Tittle : HATE OR LOVE

Author : AedaSha

Cast : YUNAE, SICHUL

Genre : family, romance (pokoknya genrenya campur-campur)

Warning : GS buat para uke

CHAPTER 2

Kini Yunjae sudah keluar dari hotel. Tiba-tiba ada yang memanggil…

"Yunho Oppaa…" Yunho langsung melihat siapa yang memanggilnya.

"eh… hi Vic, sudah lama tidak bertemu. Apa yang kamu lakukan disisni?" tanya Yunho ramah

"aku lagi ada pemotretan disini. Dan kebetulan ketemu Oppa. Kita memang sudah lama tidak bertemu dan Oppa semakain… Tampan" ucap Victoria. Victoria adalah teman lama Yunho. Yunho merupakan sunbae Victoria di sekolah. Mereka saling dekat ketika Victoria banyak membantu Yunho dalam hal apapun termasuk financial, maklumlah Yunho hanya anak yatim piatu. Biarpun Yunho mendapatkan beasisiwa di sekolahnya, tetap saja dalam kehidupan sehari-harinya ditanggung sendiri dan untuk memenuhi kebutuhannya Yunho bekerja paruh waktu. Karena kepintaran Yunho, Victoria juga meminta Yunho untuk menjadi guru privatnya, biarpun Cuma modus agar lebih dekat dengan Yunho.

"kau juga semakin cantik Vic. Sepertimya kau semakin sibuk dengan pemotertan."

"ya… lumayanlah… ini salah satu cita-citaku dari dulu ingin mejadi model"

"aku yakin kau akan menjadi model yang sukses. Sekarang saja kau sudah sering muncul di berbagai majalah dan iklan." Puji Yunho

"wahh… ternyata Oppa masih perhatian kepadaku. Aku kira Oppa sudah melupakanku."

"mana mungkin aku melupakanmu. Kita kan teman baik"

"teman? Mm.. ya .. kita teman. Tapi teman special kan?"

"mm.. yaa.. bisa dibilang teman special."

Dan sepertinya mereka melupakan seorang yang dari tadi melihat keakrapan Yunho dan Victoria dengan wajah yang kesal. Ya dia adalah Jaejoong yang merasa tidak dianggap oleh 2 orang yang lagi bernostagia.

"Yunho Oppa lagi apa di sini?" tanya Victoria

"ohh… aku Cuma lagi liburan"

"liburan? Sendiri?"

"tidak, aku berdua dengan…" Yunho baru ingat bahwa dia mengabaikan Jaejoong. Dan Yunho dapat melihat wajah Jaejoong yang tampak kesal. Lihat saja bibir yang sudah sangat maju, tangan dilipatkan ke dada dengan ekspresi yang tidak bersahabat. Sepertinya Yunho harus bersiap mendengar teriakan Jaejoong nantinya.

"Jae.. kenalkan, ini Victoria. Dia temanku" ucap Yunho memperkenalkan Victoria

"anyounghaseyo, Victoria imnida" sapa Victoria. Tapi Jaejoong hanya memandang sinis kearah Victoria

"dia siapamu Yunho?" tanya Victoria

"dia… mmm… dia…" tiba-tiba Jaejoong langsung menyela pekataan Yunho

"saya CHOI JAEJOONG, dan DIA adalah ASISTEN SAYA" ucap Jaejoong dengan nada penekanan. Yunho hanya menghela napas atas sikap Jaejoong. Yunho juga tahu, Jaejoong tidak akan mengakui statusnya kepada oranag lain"

"Choi Jaejoong?, kau bukannya anak Choi Siwon yang terkenal itukan?" tebak Victoria

"ternyata aku lebih terkenal darimu" sindir Jaejoong

"tentu saja kau terkenal, selain anak dari Choi Siwon pengusaha sukses itu, kau juga terkenal dengan kelakuan anehmu diluar sana" ucap Victoria enteng. Sedangkan Jaejoong wajahnya sudah memerah menahan kekesalnnya. Melihat keadaan Jeejoong yang tidak bersahabat, Yunho dengan cepat mengalihkan keadaan.

"sepertinya kami harus pergi sekarang Vic" ucap Yunho

"Oppa mau pergi kemana?"

"aku akan kembali ke Seoul"

"sayang sekali padahal kita bisa berlibur bersama disini, tapi tidak apa. Sampai jumpa di seoul Yunho Oppa "

"ne… Bye Vic" ucap Yunho sambil membawa Jaejoong pergi sebelum mengamuk dihadapan Victoria

-AedaSha-

Kini Yunjae telah sampai diapartemen mereka. Sepanjang perjalan Jaejoong berada dalam level Mood terburuknya. Jaejoong banyak diam, jika Yunho bertanya Jaejoong akan menjawab dengan ketus. Yunho tidak mau membuat Jaejoong bertambah kesal. Sehingga dia bicara juga seminimal mungkin. Ya.. Yunho berfikir lebih baik diam daripada nantinya Jaejoong berteriak didepan umum. Itu akan lebih bahaya. Jaejoong langsung memasauki kamarnya dan membanting pintunya. Yunho harus ekstra sabar menghadapi kelakuakuan istrinya.

-AedaSha-

"boo..." panggil Yunho didepan pintu kamar.

"boo.. buka pintunya? Apa kau masih tidur?." Yunho ingin mengambil baju kerjanya. Biarpun mereka beda kamar. Semua perlengkapan Yunho tetap berada dikamar utama mereka. Ini bertujuan agar tidak menimbulkan kecurigaan jika mereka sebenarnya tidak tidur sekamar. "Jonggie, bisa buka pintunya sebentar? Akau hanya ingin mengambil bajuku"

"Jongg.,.."

"YAK! KENAPA KAU BERISIK SEKALI PAGI-PAGI HAH?"

"aku hanya ingin mengambil bajuku, dan tumben kau mengunci pintunya."

"TERSERAH PADAKU!. AKU INGIR BERJAGA-JAGA JIKA KAU MAU MEMPERKOSAKU WAKTU AKU SEDANG TIDUR.." Yunho tidak perduli dengan ocehan Jaejoong dan Yunho bergegas masuk dan mengambil bajunya. Dan Jaejoong baru sadar bahwa Yunho hanya memakai handuk. Sehingga Jaejoong dapat melihat tubuh atas Yunho yang atletis. Wajah Jaejoong memerah. Harus diakui tubuh Yunho sangat …sexy.

"boo…boo…" Jaejoong tersentak. Ah sepertinya Jaejoong terlalu terpesona.

"ke…kenapa kau ti.. ti…dak memakai baju? KAU MAU PAMER HAH? DASAR BERUANG MESUM" ucap Jaejoong sambil menghilangkan kegugupannya.

"bajuku kan ada dikamar ini. makanya aku mau mengambilnya. Sebelumnya juga seperti ini, ha… mungkin kau tidak pernah melihat, kreana kau masih tidur"

"benarkah? Jadi selama ini kau hanya memaki handuk kekamar ini" tanya Jaejoong polos

"tentu saja, tapi kenapa wajahmu memerah. Oh.. apa mungkin kau kagum melihatku. Tenang Baby, bukankah kau sudah memilkinya. Kapanpun kau mau aku siap memberiaknnya, atau… kau menginginkan sekarang" goda Yunho. Sepertinya Yunho punya hobi baru yaitu mari menggoda Nyonya Jung.

"APA KATAMU? JANGAN BERMIMPI! DAN AKU PASTIKAN KAU TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYENTUHKU LAGI!" acap Jaejoong kesal dengan wajh memerah

"benarkah, tapi bagaimana jika kau yang memintanya. Seperti kemarin, bukankah kau yang memintanya?"

"KAU…. KAU MAU MATI HAH…? DASAR JUNG BRENG….." dan terjadilah pertemuan dua bibir kembali. Sepertinya Jaejoong harus menerima hukumannya di pagi hari.

"kau sepertinya ketagihan dengan bibirku Boo" ucap Yunho setelah mengecup bibir istrinya

"KAU…. SUDAH CEPAT SANA PERGI DARI HADAPANKU. KAU BENAR-BENAR MEMBUATKU MUAK…" dan Jaejoong mendorong Yunho keluar dari kamarnya sambil menstabilkan jantungnya.

-AedaSha-

"Jonggie, kapan aku mendapatkan keponakan?" tanya Kim Junsu yang merupakan sepupu dari Jaejoong. Kini mereka sedang berada di café.

"aish.. kau sama seperti Umma, selau membicarakan anak"

"tentu saja, orang yang sudah menikah tujuannya salah satu adalah memilki anak. Memangnya kau tidak?" tanya Junsu

"tidak, lagi pula akau tidak pernah meyetujui pernikahan ini dan aku sangat membenci Jung Yunho"

"kau tidak boleh begitu Jonggie. Tidak boleh terlalu benci apalagi dengan suami sendiri, nanti ucapanmu itu membalik. Atau kalau dia bosan dengan sikapmu, mungin dia akan meninggalkanmu nanti" nasihat Junsu

"meninggalkanku? Itulah yang akau harapkan. Semoga dia cepat pergi dari kehidupanku dan aku akan kembali dengan Hyunjoong Oppa"

" Aku dengar Hyunjoong memutusimu, padahal kau sangat mencintainya. Dan kau tahu Jonggie, dia sudah punya kekasih baru"

"be..benarkah Su-ie, ini semua karena si jung itu. Coba aku tidak menikah dengan si Jung itu, pasti aku dengan Hyunjoong Oppa masih bersama sampai sekarang."

"dasar keras kepala. Aku harap Yunho Oppa sabar menghadapi sikapmu itu"

"aishh… jangan sok prihatin Su-ie. Lebih baik kau mengurusi kekasih jidatmu yang super mesum dan playboy itu"

"aku bukan kekasihnya… Jonggie"

"jangan coba membohongiku Su-ie, aku tahu kau menyukai si Jidat itu kan?, dasar payah.." ucap Jaejoong, sedangkan Junsu wajahnya sudah memerah.

"ke..kenapa jadi mem..membicarakannya, Sudahlah. Eh… bukankah itu Yunho Oppa, dia dengan siapa tu?" ucap Junsu, Jaejoongpun mengalihkan perhatiannya. Jaejoong dapat melihat Yunho bersama dengan seorang yoeja dan mereka menempati salah satu meja yang kosong. Jaejoong memperhatikan yoeja tersebut dan akhirnya dia ingat dia adalah Victoria.

"aish.. yoeja itu lagi.." kesal Jaejoong

"jonggie kau kenal yoeja itu" tanya Junsu

"ah… tidak"

"wah.. sepertinya mereka sangat dekat. Jonggie kau harus berhati-hati."

"kenapa harus berhati-hati, memangnya akau mencuri"

"kau ini… perhatikan mereka. Aku rasa Yunho sudah bosan denganmu. Kau lihat bahkan dia mendapatkan yoeja yang lebih sexy darimu wajahnya juga cantik. Ah.. tidak kusangka Yunho Oppa pandai memilih." Junsu memanas-manasi Jaejoong

"kau berisik Su-ie… kenapa kau malah memperhatikan mereka dan memuji Yoeja itu. Kau mau menyindirku hah?"

"aku tidak menyindirmu, kau saja yang merasa. Tapi kalau dilihat-lihat yoeja itu benar-benar sempurna. Tidak sepertimu, lihatlah penampilanmu. Apa-apaan itu, selalu berdandan ala kadarnya." Sindir Junsu

"yak.. dandanan akau seperti ini saja semua orang sudah mengagumiku."

"dasar pede… bahkan yoeja itu lebih sexy dan yang pasti lebih…montok. Sedangkan kau.. ?" Junsu memandang Jaejoong dari atas sampai bawah "ah.. sudahlah…"

"YAK…KIM JUNSU, KENAPA KAU SEMAKIN MENYEBALKAN HAH… KAU ITU SAMA SAJA DENGAN SI JUNG PABO ITU!" teriak Jaejoong. Rupanya Jaejoong emosi mendengar sindiran sepupunya itu

"jonggie… tenanglah, kenapa berteriak. Tidak enak dilahat orang"

"AKU TIDAK PEDULI. LAGIPULA INI SEMUA KARENAMU…"

Saat Jaeoong betreriak dan menarik perhatian sekitar tidak terkeculai Yunho dan Victoria.

"Oppa bukankah dia Choi Jaejoong, hah lihatlah kelakuannya. Oppa, apa benar Oppa asistennya?" tanya Vivtoria tidak percaya

"hah.. ehh.. itu aku sebenarnya…" bingung Yunho

"aku mengerti. Pasti Oppa sangat tertekan dengan sikap anehnya selama ini. Tapi kenapa Oppa mau jadi asisiten yoeja itu. Oppa kan lulusan S2, rasanya agak aneh…"

"mm..lebih baik aku kesana dulu Vic"

"aku ikut" victoria langsung melingkarkan lenganya dilengan Yunho.

"Jae..ada apa? kenapa beteriak?. Tidak malu diperhatikan orang-orang" Jaejoong yang melihat Yunho bersama Victoria semakin panas.

"APA PEDULIMU HAH… KAU TIDAK PERLU IKUT CAMPUR." Kesal Jaejoong

"kau itu anak dari keluarga terhormat, tapi kenapa sikapmu tidak mencerminkan dari keluarga terhormat dan apa-apan itu suka berteriak di depan umum, aish..memalukan. Seharusnya kau juga menjaga nama baik keluargamu. Bukankah kau CHOI JAEJOONG." Sindir Victoria

"YAK… KAU TIDAK PERLU MENASEHATIKU. KAU URUS SAJA DIRIMU SENDIRI…KAU FIKIR KAU LEBIH BAIK DARIKU HAH…? KAU TIDAK TAHU APA-APA TENTANG DIRIKU.."

"Jonggie sudahlah" ucap Junsu sambil menenangkan Jaejoong.

"sebaiknya kita pulang" ucap Yunho sambil membawa Jaejoong. Tapi Jaejoong memberontak

"APA YANG KAU LAKUKAN JUNG PABO… AKU TIDAK MAU PULANG. LEBIH BAIK KAU URUS SAJA KEKASIHMU ITU.. AKU MEMBENCIMU JUNG YUNHO!" Yunho sebenarnya sudah sangat kesal dengan kelakuan Jaejoong. Dan Yunho rasanya ingin memberikan hukuman terhadap bibir Jaejoong, tapi dia sadar tidak mungkin dilakukan di depan umum. Tanpa babibu, Yunho langsung mengangkat Jaejoong seperti mengangkat karung beras. Sedang Jaejoong semakin mengamuk dan memukul punggung Yunho.

"Vic, maaf tidak bisa mengantarmu. Aku harus mengurus anak ini dulu." Yunho lansung pergi keluar café tersebut

"tapi Oppa…hah.. dasar yoeja pengganggu.."gerutu Victoria

"pengganggu?" tanya Junsu heran

"iya… coba tidak ada dia, pasti aku dan Yunho Oppa bisa membuat moment yang romantic"

"benarkah? Tapi aku rasa kaulah pengganggu" ucap Junsu langsung meninggalkan Victoria yang kebingungan.

-AedaSha-

Didalam perjalana Jaejoong terus mengumpat, tapi Yunho tidak peduli, dia terus melajukan mobilnya ke apartemen. Sampai di parkiran Yunho langsung menyeret Jaejoong tanpa peduli dengan Jaejoong yang kesakitan karena peregelangan tangannya di cengkaram erat oleh Yunho. Sesamapi di dalam apatemen..

"APA YANG KAU LAKUKAN HAH.. KAU MAU MENYAKITIKU HAH DASAR BRENG…" yunho langsung membungkam bibir Jaejoong yang dari tadi ingin dia lakuakan. Tapi kali ini bukan hukuman seperti biasa yang hanya pertemuan bibir Jaejoong dan Yunho, kini Yunho bertindak dedikit kasar dengan mengulum bibir Jaejoong lebih dalam dan menekan tengkuk Jaejoong agar tidak bergerak tanpa peduli dengan berontakan Jaejoong yang sudah kehabisan nafas…

"hah…hah… kh..kau benar-benar ingin membunuhku ha… tanganku juga sakit.." ucapa Jaejoong ketika tautan bibir itu terlepas dan melihat tangannya memerah

"sakit? Segitu saja sudah kesakiatan. Bagaimana perasaan orang tuamu selama ini dengan kelakuanmu itu?. " ucap Yunho dingin

"apa maksudmu? Kenapa kau membawa orang tuaku?"

"kau memang benar-benar… tidak kah kau tahu perasaan orang tuamu selama ini? Anak yang mereka besarkan dan sayangi ternyata tumbuh menjadi Yoeja yang tidak tau etika. Kau harusnya bersyukur memilki orang tua lengkap yang masih memperhatikanmu sampai sekarang dan memberikan apaun yang kau mau. Dan seharusnya kau juga menjaga nama baik Appa dan Umma dengan sikapmu, bukan merusak nama mereka. Apakah kau tidak sadar kau telah menyakiti mereka? Kau boleh membenciku, tapi setidaknya kau harus bisa menjaga nama baik keluargamu"

"ternyata kau sudah pandai menasehatiku sekarang" ucap Jaejoong sinis

"ini juga untuk kebaikanmu Jae"

"kebaikanku? KEBAIKANKU DARI MANA? MANA ADA ORANG TUA YANG BAIK MEMAKSA MENIKAH DENGAN ORANG YANG TIDAK DICINTAINYA HAH.. APA ITU BAIK?" emosi Jaejoong

"Jae…mereka ingin kau berubah lebih baik"

"DENGAN MENIKAH DENGANMU? Hah.. sungguh lucu"

"kenapa kau sangat membenciku?"

"kau bertanya kenapa akau membencimu? Seharusnya kau sudah tahu jawabannya"

"tidakkah kau mau membuka hatimu untukku?" Yunho benar-benar bingung atas sikap Jaejoong kepadanya

"membuka hatiku? Kau berharap akau mencintaimu? Atau… kau yang sudah mencintaiku?"

"itu…" Yunho Tidak daapt menjawanya

"hah.. ternyata benar kau mencintaiku… tapi.. JANGAN HARAP AKU MENCINTAIMU.. DALAM MIMPIMU SAJA. KARENA AKU SANGAT-SANGAT MEMBENCIMU.."

"bagaimana caranya agar kau tidak membenciku"

" cara agar agar aku tidak membencimu? benar.. kau ingin tahu?" tanya Jaejoong yang diangguki Yunho. "sebenarnya cukup mudah agar aku tidak membencimu. Kau… cukup CERAIKAN AKU" ucap Jaejoong dengan penekanan pada kata cerai. Sedangkan Yunho kaget mendengar ucapan Jaejoong.

"itu tidak mungkin Jae, bahkan kita baru menikah."

"JUSTRU KITA BARU MENIKAH… DENGAN KITA BERCERAI SEMUA AKAN SELESAI. KAU MENGERTI? LEBIH CEPAT BERCERAI LEBIH…HUWEKK…." tiba-Tiba Jaejoong merasa mual dan berlari kekamar mandi. Yunho yang melihatnya mengikuti Jaejoong.

"Jae.. Gwenchana?" tanya Yunho mencoba mengusap Punggung Jaejoong

"jangan coba-coba perhatian denganku Huweekk…huwekkk…"

"lebih baik kita kedokter sekarang Boo" ucap Yunho yang melihat wajah pucat istrinya. Tiba-tiba

"BOO…bangun Boo…" Yunho panic ketika Jaejoong tiba-tiba pingsan dan mengangkat tubuh istrinya kekamar dan menghubungi dokter.

-AedaSha-

"bagaiman keadaan anak saya Dok. Dia sakit apa Dok"" tanya Heechul. Heechul dan siwon langsung datang keapartemen Yunjae ketika mendapat telepon dari Yunho bahwa Jaejoong pingsan. Dan mereka kini berkumpul di ruang keluarga. Sedangkan Jaejoong masih dikamar.

"anak anda tidak sakit Nyonya, tapi.." ucap dokter tampan bernama Lee Donghae tersebut

"tapi apa Dokter Lee?" tanya Siwon penasaran

"SELAMAT… anda akan mendapatka cucu" ucap dokter Lee sambil tersenyun

"APAAAA.." teriak ketiganya

"a..apa i…itu benar Dok… berarti saya akan menjadi seorang Appa?" tanya Yunho. Ada rasa tidak percaya jika dia benar-benar akan menjadi seorang Appa

"ne.."

-AedaSha-

Jaejoong sudah mulai sadar, matanya melihat sekitar dan dia tahu bahwa dia dikamarnya. Saat ingin duduk kepalanya terasa pusing.

"Jonggie? Jonggie sudah bangun? Apa ada yang sakit?" tannya Heechul yang memasuki kamar yang memang berniat melihat keadaan Jaejoong

"kepala Jonggie pusing Umma"

"lebih baik Jonggie berbaring dan isrtirahat saja dulu, biar Umma bawakan bubur dan obat" ucap Heechul

"Umma kenapa disini" heran Jaejoong ketika Ummnya yang berada di apartemennya

"ahh… tadi Jonggie pingasan. Yunho yang menghubungi Umma."

"Pingsan? Apa Jonggie mengidap sakit berbahaya Umma? Huwee…Umma…. Jonggie masih muda belum mau mati sekarang.." tangis Jaejoong

"aishh….apa yang kau katakan. Siapa bilang kau sakit berbahaya, sudahlah tanya suamimu saja" Heechulpun keluar dai kamar dan mehyuruh Yunho menemani Jaejoong.

"Boo, kau sudah sadar"

"kau bisa lihat sendiri! Mm… Jung apa benar aku pingsan tadi? Apa aku mengidap sakit bebrbahaya?"

"…" Yunho tidak menjawab

"HEI.. KAU TULI HAH…"kesal Jaejoong karena Yunho tidak menjawab

"tidak bisakah kau berkata lembut, jika Umma Appa mendengar bagaimana? Dan aku sudah pernah katakana jangan pernah memenggilku Jung. aku tidak mau menghukummu sekarang dalam keadaan seperti ini apalagi ada orang tuamu"

"ckk.. sudahlah jangan bertele-tele, sebenarnya ada apa denganku?"

"aku harap kau baik-baik saja setelah mendengar semuanya. Dan kau harus berjanji untuk kesehatanmu dan merubah semua kebiasaan burukmu termasuk berteriak.."

"YAK…CEPAT KATAKAN.. APA SEBENARNYA YANG TERJADI?" kesal Jaejoong tidak sabaran

"baru saja aku ingatkan… hah…bagaimana nasib anak kita bila mendengar teriakan Ummanya terus."

"APA YANG KAU KATAKAN? ANAK? ANAK SIAPA? APA HUBUNGAN ANAK DENGAN TERIAKANKU HAH…"

"YAK JUNG JAEJOONG, KENAPA BERTERIAK DIDEPAN SUAMIMU HAH…?" teriak Heechul. Heechul memasuki kamar sambil membawa nampan diikuti Siwion

"eh… Umma… abisnya si Jung itu menyebalkan Umma. Dari tadi Jonggie bertanya, tapi jawabannya memutar-mutar"

"siapa yang kau katakana 'si Jung'? sopanlah sedikit dengan suamimu. Memangnya kau tidak punya panggilan sayang untuknya?" ucap Siwon

"ah…itu… ten…tentu saja ada Appa. Iyakan… YUNNIE?" Ucap Jaejoong. Bagaimanpun Jaejoong tidak mau orang tuanya tahu akan sikapnya dengan Yunho selama ini.

"Yunnie? Wahhh… kalian sweet sekali" ucap heechul senang. Sedangkan Jaejoong merutuki sikap Ummanya

"Umma sebenarnya apa yang terjadi pada Jonggie?"

"hah..Umma sebenarnya masih tidak percaya tapi ternyata Tuhan telah mengabulkan doa Umma. Jonggie tahu? Sekarang Jonggie sedang HAMIL dan itu berarti Umma akan menimang cucu. Terima kasih sayang sudah memenuhi permintaan Umma" Ucap Heechul sambil memeluk Jaejoong. Sedangkan Jaejoong membatu mendengar perkatann Ummanya. "HAMILL?" fikir Jaejoong Shock.

"Hiks… Hikss.." mendengar isakan anaknya, Heechul melepas pelukannya

"kenapa menangis? Umma tahu Jonggie pasti sangat bahagikan. Sebentar lagi Jonggei akan menjadi Umma. Hah.. waktu berjalan sangat cepat, padahal…."

Heechul sibuk berceloteh ria, Sedangkan Jaejoong hanya bisa menangis, bukan menangis bahagia yang dikira Ummanya melainkan menangisi keadaannya sekarang. Hamil adalah mimpi buruk baginya. Sedangkan Yunho yang tahu makna tangisan Jaejoong hanya dapat menghela nafas. Sepertinya kehidupan Jung Yunho akan berjalan sangat berat… Jaejoong menapat Yunho disela tangisannya "KAU AKAN MATI JUNG…!" itulah yang Yunho tangkap dari tatapan istrinya.

T.B.C

Terima kasih buat semua reader yang sudah baca, memfaforitkan, memfollow terutama para reader yang sudah memberikan Review untuk ff ku ini.

Maaf jika ff ku ini ceritnya kurang memuaskan dan banyak Typo disana-sini.

Tanggal 15 Juli aku Ulang Tahun… Adakah yang mau memberikanku hadiah? (ngarep). Kalau gitu aku aja yang minta hadiah kepada para reader. Hadiahnya ga mahal kok. Cuma minta REVIEW aja.. he…he…

Terima kasih ^-^

12 Juli 2014

Spesial Thank's

destianidhesthy, Ai Rin Lee, leeChunnie, ShinshinKyukyu, Ineedtohateyou, Jung sajangnim, lieskas407, exindira, joongmax, myflowerlady3, Silent Reader, sachan, Guest, ruixi, .562, YunJoong, Rukiasakura, Milkyu, Riena, akiramia44, hana, Kim RyeoSung342409, jaeho love, Unnie Dongsaeng, holepink, siska232, Manaka Chan, babychokyu, nabratz, azahra88, aprilyarahmadani