dia tunjukkan siapa Uchiha Sasuke yang sebenarnya.
" Ngghhh... " Naruto masih mencoba untuk lepas dari kungkungan Sasuke, dia merasa jijik saat lidah Sasuke masuk ke dalam mulutnya dan membuat liur mereka bersatu, bagaimana jika dia sampai ketularan penyakit wajah tembok Sasuke? bisa berape urusannya.
Krauss...
" Akkhh... " pekik Sasuke kesakitan sambil menarik kepalanya, dia menjulurkan lidahnya yang berdarah " Dobe kau- "
Duagghh...
Belum sempat menyelesaikan ucapannya kepala Sasuke sudah dihantam keras oleh kepala Naruto, membuatnya lengah akibat rasa sakit yang berlipat. Pantas saja preman di luar sana langsung ciut saat berhadapan dengan Naruto, Sasuke sendiri merasa kewalahan menghadapinya.
" Kau benar- benar membuatku marah Teme " desis Naruto berbahaya " akan kubuat kau menyesal karena sudah lancang menyentuh tubuhku yang berharga " dan malam itu Sasuke harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menghadapi Rubah betina yang tengah mengamuk.
.
.
.
.
Tbc...
Terimakasih untuk senpai semua yang sudah mereview, q minta maaf karena baru bisa update. ini ceritanya nyantaikok ndak bakalan sampai ada bunuh- bunuhan, hanya berkelahi antar sesama murid dan saingan dalam cinta. Seperti cerita- cerita yang lain tapi semoga senpai sekalian ndak bosan dan sudi menorehkan review. Sampai jumpa di chapter selanjutnya...
